You are on page 1of 13

Diposkan oleh Indria Retna Mutiar di 09.

02 pada hari kamir, 23 agustus 2013

http://materipembelajaransosiologi.blogspot.co.id/2013/08/nilai-dan-normasosial.html

Pengertian tentang Nilai dan Norma Sosial
Nilai Sosial
A. Pengertian nilai sosial
Nilai (value) mengacu pertimbangan terhadap suatu tindakan, benda, cara, untuk mengambil
keputusan apakah sesuatu yang bernilai itu benar (mempunyai nilai kebenaran), indah (nilai
keindahan/estetik), dan religius (nilai ketuhanan).
Pengertian nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat terhadap sesuatu yang
dianggap baik, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna fungsional bagi
masyarakat. Misalnya: kegiatan menolong orang lain dianggap pantas dan berguna, maka
kegiatan tersebut diterima sebagai sesuatu yang bernilai/berharga.
Pengertian lain mengatakan, bahwa nilai didefinisikan sebagai prinsip standar, atau kualitas yang
dianggap berharga atau diinginkan oleh orang yang memegangnya. Nilai merupakan kumpulan
sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku sosial orang yang memiliki nilai sosial
tersebut. secara umum, nilai berkaitan dengan kemerdekaan seseorang untuk bertindak.
Pendapat ahli sosiologi tentang nilai sosial
a.
Prof. Dr. Notonegoro, membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut:
1.
Nilai material
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani/unsur fisik manusia.
2.
Nilai vital
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan aktivitas.
3.
Nilai kerohanian
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian dibedakan
menjadi 4 macam, yaitu:
1) Nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada unsur akal manusia
2) Nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada perasaan manusia (nilai estetika)

c. kesukaan pada kebenaran.3) Nilai moral (kebaikan) adalah nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau kemauan (karsa dan etika) 4) Nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi. Hal ini berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar. Everett Nilai dibagi menjadi lima bagian. 5) Nilai-nilai watak yaitu nilai yang meliputi semua tantangan. 2) Nilai-nilai rekreasi yaitu nilai-nilai permainan pada waktu sengggang. Evolusi dari suatu kepercayaan dalam beragama b. berharga dan memengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai sosial itu. Kluckhohn Semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup: 1) Nilai mengenai hakikat hidup manusia 2) Nilai mengenai hakikat karya manusia 3) Nilai mnegenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu 4) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam 5) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya d. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai. kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan. Robert M. Z. sampai dengan tingkat internasional. sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani. yang sifatnya mutlak dan abadi. dan kesediaan mengontrol diri. Perubahan dalam nilai moral c. C. Setiap individu meyakini nilai-nilai tersendiri yang turut memberikan pengaruh pada nilai yang dimiliki oleh masyarakat. Lawang Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. kesediaan menolong. 4) Nilai-nilai kejasmanian yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani seseorang. yaitu sebagai berikut: 1) Nilai-nilai ekonomi yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. 3) Nilai-nilai perserikatan yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga. Pengaruh media masa . pantas. Walter G. antara lain: a.

