You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai makhluk hidup tentunya manusia memerlukan makan untuk dapat hidup dan
terus melakukan reproduksi. Oleh karenanya kita harus dapat menjaga sanitasi makanan
yang tiap harinya kita konsumsi, kerana faktanya makanan yang kita konsumsi belum
tentu hygenies, sehingga memudahkan vektor untuk masuk ke dalam tubuh manusia
melalui makanan yang kita konsumsi. Salah satu penyakit yang dapat timbul akibat
vektor ialah demam typoid (tipes). Apalagi sebagai mahasiswa kita harus dapat menjaga
kebersihan makanan kita, jangan sampai terkontaminasi dengan berbagai vektor yang
dapat mengakibatkan timbulnya penyakit, karena diketahui bahwasannya demam typoid
itu biasanya merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan mahasiswa. Pada dasarnya
setiap orang dapat terkena yang namanya demam typoid, akan tetapi mahasiswa dengan
jadwal yang padat sehingga memungkinkan diriya untuk bekerja ekstra terhadap tugas,
sehingga harus begadang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Selain faktor makanan
yang kurang hygenies, kurang istirahat atau sering begadang merupakan bagian dari
faktor resiko terkena penyakittypoid.
Demam typoid atau tifus abdominalis merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang
disebabkan oleh kuman Salmonella thyphosi. Penyakit ini termasuk penyakit menular, dengan
rute penularannya dalam bahasa Inggris disingkat 3F, yaitu Feces (kotoran manusia), Fly
(lalat), dan Food (makanan). Pernah dilakukan survey sederhana, ternyata sebagian gado-gado
di sekitar Jakarta, mengandung kuman typoid. Tapi tidak usah kaget, karena memang Jakarta
endemis penyakit ini. Artinya sepanjang tahun, pasti ada orang yang kena penyakit typoid.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

D. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi akademik sebagai bahan materi perkuliahaan
pada program keperawatan

maupun pendidikan kesehatan lainnya,dan diharapkan dapat

dijadikan bahan referensi untuk mahasiswa keperawatan khususnnya dalam pengetahuan
tentang penyakit yang disebabkan oleh virus.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Thypoid

2005). enteric fever. Dari beberapa pengertian diatasis dapat disimpulkan sebagai berikut.Typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu. Sebenarnya sumber utama dari penyakit ini adalah lingkungan . 2001). Typhoid adalah suatu penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh salmonella type A. salmonella type A.1996). Kuman ini banyak terdapat di kotoran. fecal. Salmonella para typhi A. gangguan pencernaan. 2006). 1996).C ada dua sumber penularan salmonella thypi yaitu pasien dengan thypoid dan pasien dengan carie. Salmonella mempunyai tiga macam antigen. Typhoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonellathypi(JuwonoR. gangguan pada saluran cerna atau gangguan kesadaran (Mansjoer A. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun. Typhoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran (Suriadi. makanan dan minuman yang terkontaminasi B. 1999). dan makanan atau minuman yang terkena kuman yang dibawa oleh lalat. typhoid disebut juga paratyphoid fever. Typhoid adalah penyakit infeksi pada usus halus.C. ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier. salmonella parathypi A. penularan terjadi secara pecal. Ketiga jenis antigen ini di manusia akan menimbulkan tiga macam antibodi yang lazim disebut aglutinin. dan gangguan kesadaran (Ngastiyah. Typhoid adalah penyakit infeksi yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari tujuh hari.M. motil dan tidak menghasilkan spora. Antigen H=Hauch (menyebar). Etiologi Thypoid Penyakit ini disebabkan oleh infeksi kuman Samonella Thposa/Eberthela Thyposa yang merupakan kuman negatif.B. oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief. terdapat pada flagella dan bersifat termolabil dan Antigen V1=kapsul . 2005 ). Etiologi thypi adalah salmonella thypi.Seoparman. typhus dan para typhus abdominalis (. Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa. Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. tinja manusia. Carier adalah orang yang sembuh dari demam thypoid dan masih terus mengekresi salmonella thypi dan air kemih selama lebih dari 1tahun (Ngastiyah.B. yaitu Antigen O= Ohne Hauch=somatik antigen (tidak menyebar) ada dalam dinding sel kuman. B dan C yang dapat menular melalui oral. B dan C.2000). hidup baik sekali pada suhu tubuh manusia maupun suhu yang lebih rendah sedikit serta mati pada suhu 700C dan antiseptik. Typhoid merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada usus halus yang disebabkan oleh salmonella thypii (Hidayat. merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi O antigen terhadap fagositosis.

