You are on page 1of 14

GANGGUAN KECEMASAN

NAMA KELOMPOK (2) :
DINA NURUL ZAKIYAH

12513538

GALUH ANDINI

13513636

M. SAFERO SEPTIAN

16513140

RIZKY PERMATASARI

16512618

TEUKU RAFI RIANSYAH

18513856

Definisi dan Macam-Macam Kecemasan
• Menurut Kaplan, Sadock, dan Grebb (1994), kecemasan adalah respons terhadap
situasi tertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi
menyertai perkembangan, perubahan,pengalaman baru, atau yang belum pernah
dilakukan, serta dalam menemukan identitas diridan arti hidup.
• Macam-macam

kecemasan

meningkatnya performa :
1. facilitating anxiety.
2. debilitating anxiety.

menurut

taraf

tertentu

dapat

mendorong

Karakteristik dan Gangguan Cemas
• Karakteristik kecemasan menurut (Davison & Neale, 2001). Kecemasan
seringkali disertai dengan gejala fisik seperti sakit kepala, jantung
berdebar cepat, dada terasa sesak, sakit perut, atau tidak tenang dan tidak
dapat duduk diam, dll.
• Ada pula beberapa gangguan cemas, antara lain fobia, gangguan panik,
Generalized Anxiety Disorders, obsesif-kompulsif, gangguan stress
pascca trauma, dan gangguan stress akut.

FOBIA
• Definisi fobia (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994) adalah ketakutan
irasional yang menimbulkan upaya menghindar (secara sadar) dari
obyek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti.
• Menurut DSM IV, fobia dapat digolongkan dalam 2 jenis, yaitu fobia
spesifik (dalam DSM II disebut “simple phobia”) dan fobia sosial.

Sintom dan Penanganan (Treatment)
Fobia
• Beberapa simtom yang ditemukan pada penderita gangguan phobia antara lain : Sering sakit

kepala, migran, Ingin tidur lebih lama, Berkeringan secara berlebihan, Otot menegang, Rasa
ingin muntah, Peningkatan rasa cemas, Berfikir secara tidak realistis, takut dan
membayangkan sesuatu bakal terjadi, Sulit berkonsentrasi dan Gemetar
• Penanganan (Treatment )

1. Pendekatan Psikoanalisis (asosiasi bebas, analisis mimpi)
2. Pendekatan Behavioral (desensitisasi sistematik)
3. Pendekatan Biologis (obat-obatan), contohnya : Sedative, Tranquilizer dan Anxiolytics

GANGGUAN PANIK
• Kaplan, Sadock, & Grebb (1994) mengemukakan bahwa gangguan panik memiliki
karakteristik terjadinya serangan panik (panic attack) yang spontan dan tidak
terduga. Sedangkan pengertian serangan panik sendiri adalah kecemasan atau
ketakutan yang sangat intens dalam waktu yang relatif singkat (biasanya kurang dari
1 jam), dan disertai dengan simtom somatic seperti berkeringat dingin.
• Davison & Neale (2001) menjelaskan beberapa simtom yang dapat muncul pada
gangguan panik antara lain sulit bernapas, jantung berdebar keras, mual, rasa sakit di
dada, pening, berkeringat dingin, gemetar, kekhawatiran yang intens, terror, dsb.

Karakteristik Diagnostik Serangan Panik
• Palpitasi, detakan jantung, atau kenaikan rata-rata jantunng
• Berkeringat
• Gemetar atau goncangan
• Sensasi napas yang pendek atau tercekik
• Perasaan tercekik
• Sakit pada bagian atas tubuh atau perasaan tidak nyaman
• Mual atau distress pada bagian perut
• Perasaan pusing, tidak tenang, sakit kepala
• Perasaan yang tidak realistis atau sensasi ketika orang merasa terpisah dari
(depesonalisasi)
• Ketakutan akan kehilangan control menjadi gila
• Takut akan menjadi sekarat
• Sensasi yang menggelikan atau mati rasa
• Dingin atau panas

