You are on page 1of 11

TUGAS AGAMA

KLIPING HEWAN HALAL DAN HARAM

Disusun Oleh :
Nama

: Jefri Adi W.

Kelas

: VIII e

No. Absen

: 11

SMP NEGERI 1 SIGALUH
TAHUN PELAJARAN
2015/2016

Al-Maidah : 96) Maksudnya: binatang buruan laut yang diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail. Binatang halal berdasarkan dalil umum dari Al Qur’an dan Hadis. kecuali yang menyerupai binatang haram seperti anjing laut.(QS. Yang termasuk jenis binatang halal berdasarkan dalil umum adalah a. Binatang laut (air) Semua binatang yang hidupnya di dalam air baik berupa ikan atau lainnya. 2. Termasuk juga dalam pengertian laut disini Ialah: sungai. Dalil umum yang dimaksud di sini adalah dasar yang diambil dari Al Quran dan Hadis yang menunjukkan helallnya binatang secara umum. memukat dan sebagainya.A. danau. BINATANG HALAL Binatang yang halal ialah binatang yang boleh dimakan dagingnya menurut syariat Islam. kerbau dan unta. firman Allah: ‫أةمحلنت علةكنم عبمهميعمةة النععمامم‬ Artinya: … dihalalkan bagimu binatang ternak … (QS.sapi. Al-Maidah [4[:1) Kambing Domba Kerbau Unta Sapi b. Jenis-jenis binatang ternak darat seperti: kambing. Kuda Kuda merupakan binatang yang halal dimakan karena secara khusus dinyatakan dalam hadis Rasulullah berikut ini : . Binatang yang halal adalah sbb : 1. Yang dimaksud dengan dalil khusus adalah dalil yang langsung menyebut jenis binatang tertentu. Binatang halal berdasarkan dalil khusus. ‫صميكد امللبمحرر لولطلع اكمكه لملت اعع ا لكمم‬ ‫أكرحلل لكمم ل‬ Artinya :”Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut yang lezat bagimu dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan …”. Yang termasuk jenis binatang halal yang langsung disebut melalui dalil tertentu sbb : a. menurut syariat Islam hukumnya halal dimakan. Binatang ternak darat. kolam dan sebagainya. domba.

Bukhari dan Muslim) b. c.w lalu aku pun membawanya kepada Rasulullah s. Ayam Ayam juga termasuk binatang yang halal dimakan karena secara khusus dinyatakan dalam hadis Rasulullah berikut ini : (‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم ليمأككل كدلج اجع ا )رواه البخ اري ومسلم‬ ‫لرلاميكت اللنربيي ل‬ Artinya : “Pernah aku melihat Nabi SAW makan daging ayam” (HR. Binatang halal berdasarkan Pendapat/Fatwa ulama’. Musang Halal. Beliau mengirimkan kaki dan kedua pahanya kepada Rasulullah s. a. maka Nabi SAW makan sebagian dari daging keledai itu”. Al-Muqni’ (3/528). [Mughniyul Muhtaj (4/299). Bukhari dan Muslim) e. Bukhari dan Tirmizi) d.a katanya: Ketika kami berjalan melalui Daerah az-Zahran tiba-tiba kami dikejutkan oleh seekor kelinci lalu kami mengejarnya sehinggga penat.a. Kelinci Dalam salah satu hadis dijelaskan ‫ لملرمرلن ا لف امسلتمنلفمهلن ا المرلنعب ا ربلمرر اللظمهلرارن لفلسلعموا لعلميره لفللغكبموا لق الل لفلسلعميكت لحلتا ى لامدلرمكتـكتله ا‬: ‫ضلي اللك لعمنكه لق الل‬ ‫لعمن اللنرس مبرن لم ارلرك لر ر‬ ‫ل‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ك‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫صلا ى ال لع ميره‬ ‫صلا ى ال لع ميره لولسللم لفل التميكت ربله ا لركسمول الر ل‬ ‫لفمألتميكت ربله ا لالب ا لطمللحلة لفلدلبلحله ا لفلبلعلث ربلوررركله ا لولفرخلذميله ا رالا ى لركسمول الر ل‬ (‫لولسلللم لفلقربلكه )رواه البخ اري ومسلم‬ Artinya : Diriwayatkan dari Anas bin Malik r. (HR. kami memakan belalang” (HR. Keledai Liar/Himar Keledai yang masih liar termasuk binatang yang halal dimakan karena secara khusus dinyatakan dalam hadis Rasulullah berikut ini : (‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم )رواه البخ اري ومسلم‬ ‫رفي رق ل‬ ‫صرة املرحلم ارر اللومحرش لفلألكلل رممنكه اللنربيي ل‬ Artinya : “Tentang kisah keledai liar. Bukhari dan Muslim). dan salah satu dari dua riwayat dari Imam Ahmad. Ini merupakan madzhab Malikiyah. Aku pun membawanya kepada Abu Talhah lalu beliau menyembelihnya. karena walaupun bertaring hanya saja dia tidak mempertakuti dan memangsa manusia atau hewan lainnya dengan taringnya dan dia juga termasuk dari hewan yang baik (arab: thoyyib).w dan baginda menerimanya (HR Bukhari dan Muslim) 3.(‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم لفلرعس ا لفلألكمللن اكه )رواه البخ اري ومسلم‬ ‫لنلحمزلن ا لعللا ى لعمهردلركسموكل اللر ل‬ Artinya : “Pada zaman Rasulullah kami pernah menyembelih kuda dan kami memakannya” (HR. dan Asy-Syarhul Kabir (11/67)] .a. Belalang Belalalng merupakan binatang yang halal dimakan karena secara khusus dinyatakan dalam hadis Rasulullah berikut ini : (‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم لسمبلع لغلزلواتت لفل الكلل امللجلرلد )رواه البخ اري ومسلم‬ ‫لغلزمولن ا لملع لركسموكل اللر ل‬ Artinya : “Kami berperang bersama Rasulullah SAW tujuh kali perang. Asy-Syafi’iyah. Ia berkata lagi: Aku telah mengejarnya sehingga dapat menangkapnya.

