You are on page 1of 76

BAB 5

Aktivitas Igneous dan Tektonik
Lempeng
(Igneous Activity and Plate Tectonics)

Awal Sejarah Panas di Bumi
(Early Thermal History of the Earth)
 Hipotesa modern mengenai awal mula bumi menunjukkan proses akresi
bumi dan planet lainnya melalui kontraksi dan kondensasi awan gas dan
debu, yang dikenal sebagai solar nebula.
o Nebula memiliki komposisi yang serupa dengan matahari, yaitu
terutama terdiri dari hidrogen dan helium dengan sedikit elemen berat.
o Dari elemen berat itulah berbagai planet terbentuk.
 Planet dalam (inner planet) yang terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi dan
Mars, dinamakan terrestrial planet (gambar 5.1).

Awal Sejarah Panas di Bumi
(Early Thermal History of the Earth)
o

Karena keserupaan komposisi kimianya, keempat planet tersebut
dinamakan rock planet atau rocky planet (gambar 5.2).

o Hipotesa pertama adalah cold homogenous accretion.  Selama proses akresi ini. partikel bergabung membentuk objek besar (sebesar bulan) dan berkembang cepat menjadi planetesimal. Dua planet yang hampir serupa struktur dan komposisinya adalah Venus dan Bumi.  Tumbukan dengan partikel lainnya menghasilkan terrestrial planet. bumi tetap ‘dingin’ sehingga secara kimiawi homogen. mantel dan kerak terjadi ketika terjadi pemanasan akibat peluruhan elemen radioaktif .Awal Sejarah Panas di Bumi (Early Thermal History of the Earth) o Diameter.  Pada hipotesa ini.  Pembagian susunan bumi menjadi inti. massa dan densitas keempat planet tersebut adalah: o o Keempat planet tersebut berbeda struktur dan komposisi dalamnya. o  Terdapat dua hipotesa mengenai kondensasi nebula. Keserupaan tersebut juga diperlihatkan oleh adanya aktivitas vulkanik dan tektonik pada lapisan keraknya.

Awal Sejarah Panas di Bumi (Early Thermal History of the Earth) o Hipotesa kedua adalah hot heterogeneous accretion.  Pada hipotesanya. seluruh nebula berputar. Lewis. ke bagian luar yang dingin.  Jadi. menipis pada sumbunya dan bertambah panjang diameternya. Hipotesa ini bermula ketika matahari belum menjadi bintang. hipotesa cold-accretion tidak menerangkan terjadi perbedaan pada planet.  Selama kontraksi. terdapat perubahan temperatur di bagian dalam nebula yang panas.  Bagian dalam nebula yang padat dinamakan protosun.  Temperatur nebula turun hingga beberapa puluh kelvin. namun nebula bagian dalam tetap panas (lebih dari 1000 K). . nebula berbentuk datar. ia berargumen bahwa jika planetesimal mulanya berkomposisi homogen. di tahun 1970-an.  Ketika kecepatan putaran meningkat.  Model kimia hipotesa ini dinamakan ‘equilibrium-condensation model’ yang diusulkan oleh John S.

 Pada zona nebular bagian dalam (inti). kondensasi material berubah menjadi liquid atau padat. elemen besi dan nikel mampu berkondensasi menjadi campuran nikel-besi. o Pada zona temperatur 1200 ke 490 K. dimana temperatur 1600 K. aluminium dan titanium membentuk oksida dalam butiran debu padat. senyawa silikon. o Pada zona nebular pada temperatur 1000 K. pada temperatur 1300 K. oksigen bergabung dengan kalsium. o Pada temperatur 680 – 425 K. besi metalik (metallic iron) bersenyawa dengan oksigen membentuk oksida besi (iron-oxide). o Di luar zona inti. yang diikuti dengan kondisi kimiawi. kondensasi membentuk feldspar. senyawa silikat yang kaya air (water-rich . Senyawa ini equivalen dengan olivin.Awal Sejarah Panas di Bumi (Early Thermal History of the Earth)  Konsep dasar hipotesa heterogeneous condensation berhubungan dengan apa yang terjadi secara kimia dan fisika ketika temperatur berkurang pada nebula. pada temperatur sekitar 1200 K. o Ke luar zona. Senyawa ini equivalen dengan mineral enstatite (dari kelompok piroksen). oksigen dan magnesium terbentuk. semua materialnya dalam kondisi gas. o Ketika temperatur nebula lebih dari 1600 K. o Ketika temperatur turun.

Tumbukan dengan massa yang padat membentuk protoplanet. Akibat mendinginanya nebula. akresi membentuk sistim lapisan sesuai menurut tingkat temperaturnya.3). o o o o Partikel membentuk piringan tipis.Awal Sejarah Panas di Bumi (Early Thermal History of the Earth)  Skenario pembentukan fisik planet dalam (inner planet) adalah: o Kondensasi butiran padat (dalam dimensi mikroskopik) bergerak dalam gaya gravitasi untuk menempai bidang datar pada nebula yang berotasi (gambar 5. butiran padat bergabung hingga membentuk massa besar atau planetesimal. Pada proses akresi ini. .

o Disimpulkan bahwa produksi maksimum panas radioaktif terjadi saat saat pembentukan bumi. thorium dan kalium tidak sama. telah merubah pemikiran keilmuan mengenai panas internal bumi.  Gambar 5.Aktivitas Radioaktif di Bumi (Natural Radioactivity in the Earth)  Penemuan aktivitas radioaktif oleh Henri Becquerel di tahun 1896.  Panas radioaktif tersimpan di bumi sebagai energi potensial yang berikutnya menjadi energi kinetik untuk menggerakkan lempeng. intrusi batuan beku dan deformasi kerak bumi. o Produksi panas radioaktif terbesar saat bumi terbentuk. o Alasannya. . diikuti isolasi radium oleh Marie dan Pierre Curie di tahun 1898.4 adalah kecepatan produksi panas radioaktif yang diproyeksikan pada 5 milyar tahun saat pembentukan bumi. karena terjadi peluruhan radioaktif secara eksponensial dari kondisi awalnya.  John Joly di tahun 1909 mengaplikasikan pengetahuan radioaktif pada bumi serta memberikan prinsip bahwa panas radioaktif memberikan energi bagi vulkanisma. o Kecepatan peluruhan uranium.  Pembentukan radioisotop bumi telah lengkap kala bumi terbentuk.

disimpulkan radioisotop terkonsentrasi pada kerak benua bagian atas.2). o Kelompok batuan beku mafik (gabro. tabel 5. gabro olivin serta batuan ekstrusifnya) mengandung lebih kecil kandungan radioisotop daripada kelompok batuan mafik. o o . Kelompok batuan beku ultramafik (peridotit dan dunit) mengandung kandungan radioisotop paling sedikit. granodiorit dan diorit serta batuan ekstrusif) memiliki kandungan radioisotop terbesar (dalam ppm.Aktivitas Radioaktif di Bumi (Natural Radioactivity in the Earth) o Kelompok batuan beku felsik (granit. Ditinjau dari penyusun batuan pada kerak benua (tersusun atas felsik di bagian atas ke mafik ke bagian bawah) hingga mantel atas (ultramafik).

