You are on page 1of 20

POLA DEMAM

Aidillah Mayuda
Hillary Rosdiani

• Bayi dan anak< 5 th dapat menunjukkan gejala demam tinggi dg suhu > 105 F (40.POLA DEMAM • Bervariasi tergantung usia dan perjalanna penyakit.6 C) . • Neonatus mungkin tidak menunjukkan demam  hipotermi walau infeksi berat.

misalnya tonsilitis akut. • Demam tanpa tanda dan gejala yg terlokalisir (> 7 hari) sering pda anak <3 th. Dapat diidentifikasi dg riwayat. Penyebab tidak bisa ditentukan dg riwayat/ px fisik. namun dapat ditelusuri dengan tes laboratorium. Dapat ditegakkan dg Px fisik dan riwayat penyakit. sebagian terbesar adalah sindrom virus. px fisik. • Demam yg tidak diketahui penyebabnya (Fever of unknown origin) demam > dri 14 hari tanpa etiologi. misalnya demam tifoid. . px laboratorium.Kategori demam pada Anak : • Demam dg Durasi Pendek (< 7 hari) biasanya disertai tanda & gejala terlokalisir.

.

4oC selama periode 24 jam .Demam kontinyu atau sustained fever • peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0.

Demam remiten • penurunan suhu tiap hari tetapi tidak mencapai normal dengan fluktuasi melebihi 0. • paling sering ditemukan dalam praktek pediatri . khususnya bila demam disebabkan oleh proses infeksi. • Variasi diurnal biasanya terjadi.5oC per 24 jam.

demam intermiten • suhu kembali normal setiap hari. umumnya pada pagi hari. dan puncaknya pada siang hari • jenis demam terbanyak kedua yang ditemukan .

• Demam septik atau hektik terjadi saat demam remiten atau intermiten menunjukkan perbedaan antara puncak dan titik terendah suhu yang sangat besar. • Demam quotidian. ditandai dengan paroksisme demam yang terjadi setiap hari. Vivax. disebabkan oleh P. • Demam quotidian ganda : memiliki dua puncak dalam 12 jam (siklus 12 jam) .

Undulant fever menggambarkan peningkatan suhu secara perlahan dan menetap tinggi selama beberapa hari. Demam lama (prolonged fever) menggambarkan satu penyakit dengan lama demam melebihi yang diharapkan untuk penyakitnya. contohnya > 10 hari untuk infeksi saluran nafas atas. kemudian secara perlahan turun menjadi normal. .

Demam rekuren adalah demam yang timbul kembali dengan interval irregular pada satu penyakit yang melibatkan organ yang sama (contohnya traktus urinarius) atau sistem organ multipel. dan African hemorrhagic fever (Marburg. . Demam bifasik menunjukkan satu penyakit dengan 2 episode demam yang berbeda (camelback fever pattern. Poliomielitis merupakan contoh klasik dari pola demam ini. Gambaran bifasik juga khas untuk leptospirosis. dan demam Lassa). demam kuning. demam dengue. Ebola. Colorado tick fever. atau saddleback fever). spirillary rat-bite fever (Spirillum minus).

• Relapsing fever dan demam periodik: – Demam periodik ditandai oleh episode demam berulang dengan interval regular atau irregular. . Contoh yang dapat dilihat adalah malaria (istilah tertiana digunakan bila demam terjadi setiap hari ke-3. Tiap episode diikuti satu sampai beberapa hari. beberapa minggu atau beberapa bulan suhu normal. kuartana bila demam terjadi setiap hari ke-4) dan brucellosis.

sakit kepala.5oC pada louse-borne. Gejala penyerta meliputi myalgia. diikuti oleh periode bebas demam dengan durasi yang hampir sama. dan perubahan kesadaran.)dan ditularkan oleh kutu (louse-borne RF) atau tick (tick-borne RF). yang berulang secara tiba-tiba berlangsung selama 3 – 6 hari.   • Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi mendadak.– Relapsing fever adalah istilah yang biasa dipakai untuk demam rekuren yang disebabkan oleh sejumlah spesies Borrelia (Gambar 6.6 oC pada tickborne fever dan 39. nyeri perut. Suhu maksimal dapat mencapai 40. .

H. dll) .coli. Salmonella non tifoid. • Sebagaian besar disebabkan oleh virus . bisa infeksi berat termasuk bakteremia (Streptococcus grup B. S.Demam Pada Bayi < 3 Bulan • Menunjukkan gejala demam. E. tanpa ada tanda lokal infeksi.pneumonia. asupan minum sulit (poor feeding).influenza.

menggerakkan tangan & kaki . karna terkadang sulit membedakan apakah anak mengalami infeksi biasa atau bakteremia tersembunyi • Bila anak dapat duduk. Namun jika bayi tidak bergerak atau hanya terbaring lemah  gangguan berat • Tatapan kosong pada bayi adanya suatu penyakit yg berat . duduk tanpa penyangga  motorik normal.Demam Pada Bayi Usia 3 bulan-3 tahun • Perlu observasi anak.

N. CRP . meningitidis. peningkatan LED.000/mm3.• Anak rewel (irritable) meski sudah dibujuk/digendong orang tuanya. leukosit > 15. • Faktor risiko untuk terjadinya bakteremia tersembunyi suhu tubuh 39 c atau lebih. • Anak usia 2 bulan-3 tahun resiko tinggi  infeksi S. H.influenza.pneumonia. salmonella nontifoid.

• 15 % anak dg FUO tidak dapat ditegakkan diagnosis karena demam turun dg sendirinya namun meninggalkan gejala sisa. px fisik. • FUO bisa berupa manifestasi klinis dari imunodefisiensi  curiga bila ada riwayat infeksi tidak biasa. infeksi berat atau infeksi kronik . lab. • Infeksi merupakan penyebab >>> kemudian inflamasi dan keganasan. Berlangsung > dari 14 hari tanpa penyebab yg jelas meski telah dilakukan anamnesis.4 F).Demam yang Tidak Diketahui penyebabnya ( Fever of Unknown Origin) • Demam dg suhu > 38 C (100. dan px.

kultur darah dan urin. foto thoraks. kultur tinja. LED.• Pelu px darah lengkap. urinalisis. • Px tambahan dg kultur apusan tenggorok. uji tuberkulin. platelet. antibodi HIV. faktor reumatoid dan komplemen serum. hitung jenis leukosit. dll. CRP. . kadar enzim transaminase hati. evaluasi penyakit reumatik dg ANA.

.

2. 2014 2. Buku Ilmu Kesehatan Anak. http://saripediatri.idai. Vol. 2.Sumber 1.pdf .id/pdfile/2-26. Sari Pediatri. Nelson. No.or. Agustus 2000: 103 – 108. Demam pada Anak. Ismoedijanto.