You are on page 1of 54

ALTERATA

By

Selly Anastassia Amellia Kharis

Cerita ini tentang saya. Tapi lebih mungkin tentang kami.
Cerita yang diawali oleh harapan.
...

Abu-Abu

Halo dari saya untuk kalian. Salam kenal. Menarik rasanya mengetahui
bahwa ada seseorang yang menyisihkan waktunya untuk membaca cerita ini.
Menimbang-nimbang bagaimana reaksi kalian ketika membaca ini: sedih,
senang, tertawa, atau tertunduk kaku kebosanan. Saya harap reaksi kalian bukan
kata terakhir yang baru saya tuliskan.
Menulis cerita ini: butuh bertahun-tahun, keputusasaan, kebangkitan, dan
kembali putus asa. Butuh hinaan, semangat, teguran dan harapan dari diri
sendiri untuk diri sendiri. Yah, saya seperti orang gila saat menulis ini. Tapi
tunggu, bukannya setiap orang memang memiliki kegilaan di dunia-Nya, hanya
beda kadar dan pengendaliannya. Mungkin kalian tidak setuju tapi mari saya beri
bukti. Pernah makan mie instan kan khususnya mie instan yang diberi lebel mie
goreng? Kenapa namanya mie goreng coba padahal cara masaknya enggak ada
digoreng-gorengnya kan? Cuma buka bungkusnya, rebus mienya, buang airnya,
masukin bumbu. Enggak ada digoreng-gorengnya kan?
That’s the point, kita memang perlu sedikit kegilaan di dunia ini atau kita
akan dibilang gila oleh orang-orang gila lainnya yang tentu lebih nyakitin
daripada kita sendiri yang ngaku gila. Beruntungnya saya, saya mempunyai
teman-teman yang lebih gila dari saya sehingga saya terlihat lebih normal
dibanding mereka. Beruntungnya saya juga, Tuhan memberikan masa bagi saya
untuk mengenal, beradaptasi, dan menjadi keluarga bersama orang-orang gila
tersebut. Di masa itulah juga kadang saya menjadi langit yang tak bisa digapai,
kadang menjadi tanah yang diinjak-injak, kadang menjadi ambigu di keduanya.
Maka, biarlah di hari ini, dengan ini, saya menceritakan kembali masa
kegilaan itu. Ini penting bagi saya karena di masa itu harapan dan kepahitan
yang menyangkut tubuh berkumpul menjadi satu titik nadir.
Juga menjadi ingatan: suara bel sekolah yang seperti suara speaker
tukang roti, suara Pak Budi yang menghukum siswa terlambat, pagar sekolah
yang berkarat, derik spidol mencium papan tulis, rasa soto mie yang membekas,
deras hujan yang tak bisa dilupakan, suara Pak Ahyadi yang hangat, nyanyian Bu
Sihar yang sejuk, batuk Pak PJ, dan cerita persahabatan yang mengendap dalam
kesadaran. Semua seperti telah diatur Tuhan untuk saya, semuanya melebur
dalam masa yang saya sebut masa abu-abu. Tapi percayalah kisah ini bukan
kisah anak ingusan dengan sifat kekanak-kanakannnya. Kisah ini mempunyai
keajaiban sendiri bagi pelakunya. Kisah Ini benar terjadi ketika kepercayaan akan
mimpi menipis dan keraguan akan persahabatan menebal.
Tanpa beban, tuntutan ataupun harapan, nikmatilah cerita ini, karena
apapun yang terjadi bahagia adalah tujuan akhir cerita ini.

Thank You
Thanking Allah for: -My family-My life-My friends-My laughter-My tears-My
trials-My failure-My success-everything which makes and matures me. Nature
and Nurture you give me.
Thanking parents for: everything you give and not give to me. It makes me
like human.
Thanking Allah for create some humans in Ainun, Annisa I, Annisa
Nurbaety, Devi, Dinda, Jepe, Ririn, Yayah then i call them Rumpi.
Terima kasih untuk otak yang meyakinkan saya bahwa saya pelupa
sehingga saya harus menulis cerita ini. Terima kasih untuk penemu laptop,
internet, pencipta musik, para koki, industri, dan toilet yang selalu setia
menemani saya dalam menulis.
Last but not least. Thank you for you, my readers, you are my pleasure

Semua itu membuat saya ingin mengenang masa itu. Saya pelupa. Juga
salah satu alasan menuliskan semua hal-hal berharga ini.
Mengetahui kalian masih membaca tulisan ini, setidaknya sampai bagian
ini, sudah membuat saya bahagia. Terima kasih.
Pertama dan utama, Terima kasih kepada Tuhan saya yang pengasih, Allah
SWT karena hidup yang diberikannya saya bisa merasa, saya bisa berkata baik,
saya bisa bersyukur kepada-Nya kembali. Terima kasih kepada orang tua saya
yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk membentuk rupa saya,
bertemu, bicara, berkumpul, dan melakukan hal gila di zaman yang melesat ini.

Orang besar memperlihatkan kebesarannya dari cara memperlakukan orang
kecil
Orang dinilai bukan saja dari apa yang dilakukannya, tetapi juga dari apa yang
tidak dilakukannya

Semakin banyak berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula
kemungkinan untuk berbohong
Hidup hanya sekali. Tapi bagi saya, sekali saja sudah cukup asal berarti.
Para nelayan pergi ke
kesana. Sama seperti cerita
menyuruh mimpi-mimpi itu
mewujudkannya.Dan bersama

laut, saya tak pernah menyuruh mereka untuk
ini, saya punya mimpi, juga saya tak pernah
untuk terwujud, saya hanya berusaha untuk
kalian, saya lebih yakin untuk mewujudkannya.

Abu-abu adalah sebuah masa dimana kita semua tidak jelas rupanya akan
jadi apa, kemana, dengan siapa kita bertemu, bicara, berkumpul, dan melakukan
hal gila bersama. Bagi saya sendiri, abu-abunya saya adalah Alterata. Kalian
pasti bertanya siapa atau apa itu Alterata? Sini saya jelaskan potekan masa lalu
saya tersebut.
Dalam Bahasa Yunani, Alterata berarti tiga puluh tiga. Alterata adalah
nama slank untuk SMAN 33 Jakarta, tempat saya pernah mengenyam ilmu
beberapa tahun lalu. Sekolah yang berada di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat.
Sekolah itu mempunyai 3 lantai dengan hanya satu tangga dan dua
gedung yang terpisah yang jika kalian harus pindah kelas dari lantai 3 gedung
baru (sebutan untuk gedung yang memang lebih baru dibandingkan dengan
gedung satunya yang sudah sangat lama sampai pernah atap penyangganya
runtuh) ke lantai 3 gedung lama. Yah memang sekolah itu menerapkan sistem
moving class. Katanya agar standar sekolah bisa naik menjadi sekolah standar
nasional, tapi bagi kami yang lebih percaya gosip, sistem tersebut hanya kedok
untuk menambah jumlah kelas sehingga siswa akan bertambah dan sekolah
lebih banyak mendapat uang karena dengan sistem tersebut lab-lab yang

Tuhan juga enggak pernah bilang ke Jepe kalo Jepe minta pasti dikabulkan. karena gue ngedukung elu dari dulu. berlubang. Dan itu semua yang sudah diatur. berbatu. Jangan takut duluan dong sel! Solusi dari setiap masalah yang diberikan Tuhan itu sedekat bumi dan kening pada waktu sujud! Hayo semangat!” Jessica Permata menuturkan semua pemikirannya. Tapi percayalah ini hanya gosip dan anda tidak perlu percaya. bahkan dibuang. Mungkin kita pernah direndahkan. Jadi yah kita cuma perlu berusaha. Selly Anastassia Amellia Kharis (selamat anda orang ke-1000 yang bilang nama saya panjang) adalah seorang siswa yang tidak terlalu terkenal. Saya sangat yakin akan kepercayaan ini. 2010-2011. Percaya kalau pada saat nanti waktunya. Namun. kamu. bukanlah hal mudah bagi saya. We have different thing that other never have. jadi jangan berhenti di sini. Jangan berhenti sebelum kamu bergerak. gue takut kepengurusan ini bakal hancur di tangan gue. Saya pun tidak tahu harus menyebutnya dengan penuh kebanggaan. bukan anak gahul tapi (harus) bukan anak alay. Di masa itu.” “Jangan cemasin itu. Kalau sekarang ini yang Jepe tahu. atau jalanan yang mulus seperti kulit Jepe. Jangan tanya saya mengenai kesan sekolah itu. game dan novel. kita harus tetap berjuang dan buktikan bahwa angkatan ini bukan sekadar angkatan. kita bisa melakukan lebih dari tahun sebelumnya. tidak suka untuk terkenal. Kita enggak perlu ko memastikan harapan kita bakal terwujud. “Jepe enggak ngerti sama ucapan selly tapi Jepe percaya. dan ditata sama Yang di atas. kita akan berujung di kondisi yang bahagia. “Dan ya saya percaya. 16 tahun “Gue percaya dan elu juga harus percaya. dan kita akan kembali berkumpul dengan kesuksesan di tangan kanan dan kerendahan hati di tangan kiri. Bahwa saya. Entah jalanan yang becek.sebelumnya tidak dipakai menjadi selalu dipakai bahkan terlalu dipaksakan untuk digunakan sebagai tempat belajar. Memang hanya dia yang masih bisa bercanda sesuai keadaan dan anehnya itu membantu. tidur. dan mempunyai daya tarik luar biasa terhadap makanan. malu ataukah kepura-puraan untuk menunjukkan sikap seperti jika seorang ditanya mengenai almamaternya. Saya. “Tapi bisa apa sih gue. Saya percaya itu. we have family and it’s our” Firman Wijaya Kusuma menambahkan dengan anggukan persetujuan dari pengurus OSIS yang lain. Yang Maha Agung sedang mencari jalan yang pas yang harus kita lalui dalam perjalanan ini. direncana.“ Annisa Indriyani . Tuhan cuma bilang Niscaya akan dikabulkan. dan bakal selalu begitu” Ainun Rufaidah.

Andai aku benar-benar tolol. Sejurus kemudian matahari merekah. seorang pelajar laki-laki yang mantan pacarnya (masih) wanita. Hari ini aku akan menjabat menjadi Ketua OSIS sekolah secara resmi. hilangin ketololannya” begitu ucapan pertama yang kudapat ketika pertama kali menjadi Ketua OSIS. tampak tetesan hujan menggelayuti dedaunan yang masih hijau sebelum akhirnya jatuh ke dalam tanah dan berubah kembali menjadi rinai hujan nantinya. jangan kayak anak kecil lagi. di pinggir selokan sekolah memikirkan apa yang harus kulakukan dengan jabatanku sekarang. melewati batang-batang pohon dan menyelinap ke dalam dada. Keajaiban kedelapan. para kakak tingkat melakukan siasat untuk memenangkan pemilihanku. dan Harapan menurut saya sendiri Pagi indah itu datang kembali. aku harap aku tidak menyadari bahwa mereka. Rinai hujan yang jatuh bersama alunan adzan subuh sedikit demi sedikit mulai memudar. Dalam pada itu. butuh keajaiban untuk menjadikan aku dipilih sekitar 800 siswa kecuali sebuah intrik dilakukan. Pukul enam pagi. dan pikirannya lebih dewasa daripada tingkahnya. hari ini. jago futsal. ah sialkah aku atau beruntungkah aku. “Lu tahu enggak sih kita kan masang siasat biar lu menang sel.” . Biru merajai angkasa. hari dengan keajaiban kedelapan. Semburat sinar dari langit menerobos celah awan-gemawan. “Selamat ya sel. kudapati diriku masih duduk di sini. Cahaya matahari bersembunyi di antara awan gemawan. walaupun Okky menolak semua pemikiran itu toh mereka sudah mengatakan secara tidak sengaja dihadapanku dan menyedihkannya bahwa mereka tidak berpikir otakku bisa mencapai pemikiran itu. itulah siasat yang dipasang agar aku menang. Pada saat itu yang kutahu. aku dicalonkan sebagai Ketua OSIS dengan wakil bernama Okky Akbar Soebagja. Hangat. Para siswa memilih kami karena kehadiran Okky. tembus sampai ke bumi . Aku sudah dapat membaca ketika dipasangkan dengan Okky Akbar Soebagja yang terkenal di lingkungan sekolah dan lawan-lawanku yang lain dipasangkan dengan orang yang memang tidak ingin menjadi Ketua OSIS. berbadan besar. begitu sebutannya untuk pagi ini.One Taste One Spirit! Untuk itu kita cari Harapan menurut kita sendiri Harapan menurut kamu. Aku adalah siswa yang tidak terlalu terkenal.

