You are on page 1of 34

PENATALAKSANAAN

KOMPERHENSIF PENYAKIT
DM

Pendahuluan

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu
penyakit NonCommunicable Disease yang paling
sering terjadi di dunia.
WHO (2006)  171 juta orang di dunia menderita
diabetes pada tahun 2000 dan menyebabkan
kematian sebanyak 3,2 juta jiwa.
WHO  meningkat menjadi 366 juta penderita pada
tahun 2030.
Sepuluh besar negara dengan prevalensi DM
tertinggi di dunia pada tahun 2000  India, Cina,
Amerika, Indonesia, Jepang, Pakistan, Rusia, Brazil,
Italia, dan Bangladesh.

Terdapat dua tipe utama Diabetes Mellitus yaitu
Diabetes Mellitus tipe 1 dan Diabetes Mellitus tipe 2.
Peningkatan prevalensi DM tipe 2 jauh lebih cepat
dibandingkan DM tipe 1.
Komplikasi jangka panjang DM antara lain retinopati,
nefropati, neuropati perifer, neuropati otonom.
Pada strategi pelayanan kesehatan bagi penyandang
diabetes, peran dokter umum menjadi sangat
penting sebagai ujung tombak di pelayanan
kesehatan primer.

.Tujuan penulisan  Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan penanganan pasien dengan Diabetes Mellitus (DM) secara komperhensif.

Klasifikasi DM .

polidipsia. dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. gatal. serta pruritus vulvae pada wanita. polifagia. dan disfungsi ereksi pada pria. . mata kabur.Penegakan diagnosis  Keluhan klasik  DM berupa: poliuria. kesemutan.  Keluhan lain  lemah badan.

Penegakan diagnosis .

 Diabetes  melitus tipe 1 tipe lain Defisiensi insulin relative juga dapat disebabkan oleh kelainan yang sangat jarang pada biosintesis insulin.Patofisiologi DM  Diabetes  Pada DM tipe I. terdapat defisiensi insulin relatif  terjadi resistensi insulin yang memaksa untuk meningkatan pelepasan insulin. . terdapat kekurangan insulin absolut  Diabetes  Melitus tipe 2 Pada DM tipe II.

Pengelolaan DM  Rekomendasi parameter penatalaksanaan DM .

Penatalaksanaan diabetes    yang pertama pendekatan tanpa obat dan yang kedua adalah pendekatan dengan obat. atau kombinasi keduanya . dapat dikombinasikan dengan langkah farmakologis berupa terapi insulin atau terapi obat hipoglikemik oral. langkah pertama yang harus dilakukan adalah penatalaksanaan tanpa obat berupa pengaturan diet dan olah raga.

lemak: 20-25%.6%. Dalam salah satu penelitian dilaporkan bahwa penurunan 5% berat badan dapat mengurangi kadar HbA1c sebanyak 0. .  Pengaturan Diet Diet yang baik merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan diabetes. Diet yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang yaitu karbohidrat: 60-70%. protein: 10-15% .

Olah raga ringan asal dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan. Interval. Endurance Training). Progressive.  Berolah raga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous. Rhytmical. .

.

sulfonilurea    DM  dewasa baru dengan berat badan normal dan kurang serta tidak pernah mengalami ketoasidosis sebelumnya. oleh sebab itu hanya efektif apabila sel-sel β Langerhans pankreas masih dapat berproduksi  sangat bermanfaat untuk penderita diabetes yang kelenjar pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. tetapi karena sesuatu hal terhambat sekresinya. Obat sulfonilurea tidak diberikan pada penderita gangguan hati. . Merangsang sekresi insulin di kelenjar pancreas. ginjal dan tiroid.

insulin. dikumarol. steroida anabolik. Efek Samping      Gangguan saluran cerna Gangguan susunan Gangguan syaraf pusat Gejala hematologik Interaksi Obat  Alkohol. sulfonamida. probenezida. fenfluramin. fenilbutazon. guanetidin. . fenformin. salisilat dosis besar. kloramfenikol. oksifenbutazon. dan klofibrat.

