You are on page 1of 24

Tugas Mekanika Fluida dan Partikel

Pemicu Lapisan Batas dan Koefisien Drag

Kelompok 1:
Suryaningrum P
Tiara Putri
Cindyara Nayanda
Nur Annisa
Sangghadatu Abda
Ismail Ghulam Halim

(1406569163)
(1406533453)
(1406533592)
(1406605862)
(1406569913)
(1206262115)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
2016

1. Dalam aplikasinya, bagaimana anda menentukan bilangan Reynold
mempengaruhi koefisien drag pada bola golf yang menurut
informasi akan mempengaruhi besar gaya menahan laju bola golf?
Gaya hambat (Gaya drag) adalah komponen gaya fluida pada benda
yang searah dengan arah aliran fluida atau gerakan benda. Gaya hambat
dibedakan menjadi gaya hambat bentuk (form drag) dan gaya hambat
gelombang (wave drag). Dengan pendekatan bahwa pada aliran tidak
timbul gelombang maka pembahasan gaya hambat hanyalah gaya hambat
bentuk saja, untuk selanjutnya disebut gaya hambat. Dari analisa tanpa
dimensi dapat ditentukan gaya hambat diduga merupakan fungsi sebagai
berikut : Parameter tanpa dimensi tersebut dinyatakan sebagai koefisien
gaya hambat, CD pada persamaan dibawah ini :

Hubungan antara drag coefficient pada aliran uniform di sekitar sphere
adalah hubungan antara bilangan Reynold dan drag coefficient untuk semua
nilai bilangan Reynold. Dibutuhkan korelasi data untuk seluruh range
bilangan Reynold, mulai dari creeping flow, melewati aliran dengan vorticies,
sampai mencapai nilai tertinggi dari bilangan Reynold pada aliran turbulen.
Korelasi data tersebut dikembangkan oleh Morrison (2013) dalam persamaan
diatas dimana CD adalah drag coefficient dan Re adalah bilangan Reynold.
Plot persamaan 1 ditunjukkan dalam gambar 1 bersamaan dengan data dari
Schlichting (dalam Morrison, 2013).
Ada dua drag yang terjadi pada bola golf, yaitu skin friction drag (gaya
hambat akibat gesekan dengan udara degan bola) dan pressure drag (gaya
hambat akibat olakan aliran dibelakang bola). Pada bola licin, aliran dari
depan akan bola terbelah ke sekitar bola, bergerak ke belakang, namun
aliran terlepas sebelum sampai diujung belakang, dan terjadi ulakan-ulakan
kecil dibelakang bola. Alirannya adalah aliran laminar. Pada bola golf yang
memiliki dimple, pelepasan aliran ini ini dapat ditunda, artinya titik
pelepasan aliran dapat dapat digeser lebih ke belakang, olakannya pun lebih
sedikit. Aliran pada bola dengan dimple adalah aliran turbulen, akibat
permukaan yang tidak rata. Untuk mendapatkan aliran yang turbulen maka
bilangan Reynold harus lebih dari 4000. Bilangan Reynold dapat dicari
menggunakan persamaan :

DV ρ μ Di mana : Re = bilangan Reynold D = diameter bola (m) V = kecepatan bola (m/s) ρ = rapat jenis bola (kg/m3) μ = viskositas bola (kg/m. sehingga drag totalnya lebih kecil. dengan memberi dimple pada bola (menambahkan kekasaran/roughness) memang akan meningkatkan skin friction drag. Hubungan antara Koefisien Drag dan Bilangan Reynold Sumber : www. tetapi pengurangan/reduksi terhadap pressure drag nya jauh lebih besar.kazuli. Jadi.s) ℜ= Dengan adanya gaya drag yang bekerja pada bola golf. sehingga menyebabkan laju bola lama-lama berhenti.com . diketahui bahwa ada gaya yang menahan laju bola. Gambar 1. Namun perlu diketahui bahwa pressure drag pada aliran turbulen lebih kecil dari aliran laminer.

