You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menurut Standar Akuntansi Keuangan No. 1 tahun 2015, tujuan laporan
keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja,
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan
merupakan sarana informasi yang memungkinkan pihak-pihak di luar manajemen
perusahaan untuk mengetahui kondisi suatu perusahaan. Para pemakai laporan
keuangan akan menggunaknnya untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai
dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomi yang dibuatnya.
Informasi dalam laporan keuangan berguna bagi para pemakai jika memenuhi
karakteristik kualitatif. Menurut PSAK (2015) terdapat empat karakterisitik kualitatif
laporan keuangan, yaitu dapat dipahami, relevan (relevance), keandalan (reliable),
dan dapat diperbandingkan (comparability). Kualitas penting yang ditampung dalam
laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus relevan (relevance) agar
kebutuhan pemakai (user) dalam proses pengambilan keputusan dapat terpenuhi.
Agar bermanfaat, informasi juga harus memiliki keandalan (reliability), yaitu,
informasi harus bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan
dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur dari yang
seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat disajikan. Informasi yang
disajikan akan lebih bermanfaat jika dapat dibandingkan (comparability). Pemakai
1

sesungguhnya perusahaan tersebut ingin menggambarkan kondisi perusahaannya dalam keadaan yang terbaik. fraud (kecurangan) adalah tindakan penipuan atau kekeliruan yang dibuat oleh seseorang atau badan yang mengetahui bahwa kekeliruan tersebut dapat mengakibatkan beberapa manfaat yang tidak baik kepada individu atau entitas. kinerja. Menurut Jansen dan Meckling (1976) agency theory mendiskripsikan pemegang saham sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen.2000). Sehingga pada saat perusahaan publik menerbitkan laporan keuangannya. Sedangkan agen yang menjalankan operasional perusahaan mempunyai informasi tentang operasi dan kinerja perusahaan secara riil dan menyeluruh. Prinsipal sebagai pemilik modal mempunyai hak akses pada informasi internal perusahaan. Prinsipal menginginkan return yang tinggi atas investasinya. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan mereka. Namun. sedangkan agen memiliki kepentingan untuk mendapatkan kompensasi yang besar atas hasil kerjanya. Kecurangan dalam laporan keuangan merupakan salah saji atau penghapusan terhadap jumlah ataupun . serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Teori agensi menganggap bahwa semua individu bertindak untuk kepentingan mereka sendiri. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antarperusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan.2 harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. motivasi ini dapat menimbulkan potensi kecurangan pada laporan keuangan yang akan menyesatkan investor dan pengguna laporan keuangan yang lain. Hal ini bertujuan agar para pengguna laporan keuangan menilai bahwa kinerja manajemen selama ini baik. Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE.

Selain itu. 2011. Ketika terdapat salah saji material dalam laporan keuangan. 2007). Spathis (2002) dalam Tiffani dan Marfuah (2015) menjelaskan bahwa di USA kecurangan akuntansi yang menimpa Enron menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Ernst & Young (2003) dalam Brennan dan McGrath (2007) juga menemukan bahwa lebih dari setengah pelaku fraud adalah manajemen. Skandal akuntansi telah berkembang secara luas. & Jusuf. & Wright. Penelitian yang dilakukan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE. Dampak dari kecurangan tersebut sangat besar dan telah merugikan banyak pihak.3 pengungkapan yang sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui para penggunanya (Elder. 2009). seperti halnya di Amerika Serikat. Skandal akuntansi tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian bagi Enron sebesar US$50 miliar. ditambah lagi kerugian investor sebesar US$32 miliar dan ribuan pegawai Enron harus kehilangan dana pensiun mereka sekitar US$1 miliar. Meningkatnya berbagai kasus skandal akuntansi di dunia menyebabkan berbagai pihak berspekulasi bahwa manajemen telah melakukan kecurangan pada laporan keuangan (Skousen. Pada kasus HIH yang merupakan salah satu kegagalan bisnis . 372). Arens. maka informasi tersebut menjadi tidak relevan untuk dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan karena analisis yang dilakukan tidak berdasarkan informasi yang sebenarnya. Australia juga tidak terlepas dari kasus skandal akuntansi (Brennan dan McGrath. Beasley. p. 1997) menemukan bahwa 83% kasus fraud terjadi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan atau dewan direksi (Brennan & McGrath. Smith. 2007).

