You are on page 1of 10

1.

Penilaian
IAS 2 mendiskripsikan bahwa basis utama akuntansi persediaan adalah kas, dan kas
didefinisikan sebagai jumlah kas pembelian atau kas konversi, termasuk kas lain untuk
membuat persediaan ada di lokasi perusahaan dan dalam kondisi seperti pada saat pelaporan
persediaan. Dikatakan bahwa kas atas pembelian persediaan mencakup harga beli, biaya
angkut, asuransi, dan biaya penanganan persediaan (handling costs). Potongan tunai, rabat,
dan jenis-jenis potongan pembelian lain jika ada harus dikurangkan ke kos persediaan.
Dapat disimpulkan bahwa sampai dengan titik ini, tidak ada perbedaan kententuan
pengukuran kas persediaan antara IFRS dengan US GAAP, keduanya membuat aturan yang
boleh dikatakan sama persis, karena memang untuk kasus kas perolehan persediaan tidak ada
ruang untuk penerapan konsep principles-based, sehingga mau tidak mau harus
menggunakan konsep rules-based.
Untuk kasus persediaan yang memerlukan proses produksi cukup lama, IAS 23
mengatur bahwa bagian dari biaya pendanaan (borrowing costs) harus diperlakukan sebagai
bagian dari kos persediaan. Dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa IFRS justru sangat
mengatur tentang bagaimana biaya pendanaan harus diperlakukan, atau justru menggunakan
rules-based dan bukannya menggunakan principles-based. Semestinya jika konsisten
menggunakan principles-based, financing costs untuk keperluan proses produksi yang
panjang semacam ini tetap diperlakukan sebagai period costs dan bukannya diperlakukan
sebagai production costs, karena jika manajemen memutuskan untuk tidak menggunakan
dana luar dalam proses produksinya, maka financing costs tidak akan pernah terjadi

1

sehingga metode pengukuran kas yang berlaku tinggal metode FIFO dan metode Rata-rata Tertimbang. Pernyataan ini menyediakan panduan dalam menentuan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal b. pertambangan. bahkan dalam kasus akuntansi persediaan menjadi lebih rules-based dibanding US GAAP.2 inventory atau persediaan adalah : a. manufaktur. Permasalahan pokok dalam akuntansi persediaan adalah penentuan jumlah biaya yang diakui sebagai aset dan perlakuan akuntansi selanjutnya atas aset tersebut sampai pendapatan terkait diakui. pertanian. termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto. Pernyataan ini juga memberikan panduan rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. Pendahuluan Sebelum tahun 2005 IAS 2 membolehkan penggunaan tiga alternatif pengukuran kas persediaan. Hal ini menyebabkan akuntansi untuk persediaan menjadi suatu masalah penting bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Menurut IAS No.2. Namun efektif mulai 1 Januari 2005 IFRS tidak membolehkan penggunaan metode LIFO. serta satu lagi metode yang oleh IAS 2 disebut sebagai allowed alternative treatments yaitu metode LIFO. yaitu metode FIFO dan rata-rata tertimbang yang oleh IAS 2 disebut sebagai benchmark treatments. kehutanan. terutama perusahaan dagang. Pembatasan penggunakan metode akuntansi semacam ini merupakan indikasi bahwa IFRS pada dasarnya tidak sepenuhnya menggunakan principles-based. dan penjual jasa tertentu. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut. atau 2 . kontraktor bangunan. Tujuan Pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Persediaan adalah salah satu aset lancar signifikan bagi perusahaan pada umumnya.

sesuai dengan praktik yang berlaku pada industri. Ini berarti aset yang dikelompokkan sebagai persediaan adalah aset yang memang selalu dimaksudkan untuk dijual atau digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Nilai 3 . Ketika persediaan tersebut diukur pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. kecuali : a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi. termasuk kontrak jasa b) c) d) IAS 2 yang terkait langsung persediaan yang terkait dengan real estat instrumen keuangan aset biolojik terkait dengan hasil hutan. Ruang Lingkup IAS 2 diterapkan untuk semua persediaan. Perlengkapan tersebut juga harus merupakan perlengkapan yang digunakan secara regular dalam proses produksi dan bukan perlengkapan yang hanya bisa digunakan bersamaan dengan aset tetap. Perlengkapan yang dimaksudkan sebagai persediaan adalah perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi. b. 3.c. sehingga perlengkpan kantor (seperti alat tulis kantor) dengan tujuan untuk digunakan administrasi kantor dan bukan untuk dijual. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa Terdapat beberapa poin penting terkait dengan definisi tersebut diatas : a. Persediaan merupakan aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal. ini tidak berlaku untuk pengukuran persediaan bagi pialang-pedagang komoditi yang mengukur persediaannya pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. c. Dasar Penilaian a) Nilai Realisasi Neto Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. bukanlah bagian dari persediaan. maka perubahan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya 4.

