You are on page 1of 7

Uji Kekerasan Material dengan Metode Rockwell

1

Ika Wahyuni, 2Ahmad Barkati Rojul, 3Erlin Nasocha, 4Nindia Fauzia Rosyi, 5Nurul Khusnia,
6
Oktaviana Retna Ningsih
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya

Abstrak
Telah dilakukan eksperimen uji kekerasan material dengan metode Rockwell, dengan specimen yang
digunakan adalah aluminium, kuningan dan besi serta menggunakan ball indenter. Berdasarkan
hasil analisis dari hasil eksperimen, pada specimen kuningan diperoleh nomor kekerasan rata-rata
65,1 , nomor kekerasan rata-rata pada specimen besi 60,6 dan pada aluminium sebesar 61,6.
Kekerasan suatu material dipengaruhi oleh kemurnian bahan (homogenitas).

Kata Kunci : Metode Rockwell, Kekerasan Material, Identer
I.

Pendahuluan

Makna nilai kekerasan suatu material
berbeda untuk kelompok bidang ilmu yang
berbeda. Bagi insinyur metalurgi nilai
kekerasan adalah ketahanan material
terhadap penetrasi sementara untuk para
insinyur desain nilai tersebut adalah
ukuran dari tegangan alir, untuk insinyur
lubrikasi kekerasan berarti ketahanan
terhadap mekanisme keausan, untuk para
insinyur mineralogy nilai itu adalah
ketahanan terhadap goresan, dan untuk
para mekanik workshop lebih bermakna
kepada ketahanan material terhadap
pemotongan dari alat potong.
Begitu banyak konsep kekerasan material
yang dipahami oleh kelompok ilmu,
walaupun
demikian
konsep-konsep
tersebut dapat dihubungkan pada satu
mekanisme yaitu tegangan alir plastis dari
material yang diuji.

Ika Wahyuni / 081211332003

Setiap material yang akan digunakan,
maka sebelumnya perlu dilakukan
pengujian/pengetesan
material/logam,
meliputi antara lain:
1. Uji tarik material
2. Uji kekerasan material
3. Uji metalografi dan lain-lain
Setiap material sebelum digunakan perlu
dilakukan
pengujian
material/logam
seperti di atas, dengan maksud dan tujuan
yang pada umumnya adalah untuk
mengetahui
sifat-sifat
utama
dari
material/logam tersebut, baik dari segi
kekuatannya, ketahanan maupun sifat-sifat
yang lain terhadap suatu beban yang akan
diberikan.
II. Tujuan Eksperimen
Eksperimen kali ini disusun untuk tujuan
mengetahui
kekerasan bahan sebagai
ukuran ketahanan terhadap deformasi
plastis
dan kekerasan ini dinyatakan
dalam angka kekerasan skala rockwell.
Page 1

