You are on page 1of 4

Elfa Rizky (2013730140

)
DEFINISI DAN ETIOLOGI
Enterobiasis/penyakit cacing kremi adalah infeksi usus pada manusia yang disebabkan oleh
cacing E. vermicularis. Enterobiasis merupakan infeksi cacing yang terbesar dan sangat luas
dibandingkan dengan infeksi cacing lainnya. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan yang
erat antara parasit ini dengan manusia dan lingkungan sekitarnya. Parasit ini lebih banyak
didapatkan diantara kelompok dengan tingkat sosial yang rendah, tetapi tidak jarang ditemukan
pada orang-orang dengan tingkat sosial yang tinggi.
EPIDEMIOLOGI
Penyebaran cacing kremi lebih luas daripada cacing lain. Penularan dapat terjadi pada keluarga
atau kelompok yang hidup dalam satu lingkungan yang sama. Telur cacing dapat diisolasi dari
debu di ruangan sekolah atau kafetaria sekolah dan menjadi sumber infeksi bagi anak-anak
sekolah. Di berbagai rumah tangga dengan beberapa anggota keluarga yang mengandung cacing
kremi, telur cacing dapat ditemukan (92%) di lantai, meja, kursi, buffet, tempat duduk kakus, bak
mandi, alas kasur, pakaian dan tilam. Hasil penelitian menunjukka angka prevalensi pada
berbagai golongan manusia 3%-80%. Penelitian di daerah Jakarta timur melaporkan bahwa
kelompok usia terbanyak yang menderita enterobiasis adalah kelompok usia 5-9 tahun yaitu pada
46 anak (54,1%) dari 85 anak yang diperiksa.
Penularan dapat dipengaruhi oleh:
1. Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk daerah perianal (autoinfeksi) atau
tangan dapat menyebarkan telur kepada orang lain maupun kepada diri sendiri karena
memegang benda-benda maupun pakaian yang terkontaminasi.
2. Debu merupakan sumber infeksi karena mudah diterbangkan oleh angina sehingga telur
melalui debu dapat tertelan.
3. Retrofeksi melalui anus: larva dari telur yang menetas do sekitar anus kembali masuk ke
usus.
Anjing dan kucing tidak mengandung cacing kremi tetapi dapat menjadi sumber infeksi oleh
karena telur dan menempel pada bulunya. Frekuensi di Indonesia tinggi, terutama pada anak

enuresis. jarang menimbulkan lesi yang berarti. . tetapi kadang-kadang sukar untuk membuktikan hubungan sebab dengan cacing kremi. Karena cacing bermigrasi ke daerah anus dan menyebabkan pruritus ani. telur akan menetas di dalam usus (daerah sekum). tetapi hal ini belum tebukti. Setelah membuahi cacing betina. Beberapa gejala infeksi Enterobius vermicularis yaitu kurang nafsu makan.yang lebih banyak ditemukan pada golongan ekonomi lemah. Biasanya ditemukan pada daerah dingin karena pada umumnya orang di daerah dingin jarang mandi dan mengganti baju dalam. GEJALA KLINIS Enterobiasis relative tidak berbahaya. cacing betina kembali masuk ke dalam usus. bentuk betina akan turun ke bagian bawah kolon dan keluar melalui anus. Bentuk jantan lebih kecil dan berukuran panjang 2 sampai 5 mm dan lebar 0. Cacing betina mungkin memerlukan waktu kira-kira 1 bulan untuk menjadi matur dan mulai dengan produksi telurnya. Pada saat ini. cacing jantan biasanya mati dan mungkin akan keluar bersama tinja.2 mm dan mempunyai ujung kaudal yang melengkung. Kadang-kadang cacing betina dapat bermigrasi ke vagina. Penyebaran cacing ini juga ditunjang oleh eratnya hubungan antara manusia atau satu dengan yang lainnya serta lingkungan yang sesuai. gigi menggeretak. Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari hingga penderita terganggu tidurnya dan menjadi lemah. DAUR HIDUP DAN PATOMEKANISME Cacing betina berukuran panjang 8 sampai 13 mm. Gejala klinis yang menonjol disebabkan iritasi di sekitar anus. Diperkirakan juga bahwa setelah meletakkan telur-telurnya. Cacing betina gravid mengembara dan dapat bersarang di vagina dan di tuba Fallopii sehingga menyebabkan radang di daerah tersebut. Kebersihan perorangan penting untuk pencegahan. insomnia dan masturbasi. telur-telur akan diletakkan perianal dan di kulit perineum. hampir seluruh tubuh nya dipenuhi oleh telur. dan kemuadian akan berkembang menjadi dewasa. maka penderita menggaruk daerah sekitar anus sehingga timbul luka di sekitar anus. cepat marah. Kadang-kadang cacing dewasa muda dapat bergerak ke usus halus bagian proksimal sampai ke lambung. esophagus dan hidung sehingga menyebabkan gangguan di daerah tersebut. lebar 0. perineum dan vegina oleh cacing betina gravid yang bermigrasi ke daerah anus dan vagina sehingga menimbulkan pruritus local.3 sampai 0.5 mm dan mempunyai ekor yang meruncing. berat badan turun. Manusia terinfeksi bila menelan telur infektif. Di dalam cacing betina yang gravid.1 sampai 0. aktivitas meninggi.

