You are on page 1of 4

EDUKASI ASI EKSKLUSIF

Dalam laporan Riskesdas, pola menyusui dikelompokkan menjaddi
tiga kategori, yaitu menyusui eksklusif, menyusui predominan,
dan menyusui parsial sesuai definisi WHO.
1. Menyusui eksklusif adalah tidak memberi bayi makanan atua
minuman lain, termasuk air putih, selain menyusui (kecuali obatobatan dan vitamin atau mineral tetes; ASI perah juga
diperbolehkan).
Pada Riskesdas 2010, menyusui eksklusif adalah komposit dari
pernyataan: bayi masih disusui, sejak lahir tidak pernah
mendapatkan makanan atau minuman selain ASI, selama 24 jam
terakhir bayi hanya disusui (tidak diberi makanan selain ASI).
2. Menyusui predominan adalah menyusi bayi tetapi pernah
memberikan sedikit air atau minuman berbasis air, misal teh, sebgai
makanan/minuman prelakteal sebelum ASI keluar.
Pada Riskesdas 2010, menyusui predominan komposit dari
pertanyaan: bayi masih disusui, selama 24 jam terakhir bayi hanya
disusui, sejak lahir tidak pernah mendapatkan makanan atau
minuman kecuali minuman berbasis air, yaitu air putih atau air teh.
3. Minuman Parsial adalah menyusui bayi serta diberikan makanan
buatan selain ASI, baik susu formula, bubur atau makanan lainnya
sebelum bayi berumur 6 bulan, balik diberikan secara kontinyu
maupun diberikan sebagai makanan prelakteal.
Pada Riskesdas 2010, menyusui parsial adalah komposit dari
pertanyaan: bayi masih disusui, pernah diberi makanan prelakteal
selain makanan atau minuman berbasis air seperti susu formula,
biskuit, bubut, nasi lembek, pisang atau makanan yang lain.

Manfaat Menyusui ASI bagi Bayi
-

-

Mengurangi risiko diare dan penyakit pernafasan
Mengurangi kejadian NEC
6 bulan pertama: memenuhi energi dan sebagian besar nutrisi
kebutuhan bayi
Penuh dengan Antibodi
Memberikan ikatan khusus antara ibu dan bayi
Menurunkan risiko penyakit kronis di kemudian hari, seperti
obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, asma
anak dan leukimia
Meningkatkan intilijensi dan sikap yang baik

Manfaat Menyusui ASI bagi Ibu
-

Menurunkan risiko perdarahan postpartum

perubahan level kolesterol darah b. Aterosklerosis pada saat dewasa Posisi Menyusui . uterina dan kanker ovarium Menghambat terjadinya fertilitas Mempercepat kembalinya berat badan sebelum kehamilan Risiko tidak diberikannya ASI - - Risiko terjadinya penyakit kronis dengan basis imunologik: a. Meningkatkan tekanan darah.- Menurunkan risiko terjadinya diabetes tiper 2. kolitis ulseratif dan chrohn diasease Risiko pada kesehatan kardiovaskular: a. kanker payudara. Diabetes tipe 1. Asthma dan kondisi atopik lainnya b. penyakit celiac.

Perlekatan yang baik - Mulut bayi terbuka lebar Bibir bawah bayi berbalik keluar Lidah mencakup sekitar payudara .

id/resources/download/pusdatin/infodatin/info datin-asi.300 • Kembalinya ke berat lahir paling lambat 2 minggu • BAK 4-6 kali/hari pada usia 5-7 hari • Kenaikan BB adekuat • Menyusu ≥ 8 kali sehari SOURCE: - http://www.depkes.900 Trimester 2 20 600 Trimester 3 15 450 Trimester 4 10 200 .pdf Materi Kuliah Modul Kesehatan Ibu dan Anak Universitas Diponegoro (2016).go. Dukungan Nutrisi Pada Bayi Baru Lahir .- Pipi menggelembung bulat Mulut bayi dapat mencakup seluruh areola Terlihat atau terdengar gerakan menelan Menilai Kecukupan ASI Masa waktu g/hari g/bulan Trimester 1 25 – 30 750 .