2012). Kasus ini bermula dari bukti yang ditemukan oleh Sdr. 2016 Skor 34 32 32 30 28 Salah satu kasus yang ramai pada tahun 2001 yaitu kasus kecurangan yang dilakukan oleh PT Kimia Farma Tbk (Rachmawati. Ludovicus Semsi W selaku partner dari KAP HTM yang diberikan tugas untuk mengaudit laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk untuk . kasus kejahatan perbankan. dan DPRD (Soselisa & Mukhlasin. korupsi di komisi penyelenggara pemilu. diajukannya manajemen BUMN dan swasta ke pengadilan. Hal tersebut berakibat pada laporan keuangan yang menyesatkan. manipulasi pajak.1 Skor Indonesia dalam Corruption Perception Index (CPI) Tahun Jumlah Negara Urutan Indonesia 2014 175 107 2013 177 114 2012 176 118 2011 183 100 2010 178 110 Sumber: Transparancy International. Berikut ini adalah skor Indonesia dalam Corruption Perception Index (CPI) lima tahun terakhir.4 terbesar dalam sejarah Australia. Maraknya skandal kecurangan akuntansi di Indonesia dibuktikan dengan adanya likuidasi beberapa bank. Kasus lain terjadi pada National Australia Bank. oleh karenanya salah saji tersebut tidak dimasukkan pula dalam penilaian atas kebenaran dan fairness pada laporan keuangan. 2014). Indonesia sebagai negara dengan kondisi ekonomi yang belum stabil juga terkena wabah meluasnya kasus skandal akuntasi. salah saji pada aset tidak diungkapkan oleh Arthur Andersen dalam jurnal penyesuaian akhir tahun. Kasus ini bermula ketika adanya pihak staff yang menyembunyikan adanya kerugian foreign-exchange trading melalui transaksi yang keliru dan manipulasi sistem yang tidak terdeteksi oleh auditor eksternal. Table 1.

Inong Malinda Dee menyebabkan kerugian mencapai setidaknya Rp 16.1 miliar dan kesalahan berupa overstated pada penjualan sebesar Rp 10.3% dari penjualan dan 24. 2002). Adapun dampak kesalahan tersebut mengakibatkan overstated laba pada laba bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001 sebesar Rp 32.7% dari laba bersih PT Kimia Farma Tbk.com: diakses 12 april 2016).63 miliar. Pembobolan nasabah prioritas Citibank Landmark oleh Senior Relationship Manager. Malinda Dee didakwa melakukan tindak pidana penggelapan dana nasabah dan pencucian uang.7 miliar. Beberapa perusahaan yang terkena sanksi OJK berdasarkan pernyataan dan daftar sanksi (press release) yang dikeluarkan OJK yaitu PT.7 miliar (Siaran Pers Badan Pengawas Pasar Modal sekarang Otoritas Jasa Keuangan. Benakat Potreleum .000.000.. Akibat perbuatannya Malinda Dee divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 10. Kesalahan tersebut timbul pada Unit Industri Bahan Baku yaitu kesalahan berupa overstated pada penjualan sebesar Rp 2. dan pada Unit Pedagang Besar Farmasi (PBF) yaitu berupa kesalahan berupa overstated pada persediaan barang sebesar Rp 8.(finance. Kasus tahun 2011 yang sempat menjadi bahasan bagi praktik akuntansi khususnya akuntansi perbankan adalah kasus yang terjadi di Citybank yang dilakukan oleh mantan Relationship Manager Malinda Dee. Hasil pemeriksaan Bapepam sekarang OJK diperoleh bukti bahwa terdapat kesalahan penyajian dalam laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk.5 masa 5 bulan yang berakhir pada 31 Mei 2002.9 miliar.7 miliar yang merupakan 2.detik. menemukan dan melaporkan adanya kesalahan dalam penilaian persediaan barang jadi dan kesalahan pencatatan penjualan untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2001. pada Unit Logistik Sentral yaitu kesalahan berupa overstated pada persediaan barang sebesar Rp 23.000.