Mengetahui diriku yang lemah di mata orang lain. surat keputusan yang akan ditandatangani langsung oleh Kepala Sekolah akan memutuskan bahwa kamu tetap menjadi Ketua OSIS dan kasian teman-teman kamu. ini masalah ratusan siswa yang akan kamu pimpin. Maka. karena kamu mengundurkan diri di saat surat keputusan telah ditandatangani. seorang Ketua OSIS yang baru terpilih kemarin sore lalu mengundurkan diri esok paginya. “Kenapa? Apa ada masalah?” “Iya. Itu berarti mereka tidak akan memiliki Ketua OSIS selama 1 tahun lamanya. membuatku juga lemah di mata sendiri. Pikirkanlah sekali lagi. Bahkan tidak pernah ada di sekolah ini. ucapanku begitu lancar untuk kalimat ini. jika kamu mengundurkan diri. Saya turut senang. saat itu otak berbicara.” Tutur Sensei Lenny memberikan penjelasan “Iya sensei. aku berangkat ke sekolah pagi-pagi dan hanya duduk di pinggir selokan sekolah memikirkan semua kejadian itu. “Iya. Tujuan saya menghadap sensei sepagi ini malah karena saya ingin mengundurkan diri dari posisi tersebut. Ini bukan hanya masalah kamu. aku menghadap Pembina OSIS. Jangan karena masalah pribadi lalu kamu memutuskan hal ini dengan begitu tiba-tiba.“Aku tahu ko. Aku ingin. dengan perasaan aneh.” Tuturku sambil berkata dalam hati bahwa itu memang salah satu alasan selain alasan utama tersebut. Maka. Sensei Lenny. Oh iya. saat mulut terdiam. orang tua saya tidak setuju jika saya menjadi Ketua OSIS karena mereka pikir saya akan sering pulang malam dan hal itu akan menganggu pelajaran saya. begitu juga dengan saya yang baru menjabat menjadi Pembina OSIS. Aku tidak mau terbeban perasaan ini. ada apa ke ruangan saya pagi-pagi seperti ini. Aku berpikir. aku memutuskan sesuatu yang tak pernah terjadi di sekolah ini.” “Tidak perlu sensei. Ini memang jabatan baru buat kamu. dari sekarang sebaiknya kamu putuskan. tidak perlu diucapkan seperti itu. “Apa kamu sudah berbicara kepada teman-temanmu yang lain? Ini bukan masalah sederhana loh. Jika tidak. Bagaimana aku bisa memimpin mereka. Jangan seperti anak kecil yang datang ke saya lalu mengharapkan saya dengan mudahnya mengabulkan . Tidak pernah ada sejarahnya di sekolah ini. saya sudah yakin atas keputusan ini” “Kamu tahu. pemunduran diri sebagai Ketua OSIS tepat beberapa jam sebelum resmi menjabat. Selly. biasa ia disebut. dengan perasaan yang tidak karuan dan tubuh yang letih. bukan juga hanya masalah 27 orang pengurus OSIS lainnya. Berpikirlah ketika kamu memutuskan sesuatu. Ketua OSIS yang mengundurkan diri. selamat atas terpilihnya kamu sebagai Ketua OSIS. besok. aku memahami. didampingi hati sebagai perasa. Pada saat itu. dari awal dipasangin sama Okky juga udah tahu” “Iya elu udah tahu? Hahhaha masa si Selly udah tahu? Ucap seorang kakak tingkat kepada kakak tingkat yang lain. jika mereka saja menganggap aku lemah dan menyepelekan otakku.” Aneh. Sebagai pembina OSIS saya kecewa dengan kamu. orang memilihku sebagai Ketua OSIS karena apa yang aku punya dan apa yang bisa aku lakukan.

tidak makan di kantin. Aku ingin bolos rasanya tapi kemana aku harus bolos? Biasanya jika ingin bolos. entah mengobrol dengan pengurus OSIS lain yang bolos. . Sisanya mati tak terurus. Maka dengan alasan tidak ingin bertemu mereka. selamat yah jadi Ketua OSIS. Kemarin saya sudah menjelaskan mengenai biopori. kurus kering. Pelajaran pertama hari ini berlalu tanpa ada sedikit pun ilmu yang masuk. menambah kelam suasana kelas ini karena semua posterposter tersebut berlatar abu-abu dan menampilkan sosok pria tengah bayah. Bermaksud mencari ketenangan dan jauh dari pengurus OSIS lain. Mereka seperti terus berkata: Hayo belajar! Berapa puluh. “Selamat pagi. aku memutuskan untuk diam di kelas. Tiba-tiba. Melipat semua tangan mereka di dada mereka. Mereka memang belum mengetahui tentang keputusan pengunduran diriku. aku duduk di baris ketiga dari lima baris yang ada di kelas. makan dengan pengurus OSIS lain yang bolos.permintaan kamu yang hanya karena masalah pribadi kamu merusak kepentingan teman-teman kamu yang lain” dengan nada rendah yang tak pernah kudengar sebelumnya. berapa ratus. aku tinggal masuk ke ruang OSIS yang kuncinya kupegang dan menghabiskan waktu di sana. Tapi sekarang beda keadaannya. bahkan tidak ke toilet. Wajah mereka seperti menangggung beban berat. Di depan dan di samping kelas terlihat beberapa foto pahlawan. tidak bolos. atau hal apapun dengan tambahan kata “dengan pengurus OSIS lain”. Traktir yah nanti di kantin” sebagian teman menyapaku dengan kalimat yang sama setiap kali lewat dan selalu ada kata traktir di belakang kata selamat. aku ingin menjauhi mereka. Dengan raut wajah yang tak bisa kutebak. aku ingin mereka tidak marah atas keputusanku. mari kita beranjak ke materi selanjutnya. mereka menatapku. Semua Pengurus OSIS berkumpul di kelas. belajar dengan pengurus OSIS lain yang bolos. Di ruangan kelas ini memang tidak banyak yang bisa diharapkan. Kelas yang panas dan sempit menambah keruh hari ini. aku ingin mereka tidak mengetahui semuanya. Sensei memberitahu dan berlalu pergi. iya makasih” dan selalu begitu jawabanku. “Emmm. Satu-dua lampu berbentuk spiral seperti kocokan kue terlihat masih menyala. memegang suntikan. berapa ribu dari kami dipenjara dan mati untuk kalian! Jangan jadi bodoh! Poster-poster mengenai bahaya narkoba dan hiv juga terpasang di sebelah foto-foto tersebut. “Selly. Aku harus masuk kelas sekarang. Begitu memasuki kelas. semua riuh menyambutku. ‘Apakah aku benar Bel tanda masuk pelajaran berbunyi selepasnya. Hari ini begitu lama sekali berjalan rasanya. seorang wanita paruh baya pun masuk ke ruangan menyapa kami dengan sebuah salam.Tak ada senyuman. Perkataan sensei tersebut memutuskan hal ini?’ membuatku merenung. Apakah ada pertanyaan mengenai bab tersebut? Jika tidak. Tiba-tiba pada jam istirahat. yaitu ternak cacing” tutur guru tersebut lancar mengulangi materi yang setahun lalu ia jelaskan dan akan kembali ia jelaskan tahun depan.

kenapa mereka seperti itu. Meninggalkan yang lain tanpa kata pamit.” . Gue enggak bisa wujudin semua harapan kalian. pengurus OSIS yang lainnya “Gue enggak kenapa-napa Dinda. “Jangan gitu. Memberontak.. Apakah kamu yakin?” Walaupun sudah mendapat pertanyaan tersebut berulang kali. ada bagian tertentu yang mengarah pada sisi lain. Elu jangan nyerah dong. dipanggil sama Pak Anto sekarang ke ruangannya tuh” seru seorang teman tanpa bermaksud menganggu percakapan yang sedang berlangsung Merasa terpanggil sekaligus untuk menghindari semua percakapan yang menyesakkan dada.“Oh Tuhan. masih kekanak-kanakkan. Satu bulir air mata akhirnya ikut menetes dari perempuan itu.” “Selly. Kenapa. aku langsung bangkit dari tempat duduk dan menuruni tangga. Gue enggak kompeten buat jadi Ketua OSIS. “Iya Selly. berhenti di saat ini. memikirkan ulang semua ucapan Sensei Lenny tadi. gue yang slengean. gue berharap sama elu.. tapi sekarang saya tidak yakin dengan keyakinan tersebut. menuju ke ruangan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Ini udah keputusan gue” jawabku setengah hati. Pahit. Marahkah mereka? Sedihkah mereka?” tuturku dalam hati. kenapa sekarang begini?” tanya Dinda.Bukan tak berisi. Sekarang kalo elu mundur siapa yang bakal jadi Ketua OSIS.tadinya saya yakin. “Emm. Apatah mau di kata.” Tutur Okky kaku “Yah elu taulah gue.. Seperti ingin pergi. pokoknya enggak panteslah gue jadi Ketua OSIS. “Lu kenapa sih sel? Kemarin lu tuh masih baik-baik aja kan. Nis . tapi. duduk di sini” seru Pak Anto mengetahui kehadiranku di depan ruangannya “Baik Pak” “Saya sudah mendengar kabar pengunduran diri tersebut dari Sensei Lenny. gue pengen berhenti di sini. Kita harus berjuang sama-sama. lamat-lamat dan tiba-tiba menjadi asing dengan sosok yang ada di hadapannya padahal sudah satu tahun mereka bersama di sekolah itu. Getir di sini “Rasanya kosong.Maaf” Mereka semua hampir tak percaya mendengarnya. memulainya saja belum kenapa harus berhenti.” Ucapku jujur pada mereka “Gue capek. ”Sudah terlambat untuk bersembunyi sekarang. rasa untuk menjawabnya tetap seperti pertama kali menjawabnya.” Tambahku juga dalam hati “Kami tidak marah sama kamu sel” tutur Annisa membuka percakapan “Kami hanya bingung sama kamu. Menatap lekat mata bulat yang barusan bicara. sosok d ihadapan mereka memang telah patah.” Ia menjawab semua pertanyaan di hatiku secara sempurna.

ko seperti itu? Dari pemilihan umum yang dilakukan beberapa hari lalu sudah memutuskan bahwa suara saya dan Okky lebih unggul dari kandidat lainnya. Okky secara otomatis naik menjadi Ketua OSIS dan Annisa menjadi Wakil Ketua OSIS I. Okky mempunyai pikiran yang mandiri dan khas. Tunggu bapak ambil beberapa dokumen dahulu” seru Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan tersebut seraya mengambil beberapa lembar kertas berisi data perkembangan siswa SMA sekolah tersebut. Penilaian semacam ini tidak adil untuk Okky. saya tidak akan menaikkan Okky sebagai Ketua OSIS tetapi saya akan menaikkan Annisa dan Okky tetap ada di posisinya bahkan bisa saya ganti. Tapi saya harap kamu menjalani semua proses ini dengan bertanggung jawab. melihat prestasi akademiknya yang berada di bawah. Sekali lagi. saya memutuskan “Saya akan tetap menjadi Ketua OSIS” “Baik. Sekarang bagaimana?” Dengan pemikiran singkat dan sadar. jadi ketika kamu mengundurkan diri. bukan sebaliknya. Amat peka” Protesku sekali lagi “Keputusan saya sudah bulat. . “Mari kita lihat data peringkat kamu. Konvensi yang aku buat pertama adalah tidak ada kata penyesalan. kalau keputusan kamu begitu. Dan juga peka. saya bisa melakukannya. Aku tidak akan pernah menyebut atau merasa menyesal karena menduduki posisi ini. Bukankah sudah seharusnya ketika saya mengundurkan diri. maka kembali lagi pada konvensi pertama: tidak ada penyesalan. Menurut saya sendiri.” “Loh pak. Mungkin Okky kalah dengan Annisa dibidang akademik tapi hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa Okky juga akan kalah dengan Annisa dibidang organisasi. Okky layak menjadi Ketua OSIS.” “Iya Pak lalu apa hubungannya peringkat pemunduran diri saya sebagai Ketua OSIS?” akademik tersebut dengan “Gini. semua ada di tangan kamu. Aku akan membuat perjanjian terhadap diriku sendiri mengenai semua hal ini.” Seolah tidak terjadi perdebatan antara kami.. Jika ada masalah. Lagipula surat keputusan mengenai Serah Terima Jabatan belum ditandatangani sehingga saya bisa menyatakan dan membenarkan hal ini” “Saya tahu akan hal itu tetapi cara kepemimpinan seseorang tidak bisa dinilai dengan nilai akademiknya.” Protesku mengetahui bahwa hal ini tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan sebelumnya “Sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.dan Okky ada di peringkat 117. setelah melihat peringkat akademik terseebut. ia menyalamiku dengan senyum dan mempersilahkan aku keluar Sebelum aku menyampaikan semuanya di hadapan Pengurus OSIS yang lain.“Ini masalah penting! Putuskan sekarang! Biar saya beri gambaran mengenai keadaan yang akan terjadi setelah kamu mengundurkan diri. pikiran yang berdaya renung. Emm. Semua keputusan ada di tangan kamu. Okky selaku wakil Ketua OSIS I dan Annisa Indriyani selaku wakil Ketua OSIS II” “Iya nama kamu ada di peringkat 3 dari satu angkatan. sedangkan Annisa ada di peringkat 5. Annisa yang akan naik ketika kamu mengundurkan diri menjadi Ketua OSIS.

ataupun harapan setiap siswa karena saya menemukan sendiri harapan ini. Harapan saya: Melindungi Pengurus dan Anggota OSIS. Dari perdebatan tersebut. Memang benar kata pepatah. namun adakalanya sesuatu yang menyakitkan dapat menjadi obat yang menyembuhkan. .Untuk pertama kalinya di hari ini. saya menemukan harapan saya sendiri mengapa saya harus menjadi Ketua OSIS. tidak semua obat menyembuhkan penyakit. harapan Pak Anto. aku menemukan senyumku kembali. Hal ini berbeda dengan harapan mereka.