e. c. Macam-macam nilai sosial Nilai sosial berdasarkan ciri sosialnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu nilai dominan dan nilai mendarah daging. C. f. Sebaliknya di indonesia. seorang anak akan belajar dan menerima nilai penghargaan atas waktu b. keterlambatan dalam jangka waktu tertentu masih dapat dimaklumi. Cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat. e. Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.Misalnya: tertibnya sebuah antrian menjadi ukuran bagaimana seorang atau sekelompok masyarakat menghargai nilai antrian sekaligus merupakan aturan yang harus diikuti. Contoh: nilai yang mengutamakan kepentingan pribadi akan melahirkan individu yang egois dan kurang peduli pada orang lain. Dapat mempengaruhi pengembangan diri seseorang baik positif maupun negatif g. sehingga membentuk pola dan sistem sosial. Dapat mempengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat. d. bahwasanya nilai sosial diterapkan melalui proses interaksi antarmanusia yang terjadi secara intensif dan bukan perilaku yang dibawa sejak lahir. Terbentuk melalui proses belajar (sosialisasi). Perubahan dalam ekonomi Inovasi dalam teknologi B.d. Contoh: di negaranegara Barat waktu itu sangat dihargai sehingga keterlambatan sulit diterima (ditoleransi). h. a. i. Nilai dominan Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya. Contoh: nilai menghargai persahabatan dipelajari anak dari sosialisasinya dengan teman-teman sekolah. Contoh: dengan memberikan contoh dan menanamkan kedisiplinan semenjak kecil. Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia. Adapun nilai yang mengutamakan kepentingan bersama akan membuat individu lebih peka secara sosial. Ciri-ciri nilai sosial Nilai sosial mempunyai ciri sebagai berikut: a. Ukuran dominan atau tidaknya didasarkan pada hal-hal berikut: . Berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.

Nilai yang mendarah daging Nilai yang mendarah daging merupakan nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan. Jika ia tidak melakukannyamaka ia akan merasa malu bahkan merasa sangat bersalah. 4) Prestise/kebanggaan orang-orang yang menggunakan nilai dalam masyarakat. Fungsi nilai sosial a. Contoh: dari dulu sampai sekarang kota solo dan yogyakarta selalu mengadakan tradisi sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. D.Misalnya: kelompok ekonomi kaya (upper class). Sebagai alat solodaritas atau pendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri. diinginkan. Dapat memotivasi dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan dirinya dalam perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh peran-perannya dalam mencapai tujuan. contoh: menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan umat islam yang mampu. Contoh: seorang guru melihat siswanya gagal dalam ujian akhir akan merasa telah gagal mendidiknya. dan penekan individu untuk selalu berbuat baik. Contoh: memiliki mobil mewah dan keluaran terakhir dapat memberikan prestise tersendiri. Biasanya nilai tersebut telah terisolasi sejak seseorang masih kecil. Pengawas. kelompok masyarakat kelas rendah (lower class) b. . 2) Lamanya nilai itu digunakan. d. pembatas. dicita-citakan oleh masyarakat maka norma merupakan aturan bertindak yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.1) Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut. pendorong. Jika nilai merupakan sesuatu yang baik. kelompok ekonomi menengah (middle class). e. ada hubungan anatara nilai dan norma. contoh: hampir semua orang/masyarakat menginginkan perubahan kearah perbaikan di segala bidang kehidupan. c. Norma Sosial A. b. Pengertian norma sosial Kaidah atau norma yang ada di masyarakat merupakan perwujudan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut. Yang diadakan di alun-alun keraton dan sekitar Masjid Agung 3) Tinggi rendahnya usaha yang memberlakukan nilai tersebut. Sebagai alat untuk menentukan harga atau kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi sosial.

d. b. Diantara keempat klasifikasi tersebut. .Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. namun merupakan hal yang biasa bagi kelompok masyarakat lain. sehingga pelanggaran terhadap norma ini tidak mendapat sanksi yang berat. Norma ini berdaya ikat sangat lemah. dibedakan menjadi: a. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama serta dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat. adat istiadat memiliki konsekuensi yang paling keras bagi pelanggarnya. norma disebut pula peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Contoh: melarang berbuat kriminal pada setiap anggota masyarakat dengan disertai adanya sanksi agar masyarakat menjadi teratur dengan adanya larangan tersebut. 2) Mendorong seseorang agar sanggup menyesuaikan tindakan-tindakan dengan tata kelakuan yang berlaku dalam kelompoknya. Fungsi tata kelakuan adalah: 1) Memberi batasan-batasan pada perilaku individu dalam kelompok masyarakat tertentu. c. Keberadaan norma di masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk sejak lama. 3) Membentuk solidaritas atas anggota-anggota masyarakat dan sekaligus memberikan perlindungan terhadap keutuhan dan kerja sama dalam masyarakat tersebut. Contoh: kebiasaan seorang pelajar memberikan hadiah pada seorang temannya yang sedang berulang tahun. Tata keakuan (mores) Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sikap-sikap hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Adat istiadat (customs) Adat istiadat adalah sekumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan berintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Berdasarkan tingkat daya ikatnya. Cara (Usage) Adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-individu dalam suatu masyarakat. Contoh: bersendawa setelah makan bagi sekelompok masyarakat dianggap tidak sopan.

