You are on page 1of 3

PETUNJUK PRAKTIKUM EKOLOGI

ALELOPATI

DASAR TEORI
Istilah Alelopati digunakan oleh Molicsth pada tahun 1937, yang diartikan sebagai
pengaruh negatif suatu jenis tumbuhan tingkat tinggi terhadap perkecambahan, pertumbuhan,
dan pembuahan jenis-jenis tumbuhan lainnya. Senyawa kimia yang memiliki potensi
alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuahan, termasuk daun, batang, akar, bunga,
buah, biji, dan kulit. Senyawa alelopati dapat dilepaskan oleh tumbuhan dari jaringan dengan
berbagai cara yaitu, penguapan, eksudat akar,pencucian, dan pembusukan organ-organ yang
mati. Pengaruh alelopati terhadap tumbuhan dapat dalam hal penyerapan hara, penghambatan
pembelahan sel, penghambatan pertumbuhan, penghambatan fotosintesis, penghambatan
respirasi, penghambatan sintesis protein, dll.

TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menerapkan rancangan percobaan yang menunjukkan adanya
fenomena alelopati terhadap perkecambahan kacang tanah
2. Mahasiswa lebuh terampil dalam mengukur variabel yang digunakan
3. Mahasiswa dapat menguci statistik adanya pengaruh senyawa alelopati terhadap
perkecambahan kacang tanah
ALAT BAHAN
Bahan :
1. Kacang tanah

5. Plastik

2. Kapas

6. Karet

3. Gelas aqua (15 gelas setiap kelompok)

7. Kantong plastik

4. Bahan alelopat (yang akan diujikan
sebanyak 200 gr)

Alat:

1. Blender

7. Gelas ukur 1 L dan 100 mL

2. Saringan teh

8. Kertas label

3. Gelas ukur

9. Pipet tetes

4. Pisau

10. Talenan

5. Neraca

11. Kain saring

6. Nampan

12. Ember

Cara Kerja:
1.
2.
3.
4.
5.

Kacang tanah direndam selama 24 jam menggunakan air dalam ember.
Bahan alelopat dipotong kecil-kecil menggunakan pisau dan telenan.
Bahan alelopat ditimbang seberat 200 gr menggunakan neraca.
Bahan alelopat dihancurkan menggunakan blender dan ditambahkan air sebanyak 1 L.
Hasil blender disaring menggunakan kain saring dan hasilnya ditampung dalam

ember.
6. Konsentrasi 75% dibuat dengan cara mengambil 75 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
7. Konsentrasi 50% dibuat dengan cara mengambil 50 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
8. Konsentrasi 25% dibuat dengan cara mengambil 25 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
9. Sisa hasil pengenceran dimasukkan ke dalam plastik sebagai konsentrasi 100%.
10. Gelas aqua sebanyak 5 buah disiapkan dengan ditambahkan kapas didalamnya
11. Kacang tanah yang telah direndam sebanyak 3 buah dimasukkan dalam gelas aqua
yang telah diberi kapas dan tiap gelas aqua dilabel dengan konsentrasi berbeda: 100%,
75%, 25%, dan 0%.
12. Tanaman diletakkan pada daerah yang terpapar cahaya.
13. Perlakuan diberikan dengan meneteskan larutan alelopat sebanyak 3 tetes pada
masing-masing kacang tanah selama 12 hari.
14. Dilakukan pengamatan terhadap panjang plumula dan panjang radikula kacang tanah
setiap hari.

Tabulasi Data:
Konsentras
i
100%

U1
PP

U2
PR

PP

U3
PR

PP

PR

Rata-rata
PP
PR

75%
80%
25%
0%

Analisis Data
Analisis yang digunakan dalam praktikum ini yaitu menggunakan perhitungan ststistika
ANAVA tunggal untuk setiap variabel terikat, untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak air
tumbuhan tersebut terhadap perkecambahan kacang tanah.