Dan sayangnya lagi kita enggak punya uang buat bikin labirin itu. mereka ngelewatin labirin yang di dinding-dindingnya di pasang foto-foto SMAN 33 Jakarta selama 33 tahun terakhir. nah kan nama lu ada e-nya jadi lu resmi masuk petot” Pirman Wijaya Kusuma dengan ejaan sebenarnya Firman selaku ketua angkat bicara. Firman tersentak “Apaan sih lu!” Yayah datang dan menengahkan pembicaraan. Mereka yang juga memaksa memasukkan nama pengurus OSIS lain ke dalam Petot. kita keluarga enggak ada geng kayak gitu. Tio. Mereka anak-anak muda banyak akal. Petot terus melaju. Mereka Pirman. Okky. yaitu para pengurus perempuan dan tentu saja Sang Aji yang ditolak mentah-mentah karena ejaan namanya yang tak ada di huruf Petot. apaan tuh Petot!” “Iya bener tuh bener” Firman langsung pergi berlalu seraya percaya bahwa di dunia ini memang ada hal yang tidak bisa dilakuin seperti Sang Aji yang tak akan pernah menjadi anggota Petot.” Dengan semangat bergema-gema. Mereka kreatif. “Iya jadi nanti pas penonton pensinya datang. “Weh man. Mereka nekat. Sang Aji juga beloman masuk tuh” “Sang Aji yah emm S A N G A J I emm” Firman kehabisan akal “Mampus luh man. ini aja kita masih kurang 40 juta. Mereka berselera tinggi. “Oh iya Maher belum masuk Petot. wEsnu. Tamput (Tama Putih) Mereka gila.” Tutur Dinda seraya menghitung uang yang sudah dia rapikan sesuai nominalnya . mereka bisa membuat ide-ide gila yang kadang tak pernah dipikirkan oleh kami semua.PETOT Mereka menamakan diri Petot. Walaupun Petot banyak ditentang oleh pengurus OSIS yang lain. berwawasan global dan cinta wanita lokal. Dengan candaan dan kreativitas mereka. Mereka pantang menyerah. jadi kaya nonton film bisu gitu.”Enggak ada Petot-petotan. Tsaqib. Mereka humoris. Mereka (masih) manusia. Sang Aji enggak ada huruf yang sama” Celetuk Wesnu seraya diiringi tawa semua yang mendengar. Tio mengutarakan ide-idenya “Ih bagus tuh yo idenya tapi sayang kita enggak punya foto 33 dari 33 tahun yang lalu.

Tio membalikkan muka ke arah tembok.“Gitu ya emm gini aja kita enggak usah pake foto-foto tapi kita bikin satu layar isinya gambar sponsor-sponsor buat penontonnya foto-foto kaya di red carpet artis gitu loh. pusing gue ngapa jadi ngomongin si Black. “Eh tapi gue enggak punya pulsa” “Yeh amis luh bet. “Ah Tama. kalau bisa ide ini gol. dan Firman segera menarik gagang pintu “Weh mau kabur luh ya man!” Yayah yang juga adalah ketua GreenAct segera mencegat Firman “Udah sono lu pergi bersihin. dia selingkuh kan Bet sama Wanda” “Ah Tama jangan sebut nama ke!” “Sorry-sorry makanya bet kalo cari cowok jangan kayak dia. Wesnu segera menyibukkan diri dengan buku. enggak gue udah bisa move on ko. buruan tuh Bet telponin Bang Dodo “Weh Petot-petot lu pada belum bersihin biopori ya?” Yayah dengan aksen nyablaknya memekikan suaranya ke seluruh ruangan teringat laporan yang ia terima. kan keliatannya ‘wah’ kita punya acara” “Nah itu better. jadi susah kan tuh gue kabur!” Aang yang tidak merasa bersalah pura-pura tidak mendengar. Dengan muka yang cemberut akhirnya Firman dan Tamput pergi menuju selokan yang . Lain kali minta isiin tuh sama Black. udah item selingkuh lagi” “Yah Tama kan dulu gue cinta sama dia” “Alaah sekarang juga masih cinta kali” Yayah tiba-tiba datang dan duduk di tengah mereka “Sialan luh yah. Petot bergiming. kan gue cewe tegar” “Tegar tuh yah dalam hati mah bergetar” Yayah tanggap menyaut dan menoleh ke Tamput. pacar luh” Tamput memberikan handphone terbaru miliknya yang bahkan untuk golongan orang bergaji belum mampu dibeli. nih pake handphone gue.”Betty selaku seksi acara sigap mengambil handphone untuk menghubungi Bang Dodo selaku pimpinan EO untuk mengkonfirmasi ide Tio tersebut. gue kan udah putus sama si Black” “Oh iya lupa gue. tanda minta persetujuan “Iya kan Tam?” “Iya-iya aja deh gue. gagang pintu lu rusakin. nanti kita tanya EO deh apa bisa sekalian dibikin kaya gitu biar pengeluaran dana kita untuk dekorasi berkurang” Okky memberi jalan tengah “Okesip gue tanya ke Bang Dodo dulu. sama si Tamput tuh sekalian bareng” “Ah lu sih Aang.

gue tahu lu anak IPS. cacingnya mau makan apaan.berisi lubang-lubang biopori. lu enggak diajarin beginian tapi jangan bego-bego amat” Firman datang dan langsung melejit matanya melihat apa yang diperbuat Tamput “Lah gue bego apaan. Firman kembali dengan melihat hasil kerja yang dilakukan Tamput. luh mah yah jangan ketahuan banget begonya.” “Ada Pak Maryono mah lu dikempesin Tam” “Yeh gue mah sama Pak Maryono rukun. mau makan semua lemak yang ada di perut lu kali” “Oh gitu gue mana tau. apalagi ngebuang foto orang tua di duit seratus ribuan” “Yeh yang fotonya Kapten Pattimura aja elu enggak buang apalagi yang fotonya Soekarno-Hatta ganteeeeng!!!” . gue gak pernah bersihin gini-ginian. Keduanya saling berbagi tugas Tamput membersihkan lubang biopori dan Firman mengambil cincin biopori yang baru untuk dipasangkan dalam lubang dengan panjang 1 meter dan berdiameter 20 cm itu. kan katanya suruh bersihin yah gue keluarin semua daundaun kering dari lubangnya biar bersih” “Ganteng bego lu mah tam. gue tahu. Beberapa saat kemudian. Nih buktinya. nah ini lu keluarin semua daun-daunnya. “Weh Tamput. yang namanya biopori itu emang dikasih daun kering biar ada cacing-cacingnya buat gemburin tanah biar air hujan dapat masuk gitu. dia tahu kalo gue selalu ngehormatin orang tua. gue gak pernah ngebuang foto orang tua.

.

Selama berbulan-bulan menjabat semua kata-kata itu terasa melingkar di kepala dan seharusnya kata-kata itu membangun semua sifat yang baik menjadi lebih baik. salah satu pengurus OSIS kepada saya “Saya tidak tahu apa yang sudah saya lakukan. Mendengar ocehan itu entah untuk berapa kali lagi. Menyembunyikan semua amarah saya demi sebuah pencitraan dan percontohan. marah. membuat hatiku menyuruh untuk menyerah. Ternyata bukan aku sendiri yang merasakan. Pemimpin itu harus seperti B. Sayangnya. Seseorang yang dengan kewibawaan luar biasa dapat mengubah sekolah menjadi apa yang diinginkan. Sayangnya. saya harus selalu tersenyum untuk setiap keadaan bahkan ketika sedih pun saya harus tersenyum. Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. menjadi gila dan berbuat salah. “Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan sekarang?” tanya Jessica. kata-kata itu malah memakan semua yang ada di diri untuk menjadi aku yang tidak meng-aku. tidak satu pun yang pernah mengatakan bahwa pemimpin itu harus menjadi dirinya sendiri. Dua kali. Aku telah berusaha untuk menjadi apa yang mereka mau. Lapangkanlah hati untuk keadaan tersebut. aku kehilangan jati diri. Kamu inginkan agar kami . Akhirnya.Aku tidak Meng-Aku “Selly. Lebih panjang. tapi saya yakin bahwa saya telah berubah. Tapi sekarang rasanya. kamu harus berwibawa” “Kamu tuh pilar harus nyontohin yang bener dong!” Sekali. Dulu saya dengan begitu mudah untuk tertawa. temanteman lain juga mulai merasakan perubahan tersebut. Ketika beberapa orang berkata. maka bersiaplah untuk berkorban dan berlapang. Seseorang yang dengan sekali bicara dapat membuat semua orang yang mendengarnya diam. jadi pemimpin itu harus seperti A maka aku berubah menjadi A. Seorang yang bukan aku. menjadi aneh. Dan sekarang itulah yang sedang kamu lakukan. Lebih menyakitkan. suka atau tidak. berkharisma dikit kek!” “Ko Ketua OSIS gitu sih kelakuannya” “Kamu tuh Ketua OSIS.” “Menjadi pemimpin. maka aku berubah menjadi B.

” “Ya. perubahan memang perlu ada tapi jangan sampai perubahan itu membuat jati diri kamu hilang cenderung mati. kamu harus lebih hebat dari kami semua. lebih tabah dari Aca yang baru kemarin kehilangan ayahnya. bagaimana saya bisa menjadi pemimpin yang baik.. saya mengerti. saya menjadi B. juga pemimpin untuk diri kamu sendiri. tapi kadang dapat menjadi boomerang buat kamu sendiri. Sudah saatnya. Mungkin saya hanya lelah untuk mengikuti semua ocehan-ocehan yang saya dengar. harusnya kamu juga bisa memimpin diri sendiri.semua. lebih sabar dari kesabaran mengerjakan tugas biologi Bu Merry yang berbuku-buku. Jessica. Pemimpin untuk orang lain. Hal yang baik tetap saya pertahankan. Perkataan orang lain memang terkadang penting. jangan dituruti semua. dan sebagainya. orang-orang yang kamu pimpin menjadi orang hebat? Jika iya. Menduduki posisi pemimpin dengan lebih nyaman.. Yang dipimpin juga harus belajar lapang kan?” Begitulah percakapan yang membuat saya tersadar akan siapa diri saya dan siapa pemimpin itu. saya mulai menemukan jati diri saya. Dia tidak pernah kesepian. Seiring perjalanan waktu. saya hanya menjadi-jadi” “Sel. Banyak orang kan bilang kalau semua orang adalah pemimpin. . Tapi karena itu terlalu umum dan enggak punya prestige karena mengabaikannya dimiliki semua dan terlalu orang. yang membantu saya menemukan arti pemimpin itu. Kamu harus membuat filter untuk semua ocehan itu. Ketika kamu bisa memimpin orang lain. saya buang. disegani. Saya juga tersadar bahwa pemimpin itu bukan orang yang duduk kesepian di puncak piramida. Sudah saatnya mereka tahu. akhirnya memikirkan bagaimana banyak saya orang menjadi pemimpin di mata orang lain. dia selalu di kelilingi orang-orang yang dapat membantunya. Pemimpin itu duduk di kursi penonton. Seperti yang telah dilakukan teman saya.. Saya menjadi A. Hal yang tidak baik dari diri. Saya yakin kamu pasti bisa. kamu itu pemimpin. Cukuplah.