 Dari data seismik. . diketahui bahwa mantel bawah tersusun atas batuan ultramafik. yang memperlihatkan perbedaan produksi panas yang jelas antara kelompok felsik dan mafik. Namun bukti tidak langsung menunjukkan bahwa mantel bawah mengandung sedikit radioaktif.Aktivitas Radioaktif di Bumi (Natural Radioactivity in the Earth) o Gambar 5.5 adalah grafik produk panas oleh Arthur Holmes. Jawaban ini sangat penting bagi hipotesa terjadinya arus konveksi pada mantel bawah. apakah terjadi penipisan kandungan radioaktif pada mantel bawah. o Hal tersebut masih menjadi pertanyaan.

o Kesimpulan berikutnya adalah mineral silikat dan besi telah bercampur dengan seragam. temperatur batuan akan naik mendekati titik lebur. o Ketika besi cair terakumulasi pada inti bumi. o Mineral silikat tetap berbentuk kristalin membentuk seperti massa sponge dimana droplet besi cair dapat tersaring ke bawah dalam pengaruh gaya berat. titik lebur besi terlampaui. o Besi cair terkumpul pada lapisan core-mantel boundary. sekitar 1 milyar tahun yang lalu setelah akresi planet terjadi. o Dari lapisan ini. terbentuk diapir besi cair. terpisah dan akhirnya terkumpul pada inti bumi. o Ketika panas radioaktif terakumulasi pada letak yang dalam. radioisotop terdistribusi secara homogen pada seluruh bumi (saat kondisi awal). . o Pada saat itu. o Kejadian ini mungkin bermula pada kedalaman antara 2500 – 3000 km.Diferensiasi pada Inti dan Mantel (Differentiation of Core and Mantle)  Dengan asumsi ketika pembentukan bumi telah selesai. mineral silikat bergerak ke atas yang berikutnya menjadi salah satu faktor meningkatkan temperatur internal bumi.

 Selama dan setelah proses pemisahan. gejala peleburan di bagian dalam bumi telah terhenti. dan kelompok mafik-felsik pada kerak. namun memberikan penjelasan mekanisme terpisahnya radioisotop dari bumi bagian dalam hingga terkumpul dekat permukaan.  Produksi panas radioaktif pada inti dapat diabaikan. lapisan densitas bumi terbentuk menghasilkan konsentrasi besi metalik pada inti. kecepatan produksi panas total bumi dari radioaktif menjadi berkurang. . o Melalui analisa meteor yang tersusun atas besi menjadi pendukung bahwa inti bumi yang tersusun atas besi tidak lagi mengandung panas radioaktif. o Sekarang. kondisi panas di bumi telah stabil dalam pengertian peleburan dan gerakan magma terbatas pada lapisan dangkal (dibandingkan dengan diameter bumi).Diferensiasi pada Inti dan Mantel (Differentiation of Core and Mantle)  Meskipun proses diferensiasi tersebut spekulatif. meskipun konveksi mantel dalam kondisi plastis masih terjadi di bawah titik lebur. o Inti dalam (inner core) dan sebagian mantel tidak lagi mengalami peleburan akibat akumulasi panas radioaktif. o Selama kejadian ini. o Analisis terhadap meteor dilakukan karena meteor dianggap mewakili hancurnya inti pada suatu planet yang pembentukannya serupa dengan bumi. o Akibatnya. batuan ultramafik pada mantel yang kurang densitas di atasnya.

6 adalah diagram komposit dari igneous global.Tinjauan Aktivitas Igneous Global (Overview of Global Igneous Activity)  Gambar 5. .

7 adalah peta sebaran gunungapi di seluruh dunia.Tinjauan Aktivitas Igneous Global (Overview of Global Igneous Activity)  Gambar 5. .

yang jauh dari zona subduksi.  Aktivitas gunungapi lainnya terjadi pada lempeng litosfer benua. dimana sejumlah besar volume magma basaltik naik ke permukaan melalui rekahan dan membentuk aliran basalt tebal yang dinamakan flood basalt. o Islandia memiliki beberapa gunungapi aktif. .Tinjauan Aktivitas Igneous Global (Overview of Global Igneous Activity)  Aktivitas igneous di batas pemekaran lempeng didominasi oleh proses naiknya magma basaltik. o Gunungapi ini juga terjadi akibat hotspot. ekstrusi basalt ini terjadi pada kedalaman 2 km di bawah permukaan laut.  Bentuk lain ekstrusi basaltik adalah rangkaian kepulauan gunungapi atau kelompok gunungapi yang terisolasi atau jauh dari batas pemekaran lempeng.  Aktivitas gunungapi lainnya di benua adalah aktivitas hidrotermal akibat hotspot. Contohnya Islandia yang terletak pada pemekaran Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Eurasia. Bentuk ini merupakan hotspot yang terjadi akibat naiknya batuan mantel yang panas atau mantle plume. o Pulau gunungapi juga terjadi di atau dekat batas pemekaran. Tebal lapisan ini dapat mencapai ribuan meter. Aliran lava di daerah ini berkomposisi rhyolit. Gunungapi terbesar adalah jenis shield volcanoes. dan terkecil adalah jenis basaltic cinder cone. o Biasanya. Contohnya mata air panas di Taman Nasional Yellowstone.

Tinjauan Aktivitas Igneous Global (Overview of Global Igneous Activity)  Erupsi gunungapi lava asam (andesit. o Zona subduksi yang membatasi Lempeng Pasifik membentuk rangkaian gunungapi. rhyolit) menghasilkan stratovolcano yang terkonsentrasi di atas zona penunjaman aktif. o) Magma yang merupakan sumber batolit ini dihasilkan pada bagian bawah kerak benua. o) Batuan beku ini membentuk batolit. . o Busur gununggapi ini memiliki dua jenis.  Kerak benua memiliki massa batuan beku pluton dengan komposisi felsik. yaitu: a) busur gunungapi samudra (oceanic volcanic arc) yang dihasilkan oleh penunjaman kerak samudra dengan kerak samudra b) busur gunungapi benua (continental volcanic arc) yang dibentuk di atas kerak benua.

o Bukti ini berupa adanya gelombang seismik dengan kecepatan rendah (low-velocity layer) yang menunjukkan bahwa pada mantel atas (kedalaman 100 – 200 km) temperatur mendekati titik lebur. o Namun.8 adalah grafik temperatur terhadap kedalaman. o Fraksi lebur yang berbentuk cair cenderung bergerak ke atas dan terkumpul pada ‘kantung magma’ (magma pocket) di kedalaman yang dangkal.Pembentukan magma di Mantel Atas (Magma formation in the Upper Mantle)  Umumnya. Fenomena peleburan ini dinamakan partial melting. . para ahli geologi sepakat bahwa magma dapat terbentuk oleh peleburan batuan pada kedalaman tertentu di astenosfer. hanya bagian kecil pada batuan mantel yang lebur sementara bagian lainnya tetap kristalin.  Gambar 5.