Contoh: melaksanakan sembahyang. Ciri-ciri norma sosial a. dll. bersifat memaksa bagi semua anggota masyarakat. Menurut resmi tidaknya norma. Hasil dari kesepakatan masyarakat c. norma ini bersifat tidak memaksa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan celaan. Umumnya tidak tertulis b. penyembahan kepada-Nya. Apabila norma dilanggar maka yang melanggar norma harus menghadapi sanksi e. tidak berjudi. Contoh: wajib membayar pajak. dan tidak mabuk-mabukan. dibedakan menjadi: 1) Norma resmi (formal) Yaitu patokan atau aturanyang dirumuskan dan diwajibkan dengan tegas oleh pihak yang berwenang kepada semua anggota masyarakat. berpakaian. bagi pengendara motor/mobil wajib memiliki SIM. dibedakan menjadi: 1) Norma agama Yaitu peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah karena berasal dari wahyu Tuhan. Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya d. minum. . sehingga norma sosial bisa mengalami perubahan. 3) Norma kesopanan Yaitu sekumpulan peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seweorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. kritik. Norma itu tumbuh dari kebiasaan masyarakat. dll. C. Contoh: aturan makan. Contoh: seluruh hukum yang tertulis dan berlaku di indonesia 2) Norma tidak resmi (nonformal) Yaitu patokan atau aturan yang dirumuskan secra tidak jelas dan pelaksanaanya tidak diwajibkan bagi anggota masyarakat. 2) Norma hukum (laws) Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu misalnya pemerintahan atau negara. Menurut kekuatan sanksinya. Macam-macam norma sosial a. Contoh: tidak membuang ludah sembarangan dan selalu mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu.B. Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial. b. tidak berbohong.

4) Norma kesusilaan Yaitu peraturan sosial yang berasal dari hati nurani. maka kita mengerti apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan Sumber: Qomariyah. mode rambut. patut. Sri. sopan. Fungsi norma sosial a. Norma ini menghasilkan akhlak. dll. Indriyanto. Contoh: mode pakaian. Contoh: cara berpakaian dan cara makan. XI. D. Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam masyarakat b. 5) Norma kelaziman Yaitu tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa harus pikir panjang karena kebiasaan itu dianggap baik. Pelanggaran terhadap norma ini. Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial c. W. dan sesuai dengan tata krama. sehingga seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik apa yang dianggap jelek. XII.Yogyakarta: Intersolusi Pressindo Sudarmi. 2009. Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. 6) Norma mode (fashion) Yaitu cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti banyak orang. Teori Ringkas Latihan dan Pembahasan Sosiologi SMA Kelas X. Puji.Contoh: berpegangan tangan. berakibat sanksi pengucilan secara fisik (diusir) ataupun batin (dijauhi). Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional . 2008. berpelukan di tempat umum antara laki-laki dan perempuan. Sebagai sistem kontrol sosial dalam masyarakat Dengan adanya norma.