Hasilnya adalah kepura-puraan. diri yang tak ditemukan dalam terang dan diri yang abadi Dan aku tidak mau berpura-pura lagi menjadi ke-aku-an. I run my own race. Tetapi. Aku bukan Ka Vania.Perry_ . Aku mencari. dan terus menerus mencari. That’s me and I’m free _Jenny G. or form. bukan Soekarno. to be better than i was before. Aku adalah aku. juga Hatta. in any way. kekelaman atau ketersesatan. Ambisi itu akhirnya Cuma bisa sejenak “masuk” mencapai sebuah penguasaan kognitif. Gelap yang tak diartikan sebagai ketakutan. Merindukan saat-saat dimana aku bisa merasa begitu nyaman berdiam dalam gelap.Aku tidak mau jadi munafik. Percobaan menyembunyikan pengaruh bawah sadar yang telah aku lakukan. Aku bukan semuanya. I have no desire to play the game of being better than anyone. Seringkali aku menangis diam-diam karena merasa apa yang aku lakukan bukanlah diriku sebenarnya. menuju dan menjadi Aku. bukan Annisa. dengan sisi lain diriku. I just aim to improve. sok suci atau semacam itu. shape. I am in competition with no one. gelap yang mempertemukan aku dengan aku yang lain. Andaikan kalian memahami aku sebagai aku Maka yang penting bukanlah ambisi “aku menjadi”. Aku bukan Mahatma Gandhi. bukan Ka Mentari.

Di Titik 0 KM .

.

bukan juga bukti. Gw cukup yakin bahwa sudah menjadi kodrat bagi perempuan untuk religius. tapi hati aku gak pernah boong . Sekarang ini. entah zaman apa namanya. Jangankan mereka. Rakyat benar-benar tidak tahu harus cari kebenaran pada siapa. saya saja juga bingung. Justru lawan katanya yang sangat mudah untuk dicari dan dibicarakan. Perempuan dan iman seharusnya berjalas selaras. Mereka menentukan sebagian besar pilihan pilihan dalam hidupnya bukan menggunakan logika. Lebih mudah kita sebut zaman edan.Perempuan di Luar Garis Lurus Kebenaran makin sulit dilihat. tapi hati aku ga pernah boong Kamu jangan deket2 sama kimberly Kenapa? Emang kamu kenal dia? Nggak. melainkan iman Kamu percaya tuhan? Percaya Emang udah pernah ketemu? Belum tapi aku yakin dia ada Buktinya mana? Ga ada. tapi aku yakin dia ada apa apa sama kamu Buktinya mana? Ga ada.

Entah elu bodoh atau pantang menyerah’ Saya yang ditanya tentu saja hanya bisa tersenyum-senyum sendiri dan baru sekarang saya tahu apa maksud perkataan tersebut. “Kejauhan sel kalau SMA di sana dan mahal ongkosnya entar” begitulah alasan orang tua saya yang sudah menjelaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain menerima keadaan. di Sekolah B yang banyak orang-orang pintarnya. berkali-kali gagal tapi nyoba lagi. makanya saya pantang menyerah hingga keliatan bodoh karena menjadi bodoh itu butuh banyak pengorbanan. Maka. Malu jelas saya alami karena di saat teman-teman saya bersekolah di Sekolah A yang banyak artisnya. karena menjadi bodoh dan pintar sama-sama membutuhkan pengorbanan. Seorang sahabat saya di Perguruan Tinggi berkata ‘Tau gak yang menarik dari elu apa? Elu berani banget nyoba-nyoba.Sebuah ide membakar pikiran saya berhari-hari. Kisah ini adalah pengalaman saya. Apa gerangan yang membuat seseorang harus menjadi pintar? Apa yang sesungguhnya terjadi ketika seseorang memutuskan ingin jadi bodoh? Apa yang dicari seorang “pintar” di dunia ini? Dinamika apa yang sebenarnya terjadi antara bodoh. Menjadi bodoh itu susah. maka saya menulis kisah ini. dan semesta raya? Memikirkan hal-hal tersebut membuat saya menapak tilas tentang kehidupan saya. Dan hal terburuk yang saya citrakan pada diri saya adalah saya bodoh dan mulai menjadi orang buangan. mungkin orang lain akan belajar sesuatu dari hal ini sehingga di kemudian hari. ia pun dapat membagi pengalamannya juga kepada saya dan yang lainnya. Ini timbal balik yang begitu indah bukan? *** Lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang cukup bergengsi dan masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diremehkan telah membuat saya banyak diremehkan teman-teman saya. saya lebih memilih berjuang untuk menjadi pintar. Karena saya ingin orang lain lebih cepat sadar akan hal ini. Suatu hari. Jangan pikir bahwa kalimat tersebut datang dalam sekelabat waktu. orang bodoh. . Saya butuh bertahun-tahun dari hidup singkat yang Tuhan berikan untuk mencapai kesimpulan tersebut. saya hanya bisa bersekolah di sekolah yang bahkan tidak mempunyai ruang aula untuk kegiatan-kegiatan sekolah.

toh tetap terus membuat ulang proposal-proposalnya walaupun semalaman ia tidak tidur untuk mengerjakan proposal itu. Karena setelah pembagian rapot tersebut. Ini bukan fase terparah dalam hidup saya. Akhirnya saya benar-benar percaya bahwa saya bodoh. malas bersekolah. jika dahulu nilai matematika saya selalu di atas 9. di SMA nilai matematika saya bahkan tak pernah mencapai nilai 7. saya mudah tersinggung ketika disebut salah.Saya mulai merasakan kebingungan dan ketakutan bahkan muak setengah mati dengan hidup saya. saya melihat banyak orang hebat. di keluarga baru saya. hidup saya mulai bertransformasi. Saya tidak secure lagi dengan kecerdasan saya. ketika kalah. Tersinggung karena seakan semua itu pertanda bahwa saya (benar) bodoh. Di sana. Ataupun Jessica yang menjadi apa adanya dalam keadaan ada apanya sekalipun. dulu dalam sehari. Ayah saya yang jago bahasa hanya bisa terdiam ketika melihat anaknya mendapat angka 5 di rapot untuk Bahasa Jepang. Okky yang begitu diremehkan karena kekanakan pada saat berkumpul bersama teman-temannya. selalu di bawahnya. Yang tidak pernah dan sangat menjaga mulutnya dari mengatakan saya bodoh. Ainun yang menangis berkali-kali karena proposal-proposalnya dicoretcoret Pak Pur karena salah. saya lebih sering bertemu guru dan teman daripada orang tua dan ucapan mereka bahwa saya bodoh. bahkan malas berpikir. dari teman sampai bahkan guru. meresap ke benak dan bawah sadar. lama tidak digunakan. Saya mulai untuk malas belajar. menjadi dewasa luar biasa ketika dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS. Kemampuan berbahasa saya yang dahulu fasih pun menjadi kaku. Mereka semua menerima hidup mereka dan bersyukur atas apa yang mereka dapatkan. Saya terlalu lama hidup di dalam kebencian atas hal-hal yang tidak saya inginkan: saya membenci bersekolah di sekolah yang orang tua saya inginkan. “Sell. Ibu bahkan kalau kekesalannya memuncak atas kelakuan saya. adalah orang tua saya. membenci teman-teman saya yang hidup . mulailah banyak orang yang menyebut saya bodoh. Nilai-nilai rapot saya menurun drastis. saya adalah salah satu siswa berprestasi di SMP saya dulu. ketika gagal. Jujur sebenarnya saya tidak sebodoh itu sebelumnya. ko gitu sih? Jangan jadi orang tidak pintar dong nak” Tapi sialnya. Tapi semua pemikiran ini membuat saya bodoh dan saya benar-benar menjadi bodoh. saya menemukan titik balik dalam kehidupan saya. Melalui OSIS. tentu ke arah yang lebih baik. Dan karena saya minder dengan kecerdasan saya. Saya belajar dari mereka dan inilah yang tidak pernah diajarkan oleh sekolah. Akhirnya. paling ekstrim mengucap bodoh dengan kata tidak pintar.

Saya belajar giat hingga malam buta demi perbaikan nilai-nilai saya. Yah. merendahkan. Saya mengalami benar kalimat terakhir dari paragraf di atas. saya mulai berubah. Membenci membuat saya marah dan frustasi.. dan tidak melihat perjuangan saya. Daripada sakit mendingan hindarin. Tapi karena cap bodoh yang begitu melekat pada saya akhirnya saya memilih untuk berhenti. Saya tidak akan menyerah. saya memberanikan diri untuk menjadi calon Ketua OSIS. gagal itu apa sih? Cuma sebuah keadaan dimana manusia terbentur oleh kekurangannya dan dihadapkan pada dua pilihan: berhenti atau coba lagi. untuk membiarkan ketakutan membuat saya gagal sehingga saya terus berusaha. Pencapaian. Tidak peduli berapa banyak orang yang menghina. “I know who i am. ada peribahasa yang mengatakan bahwa bergaullah dengan tukang parfum maka anda akan berbau parfum dan akibatnya teman-teman yang merasa lebih pintar dari saya lebih memilih bergaul dengan orang-orang pintar lainnya karena ingin tertular pintar daripada bergaul dengan saya. Pada akhirnya ketidaktahuan membuat saya merasa bodoh. Membenci juga membuat saya mengutuk.. ‘Daripada keliatan jelek mendingan gak usah dilakuin. mendingan . saya begitu takut gagal karena takut dibilang bodoh (lagi). Saya menyerah sebelum memulai. Menjadi bodoh berarti harus menjadi orang terakhir yang dipercaya guru untuk mengikuti seleksi lomba dan kadang tidak diikutkan karena anggarannya lebih digunakan untuk orang-orang yang lebih pintar daripada saya. Daripada hasilnya enggak maksimal mendingan kerjain yang lain. Padahal kalau dipikir-pikir. saya ikuti semua kompetisi yang bisa saya ikuti. dan percayalah.. Sedikit demi sedikit. Daripada .lebih baik. mencaci dan tidak ingin tahu apa yang terjadi. Saya berjuang untuk memperbaiki masa SMA saya. pencapaian yang saya lakukan menambah kepercayaan diri saya..” Kata-kata itulah yang selalu saya katakan ketika keadaan tidak menyenangkan bagi saya. bahkan membenci takdir-takdir Tuhan untuk saya.’ selalu ada kata-kata yang dapat saya padankan untuk mengisi kalimat tersebut yang akhirnya selalu membuat saya batal untuk maju pada zaman saya SMA. Dahulu. . Saya mulai memetakan tujuan hidup dan mencapainya satu per satu. Kegagalan adalah teman setia saya dalam proses pencapaian tersebut. Menjadi bodoh menyempitkan pergaulan saya. Itulah kuncinya. Andai mereka tahu. bahwa bodoh bukanlah penyakit dan tidak akan menulari mereka. I am not what they say. Akhirnya karena bosan menjadi orang bodoh dan mempunyai teman-teman OSIS yang pantang menyerah. takut akan membawa pengaruh negatif bagi mereka katanya. Dulu. saya memang seringkali gagal tapi saya terlalu ingin sukses. bahkan orang bodoh pun tidak suka merasa bodoh.

