You are on page 1of 2

January7

Becoming a Prodigal
Luke 15:11-19
==Perumpamaan tentang anak yang hilang.== Yesus berkata lagi: “Ada
seorang mempunyai dua anak laki-laki. --- Kata yang bungsu kepada
ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi
hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
--- Bebebrapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu
lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu
dengan hidup berfora-foya. --- Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah
bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. --- Lalu ia
pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu
menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. --- Lalu ia ingin mengisi
perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak
seorangpun yang memberikannya kepadanya. --- Lalu ia menyadari
keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang
berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. --- Aku
akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku
telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, jadikanlah aku sebagai
salah seorang upahan bapa.
Petualangan anak yang memboroskan harta orang tuanya dengan pergidari rumah
dimulai dari keinginan. Barangkali dia ingin meninggalkan beberapa batasan/
peraturan yang ada di rumah orang tuanya. Atau mungkin dia ingin uang yang
lebih banyak untuk mengejar kesenangan hidup dengan teman-temannya. Apapun
kasusnya, keinginannya melahirkan pembenaran dari penipuan terhadap dirinya
sendiri, dengan asumsi tidak ada buruk/ berbahaya/ menyakitkan pada apa yang
saya lakukan, saya berhak mendapatkan ini. Pemikiran-pemikiran ini memimpin
kepada pengambilan keputusan --terlalu dini meminta warisan-- dan untuk
kepergiannya dari rumah dan dari segala sesuatu yang dia telah dididik.
Seorang Kristiani yang telah meninggalkan Allah, mengikuti jalan sejenis dengan
orang-orang yang memboroskan. Dimulai di dalam pikiran kita dengan
membayangkan yang tidak kita miliki. Semakin lama kita mengijinkan gagasan itu
ada di dalam pikiran kita, semakin kuatlah keinginan kita untuk memilikinya.
Ketika kita terbelenggu pada hal0hal yang di luar kehendak Allah yang

). dunia yang meletakkan keinginan-keinginan di atas Allah. jadikanlah Kitab Suci menjadi dasar untuk hidup --dan sesuaikan pemikiranmu tentang kehidupan dengan pilihan-pilihan yang sesuai dengan Kitab Suci. kemudian kita seperti menipu diri kita sendiri dan menemukan jalan untuk membenarkan apa yang kita inginkan. kita mungkin menikmati kesenangankesenangan dunia sesaat.-. tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. sehingga kamu dapat membedakan manakah kebenaran Allah. Kita akan mendasarkan keputusan-keputusan kita kepada penalaran-penalaran kita yang palsu dan bergerak menjauh dari Tuhan untuk memenuhi mimpi-mimpi kita yang berpusat kepada diri sendiri.(Rom. dan kedagingan yang cenderung memilih kesenangan melebihi ketaatan. Untuk menghindari penipuan diri sendiri. . Keamanan. Leperti wayward son. dan tujuan hidup yang berarti.melindungi kita. Kita memiliki musuh yang mencari-cari untuk memisahkan kita dari kehendak Allah. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. kita akan menemukan diri kita sendiri tanpa hal-hal penting yang kita butuhkan --kasih tanpa syarat. yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. mana yang baik. tetapi pada akhirnya.