Nilai di gunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya Nilai sebagai standart dalam proses rasionalisasi yang dapat terjadi pada setiap tindakan yang kurang dapat di terima oleh pribadi atau masyarakat dan meningkatkan self-esteem. . Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat seperti halnya komponen kognitif. Nilai sebagai modal tingkah laku atau cara bertin dak secara eksplisit maupun implisit melibatkan fungsi aktualisasi diri.FUNGSI NILAI NILAI BUDAYA BAGI MASYARAKAT 06.html 1. Fungsi pengetahuan berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti. Menunjukkan gambaran-gambaran self terhadap orang lain Menilai dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain. afektif. Mempengaruhi individu dalam memilih ideologi politik atau agama. 4. isi nilai tertentu di arahkan secara langsung kepada cara bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada penyesuaiam. yaitu : Membawa individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah social.blogspot. B. 5. Nilai berfungsi sebagai ego defensive. kecenderungan terhadap kesatuan persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan dan konsepsi. 3. 6. Di dalam prosesnya nilai mewakili konsep-konsep yang telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan lancer dan mudah Nilai berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri. Merupakan pusat pengkajian tentang proses-proses perbandingan untuk menentukan individu bermoral dan kompeten. Nilai berfungsi sebagai rencana umum (general plan) dalam menyelesaikan konflik dan pengambilan keputusan. Di dalam proses penyesuaiannya pertama-tama individu mengubah nilai secara kognitif ke dalam nilai yang dapat di pertahankan secara social maupun personal. dan nilai yang demikian pasti akan mudah untuk penyesuaianm diri dengan nilai yang berbeda. Fungsi Nilai-Nilai Budaya Nilai mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia (adisubroto. yaitu standart yang menunjukkan tingkah laku dari berbagai cara. Nilai berfungsi penyesuaian.co. 12 Februari 2013 http://nuiiners.id/2013/02/artikel-antrososkes. a) b) c) d) e) f) g) 2. Nilai berorientasi penyesuaian sebenarnya merupakan nilai semu karena nilai tersebut di perlukan oleh individu sebagai cara untuk menyesuaikan diri dari tekanan kelompok. 2000) yaitu sebagai berikut: Nilai berfungsi sebagai standart. dan behavioral.38 | nuii azizah website Label: Artikel AntropSosKes Permalink Selasa. Nilai berfungsi motivasional.

senantiasa menyertakan kebutuhan akan biaya (ekonomi).C. proses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadian alam sekitar. dokter. Terdapatnya struktur pengelola rumah sakit mulai dari direktur. 5. 4. perawat. 2 Estetis 3 Solidaritas Dalam menjalankan tugas profesinya. Agama. 3. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan adanya pengembangan aromaterapi untuk kesehatan. sanitarian dan sebagainya 5 Teori Lingkungan yang bersih serta ruangan yang nyaman dan harum memberikan dukungan emosional terhadap proses penyembuhan kesehatan. apoteker. Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia Berkaitan dengan Kesehatan Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982) ketika menjelaskan kebudayaan asli Indonesia menyebutkan ada enam nilai. bidan. memiliki peran dan fungsi yang berbeda. 2. lat produksi. Teori. Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktik layanan kesehatan dapat dilihat dari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh STA tersebut yaitu: Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan No Nilai Budaya Pelayanan Kesehatan 1 Ekonomi Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan biaya. bidan atau pihak lain yang berkepentingan. dan bidan dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang kesehatan. dokter. seorang perawat dapat berkerja sama dengan pasien. 1. jika dikaitkan dengan masalah keindahan Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks interaksi dan komunikasi Nial Kuasa. Sebelum melaksanakan praktik. jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alam semesta. jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma dan nilai kita. yaitu: Nilai Ekonomi . Sebagai manusia. setiap lulusan pendidikan kesehatan . demikian pula dokter dan bidan. pada konteks ini maka layanan kesehatan mengandung nilai ekonomi. pasien sesungguhnya membutuhkan teman untuk berkeluh kesah. 4 Kuasa Sebagai seorang perawat. tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan kejadian-kejadian secara efektif bagi kehidupan manusia Niala Estetis. Dalam menjalankan tugasnya seorang dokter. keluarga pasien. Kebutuhan terhadap layanan medis atau obat. atau imblana jasa. gizi. maka masalah keindahan dan kenyamanan menjadi sangat penting untuk kesehatan. 6. perawat.

