You are on page 1of 3

Hubungan Status Gizi

dengan Menarche
lintang21 / 10 Juni 2014

Rate This

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan
fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus
dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering
disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa
dewasa (DepKes RI, 2005).
Menurut Rumini dan Sundari (2004) awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13-16
tahun atau 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18
tahun, yaitu usia matang secara hukum. Dengan demikian masa remaja merupakan periode
yang sangat singkat (Hurlock, 2002). Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari
masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO (World Health Organization) batasan usia
remaja adalah 12 sampai 24 tahun, sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja
yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah usia 10 – 19 tahun dan belum kawin.
Proses perubahan kejiwaan remaja berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik
yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis,
cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang
berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia,
sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin
mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001).
Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ
reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan
fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:
tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu
terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja
laki-laki. (Depkes RI, 2001). Selain pertumbuhan fisik menarce juga dipengaruhi oleh faktor
keturunan, gizi dan kesehatan umur (Sarwono, 2005).

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali (Sibagariang, 2010). Menurut Wiknjosastro
(1999) “menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita
dan rata-rata terjadi pada usia 11 – 13 tahun”, sedangkan menurut Manuaba (2010)
“menarche adalah menstruasi pertama yang berlangsung sekitar usia 10 – 11 tahun”,
sehingga dapat dikatakan bahwa menarche adalah keluarnya menstruasi yang pertama kali
pada anak perempuan sebagai tanda bahwa ia telah mengalami pubertas.
Hasil penelitian dari Riskesdas, diketahui 37,5% perempuan Indonesia mengalami menarche
pada usia 13-14 tahun; 0,1% pada usia 6-8 tahun; 19,8% usia 15-16 tahun dan 4,5% pada
usia di atas 17 tahun.
Usia menarche remaja putri di Indonesia berkisar antara 12-14 tahun. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan terhadap 17.571 ada 4.145 (24%) remaja putri yang berada di
tujuh kawasan Indonesia, didapatkan menarche termuda 9 tahun dan menarche tertua 18
tahun. Dengan nilai rata rata menarche 12,96 tahun. Rata rata usia menarche terendah
terdapat di Yogyakarta (12,5 tahun) dan tertinggi di Kupang (13,86 tahun) (Batubara & van
de waal, 2010).
Menurut Ginarhayu (2002) adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan
dengan faktor indogen yaitu genetik dan faktor eksogen yaitu sosial ekonomi keluarga,
status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap
media masa orang dewasa, sedangkan menurut Sujatmiko (2004) ada tiga lingkungan sosial
budaya yang secara simultan mendukung percepatan usia menarche remaja yaitu
lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group.
Pubertas di anggap terlambat bila gejala gejala pubertas baru datang pada usia 14-16 tahun
atau di katakan pubertas tarda. Pubertas tarda dapat di sebabkan oleh faktor herediter
gangguan kesehatan, dan kekurangan gizi. Maka dengan peningkatan kesehatan gejala
pubertas tarda dapat sembuh spontan, sedangkan menarche tarda adalah menarche yang
baru datang setelah usia 14 tahun, menarche yang baru datang pada usia 18 tahun dapat
didiagnosa aminore primer dan perlu di ketahui penyebabnya. Kejadian amenore primer
merupakan indikator adanya kelainan kongenital dan kelainan genetik (Sarwono, 2008).
Dengan diketahuinya kelainan genetik lebih awal akan mengurangi kejadian komplikasi atau
kelainan genekologi (menurunkan kejadian kelainan ginekologi).
Hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan status nutrisi dengan usia menarche pada
siswi SMP dan SMA Ahmad Yani Binjai diperoleh kesimpulan bahwa status nutrisi yang
diperoleh melalui pengisian kuesioner terhadap 90 orang yaitu sebanyak 24 orang (26,7%)
memiliki status nutrisi kurang, 35 orang (38,9%) dengan status nutrisi normal, dan 31 orang
(34,4%) dengan status nutrisi lebih. Rata-rata usia menarche siswi SMP dan SMA Ahmad Yani
Binjai adalah 12,3 tahun (SD 1,3), yang mana 37 orang (41,1%) mengalami menarche dini,
26 orang (28,9%) mengalami menarche normal dan 27 orang (30,0%) mengalami menarche

terlambat. Hasil uji kai kuadrat antara status nutrisi dan usia menarche memberikan nilai p
value < 0,001. Dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa status nutrisi merupakan
faktor yang mempengaruhi usia menarche (Roveny, 2010).
Dari hasil beberapa penelitian diantaranya oleh Aldiansyah (2011) di SMP dan SMA A. Yani
Binjai dengan hasil bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan
menarche merupakan faktor yang mempengaruhi usia menarche. Penelitian Ismawardeni
(2010) di SMPN 2 Way Bungur Lampung Timur dengan hasil bahwa ada hubungan
antara status gizi dengan usia menarche

http://harsonosites.com/2014/06/10/hubungan-status-gizi-dengan-menarche/
harsono . 2014. Diperoleh tgl 12-2-15, pukul 10.43 wib