You are on page 1of 13

MAKALAH

PROTOKOL X.25
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Jaringan Digital Pelayanan Terpadu
DOSEN PEMBIMBING :

PENYUSUN :
JTD 2B
Kelompok

2
No.
1
2
3
4

Nama

No. Absen

NIM

5
6

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016
BAB I

Untuk mengetahui pengertian X. 1.25.1.1.1.25? 1. Apa saja protokol yang biasa digunkan untuk implementasi X.25 ini adalah standar yang mendefinisikan layers 1.1.1.4.25 dan apa saja layer tersebut. 1. karena melalui jaringan telekomunikasi manusia dapat melakukan komunikasi yang tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Untuk mengetahui jumlah layer X. 1.1. Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.3. Untuk mengetahui kekurangan X. Apa saja karakteristik dari protokol X. Untuk mengetahui apa saja protokol yang biasa digunakan untuk implementasi X.25? 1.1.25? 1.6. 1.1. Apa saja kelebihan dari X.1.25? 1.5. maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/ interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak.2.25? 1. Untuk mengetahui kelebihan X. 1. Berapa layer pada X.1. Apa saja kekurangan dari X.1. Standar X.1.2.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah: 1.4.1 Latar Belakang Jaringan telekomunikasi adalah teknologi yang sangat berkembang dalam sejarah telekomunikasi. Pada 1970 an ada banyak jaringan telekomunikasi publik yang dimiliki oleh perusahaan.25? 1. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa.25 direkomendasikan sebagai protocol yang dimaksud oleh The International Consultative Committee for Telegraphy and Telephony (CCITT) sekarang International Telecommunication Union (ITU) sejak 1993.1. sehingga komunikasi yang terjadi menjadi lebih mudah 1. Apa pengertian protokol X.3.25.1.7. Apa yang dimaksud virtual circuit X.25. 1.5. Aturan standar ini dikemukakan agar perusahaan-perusahaan yang saling berkomunikasi dapat menyelenggarakan komunikasinya dengan berbagai macam vendor komputer. . Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection).1.1.6.25.PENDAHULUAN 1. organisasi dan pemerintahan yang saling berbeda satu sama lain sehingga diperlukan protocol yang lebih umum untuk menggabungkan semua standar industri tersebut.25.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Pada 1976 X. Aturan standar ini diperlukan sebagai sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak.2 dan 3 Model referensi OSI. Untuk mengetahui apa itu virtual circuit. Untuk mengetahui karakteristik dari protokol X.7.25? 1.

.

Menyalurkan informasi dengan kehandalan tinggi. serta alat penyalur informasi lainnya yang dapat melaksanakan pengolahan dan penyaluran informasi.1. Gambar 1. Model OSI menentukan bahwa fungsi-fungsi pada setiap stasiun harus dijalankan sebelum suatu pesan dikirimkan atau diterima. Protokol dirancang dan dikembangkan oleh suatu pabrik sehingga mereka sukar berhubungan apabila berlainan pabrik pembuatnya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. OSI mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu atau lebih komputer beserta perangkat lunaknya. Model O S I Model OSI menggunakan layer (lapisan) untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi sistem. Layer OSI . Protokol berfungsi untuk : a. Protokol Protokol adalah prosedur dan peraturan-peraturan yang mengatur operasi dari peralatan komunikasi data. 2. misalnya protokol komunikasi. terminal. proses.1.2. Pesan ini pada sisi pengirim akan bergerak dari atas ke bawah. operator.1 Teori Dasar 2. Pada lapisan sambungan data (data link layer) pesan ini akan ditempatkan pada sebuah lapisan yang mempunyai header dan trailer sesuai dengan jenis protokol yang digunakan. setiap lapisan akan menambahkan semacam header ke pesan tersebut. karena hal inilah yang memungkinkan disambungkannya peralatan-peralatan dari perusahaan yang berbeda. Membuat hubungan antara pengirim dan penerima b. Model ini juga menentukan sifat-sifat eksternal sistem.1.

