You are on page 1of 3

KECEMASAN PRIMIGRAVIDA MENGHADAPI PROSES PERSALINAN

/
MELAHIRKAN
godam64 09:59 Komentari

Pengantar
Seorang primigravida dalam menghadapi persalinan sebagian besar selalu mengalami
kecemasan. Kecemasan ini terjadi karena berbagai faktor. Kecemasan itu sendiri adalah
ketegangan, rasa tidak aman dan kekawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi
sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan
berasal dari dalam (DepKes RI, 1990). Kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan
perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan atau
persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and
Sundeens, 1998). Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
kecemasan adalah perasaan yang tidak menyenangkan, tidak enak, khawatir dan
gelisah. Keadaan emosi ini tanpa objek yang spesifik, dialami secara subjektif dipacu
oleh ketidak tahuan yang didahului oleh pengalaman baru, dan dikomunikasikan dalam
hubungan
interpersonal.
Primigravida adalah Wanita yang baru hamil untuk pertama kalinya. seorang ibu
primigravida biasanya mendapatkan kesulitan dalam mengenali perubahan-perubahan
yang terjadi dalam tubuhnya yang menyebabkan ketidaknyamanan selama
kehamilannya berlangsung. Hal ini mempengaruhi psikologis ibu, karena kurangnya
pengetahuan ibu hamil tersebut. Kurangnya pengetahuan ini juga menyebabkan ibu
primigravida tidak tahu cara mengatasi ketidaknyamanan yang ibu rasakan (Ulfah,
2009).
Faktor

Predisposisi

Kecemasan

Setiap perubahan dalam kehidupan atau peristiwa kehidupan yang dapat menimbulkan
keadaan stres disebut stresor. Stres yang dialami seseorang dapat menimbulkan
kecemasan, atau kecemasan merupakan manifestasi langsung dari stres kehidupan dan
sangat
erat
kaitannya
dengan
pola
hidup
(Wibisono,
1990).
Berbagai faktor predisposisi yang dapat menimbulkan kecemasan (Roan, 1989) yaitu
faktor genetik, faktor organik dan faktor psikologi. Pada pasien yang akan menjalani
operasi, faktor predisposisi kecemasan yang sangat berpengaruh adalah faktor
psikologis, terutama ketidak pastian tentang prosedur dan operasi yang akan dijalani.
Seorang primigravida yang pertama kali akan mengalami proses persalinan cenderung
mengalami kecemasan. Hal ini dikarenakan proses persalinan adalah sesuatu hal baru
yang
akan
dialaminya.
Gejala

Kecemasan

Penderita yang mengalami kecemasan biasanya memiliki gejala-gejala yang khas dan
terbagi
dalam
beberapa
fase,
yaitu
:
Fase
1
Keadan fisik sebagaimana pada fase reaksi peringatan, maka tubuh mempersiapkan diri
untuk fight (berjuang), atau flight (lari secepat-cepatnya). Pada fase ini tubuh merasakan
tidak enak sebagai akibat dari peningkatan sekresi hormon adrenalin dan non adrenalin.
Oleh karena itu, maka gejala adanya kecemasan dapat berupa rasa tegang di otot dan
kelelahan, terutama di otot-otot dada, leher dan punggung. Dalam persiapannya untuk
berjuang, menyebabkan otot akan menjadi lebih kaku dan akibatnya akan menimbulkan
nyeri dan spasme di otot dada, leher dan punggung. Ketegangan dari kelompok agonis
dan antagonis akan menimbulkan tremor dan gemetar yang dengan mudah dapat dilihat
pada jari-jari tangan (Wilkie, 1985). Pada fase ini kecemasan merupakan mekanisme
peningkatan dari sistem syaraf yang mengingatkan kita bahwa system syaraf fungsinya