Cone identation test (Rockwell) 1. Pyramida identation (Vickers) c. Metode elastic/pantul (rebound) kekerasan bertujuan dengan untuk metode menentukan material uji tersebut (speciment). (rebound) yang Identor Ika Wahyuni / 081211332003 pengujian (Bola Rockwell baja) ataupun biasanya telah Page 2 . Skala A. Angka Kekerasan Brinnel (HB) pantulan dihasilkan didefinisikan sebagai hasil bagi (koefisien) mewakili kekerasan benda uji. jika lebih dati nilai pantulan suatu pemukul (hammer) dengan tersebut maka disarankan menggunakan berat tertentu yang dijatuhkan dari suatu metode ketinggian terhadap benda uji.III. Uji kekerasan mikro Metode ini dikenalkan oleh Fredrich Berikut penjelasannya: Mohss yang membagi kekerasan material di dunia ini berdasarkan skala Mohs. pengujian Brinnel diperuntukan bagi Kekerasan suatu material ditentukan oleh material yang memiliki kekerasan Brinnel alat Scleroscope yang mengukur tinggi sampai 400 HB. Tinggi Vickers. Semakin dari beban uji (F) dalam Newton yang tinggi pantulan tersebut. Dari uraian singkat di atas maka kekerasan Tipe pengetasan kekerasan material/logam suatu material dapat didefinisikan sebagai ini adalah dengan mengukur tahanan ketahanan material tersebut terhadap gaya plastis dari permukaan suatu material penekanan dari material lain yang lebih konstruksi mesin dengan specimen standar keras. maka luas permukaan bekas luka tekan (injakan) kekerasan benda uji dinilai semakin tinggi. Adapun beberapa mekanisme (stratching). Penekanan tersebut dapat berupa terhadap penetrator. Idealnya.102 dan oleh dial pada alat pengukur. Metode Brinnel ini bervariasi dari nilai 1 untuk kekerasan Pengujian yang paling rendah. Ball identation test (Brinnel) b. dikenal 3 metode kekerasan: a. sebagaimana dimiliki daya tahan material terhadap bola baja oleh intan (identor) yang ditekankan pada permukaan 2. hingga skala 10 sebagai kekerasan suatu material dalam bentuk kekerasan tertinggi. sebagaimana dimiliki Brinnell oleh material talk. yang ditunjukkan dikalikan dengan angka faktor 0. Metode Gores d. Dasar Teori 3. bola baja (A) dalam milimeter persegi. Berdasarkan mekanisme penekanan tersebut. bentuk penetrator atau cara pengetasan pantulan ataupun indentasi dari material ketahanan permukaan yang dikenal adalah: penggoresan Metode Identasi terhadap suatu permukaan benda uji.

HRa (Untuk material yang sangat keras) B.102.102. HRb (Untuk material yang lunak). Angka kekerasan Vickers (HV) beban uji sebesar 150 kgf.102 dan BEBAN MAJOR (kg) luas permukaan bekas luka tekan (injakan) A Intan 60 bola baja (A) dalam milimeter persegi. beban uji (F) sebesar 30 N per 0. 30 N per 0. Beban diameter Identor 10 mm maka beban yang uji (F) yang biasa dipakai adalah 5 N per digunakan (pada mesin uji) adalah 3000 N 0.102 dan bahwa kekerasan Brinell hasil pengujian lama pembebanan 15 detik. Dalam Praktiknya. didefinisikan sebagai hasil bagi (koefisien) dari beban uji (F) dalam Newton yang Tabel skala kekerasan: SIMBOL INDENTER dikalikan dengan angka faktor 0.854 Ika Wahyuni / 081211332003 Page 3 .102 dan lama pengujian 15 detik. HRc (Untuk material dengan kekerasan dengan sudut puncak 136 Derajat yang sedang). bahan Karbida Tungsten. B Bola 1/16 inch 100 Secara C Intan 150 matematis dan setelah disederhanakan. Vickers Pengujian kekerasan b. Rockwell semua jenis baja lama pengujian adalah 15 Skala yang umum dipakai dalam pengujian detik sedang untuk material bukan besi Rockwell adalah : lama pengujian adalah 30 detik. Untuk C. HV sama dengan 1.102N sedang jika diameter Identornya 5 mm dan 50 per 0. (contoh ) : HV 30 hal ini berarti bahwa pengujian Brinnel biasa dinyatakan dalam kekerasan Vickers hasil pengujian dengan (contoh ) : HB 5 / 750 / 15 hal ini berarti beban uji (F) sebesar 30 N per 0. maka beban yang digunakan (pada mesin pengujian Vickers biasa dinyatakan dalam uji) adalah 750 N.102 dan Mengenai lama pengujian itu tergantung lama pembebanan 30 detik. pada material yang akan diuji. dengan metode Identor berupa bola baja dengan Vickers bertujuan menentukan kekerasan diameter 1/16 Inchi dan beban uji 100 suatu material dalam bentuk daya tahan Kgf. Dalam Praktiknya. material terhadap intan berbentuk piramida c.dikeraskan dan diplating ataupun terbuat dikalikan beban uji (F) dibagi dengan dari Jika diagonal intan yang dikuadratkan. Contoh lain dengan bola baja (Identor) berdiameter 5 misalnya HV 30 / 30 hal ini berarti bahwa mm.102 N. a. 10 N per 0. Identor berupa Kerucut intan ditekankan pada permukaan material uji dengan sudut puncak 120 derjat dan tersebut. beban Uji adalah sebesar 750 N per kekerasan Vickers hasil pengujian dengan 0.