1. 2.3. Sebuah layer pada pengirim hanya perlu berhubungan dengan layer yang sama di penerima selain dengan satu layer diatas atau dibawahnya.Empat layer pertama memberikan transfer sevice karena pada layer ini pesan disalurkan atau dialihkan dari sumber ke tujuannya. 2.3. dan prosedural untuk mengaktifkan.1. Proses ini disebut dengan "peer process". Network Layer Fungsi yang dijalankan oleh network layer menyebabkan layerlayer yang berada di atasnya tidak tergantung kepada proses ruting dan penyambungan yang berhubungan dengan pembentukan koneksi jaringan. Tiap layer bertugas untuk memberi layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi layer diatasnya dari rincian cara memberikan layanan tersebut. 2.3.Tiga layer diatas dikenal sebagai user atau application oriented layer yang umumnya berkaitan dengan sambungan antar perangkat lunak dan pemberian akses untuk mendapatkan data yang ada dalam jaringan. Keempat layer ini juga dikenal sebagai network oriented layer dan berfungsi membentuk sambungan antara dua sistem yang hendak berkomunikasi melalui jaringan yang ada. mempertahankan/ memelihara (maintain).1. Data Link Layer Data link layer memiliki fungsi untuk mewujudkan suatu transfer data yang andal melalui saluran fisik.2. Himpunan layer dan protokol disebut dengan arsitektur jaringan. elektrik. . Physical Layer Physical layer mendefinisikan karakteristik mekanik.3. sehingga mereka merupakan interface antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama.3. fungsional.1. mengendalikan proses pengalihan informasi melalui sambungan ini tanpa kesalahan.1. Layer ini memetakan unit data yang berasal dari network layer menjadi frame data yang dapat ditransmisikan. Layer Pada Model OSI 2. Layer menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berhubungan dengan layer yang setingkat.Tiap layer berdiri sendiri tapi fungsinya bergantung pada keberhasilan operasi layer sebelumnya. Application oriented layer memusatkan perhatian pada penampilan data yang dipertukarkan dan mendukung pelayanan yang diperlukan guna melakukan distributed processing. serta memutuskan (deactivate) koneksi untuk mentransmisikan deretan bit melalui suatu saluran fisik. lengkap dan tidak rangkap.

ATM.7. 2. Sedangkan layanan telepon umumnya berbasis jaringan teknologi circuit switching. protocol menyusun kembali sehingga bisa ditampilkan utuh seperti semula. Session layer memungkinkan pembentukan dan penggunaan koneksi transport antara dua entitas presentation yang terletak pada dua station yang berjauhan. Transport Layer Transport layer melaksanakan pengendalian end-to-end (station-to-station) terhadap data yang ditransmisikan serta melakukan optimasi terhadap penggunaan sumber daya jaringan.4. Session Layer Session adalah suatu koneksi antara dua station yang memungkinkan mereka berkomunikasi.3.2.5. 2. Umumnya dedicated line dialokasikan untuk transmisi antara dua pihak. Packet switching lebih efisien untuk jenis data yang dapat mentoleransi transmisi yang tertunda dan terpisah (tidak bersamaan) seperti misalnya e-mail dan Web. Sebagian besar Wide Area Network (WAN) protocol modern.1.1. X.Teknologi yang lebih baru. Mampu memberikan garansi akurasi seperti jaringan circuit switched dan efisiensi dari jaringan packet switching. Presentation Layer Presentation layer bertugas memberikan informasi cara mengatasi perbedaan syntax kepada entitas aplikasi-aplikasi yang sedang berkomunikasi. 2. Misalnya untuk real time data (live audio dan video).1. . Setelah semua paket dapat diterima oleh host tujuan. mengkombinasikan keduanya.25 dan Frame Relay.6.3.4.1. 2.3. termasuk TCP/IP. Paket Switching Adalah protocol yang mengatur data dibagi menjadi sejumlah paket sebelum dikirimkan. Setiap paket akan dikirimkan terpisah dan dapat melalui saluran (routing) yang berbeda. berbasis teknologi packet switching.1.3. Circuit switching ideal untuk kondisi dimana data harus dikirim secepatnya dan harus sampai dengan urutan yang sama. Application Layer Application layer memungkinkan suatu proses aplikasi mengakses lingkungan OSI.

