You are on page 1of 4

Rumah Sakit

Umum Daerah
Kota Cilegon

Standar Asuhan
Keperawatan
Perinatologi

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI DENGAN ASFIXIA
NEONATORUM
No. Dokumen
1/SAK.2009

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman 1

Ditetapkan Oleh
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Cilegon
Dr. H. Zainoel Arifin, M. Kes
Nip. 140 172 180

A.

PENGERTIAN ASFIXIA
-

Asfixia adalah keadaan bayi tidak bernafas spontan dan teratur segara
setelah dilahirkan.

-

Asfixia adalah kegagalan untuk melalui dan melanjutkan pernafasan
secara spontan dan teratur pada saat lahir.

B.

PENYEBAB ASFIXIA
Beberapa keadaan pada ibu dapat menyebabkan aliran darah melalui placenta
berkurang, sehingga aliran oksigen ke janin berkurang bisa juga karena keadaan –
keadaan sebagai berikut :
Keadaan Ibu :
-

Pre Eklamsia dan Ekmalsia

-

Perdarahan Abnormal (Planceta Previa atau Solusio Palsenta)

-

Partus Lama atau Partus Macet

-

Demam selama persalinan

-

Infeksi Berat (Malaria, Sifilis, TBC, HIV)

-

Kehamilan Post Matus (Sesudah 42 minggu kehamilan)

Keadaan Tali Pusat :
-

Lilitan Tali Pusat

-

Tali pusat pendek

-

Simpul Tali pusat

-

Prolapsus tali pusat

Keadan bayi :
-

Bayi Prematur (Sebelum 37 Minggu Kehamilan)

-

Persalinan Sulit (Letak sungsang, Bayi kembar, Distosia Bahu, Ekstraksi
Vacum, Forcep)

-

Kelainan Kongential

-

Air ketuban / Amnion bercampur mekonium (Warna Kehijauan)

C.

D.

TANDA DAN GEJALA
-

Tidak ada pernapasan / nafas megap-megap / pernapasan lambat <30x/mnt

-

Tangisan lemah

-

Warna kulit pucat dan biru

-

Tonus otot lemas / terkulai

-

Denyut jantung tidak ada (< 100 x/mnt)
PATOFISIOLOGI
Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 selama kehamilan /

persalinan akan terjadi Asfixia, keadaan ini mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila
tidak teratasi akan menyebabkan kematian / kerusakan dan gangguan ini dapat
reversible atau tidak tergantung dari berat badan dan lamanya asfixia, asfixia ringan
terjadi dimulai dengan suatu periode apnoe disertai penurunan frekuensi jantung,
selanjutnya bayi kan menunjukan usaha nafas, yang kemudian diikuti pernafasan
teratur. Pada asfixia sedang dan berat usaha nafas tidak tampak sehingga bayi berada
dalam periode apnoe yang kedua dan ditemukan pula bradi kardi dan penurunan
tekanan darah. Disamping berupa klinis juga terjadi gangguan metabolisme dan
keseimbangan asam dan basa pada neonatus. Pada tingkat awal menimbulkan asidosis
respirotik bila gangguan berlanjut terjadi metabolisme an aerob berupa glikosis
glikogen tubuh sehingga glikogen dalam hati dan jantung berkurang, hilangnya
glikogen yang terjadi pada kardiovaskuler menyebabkan gangguan fungsi jantung,
pada paru terjadi pengisian udara alveoli yang tidak adequat sehingga menyababkan
resistensi pembuluh darah paru, sedangkan di otak terjadi kerusakan sel otak yang
dapat menimbulkan kematian atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya.
AFGAR SCORE
Nilai 0 – 3 : Asfixia berat
Nilai 4 – 6 : Asfixia Sedang
Nilai 7 – 10 : Normal

Rumah Sakit
Umum Daerah
Kota Cilegon

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI DENGAN ASFIXIA
NEONANATORUM
No. Dokumen
1/SAK.2009

No. Revisi

Halaman 1

DIAGNOSA DAN RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
1.
Peningkatan
tidak - Jalan nafas tetap paten
efektif
berdasarkan - Pernafasan memberikan
Immaturitas paru dan
oksigenasi
dan
Neuromuskuler
;
pembuangan CO2 yang
Penurunan energi dan
adequat
keletihan
- Frekuensi dan pola nafas
dalam batas sesuai
- Gas darah arteri dan
kesimbangan asam basa
dalam batas normal
- Oksegenasi
jaringan
adequat

1.

2.

3.

4.

5.
6.

2. Perubahan pertumbuhan - Bayi
menunjukan
dan
perkembangan
penambahan berat badan
berdasarkan
kelahiran
mentap saat melewati fase
preterm,
lingkungan
akut penyakit.
NICU
tidak
alami, - Bayi
hanya
terpapar
Perpisahan orang tua.
stimulus yang tepat.

1.

2.

3.

Rencana Tindakan
Tempatkan pada posisi
dengan leher sedikit
ekstensi dan hidung
menghadap ke atas,
untuk mencegah adanya
penyempitan jalan nafas.
Observasi
adanya
penyimpanan dari fungsi
yang diinginkan, kenali
tanda-tanda cyanosis da
pernafasan
cuping
hidung.
Lakukan
penghisapan
(suction) jika diperlukan,
untuk
menghilangkan
mucus
yang
terakumulasi
dari
nasofaring, Trachea.
Pertahankan
suhu
lingkungan yang netral,
untuk
menghemat
penggunaan O2.
Pantau dengan ketat
pengukuran gas darah.
Observasi
dan
kaji
respon bayi terhadap
terjadi ventilasi dan
oksigenasi.
Berikan nutrisi optimal,
untuk
menjamin
penambahan
berat
badan, pertumbuhan dan
perkembangn otak.
Berikan periode istirahat
yang
teratur
tanpa
gangguan,
utnuk
menurunkan penggunaan
kalori dan O2 yang tidak
perlu.
Kenali adanya tandatanda
stimulasi
berlebihan
(menguap,

4.

3.
Perubahan
proses - Orang tua berhubungan
keluarga
berdasarkan
secara positif
krisis situasi / maturasi ; - Orang tua memberikan
gangguan
proses
perawatan / menunjukan
kedekatan orang tua.
sikap
nyaman
dalam
berhubungan dengan bayi

1.

2.

3.

membelalak,
peka
rangsangan, menangis)
Tingkatkan
interaksi
orang tua dan bayi,
merupakan hal yang
esensial
untuk
pertumbuhan
dan
perkembangan normal.
Dorong kunjungan orang
tua sesering mungkin,
untuk memulai proses
kedekatan.
Dorong orang tua untuk
menyentuh,
mengendong
dan
merawat bayi sesuai
dengan kondisi fisik
bayi, bersikap terlibat
aktif dalam perawatan
bayi,
untuk
mengingkatkan
kepercayaan diri orang
tua.
Jelaskan
lingkungan,
kejadian,
penampilan
bayi, mengapa bayi tidak
dapat dibawa pulang ke
rumah.