lidah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor.siang hari panas agak turun . skibala lidah kotor tapi hiperemis. jarang disertai tremor.yang kotor dan tidak sehat.tidak pernah mencapi normal (febris intermitten) 2. gejala saraf sentral:apatis kesadaran menurun. gejala sistem gastrointestinal :obstipsi sangat sering muncul. TANDA DAN GEJALA Gejala klinis 1. kesadaran yaitu apatis-samnolen.terutama malam hari.2000) Masa tunas 7-14 hari. Tidak seperti virus yang dapat beterbangan di udara. 3. selama inkubasi ditemukan gejala prodromal ( gejala awal tumbuhnya penyakit/gejala yang tidak khas ) • Perasaan tidak enak badan • Nyeri kepala • Pusing • Diare • Anoreksia • Batuk • Nyeri otot Muncul gejala klinis yang lain: Demam berlangsung 3 minggu. biasanya menurun pagi hari. Patofisiologi Masuknya kuman salmonella typhi (S. hati dan limpa membesar yang nyeri pada perabaan. Minggu pertama: demam ritmen. Bila respon amunitas hormonal (16. gangguan pada saluran pencernaan. dan minuman yang tidak higienis. Paratyphi) kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. dan meningkat pada sore dan malam hari. A) usus kurang baik. hepatomegali ringan 5.delirium. Sebagian kuman dimusnahkan dalam lambung. gangguan pada kesadaran. D. panas lebih dari 7 hari biasanya mulai demam nglemeng yang makin hari makin tinggi sehingga pada minggu ke dua makin panas tinggi terus menerus . Minggu ketiga : demam mulai turun secara berangsur-angsur. 4.mengigai. sebagian yang lain lolos masuk ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak. Minggu kedua : demam terus. C. bakteri ini hidup di sanitasi yang buruk seperti lingkungan kumuh. splenomegali 6. Gejala lain ”RESEOLA” (bintik-bintik kemerahan karena emboli hasil dalam kapiler kulit). . makanan. maka kuman menembus sel-sel epital (terutama sel – M) dan selanjutnya lulamina propia kuman berkembang biak dan di fogosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh fakrofog.A (k). (Dr dr Sutaryo Sp . typhi) dan salmonella paratyphi (S. ujung dan tepi kemerahan.kadang-kadang diare mual muntah dan kembung jarang.

Proses yang sama terulang kembali berhubungan makrofag telah teraktivasi dan hiperaktif maka saat-saat fagosifosis kuman salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi dan selanjutnya akan menimbulkan inflamasi sisteler seperti deman. Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. limfosist sudah berdegenerasi yang dikenal sebagai tifoid sel. kuman. hati. Pada dinding ileum terjadi ulkus yang dapat menyebabkan perdarahan atau perforasi intestinal. jaringan limfe mesemterium. Fly(lalat). Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara. depresi sumsum tulang dan panas. sebagian kuman dikeluarkan melalui rases dan sebagian masuk lagi kedalam sirkulasi setelah menembus usus. Di tempat ini kuman difagosit oleh sel-sel fagosit RES dan kuman yang tidak difagosit berkembang biak. dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Pada akhir masa inkubasi 5-9 hari kuman kembali masuk ke darah menyebar ke seluruh tubuh (bakteremia sekunder) dan sebagian kuman masuk ke organ tubuh terutama limpa. Fomitus (muntah). Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk . sakit perut. mialgia. Selanjutnya zat pirogen yang beredar di darah mempengaruhi pusat termoregulator di hipothalamus yang mengakibatkan timbulnya gejala demam. Kuman salmonella masuk bersama makanan/minuman yang terkontaminasi. Bila sembuh tanpa adanya pembentukan jaringan parut. sakit kepala. Bila sel ini beragregasi maka terbentuk nodul terutama dalam usus halus. Dalam masa bakteremia ini kuman mengeluarkan endotoksin. Kelainan utama yang terjadi di ileum terminale dan plak peyer yang hiperplasi (minggu I). Fingers(jari tangan/kuku). Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat.Kuman dapat hidup dan berkembangbiak di dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plague. dan melalui Feses. Setelah menyebabkan peradangan dan nekrosis setempat kuman lewat pembuluh limfe masuk ke darah (bakteremia primer) menuju organ retikuloendotelial sistem (RES) terutama hati dan limpa. Piyenikum dislat dan kemudian kelenjar getah bening mesentrika. Selanjutnya melalui duktus terasikus kuman yang terdapat makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebar keseluruh organ retikulo endotetial tubuh terutama hati dan limpa. setelah berada dalam usus halus mengadakan invasi ke jaringan limfoid usus halus (terutama plak peyer) dan jaringan limfoid mesenterika. nekrosis (minggu II) dan ulserasi (minggu III). gangguan muntah dan mual. instabilitas vaskuler. motabilias vaskuler. kandung empedu yang selanjutnya kuman tersebut dikeluarkan kembali dari kandung empedu ke rongga usus dan menyebabkan reinfeksi usus. yang dikenal dengan 5F yaitu Food(makanan). malaise. sumsum tulang dan organ yang terinfeksi. Infiltrasi jaringan oleh makrofag yang mengandung eritrosit. Endotoksin ini merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh lekosit pada jaringan yang meradang. Makrofag pada pasien akan menghasilkan substansi aktif yang disebut monokines yang menyebabkan nekrosis seluler dan merangsang imun sistem. Diagnosa ini kuman meninggalkan sel-sel fogosit dan kemudian berkembang biak di luar sell fagosit dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi menyebabkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sisremir di dalam usus. limpa.

rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas. • Tiamfenikol. karena membantu proses inflamasi lokal pada usus halus. 4. Sayuran dengan serat kasar seperti daun singkong harus dihindari. Penatalaksanaan 1.6 Askep Thypoid a. Perawatan Penderita typhoid perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi (agar penyakit ini tidak menular ke orang lain). Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak. dosis dewasa 3 x 500 mg/hari. dan tinggi protein • Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring • Setelah bekas demam di beri bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim • dilanjutkan nasi. • Kotrimoksasol (sulfametoksasol 400 mg + trimetoprim 80 mg) diberikan dengan dosis 2 x 2 tablet/hari (Soedarto. tanggal MR. Keluhan utama . pekerjaan. cukup kalori. • Ampisilin. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia. no. 2. berat badan.ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Penderita harus istirahat total minimal 7 hari bebas panas. umur. jenis kelamin. 2. dosis anak 4 x 500-100 mg/kg berat badan/hari.status perkawinan. sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Makanan yang dikonsumsi adalah makanan lunak dan tidak banyak berserat. agama. Obat. Pengkajian 1. usus halus dan kandung empedu.obatan • Chloramphenicol dengan dosis 3-4 x 500 mg/hari. alamat. kuman selanjutnya masuk limpa. jadi harus benar-benar dijaga makanannya untuk memberi kesempatan kepada usus menjalani upaya penyembuhan. Identitas di dalam identitas meliputi nama. Semula disangka demam dan gejala toksemia pada typhoid disebabkan oleh endotoksemia. lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Pencegahan Cara pencegahan yang dilakukan pada demam thypoid adalah cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan mempersiapkan makanan hindari minum susu mentah (yang belum di pleurisasi) hindari minum air mentah . Demam disebabkan karena salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang E. Endotoksemia berperan pada patogenesis typhoid. dosis dewasa 4 x 500 mg. tinggi badan. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung. 2. 2007).registerasi . Diet • Diet yang sesuai. Istirahat total ini untuk mencegah terjadinya komplikasi di usus. pendidikan. biasanya setelah penderita bebas dari demam selam 7 hari 3. dosis anak: 30-50 mg/kg berat badan/hari. pada anak dosisnya adalah 50-100 mg/kg berat badan/hari.

apakah tidak penah. panas dan demam. • Pola Refroduksi dan seksual Pada pola refroduksi dan seksual pada pasien yang telah menikah akan terjadi perubahan. anorexia. • Pola persepsi da pengetahuan Perubahan kondisi kesehatan dan gaya hidup akan mempengaruhi pengetahuan dan kemampuan dalam merawat diri. konsumsi cairan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. apakah pasien dapat menerima pada apa yg di deritanya. penurunan nafsu makanselama sakit. sehingga pasien merasa gelisah pada waktu tidur. perasaan tidak enak diperut. mual. akan terjadi refensi bila dehidrasi karena panas yang meninggi. Riwayat penyakit sekarang Pada umumnya penyakit pada pasien thypoid adalah demam anorexia. • Pola Eliminasi Kebiasaan dalam buang air kecil. • Pola tata nilai dan kepercayaan Timbulnya distress dalam spiritual pada pasien. pucat (anemi).mual muntah. 5. c.Pada pasien thypoid biasanya mengeluh perut merasa mual dan kembung. diare . panas. • Pola tidur dan aktifitas Kebiasaan tidur pasien akan terganggu dikarenakan suhu badan yang meningkat. lidah tifoid(kotor). nyeri otot. Perubahan penatalaksanaan kesehatan yang dapat menimbulkan masalah dalam kesehatannya.nyeri kepala pusing. Pemeriksaan Fisik 1.sehingga dapat memmpengaruhi status nutrisi berubah. Pola-Pola fungsi kesehatan • Pola persepsi dan tatalaksana kesehatan. Keadaan Umum Biasanya pada pasien typhoid mengalami badan lemah. dengan timbul gejala-gejala yang dalam. apakah menderita penyakit lainnya. Riwayat kesehatan keluarga Apakah dalam kesehatan keluarga ada yang pernah menderita typhoid atau sakit yang lainnya d. perut tidak enak. Riwayat psikososial Psiko social sangat berpengaruh sekali terhadap psikologis pasien. maka pasien akan menjadi cemas dan takut akan kematian serta kebiasaan ibadahnya akan terganggu. lidah kotor. b. • Pola persepsi dan konsep diri Di dalam perubahan apabila pasien tidak efektif dalam mengatasi masalahnya. • Pola nutrisi dan metabolisme Adanya mual dan muntah. Riwayat penyakit dahulu : apakah sebelumnya pasien pernah mengalami sakit thypid. gangguan kesadaran berupa somnolen sampai koma. pucat. 2. • Pola aktivitas dan latihan Pasien akan terganggu aktifitasnya akibat adanya kelemahan fisik serta pasien akan mengalami keterbatasan gerak akibat penyakitnya.Riwayat Penyakit: a. • Pola penanggulangan stress Stress timbul apabila pasien tidak efektif dalam mengatasi masalah penyakitnya. Kepala dan Leher . 4. dan rasa pahit waktu makan. nafsu makan menurun. 3. • Pola hubungan interpersonal Adanya kondisi kesehatan mempengaruhi terhadap hubungan interpersonal dan peran sertamengalami tambahan dalam menjalankan perannya selama sakit.