1 Pengertian X.25 Device pada X. Data Terminal Equipment (DTE) b. Data Circuit-terminating Equipment (DCE) . Paket tersebut bergerak melalui suatu jaringan pada sesuatu seperti sabuk penampung (conveyor belt). Packet switching memungkinkan sejumlah besar pemakai memakai bersama penghubung transmisi berkecepatan tinggi. Device jaringan public menggunakan basis teknologi Internet untuk berkomunikasi. berikut adalah jaringan X. Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan internet. dimana data yang dikirim antar komputer akan dibentuk dalam packet. Dalam packet switching. Setiap bagian memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket data tersebut.BAB III PEMBAHASAN 3. Paket tersebut kemudian dikirim ke alamat tujuan dan pesan yang lengkap disusun ulang ketika sema paket telah sampai.25 Gambar 2. Protocol ini sudah distandarisasi oleh International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T).25 ini terbagi menjadi tiga kategori yaitu : a. Paket Switching dari Jaringan X.25. metode untuk pengiriman paket data tersebut disebut sebagai Packet switching.25 X. bercampur dengan paket berisi pesan dari pengirim lain.25 adalah protocol yang mendefinisikan bagaimana computer (device) pada jaringan public yang berbeda platform bisa saling berkomunikasi. Standar utama untuk packet switching adalah X. seluruh paket data yang dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari berbagai sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama. untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui router. Packet switching ini merupakan suatu metode untuk mengirimkan informasi yang memisahkan pesan yang panjang ke dalam unit-unit kecil (paket) yang berukuran tetap.

25 berkisar antara 64 bytes sampai 4096 bytes. Packet Switching Exchange (PSE) Device yang digolongkan DTE adalah end-system seperti terminal. Gambar 3. host jaringan (user device).25 Ukuran paket maksimum dari X. Karena fasilitas X. sehingga menyebabkan pengaturan rate transmisi data. X.25 kini semakin berkurang. PC.25 telah diciptakan sejak pertengahan tahun 70 dan sudah banyak diperbaiki sehingga stabil.25 adalah delay tetap yang disebabkan oleh mekanisme store dan forward. X. Dikatakan bahwa tidak ada data error pada modem di network X. walau X. X. 100kbps kebawah. digantikan oleh sistem yang berbasis TCP/IP.25 masih banyak digunakan pada autorisasi Point-of-Sale credit card dan debit. Frame Relay dan ATM tidak punya kontrol flow dan kontrol error sehingga waktu hubungan end-to-end bisa menjadi minimal. Sama seperti X. pengecekan error tersembunyi dan lainnya tidak akan signifikan seperti halnya pada kecepatan rendah. Hubungan antar ketiga kategori ini diilustrasikan pada berikut ini.c. kedua protokol ini juga mempunyai kemampuan untuk meng-handle dari satu source ke banyak koneksi serta kemampuan menyamakan kecepatan pada DTE yang memiliki line speed yang berbeda.25 seperti ukuran paket yang kecil. Hubungan DTE-DCE dan PSE 3.25 telah menjadi dasar bagi pengembangan protokol paket switch lain seperti TCP/IP dan ATM. Penggunaan X. Sedang device DCE adalah device komunikasi seperti modem dan switch. dengan ukuran default pada hampir semua network adalah 128 bytes.25 Kekurangan X. . Adapun PSE ialah switch yang yang menyusun sebagian besar carrier network.2 Karakteristik X.25 optimal untuk line kecepatan rendah. Device inilah yang menyediakan interface bagi komunikasi antara DTE dan PSE.25.