Pembentukan magma di Mantel Atas (Magma formation in the Upper Mantle) o o o o o Melalui grafik ini maka titik lebur batuan pada suatu kedalaman dapat ditentukan. Tetapi ketika kita memplot geotherm langsung di bawah sumbu sebaran. Ukuran tekanan adalah bar. Ketika kondisi yang ditunjukkan pada Gambar 5. terus turun hingga kedalaman sekitar 35 km. confining pressure pada batuan meningkat. maka kurva akan melintasi solidus peridotite kering pada kedalaman sekitar 12 km di bawah permukaan laut. Perubahan fisik di litosfer dan astenosfer apa yang diperlukan untuk menuju kondisi memungkinkan terjadinya pelelehan? . Namun. yang berjarak sekitar 6 km di bawah dasar laut. hubungan sebenarnya antara titik lebur dan kedalaman lebih rumit.8 terjadi. keadaan dimana pelelehan akan terjadi. dimana 1 bar = 1 kg/cm2. kurva dari titik leleh (solidus) peridotite kering terletak jauh di sebelah kanan khas kurva temperatur di bawah dasar laut dalam. Meningkatnya tekanan menyebabkan meningkatnya temperatur titik lebur (an increase in pressure causes the temperatur of the melting point of a given mineral or rock to increase). Semakin ke bawah. Titik lebur mineral silikat juga tergantung pada faktor lainnya. dan tidak ada pelelehan terjadi. Penjajaran dua kurva ini.

sehingga menyebrangi -kurva kering-leleh(drymelt). Dalam gambar 5. Untuk sebaran batas lempeng mid ocean. maka ia akan tenggelam ke kedalam penebalan litosfer.Ketika batuan mantel bergerak menjauh dari sumbu sebaran. seperti digambarkan dalam gambar 3. Jika tekanan dapat terus turun sementara pada saat yang sama tidak ada penurunan panas berarti pada batuan. Kita dapat memperkirakan tekanan ke atas dari mantel yang menanjak diantara antara dua sel sirkulasi mantel simetris berputar pada sumbu horisontal. Menanjaknya astenosfer. Jadi langkah berikutnya adalah mencari proses tektonik yang dapat menyebabkan pelelehan dekompresi. kita dalam hal ini harus memperhatikan kasus penipisan litosfer lokal. yang diberikan dari bawah oleh naiknya batuan mantel. mungkin juga terjadi gaya atau tekanan angkat. yang memungkinkan astenosfer di bawahnya naik adan meninggi. sehingga pergeseran geotherm kembali ke kiri pada grafik (gambar 5.Pembentukan magma di Mantel Atas (Magma formation in the Upper Mantle) o o Jawaban atas pertanyaan kita mensyaratkan bahwa kita harus menerapkan prinsip bahwa pengurangan tekanan terbatas batuan akan mendorong batuan lebih dekat ke titik leleh. Proses ini disebut pelelehan dekompresi.8. mengurangi tekanan terbatas (confining presure). Selain penipisan litosferik horizontal.8) dan hubungan tekanan kembali stabil . pada gilirannya.26B. maka proses pelelehan tak terelakkan. dekompresi telah menyebabkan geotherm bergeser jauh ke arah kanan.

melalui proyek FAMOUS. o Adanya aliran panas dengan kecepatan tinggi menandakan dapur magma terletak sekitar 2 km di bawah permukaan. o Dari contoh batuan.Aktivitas Igneous dan Hidrotermal di Batas Pemekaran Samudra (Igneous and Hydrothermal Activity at Oceanic Spreading Boundaries)  Di tahun 1971. teramati adanya rekahan terbuka (open fracture atau fissure) dengan lebar 10 m. o Penemuan yang penting adalah adanya banyak mata air dari suatu saluran. .  Penelitian lainnya dilakukan di Samudra Pasifik bagian timur. Amerika dan Prancis telah dilakukan penelitian batas pemekaran samudra di Samudra Atlantik Utara. o Suhu mata air ini sekitar 350 oC dan semburan yang kuat. o Lebih dari 400 rekahan terdapat pada area seluas 6 km 2. dibuktikan dasar samudra dilapisi oleh aliran lava basaltik yang berbentuk pillow lava (lava bantal). pada batas Lempeng Pasifik dan Lempeng Cocos dengan kecepatan 6 cm / tahun. o Mata air tersebut menjadi sumber energi bagi koloni dasar samudra.  Pada dasar samudra. o Penelitian ini mencapai kedalaman 2000 – 3000 m di bawah permukaan laut untuk observasi langsung dan pengambilan contoh batuan. yang keruh dengan warna putih atau hitam. o Kebanyakan rekahan berorientasi paralel dengan sumbu pemekaran sehingga rekahan tersebut menjadi bukti pulling apart kerak samudra.

Mata air ini dinamakan ‘smoker. terpanaskan oleh magma yang mengandung mineral kemudian kembali ke dasar samudra dengan tekanan tinggi (gambar 5. dan mensuplai sejumlah mangan serta komponen kimia lainnya ke samudra.’ Semburan air panas menggambarkan air laut telah menembus pillow lava.9). sehingga membentuk cerobong. besi dan seng yang mengendap di sekitar saluran.Aktivitas Igneous dan Hidrotermal di Batas Pemekaran Samudra (Igneous and Hydrothermal Activity at Oceanic Spreading Boundaries) o o o o Mata air ini mengandung konsentrasi sulfida tembaga. . Proses hidrotermal ini memindahkan panas magma keluar.

o Rata-rata kecepatan aliran panas sekitar 80 mWm -2 (Wm -2 adalah watt / meter persegi).  Untuk menentukan aliran panas digunakan thermister probe (gambar 5. sementara pada kontinen sekitar 60 mWm -2. o Pada dasar samudra aliran panas sekitar 50 mWm -2. o Hasil pengukuran pada batas pemekaran didapat nilai sekitar . o Jumlah total panas dari kerak tersebut hanya mampu melarutkan lapisan es setebal 6 mm.Aliran Panas dan Pemekaran Lempeng (Heat Flow dan Spreading Plates)  Terdapat aliran panas keluar dari kerak bumi dengan kuantitas yang sangat rendah bila dibandingkan dengan panas radiasi matahari.  Meningkatnya temperatur dengan kedalaman (gradien geothermal) memiliki nilai 3o C tiap 100 m.10).

sehingga terdapat perbedaan nilai aliran panas dengan model prediksi.Aliran Panas dan Pemekaran Lempeng (Heat Flow dan Spreading Plates)  Para ahli dari Lamont-Doherty Geological Observatory membuat model distribusi panas ideal litosfer samudra dengan asumsi tebal 100 km (gambar 5. o Perbedaan ini disebabkan karena adanya proses sirkulasi air tanah yang membawa sebagian besar panas dari kerak dan melepasnya sebagai mata air (smoker).11 C. o Namun terdapat perbedaan antara model prediksi dengan hasil observasi nilai aliran panas. memperlihatkan kecepatan aliran panas berkurang dengan menjauhnya lempeng dari sumbu pemekaran.11 A) o Gambar 5. .

