You are on page 1of 6

CONSTRUCTION SAFETY - SAFETY CULTURE

PAPER KULIAH UMUM

OLEH :
REINER T.S.

21413020

RICARD MINTURA

21413029

ANDRIAN KOSASIH

21413030

ANDREAS JAYA

21413126

BILLIE JAYA

21413224

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
SURABAYA
2016

3. Keberhasilan mencegah terjadinya kecelakaan kerja bisa dipandang sebagai sebuah investasi. Disimpulkan bahwa Safety Culture dimulai dari komitmen top management. dampak Safety Culture bisa positif. sedangkan peraturan dan prosedur keselamatan kerja berfungsi sebagai pengendali perilaku pekerja terhadap keselamatan kerja pada saat pekerjaan konstruksi. sebagian besar perusahaan penyedia jasa konstruksi hanya mengutamakan pada indikator biaya. 2. Karenanya. Apa saja manfaat penerapan safety culture ? Penerapan budaya keselamatan kerja dalam suatu perusahaan tidak hanya menimbulkan keuntungan secara manusiawi yaitu berupa keselamatan jiwa saja. namun disayangkan hal itu biasanya hanya sebatas rencana belaka. Keselamatan kerja seringkali kurang diperhitungkan. mutu dan waktu pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan safety culture ? Safety culture adalah bagaimana keselamatan dipahami. Safety Culture bukan sesuatu yang bisa didapat atau dibeli namun merupakan sesuatu yang dicapai sebuah organisasi sebagai hasil gabungan budaya organisasi. Latar Belakang Ketika berbicara mengenai keberhasilan proyek. Bahkan biasanya tidak semua orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut mau menyetujui dan menjalankannya. biaya dan perhatian dibandingkan kerugian yang jauh lebih besar jika sampai terjadi kecelakaan kerja. komunikasi. Safety culture juga bisa didiskripsikan sebagai “bagaimana sebuah organisasi bersikap ketika tidak ada yang mengawasi”. Penggunaan perusahaan konstruksi yang reputasi keselamatan kerjanya baik akan . Keberhasilan menerapkan keselamatan kerja juga akan berdampak pada terbentuknya reputasi yang baik. yakni menginvestasikan sedikit waktu. negatif ataupun netral. Rencana tersebut seringkali tidak disertai dengan upaya implementasi yang riil. peraturan dan prosedur keselamatan kerja. budaya profesional dan seringnya budaya nasional. Ada juga beberapa perusahaan yang mulai berangan-angan untuk memperhitungkannya. serta keterlibatan pekerja. dinilai dan dijadikan prioritas dalam sebuah organisasi. mutu. disebabkan perlunya investasi diawal yang jumlahnya tidak kecil. dan waktu pada suatu proyek konstruksi. Sesungguhnya keberhasilan menerapkan budaya keselamatan kerja juga membawa keuntungan dalam hal biaya. Faktor yang berperan dalam penerapan Safety Culture diantaranya komitmen top management.1.

sehingga karyawan yang tidak masuk karena alasan cedera atau sakit akibat kerja pun semakin berkurang. Tidak jarang perusahaan konstruksi meremehkan keselamatan kerja dan mempertaruhkan nyawa pekerjanya demi menghemat biaya dan mempercepat waktu pelaksanaan proyek. Banyak perusahaan yang beranggapan bahwa menerapkan keselamatan kerja sangat mahal. sehingga menyebabkan para pekerja menjadi merasa lebih bahagia dan tidak mau keluar dari pekerjaannya. akan dapat menekan angka resiko kecelakaan dan penyakit dalam tempat kerja. Perusahaan yang menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja mengirim pesan yang jelas pada pekerja bahwa pihak manajemen menghargai dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Setiap pimpinan dalam perusahaan tidak mungkin ingin kehilangan anggota keluarganya dan orang-orang terdekatnya dengan sia-sia. Selain itu dengan melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja secara serius. pekerja tentu akan lebih merasa dihargai sehingga kinerja mereka akan meningkat seiring dengan meningkatnya semangat mereka. Selain itu. Pada kenyataannya. Dengan memandang demikian. Biaya dan waktu yang dikorbankan untuk penerapan keselamatan kerja sebenarnya adalah untuk melindungi keselamatan mereka. sehingga perusahaan akan . Manusia punya hak untuk hidup yang layak dan hak untuk mempertahankan kehidupannya. maka perusahaan berhasil menekan biaya dan waktunya. Keluarga korban akan sangat dirugikan. terciptanya budaya keselamatan kerja juga akan meningkatkan produktivitas pekerja.lebih menjamin terwujudnya proyek dan menghindarkan dari masalah-masalah yang tidak perlu yang dihasilkan akibat terjadinya kecelakaan kerja. Namun jika sampai terjadi kecelakaan kerja berat. Mengapa safety culture penting untuk diterapkan ? Dengan menerapkan safety culture kita dapat meminimalkan resiko kecelakaan kerja. sehingga mereka lebih memilih untuk mengurangi standar keselamatan. Demikian pula seharusnya setiap mereka memperhatikan keselamatan pekerja dengan cara bersamasama dengan seluruh bagian perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja. 4. tindakan ini adalah gambling semata dimana jika tidak terjadi kecelakaan kerja atau hanya terjadi kecelakan ringan. perusahaan dinilai telah berhasil dalam menjaga dan melindungi pekerjanya. maka sesungguhnya biaya dan waktu yang diperlukan jauh lebih besar. untuk menekan biaya dan mengejar waktu. Dengan adanya safety culture.