membersihkan tangan sesudah buang air besar dan membersihkan daerah perianal sebaik-baiknya serta cuci tangan sebelum makan. telur cacing akan menempel pada perekatnya. Hendaknya dihindarkan dari debu dan tangan yang terkontaminasi telur cacing E. Pirantel pamoat juga efektif. sehingga dengan udara yang panas serta ventilasi yang baik pertumbuhan telur akan terhambat karena telur rusak pada temperatur lebih tinggi dari 46ºC dalam waktu 6 jam. Kemudian adhesive tape diratakan pada kaca benda dan dibubuhi sedikit toluol untuk pemeriksaan miskroskopik. Karena infeksi Enterobius mudah menular dan merupak penyakit keluarga maka tidak hanya penderitanya saja yang diobati tetapi juga seluruh anggota keluarganya secara bersama-sama. Mebendazol efektif terhadap semua stadium perkembangan cacing kremi. Telur cacing dapat diambil dengan mudah dengan alat anal swab yang ditempelkan disekitar anus pada waktu pagi hari sebelum anak buang air besar. PENATALAKSANAAN Pengobatan: Seluruh anggota keluarga sebaiknya diberi pengobatan bila ditemukan salah seorang anggota mengandung cacing kremi. Diagnosis dibuat dengan menemukan telur dan cacing dewasa. Bila adhesive tape ditempelkan di daerah anus. Pencegahan: Mengingat bahwa Enterobiasis adalah masalah kesehatan keluarga maka lingkungan hidup keluarga harus diperhatikan. Perlu ditekankan pada anak-anak untuk memotong kuku. Obat piperazin sangat efektif bila diberikan waktu pagi kemudian minum segelas air sehingga obat sampai ke sekum dan kolon. vermicularis. Diusahakan sinar matahari bisa langsung masuk ke kamar tidur. selain itu kebersihan perorangan merupakan hal yang sangat penting dijaga. Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekatkan scotch adhesive tape. sedangkan pirantel dan piperazin yang diberikan dalam dosis tunggal tidak efektif terhadap telur. Di samping itu kebersihan makanan juga perlu diperhatikan. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan tiga hari berturut-turut. PROGNOSIS . Tempat tidur dibersihkan karena mudah sekali tercemar oleh telur cacing infektif. Efek samping mual dan muntah.DIAGNOSIS Infeksi cacing dapat diduga pada anak yang menunjukkan rasa gatal di sekitar anus pada waktu malam hari.

Referensi: Sutanto. Jakarta: EGC. Garcia. Inge. . 2011. Lynne S. Jakarta: FKUI. Prasitologi Kedoteran.Penobatan secara periodic memberikan prognosis yang baik. Diagnostic Dasar Parasitologi Kedokteran.