.

.

Terapi kombinasi dengan obat lain . meningkatkan sintesis dan sekresi insulin oleh kelenjar pankreas.Golongan Meglitinida dan Turunan Fenilalanin   Obat generasi baru mirip sulfonilurea.

.

. Efek Samping   Efek samping yang sering terjadi adalah nausea. gangguan fungsi ginjal.Golongan Biguanida   Cara  langsung pada hati (hepar). dan asidosis laktat. kadangkadang diare. penyakit jantung kongesif dan wanita hamil. muntah. Kontra Indikasi  Gangguan fungsi hepar. menurunkan produksi glukosa hati.

.

dan hati untuk menurunkan resistensi insulin. . Senyawa-senyawa TZD juga menurunkan kecepatan glikoneogenesis. jaringan lemak.Golongan Tiazolidindion (TZD)   Cara  bekerja meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin dengan jalan berikatan dengan PPARγ (peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di otot.

.

Mengurangi glukosa post prandial Obat ini merupakan obat oral yang biasanya diberikan dengan dosis 150-600 mg/hari. Obat ini hanya mempengaruhi kadar glukosa darah pada waktu makan dan tidak mempengaruhi kadar glukosa darah setelah itu.Golongan Inhibitor α-Glukosidase     Cara  Bekerja menghambat enzim alfa glukosidase yang terdapat pada dinding usus halus. .

.

yang akan berkurang setelah pengobatan berlangsung lebih lama. lebih banyak flatus dan kadang-kadang diare. . Efek Samping  Perut kurang enak.

Terapi Insulin  Menstabilkan kadar gula darah  Stimulasi sekresi insulin oleh peningkatan kadar glukosa darah berlangsung secara bifasik. .

 didistribusikan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah  trasport glukosa ke dalam sel Insulin akan meningkatkan lipogenesis. Insulin yang disekresikan oleh sel-sel β pankreas akan langsung diinfusikan ke dalam hati melalui vena porta. .Mekanisme kerja insulin     Penting dan luas dalam pengendalian metabolisme. sintesis DNA dan replikasi sel. serta meningkatkan transport asam amino masuk ke dalam sel. Insulin juga mempunyai peran dalam modulasi transkripsi. menekan lipolisis.

Penderita DM yang mendapat nutrisi parenteral atau yang memerlukan suplemen tinggi kalori Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat Kontra indikasi atau alergi terhadap OHO .Prinsip Terapi Insulin          Semua penderita DM Tipe 1 Penderita DM Tipe 2 tertentu kemungkinan juga membutuhkan terapi insulin apabila terapi lain yang diberikan tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah Keadaan stres berat DM Gestasional dan penderita DM yang hamil Ketoasidosis diabetik Insulin seringkali diperlukan pada pengobatan sindroma hiperglikemia hiperosmolar non-ketotik.

Insulin masa kerja singkat (Short-acting/Insulin). Insulin masa kerja sedang (Intermediate-acting) 3.Sediaan insulin Jenis sediaan insulin yang tersedia dipengaruhi oleh mula kerja (onset) dan masa kerjanya (duration)  Digolongkan menjadi 4 kelompok:      1. Insulin masa kerja sedang dengan mula kerja cepat 4. disebut juga insulin reguler 2. Insulin masa kerja panjang (Long-acting insulin) .

.

.

Kombinasi yang umum adalah antara golongan sulfonilurea dengan biguanida.Terapi kombinasi  Pada keadaan tertentu diperlukan terapi kombinasi dari beberapa OHO atau OHO dengan insulin. .

olahraga. obat antidiabetik. Dikendalikan  diet. harus selalu ditetapkan target yang akan dicapai sebelum memulai pengobatan. . Pada setiap penanganan penyandang DM. Pengobatan Diabetes ini sangat spesifik dan individual untuk masing-masing pasien.Kesimpulan     Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang sangat memengaruhi kualitas hidup penyandangnya sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.