di daerah abdomen di temukan nyeri tekan. 6. bentuk simetris. produksi kemih pasien bisa mengalami penurunan (kurang dari normal). berkeringat banyak. di tepid an di tengah merah. System Eliminasi Pada pasien thypoid kadang-kadang diare atau konstipasi. 10. pucat. mata cowong. tidak ada suara tambahan. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. leher simetris. Sistem Muskuloskeletal Apakah ada gangguan pada ekstremitas atas dan bawah atau tidak ada gangguan. N ½ -1 cc/kg/BB/jam. turgor kulit menurun. lidah kotor. 3. pola nafas teratur. 8.Kepala tidak ada benjolan. . konjungtiva anemia. 7. muka tidak odema. dan tidak terdapat cuping hidung. 5. System Cardiovaskuler Biasanya pada pasien yang thypoid yang ditemukan tekanan darah yang meningkat akan tetapibisa di dapatkan tachiardi saat pasien mengalami peningkatan suhu tubuh. rambut normal. 9. pucat/bibir kering. fungsi pendengaran normal. Dada dan Abdomen Dada normal. somnolen dan koma. akral hangat. System Integumen Kulit bersih. Sistem Endokrin Apakah di dalam penderita thypoid ada pembesaan kelenjar tiroid dan tonsil. System Respirasi Apakah ada pernafasan normal. Sistem Persarafan Apakah kesadaran itu penuh atau apatis. dalam penderita penyakit thypoid. 4.

Food (makanan). Untuk dapat megatasi penyakit typoid dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya ialah sebagai berikut : 1. gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. diberikan selama demam berkanjut sampai 2 hari bebas demam. atau C.B. dan peralatan yang digunakan oleh klien. bertujuan mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Untuk pengobatan terhadap penyakit typoid dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat. Sampai saat ini masih menganut Trilogi penatalaksanaan demam thypoid. dkk. di RSUP Persahabatan). toksemia. kebersihan tempat tidur. Demam tifoid (tifus abdominalis. mengatakan tifus abdominalis adalah penyakit infeksi hebat yang diawali di selaput lendir usus dan jika tidak diobati secara progresif menyerbu jaringan di seluruh tubuh. Penyakit ini mempunyai tanda-tanda khas berupa perjalanan yang cepat berlangsung lebih kurang 3 minggu disertai dengan demam.Finger (jari tangan) dan Fomites (muntah).BAB III PENUTUP A. Saran . Penyebarannya melalui lima F yaitu : Feses (tinja). gejala-gejala perut. Klien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari. Flies (lalat). yaitu : Kloramphenikol : dosis hari pertama 4 x 250 mg. Menurut Wulandari (2008). 3. Perawatan sehari-hari dalam perawatan selalu dijaga personal hygiene. pakaian. hari kedua 4 x 500 mg. kemudian dosis diturunkan menjadi 4 x 250 mg selama 5 hari kemudian. Typoid fever) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella Typhi atau Salmonella Paratyphi A. Istirahat. Penelitian terakhir (Nelwan. Sedangkan menurut Tambayong (2000). Kesimpulan Demam typoid (typus abdominalis. penggunaan kloramphenikol masih memperlihatkan hasil penurunan suhu 4 hari. sama seperti obat– obat terbaru dari jenis kuinolon. enteric fever) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari. Dan lain sebagainya. pembesaran limpa dan erusi kulit. Diet dengan Cukup kalori dan tinggi protein 2. B.

.rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas.Cara pencegahan yang dilakukan pada demam thypoid adalah cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan mempersiapkan makanan hindari minum susu mentah (yang belum di pleurisasi) hindari minum air mentah .