menipisnya komponen felsik pada mantel purba terjadi akibat terpisahnya mineral saat proses subduksi sehingga terkonsentrasi pada kerak atas. . Nama lainnya adalah subalkaline basalt. Basalt ini jenuh silika (silica oversaturated basalt) yang dicirikan oleh adanya orthopyroxene. o MORB diduga terbentuk pada kedalaman dangkal oleh fraksi kristalisasi (fractional crystallization) dari magma ultramafik yang naik dari mantel atas. o Ciri basalt ini berkomposisi tholeiitic basalt atau tholeiite. Akibatnya MORB hanya memiliki sedikit fraksi radioaktif. o Isotop radioaktif juga terpisah ke kerak bagian atas ketika benua terbentuk.  Selama kurun waktu geologi.  Basalt dari pematang tengah samudra dinamakan MORB (Mid Ocean Ridge Basalt).Magma pada Sumbu Pemekaran (Magmas of the Spreading Rifts)  Tabel di bawah ini adalah mineral utama penyusun magma mafik.

o Terdapat beberapa aktivitas gunungapi di zona pemekaran ini. o Sumbu pemekaran ditandai oleh lembah besar (great throughlike rift) yang berarah timur lautbarat daya (northeastsouthwest). .12 adalah peta geologi Islandia.Sheeted Dike di Islandia (Sheeted Dikes of Iceland)  Di Pulau Islandia. dike basalt yang tersusun vertikal. para ahli geologi dapat mengamati sumbu pemekaran dan mengamati batuan lebih detail. o Gambar 5. o Struktur batuan (bedrock structure) pada zona pemekaran adalah sheeted dike.

.Sheeted Dike di Islandia (Sheeted Dikes of Iceland)  Hasil pengamatan dasar samudra dengan pengamatan batuan di Pulau Islandia didapatkan struktur batuan ideal pada kerak samudra yang baru terbentuk (gambar 5.13).

. dan akhirnya menjadi bagian dari kerak benua. o Ophiolite adalah bagian kerak samudra yang tersingkap pada orogen benua melalui mekanisme sesar naik. o Gambar 5. dinamakan ophiolite. o Serpentinisasi telah merubah lapisan gabro.14 adalah lapisan ophiolite yang didapat dari enam lokasi.Ophiolite  Batuan mafik dan ultramafik yang tersingkap di kerak benua.

o Penentuan umur memperlihatkan ophiolite ‘langsung’ berada di kerak benua setelah pembentukannya. o Ini menandakan bahwa zona pemekaran haruslah terletak dekat dengan zona subduksi. sehingga sanggup ‘menempatkan’ ophiolite di benua setelah pembentukannya.Ophiolite  Umumnya para ahli geologi sepakat bahwa ophiolite yang sekarang ditemukan mewakili bekas kerak samudra. . o Proses ini dinamakan obduksi atau supra-subduksi.

dimensi dan intensitas aktivitas igneous yang terbentuk pada pemekaran lambah dan pemekaran cepat. o Tabel 5. Contoh pemekaran lambat adalah MidAtlantic Ridge (MAR) dengan kecepatan 2. o Contoh pemekaran cepat adalah East Pacific Rise (EPR) dengan kecepatan 18 cm / tahun. .5 cm / tahun.3 adalah perbandingan MAR dan EPR.Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Terdapat perbedaan dasar pada bentuk.

o MAR memiliki lembah pemekaran lebar.15 memperlihatkan profil permukaan MAR dan EPR. sementara EPR memiliki axial ridge yang sempit. .Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Gambar 5.

dinding pembatas (bounding wall) yang curam yang berupa gawir sesar. . Antara gawir sesar adalah inner valley floor. Pada bagian tengah median valley berupa busur gunungapi (axial volcanic ridge).Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Gambar 5. lebar adalah 6 km. o Median valley.16 adalah diagram blok landform MAR dengan pembesaran vertikal 3 kali.

Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Gambar 5.17 A. namun beberapa terletak pada dinding batas (bounding wall). Umumnya letak kerucut gunungapi terletak pada axial ridge. o Pada Peta 5. gap tersebut tidak menunjukkan sesar transform. Namun. .18 adalah bentuk permukaan vulkanik MAR.17 dan 5.17 B adalah ciri tektonik lainnya yang memperlihatkan adanya segmentasi pematang yang dipisahkan oleh en echelon gap. Pada Peta 5. Kerucut gunungapi terletak terpisah-pisah.

antara kerucut gunungapi dan lava saling melapisi. . aliran lava membentuk punggungan.Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries) o Pada Peta 5.18. adalah peta detail permukaan gunungapi dan bentuk tektonik dengan ciri: tinggi axial ridge sekitar 500 m dari titik terendah inner valley floor.

19 adalah profil MAR dan EPR. . EPR memiliki ciri axial ridge yang sempit dengan graben pada puncaknya. o EPR didominasi oleh proses vulkanik.Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Gambar 5. Sesar normal tersebut hanya memperlihatkan pergeseran yang kecil.

sementara Blok B adalah EPR dengan bentuk khusus yang berasosiasi dengan kecepatan pemekaran menengah.20 adalah diagram blok tektonik dan vulkanik dari EPR. dan pillow basalt. Celah antar segmen bukanlah batas sesar transform. Sesar tersebut ditafsirkan sebagai sesar yang sejajar dengan bentuk listric fault atau sesar dengan blok graben dan horst. Lava yang dihasilkan adalah sheet flow. lobate flow. o Aktivitas vulkanik didominasi pada axial.Batas lempeng pemekaran cepat dan lambat (Slow-spreading and Fast-spreading Plate Boundaries)  Gambar 5. Axial ridge terbagi-bagi dimana panjang tiap segmen berkisar dari 15 – 25 km. o Blok A adalah ciri pemekaran cepat. Beberapa sesar normal berorientasi sejajar untuk mengakomodasi kecepatan pemekaran. .

para ahli berpikir mengenai sistim igneous yang berada di bawah zona pemekaran.21 adalah model penampang Mid-Atlantic Ridge.Aktivitas Igneous dibawah sumbu pemekaran (Igneous Activity below the Rift Axis)  Sejak penelitian dasar samudra ke pematang tengah samudra dilakukan. o Magma naik tidak teratur melalui rekahan dan membentuk pillow lava. o Model ini memperlihatkan dapur magma yang besar. yang dinamakan ‘layer cake model’. dengan tinggi 4 – 5 km dan lebar 4. o Gambar 5. yang dikembangkan tahun 1970-an. .6 km.