di mana dana yang didepositokan di BACA terdapat salah saji yang material. Tekanan dapat mencakup hampir semua hal termasuk gaya hidup. 2013). pengawasan manajemen yang kurang baik atau melalui penggunaan posisi. Energi Mega Persada Tbk pada tahun 2010. Konsep Fraud Triangle menyebutkan bahwa tiga kondisi umum yang menyebabkan kecurangan yaitu faktor insentif/tekanan. Nabila (2013) berpendapat bahwa peluang/kesempatan (opportunity) adalah peluang yang memungkinkan terjadinya fraud. dan sikap/rasionalisasi selalu hadir pada situasi fraud. Menurut Rahmanti (2013) tekanan/motif (pressure) adalah dorongan orang untuk melakukan fraud. Manajemen tidak dapat memberikan dokumen-dokumen yang terkait dengan dana simpanan di BACA seperti yang diminta oleh BEI (Wijaya. termasuk hal keuangan dan non keuangan. dan lain-lain. & Jusuf. kesempatan. Cressey mencetuskan konsep segitiga kecurangan yang selanjutnya disebut sebagai fraud triangle sebagai suatu ilustrasi yang menggambarkan faktor risiko kecurangan yang terjadi. di mana pelaku . 2011. Peluang dapat terjadi karena pengendalian internal yang lemah. Alasan pengenaan sanksi kedua perusahaan tersebut adalah karena adanya pelanggaran akuntansi pada pendapatan dana simpanan di Bank Capital Indonesia (BACA). Arens. tuntutan ekonomi. Para pelaku kecurangan percaya bahwa aktivitas mereka tidak akan terdeteksi. 375).6 Energy Tbk dan PT. peluang/kesempatan. p. dan sikap/rasionalisasi atau yang dikenal dengan The Fraud Triangle (Elder. Salah satu elemen penting terjadinya fraud yaitu rasionalisasi. Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit. Teori fraud triangle dari Cressey menyebutkan bahwa tekanan/motif.99. Beasley. Konsep Fraud Triangle diperkenalkan dalam literatur professional pada SAS No.

Penggunaan analisis fraud triangle untuk mendeteksi adanya kecurangan dalam laporan keuangan sebelumnya pernah dilakukan banyak peneliti. Penelitian yang dilakukan Sukirman dan Maylia (2013) menunjukkan bahwa financial stability.7 mencari pembenaran atas perbuatannya (Rachmawati. Hasil dari penelitiannya yaitu financial stability dan external pressure berpengaruh positif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. nature of Industry dan rationalization tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud). . keandalan laporan keuangan diragukan. 2014). Variabel effective monitoring berpengaruh negatif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud). financial target. external pressure dan financial target yang merupakan proksi dari tekanan serta nature of industry yang merupakan proksi dari peluang tidak berpengaruh terhadap fraud. Penentu utama dari kualitas laporan keuangan yaitu integritas manajemen. Tiffani dan Marfuah (2015) mencoba meneliti kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan segitiga keucrangan (fraud triangle) yaitu dengan menggunakan model regresi logistik untuk menemukan factor yang berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hanya satu variabel yang berpengaruh terhadap fraud yaitu audit report yang merupakan proksi dari rasionalisasi. Sikap atau karakter adalah apa yang menyebabkan satu atau lebih individu untuk secara rasional melakukan fraud. Variabel personal financial need. Ketika integritas manajemen dipertanyakan.

2009). 99. tekanan eksternal. ataupun situasi entitas yang beroperasi. dan ketidakefektifan pengawasan tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud).99 menyatakan. SAS No. manajer menghadapi tekanan untuk melakukan kecurangan laporan keuangan ketika stabilitas keuangan ataupun profitabilitas perusahaannya terancam oleh keadaan ekonomi. kebutuhan keuangan individu (personal financial need). industri. Kondisi tersebut adalah stabilitas keuangan (financial stability).8 Selain itu Nauval (2015) juga mencoba meneliti kecurangan laporan keuangan dengan melihat laporan pengenaan sanksi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) tentang perusahaan yang melanggar peraturan VIII G7. siafat industry. & Wright. Stabilitas keuangan (financial stability) merupakan keadaan yang menggambarkan kondisi ketidakstabilan keuangan perusahaan (Skousen. Smith. Sedangkan tiga varibel lain yaitu tekanan internal. Kondisi tersebut adalah sifat industri (nature of industry). terdapat empat jenis kondisi yang umum terjadi pada tekanan yang dapat mengakibatkan kecurangan. dan pergantian auditor eksternal. Menggunakan model regresi logistik hasil penelitian menunjukkan bahwa variable yang berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) yaitu target keuangan. dan struktur organisasional (organizational structure). dan target keuangan (financial target). tekanan eksternal (external pressure). Manajemen memanfaatkan laporan keuangan sebagai . Menurut SAS No. Peluang pada kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) dapat terjadi pada tiga kategori. ketidakefektifan pengawasan (ineffective monitoring).

