You are on page 1of 25

Dinas Kesehatan Aceh

1

PENDAHULU
AN

Rumah Sakit merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan, telah mengalami proses
perubahan orientasi nilai & pikiran, sehingga
terjadi perubahan fungsi
Fungsi rumah sakit kini telah berkembang kearah
kesatuan pelayanan yang mencakup aspek
promotif, preventif, kuratif & rehabilitatif
Dalam perspektif paradigma sehat, harus dikembangkan rumah sakit berorientasi “ Teritorial”
 Yaitu rumah sakit yang memiliki orientasi
wilayah untuk tujuan “Hospital Based Prevention
Program”

2

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan memiliki fasilitas paling kom-pleks. padat modal dan padat teknologi. yang didapat dari kaum pemodal 3 . Dan penyelenggaraan RS cenderung me-merlukan teknologi mahal dan modal besar.

sehingga diperlukan Sistem Informasi yang akurat.Rumah sakit harus menjalankan pengelolaan secara efisien. cepat & dapat dipercaya Informasi merupakan pilar paling penting dalam 4 .

UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Bab VI pasal 67 Ayat (1) Pengelolaan kesehatan yang diseleng-garakan oleh pemerintah dan atau ma-syarakat diarahkan pada pengem-bangan dan peningkatan kemampuan agar upaya kesehatan dapat dilaksanakan secara berdayaguna & berha-sil guna 5 .

. pengorganisasian......Lanjutan.. peng-gerakan dan pengendalian program serta sumber daya yang dapat menunjang peningkatan upaya kesehatan 6 . Ayat (2) Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi kegiatan perencanaan...

Penjelasan "Pengelolaan upaya kesehatan po-kok dan upaya kesehatan pendu-kung dilakukan melalui sistem manajemen kesehatan yang didukung oleh sistem informasi kesehatan agar berhasilguna dan berdaya7 .

termasuk 8 Indo-nesia .Laporan WHO menunjukkan bah-wa terdapat variasi yang cukup besar mengenai tingkat atau dera-jat sistem kesehatan dan duku-ngan informasi yang dilaksanakan diberbagai negara.

Perhatian besar utamanya tentang penggunaan informasi dalam konteks sebagai berikut :    Informasi yang harus dikumpulkan secara rutin Informasi apa yang perlu dikumpulkan melalui survey Bagaimana perbandingan atau proporsi yang baik antara metoda pengumpulan informasi yang berbeda tersebut (rutin dengan survey) 9 .

WHO menunjukkan beberapa area informasi penting yang perlu mendapatkan perhatian yaitu : a. Pemerataan/kesamaan (equali-ty) dan perbedaan (in-equality) c. cakupan dan kualitas pelayanan b. Pemantauan terhadap akses. Pembiayaan (cost) dan 10 efisiensi pelayanan .

Informasi Kesehatan untuk Ma-syarakat dan Informasi 11 Ilmu . Informasi Teknis Upaya Kesehatan.Departemen Kesehatan telah menetapkan upaya pengembangan SIK dengan menentukan kebijak-sanaan dan strategi penyelenggaraannya. : 1. Pemantapan dan yaitu pengembangan Sistem In-formasi Kesehatan mencakup Informasi Ma-najemen Kesehatan.

.. Pengembangan dan pemantapan pengelolaan data di Tingkat Propinsi.Lanjutan.. 2. 3... Propinsi... Pengembangan dan pemantapan pengorga-nisasian dan tata kerja unit pengelolaan data/ informasi di Pusat.. Pengembangan dan pemantapan pengelolaan data di Pusat 12 . 4.. Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota.

Peningkatan pembinaan pelestarian Sistem Informasi Kesehatan 13 .. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia bagi pengelola dan pemakai data/informasi 7... 5... Kabupaten/Kota dan Depkes RI 6. Pengembangan dan pemantapan otomatisasi SIK melalui otomatisasi pengelolaan data di Dinas Kesehatan Propinsi....Lanjutan..

14 .

dengan dikeluarkannya SK Menkes RI No.Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia sudah di-kembangkan sejak tahun 1972. 651/XI-AU/PK/72 dan Revisi ketiga melalui SK Menkes RI No. 691A/ Menkes/ K/ XII/84 Perubahan muatan yang ada didalam formulir SIRS melalui SK Menkes RI No. 1410/Menkes/SK/X/03 tanggal 1 Oktober 2003 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) saat ini telah dikembangkan Ditjen Pelayanan Medik dan dalam taraf penyelesaian (terdiri dari Back Office dan Front Office) 15 .