makan sayur dan buah setiap hari. keperawatan anak. saya akan mencoba memberikan contoh nilai lainnya yang berkaitan dengan kesehatan yaitu: Dalam keperawatan komunitas. tapi itu merupakan hal terpenting yang tidak mudah bagi seorang perawat untuk mengenal luar dan dalamnya klien. keperawatan keluarga. menggunakan jamban sehat. keperawatan maternitas. memberi ASI Eksklusif. Sebenarnya. terdapat materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). merupakan suatu nilai yang kecil tapi penting manfaatnya bagi perawat dan kesembuhan klien. yang berguna. masih banyak nilai-nilai yang berkaitan dengan bidang kesehatan khusunya keperawatan. Bagi masyarakat yang beragama praktik pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kepada umat. maka perawat akan mudah mengkaji. semua tindakan keperawatan mengandung nilai yang sangat penting bagi klien. Membahas nilai di keperawatan jiwa. Sepuluh point-point tersebut merupakan suatu nilai karena hal tersebut sangat penting bagi kehidupan kesehatan masyarakat khususnya rumah tangga dan memiliki tujuan yang penting pula bagi kesehatan masyarakat. Ibu yang baru melahirkan sering merasakan ketidaknyamanan pada payudaranya. dan keperawatan gawat darurat. merupakan tahapan yang penting yang memiliki nilai tersendiri. Setiap tindakan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat kepada klien itu semua merupakan suatu nilai yang sangat penting. Selain itu. dan tindakan medis lainnya kepada klien. oleh karena itu perawat memberikan perawatan payudara dengan tujuan yang berguna bagi ibu dan memberikan kenyamanan pada ibu. melakukan aktivitas fisik sehari-hari. merupakan nilai yang penting dan bermanfaat pula bagi klien dengan gangguan jiwa. 3. dan keterampilan profesi yang dimiliki merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. menggunakan air bersih. yang bermafaat. Mulai dari tahap orientasi sampai terminasi. ilmu pengetahuan. Selain yang dipaparkan oleh STA. melakukan perawatan payudara yang diberikan kepada ibu yang baru melahirkan. Jika tidak dilakukan perawatan payudara. mari kita menjadi perawat yang profesional yang memberikan nilai yang penting. 6 1. Membina trust (bina saling percaya). dalam keperawatan maternitas. Dengan membina saling percaya. keperawatan jiwa. mulai dari keperawatan medikal medah. 4. yang meliputi 10 point utama yaitu mengetahui pertolongan persalinan. 2. keperawatan geronitk. biasanya ibu akan merasakan sakit yang luar biasa. melihat dari tahapan norma sosial bisa dikaitkan dengan kesehatan yaitu sebagai berikut: . Oleh karena itu pelayanan kesehatan pun perlu dianggap sebagai bagian dari ibadah. memberantas jentik di rumah. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). menimbang balita setiap bulan. dan tidak merokok di dalam rumah. Saya pikir. Oleh karena itu. memberikan asuhan keperawatan.diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi. Sedangkan untuk norma yang berkaitan dengan kesehatan yaitu. Terpikir membina rasa saling percaya itu merupakan hal kecil. bisa jadi akan berakibat fatal bagi klien yang kita rawat. mengetahui perilaku cuci tangan. Jika saja kita sebagai seorang perawat tidak melakukan tindakan keperawatan tersebut. komunikasi terapeutik bagi klien dengan gangguan jiwa merupakan suatu nilai yang sangat penting dan memiliki tujuan yang sangat bermanfaat bagi klien tersebut. bagi klien yang kita rawat. Salah satu contohnya. Agama Selaras dengan kode etik.