selama tidak membahayakan kesehatan. dapat diketahui beberapa jenis makanan yang haram. dan Imam Abu Tsaur. dia adalah hewan sejenis kangguru yang diambil kulitnya untuk pakaian berbulu.. dan Imam Ash Shan’ani. darah[394]. kitab fiqih bermadzhab Syafi’i: ‫عوعيمحلل أعنيضضما الدس ن عجماةب عوةهععو عحعميععوانن عععل ى عحد انلعمينرةبعومع ةيلتعخةذ ممنن مجنلمدمه انلمفعراةء‬ artinya: Dan dihalalkan pula Tupai. Dari ayat diatas. LANDAK Hukum landak. yang terpukul. yang ditanduk. Sementara Malikiyah berpendapat makruh. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395]. karena hewan ini mengigit dengan taringnya. Sedangkan dari kalangan Maliki ada beberapa riwayat pendapat. Binatang yang diharamkan dalam penjelasan Al-Qur’an. memang tak ada dalil baik dari Al Quran dan As Sunnah tentang pengharamannya. yaitu: a. dan diterkam binatang buas. Binatang yang disebutkan pada al-Qur’an surah al-Maidah ayat 3: ‫كحررلممت لعلميككم امللمميلتكة لواللدكم لولمحكم املرخمنرزيرر لولم ا أكرهلل‬ ‫رللغميرر اللر ربره لواملكممنلخرنلقكة لوامللمموكقولذكة لواملكملتلرردليكة‬ ‫لواللنرطيلحكة لولم ا أللكلل اللسكبكع رإال لم ا لذلكميكتمم لولم ا كذربلح‬ ‫صرب‬ ‫لعللا ى الين ك‬ artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.b. atau makruhnya. BINATANG HARAM Binatang yang diharamkan ialah binatang yang tidak boleh dimakan berdasarkan hukum syariat Islam. Sebab. yang jatuh. Hukum memakan Tupai adalah kembali ke hukum asal segala sesuatu yakni halal. Tertulis dalam kitab Hasyiah Al Jumal. tetapi yang kuat mazhab ini membolehkan memakan landak.” C. Yang menghalalkan landak adalah Imam Asy Syafi’i dan para pengikut mazhabnya. Pendapat kedua ini merupakan pendapat Madzhab Hanafi dan sebagian ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. daging babi. Bangkai . a. yang tercekik. Macam-macam binatang haram adalah sebagai berikut: 1. Tupai / Bajing Ulama berselisih pendapat tentang hukum makan tupai. sedangkan sebagian lagi memakruhkan namun ada pula yang mengharamkannya. Imam Laits bin Sa’ad. dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. mayoritas ulama memandangnya sebagai hewan yang halal untuk dimakan. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa makan tupai hukumnya halal. B. Pendapat yang lebih kuat adalah boleh. Demikian pula sebagian mazhab Hanbali seperti Imam Asy Syaukani. Sementara sebagian ulama berpendapat haramnya tupai.