a) Biaya Pembelian Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli. dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak).realisasi neto mengacu kepada jumlah neto yang entitas berharap untuk direalisasi dari penjualan persediaan dalam kegiatan usaha biasa. biaya 4 . atau kewajiban diselesaikan. Nilai wajar mencerminkan suatu jumlah di mana persediaan yang sama dapat dipertukarkan antara pembeli dan penjual yang berpengetahuan dan berkeinginan di pasar. biaya konversi. Nilai realisasi neto adalah nilai khusus entitas sedangkan nilai wajar tidak tergantung pada nilai khusus entitas. mana yang lebih rendah. Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian. Nilai realisasi neto untuk persediaan bisa tidak sama dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. bea impor. antara pihak yang berpengetahuan dan berkeinginan dalam suatu transaksi yang wajar c) Komoditi Komoditi adalah barang dagangan yang menjadi subjek kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka d) Nilai khusus entitas Nilai khusus entitas adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan oleh suatu entitas yang timbul dari penggunaan aset berkelanjutan dan dari pelepasannya pada akhir umur manfaat atau yang diharapkan terjadi ketika penyelesaian kewajiban. 5. b) Nilai wajar Nilai wajar adalah jumlah di mana suatu aset dipertukarkan. Pengukuran Biaya Perolehan Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto.

dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk memasukkan overhead nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggan tertentu sebagai biaya persediaan 6. mengikuti perubahan volume produksi. c) Biaya standar Biaya standar memperhitungkan tingkat normal penggunaan bahan dan perlengkapan. Biaya standar di-review secara reguler dan. jika diperlukan. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi barang jadi.pengangkutan. bahan. tenaga kerja. atau hampir secara langsung. dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik. misalnya biaya tenaga kerja langsung. tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan. dan jasa. rabat dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian b) Biaya Konversi Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi. dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi. efisiensi dan utilisasi kapasitas. Misalnya. Overhead produksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung. Diskon dagang. direvisi sesuai dengan kondisi terakhir d) Metode eceran Metode eceran seringkali digunakan dalam industri eceran untuk menilai persediaan dalam jumlah besar item yang berubah dengan cepat. dan memiliki marjin yang sama saat tidak praktis untuk menggunakan metode penetapan biaya lainnya e) Biaya-biaya Lain Biaya-biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Pengendalian dan Pengungkapan 5 . biaya penanganan. Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan. seperti bahan tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.

f) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 32. Informasi tentang jumlah tercatat yang disajikan dalam berbagai klasifikasi persediaan dan tingkat perubahannya masing-masing berguna bagi pemakai laporan keuangan.Laporan keuangan harus mengungkapkan: a) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan. bahan. e) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 32. seperti biaya distribusi. Kondisi tertentu dari entitas juga memungkinkan untuk memasukkan biaya lainnya. perlengkapan produksi. dan barang jadi. meliputi biaya-biaya yang sebelumnya diperhitungkan dalam pengukuran persediaan yang saat ini telah dijual. entitas menyajikan analisa beban 6 . barang dalam penyelesaian. dan jumlah biaya produksi persediaan yang tidak normal. dan h) nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan kewajiban. d) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan. g) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 32. b) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi entitas c) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Dalam format ini. overhead produksi yang tidak teralokasi. Klasifikasi persediaan yang biasa digunakan adalah barang dagangan. termasuk rumus biaya yang digunakan. seringkali disebut sebagai beban pokok penjualan. Persediaan dalam pemberi jasa biasanya disebut pekerjaan dalam penyelesaian Biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode. Beberapa entitas mengadopsi suatu format laporan laba rugi yang mengakibatkan jumlah yang diungkapkan adalah selain biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode yang bersangkutan.