2009). 2015). & Wright.9 alat untuk menutupi kondisi stabilitas keuangan yang buruk dengan melakukan fraud. Lou dan Wang (2009) menyatakan bahwa ketika perusahaan mengalami tekanan eksternal. salah satu tekanan yang seringkali dialami manajemen perusahaan adalah kebutuhan untuk mendapatkan tambahan utang atau sumber pembiayaan eksternal agar tetap kompetitif. Smith. Tekanan keuangan. Adanya kepemilikan saham oleh orang dalam perusahaan menyebabkan yang bersangkutan merasa punya hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan sehingga akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Smith. dapat diidentifikasi risiko salah saji material yang lebih besar akibat kecurangan. Semakin tinggi persentase kepemilikan saham oleh orang dalam maka praktek fraud dalam memanipulasi laporan keuangan semakin bertambah (Tiffani & Marfuah. dan tekanan yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami para manajerial akan mendorong terjadinya kecurangan laporan keuangan. Tekanan eksternal (external pressure) merupakan tekanan yang berlebihan bagi mananjemen untuk memenuhi persyaratan atau harapan dari pihak ketiga. 2009). Target keuangan (financial target) adalah risiko adanya tekanan berlebihan pada manajemen untuk mencapai target keuangan yang dipatok oleh direksi atau . & Wright. tekanan kebiasaan buruk. Kebutuhan keuangan individu (personal financial need) merupakan suatu kondisi ketika keuangan perusahaan turut dipengaruhi oleh kondisi keuangan para eksekutif perusahaan (Skousen. termasuk pembiayaan riset dan pengeluaran pembangunan atau modal (Skousen.

Terjadinya praktik kecurangan didalam perusahaan merupakan dampak dari ketidakefektifan pengawasan sebagai bentuk kelemahan Corporate governance. 2009). maka semakin rentan manajemen akan melakukan manipulasi laba yang menjadi salah satu bentuk kecurangan. dan lain-lain (Skousen. Summer and Sweeney (1998) menyatakan bahwa umumnya akun piutang tak tertagih dan persediaan yang telah usang dinilai atau ditentukan secara subjektif. 2009). Return on Asset (ROA) sering digunakan dalam menilai kinerja manajer dan dalam menentukan bonus. Sifat industri (nature of industry) ini memberikan kesempatan kepada manajemen untuk mengestimasi dan menilai akun-akun tertentu secara subyektif. Contoh factor risiko yaitu adanya dominasi manajemen oleh satu orang atau kelompok kecil. Semakin tinggi ROA yang ditargetkan perusahaan. & Wright. tidak efektifnya pengawasan dewan direksi dan komite audit atas proses pelaporan keuangan dan pengendalian internal dan sejenisnya. hal ini memberikan kesempatan terhadap agen perusahaan yaitu manajer berperilaku menyimpang (Nauval.10 manajemen. 2015). salah . Selain itu mereka menunjukkan bahwa manajemen akan fokus terhadap perlakuan akun tersebut ketika terlibat dalam manipulasi laporan keuangan. & Wright. tanpa kontrol kompensasi. kenaikan upah. Ketidakefektifan pengawasan (ineffective monitoring) merupakan keadaan di mana perusahaan tidak memiliki unit pengawas yang efektif memantau kinerja perusahaan (Skousen. Rasionaliatas adalah aspek ketiga dari fraud triangle dan yang paling sulit untuk diukur secara pasti namun dapat di proksikan kedalam beberapa aspek. Smith. Smith.