Saya juga tidak mau menjadi orang bodoh lagi karena menjadi bodoh itu susah. bagaimana mereka masuk ke UNJ dan sebagainya. Maka dari itu. Juga melihat perjuangan semua penerima Bidik Misi di Kampung Bidik Misi Jilid II. saya tidak khawatir disebut bodoh. melihat kesedihan Icha harus meninggalkan ibunya sendirian di Sukabumi. Jauh dari itu. karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua” Kini pun saya bahagia dengan hidup saya. anggap semua pelajaran mudah. dan semua akan jadi mudah. dan berhasillah kau. dan kau harus percaya akan berhasil. Butuh banyak pengorbanan dan ketika saya mulai takut mencoba sesuatu maka saya mengingat kalimat di bawah ini. bagaimana mereka menyadari miskin bukan akhir segalanya. Bagaimana mereka harus menempuh jalanan Jakarta yang jauhnya ribuan kilometer dari kampung mereka. mendengar Resti yang belajar setengah mati hingga kurang tidur. Ibu saya hanya seorang tukang kue dan ayah saya pengangguran. Tidak masalah bagi saya. Bukan karena saya orang kaya atau lebih dari itu. Saya menganggap bahwa kritik dari mereka adalah pembangun untuk saya. Mereka bercerita tentang susahnya hidup mereka. Terus melangkah apapun rintangannya karena apa yang ada di depan kita dan apa yang ada di belakang kita adalah hal kecil dibanding dengan apa yang ada di dalam diri kita masingmasing. Saya bertemu Mezika yang harus berpisah jauh dari Padang. Orang bisa berkata apapun tentang saya. mereka toh tetap berjuang. saya mendengar teman-teman Bidik Misi di Universitas Negeri Jakarta bercerita mengenai perjuangan mereka. Sesusah apapun. merekalah cerminan dari kekayaan hati dan pikiran. . berbahagialah orang yang memiliki kekayaan hati dan pikiran. bagaimana mereka bertahan untuk diterima dari ratusan ribu orang yang menginginkan posisi mereka dahulu. jangan takut pada pelajaran apa pun. Seringkali.Kini. saya lebih menyadari kekayaan hati dan pikiran mereka. Semua mereka lakukan karena mereka tahu susahnya perjuangan mereka untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Bagi saya pribadi. Hidup saya memang sudah susah dan penyesalan hanya menambahnya lebih susah. karena saya tahu persis saya tidak bodoh dan Tuhan terlalu baik sehingga tidak mungkin Ia memberikan kebodohan pada umat-Nya. “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran. Janganlah padam dan menyerah untuk berjuang di jalan yang kita yakini masing-masing. Pernah dihina bodoh dan tidak dianggap membuat saya mengerti bahwa kemiskinan terberat bukanlah kemiskinan ekonomi melainkan kemisikinan hati dan pikiran. dan saya tidak akan tersinggung.

.

Juga untuk pertama kalinya. Kalian pasti tahu jangka kayu untuk papan tulis. Saya tidak akan pernah lupa momen itu. Dengan ujung paku dan panjang sekitar setengah meter. Jujur. . Setiap jalan yang ia lewati pun selalu sepi seperti seorang Presiden yang sedang melintas. saya menemukan persamaan yang selama ini saya kais-kais antara saya dan seorang guru. Dan pada saat itu hubungan saya dan Pak Panjaitan sebagai seorang murid telah mengalami masa kadaluarsa. menancapkan paku besi di papan tulis hingga berbunyi hanya untuk membuat satu lingkaran. mungkin peristiwa hebat yang saya katakan sebelumnya punya pro dan kontra. Hal ini bukanlah hal paling menakutkan bagi murid-murid. Mungkin saya hanya membutuhkan sebuah peristiwa hebat untuk menemukannya. bagaimana Pak Panjaitan dengan mulut sedikit menggerutu setelah mengomel. Kalian tentu bisa membayangkan. untuk pertama kalinya saya menangis karena sebuah perpisahan. Bukan hal aneh jika kamu ada di posisi sebagai murid Pak Panjaitan. Pak Panjaitan menjelaskan pelajaran yang menjadi momok paling menakutkan untuk anak seumuran kami. I Call His Pak PJ Pada bulan yang tak pernah saya ingat. *** Pak Panjaitan adalah seorang guru yang pasti tidak mudah dilupakan oleh murid-muridnya bahkan hingga ayah saya yang juga muridnya masih mengingat baik bagaimana sikap dan cara Pak Panjaitan mengajar. Yah. Padahal “sesuatu” itu ada di bawah hidung saya. Dan kata mereka hal yang paling menakutkan ketika ia mengajar adalah ketika ia mengajarkan tentang lingkaran. Hubungan mempunyai masa kadaluarsa. Perpisahan antara saya dan guru matematika saya. setiap kali mengajar Pak Panjaitan selalu membawa penggaris kayu 1 meter di tangan kirinya sedangkan tangan yang lainnya memegang buku. bersemayam dalam diri tanpa saya sadari.It's All about My Teacher. Dengan logat Bataknya yang khas. ia bukan guru yang saya favoritkan atau lebih dari itu. di atas kaki saya. perpisahan saya dan Pak Panjaitan. Bagaimana tidak. Saya akan berbagi dengan jujur tentang pengalaman saya pada posisi sebagai si penerima reaksi. tapi setidaknya itu hebat dan mengubah mindset saya tentang arti seorang pendidik. Murid-murid yang ada di sana entah kenapa seperti punya radar Neptunus yang ketika salah satu tanda kemunculan Pak Panjaitan terlihat maka anak-anak segera masuk kelas dan duduk rapi dengan sendirinya. Menurut mereka ini adalah awal dari ketakutan.

Ketika ada murid yang ketahuan mengobrol maka Pak Panjaitan akan segera mengeluarkan jargonnya yang terkenal dari tahun ke tahun.Pernah suatu kali. Begitu pun dengan Pak Panjaitan. Semua anak yang mengenal Pak PJ pasti tahu bahwa Pak PJ adalah seorang guru yang sangat teguh pendiriannya. Saya akui saya memang salah tapi tidak ada alasan yang menyadarkan saya kenapa saya harus berubah. Hingga akhirnya perpisahan itu datang. saya bisa mengenal lebih dekat dengan sosok guru-guru. Ia menjadi menakutkan hanya karena stigma yang sudah ada selama bertahun-tahun di sekolah. Pak PJ sejujurnya bukan sosok yang menakutkan. tak ada murid-murid yang berani mengobrol ketika pelajaran berlangsung. Saya pernah membolos ketika pelajarannya. makan-makan tetapi Pak PJ tak pernah saya lihat mengikuti atau menerima hal-hal seperti itu. Pak PJ tidak memukul dengan penggaris lagi tetapi memukul dengan penghapus dan tangan juga ditambah tatapannya yang lebih cetar membahana badai. rasa hormat saya bukan bertambah malah semakin berkurang. Alasan saya pada saat itu sangat sederhana. Di dalam kelas. beberapa kali saya sering nakal dalam kelasnya. yaitu gaji yang ia peroleh setiap bulannya. Pak PJ tak pernah mau menerima hadiah atau apapun selain haknya mengajar. Semakin lama saya malah cenderung untuk tidak menyukai mereka. pernah izin keluar ke toilet padahal saya pergi dan mengobrol serta kembali dengan membawa barang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pelajaran matematika. Katanya biar Pak PJ (panggilan akrab untuk Pak Panjaitan) tidak mukul-mukul papan tulis lagi pakai penggaris kayu. Pada saat acara HUT . Selain itu. Dan walllaaaahhh setelah penggaris kayu disembunyikan. cinderamata. pernah membawa makanan ke dalam kelasnya. di pelajaran kelas lain penggaris kayu Pak Panjaitan tertinggal. tindakan mereka sangat tidak berwibawa. Karena kebencian kepada beberapa guru itulah. saya tidak menyukai tindakan yang dilakukan beberapa guru saya terhadap saya dan teman-teman. Semakin saya mengenal siapa sosok guru. karena aktif dalam beberapa kegiatan sekolah. pernah mengobrol. “Kalian ketawa saja! Seperti ayam makan garam!” “Hai boru! Kamu mengerti tidak jangan hanya banyak bicara di sini! Jangan mangap-mangap saja mulutmu itu!” Tentu saja murid-murid yang lain akan tertawa melihat apa yang diucapkannya tetapi karena rasa takut maka murid-murid hanya tersenyum di balik tangannya. Dan bagi saya sendiri. Banyak guru yang menerima hadiah. DI dalam pendiriannya itu. rasa wibawa dan segan yang saya berikan untuk guru berkurang. Entah siapa yang punya ide langsung saja penggaris kayu tersebut disembunyikan. Bagi kami.

Katanya Pak PJ tidak mau menerima hadiah dari kita dan menyuruh kita pulang. saya datang terlambat dan yang saya lihat adalah teman-teman saya yang menangis. “Ini ada kenang-kenangan dari kami pak. salah satunya adalah Pak PJ. istri saya masih menjadi dosen di universitas swasta di Jakarta. Pada saat saya ingin berbicara. saya baru datang dan hanya ingin salim sama bapak” lidahku berbicara sendiri “ Oh kalau salim. Perlu digaris bawahi bahwa mereka.” Tuturku panjang mewakili teman-teman yang berbaris di belakangku sepanjang 10 meter . Pak PJ sudah berbicara terlebih dahulu. cinderamata ini bukan juga cara kami untuk mencari perhatian kepada Bapak. Kami hanya merasa bahwa apa yang diajarkan Bapak sangat berguna bagi kami dan cinderamata ini mewakilkan rasa terima kasih kami kepada Bapak yang telah mau mengajar kami. Saya .PGRI pun Pak PJ tidak mau untuk menerima hadiahnya padahal hadiah itu adalah perhargaan terhadap dedikasinya dan hanya 2 guru yang mendapatkannya. Kami tahu bapak orang jujur dan bersih. teman saya yang terlebih dahulu bicara terlihat diusir dan membalikkan badannya. Entah ada rasa apa. Walaupun itu adalah hadiah perpisahan dari murid-muridnya. Saya tidak akan menerima hadiah itu” tutur Pak PJ seraya membuang muka “Enggak ko pak. ” Setelah basa-basi yang cukup lama akhirnya topik pembicaraan berubah ke cinderamata atau hadiah dari anak-anak untuk Pak PJ. “ Iya. Pada saat acara itu. Dan Pak PJ adalah Pak PJ. hari terakhir Bapak datang ke sekolah ya pak?” basa-basi sebagai taktik pun dikeluarkan. Sebelum saya bicara.. teman-teman saya menangis bukan karena rasa takut atau marah terhadap perlakuan Pak PJ tapi itu semua karena rasa sedih dan kecewa karena mereka sebagai murid-muridnya tidak bisa memberikan apa-apa jika benar Pak PJ keluar dari sekolah. saya tetap maju dan berjalan santai ke hadapan Pak PJ. ia tetap tidak mau menerima. maka pulang saja kau. Saya memberanikan diri untuk berbicara dengan Pak PJ. hari ini. “Kalau kau mau membujuk saya menerima hadiah itu. besok saya sudah ke Medan“ “Bapak enggak balik lagi yah Pak setelah itu?” “Oh saya masih balik ke sini. saya terima” jawab Pak PJ sambil menyodorkan tangannya “Oh ya pak.. Akhirnya setelah didesak oleh beberapa teman.

doa kami berkumpul. Jauh dari hati kami berprasangka baik jika Bapak mau mengambil cinderamata ini” bujukku singkat. berpilin menjadi tangga. Saya baru menyadari bahwa Pak PJ adalah guru yang seharusnya saya banggakan karena mempunyai kewibawaan dan prinsip yang tinggi. Tapi karena ini adalah Pak PJ. mengantarkan pesan kebaikan Pak PJ.” Tutur Pak PJ dengan alasan yang tetap mengindikasikan keterpaksaannya menerima hadiah tersebut. Saya menghargai apa yang kalian lakukan ini. “Jika Bapak tidak mengambil cinderamata ini. . sudah terlalu lama percakapan ini. Saya berhenti mengajar juga karena sudah waktu saya untuk berhenti dan tidak perlu kalian memberikan semua ini.” Tutur Pak PJ tulus Jika ini diucapkan oleh guru-guru yang lain. saya tentu menganggap ini klise. Tapi melalui mata. “Sudahlah sini cinderamatanya.“Saya mengajar kalian bukan karena hadiah. menuju pintu Tuhan. Melihat kalian berhasil sudah menjadi hadiah untuk saya. Saya mengajar kalian dengan ikhlas. Di Jakarta yang sengit dan panas. Tapi cukuplah rasanya yang saya ambil tidak perlu barangnya pula saya ambil. ucapan seperti itu adalah ucapan yang jujur datang dari dirinya. betapa kami sebagai murid sangat bersedih hati. kami bisa melihat kesedihan Pak PJ atas perpisahan ini. satu bulir air mata pun menetes membasahi kerudung kuning yang kugunakan. Saya juga mengajar kalian bukan karena mengharapkan sesuatu yang bisa kalian balas kepada saya suatu hari.