Aktivitas Igneous dibawah sumbu pemekaran
(Igneous Activity below the Rift Axis)
o

o

Model dapur magma yang dikembangkan lanjut bagi MAR (gambar
5.22) dan EPR (gambar 5.23) sangat berbeda. Gambar 5.22 adalah
model alternatif MAR yang dikembangkan oleh Cann (1991 – 1992).
Modelnya memperlihatkan dapur magma berbentuk horizon. Dapur
magma ini terletak pada kedalaman 6 km.
Model aktivitas igneous di EPR berdasarkan data seismik tomografi.
Model ini tidak memperlihatkan adanya dapur magma. Namun, magma
dari hasil tomografi ini berbentuk lensa kecil atau berlapis dibawah
lapisan sheeted dike.

Plume, Hotspot, dan Rangkaian Kepualuan
Samudra
(Plumes, Hotspots, and Oceanic Island Chains)
 Konsep mantel plume untuk beberapa tahun merupakan hipotesa, karena
tidak ada cara langsung untuk mengobservasi adanya fenomena tersebut.
o Hasil teknologi seismik tomografi mendukung hipotesa ini.
o Bidang diskontinuitas pada 670 km yang memisahkan mantel atas dan
mantel bawah dalam kondisi utuh, namun dengan adanya penetrasi
lokal oleh lempeng subduksi dan kolom magma plume yang berasal
dari batas mantel dan inti (CMB).
 Manifestasi permukaan mantel plume adalah hotspot.
o Hotspot dapat menggambarkan kelompok gunungapi terisolasi pada
kerak benua atau samudra.
o Kriteria identifikasi hotspot adalah sumber gunungapi berasal dari
mantel plume yang lokasinya tetap, sementara lempeng litosfer
bergerak di atas mantel plume.
o Kriteria ini dapat diterapkan pada litosfer samudra atau benua.
o Hanya gunungapi yang baru terbentuk dalam kondisi aktif, sementara
gunungapi lainnya yang bergerak menjauhi mantel plume menjadi tidak
aktif.
 Beberapa gunungapi yang terletak di sumbu zona pemekaran tidak
termasuk kategori hotspot karena sumber magma gunungapi tersebut
berasal dari zona pemekaran lempeng dimana magma secara menerus
naik pada zona ini.
o Namun, di beberapa lokasi, mantel plume terletak di bawah batas

Plume, Hotspot, dan Rangkaian Kepualuan
Samudra
(Plumes, Hotspots, and Oceanic Island Chains)
 Kelompok gunungapi lain yang tidak termasuk hotspot adalah busur
gunungapi (volcanoes of island) dan busur pegunungan (mountain arc)
yang terbentuk di atas zona subduksi.
 Konsep hotspot pertamakali dikemukakan oleh Tuzo Wilson, di tahun 1963,
untuk menerangkan kondisi geologi Kepulauan Hawai’i.
o Kepulauan Hawai’i sebelumnya ditafsirkan terjadi akibat tear fault atau
pemekaran kerak dari barat laut ke arah timurlaut.
o Namun, Wilson menyatakan bahwa di Kepulauan Hawai’i tidak ada
tanda-tanda seismik yang berarti tidak ada gempa.
o Berikutnya Wilson mengusulkan hipotesanya bahwa kepulauan tersebut
terbentuk oleh mantel plume yang posisinya tetap sementara lempeng
bergerak di atasnya (gambar 5.24).
o Tahun 1971, Morgan mengemukakan hipotesa bahwa mantel plume di
bawah hotspot berasal dari mantel bawah dan mungkin berasal dari
dasar mantel.

o Gambar 5. Lempeng Afrika memiliki 43 hotspot. mencatat terdapat 122 hotspot di dunia yang aktif sejak 10 juta tahun terakhir. o Pada hotspot yang terletak di kerak samudra.25 adalah peta sebaran hotspot. dimana 25 terletak pada kerak benua dan sisanya pada kerak samudra. di tahun 1976. o Pada lempeng litosfer. Hotspot.Plume. o 53 hotspot terletak di kerak benua dan 69 terletak di kerak samudra. 15 diantaranya terletak pada sumbu pemekaran dan 9 lainnya berada tidak jauh dari sumbu tersebut. . dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes. and Oceanic Island Chains)  Wilson. Hotspots.

Hotspots. and Oceanic Island Chains) .Plume. Hotspot. dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes.

5 juta tahun) ke arah barat. didapat bahwa Lempeng Pasifik bergerak barat-barat laut dengan kecepatan 10 cm / tahun. o Kepulauan Hawai’i berawal dengan gunungapi aktif di Pulau Hawai yang terletak paling timur. . o Di sebelah utara kepulauan Hawai’i. and Oceanic Island Chains)  Pada Lempeng Pasifik. Pulau Kauai (4. Pulau gunungapi lainnya di sebelah barat Pulau Maui telah lama padam dan tererosi dengan kuat. terdapat tiga kepulauan vulkanik yang terjadi oleh mantel plume. dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes. o Umur basalt dari Hawai ditentukan dengan metoda Potassium-Argon yang menunjukkan umurnya bertambah ke arah barat laut. Hotspots. Umur basalt ini menunjukkan bertambah dari Pulau Hawaii (0.6 juta tahun). o Adanya pola penyebaran seamount dan Kepulauan Hawai’i ini ditafsirkan akibat perubahan arah gerakan Lempeng Pasifik saat 75 juta tahun ke arah utara dan berubah ke arah barat-barat laut (gambar 5. Pulau Maui di sebelah baratnya merupakan gunungapi padam yang sebagian tererosi oleh ombak.5 – 5. terdapat rangkaian gunungapi laut (seamount) berumur 40 juta tahun di ujung selatan dan 65 juta tahun di ujung utara dekat Palung Aleutian. o Ini terjadi karena adanya gerakan horizontal pada mantel di bawahnya.Plume. Pulau Necker yang terletak paling barat berumur 11 juta tahun.26). Hotspot. Dari bukti ini.

Hotspot.Plume. and Oceanic Island Chains) . dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes. Hotspots.

o Hotspot di Atlantik diduga berasal pada atau dekat sumbu pemekaran yang berkembang ketika Lempeng Amerika terpisah dari Lempeng Afrika-Eurasia.27). Hotspots. Hotspot. terdapat submarine ridge yang dinamakan Rio Grande Rise. Dari kepulauan tersebut ke Benua Afrika terdapat submarine ridge yang dinamakan Walvis Ridge. hotspot terletak di Kepulauan Gunungapi Tristan da Cunha (gambar 5.Plume. o Di sebelah timur pemekaran. o Di sebelah barat pemekaran. . and Oceanic Island Chains)  Hotspot di Samudra Atlantik memperlihatkan perilaku yang berbeda dengan hotspot yang terletak di Samudra Pasifik. Topografi tersebut ditafsirkan sebagai akumulasi lava basaltik. dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes.