382 x ℜx 1 /5 . akan terbentuk lapisan-lapisan. Hubungan drag coefficient sebagai fungsi dari bilangan Reynold.91 √ μx 4. energi.91 x = v √ ℜx dan pada aliran Turbulen δ= 0. Tebal dari lapisan batas dapat dirumuskan sebagai: Pada aliran Laminar δ=4.Gambar 2. 2. dan massa secara simultan dapat digunakan untuk mempelajari proses penguapan air dalam produk ? Lapisan Batas atau Boundary Layer adalah lapisan fluida yang berbatasan langsung dengan permukaan pembatas (bounding surface). Pada transisi antara aliran bebas dan aliran yang terbatas. Bagaimana teori Lapisan Batas dapat mengatasi distribusi aliran udara pengering di atas yang menurut informasi mekanisme perpindahan momentum.

maka lapisan batas terpengaruh oleh v dan μ. kalor yang mencapai benda padat akan menjadi semakin sedikit dan semakin tidak merata. Untuk memperoleh lapisan batas yang . Fenomena ini dapat dijelaskan oleh André Lévêqueyang pada penelitiannya menemukan bahwa perpindahan kalor konveksi pada benda dengan angka Prandtl (difusivitas momentum dibanding difusivitas kalor) yang besar seperti udara dan fluida pada umumnya hanya terjadi pada lapisan batas tipis yang sangat dekat dengan permukaan (thin front boundary layer).Dimana Re sendiri dapat dirumuskan sebagai ℜx = ρ vo x μ Karena δ terpengaruh oleh Re dan Re terpengaruh oleh v dan μ. maka untuk membuat perpindahan kalor lebih efektif lapisan batas harus dijadikan tipis. Hal ini disebabkan udara panas yang membawa energi kalor akan mengalami turbulensi saat mencapai benda karena fenomena lapisan batas. Namun. Semakin tebal lapisan batas. maka kalor yang dilepaskan oleh pengering harus mencapai air. Saat diaplikasikan ke korelasi antara tebal lapisan batas dan perpindahan kalor. Untuk menguapkan air dari permukaan benda padat menggunakan pengering. terutama jika pengering menggunakan aliran udara panas (hot-air dryer). terjadinya lapisan batas dapat mengganggu proses pengeringan. Turbulensi ini akan memengaruhi arah alir udara panas dan membuat kalor yang mencapai benda padat tidak merata.

t =MV x 2 b) Dalam arah-Y . untuk mempercepat perpindahan kalor pada benda dengan fenomena lapisan batas dapat dilakukan dengan memperbesar v. Yang paling mudah biasanya dengan komponen-komponen. Akan tetapi. gaya dorong. dari mekanika kinetic. badan automobile. roket. yang sudah diaplikasikan pada high-velocity hot-air dryer. 3. maka disarankan bentuk-bentuk berikut ini: a) Dalam arah-X. Hubungan energy tidak cukup untuk menjawab sebagian besar dari masalah-masalah tersebut. kapal. PRINSIP IMPLUS MOMENTUM. Re akan dipangkatkan 1/5. Satu tambahan alat mekanika yang paling penting adalah prinsip momentum.2 – 101. Pada aplikasinya.6 m/s). turbin. dan lapisan batas? Pengetahuan mengenai gaya-gaya yang dikerjakan oleh fluida yang bergerak mempunyai arti penting dalam analisis dan rancangan alat-alat seperti pompa. dan untuk menghindari kesalahan tanda. Teori lapisan batas memberikan dasar analisis selanjutnya. sehingga akan ada batas kecepatan efektif untuk mengubah bilangan Re. baling-baling. karena pada persamaan ketebalan lapisan batas dengan Re. Oleh karena itu. Momentum linier awal ± implus linier = momentum linier akhir MV x 1 ±∑ F x .tipis dapat dilakukan dengan memperbesar Re. Percobaan yang luas dan terus menerus menambah data mengenai hukumhukum variasi koefisien-koefisien dasar. pesawat terbang. kecepatan efektif untuk menaikkan perpindahan kalor berkisar antara 15000 feet/min (fpm) hingga 20000 fpm (76. bangunan dan berbagai peralatan hidraulik. menyatakan bahwa Implus Linier = perubahan momentum linier atau (∑F)t = M (∆V) Besaran besaran dalam persamaan ini merupakan besaran-besaran vector dan harus dijumlahkan dan dikurangkan secara vector. Apa yang dapat anda jelaskan mengenai konsep gaya angkat. dan korelasi antara Re dan v menunjukkan bahwa dengan memperbesar v akan memperbesar Re.