Data Ketenagaan Rumah Sakit 5. Data Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit 2. mencakup : 1. Data Infeksi Nosokomial 16 . Data Inventarisasi Pelayanan Rumah Sakit (Data Dasar) 4. karena salah satu modal utama untuk menunjang kelancaran informasi adalah tersedianya data dasar yang didapatkan dari unit pelapor Data yang dikumpulkan melalui sistem Informasi Rumah Sakit. Data Penyakit di Rumah Sakit 3. Data Peralatan Rumah Sakit 6.Pembakuan dari Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan landasan di dalam upaya memantapkan sistem informasi rumah sakit.

dijumpai banyak permasalahan baik yang dikarenakan faktor dari unit pelapor maupun dari unit pengelola (Pusat) Faktor dari unit pelapor terutama menyangkut kecepatan. berkisar pada terbatasnya dana untuk pembinaan/pelatihan serta bertambahnya kebutuhan akan data 17 . ketepatan dan akurasi pada data yang dilaporkan Faktor dari unit pengelola ditingkat Pusat.Khusus data keuangan bersumber dari informasi keuangan yang diperoleh melalui laporan ke-uangan yang sudah baku Didalam pelaksanaan pengelolaan Sistem Infor-masi Rumah Sakit.

Untuk menghasilkan informasi/laporan yang baik perlu adanya pembinaan yang terus menerus kepada rumah sakit baik dalam bentuk pelatihan. bimbingan teknis dan sebagainya Hal ini berkaitan dengan adanya kecenderungan bertambahnya permintaan data secara lebih rinci untuk keperluan monitoring program Namun dana untuk keperluan tersebut sangat terbatas 18 .

Tujuan Umum : Meningkatkan. tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan untuk proses pengambilan keputusan di berbagai tingkat administrasi (rumah sakit maupun jajaran 19 . mengembangkan dan memantapkan Sistem Informasi Rumah Sakit sehingga mampu memberikan data dan informasi yang akurat.

Tujuan Khusus : 1) Mantapnya pengorganisasian dan tata kerja pe-ngelola data/informasi baik struktural maupun fungsional. 2) Mantapnya pengelolaan data/informasi pada setiap tingkat administrasi. 3) Terwujudnya otomatisasi pengelolaan data/ informasi pada setiap tingkat administrasi. 4) Meningkatnya kualitas sumber daya pengelola data/informasi pada semua tingkat administrasi. 20 5) Dapat dilestarikannya Sistem Informasi .

maka perlu ditetapkan kebijaksanaan dan langkahlangkah pengembangan sistem informasi rumah sakit. Meningkatkan dan memantapkan organisasi dan tata kerja unit pengelola data dan informasi rumah sakit baik secara struktural maupun fungsional baik ditingkat rumah sakit maupun ditingkat Pusat dan Daerah 21 . pada masing-masing tingkat administrasi 1.Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.

Di Tingkat Rumah Sakit sakit. b. 4. Meningkatkan dan memantapkan pengumpulan. Meningkatkan otomatisasi sistem di Pusat maupun di dan memperluas informasi rumah sakit Rumah Sakit.2. analisis. Di Tingkat Pusat/Daerah 3. penyajian dan penyimpanan serta desiminasi data dan informasi rumah a. 5. pengolahan. Meningkatkan kualitas sumber daya tenaga pengelola data dan informasi. baik di tingkat Pusat/Daerah maupun di tingkat Rumah Sakit. . Meningkatkan pembinaan untuk pemeliharaan kelestarian sistem 22 informasi rumah sakit.

: .Dalam melaksanakan kebijakan tersebut diatas Ditjen Pelayanan Medik telah menggunakan Teknologi Informasi dalam mendukung Sistem Informasi Rumah sakit / Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit dalam bentuk : 1. Menyusun pola SIM-RS berbasis komputerisasi.yanmedik-depkes.Rancang Bangun Website RS . 2.id 2. dinkesnad. Pelatihan-pelatihan Teknologi Informasi a.Rancang Bangun CD Interaktif untuk 23 Buku Statistik Seri 1.or. 3 dan .id Dinkes Aceh : www. SIRS berbasis Web dengan alamat Depkes : www. go. di Aceh sudah ada 6 (enam) RS 3.l.

kurang 24 memperhatikan mutu dari pada data yang . juga “sangat dipengaruhi” oleh dukungan semua pihak yang terkait serta tingkat kesadaran akan perlunya data/informasi. Tanpa diikuti dengan peningkatan kesadaran akan perlunya data/informasi. pekerjaan pengumpulan data dan pelaporan hanya akan menjadi pekerjaan yang bersifat rutin dan formal saja.Keberhasilan dari upaya pengembangan dan pe-mantapan sistem informasi rumah sakit/sistem in-formasi manajemen rumah sakit. disamping di-pengaruhi oleh tersedianya sumber daya yang memadai termasuk Teknologi Informasi.

25 .