holding time dan laju kekuatan yang lebih rapat dibandingkan pendinginan yang dilakukan serta seberapa dengan lekukan Vickers. penekanan dan lain-lain serta kekerasan Pengujian kekerasan dengan dapat dicapai sesuai kebutuhan dengan D. Bentuk lekukan intan sifat tahan aus yang tinggi. Hal ini sangat tebal bagian penampang yang menjadi berguna keras khususnya bila mengukur kekerasan lapisan tipis atau mengukur kekerasan bahan getas banyak tergantung pada hardenability. Pada eksperimen kali ini bahan – bahan Hardenability yang yang digunakan adalah Balok Logam menentukan dalamnya daerah logam yang Aluminium. penarikan. dimana kecenderungan menjadi patah sebanding IV. dengan volume bahan yang ditegangkan. menggunakan intan kasar yang dibentuk Hardening dilakukan untuk memperoleh menjadi piramida. Kekerasan merupakan suatu Rockwell bertujuan menentukan kekerasan sifat dari bahan yang sebagian besar suatu material dalam bentuk daya tahan dipengaruhi oleh unsur-unsur paduannya material terhadap benda uji (speciment) dan kekerasan suatu bahan tersebut dapat yang berupa bola baja ataupun kerucut berubah bila dikerjakan dengan cold intan yang ditekankan pada permukaan worked seperti pengerolan. Uji Kekerasan Mikro Pada pengujian ini identornya perlakuan panas. H Bola 1/18 inch 60 Kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan K Bola 1/18 inch 150 sebuah benda terhadap penetrasi/daya tembus dari bahan lain yang lebih keras metode (penetrator). kekuatan dan tersebut adalah perbandingan diagonal fatigue limit/strength yang lebih baik. material uji tersebut. Pengujian Kekerasan yang dapat dicapai tergantung ini untuk menguji suatu material adalah pada kadar karbon dalam baja dan dengan menggunakan beban statis. Pendinginan yang terlalu E Bola 1/8 inch 100 cepat dapat dihindarkan karena dapat F Bola 1/16 inch 60 menyebabkan permukaan logam (baja) G Bola 1/16 inch 150 retak. kuningan dan besi sedangkan adalah sifat Ika Wahyuni / 081211332003 Alat dan Bahan Page 4 .D Intan 100 dapat dikeraskan. Bentuk kekerasan yang terjadi akan tergantung idento pada temperature pemanasan (temperature yang memberikan khusus berupa kemungkinan knop membuat autenitising). panjang dan pendek skala 7:1.

7 N) 60 62 63 Skala B (Kuningan) = 980.5 58. Alat uji Rockwell Pada langkah pertama benda uji ditekan Skala B (Aluminium) = (980. V. kekerasan didefinisikan sebagai berikut: ketahanan suatu logam terhadap indentasi (penekanan).02 VI. Bahan di letakkan pada alat uji secara bergantian dan diuji kekerasan menggunakan identor berupa identor bola (ball identer) (THB) kemudian dihitung nilai kekerasannya menggunakan h2-h0 = (130-TH) 0. Tabel Hasil Pengamatan Berdasarkan eksperimen uji rockwell yang dilakukan pada laboratorium Fisika Material. Uji ini dapat digolongkan sebagai uji destruktif karena merusak bahan dan uji skala makroskopis karena efek perubahan uji dapat dilihat dengan langsung. Indentor dan Material Sampel Rockwell. Ika Wahyuni / 081211332003 Page 5 .5 61 oleh indentor dengan beban minor (Minor Load F0) setelah itu ditekan dengan beban VII. Gambar 2.7 N 66 65 64. Skala. didapatkan hasil – hasil sebagai berikut: Gambar 1. seperti pada ilustrasi gambar logam.alat yang digunakan adalah set dan alat Uji Tabel 1. Mekanisme uji kekerasan Rockwell Metode Pada eksperimen ini sampel yang digunakan adalah bahan metal (logam). Pada pengujian minor load. Hasil Analisis dan Pembahasan mayor (Major Load F1) pada langkah Salah satu karakter mekanik dari kedua dan langkah ketiga beban mayor material keramik atau logam adalah diambil sehingga yang tersisa adalah dengan uji kekerasan.7 N 62.5 Skala B (Besi) = 980.