Maka dari itu. sebab disanalah penerapan langsung keselamatan kerja yang sudah direncanakan sebelumnya. untuk menanamkan dan menerapkannya diperlukan komitmen dan sinergi dari seluruh bagian dalam perusahaan. Selain itu polisi akan datang menyelidiki proyek konstruksi tersebut. Demikian pula ketika antar pimpinan sendiri tidak memilki komitmen yang sama dalam menerapkan keselamatan. maka penerapan yang terjadi tidak mungkin bisa maksimal. maka hanya akan timbul konflik-konflik perbedaan kepentingan. maka tentu jajaran dibawahnya akan mengikuti dalam menerapkan safety culture. Jika pimpinan perusahaan menerapkan safety culture dalam perusahaannnya. budaya keselamatan yang otentik tidak akan berhasil terbentuk. Dapat dipastikan bahwa sesungguhnya kerugian yang akan ditimbulkan jika sampai terjadi kecelakaan kerja akan jauh lebih besar daripada investasi untuk mencegah kecelakaan kerja itu sendiri. dan berdampak pada penurunan produktivitas. Pekerja yang menggunakan produk .diminta untuk memberikan ganti rugi atau bahkan dituntut ke ranah hukum. 6. maka penting sekali bagi pimpinan untuk menyalurkan bentuk implementasi tersebut kepada struktur organisasi yang berada dibawahnya. Ketika pimpinan sudah bersama-sama memahami pentingnya budaya keselamatan dalam bekerja dan sepakat untuk menerapkan program keselamatan kerja. Perlu sekali mengadakan program orientasi dan training untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penerapan budaya keselamatan kerja. apalagi jika terkuak hal-hal yang serius. 5. Setelah memiliki visi dan gambaran tentang bentuk implementasi keselamatan kerja. Ketika departemen operasi dalam suatu perusahaan menyuarakan penerapan keselamatan namun tidak didukung pimpinan. maka mereka akan memikirkan bagaimana langkah yang perlu diambil dalam hal pengendalian biaya dan jadwal. Bagaimana bentuk penerapan safety culture ? Penerapan budaya keselamatan harus dimulai dari struktur atas organisasi. Siapa saja yang terlibat dalam penerapan safety culture? Budaya keselamatan (safety culture) adalah nilai yang tertanam dalam suatu perusahaan. Ketika pimpinan sudah memiliki pandangan yang luas namun bawahan tidak mampu memahaminya. Terjadinya kecelakaan kerja juga akan sangat mempengaruhi pekerja lain secara psikologis. Hal ini tentunya akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Timbulnya safety culture tentunya dimulai dari pimpinan perusahaan terlebih dahulu karena dia yang memunculkan ide dan memutuskan segalanya.

J : Upper Saddle River. Pimpinan harus terus meyakinkan dan mendukung langsung pelaksanaan penerapan ini agar tercipta budaya keselamatan. mutu. Construction Safety. tim penyusun haruslah berpikir realistis. . segenap perusahaan perlu menyusun target yang ingin dicapai.safety haruslah mengerti bagaimana caranya menggunakannya agar bisa melindungi dirinya. maka tidak akan tercipta langkah antisipasi yang mungkin untuk diwujudkan. Selanjutnya. Target ini haruslah masuk akal agar tidak hanya menjadi rencana yang tidak mungkin dicapai. namun segenap perusahaan perlu untuk menyadari bahwa ini tidaklah mustahil. (1997). Hal ini sangat diperlukan agar tindakan antisipasi yang diterapkan tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Jika tim penyusun bersikap terlalu optimis. sebab disanalah penerapan langsung keselamatan kerja yang direncanakan. Menerapkan budaya keselamatan kerja memang sulit. maka tidak akan tercipta langkah antisipasi yang mungkin untuk dilaksanakkan.wikipedia. KESIMPULAN Safety culture sangatlah penting untuk diterapkan mengingat resiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Jimmie W. Tim penyusun sangat penting untuk memperkirakan berbagai macam bentuk kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. N. DAFTAR PUSTAKA Hinze. Biaya dan waktu yang perlu diinvestasikan untuk melakukan tindakan pencegahan memang terlihat besar di awal tetapi bila dibandingkan jika sampai terjadi kecelakaan kerja maka kerugian biaya dan waktu yang terjadi akan jauh lebih besar. Baru kemudian menyusun tindakan pencegahan berdasarkan pada berbagai kemungkinan kecelakaan yang akan terjadi. Dalam menyusun detail rencana penerapan keselamatan kerja.org/wiki/Safety_culture . dan waktu tetapi juga dalam hal keberhasilan pencegahan kecelakaan kerja. Keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari sudut biaya. Dalam menyusun detail rencana penerapan keselamatan kerja harus serealistis mungkin dimana terlalu optimis (target terlalu tinggi). https://en. Penerapan safety culture muncul dari pimpinan dan sangat diperlukan untuk menyalurkan bentuk implementasi tersebut kepada struktur organisasi yang berada dibawahnya.

go.dephub.http://ssp.unhas.hubud.ac.id/id/news/budaya-keselamatan http://repository.id/handle/123456789/5084 .