EIA-530. EIA/TIA-449.25 ini pada model OSI. Packet-Layer Protocol (PLP) b. dan G.25 Protokol X. Gambar berikut ini mengilustrasikan protokol-protokol X.25 Pada Tiga Layer 3.25 diimplementasikan ISO HDLC standar yang disebut Link Access Procedure Balanced (LAPB) dan menyediakan link yang bebas error antara dua node yang secara fisik terkoneksi. Link Access Procedure. Balanced (LAPB) c. b.25 yaitu: a. Error ini akan dicek dan dikoreksi pada .21.25 Penggunaan protokol pada model standar X. Didalamnya termasuk beberapa standar elektronik seperti is V. ada mulai ada peningkatan pembangunan infrastruktur X. Terdapat tiga protokol yang biasa digunakan pada implementasi X. Layer 1 Physical Layer bekerja dengan elektris atau sinyal.25 terbagi menjadi 3 layer.703. Serta beberapa standar elektronik dari interface layer fisik seperti EIA/TIA-232. RS232 and X.Tetapi.35 .25 ini meliputi tiga layer terbawah dari model referensi OSI. Perbandingan Terbawah OSI Protokol X. 3. Sehingga mungkin.4 Layer-Layer Pada X. pada X.25 dengan investasi besar pada seluruh dunia.25 masih tetap penting untuk beberapa waktu kedepan. yaitu a. Layer 2 Data Link Layer. X.3 Protokol pada X. Gambar 4.

Layer 3 Network Layer yang mengatur komunikasi end-to-end antar device DTE.5 Virtual Circut X. Beberapa virtual circuit bisa disatukan (multiplexing) menjadi sebuah koneksi fisik tunggal. Sebuah koneksi tersambung. dan cocok untuk link yang noisy. X. Penggabungan beberapa virtual circuit menjadi satu circuit fisik Sedangkan virtual circuit pada X.25 Sebuah virtual circuit adalah koneksi logical yang dibuat untuk menjamin konektivitas antara dua network device. menjaga hingga mengakhiri sesi yang diperlukan. 3.tiap hop pada network. . SVC ini terjadi antar dua DTE yang tiap kali koneksi akan membuat koneksi. c.4 dibawah menggambarkan bagaimana proses multiplexing dan demultiplexing ini. data ditransfer lalu koneksi tersebut ditutup.25 itu sendiri terbagi menjadi dua. Layer ini mengurus set-up dan memutus koneksi serta fungsi routing dan juga multiplexing. Gambar 5. SVC ini bisa diibaratkan seperti sambungan telepon. Secara fisik.25.25 membuat beberapa user DTE pada jaringan X.25 handal.25 mempunyai circuit logical tadi. Kemudian koneksi ini bisa dipecah lagi di tempat tujuan. Tiap DTE pada network mempunyai sebuah alamat DTE unik. Gambar 4.25 untuk berkomunikasi dengan beberapa DTE lain secara simultan. koneksi ini dapat melalui berapapun node seperti DCE dan PSE. Switched virtual circuits (SVC) adalah koneksi temporer yang digunakan untuk transfer data yang jarang dilakukan. Sebuah virtual circuit menandai sebuah path logical dua arah dari sebuah DTE ke device lain dalam sebuah jaringan X. untuk kemudian menyampaikan data pada tujuan masing-masing. Hal ini dimungkinkan karena X. cenderung punya banyak error.Fasilitas inilah yang membuat X. yaitu switch dan permanen. penggunaan yang mirip dengan telepon.