Kabel listrik pun tumbuh di tepi-tepi tembok yang beraroma pernis. saya dan pengurus OSIS lainnya bekerja keras merumuskan konsep yang akan kami angkat Ruang OSIS. setengah meter dari 2 meter lebar yang diberikan pihak sekolah berisi kotak saklar seluruh sekolah. Memang di ruangan kami. Kami sering membayangkan bagaimana jika tiba-tiba terjadi loncatan listrik dan kami sedang berada dalam ruangan. yang mencuri-curi. Bagaimana tidak. dindingnya akan mengingatkan siapa saja pada tempat-tempat dalam film laskar pelangi atau sekolah suku anak dalam Jambi yang menggunakan kayu triplek sebagai bahan baku dinding ruangannya. Selain kondisi berbahaya itu. Jendela kami. Jika dilihat dari satu sudut melalui sebuah beranda di bawah pohon beringin. benar-benar mencuri karena tanpa izin dan jawaban kami.Seminggu penuh kami. . Satu-satunya cara kami selamat adalah melewati pintu abu-abu yang gagang pintunya susah untuk dibuka karena dirusakkan Aang (baca: eng) sebulan yang lalu. ia memasukkan tangannya melewati celah jendela untuk mencari saklar listrik. ruangan kami bolehlah diumpamakan sebagai loket PLN 33. memasukkan tangan Pak Darmo. tembok yang baru saja kusebut itu sendiri hanyalah berbahan dasar triplek kayu pada sisi kanan ruang dan tinggi ruang tersebut tidak mencapai 2 meter. tempat kami rapat itu sendiri terletak di bawah tangga dalam bangunan baru yang terpisah dengan bangunan utama sekolah yang telah ringsek termakan zaman. Jendela satu-satunya yang kami miliki tidaklah memasukkan cahaya matahari seperti fungsi seharusnya.

Ini tidak menyeramkan sama sekali. Waktu kecil sebagian besar dari kita diajari untuk tidak melakukan salah. toh blum pasti juga gagalnya . Cangkang bernama rasa takut. Lebih baik tidak sukses ketimbang harus gagal. Telat. maka kepastian hanyalah sebuah kata yang diciptakan oleh mereka yang ingin menggagalkan rencana besar takdir pada kita. Padahal tidak tahu adalah sebuah gelap yang begitu pekat. dan gak mau lagi gw jadi orang kayak gitu. Gagal tak apa apa. lebih gak beruntung lagi yang dicubit. Lebih sakit. gagal itu apa sih? Cuma sebuah keadaan dimana manusia terbentur oleh kekurangannya dan dihadapkan oleh dua pilihan: berhenti atau coba lagi. tp disitulah letak masalahnya. Lebih pekat dari saat menutup mata karna bahkan saat mata tertutup pun sinar matahari mampu memerahkan bayangan pejam kita. Kegagalan jadi momok yang menakutkan. Gw pernah jadi orang yang jago banget nemuin padanan kata untuk nerusin kalimat daripada gw. mulai mencoba. Daripada sakit mending tidak tahu. Tau apa yang jauh lebih menyeramkan dari ini? Ketidak tahuan.Takut Daripada keliatan jelek mendingan gak usah lakuin. Jika dengan menggenggam ketidakpastian kita memiliki kesempatan untuk bahagia dengan pengetahuan kita akan masa depan kita sendiri. Daripada hasilnya gak maksimal mendingan kerjain yang lain. Gw gak mau punya cita cita lain selain jadi penyanyi. Kenapa? Karna akhirnya gw jadi kura2 yang selalu sembunyi dari cangkangnya. Itu alasan kenapa gw baru belajar gitar di umur 26. Dan gw memilih untuk berhenti diam. Kalo salah dijewer. Gw gak mau belajar sesuatu dari awal tanpa bakat dengan kemungkinan besar akan gagal. Daripada gak keurus mendingan gak usah buat. Tidak tahu selalu jadi pemenang saat kita harus memilih antara berusaha atau menyerah. maka gagal juga belum pasti. Daripada sakit nanti mendingan hindarin. Apa ketakutan lo untuk jadi seorang dokter menghalangi lo untuk berusaha menjadi seorang dokter? Mereka bilang jangan mengejar sesuatu yang belum pasti. Tanpa sadar hal tersebut menciptakan trauma. Gw takut akan kegagalan. Padahal kalau dipikir2. Jika sukses itu belum pasti. Kenapa? Karna di musik sudah terbukti gw berbakat.

.

Tapi hal itu juga tidak berhasil. aku ingin berhamba pada-Mu. Nadaku sumbang. Aku mengatakan bahwa semua peristiwa ini bukanlah kegagalan hingga semua ini berakhir. yang dulu setiap malam berdoa agar kau mengabulkan setiap doaku. aku bisa merasakan detak jantung dari bulir air yang turun dari mata. Tuhan. Dan semuanya memudar. Ketua OSIS setahun di atasku “Bener enggak?” “Iya ka” jawabku sambil menunduk. keadaanku kini benar-benar kacau. bagaimana sekarang aku membayar semua hutang-hutang yang tersisa dari HUT PENSI ini.. Aku bukan anak kecil lagi. Semua usahaku selama 6 bulan terakhir ini gagal. tapi bisa aja lebih tergantung hitungan Bu Puji sama Dinda nanti” “Oh yaudah. emang berapa defisitnya?” tanyanya lagi dengan muka simpatik yang diberikan kakak kepada adiknya. ibuku hanya seorang tukang kue dan ayahku pengangguran. “Dua juta ka yang udah ketahuan. Aku tidak mungkin untuk meminta ayah atau ibuku untuk meminjamkan uang mereka. gapapa. Untuk kali ini. Tapi tak berhasil. suaraku parau. Aku tak bisa menutupi semua perasaanku lagi. aku menghadap pada-Mu. Aku pun tak perlu munafik untuk menyampaikan apa yang kurasakan dan kudengar. kini aku 17 tahun. Tuhan. Aku bersalah. Berapa banyak kesombongan telah mengembun di pelupuk mataku.. Aku menghadap Pada-Mu Tuhan. aku gagal. takut yang diajak bicara dapat membaca semua emosi yang saat itu tergambar jelas di wajah “Entar deh gue coba ngomongin sama angkatan gue. “Emang pensinya kemarin masih defisit ya sel?” tanya Ka Aris. Maafkan aku Tuhan yang sering menanyakan perintah-Mu sebelum aku melakukannya. ikhlasin semuanya” tutur Ka Aris seraya pergi meninggalkanku sendiri di lorong sekolah Selepasnya pergi. Dua hari berlalu sejak pensi berlalu.Tuhan. semua telah berakhir. . tak lagi berpendar. Aku gagal Tuhan. Sesak di sini. aku hanya minta kau bisa membuatku ikhlas untuk bisa menerima kenyataan apapun. tambah berdosa atas apa yang aku lakukan. Tapi sekarang. dan membuatku merasa . semangat ya sel. Aku pun tidak bisa untuk meminta teman-temanku untuk meminjamkan uang mereka. Aku telah berjuang untuk mewujudkan semua cita-cita teman-temanku tapi aku gagal. Aku mencoba menjauh dari-Mu untuk beberapa saat ini. Sampai aku mencoba hal-hal bodoh seperti menulis kata ‘dimana alamat Tuhan’ pada mesin pencari di internet.

kecewa. .Aku sedih. Aku berdosa. Aku diam dan kembali duduk di pinggir selokan sekolah. Butuh banyak kesempatan sampai raga ini kembali pada tanah. Aku tahu. Tuhan. aku menghadap pada-Mu. Aku daif. aku tidak bisa hanya menulis tentang-Mu dalam satu paragraf. dan menyesal. .

di saatsaat aku seolah-olah memberontak terhadap kekuasaanmu. aku mengharap cintaku padamu akan pulih kembali. aku menghadap pada-Mu bukan hanya di saat aku cinta pada-Mu. Rabbi.Tuhan. tapi juga di saat-saat aku tidak cinta dan tidak mengerti tentang dirimu. Aku tidak bisa menunggu cinta untuk sebuah sholat (Ahmad Wahib) . Dengan demikian.

Kelemahan saya yang kedua adalah bahwa saya kurang tegas dan kurang berwibawa. dan tidak berputar-putar pada masalah pribadiku sendiri. kemampuan ekspresi pikiran dan wajah yang sangat kurang. saya harus mengakui beberapa kelemahan-kelemahan dalam diri saya. Sayangnya. Mereka tak mengerti apa yang dimaksud hati. aku pun demikian menikmati yang tersisa hanya gersangnya hati. Sekali mereka mengerti. Perempuan di Luar Garis Lurus . melepaskan diri dari stigma-stigma psikologis masa lalu. Aku mesti memandang dengan tegas ke masa depan. aku hanya menjadi pilar dalam kandang kecil . apa yang mereka artikan seringkali berbeda. Pernah suatu kali saya menyampaikan sebuah ide namun semua yang mendengar tidak mengerti. Tanpa begini. terlepas dari ketidakpuasan saya akan cara-cara berdiskusi dengan pembicaraan dan term-term yang menyimpang dari topik. Ingin rasanya menyatakan “Itu bukan yang gue maksud” tapi semuanya seperti kerendam oleh pikiran sendiri dengan sedikit perasaan di atas sadar bahwa mereka akan kembali menertawakan saya.Pilar dalam Kandang Kecil Mulai hari ini aku harus memikirkan masalah-masalah lain. semua yang kuemban membuatku terbeban. Dalam diskusi tadi siang dengan pengurus OSIS tentang kesiapan menjelang HUT Pensi. Pertama. sehingga menjadi hambatan dalam meyakinkan orang.

.

kalau ingin ya tinggal di keluarkan saja. sial. susah keluar tapi kalau dipendem bikin mampet hidung. Andai menghubungi kamu semudah buang air besar. Ah. Ada seorang teman mengirimkan sms pada saya “Sms aja sel. jadi orang yang penting dalam hidup saya. Pertama. Apabila saya mengambil langkah untuk bertemu pemilik semesta. lalu pergi saja tanpa pamit. lagu Yellow dan kedua. Sudahlah. Dan akhirnya saya harus bilang. Dan masih sampai saat ini. Dan kamu menyanyikan saya 2 lagu.Cara menjatuhkan saya Biar saya beri tahu rahasia untuk menjatuhkan saya. Saya membalas sms barusan dengan “Enggak ah. sampai saat ini saya menunggu. but you don’t sleep Stuck in reverse When the tears come streaming down your face When you lose something you can't replace When you love someone. apa saya yang terlalu gampang lumer? Lah? Saya manusia apa ice cream? Atau jangan-jangan saya manusia rasa ice cream? When you try your best. malu masa cewek sms duluan”. but not what you need When you feel so tired. saya sedang dalam keadaan ‘rusak’ karena seseorang yang lain. Andai ini cerita fiksi. Mudah kan? Dan semudah itu kamu melakukan tiga hal tersebut dengan sempurna. Lagi-lagi beda tipis. Tapi sayangnya setebal jarak yang ada untuk saya bisa berhubungan kembali denganmu. Datang. masih ada namamu dalam doa itu. Atau tulisan ini penuh hanya dengan abjad penyusun namamu. Waktu itu. pasti sudah saya sebut namamu itu. “Selamat untuk kamu!” atau saya yang harus mengakui bahwa. Mengingat lagu itu membuat saya lumer. lu kan punya nomornya”. namamu pula yang tertera jelas di hati. “Saya kangen kamu”. tapi sayangnya kamu tuh kayak ingus. but it goes to waste Could it be worse? Lights will guide you home . biarkan kamu dan orangorang yang membaca ini menerka-nerka siapa kamu. Kamu mau tahu? Masih. but you don't succeed When you get what you want. lagu Fix You. Kamu mau tahu lagi? Saya masih ingat lagu yang kamu nyanyikan untuk saya loh.

kami menghambur ke atap tempat penginapan kami bersama teman-teman. Dan kamu yang berusaha menghapus air mata dan berkata “Lihat deh bulan itu.And ignite your bones And I will try to fix you . siapa yang akan memperbaiki saya ketika rusak. Tapi percaya deh kalau suatu saat nanti awan yang menutup dia akan pergi dan dia akan bersinar lebih terang bahkan paling terang dari semuanya. Dalam 3 hari itu. sopirnya saksama menyiasati jalan yang licin tertimpah guyuran hujan beberapa jam lalu. Beberapa penduduk keluar dan menggunakan kebaya lama yang tidak pernah kulihat di Jakarta dan pertanyaan mengerumuniku: Bagaimana di kota ini kita. Tiga hari. Keindahan Yogyakarta yang masih menempel hingga hari ini membuktikan betapa ia memang kota tua yang indah. Malioboro belum tidur ketika kami tiba. bangsa Indonesia pernah jatuh dan bangun menghadapi perang melawan Belanda? Bagaimana rasanya berada dalam tarik-menarik budaya Jawa dan Belanda? Bahasa apa yang mereka pakai? Apakah mereka selalu menggunakan kain dan menyanggul rambut mereka? Maka pantaslah kota ini dijuluki kota pelajar.. bagi saya itu hanyalah masalah waktu dan tidak perlu kamu pelajari. dia sekarang tertutup kan. kami berhenti sebentar untuk makan sate yang kami pesan untuk dibungkus dan makan di tempat lain. Becak terus melaju. di hantaran lorong-lorong penuh jajakan jajanan. Jika kamu rusak sekarang. senyawa cita rasa kota yang fungsional dan Jawa yang berseni. Jangan rusak sekarang. dan mereka akan mengajarimu lebih banyak dari semua buku yang pernah kamu baca. naik becak. tukang becak yang menunggu penumpang dengan sesekali berbincang ke sebelahnya yang juga tukang becak meributkan hasil pertandingan bola semalam yang sangat mengecewakan antara Indonesia dengan Malaysia. kami melesat ke Malioboro. keindahan Yogya menahan otakku untuk berpikir. begitu banyak pelajaran memang yang harus dipelajari dari kota ini. senyuman adalah jalan terpendek untuk mempertemukan dua hati. Melewati rumah-rumah penduduk yang semakin lama semakin Jawa. Setelah . Sebenarnya suara kamu tidak cocok untuk menyanyikan lagu ini (semua jenis lagu bahkan) tapi entah dengan kepekaan apa saya mau untuk mendengarkannya lagi. Serahkan hidupmu pada Tuhan dan kehidupan. saya harap untuk masa itu adalah hati saya dan kamu yang bertemu. saya harap bukan selain kamu” dan kamu tersenyum. *** Suatu malam karena terlalu bosan untuk diam.. Kami bergegas kembali ke becak dan menuju arah alun-alun kota. Memang. Sepanjang jalan aku melamun. Di sudut-sudut pertokoan. jika ada sedikit waktu. Tapi kamu tidak pernah mengerti hal itu dan aku yang tak berusaha untuk memaksa. melihat keindahan kota Yogyakarta. ya tiga hari kamu memperbaiki saya di sela kesibukkan kamu merumuskan hal-hal yang saya anggap aneh: belajar filsafat. Ramai.