dan Rangkaian Kepualuan Samudra (Plumes. o Contoh lava hotspot menghasilkan rasio yang lebih tinggi (nilai tengah adalah 0.  Tidak diketemukan hotspot di Eurasia. Hotspot.7050) daripada ciri rasio MORB (nilai tengah tidak lebih dari tidak lebih dari 0.  Hotspot litosfer benua. . Amerika Selatan dan Australia.  Yellowstone adalah satu-satunya hotspot aktif di Amerika Utara. banyak terdapat di Afrika. and Oceanic Island Chains)  Pemboran laut dalam yang menembus hotspot memberikan kesempatan contoh batuan yang didapat untuk dianalisa dengan rasio strontium87/strontium-86.  Afrika Timur diduga akan memiliki banyak hotspot. o Magma basalt dari pematang tengah samudra (MORB) memiliki rasio strontium yang dapat menjadi indikator bahwa magma tersebut berasal dari mantel atas. karena wilayah tesebut tengah mengalami pemekaran benua. Hotspots.Plume.7042). aktif maupun tidak aktif.

dengan batuannya dinamakan diatrema (diatreme). o Tekanan tersebut berhubungan dengan kandungan air atau karbon dioksida. o Definisi petrografi pada istilah diatrema adalah pipa vulkanik yang tersusun atas breksi yang dihasilkan oleh ledakan vulkanik. o Diatrema tidak selalu berhubungan dengan mantel plume. Diatrema harus terpisah dari hotspot karena fenomena ini sekarang tidak muncul sebagai ciri stratovolcano dan tidak berasosiasi dengan aktivitas vulkanik. .Diatrema. o Pipa. o Saluran keluarnya batuan ini dinamakan pipa. o Diatrema terdapat dalam suatu kelompok pada Perisai Precambrium (Precambrium shield) dan susunannya tidak berhubungan dengan struktur garis lurus. Kimberlits and Xenoliths)  Salah satu fenomena gunungapi yang tidak berhubungan dengan tektonik lempeng adalah tersingkapnya batuan di benua yang mungkin berasal dari mantel dan naik ke atas dengan tekanan tinggi. Kimberlit dan Xenolit (Diatremes.

Kimberlits and Xenoliths)  Hanya beberapa diatrema yang menghasilkan intan. piroksen. garnet. . yang terkenal adalah di Kimberly. o Kimberlit terdiri dari variasi peridotit dengan fenokris olivin. o Pada kimberlit terdapat xenolit berupa batuan ultrabasik (eklogit) yang menjadi ciri contoh dari mantel pada kedalaman 300 – 400 km.Diatrema. o Kimberlit sebagai kelompok batuan beku yang mungkin bersumber dari kedalaman 200 km. di Afrika Selatan. o Beberapa kimberlit berupa tuff dan breksi tuff sebagai magma yang naik dan hancur menjadi fragmen padat dan naik melalui pipa. Kimberlit dan Xenolit (Diatremes. amfibol dan mika.

Flood basalt dapat menghasilkan volume magma sebanyak 100 kali volume magma dari hotspot. o Fenomena ini yang terjadi pada kerak samudra dinamakan submarine plateau atau oceanic plateau. o Sementara yang terjadi pada kerak benua dinamakan flood basalt atau plateau basalt. o Perbedaan antara flood basalt dan hotspot adalah pada jumlah volume magma yang keluar dan kecepatan ekstrusi. o Fenomena ini terjadi akibat mantel plume. .Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt)  Sejumlah besar basalt yang keluar sejak phanerozoikum. terjadi pada kerak samudra dan kerak benua.

28 adalah distribusi basaltic oceanic plateaus. .Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt) o Gambar 5.

Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt) o Gambar 5. .29 adalah grafik oceanic plateu yang diplot terhadap relief permukaan dan kedalaman Moho.

.Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt) o Gambar 5.30 ketebalan dan kecepatan seismik dari dua oceanic plateau basalt dengan kerak samudra dan kerak benua.

.Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt) o Gambar 5.31 adalah diagram ideal yang memperlihatkan bagaimana aliran basalt menembus dari rekahan.

32).000 km3 (gambar 5.Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt)  Flood Basalt di Amerika Utara menutupi daratan seluas 130. .000 km2 dengan tebal 600 – 1200 m dan volume 250.

000 km2 (gambar 5.  Terdapat dua kelompok plateau basalt: a) berhubungan dengan lempeng subduksi. memiliki ketebalan rata-rata 3000 m dan menutupi area 550. b) berhubungan dengan pemekaran benua.Plateu Basalt dan Dataran Basalt (Basalt Plateaus and Flood Basalt)  Deccan Plateu di India.33). .

o Dengan sifat tersebut. o Pendapat yang berlaku adalah bahwa mantel plume mampu menembus bidang diskontinuitas pada kedalaman 670 km.Peranan Tektonik pada Mantel Plume (The Tectonic Role of Mantle Plumes)  Satu buah mantel plume mampu menghasilkan basalt sebanyak 22 km 3 / tahun. plume memiliki densitas dan viskositas rendah daripada mantel sekitarnya. o Mekanisme mantel plume terpisah dengan mekanisme konveksi mantel. terjadinya plume ini bermula dari naiknya suatu bentukan pada jalur sempit dengan bentuk plume head menyerupai bola. o Ketika mendekati permukaan . o Akibat panas yang berasal dari batas mantel-inti.

. sehingga dapat menerangkan banyaknya magma basalt yang keluar di permukaan. o Proses termal dan struktur mantel plume ini dinamakan plume tectonic. o Perubahan tekanan tersebut mengawali peleburan skala besar. bagian litosfer tersebut membentuk depresi atau cekungan sedimen.  Dampak naiknya plume head pada tektonik adalah dapat menyebabkan litosfer berbentuk kubah ketika plume head berada di bawahnya. o Pembentukan kubah ini meregangkan dan menipiskan litosfer. o Satu buah mantel plume aktif selama jangka waktu 120 juta tahun.Peranan Tektonik pada Mantel Plume (The Tectonic Role of Mantle Plumes) o Saat itu juga plume head mengalami dekompresi karena berkurangnya tekanan di atasnya. o Ketika litosfer bergerak menjauhi plume.

dengan dasar kerak samudra pada kedua tepi lempeng samudra. .Vulkanisme pada batas subduksi (Subduction Boundary Volcanism)  Dua kelas busur gunungapi: a) intra-ocean arc. oceanic arc atau island arc. dimana saluran magma gunungapi ini melalui kerak samurdra. b) continental margin arc. o Istilah busur magma (arc magma) dapat diaplikasikan pada kedua jenis tersebut di atas.

yaitu hidrolisis pada olivin (Mg. o Perubahan kedua adalah lapisan basalt yang menunjam membawa serta sedimen pelagic yang jenuh air. . o Perubahan pertama adalah perubahan hidrotermal (hydrothermal alteration).Asal mula magma di bawah busur kepulauan (Origin of Magmas beneath Island Arc)  Rangkaian busur pulau gunungapi (juga dinamakan volcanic front) terletak 100 – 150 km di atas lempeng yang menunjam.  Kerak samudra bagian atas mengandung MORB yang telah mengalami perubahan kimiawi setelah keluar dari pematang tengah samudra. menjadi Serpentin (Mg3Si2O5(OH4). Fe)2SiO4.

