You are on page 1of 3

Size Reduction

1

Pengenalan Size Reduction
1 Pengertian Size Reduction
Sebagaimana dalam proses industri pada umumnya, proses produksi memerlukan
pengaturan umpan (feed) untuk mendapat keluaran (product) yang diinginkan. Hal ini tentu
berhubungan dengan penyempurnaan proses atau pembentukan hasil yang diinginkan. Untuk
menghasilkan produk yang sesuai terutama dalam segi ukuran, maka pada proses industri
dilakukan proses size reductionatau pemecahan.
Size reduction secara singkat dikatakan sebagai proses pengecilan ukuran suatu
material. Size reduction adalah suatu metode atau cara pemecahan material dengan jalan
menghubungkan secara langsung antara material yang satu dengan yang lain atau antara
partikel dengan suatu bagian alat yang digerakkan dengan mesin sehingga menjadi kepingankepingan yang lebih kecil dari ukuran semula. Di dalam industri pengolahan, zat padat
diperkecil dengan berbagai cara yang sesuai dengan tujuannya. Produk–produk komersial
biasanya harus memenuhi spesifikasi yang sangat ketat dalam hal ukuran maupun bentuk
partikelnya yang sangat berpengaruh terhadap reaktifitas zat padat tersebut. Pemecahan ini
juga memungkinkan pemisahan komponen yang mungkin tidak diinginkan dengan cara
mekanik, serta dapat juga memperkecil bahan–bahan berserat untuk memudahkan proses
penanganannya.Secara umum tujuan dari size reduction atau pemecahan ini adalah :

Menghasilkan padatan dengan ukuran maupun spesifik permukaan tertentu,
Memecahkan bagian suatu mineral atau kristal dari persenyawaan kimia yang terpaut

pada padatan tertentu.
Mempermudah penyimpanan,pencampuran dan penanganan bahan
Beberapa cara untuk memperkecil ukuran zat padat dapat dilakukan dengan

menggunakan berbagai cara seperti kompresi (tekanan), impact (pukulan), atrisi (gesekan),
dan pemotongan. Kompresi umumnya digunakan untuk pemecahan kasar zat padat keras
dengan menghasilkan relatif sedikit halusan. Pukulan menghasilkan zat yang berukuran
kasar, sedang, dan halus. Atrisi menghasilkan zat yang sangat halus dari bahan yang lunak

bongkahan batubara dari mulut tambang dan sebagainya. sedangkan pemotongan menghasilkan ukuran yang kasar dan beberapa yang halus. Dengan demikian sangat diperlukan untuk menghitung efisiensi peralatan tersebut. Pemecah agak kasar biasanya dilengkapi dengan ayakan atau kisi sedangkan serbuk halus dilengkapi classifier (klasifikator).dan tidak abrasif. Pada umumnya peralatan pemecah digunakan untuk rasio reduksi antara 3-7 sedangkan untuk alat penggilingan halus digunakan bila diinginkan rasio reduksi diatas 100. b Efisiensi Pemecahan Daya yang dibutuhkan untuk operasi peralatan berkaitan erat dengan biaya. terutama bila bahan bakunya berupa bongkahan bebatuan padd industri semen. Padahal energi yang diberikan kepada padatan saat peralatan beroperasi tidak semuanya digunakan untuk memecahkan padatan tersebut. d Open loop dan Closed Loop Merupakan sistem yang mengeporasikan peralatan dengan adanya recycle atau tanpa recycle. 2 a Variabel Operasi Kelembaban Kadar air umpan tidak boleh melebihi 4%. karena zat padat akan membentuk pasta yang cenderung menimbulkan sumbatan pada mesin. karena akan menyebabkan kesulitan dalam operasinya. serpihan bijih logam pada industri baja dan tembaga. e Konsumsi Energi Pada operasi pemecahan dan penghalusan sangatlah besar. . c Reduction Ratio Merupakan rasio antara diameter rata-rata umpan terhadap produk. Bila kadar air diatas 50% disarankan menggunakan alat Wet Grider yang dapat mengolah dengan baik material yang bersifat seperti pasta.

Umpan yang berukuran kecil membutuhkan alat yang lebih halus dan memiliki kerapatan yang tinggi. c KarakteristikUmpan Tingkat kekerasan. Umpan yang besar dipecah dengan alat yang besar dan kasar disertai sistem penyaringan yang masih kasar. Kapsitas alat yang besar dengan kebutuhan daya yang kecil dan hasil ukuran produk yang seragam menjadi pertimbangan dalam memilih alat pemecah. . b Ukuran Keluaran (Produk) Pemecahan untuk menghasilkan keluaran yang masih kasar tidak memerlukanpenyaringan yang terlalu selektif. densitas dan kadar air umpan menjadi factor penting dalam pemilihan jenis pemecah yang harus digunakan d Kapasitas Kapasitas dari pemecah akan empengaruhi efisiensi dari suatu proses. Demikian juga sistem pemecahan alat cukup dengan susunan pemecah yang agak longgar.3 a Faktor Pemilihan Alat Pemecah Ukuran Umpan (Feed) Jenis alat yang digunakan untuk memecahkan umpan bergantung pada ukuran umpan.