karena dia termasuk hewan air dan telah berlalu penjelasan bahwa semua hewan air adalah halal bangkainya kecuali kodok. Al-Mutaroddiyah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali An-Nasa`i. yaitu hewan yang mati karena terkena pukulan keras. Ahmad dan Ibnu Majah) c. At-Tirmidzy) Dikecualikan darinya 3 bangkai. Dikecualikan darinya hati dan limfa sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Ibnu ‘Umar yang baru berlalu. Himar kampung/jinak dan Gighal (okulasi kuda dan himar/ keledai) Allah telah mengharamkan himar jinak sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya: ‫ال لتمعلكمولن‬ ‫لوامللخميلل لواملربلغ الل لوامللحرميلر رللتمرلككبوله ا لورزيلنعة لوليمخكلكق لم ا‬ . Darah. c. Belalang. Janin yang berada dalam perut hewan yang disembelih. Al-Mauqudzah. ‫ عفماللسعمةك عوانلعجعراةد‬:‫ عفعألمما انلعمنميعتعتمامن‬، ‫أةمحلل علعنما عمنميعتعتمامن عوعدعممامن‬ artinya: “Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. b. 9) Semua bagian tubuh hewan yang terpotong/terpisah dari tubuhnya. Ikan. (HR. Maksudnya jika hewan yang disembelih sedang hamil.Bangkai yaitu hewan yang mati bukan dengan cara syar’i. Semua hewan yang disembelih untuk selain Allah walaupun dengan membaca basmalah. Adapun kedua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Semua hewan yang disembelih dengan sengaja tidak membaca basmalah. Semua hewan yang mati tanpa penyembelihan. yaitu hewan yang mati karena tercekik. 5) 6) 7) 8) Hewan yang mati karena dimangsa oleh binatang buas. maka janin yang ada dalam perutnya halal untuk dimakan tanpa harus disembelih ulang. misalnya disetrum. Berdasarkan ucapan Ibnu ‘Umar yang memiliki hukum marfu’: ‫ عفمانلعكمبةد عوالدطعحماةل‬:‫ عوأعلمما اللدعممامن‬. yaitu mencakup seluruh bagian-bagian tubuhnya termasuk lemaknya. Jenis-jenis bangkai berdasarkan ayat-ayat di atas: 1) 2) 3) Al-Munhaniqoh. Hal ini berdasarkan hadits Abu Waqid secara marfu’: ‫ عفةهععو عمنميعتنة‬، ‫عمما ةقمطعع ممعن انلعبمهنميعممة عومهعي عحلمينة‬ “Apa-apa yang terpotong dari hewan dalam keadaan dia (hewan itu) masih hidup. ketiga bangkai ini halal dimakan: a. Juga dikecualikan darinya darah yang berada dalam urat-urat setelah penyembelihan. bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. d. Abu Daud. yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi. (HR. yakni darah yang mengalir dan terpancar. yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya. Daging babi. b. baik karena mati sendiri atau karena anak Adam yang tanpa melalui cara syar’i. maka potongan itu adalah bangkai”. Ahmad. 4) An-Nathihah. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limfa”.bersabda: ‫عذعكما ة انلعجمننميمن عذعكما ة أةدممه‬ “Penyembelihan untuk janin adalah penyembelihan induknya”.

kucing.melarang kami dari keledai jinak”. beruang. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. yaitu : dalil yang hanya menyebut sifat-sifat binatang.(an-Nahl [16]:8) [820] Baghal yaitu peranakan kuda dengan keledai. Binatang yang Diharamkan Menurut Penjelasan al-Hadits a.Artinya: Dan (Dia Telah menciptakan) kuda. anjing. ₋ Binatang yang dilarang membunuhnya ₋ Binatang yang disuruh membunuhnya a. serigala. Muslim) Keledai/Khimar Kuda 3. agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. seperti singa. buaya. Nabi bersabda : (‫ك يل رذي لن اتب رممن الرسلب ارع لفلأمكلككه لحلرام )رواه البخ اري ومسلم‬ artinya : “Setiap binatang buas yang bertaring. baghal [820] dan keledai. Binatang buas dan bertaring Binatang buas yang bertaring adalah yang taringnya digunakan untuk memangsa atau menerkam mangsanya. ‫لورممن املكممسلتمثلنا ى ألمي ع‬ ‫ض ا الرتمملس اح رللكمورنره ليمعكدو ربلن اربره‬ “Termasuk hewan yang dikecualikan dari kehalalan untuk dimakan adalah buaya karena ia memiliki taring untuk menyerang mangsanya. macan kumbang. monyet. Khimar atau keledai jinak (Keledai Piaraan) Rasulullah saw bersabda: ‫ عوعنعهماعنما النبي صل ى ال علميه وسلم ععمن انلمحعممامر ا ن علنهملني‬، ‫ش‬ ‫ح‬ ‫ن‬ ‫أععكنلعنما عزعمعن عخنميعبرر عانلعخنميعل عوةحةمعر انلععو م‬ “Saat (perang) Khaibar. haram dimakan” (HR. Binatang yang diharamkan berdasarkan dalil umum dengan menyebut sifat-sifat binatang yaitu: ₋ ₋ Binatang buas yang bertaring Binatang yang memiliki cakar (cengkeraman) ₋ Binatang yang makan kotoran. kami memakan kuda dan keledai liar. Bukhari dan Muslim) Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari mengatakan.” . dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. 2. Binatang yang diharamkan melalui dalil umum. macann tutul.

dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.Haraimau Serigala – Singa – Buaya – Anjing Macan Tutul – Beruang – Monyet – Kucing b. Muslim) (‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم لعمن ك ررل رذمي رممحلرب رملن اللطميرر )رواه مسلم‬ ‫لنله ا اللنربيي ل‬ Artinya : “Rasulullah telah melarang (memakan) setiap burung yang berkuku tajam” (HR. Kakatua. Rajawali. burung hantu.” (HR. seperti: Elang. Nabi bersabda: ( ‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم لعمن كرل رذي لن اتب رممن الرسلب ارع لولعمن كرل رذي رممخلتب رممن اللطميرر ) رواه مسلم‬ ‫لنلها ى لركسوكل اللر ل‬ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. Muslim). Semua burung yang memiliki cakar/ berkuku tajam. Nasar. Semua burung yang memiliki cakar yang kuat yang dia memangsa dengannya. Rajawali Kakatua Burung Hantu .

Nasar/Hering (Burung Pemakan Bangkai) Elang Jawa c.Rasulullah melarang membunuhnya” ( HR.” (HR. katak/kodok.‫إرلن اللنربلا ى‬ artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk membunuh empat binatang: semut. lebah dan burung hud-hud. Abu Daud . : ‫ وال تقتلوا الخف اش فإنه لم ا خرب بيت المقدس ق ال‬، ‫ لال تقتلوا الضف ادع فإن نقيقه ا تسبيح‬: ‫ أنه ق ال‬، ‫عن لعبد ال بن لعممرو‬ ‫ي ا رب سلطني علا ى البحر حتا ى أغرقهم‬ Dari ‘Abdullah bin ‘Amru.. Hewan yang dilarang untuk dibunuh Hewan dilarang untuk dibunuh seperti : Semut. burung Shurad (kepalanya besar. ia berkata. karena suaranya adalah tasbiih. An-Nasai ) haram memakan kelelawar adalah ulama Hambali dan Syafi’iyah. Pendapat yang tepat dalam masalah ini. Jangan kalian pula membunuh kelelawar. kelelawar haram dimakan karena dilarang untuk dibunuh sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini. punggungnya hijau dan katanya biasa memangsa burung pipit).‫صلركد‬ ‫ لنلها ى لعمن لقمترل ألمرلبتع رملن اللدلوارب اللنمملكة لواللنمحلكة لواملكهمدكهكد لوال ي‬-‫صلا ى ال عليه وسلم‬. Al Baihaqi Shurad Hud-hud Semut . burung Hudhud dan burung Shurad. lebah. berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka”(HR. perutnya putih. “Janganlah kalian membunuh katak. karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb. Ibnu Majah dan Ahmad) Nabi bersabda : ‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم‬ ‫لالن لطربميعب ا لذلكلر ر‬ ‫ضمفلدعع ا رفي لدلواتء رعمنلد لركسموكل اللر ل‬ (‫صللا ى اللك لعلميره لولسلللم لعمن لقمترلره )رواه النس ائا ى‬ ‫لفلنلها ى لركسموكل اللر ل‬ Artinya : “Sesungguhnya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah tentang katak untuk keperluan obat. Nabi bersabda: .