Transformasi ini selanjutnya menghasilkan eklogit. o Peristiwa ini dimulai dengan menghilangnya kandungan air pada kedalaman 30 km dengan temperatur 500o C. dan melewati prisma akresi di atasnya (gambar 5.Asal mula magma di bawah busur kepulauan (Origin of Magmas beneath Island Arc)  Ketika lempeng samudra menunjam dan mengalami temperatur tinggi. o Mineral pada basalt dan gabro mengalami fasa transisi menjadi garnet dan jadeite piroksen. . o Lempeng terus bergerak turun ke kedalaman 100 – 150 km yang disertai peleburan mineral. o Air yang terbebas saat transformasi ini bergerak ke atas melalui mantel sehingga menyebabkan hidrasi dan dapat menyebabkan menurunnya titik lebur batuan.35). basalt yang telah mengalami serpentinisasi dengan lapisan sedimennya mengalami dewatering.

Menurut perhitungan terjadinya friksi di sepanjang bagian atas lempeng tersebut tidak akan cukup untuk menghasilkan sumber panas sehingga menyebabkan terjadinya peleburan.Pembentukan Busur Gunungapi Samudra (The Building of Oceanic Volcanic Arc)  Mekanisme konveksi astenosfer didapat berdasarkan studi busur vulkanik pada Palung Aleutian. o Busur vulkanik ini diduga lebih muda daripada busur vulkanik di Jepang yang mengandung batuan tua. o Lempeng yang menunjam relatif dingin. o Pusat gunungapi aktif ini terpisah sehingga sumber magma diduga berasal dari dapur magma yang berukuran kecil. . o Gunungapi ini tersusun atas andesit basaltik.

o Di bawah.Pembentukan Busur Gunungapi Samudra (The Building of Oceanic Volcanic Arc)  Bruce D. o Lempeng yang menunjam memanfaatkan gaya seretan pada mantel.36). Marsh (1979) menerangkan model corner flow untuk menerangkan adanya arus pada astenosfer yang berada pada pertemuan dua lempeng (gambar 5. o Pola corner flow diduga digerakkan oleh gerakan lempeng yang menunjam dan terjadi akibat gerakan lempeng. . sehingga penunjaman dapat berlangsung. o Magma yang terbentuk naik melalui diapir untuk membentuk gunungapi di atasnya. mantel memanaskan bagian atas lempeng menyebabkan meleburnya lapisan atas pada kerak yang tersusun atas basalt dan gabro berubah menjadi eklogit.

o Dengan kata lain. . o Kompensasi ini menjaga struktur gunungapi dalam kondisi kesetimbangan isostatik (isostatic equilibrium).Perkembangan Kerak pada busur kepulauan (Crustal Growth of an Island Arc)  Ketika terjadi penunjaman lempeng. terjadi pula proses akumulasi magma di bawah kerak samudra sehingga menghasilkan busur gunungapi. suatu gunungapi yang terbentuk akan memiliki tubuh gunungapi di atas kerak yang diimbangi oleh kompensasi perkembangan akar di bawah kerak. b) akar (root) yang berkembang ke bawah oleh akumulasi pluton. o Suatu gunungapi yang terbentuk dapat dibagi menjadi dua bagian (gambar 5. yaitu: a) tubuh (edifice) dan.37).

Perkembangan Kerak pada busur kepulauan (Crustal Growth of an Island Arc)  Model lain yang lebih realistik adalah gambar 5.38. o Model ini didapat pada penelitian di busur gunungapi aktif di Lesser Antilles. o Akar busur ini terdiri dari sisa massa kerak mafik dengan tubuh pluton ultramafik dan beberapa dapur magma. o Tubuh gunungapi di atas kerak tersusun atas lava andesit dan piroklastik dengan beberapa pluton diorit dan dilapisi oleh sedimen pelagik pada lerengnya. .

tidak adanya batuan felsik pada kerak atas yang berkomposisi granitik nampaknya menjadi salah satu indikator bahwa busur tersebut bukan kerak benua. sedangkan tubuh busur kepulauan terbetuk oleh magma andesit.  Busur kepulauan yang sudah terbentuk dengan susunan batuan yang komplek memiliki dimensi vertikal dan volume yang lebih besar daripada kerak samudra dengan perbandingan 6 kali. . busur kepulauan tersebut dapat dikategorikan kerak benua.Perkembangan Kerak pada busur kepulauan (Crustal Growth of an Island Arc)  Kerak samudra yang terbentuk dari pematang tengah samudra terbentuk oleh magma tholeiitic basalt. o Namun. o Ketebalan busur ini rata-rata mencapai 30 – 35 km. o Andesit dan sejumlah kecil rhyolite dapat dibentuk oleh peleburan sebagian (partial melting) dari hydrous tholeiite. o Dengan demikian. yang serupa dengan ketebalan kerak benua.

Busur Batas Benua (Continental Margin Arcs)  Model corner-flow dapat diterapkan pada busur gunungapi di batas benua. seperti di Pegunungan Andes di Amerika Selatan. menghasilkan aliran lava dan piroklastik rhyolit dan andesit. . o Terbentuknya magma dan migrasinya terjadi pada kedalaman 120 km. o Magma yang keluar di permukaan berperan sebagai lava felsik dan intermediate. namun dapat mencapai kedalaman 200 km atau lebih pada lempeng yang menunjam. granodiorit dan diorit.  Aktivitas igneous yang menghasilkan busur gunungapi meliputi produksi magma pada skala besar berupa pluton granit.

o Batolit terdiri dari kelompok intrusi kecil. o Batolit ini terjadi selama 70 juta tahun dan terdiri dari 1000 pluton dimana tidak ada satu intrusi tunggal granitik dapat mencapai diameter 30 km. yang memanjang 500 km di Pesisir Pasifik. o Namun satu tubuh batolit dapat terdiri dari beberapa jenis batuan beku lainnya. o Kebanyakan batolit tersusun atas granit atau batuan beku felsik. o Cara naiknya tubuh intrusi kecil ini dinamakan diapirism. .Tempat Batolit pada Tumbukan Orogen (Batholitic Emplacement in Collision Orogen)  Gaya berat (gravity) adalah gaya penting yang menempatkan batuan beku pluton. Proses ini menembus batuan di atasnya. o Cara intrusi ini dikendalikan oleh perbedaan densitas antara magma dan batuan sekitarnya (country rock). o Contohnya Coastal Batholith di Peru. apakah subduksi benua dengan busur kepulauan atau benua dengan benua. seperti quartz monzonite dan granodiorit. yang merupakan gaya naik dari suatu tubuh yang relatif lunak dengan densitas rendah. yang dinamakan diapir. o Diapirisma batolit berhubungan erat dengan zona subduksi. seperti diorit dan gabro.  Batolit sebenarnya tersusun atas beberapa intrusi.

o Kerak benua di atas lempeng litosfer yang menunjam meregang secara horizontal dan cenderung menjadi tipis.Tempat Batolit pada Tumbukan Orogen (Batholitic Emplacement in Collision Orogen)  mengapa terjadi penempatan pluton dengan volume besar pada kerak. . o Penipisan ini menyediakan ruang bagi magma diapir untuk naik dengan menekan batuan sekitarnya ke samping. o Melalui mekanisme ini hampir tidak ada batas bagi volume pluton yang dapat menempati kerak.