dianggap tidak sopan. Contoh: peraturan lalu lintas. apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara. serta etika perawat terhadap tenaga medis lainnya. sanksinya dikucilkan. Dalam bidang kesehatan. Norma kebiasaan (Folkways) Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa dilakukan secara berulang-ulang). terdapat SOP (Standar Operasonal Prosedur) yang didalamnya terdapat tata cara/ prosedur dalam melakukan seluruh tindakan keperawatan. ada sanksi/ hukuman jika ada perawat yang melanggarnya. tidak mngeluarkan bunyi. maka perawat akan dikenakan sanksi/ hukuman berupa teguran dari pihak kepala ruangan/ ketua tim. Contoh : ü Mengucapkan salam ketika bertamu ü Menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang lain ü Membuang sampah pada tempatnya Sanksi bila tidak melakukan : dianggap sebagai penyimpangan. 5.1. Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan. aspek-aspek legal dalam penulisan dokumentasi keperawatan. 3. Norma Adat (Custom) Adat merupakan norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. diberikan hukuman sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat dan sesuai dengan peraturan undang-undang yang telah dibuat. Contoh: larangan membunuh atau memperkosa. karena terdapat pula peraturan undang-undang jika ada peraturan yang dilanggar oleh tenaga kesehatan. Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan. khususnya keperawatan terdapat kode etik keperawatan yang didalamnya terdapat suatu aturan yang ditujukan kepada perawat. mengenai etika perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Inipun bisa termasuk kedalam norma hukum. Norma hukum (Law) Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara. 4. Sanksi. apabila adat menjadi tertulis ia menjadi hukum adat. denda atau hukuman mati. . Norma kebiasaan yang merupakan suatu aturan. Sanksi bila melanggar. Jika perawat tidak melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan SOP yang telah ada. dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan. 2. Tentunya. Contoh: cara makan. Tahapan Norma-Norma Sosial Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi: 1. 2. D. Merupakan suatu aturan yang turun temurun. Mulai dari tahap orientasi sampai tahap terminasi. Norma cara yang merupakan tata cara. norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya. Norma cara (Usage) Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu.

. Diperoleh darihttp://meyadnya. Perkembagan Nilai Budaya. 2011. Diperoleh darihttp://wirasaputra. Sosiologi Suatu Pengantar. Sistem Nilai.com/2011/10/perkembangan-nilai-budaya. Soerjono. Wira. Supardiyadnya.DAFTAR PUSTAKA Saputra. Nilai Budaya.wordpress. 1996. Jakarta: Raja Grafindo. Soekanto.html (diakses tanggal 13 Januari 2013).blogspot. dan Orientasi Nilai Budaya.com/2011/10/13/nilai-budaya-sistem-nilai-dan-orientasi-nilaibudaya/ (diakses tanggal 13 Januari 2013). 2011.

tetapi ada. Fungsi utama pranata sosial adalah sebagai sarana kebutuhan masyarakat.07 JANUARY 2015 Diposkan oleh Adlan Zaman di 9:31 AM http://dzakibelajar. 2) Pranata sosial yang bersifat disfungsional. . pranata sosial dibedakan menjadi: 1) Pranata sosial yang bersifat fungsional. c) Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk sistem pengendalian sosial. tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak.html B. disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. b) Berdasarkan positif atau tidaknya kontribusi pranata sosial bagi kelangsungan hidup masyarakat. 2. tampak.co. Fungsi umum pranata sosial: a) Memberikan pedoman atau petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana mereka harus bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. sehingga kehidupan masyarakat menjadi kukuh dan kuat. b) Menjaga keutuhan dan integrasi masyarakat. pranata sosial dibedakan menjadi: 1) Fungsi manifes (nyata) adalah fungsi pranata sosial yang nyata. Penggolongan fungsi pranata sosial: a) Berdasarkan atas disadari atau tidaknya fungsi suatu pranata oleh masyarakat. 3.id/2015/01/pranata-sosial.blogspot. 2) Fungsi laten (terselubung) adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak. Fungsi pranata sosial 1.