3.25 3. Tidak semua sentral memiliki antarmuka X. Protokol X.Dan permanent virtual circuits (PVCs) adalah koneksi permanen yang digunakan untuk transfer data yang kerap dilakukan (frekuensi koneksi sering) serta transfer data yang konsisten. 3. Ketika DTE ingin mengakhiri sesi. Untuk membuat suatu koneksi SVC. sehingga DTE bisa memulai mentransfer data kapanpun karena sesi PVC ini selalu ada (aktif). Protokol X.4. sebuah paket Clear Request dikirim pada DTE pasangannya.7 Kekurangan X.25 memiliki kemampuan error detection dan error correction. data dijamin bahwa urutan penerimaan akan sama dengan waktu data dikirimkan.3.6.6. yang mengandung alamat DTE tujuan.25 bersifat reliable. 3.6. Data transfer pada X.7. 3. Kemudian panggilan dari DTE asal diterima dengan mengirimkan paket Call Accepted atau dengan mengirimkan paket Clear Request apabila DTE tujuan memutuskan untuk tidak menerima koneksi tersebut. Protokol X.6. Untuk pengembangan aplikasi berbasis protokol X.1.2. Sehingga diperlukan pengadaan modul X.25 dengan syarat bahwa sentral sudah support X.25.25. DTE asal mengirimkan sebuah paket Call Request Packet.1. Setelah DTE asal menerima paket Call Accepted.25 memiliki kemampuan untuk menyediakan logical channel per aplikasi.25 memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding RS-232 (64 kbps dibanding 9600 bps).25.6 Kelebihan X. virtual circuit akan terbentuk dan data lalu ditransfer. yang akan menjawab dengan mengirim sebuah paket Clear Confirmation.7. Pada jenis ini tidak diperlukan pengadaan sebuah sesi.25 3.6. 3.2. DTE tujuan memutuskan akan menerima paket atau tidak. . 3.5.25 membutuhkan biaya yang relatif lebih besar dibanding dengan RS-232 terutama untuk pembelian card adapter X. Pendudukan logical channel dapat dilakukan secara permanen dengan mode PVC (Permanent Virtual Channel) maupun temporary dengan mode SVC (Switched Virtual Channel) disesuaikan dengan kebutuhan. 3.

1. Perangkat X. 4. dan yang beroperasi secara efektif terlepas dari jenis sistem yang terhubung ke jaringan.3.1. yang memetakan ke lapisan jaringan 2.703.1. dan G.25. 4. EIA-530. X. X.)LAPB.3. EIA/TIA-449. yang peta ke dasar tiga lapis OSI model referensi: 1. X.25 itu sendiri terbagi menjadi dua.1. X. Koneksi X.25 merupakan standar ITU-T protokol yang mendefinisikan bagaimana koneksi antara perangkat pengguna dan perangkat jaringan dibangun dan dipelihara. .1.21bis.25 mengandung SVCs dan PVC dalam rangkaian fisik. yang peta untuk data link layer 3.7. Untuk komunikasi data antara sentral dengan perangkat OMT beberapa sentral diidentifikasi menggunakan protokol proprietary vendor tertentu yang berjalan di atas protokol X.25 menggunakan tiga protokol. yang peta ke lapisan fisik 4.25 termasuk DTE. EIA/TIA-232. yaitu switch dan permanen.)X.1 Kesimpulan 4. DCE. BAB IV PENUTUP 4.) PLP. dan PSN.2.25 banyak digunakan dalam proses transaksi kartu kredit dan mesin ATM.3.4.

Metris: Jurnal Mesin.ac.47 WIB) http://www.pdf (diakses pada tanggal 9 April Pukul 20.patton. 1996 stmik jakarta stik http://www. Industri dan Sains vol. Third Edition. Indianapolis : Cisco Press perbandingan X.25 dan TCP/IP. Ghozali. 20492482. Cisco System. 1 no. Jalinas. Internetworking Technologies Handbook. 2000) .25 protocol on local area network system nerwork (lan).jak-stik.com/technotes/x25_basics. nur azizah. Elektro.DAFTAR PUSTAKA X. Theresia. 1 (Mar. 2000.id (diakses pada tanggal 9 April pukul 21. kkp.09 WIB) chapter 17. ir. computer technic.