Dan menurut gue ngerokok adalah cara bunuh diri paling enggak ketahuan dan paling nyiksa. yang ada cuma pilihan yang lebih baik atau lebih buruk. atau impoten bahkan. lu bakal mati kan karena penyakit yang disebabin sama rokok” “Terus kalo gitu keadaannya. makin kerasa dan enggak terasa bibir elu udah hitam dan ketika elu sadar tindakan elu salah. Seorang pria berkulit putih duduk di samping kami. kanker paru-parulah. serangan jantung. dan menghisap rokok yang tinggal beberapa senti lagi akan melumat habis bibirnya. orang yang enggak ngerokok pun banyak kan yang kena penyakit kayak orang ngerokok.” Ia menambahkan penjelasannya setelah melihat ekspresiku yang tidak menerima kata-katanya barusan “Tapi kan kalo ngerokok risiko untuk kena penyakitnya lebih besar daripada yang enggak ngerokok” “That’s what i mean before. otak elu dan bibir elu enggak bisa nerima karena mereka berdua udah diracunin nikotin dan syukur kalo elu bisa lepas. kami membuka bungkusan sate kami. meneguk kopi dari piring kecil yang ia tiup sesekali. banyak orang di luar sana yang merokok dan lebih memilih merokok daripada untuk makan walaupun uang mereka terbatas untuk itu. tapi kalo enggak. tak berani lama karena takut orang yang dimaksud mengetahui tindakan kami yang sedang memperhatikannya “Iya” ujarku tegas “Menurut gue salah satu tindakan bodoh dalam hidup adalah merokok” “It’s choice selly and you can’t say that it’s a stupid” “Terserahlah tapi buat apa merokok.mendapatkan tempat yang kami pikir nyaman dan aman untuk anak seumuran kami berdua malam-malam di lingkungan yang asing. Elu enggak bisa menganggap itu hal bodoh karena itu adalah pilihan dan tak pernah ada pilihan yang bodoh. Dan ketika kamu telah memilih kamu telah mengikat diri dengan semua manfaat dan risikonya termasuk kematiannya. Ketika lu milih buat enggak ngerokok. Gini. emangnya itu harus disesalin?” Aku tergelak mendengar jawabannya “Seperti kataku tadi. “Itu tindakan itu” “Apa? merokok?” sambil melihat sekilas. yang ada hanya pilihan mana yang lebih baik atau lebih buruk. Kenapa? Karena elu awalnya bakal dikasih kenikmatan terus makin nikmat. itu mungkin pilihan yang lebih . “Bodoh” ujarku pelan “Kenapa?” tanyanya sambil memberiku minum dingin yang baru ia beli tidak lama. itu adalah pilihan mereka.

menundukkan kepala untuk menyembunyikan air muka. your life is what your choose. dan tak ingin orang yang ia sebut sahabat atau cinta itu tersakiti. Persahabatan dan cinta tidak akan pernah menyakiti. Dan menurut gue. menerobos persahabatan menjadi suatu bentuk cinta. Sampai ia berbicara sesuatu yang tak pernah kuduga dan pikirkan. Tapi persahabatan terletak dalam cinta. Dan mengapa cinta itu bisa lebih rendah atau lebih tinggi antara satu pasangan dengan pasangan yang lain?” ”Karena persahabatan tidak terletak di samping cinta. gue ngerti. So. “Pernahkah kamu berpikir. mengubah nada dan gaya bicara seakan sedang berubah dari kisah dengan gairah cinta yang menggebu layaknya Anna Karenina buah karya Tolstoy menjadi Malam Minggu Miko.” “Kalo gue di hati elu jadi jari apa? “ Ia tersenyum menggoda. right?” “Oke. Tapi ternyata kenyataannya tidak seperti itu kan. Dan soal cinta atau benci simpati atau antipati adalah soal hati yang tumbuh laksana jari-jari kita.” Ujarku mengetahui ternyata sate yang dibeli tadi ternyata basi. Bukankah banyak orang yang salah menerobos batas tersebut dan tersesat dalam benci. Bingung menjawab apa dan dia begitu menikmati caraku bersikap: kikuk. udah dibuang aja daripada besok sakit. tangan yang berkeliaran tidak tahu arah dan kaki yang tidak bisa bekerja sama untuk kabur karena begitu lemasnya mendengar ucapannya.baik menurut elu belum tentu buat orang lain. enggak enak. tentu lebih menyenangkan jika cinta berada di samping persahabatan atau setidaknya pertemanan karena dengan batas itu saya tidak perlu takut ketika saya mencoba menerobos satu sisi untuk ke sisi lain. kamu akan menemui bahwa cinta adalah persahabatan yang eksklusif. mengapa cinta dan benci bisa tumbuh berdekatan kadang hanya ada selaput tipis sebagai pembatasnya. akan selalu mengasihi. saya takut ketika saya salah menerobos pembatas itu yang saya temui adalah batas kebencian. serial tv besutan Raditya Dika Aku tersentak untuk kedua kalinya. Elu juga udah berjanji kan enggak akan membuka hati elu untuk sekarang ini ke Tuhan. Udah basi kali. Beberapa jam kami hanya menghabiskan waktu dengan berbincang ngalor ngidul tentang banyak hal. Tiga . tidak dapat ditanyakan mengapa yang satu lebih rendah dari yang lain dan mengapa ibu jari lebih besar dari jari kelingking. Gue mungkin cuma butuh buat elu nunggu. “Enggak perlu dijawab. janji elu sama Tuhan jauh lebih penting dari apa pun. batas cinta adalah kebencian dan saya tidak tahu dimana batas pertemanan atau persahabatan dengan cinta. hanya dapat dimiliki untuk satu orang. Jika kamu menghayati dan benar pernah merasakannya. Udahlah mari kita makan sebelum dingin. Enggak enak kalo dingin” sambil mengambil satu tusuk dan langsung melumat potongan daging ayam itu “Emm asem. Saya sering membayangkan.

mungkin kamu tinta putih pada kertas putih. Kalau kamu tinta. Tapi tenang. semua ini adalah bentuk bahwa saya masih bisa mencintai orang dalam sepi. Dalam jarak sejauh ini. Saya bersyukur twittermu tidak diprotect. Sekarang kita ini sudah besar. Yang saya bisa rasa. *** Kini sudah 3 tahun.tahun. Entah retweet an kah atau reply mu dengan siapapun itu. saya tidak ingin berharap. kita tak pernah menyadari ketidaklengkapan hingga kepingan itu tersesat. Saya tidak peduli dengan apa yang kamu tweet dalam jarak 140 karakter itu. Tidak. Juga untuk cerita yang mengendap dalam hati. bahwa kamu baik-baik saja disana. melihat fotomu. dan tenang. . sayatan itu entah namanya apa. Karena berharap tentangmu membuat sayatan kecil di hari semakin luas lebarnya. tapi tetap kupaksakan untuk menulis. Sama sekali tidak. Saya pikir tidak perlu saling menunjukkan bahwa halnya kita masih saling sayang. hilang dan ada bagian yang kosong dalam diri. melihat tulisan dari twitter mu yang mulai jarang. Seperti kataku tadi. apa masih ada doa yang kau panjatkan untukku? Saya tidak ingin berharap kamu mendoakanku. apakah elu mau nunggu gue atau enggak?” ‘Insya Allah’ hanya kata itu yang bisa aku ucapkan dan aku tak tahu jawaban apa lagi yang bisa lebih baik dari itu. hanya tiga tahun dan gue akan kembali lagi menanyakan hal yang sama ke elu. rasanya menyenangkan. cerita tentangmu yang diam-diam saya cari tahu. Dan kini saya percaya kata pepatah. Karena hanya itu cara saya mengetahui keadaanmu. Semua keputusan ada di elu. Aku tahu tak mungkin terlihat. sunyi. tapi kalau kamu mau percaya. Tapi saya (harus) bersyukur setidaknya kamu telah memberikan saya semangat baru yang tak pernah diberikan orang lain sebelum kamu. kita memang tak akan pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu menghilang dari depan mata kita. kesibukanmu disana.

kadang membuat masuk angin juga Mungkin harapan pada saat ini adalah harapan yang membuat masuk angin Jadi. yang membiarkan harapan itu menggantung dan kamu yang tidak juga mengucapkannya Tak apa Saya sudah mengikhlaskannya Saya harap kamu juga Kini di waktu yang kita sudah sebut dewasa Masing-masing dari kita mulai berjalan kembali Mungkin kita juga sudah mulai mengerti maksud pengobatan itu Kita juga tidak memaksakan perasaan ini kembali seperti dulu Selamat tinggal Selamat dengan jalan kirimu dan saya dengan jalan kanan saya Kita berpisah .Dengan Senyuman Sekarang kita sudah sama-sama dewasa Bukan saatnya lagi untuk mempertanyakan apa yang dahulu kita sama-sama tanyakan Terlalu bodoh rasanya untuk menangis di waktu sekarang dengan alasan seperti itu Saya dan kamu memang mungkin begini jalannya Tak apa Mungkin waktu menjawab untuk kita tanpa perlu kita yang memutuskan Kamu yang berjalan ke kiri dan saya yang berjalan ke kanan Pada jalan itu mungkin kita akan menemukan sesuatu yang bisa menggantikan posisi masing-masing dari kita Saya tidak pernah menyalahkan kamu. begitu pun sebaliknya Kita sama-sama tahu pada suatu keadaan dimana harapan yang seperti angin Kadang menyejukkan. untuk mengobatinya. saatnya untuk mengerti bahwa kita tidak bisa terus dalam keadaan sakit Saya ingin sembuh Salah saya. kita harus menghilangkannya Jangan pikir saya tidak sedih dengan cara pengobatan itu Saya (masih) manusia Saya punya rasa untuk mengerti Tapi kita sudah dewasa.