Penanganan (Treatment) Gangguan Panik
1. Pendekatan Biologis (Obat-obatan), contohnya : Antidepresan dan
Anxiolytics
2. Pendekatan Psikologis, yaitu :
a. Pelatihan relaksasi
b. Kombinasi intervensi kognitif-behavioral dari Beck dan Ellis
c. Pengenalan terhadap tanda-tanda internal yang memicu

 
GANGGUAN KECEMASAN UMUM
• Generalized Anxienty disorder (GAD) menurut DSM IV (dalam Kaplan, Sadol, &
Grebb, 1994) adalah kekhawatiran yang berlebihan dan bersifat pervasif, disertai dengan
berbagai simtom somatik, yang menyebabkan gangguan signifikan dalam kehidupan
sosial atau pekerjaan pada penderita, atau menimbulkan stres yang nyata padanya.
• Karakteristik Gangguan Kecemasan Umum : kecemasan yang sulit dikendalikan,
Usaha mengalami kegagalan dan mereka menderita sebuah simtom, baik fisik maupun
psikologis, mudah merasa tidak berdaya dan sering dalam keadaan tertekan atau sulit
untuk berkonsentrasi dan Merasakan ketegangan

Penanganan (Treatment) Gangguan
Kecemasan Umum
1. Penggunaan obat-obatan
Contohnya : Buspirone, Benzodiazepina
2. Terapi Kognitif-Perilaku

 
GANGGUAN OBSESIF-KOMPULSIF
• Obsesi (Obbsession) adalah merupakan ide, pikiran, impuls,atau gambaran yang
menetapkan mengganggu. Kompulsi (compulsion) adalah pengulangan perilaku dan
memiliki tujuan tertentu yang dilakukan sebagai respon dorongan yang tidak dapat
mengendalikan atau dilakukan berdasarkan suatu ritual dan seperangkat aturan yang
membentuk stereotip.
• Empat dimensi utama dari simtom OCD, yaitu: Obsesi yang diasosiasikan dengan
kompulsi memeriksa sesuatu, Kebutuhan akan simetri dan meletakan suatu sesuai
dngan urutan, Obsesi akan kebersihan yang diasosiasikan dengan kompulsi untuk
membersihkan, Perilaku menumpukkan barang (Mataix-Cols, do Rosario-Campos, &
Leckman, 2005).

Ciri-ciri dan Penanganan (Treatment)
Penderita Obsesi-Kompulsif
• Ciri-ciri penderita obsesif kompulsif : Cuci tangan, Terlalu bersih,
Mengecek lagi, Menghitung, Terorganisir, Takut disakiti, Peristiwa,
Mencari hiburan dan Penampilan pribadi.
• Penanganan (treatment), yaitu :
1. Terapi perilaku kognitif (CBT) : menubah cara pikir dan perilaku
2. Penggunaan obat-obatan

GANGGUAN STRESS PASCA TRAUMA (POST-TRAUMATIC
STRESS DISORDERS)
• Pengalaman traumatis adalah peristiwa yang mendatangkan bencana atau peristiwa
yang menyakitkan yang menimbulkan efek psikologis dan fisiologis yang berat.
Peristiwa traumatis seperti berada dalam kecelakaan yang serius, menjadi korban
kecelakaan atau mengalami peristiwa yang mengancam hidup.
• Karakteristik Gangguan Stress Pasca Trauma : Hal-hal yang mengingatkan kembali
akan trauma, Simtom yang dirasakan sangat menyakitkan, Munculnya perasaan
yang sangat kuat dan Mimpi buruk dan pikiran-pikiran yang tidak diinginkan

GEJALA STRES PASCA TERAUMA
A. GEJALA STRES PASCA TERAUMA
1. Gejala pertama adalah penghayatan yang berulang terhadap peristiwa traumatis
tersebut
2. Gejala yang kedua adalah penghindaran
3. Gejala yang terakhir, peningkatan kecemasan dan luapan emosi
B. Penanganan (Treatment), yaitu :
1. Imaginal Flooding dan Desensitisasi Sistematik
2. Terapi Kognitif-perilaku
3. Obat-obatan, misalnya : Valproic Acid, Momoamine-Oxidose

Inhibitor