yang beberapa saat kemudian menjadi tertawa. tidak mau belajar secara efektif. ketakutan dan teror karena mengalami kehilangan kendali. yaitu ringan. Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan persepsi atas keadaan yang dialaminya. tidak sabar. Akan tetapi kadang-kadang dari cara tertawa yang agak keras dapat menunjukkan tanda adanya gangguan kecemasan fase dua (Asdie. bicara cepat dengan volume tinggi. marah dan menangis. Orang yang sedang panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun . tidak dapat tidur (insomnia). palpitasi.mulai gagal mengolah informasi yang ada secara benar (Asdie. lapang persepsi meningkat. sakit kepala. 1985). gejala kecemasan pada fase tiga umumnya berupa perubahan dalam tingkah laku dan umumnya tidak mudah terlihat kaitannya dengan stres. kehilangan kemampuan toleransi terhadap sesuatu yang sebelumnya telah mampu ia tolerir. Seseorang dengan kecemasan berat cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik. 1996).Manifestasi yang muncul pada tingkat ini adalah kelelahan. 1988). 1988). Kecemasan ringan. Berbeda dengan gejalagejala yang terlihat pada fase satu dan dua yang mudah di identifikasi kaitannya dengan stres. perasaan tidak berdaya. iritabel. kecepatan denyut jantung dan pernapasan meningkat. Manifestasi yang muncul pada tingkat ini adalah mengeluh pusing. sedang. Labilitas emosi dapat bermanifestasi mudah menangis tanpa sebab. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area yang lain. bingung. lahan persepsi menyempit. Pada fase tiga ini dapat terlihat gejala seperti : intoleransi dengan rangsang sensoris. Manifestasi yang terjadi pada tingkat ini yaitu kelelahan meningkat. 1988). lahan persepsi menyempit. ketegangan otot meningkat. Kecemasan sedang. ketegangan otot. namun dapat melakukan sesuatu yang terarah. Klasifikasi Tingkat Kecemasan Ada empat tingkat kecemasan. kemampuan konsentrasi menurun. mampu untuk belajar.mudah lupa. Fase 2 Disamping gejala klinis seperti pada fase satu. motivasi meningkat dan tingkah laku sesuai situasi. nausea. penderita juga mulai tidak bisa mengontrol emosinya dan tidak ada motifasi diri (Wilkie. sering kencing. mudah tersinggung. penderita akan jatuh kedalam kecemasan fase tiga. gangguan tidur dan keluhan perut. gangguan reaksi terhadap sesuatu yang sepintas terlihat sebagai gangguan kepribadian (Asdie. Mudah menangis yang berkaitan dengan stres mudah diketahui. Panik berhubungan dengan terperangah. berat dan panik (Townsend. Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. 1988). seperti gelisah. Kecemasan berat. mampu untuk belajar namun tidak optimal. Fase 3 Keadaan kecemasan fase satu dan dua yang tidak teratasi sedangkan stresor tetap saja berlanjut. serta tidak dapat berpikir tentang hal lain. perhatian selektif dan terfokus pada rangsangan yang tidak menambah ansietas. disorientasi. kesadaran tinggi. Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada masalah yang penting dan mengesampingkan yang lain sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif. Kehilangan motivasi diri bisa terlihat pada keadaan seperti seseorang yang menjatuhkan barang ke tanah. kemudian ia berdiam diri saja beberapa lama dengan hanya melihat barang yang jatuh tanpa berbuat sesuatu (Asdie. berfokus pada dirinya sendiri dan keinginan untuk menghilangkan kecemasan tinggi. Panik. diare.

html . berantakan akibat ibu panik. Tanda dan gejala yang terjadi pada keadaan ini adalah susah bernapas. takut harus operasi. takut persalinannya lama. Tingkat kecemasan masing-masing primigravida dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tingkat pendidikan. mengalami halusinasi dan delusi. sehingga kekhawatiran pun bertambah. Terlebih bila sebelumnya ada teman atau kerabat yang menceritakan pengalaman bersalin mereka. Takut bayi cacat.organisasi. dan sebagainya. berteriak. dukungan suami dan faktor-faktor lain yang menjadi pemicu untuk terjadinya kecemasan Wanita hamil yang siap secara fisik dan mental akan menjalani proses kehamilan hingga proses persalinan dengan lancar. Permasalahannya tidak semua wanita siap secara fisik dan mental. Puncak kekhawatiran muncul bersamaan dengan dimulainya tanda-tanda akan melahirkan. pembicaraan inkoheren.dengan pengarahan. Pada kondisi inilah perasaan khawatir. Kontraksi yang lama-kelamaan meningkat menambah beban ibu.org/1970/01/kecemasan-primigravida-menghadapi-prosespersalinan-melahirkan. sumber informasi. dilatasi pupil. tidak dapat berespon terhadap perintah yang sederhana. Menjelang persalinan. http://www. Dari berbagai penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya seorang primigravida yang akan mengalami proses persalinan pertama kali cenderung mengalami kecemasan. pekerjaan. diaphoresis. menjerit. banyak hal mengkhawatirkan muncul dalam pikiran ibu. pucat. bila tidak ditangani dengan baik. bisa merusak konsentrasi ibu sehingga persalinan yang diperkirakan lancar. lengkap dengan komentar yang menyeramkan. palpitasi.