Tabel 2. Kuningan merupakan sehingga paduan kuningan mempunyai sifat elastis lebih logam sehingga besi homogenitas dengan tembaga atau distribusi paduan belum tentu sama pada setiap titik. Nilai kekerasan hasil eksperimen tinggi karena hal tersebut membuktikan ̅̅̅̅ Sampel bahwa material tersebut tahan terhadap Kuningan 65. Begitu pula dengan besi dan alumunium. Nilai kekerasan tersebut dapat dilihat berdasarkan beda kedalaman yang ditimbulkan oleh tekanan pada permukaan material.1 penekanan Aluminium 61.6 yang diberikan dan dari pengujian tiga titik. density (rapat masa) material. sehingga ketika indenter setelah gaya yang diberikan materi tersebut dikenai uji kekerasan dilepaskan. Dengan Nilai yang ditunjukkan oleh tingkat homogenitas tinggi akan penyimpangan jarum menunjukkan adanya membentuk materi tersebut mempunyai pembebanan melalui density yang lebih padat. Dari tabel data rata-rata TH terlihat bahwa kuningan mempunyai nilai terkecil contohnya kuningan. dengan penekanan materi lain. digunakan tiga jenis Homogenitas merupakan sifat fisis specimen yaitu kuningan. Page 6 . selalu didapatkan nilai Besi TH yang berbeda-beda meskipun dalam satu bahan yang sama. jika yang digunakan adalah besi murni atau alumunium murni maka homogenitasnya bisa dipastikan sama rata untuk setiap titik. VIII. Kesimpulan 1. maka akan yang diberikan Semakin besar penyimpangan jarum menunjukkan material tersebut dapat dikatakan memiliki kekerasan yang cukup semakin kecil kedalaman materi uji yang terkena tekanan dan juga sebaliknya.Pengujian dilakukan pada tiga titik yang berbeda dalam satu specimen dan sehingga apabila di alam bebas maka akan berusaha mengikat oksigen dan tereduksi. Alumunium dan besi juga tidak bisa menjadi materi yang murni di alam bebas karena sifat kereaktifannya dalam mengikat elektron untuk memperoleh elektron valensi sempurna. Dari hasil eksperimen material terkeras dimiliki oleh kuningan dan terendah kekerasanya adalah besi. Ika Wahyuni / 081211332003 besar dapat daripada disimpulkan sampel bahwa lainnya dan kekerasan besi paling baik diantara kedua sampel lainnya. hal tersebut dikarenakan homogenitas bahan. alumunium dan material (intrinsik) yaitu bagian dari besi. dalam percobaan ini.

Ika Wahyuni / 081211332003 Page 7 . Tim KBK Fisika Material.Jurnal Kekerasan Material dengan Metode Rockwell. Zainal. Buku Petunjuk Eksperimental Fisika Lanjut Fisika Material). Fakultas Sains dan Teknologi UA.alatuji.2. IX. 3. Surabaya. 2010. What’s hardness test (http://www. Fisika Fakultas (Bagian Departemen Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. 2013. 2010. Anonim.com/article/det ail/3/what-is-hardness-test-ujikekerasan-) 2. Daftar Pustaka 1. Efendi. Kekerasan suatu material dipengaruhi oleh kemurnian bahan (homogenitas).