 Gambar 5.39 adalah klasifikasi tektonik mengenai ketedapatannya endapan bijih metal.Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics)  Klasifikasi ini adalah sistim yang dikembangkan oleh Sawkin. di tahun 1972. o Sumber bijih utama adalah magma yang naik menembus kerak. o Umumnya. pada klasifikasi endapan bijih metal menurut tektotnik. o Endapan hidrotermal dan pegmatit adalah konsentrasi mineral pada sumber batuan beku. . aktivitas igneous terdapat pada tiga lingkungan tektonik: a) batas pemekaran b) zona subduksi c) hotspot.

40 adalah penampang ideal kerak samudra dengan penambahan lokasi bijih tembaga. o Tubuh bijih sulfida tembaga ini terdapat pada zona pillow lava dengan komposisi basalt.Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics)  Endapan bijih tipe Cyprus. . o Singkapan tersebut bersifat ophiolite yang berasal dari kerak samudra dari zona pemekaran dan tersingkap pada kerak benua. o Gambar 5.

Air laut memiliki peranan kimia penting pada produksi sulfida. tembaga atau nikel. .40). Fenomena hidrotermal di dasar samudra adalah semburan air panas dengan temperatur lebih dari 350oC melalui smoker. Kromit biasanya juga ditemukan pada batuan ultramafik (gambar 5.Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics) o o o o o o o Tubuh bijih jenis ini yang biasanya merupakan sulfida dari besi. besi dan seng yang terendapkan sekitarnya. Senyawa chlorine pada air laut membantu melepaskan metal dari batuan mafik. Selama tumbukan benua. massa kerak samudra terpecah dari lempeng yang menunjam dan bergeser melalui sesar naik. Akhirnya senyawa sulfat pada air laut mengendapakan metal tersebut sebagai sulfida. Endapan ini dapat terbentuk melalui segregasi magma dalam kantung magma ultramafik saat pemekaran samudra. Diketahui bahwa smoker membawa konsentrasi tinggi sulfida dari tembaga. terendapkan pada lapisan pillow lava oleh larutan hidrotermal. Sedimen yang terendapan di atas pillow lava juga menerima larutan hidrotermal tersebut dan biasanya diperkaya dengan kandungan besi dan mangan.

o Tubuh magma yang naik dari hasil peleburan sebagian (partial melting) pada lempeng yang menunjam dapat membeku sebagai pluton atau mengalami erupsi sebagai batuan vulkanik andesit atau rhyolit. o Magma yang dihasilkan pada tingkat kedalaman yang berbeda memiliki perbedaan kandungan metal. .Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics)  Endapan bijih tipe Andean. tin dan molybdenum. barat yang berhubungan dengan menunjamnya Lempeng Farallon di bawah Lempeng Amerika Utara.41). silver. dengan urutan iron ore. o copper Endapan dengan urutanlead tersebut terdapat di Amerika Serikat bagian dan zinc. o Endapan porphyry copper diduga merupakan jenis endapan bijih tipe Andean. dan gold. o Akibatnya. o Endapan jenis ini merupakan bijih timah dan tembaga. o Magma ini mengandung metal yang sekarang menjadi tubuh bijih pada batuan beku. endapan bijih yang terjadi memperlihatkan zonasi dari continental margin ke continental interior (gambar 5.

42). o Selanjutnya. o Jenis ini adalah endapan yang tejradi pada akumulasi lava felsik (andesit atau rhyolite) pada busur kepulauan gunungapi. o Bijih terdapat pada tubuh magma dan biasanya bercampur dengan sulfida dari tembaga. magma basaltik . zinc. o Zona pemekaran ini menunjam hingga terletak di bawah forearc basin. o Jenis khusus akumulasi bijih sulfida terjadi pada batas penunjaman ketika zona pemekaran mendekati benua (gambar 5. Contoh endapan ini adalah Jepang. dan lead dengan sedikit kandungan perak dan emas.Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics)  Endapan bijih jenis busur kepulauan gunungapi.

o Endapan tersebut terbentuk oleh larutan hidrotermal yang naik dari hotspot. Hasil tersebut menekan mineral yang mengandung air laut bermigrasi ke lapisan pada interior benua.Bijih Metal utama dan Tektonik Lempeng (Primary Metalliferous Ores and Plate Tectonics) o o Magma menyebar lateral pada lapisan sedimen membentuk sill dimana endapan bijih sulfida diendapkan. o Hipotesa lainnya yang dikemukakan oleh Jack Oliver menyebutkan struktur sesar naik telah menekan lapisan di bawahnya yang jenuh air laut. orogenesa membentuk topografi tinggi daripada lapisan interior benua. Saat yang sama. Migrasi ini terjadi bersama dengan hidrokarbon. yang ditemukan pada lapisan sedimen pada paparan benua. sehingga mengeluarkan fluida ke interior benua.  Endapan Bijih Intrakontinen. namun bukti tersebut tidak ditemukan pada hotspot yang masih aktif. contohnya endapan lead dan zinc di Mississippi / Ohio. Jepang. . o Endapan bijih lainnya terdapat jauh dari batas lempeng. Skenario ini dikenal dengan nama Besshi deposit setelah ditemukannya bijih besi sulfida di Besshi.

Pemodelan Sistim Energi Internal Bumi (Modelling the Earth’s Internal Energy System)  Tektonik dan aktivitas vulkanik menggambarkan pemanfaatan energi internal yang tersimpan pada elemen radioaktif.6 milyar tahun yang lalu.44). gambar 5. o Energi ini terletak pada sistim batas (system boundary. o Panas ini juga digunakan untuk mengendalikan arus pada astenosfer yang plasticoviscous dan menggerakkan litosfer. o Energi tersebut dirubah kembali menjadi panas melalui zona penunjaman. o Energi ini berasal dari akresi bumi 4. Jadi panas ini dirubah dalam bentuk energi kinetik. o Kebanyakan panas ini dilepaskan ke permukaan bumi. seperti uranium dan thorium. apakah sebagai batuan kristalin atau magma. . o Peluruhan radioaktif merubah energi atom menjadi panas yang tersimpan pada batuan sekitarnya.

o Energi matahari berperan pada tektonik dengan cara: a) proses fisik: dekomposisi batuan. disintegrasi. o Namun ada kemungkinan masukan energi melalui tumbukan komet dan asteroid. berkurangnya energi ini adalah eksponensial.Pemodelan Sistim Energi Internal Bumi (Modelling the Earth’s Internal Energy System)  Karena tidak ada masukan energi lain pada sistim ini. erosi dan transportasi b)proses biologi yang menghasilkan sedimen organik dan biogenik. maka sistim energi total pada bumi haruslah berkurang dengan waktu. . Dengan kata lain.

THE END .