You are on page 1of 2

Gejala Peritonitis

1) Nyeri Abdomen
Nyeri abdomen merupakan gejala yang hampir selalu ada pada peritonitis. Biasanya
nyeri dengan onset tiba-tiba dan pada peritonitis dengan perforasi nyerinya
didapatkan pada seluruh bagian abdomen.

2) Anoreksia, Mual, muntah
Pada penderita juga sering didapatkan anoreksia, mual dan diikuti dengan muntah.
Penderita biasanya juga mengeluh haus dan badan terasa seperti demam sering diikuti
dengan menggigil yang hilang timbul.

3) Facies Hipocrates
Pada penderita peritonitis berat dapat ditemukan Fascies Hipocrates . Gejala ini
termasuk ekspresi yang tampak gelisah, pandangan kosong, mata cekung dan muka
tampak pucat. Pada penderita dengan peritonitis lanjut dengan fascies hipocrates
biasanya ditandai dengan posisi mereka berbaring dengan lutut difleksikan dan
respirasi interkosta yang terbatas karena gerakan dapat menyebabkan nyeri abdomen.
Tanda ini merupakan patognomonik untuk peritonitis berat dengan tingkat kematian
yang tinggi, akan tetapi dengan mengetahui lebih awal diagnosis dan perawatan yang
lebih baik, angka kematian dapat lebih banyak berkurang.

Pemeriksaan Penunjang
1) Laboratorium
Tes yang paling sederhana dilakukan adalah termasuk hitung sel darah dan
urinalisis. Pada kasus peritonitis hitung sel darah putih biasanya lebih dari
20.000/mm3.
Analisa gas darah, serum elektrolit, faal pembekuan darah serta tes fungsi hepar
dan ginjal dapat dilakukan.
2) Radiologi
Pada radiologi pada kebanyakan kasus peritonitis hanya mencakup foto thorak PA
dan lateral serta foto polos abdomen. Pada foto thorak dapat memperlihatkan
proses pengisian udara di lobus inferior yang menunjukkan proses intraabdomen.
Pada foto abdomen dilakukan dengan dua posisi, yaitu posisi berdiri/lateral

Udara harus dievaluasi dengan memperhatikan pola. .decubitus. Foto harus dilihat ada tidaknya udara bebas. lokasi dan jumlah udara di usus besar dan usus halus.