terigu. kami langsung pindah tempat berbincang menjadi di bangku-bangku kecil yang sengaja disediakan oleh para pedagang makanan liar yang jaraknya hanya sekitar 3 meter dari gerbang sekolah belakang. Pelopornya siapa lagi kalau bukan Yayah. Tapi karena yang ulang tahun kali ini adalah Jessica Permata.♫ birthday. air kencing bahkan ludah atau pun reak jadi bahan adonannya sampai buat ngiket dia di pohon dengan tali dan menuangkan semua adonan menjijikan itu ke dia. agenda hari ini kembali membicarakan mengenai pensi. .♫ Hari ini adalah tanggal 28 Januari dan bagian terhebat itu adalah salah seorang teman unik saya lahir. Selain dia. semua setuju kalau acara siraman kali ini lebih cinawi: hanya dengan telor. Pembalasan. Rapat kali ini sengaja dibuat menjadi lebih cepat karena akan ada acara siraman yang katanya bakal diadain buat Jepe. Setelah semua rapi. Peralatan siraman pun sudah tersedia lengkap. semua orang sangat bersedia untuk ngelakuinnya dengan sangat ikhlas ke dia. begitu seterusnya hingga tradisi ini tidak pernah selesai buat Yayah dan sekutunya. Enggak heran waktu dia ulang tahun banyak banget yang mau ngerjain dia. telor. Dia adalah Jessica Permata.♪ birthday Jepe.. happy birthday. Memang sudah menjadi kebiasaan kami setelah diusir oleh satpam sekolah karena masih berada di lingkungan sekolah di atas jam 5.Wortfolge Happy Happy Happy Happy birthday Jepe. tepung. Dari mulai bikin adonan siraman untuk yayah. sebenarnya masih banyak pengurus OSIS yang lahir tapi jika ditelaah dengan metode apapun dari zaman bahela sampai sekarang. itu alasan mereka tapi yang disiram malah cengengesan sambil mikirin cara bales mereka lagi pas ulang tahun. yah cuma dia doang yang mempunyai perayaan ulang tahun paling unik (baca:aneh) *** Hari ini tanggal 31 Januari. Namun ada yang berbeda dengan rapat kali ini.♪ birthday Jepe.. pulang rapat kami langsung menuju belakang sekolah dan berbincang-bincang mengenai apapun yang kami alami. dan air. cewek bohay satu ini memang punya seribu akal buat ngerjain orang. Dari air got.. dengan segala sesuatu yang menurutku bikin orang yang ngeliatnya harus ngeluarin lidah. yang notabene adalah cewek China (jangan manggil china aja ke dia karena dia bakal berusaha melotot semelototnya buat yakinin orang kalau mata dia belo dan enggak kayak china) yang lemah lembut dan baik hati..

kemaren gue diceburin di kolom. rasain lu” Ainun langsung menyalakan selang dan mengarahkan ke arah Betty. Aku yang merasa ini sudah jauh banget dari hari ulang tahunku yang tanggal 8 Januari langsung sadar. ngapain sih tangan lu masuk. bukan kerudung luh yang kena telur tapi rambut lu juga haha” “Yah kolom sekolah pake enggak ada airnya lagi. nah ternyata anak kecil itu disuruh si Wesnu buat ngasih bunga ke Jepe. penggosip terbesar yang statusnya lebih tinggi satu tingkat dariku langsung bicara.” Dinda. Nurbaety yang juga lahir di bulan Januari langsung jadi buronan. gue kan pake kerudung. Semua yang melihat tingkah wakil ketua OSIS I itu pun langsung mengikuti dan melanjutkan siraman ke arah Jepe. Praak. gimana mau nyeburin lu pada coba” Yayah yang ternyata pergi mengecek keadaan kolom langsung putus asa. sama kodok. “Ih Jepe cieee” seruku kaget “Mana cincinnya coba liat pe?” tanya anak-anak bergantian Tiba-tiba dari arah belakang Okky yang memegang telor datang dan memecahkannya di atas kerudung Jepe.“Cie jepe yang kemaren dapet cincin” sergap semua anak sambil bersahut-sahutan “Cincin apaan? Ko gue enggak tahu?” tanya gue yang merasa ketinggalan gosip terbaru “Lu sih udah pulang duluan kemaren. mau ngapain?” Bety yang merasa kerudungnya terancam langsung protes ke Acha “Yeh siapa yang mau buka kerudung luh. Acha dengan telur yang ada di tangan kirinya dan tangan kanannya berusaha masuk ke dalam kerudung Bety “Ah Acha. Ternyata siraman ini buat pengurus OSIS yang lahir di bulan Januari. kalah kali ftv yang sering gue tonton. pokoknya banyak deh nah anak-anak kecil itu ngasih bunga ke Jepe. jadi gini kemaren kan kita abis rapat sama sensei. ada selang ternyata. so sweet banget. trus tiba-tiba abis rapat ada rombongan anak kecil lewat dari depan ke belakang sekolah. abis itu Wesnu dateng ngasih cincin ke Jepe. . “Iya culik ah. Praak “Happy Birthday Selly” Acha yang nama lengkapnya Ahmad Hasbullah Hamza tiba-tiba datang dan memecahkan 1 telur di atas kerudung tanpa rasa bersalah dan yup cairan kuning itu langsung menyebar ke seluruh badan. lumut. jadi temennya ikan. kayak pangeran berkuda putih di negeri dongeng gitu deh sel pokoknya. Masa lu enggak sih” Ainun yang baru saja mendapat siraman dengan pelopor Yayah (lagi) langsung cemburut dan mencari akal “ Haaa ah. Aku yang memang tidak terlalu suka acara siramsiraman cuma melihat dan mundur ke arah gerbang sekolah. nih rasain” Tanpa Bety sadari tangan Acha yang sebelah kiri ternyata sudah masuk ke dalam kerudung Bety dan praak semua rambut Bety langsung terkena telur “Nah itu mau gue.

Jepe. Bahkan handphone jatuh pun enggak tahu. sama ditaburin tepung sama si Thyo” seru Dinda seraya memungut hadiah yang tergeletak di tanah setelah di lempar Jepe. enu!” Mengetahui kunci motor berada di Wesnu. tepung. kita enggak tahu kalau Jepe enggak suka di giniin. Jepe enggak mau” hadiah yang diberikan pun langsung dilempar Jepe “Jepe mau pulang! Mana kunci motor Jepe!” “Jepe maaf kita enggak maksud buat bikin Jepe kayak gini. gue ada celana ko buat elu”Ainun membela diri “Lah bajunya?” “Minjem bajunya Mas Darno aja sono huahaha” Sibuk dengan banyaknya telur. Dengan masih mengeluarkan air mata. gue mah bertanggung jawab nyiraminnya.” Wesnu memberikan pengertian pada pacarnya itu yang akhirnya dengan terpaksa dia memberikan kunci motor Jepe. Kita tujuannya baik ko” “Jepe mau pulang. Jepe langsung memaksa memberikan kunci motornya dengan satu dua air mata yang ikut menetes ‘Hei. Untungnya. mana kuncinya. Acha menemukannya dan mengembalikannya padaku. “Jepe tuh enggak suka dikasih telor” Jepe yang biasanya suka bercanda malah memberikan respon sebaliknya “Gue tuh bukan anak kecil yang perlu acara gini-ginian.” Annisa dan Dinda berusaha menenangkan Jepe “Ambil aja tuh hadiah. kita minta maaf sekalian nganterin kado lagi. baru aku sadar dengan apa yang terjadi. Penasaran. dan air membuatku tidak memperhatikan sekitar. masa iya gue nyusul orang marah pake baju begini” tutur Betty sambil memperlihatkan semua pakaiannya yang basah kuyu . Putih-putih nih hari ini seragamnya” Betty protes “Tenang. Please banget ini norak” “Yah Jepe maafin kita. Kenapa jadi enggak enak kayak gini gue padahal ikut nyiram Jepe aja enggak”sambung Yayah sambil merapikan buku-bukunya yang keluar dari tasnya setelah mengejar-ngejar Betty “Yah tapi gue enggak mungkin ke rumah Jepe. jangan pulang dulu. Setelah semua keadaan cukup normal. Kerudung apaan gue kalo dalemannya keliatan.“Weh jangan weh daleman gue keliatan ini. mereka kan maksudnya baik. “Yaudah kita susulin si Jepe aja deh ke rumahnya. aku pun langsung melihat. tadi diapain sih?” Gue yang masih berbau telor pun ikut bingung dengan tingkah Jepe “Cuman diceplokin telor doang satu tadi sama si Okky. ini ada hadiah dari kita. Beberapa pengurus OSIS yang tidak ikut siram-siraman ternyata sedang berkumpul ke arah Jepe. maaf yah. Jepe langsung pergi meninggalkan semuanya dan mengabaikan hadiah ulang tahunnya “Emang si Jepe.

jangan dipotong. cuma ada tetangganya. nah ini gue disuruh nyuci baju dia padahal mah gue enggak ikut nyiram” “Huahahaha bagus gue kemaren pulang terus elu nyuciin enggak?” “Sebagai temen yang baik. “Kemaren ngapain aja di rumah Jepe? Diomelin orang tuanya enggak? Kadonya diterima enggak?” “Nih yah sel.Akhirnya. *** Esok harinya. yaudah kita masuk. Trus abis itu masa gue langsung pulang. Sekarang mah harusnya gue yang marah sama dia” “Udahlah din. Nah diketokketok Jepenya enggak ngomong. nah si Wesnu jalan ke rumah Jepe. semua akhirnya kembali pada posisi awal. Kadonya diterima enggak?” “Diterima sel. . sama anis boncengan naik motor. lu harus tahu gue ngapain di rumah Jepe. yayah.” “Terus terus” “Masa sel. eh tunggu dulu gue lanjutin cerita gue dulu. seumur-umur aja gue enggak pernah disuruh nyuci sama nyokap gue. cheng tri lah pokoknya. enggak ada omongan lagi sama Jepe. pas masuk Jepenya ada ternyata. “Iya Wesnu jalan?” “Iya beruntung tuh si Jepe punya pacar kayak Wesnu. gue terpaksa nyuciin. gue yang enggak tahu apa-apa langsung menyerbu Dinda dengan banyak pertanyaan. persiapan buat jadi pembantu kelak” Walaupun beberapa saat kami canggung dengan Jepe tapi karena kami sudah terikat dengan kata one taste one spirit. Annisa dan Wesnu sepakat untuk menyusul Jepe ke rumahnya dan sisanya pulang ke rumah masing-masing karena adzan magrhib yang sudah berkumandang. cape ribut mulu. kata tetangganya masuk aja neng. akhirnya lama kan tuh yah. emang yah si Jepe uniknya pake kata banget” “Enggak papa din. kita disuruh Jepe nyuci baju yang kemaren kena siraman. Yayah. nah sampe rumah Jepe ternyata enggak ada orang tuanya di rumah. Dinda. Kan kemaren gue.

.

It’s all about memorabilia semua berawal dari suatu pemilihan sampai pada akhirnya menjadi pilihan ada yang ingin pergi tak ada niat untuk kembali dan ada yang datang bergabung menjadi satu lambang semuanya ada lima belas dan tak pernah minta untuk dibalas kami semua seperti keluarga satu sama lain saling menjaga .It’s all about our story.

tak luput juga ♥ .sedih.frustasi.kecewa. menyusun rencana tapi terkadang suka saling menghina di ruangan sesempit itu semua ide dikumpulkan sehingga menjadi kesepakatan segala bentuk rasa ada di dalamnya senang.suka berkumpul.

dua tahun rasanya tak begitu lama tapi yang terjadi tak mungkin begitu saja sirna dan inilah kami memorabilia yang tak pernah mati created by Jessica Permata katanya dia kangen sama kita. kapan ngumpul lengkap lagi? .

Menjadi dewasa bersamamu. Jangan pejamkan matamu ya: aku ingin tinggal di hatimu yang teduh. Tersenyum pura-pura dan menebak-nebak. Ketika bertemu. kamu. tangis. Merenung sendiri dari balik jendela yang berembun. Hanya bisa diam karena tak ada lagi yang bisa diceritakan. Iya KAMU! Kamu yang tidak bertengkar dengan waktu tentang siapa di antara kita yang menciptakan perpisahan. But In the Wee of Small Hours. Mengenal sinar harus menjadi berkas. Mengenal pasir harus menjadi debu. terkadang ganjil. terkadang membujuk. selalu menebak-nebak. Aku takut. Dari aku untuk satu nama. dan kata. Aku mengenalmu dengan hebat. Aku benci berjalan sendiri mengikuti bayang-bayang yang memanjang di depan . Aku benci pada kamu yang pergi. Mengenalmu harus menjadi aku. Mengenal benua harus menjadi samudera.In the Wee of Small Hours Ah. Datanglah untuk menetap . Pada hari yang tiba-tiba engkau pun lengkap menerimanya dengan ikhlas. mengajari aku banyak hal. kamu pergi. Pada hari yang tiba-tiba ada jarak antara aku. rindu. I believe you. Membuat seakan-akan aku telah berkenalan dengan dunia ini. dan sakit denganmu . tiba di hari yang tiba-tiba. Always. Yang tengah aku pendam dalam-dalam. ma(mp)ukah aku setelah menghabiskan separuh tawa. Kini. Kamu yang dalam waktu singkat kukenal dan dalam waktu yang lama…masih kuingat Jika mengenal bulan harus menjadi bintang. Aku benci di musim apa kita mesti berpisah tanpa membungkukan selamat jalan. Kamu dan perpisahan yang tidak bertengkar tentang siapa di antara kita yang menciptakan bayang. Semoga kau datang bukan untuk menepi. terkadang menantang. Pada akhirnya. Kamu yang pernah datang dalam hidupku. Membuat alam terasa terkadang akrab.