You are on page 1of 5

Sejarah di Museum Batik Yogyakarta

“ Assalamu’alaikum bunda ” ucapku yang baru pulang dari sekolah.
“ Waalaikumussalam. Ganti baju dulu lalu makan ya kak ” aku segera memasuki
kamarku dan berganti baju lengan panjang bergambar boneka serta rok panjang. Aku
segera turun ke bawah untuk memakan masakan bunda yang paling lezat sedunia.
“ Makannya apa bun ? ” tanyaku.
“ Makannya ikan bakar minumnya milkshake vanila ”
Aku segera melahap makanan yang dibuat spesial untukku karena aku anak tunggal.
“ Kakak, besok hari Sabtu mau nggak ke Museum Batik ? Sekalian jalan jalan
“ Ok, tapi masa’ aku nanti main sendirian...” kataku sambil berharap agar adik
sepupuku bisa ikut pergi bersamaku.
“ Baiklah, tapi beritahu dulu ya...” ucap bunda kemudian, aku bersorak di dalam hati
dan berlari menuju ruang keluarga.
“ Eeeiit... Tapi mau nelpon siapa ? ” tanya bunda tiba tiba.
“ Nelpon dek Sinta bun ” ucapku sambil memencet nomor tante Lila.
“ Assalamu’alaikum tante! Ini Shifa, mm... Dek Sinta ada nggak tante?”
“ Walaikumussalam Sinta ada kok Shifa, sebentar...”
“ Assalamu’alaikum, kenapa Shif ? ”
“ Walaikumussalam besok hari Sabtu aku ajak kamu ke Museum Batik ? ”
“ Boleh boleh aja tapi aku ijin mamaku dulu ya ? ”
“ Ok, nanti telpon aku ya... Wassalamu’alaikum ”
“ Waalaikumussalam ” tak berapa lama kemudian
“ Assalamu’alaikum Shifa aku tidak bisa ikut karena aku diajak mama pergi ke
Kalimantan... ”
“ Hahhh ! ”
“ Kamu ini jawab salam dulu...”
“ Eeh maaf waalaikumussalam kok bisa mungkin ya... Cuman buat nemenin
mamamu aja coba kamu tanya ”

“ Uh bunda.. “ Makannya nasi goreng seafood minumnya lemontea ” ucap bunda sambil tersenyum dan seakan akan tahu pertanyaan yang akan dilontarkan Shifa. “ Hoamm. Setelah mandi aku segera melaksanakan shalat subuh lalu mengambil koperku dan langsung menuju ruang makan..“ Telat ok bentar ya. “ Yah.” “ Tetep nggak boleh gimana nih ? ” “ Yaudahlah kamu ikut orang tuamu aja ” ucapku akhirnya *** Keesokan harinya.. “ Assalamu’alaikum kakak.. “ Ayah juga nggak tahu. Tiba tiba bunda menerima telepon dari tante Lila. ayahku dan pastinya bundaku. setelah makan aku segera memasukan koperku ke dalam mobil....” “ Ok . disana itu enak enggak ? ” tanyaku. “ Bangun kak katanya hari ini mau ke Museum Batik ” ucap bunda seraya membangunkanku.” “ Maaf ya dek kakak nggak bisa bantu wassalamu’alaikum ” “ Waalaikumussalam ” . jangan langsung jawab dong sebelum dikasih pertanyaannya ” ucapku. yang pernah kesanakan bundamu ” jawab ayah sambil memasukkan kopernya. anakku nggak ada kak ! Gimana nih kak ! ” terdengar suara tante Lila yang sedang berteriak hingga menyakiti telingaku... Tenang ya dek ” “ Mungkin karena kemarin aku nggak bolehin pergi ke Museum Batik ya.Iya bun ” ucapku aku segera beranjak dari kasurku menuju kamar mandi.. “ Waalaikumussalam Ya Allah dek jangan teriak sampai kayak gitu.

benda dan pusaka keratonpun dibagi dua. mamamu tadi nyariin kamu ” ucap bunda dengan lembut “ Maaf.... “ Hadi itu pendiri Museum Batik.. ” ucapan bunda terputus. “ Kamu Sinta ? ” tanyaku ragu... “ Hadi itu siapa bunda? ” tanyaku. ” *** Sesampainya disana.. ayo ceritakan kalau bunda tahu. lalu batik para bangsawan itu di pajang di Museum Batik. “ Ya Allah nak. anak itu mengangguk bunda langsung memeluknya. ” ucap tante Lila yang langsung nyerocos.. ” ucap Sinta dengan lesu. Please ? ” kataku memelas agar diberitahu sejarah Batik Yogya. Lho kok kamu sampai di sini. anak itu mirip sama dek Sinta ” ucapku menunjuk di sebelah pohon. tiba tiba. habisnya aku nggak suka kalau liburan cuman sama keluarga. kamu kemana aja mama sampai nelpon polisi. “ Shifa !!!! ” ucap anak itu sehingga membuatku kaget. “ Kakak tahu nggak sejarah Batik Yogya ? ” tanya bunda “ Nggak bunda.. sementara busana baru dibuat oleh pemerintah Surakarta. “ Bunda lihat deh.. bunda langsung menelepon tante Lila.. Dulu batik terbatas dan hanya untuk para bangsawan saja akhirnya oleh Hadi. begitulah ceritanya ” ungkap bunda panjang lebar jika Shifa tidak menyela. tapi Museum Batik sempat ditutup karena ada gempa sementara.“ Yuk bun masuk mobil ” ajakku... ” kata bunda.. “ Dulu ada sebuah desa bernama Giyanti pada tahun 1775. “ Iya... saat itu dibuat kesepakatan bahwa Mataram dibagi menjadi dua sehingga menjadi Surakarta dan Yogyakarta.. busana keraton diboyong oleh pemerintah Yogyakarta. “ Nak.. “ Yuk. . Beberapa jam kemudian..

...... Tak berapa lama kemudian. “ Kita pamit dulu ” kata om Hendra. “ Yaudah kita jalan jalan disini sebentar aja ” ucap om Hendra...pa. habisnya aku pingin liburan bareng Shifa. “ Pulang yuk sudah sore nih ” ucap ayahku “ Iya yah..slurp ” kataku sambil menjilati es krim vanila bertabur choco chip.. “ Masuk dulu yuk ” ajak bunda.Maaf ma... “ Waalaikumussalam ” ucap keluargaku termasuk aku. LUKITA ALMA .. ” aku yang melihat dek Sinta hampir menangis. “ Wassalamu’alaikum ” pamit dek Sinta. “ Sebentar aja ya ” ucap tante Lila. “ Baiklah ” kata ayahku. *** Sesampainya di rumah Shifa. kalau sama mama dan papa aku pasti ditinggal kerja...“ Maaf ma. Tak berapa lama kemudian. “ Yaudahlah ” ucapku.