Setiap penurunan nilai 7 . seluruh atau sebagian persediaan telah usang. nilai realisasi neto dari jumlah persediaan yang dimiliki untuk memenuhi kontrak penjualan atau jasa yang bersifat pasti didasarkan pada harga kontrak. maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Jika kontrak penjualan lebih sedikit daripada jumlah persediaan yang dimiliki. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi 8. maka nilai realisasi neto untuk kelebihannya didasarkan pada harga jual umum. atau harga jualnya telah menurun b) Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali jika estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya untuk membuat penjualan telah meningkat c) Praktek penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi neto konsisten dengan pandangan bahwa aset seharusnya tidak dinyatakan melebihi perkiraan jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan atau penggunaannya d) Estimasi nilai realisasi neto didasarkan pada bukti paling andal yang tersedia pada saat estimasi dilakukan terhadap jumlah persediaan yang diharapkan dapat direalisasi. Misalnya. Penyisihan dapat timbul dari kontrak penjualan yang bersifat pasti yang melebihi jumlah persediaan yang dimiliki atau dari kontrak pembelian yang bersifat pasti. biaya tenaga kerja. Nilai Realisasi Neto Nilai Realisasi Neto yaitu : a) Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali jika persediaan rusak. Dalam kasus ini. dan biaya lainnya bersama-sama dengan jumlah perubahan neto persediaan pada periode tersebut 7. Pengakuan Beban Jika persediaan dijual. Penyisihan tersebut diperlakukan sesuai dengan PSAK 57: Kewajiban Diestimasi. Estimasi ini memertimbangkan fluktuasi harga atau biaya yang langsung terkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang peristiwa tersebut menegaskan kondisi yang ada pada akhir periode. entitas mengungkapkan biaya yang diakui sebagai beban untuk bahan baku dan bahan habis pakai. e) Estimasi nilai realisasi neto juga mempertimbangkan tujuan pengadaan persediaan yang dimiliki.menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat dari beban.

seringkali disebut sebagai beban pokok penjualan. biaya tenaga kerja. misalnya. entitas menyajikan analisa beban menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat dari beban. Dalam format ini. Persediaan yang dialokasikan ke aset lain dengan cara ini diakui sebagai beban selama masa manfaat aset tersebut. dan barang jadi. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto. harus diakui seb agai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. bahan. Dalam kasus ini. Pengendalian Informasi tentang jumlah tercatat yang disajikan dalam berbagai klasifikasi persediaan dan tingkat perubahannya masing-masing berguna bagi pemakai laporan keuangan. Kondisi tertentu dari entitas juga memungkinkan untuk memasukkan biaya lainnya. Pengungkapan Pengungkapan yang disyaratkan yaitu: 8 . persediaan yang digunakan sebagai komponen aset tetap yang dibangun sendiri. barang dalam penyelesaian. 9. Klasifikasi persediaan yang biasa digunakan adalah barang dagangan. perlengkapan produksi. Beberapa entitas mengadopsi suatu format laporan laba rugi yang mengakibatkan jumlah yang diungkapkan adalah selain biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode yang bersangkutan. Beberapa persediaan dialokasikan ke pos aset lainnya. entitas mengungkapkan biaya yang diakui sebagai beban untuk bahan baku dan bahan habis pakai.persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. seperti biaya distribusi. dan jumlah biaya produksi persediaan yang tidak normal. overhead produksi yang tidak teralokasi. meliputi biaya-biaya yang sebelumnya diperhitungkan dalam pengukuran persediaan yang saat ini telah dijual. Persediaan dalam pemberi jasa biasanya disebut pekerjaan dalam penyelesaian Biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode. dan biaya lainnya bersama-sama dengan jumlah perubahan neto persediaan pada periode tersebut. 10.

persediaan. biaya operasi lainnya) dan jumlah bersih mengubah persediaan untuk periode Contoh Perhitungan : Arus Biaya : 9 . sebagai alternatif untuk mengungkapkan beban pokok penjualan. barang dalam proses. tenaga kerja. IAS 2 memungkinkan entitas untuk mengungkapkan biaya operasi diakui selama periode oleh alam dari biaya (bahan baku dan bahan habis pakai. b) umumnya diklasifikasikan sebagai barang dagangan. dan sebagainya) bukan oleh fungsi (harga pokok penjualan. dan sebagainya. beban penjualan. dan barang jadi. biaya tenaga kerja. Dengan demikian.a) kebijakan akuntansi untuk persediaan tercatat. Klasifikasi tergantung pada apa yang tepat untuk entitas c) jumlah tercatat setiap persediaan dilakukan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual jumlah setiap penurunan persediaan yang diakui sebagai beban dalam jumlah periode d) setiap pembalikan dari write-down untuk NRV dan keadaan yang menyebabkan pembalikan e) persediaan tercata yang dijadikan jaminan untuk kewajiban f) biaya persediaan yang diakui sebagai beban (harga pokok penjualan) IAS 2 mengakui bahwa beberapa perusahaan mengklasifikasikan biaya laporan laba rugi oleh alam (bahan. bahan.

Metode Average: Metode First in First Out (FIFO): Metode Last In First Out (LIFO) : 10 .