seperti: ular. yaitu tikus. beliau mengatakan. Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh. beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik” (HR. burung gagak dan kalb aqur (anjing galak). seperti : lalat. . Setiap binatang menjijikkan (Khobits) Khobits bermakna segala sesuatu yang merasa jijik untuk memakannya. Termasuk juga dalam kategori binatang ini adalah binatang-binatang yang kotor dan secara umum menjijikkan. cacing. ‫ أللملر ربلقمترل امللولزرغ لولسلم اكه كفلوميرسعق ا‬-‫صلا ى ال عليه وسلم‬. 2238). An-awawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul H Tikus Kalajengking Gagak Ular Tokek Cicak e. seperti ular dan hasyarot (berbagai hewan kecil yang hidup di darat). burung rajawali. Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh. Bukhari dan Muslim) Hewan yang digolongkan hewan fasik dan juga diperintahkan untuk dibunuh adalah cecak atau tokek. kecoa. kalajengking. kutu. bekicot dan sejenisnya . dan anjing liar Nabi bersabda: (‫)رواه البخ اري ومسلم‬ ‫ لوامللكملكب امللعكقوكر اكللعكقموكر‬، ‫ لواملكغلراكب‬، ‫ لواملكحلدلي ا‬، ‫ لوامللعمقلركب‬، ‫لخمممس لفلوارسكق كيمقلتمللن رفا ى امللحلررم امللفمألركة‬ Artinya: Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram. kumbang.‫أللن اللنربلا ى‬ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek. tungau. tikus. Hal ini berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh. Muslim no.Katak Lebah Kelelawar d.” (HR. burung elang. kalajengking. burung gagak.

Ibn Abi Laila dan al-Auza’i) yang menghalalkan memakan cacing sepanjang bermanfaat dan tidak membahayakan dan pendapat ulama yang mengharamkan memakannya. untuk pakan burung misalnya. MUI Membenarkan adanya pendapat ulama (Imam Malik. hukumnya boleh (mubah).Membudidayakan cacing untuk diambil manfaatnya. Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: Kep-139/MUI/IV /2000 Tentang Makan Dan Budidaya Cacing Dan Jangkrik Cacing adalah salah satu jenis hewan yang masuk ke dalam kategori al-Hasyarat. tidak untuk dimakan atau dijual. Al A’raf : 157) Lalat Kecoa Bekicot Cacing Ulat Kelabang Lintah Hukum berobat dengan Cacing. tidak bertentangan dengan hukum Islam. tidak untuk dimakan.Allah berfirman : ‫لوكيرحيل لكهكم اللطريلب ارت لوكيلحرركم لعلميرهكم امللخلب ارئلث‬ Artinya : “Dan dihalalkan bagi mereka segala yang baik dan diharamkan bagi mereka segala yang jelek (khobits)” (QS. Membudidayakan cacing untuk diambil sendiri manfaatnya. Hukum makan jangkrik Jangkrik adalah binatang serangga yang sejenis dengan belalang. .

Mencari informasi tentang makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan baik melalui dari surat kabar. 2. Mendorong sesoerang untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah. 4. Berpengaruh pada mental dan prilaku manusia. untuk obat/ kosmetik misalnya. 3. 5) Buaya. Adapun cara menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang di haramkan sbb: 1. Mendorong perbuatan yang dilarang Allah. Binatang yang hidup di 2 (dua) alam Sejauh ini belum ada dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Bahaya (mudarat) memakan hewan yang diharamkan 1. sepanjang tidak menimbulkan bahaya (mudarat). C. Manfaat memakan hewan yang Halal 1. Thawus. Hasan Al-Bashri dan fuqaha’ Madinah. 6. 4. hukumnya haram secara mutlak menurut pendapat yang rajih karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas. Menyebabkan terjangkitnya penyakit. untuk dimakan atau dijual. 3. 3) Anjing laut: juga halal sebagaimana pendapat imam Malik. Allah SWT melarang memakan makanan yang bersumber dari hewan yang diharamkan pasti mempunyai dampak dari negatif bagi pemakannya. . buku. halal). (Lihat Al-Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan Al-Muhalla (6/84). Menambah khusyu dalam ibadah. 5. internet dll. Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya “asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Menyelamatkan diri dari dosa dari siksa api neraka D. 2. 2) Kura-kura dan penyu: juga halal sebagaimana madzab Abu Hurairah. Oleh karena itu hindarilah makanan tersebut supaya kita terbebas dari pengaruh yang dihasilkan dari makanan yang diharamkan itu. termasuk hewan yang haram karena memiliki taring yang kuat. Selalu waspada terhadap makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan. Mengakibatkan amal ibadah dan doa ditolak oleh Allah D. Berikut contoh beberapa hewan hidup di dua alam dan hukum memakannya: 1) Kepiting: hukumnya halal sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad. 4. Muhammad bin Ali. hukumnya adalah boleh (mubah. Berdosa dan mendapat azab dari neraka. 5. Selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. 2. Atha’. Menenangkan jiwa sehingga hidupnya tidak gelisah. Menyehatkan badan dan terhindar dari penyakit. Mendorong seseorang untuk menjadi hamba yang bersih. Syai’bi dan AlAuza’i (lihat Al-Mughni 13/346). Syafe’i.Membudidayakan jangkrik untuk diambil manfaatnya. 4) Katak/kodok. Cara menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang di haramkan. Laits.