You are on page 1of 5

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN FESES

A. DESKRIPSI
Pengambilan sample bahan feses untuk pemeriksaan diagnostic
pada klien dengan gangguan fungsi eliminasi buang air besar /
penyakit saluran cerna.
B. TUJUAN
 Mendapatkan spesimen tinja/feses yang memenuhi persyaratan
untuk pemeriksaan feses rutin
 Untuk pemeriksaan diagnostik karena adanya gangguan fungsi
eliminasi BAB seperti kuman Salmonella, Escherichia coli,
Staphylococcus, Sigela, dan lain-lain termasuk adanya parasist
atau cacing.
 Untuk mengkaji adanya perdarahan dari gastrointestinal
C. PROSEDUR
N0
KOMPONEM
A
PENGKAJIAN
 Kaji
tujuan
pengumpulan
bahan feses dan cara untuk
mengambil dan menyimpan
bahan dengan baik dan benar
 Kaji
tingkat
mobilisasi;
pembatasan intake sebelum
dilakukan pemeriksaan
 Kaji tingkat pengetahuan klien
dan keluarga akan tujuan dan
alas an pengambilan bahan
feses
 Kaji kemampuan klien dan
keluarga
dalam
membantu
pengambilan bahan feses
 Kaji
fungsi
gastrointestinal
pada klien seperti : nyeri
abdomen; nausea; vomiting;
flatulens dan diare.
 Kaji riwayat pemakaian obatobatan
yang
dapat
Materi Pemeriksaan Diagnosis “ Muhaimin Saranani”

RASIONAL

Materi Pemeriksaan Diagnosis “ Muhaimin Saranani” .keluarga. Pertama-tama menjelaskan pada pasien mengenai tujuan pengambilan Mengurangi kecemasan klien/keluarga dan meningkatkan kerja sama antara klien .  Tempat spesimen untuk pemeriksaan  2 buah lidi  Sarung tangan  Vaselin  Kapas lembab  Bengkok  Label pemeriksaan  Formulir pemeriksaan  Sampiran kalau perlu Persiapan Klien dan Lingkungan  Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur yang akan dilakukan  Memberikan lingkungan privacy dengan menutup lingkungan sekitar tempat tidur dan pintiu masuk tempat tidur PELAKSANAAN 1. Perawat mencuci tangan 2.B C menyebabkan gangguan gastrointestinal PERENCANAAN Persiapan alat :  Alat-alat untuk BAK dan BAB (untuk pasien wanita yang tidak dapat berjalan disediakan 2 buah pispot). Semua peralatan didekatkan pada pasien sesuai dengan produr yang akan dilakukan 3. Pada pasien yang tidak kuat / tidak boleh berjalan a.

mengambil sedikit feses dengan lidi lalu dimasukkan ke dalam tempat yang disediakan. Memberitahukan pada pasien bahwa sesudah BAK ia harus BAB di dalam pispot yang telah disediakan dan jangan sampai feses bercampur dengan air c. Member etiket yang jelas pada botol : mengisi Materi Pemeriksaan Diagnosis “ Muhaimin Saranani” . Setelah selesai BAB. Setelah feses didapat. d. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan di kamar mandi b. sebelum pasien cebok.spesimen. Membereskan alat dan membantu pasien merapikan diri e. di berikan terlebih dahulu pispot / urinal untuk BAK. c. keluarkan perlahan lalu masukkan kedalam wadah lalu ditutup dan serahkan pada perawat d. kemudian baru memberikan pispot yang kering. Bila pasien hendak BAB. b. Member etiket yang jelas pada botol : mengisi formulir dan segera mengirimnya ke laboratorium 2. Pada pasien yang dapat berjalan a.

Cara pengambilan spesimen adalah sebagai berikut : a.feses harus diambil langsung dengan jari yang memakai sarung tangan. oleskan jari telunjuk dengan vaselin. Membantu pasien mengambil posisi dorsal rekumben d.formulir dan segera mengirimnya ke laboratorium 3. Melepas pakaian bawah pasien c. lalu memasukkan jari telunjuk dengan perlahan-lahan ke dalam anus kemudian putar ke kiri dan ke kanan sampai teraba feses f. Membersihkan anus dengan kapas lembap h. Menjelaskan pada pasien mengenai tujuan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan. Memakai sarung tangan. Memasang sampiran jika perlu e. Pada pasien yang tidak dapat BAB kita bisa melakukan klisam atau memberikan obatobat pencahar. b. Akan tetapi. Setelah feses didapat. keluarkan perlahan lalu masukkan kedalam wadah lalu ditutup g. Melepas sarung tangan dan Materi Pemeriksaan Diagnosis “ Muhaimin Saranani” .

 Catat warna. k.jumlah. tanggal pengambilan. Membereskan alat dan membantu pasien merapikan diri j.D E meletakkan dalam bengkok i. bahan pemeriksaan dan cara pengiriman ke laboratorium.bau.konsistensi dan karakteristik yang todak normal  Catat adanya kesulitan saat defekasi Materi Pemeriksaan Diagnosis “ Muhaimin Saranani” . Member etiket pada botol : mengisi formulir laboratorium lalu mengirim ke laboratorium. Mencuci tangan EVALUASI  Klien tidak menunjukan rasa ketidaknyamanan/rasa malu selama prosedur tindakan dilakukan  Specimen untuk pemeriksaan laboratorium terpenuhi DOKUMENTASI  Catat waktu.