Auditor adalah pengawas penting dalam laporan keuangan. dan rasionalisasi (rationalization) akan digunakan dalam penelitian ini. karena manajemen perusahaan cenderung berusaha mengurangi kemungkinan pendeteksian oleh auditor lama terkait tindak kecurangan laporan keuangan (Tiffani & Marfuah. Penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu yang dilakukan Tiffani & Marfuah (2015). 2015). dan target keuangan (financial target). & Wright. Penentuan perusahaan yang terindikasi . Perusahaan yang melakukan fraud lebih sering melakukan pergantian auditor. Mengacu pada SAS No. 99 (AICPA. biasanya juga diketahui dari auditor. 2002). Faktor peluang (opportunity) dengan faktor sifat industri (nature of industry) dan ketidakefektifan pengawasan (ineffective monitoring). Adanya reset gap dari penelitian terdahulu. Informasi tentang perusahaan yang terindikasi terjadi kecurangan. peluang (opportunity). Faktor yang ketiga adalah rasionalisasi (rationalization). Smith. faktor tekanan (pressure) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari stabilitas keuangan (financial stability). Sama seperti penelitian sebelumnya faktor-faktor yang terdapat dalam fraud triangle yaitu tekanan (pressure). 2009).11 satunya adalah pergantian auditor oleh klien (Skousen. peneliti tertarik untuk meneliti kembali mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. kebutuhan keuangan individu (personal financial need). tekanan eksternal (external pressure). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada rentang waktu penelitian yang berbeda yaitu periode 2011-2015 dengan pertimbangan bahwa periode tersebut akan diperoleh data yang lebih baru dan periode yang lebih lama.

maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. 1. Selain itu perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang memiliki pengaruh cukup besar dalam dinamika perdagangan di BEI sehingga perusahaan manufaktur dapat mewakili keseluruhan perusahaan yang ada di BEI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2015.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Berdasarkan uraian di atas judul yang diambil dalam penelitian ini adalah: “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Analisis Fraud Triangle pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015”. Apakah tekanan eksternal (external pressure) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? .12 melakukan kecurangan laporan keuangan dalam penelitian ini diukur menggunakan model Beneish M-Score. Apakah stabilitas keuangan (financial stability) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? 2. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur karena jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI adalah jumlah perusahaan terbanyak yang terdaftar di BEI.

Apakah ketidakefektifan pengawasan (ineffective monitoring) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? 7. penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Apakah kebutuhan keuangan individu (personal financial need) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2011-2015? 4. Menguji. Apakah target keuangan (financial target) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? 5. 2.13 3.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Menguji. Apakah rasionalisasi (rationalization) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? 1. . Apakah sifat industry (nature of industry) mempunyai pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015? 6. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh stabilitas keuangan (financial stability) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 20112015. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh tekanan eksternal (external pressure) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 20112015.

menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh rasionalisasi (rationalization) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015 1. 7.4 Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat. Manfaat Akademis a. Menguji. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh target keuangan (financial target) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan topik faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Menguji. 2. 5. 6. antara lain: 1. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh ketidakefektifan pengawasan (ineffective monitoring) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015. Menguji. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh kebutuhan keuangan individu (personal financial Seed) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015. 4. Menguji. menganalisis dan memperoleh bukti mengenai pengaruh sifat industri (nature of industry) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015.14 3. Menguji. b. Bagi perusahaan . Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan dan wawasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan pada laporan keuangan. Manfaat Praktis a.

penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian. dan hipotesis. rumusan masalah. kreditor. 1. kerangka pemikiran penelitian. BAB III METODE PENELITIAN . tujuan dan manfaat penelitian. BAB II TELAAH PUSTAKA Bab ini berisi pemaparan tentang landasan teori yang digunakan sebagai dasar acuan penelitian. b.5 Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi pemaparan tentang latar belakang masalah. dan pihak lain yang berkepentingan.15 Dengan penelitian ini diharapkan perusahaan dapat secara sadar menyajikan laporan keuangan yang bebas dari kecurangan dan salah saji yang material karena sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan ekonomi yang dilakukan investor. serta sistematika penulisan. Bagi kalangan regulator Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wacana untuk mendeteksi secara efektif dan efisien kecurangan pada laporan keuangan demi tercapainya informasi laporan keuangan yang tidak bias.

. populasi dan sampel penelitian. variabel penelitian dan definisi operasionalnya. serta metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. objek penelitian. unit analisis. metode pengumpulan data.16 Bab ini berisi pemaparan tentang jenis penelitian.