dan seterusnya FAKTOR KOREKSI MOMENTUM ❑ β= 1 v ∫ A A V β .33. Persamaanya yang biasa adalah: Gaya Seret dalam N = C D ρA V2 2 GAYA ANGKAT Gaya angkat adalah komponen gaya resultan yang dikerjakan oleh fluida pada suatu benda yang tegak lurus pada gerak relative fluida tersebut. yang tidak berdimensi = kerapatan fluida dalam kg/m3 A = besarnya luas karakteristik dalam m 2 . dengan tanda-tanda x. Persamaan yang biasa adalah Gaya Seret dalam N = 2 C L ρA V 2 C D = koefisien seret yang tidak berdimensi Dimana CL ρ = koefisien angkat. adalah 2 ( ) dA Untuk aliran laminar dalam pipa. y.MV y 1 ± ∑F y . β berubah-ubah dari 1. GAYA SERET Gaya seret adalah komponen gaya resultan yang dikerjakan oleh fluida pada suatu benda yang sejajar gerak relative fluida itu.t =MV y 2 di mana M= massa yang momentumnya berubah dalam waktu t Pernyataan-pernyataan ini bisa dituliskan. biasanya luas yang diproyeksikan pada sebuah bidang yang tegak lurus ke gerak relative fluidanya V= kecepatan relative fluida terhadap bendanya dalam m/dtk . Untuk aliran turbulen dalam pipa.01 sampai 1. atau z yang sesuai dalam bentuk berikut: ∑ Fx=ρQ ( V 2−V 1 ) x . Dalam kebanyakan hal β dapat dianggap satu. β = 1.07.

gaya seret profil sinonim dengan gaya seret total. Akan tetapi. pada kecepatan tinggi . secara serempak jarang sekali kedua efek ini mempunyai harga yang cukup besar.GAYA SERET Gaya seret adalah komponen gaya resultan yang dikerjakan oleh fluida pada suatu benda yang sejajar gerak relative fluida itu. Persamaanya yang biasa adalah: Gaya Seret dalam N = C D ρA V2 2 GAYA SERET TOTAL Gaya seret total terdiri dari gaya seret gesekan dan gaya seret tekanan. Untuk obyek-obyek yang tidak menunjukan gaya angkat. Meskipun demikian. Tabulasi berikut akan menggambarkan hal ini Benda Gaya seret gesekan Bola Kecil sekali + Silinder (sumbu tegak Kecil sekali lurus pada kecepatan) + Cakram dan lempengan nol (tegak lurus pada + kecepatan) Lempengan tipis (sejajar Gaya seret dengan kecepatan) gesekan + Benda-benda arus bagus Gaya tekanan Gaya tekanan Gaya tekanan Gaya tekanan seret Gaya seret total seret Gaya seret total = seret Gaya seret total = seret Gaya seret total = Kecil sekali = Gaya sampai nol total seret bergaris Gaya seret Kecil sekali = Gaya gesekan + sampai nol total seret KOEFISIEN SERET Koefisien seret tergantung pada bilangan Reynolds pada kecepatankecepatan rendah dan menengah. tetapi tidak bergantung pada bilangan Reynolds pada kevepatan tinggi.

untuk fluida yang bergerak semua rugi-rugi gesekan terjadi di dalam suatu lapisan tipis yang berdekatan dengan batas sebuah benda padat (disebut lapisan batas). aliran sonic.0 menunjukan aliran supersonic Konsep Lapisan Batas Konsep lapisan atas pertama kali dikembangkan oleh Prandtl. c= V V NM= = C √ E/ ρ √ kRT Harga-harga V/c sampai dengan harga kritis yang besarnya 1.0. dan bahwa aliran di luar lapisan ini bisa dianggap tanpa gesekan.koefisien seret berhubungan dengan Bilangan Mach yang mempunyai efek kecil sekali pada kecepatan rendah. koefisien seretnya biasa ditabulasikan masing-masing untuk luas lempengan dan untuk hasilkali lebar-panjang KOEFISIEN ANGKAT Kutta memberikan harga maksimum teoritis dari koefisien angkat untuk lempengan-lempengan tipis yang tegaklurus pada kecepatan relative fluidanya sebagai C L =2 π sin α α =sudut serangan atau sudut antara lempengan dengan Dimana kecepatan relative fluidanya. Di daerah kerja biasa. Beliau memperlihatkan bahwa. Kecepatan di dekat batas tersebut dipengaruhi . Untuk lempengan datar dan sayap-kemudi. Sudut α tidak boleh kira-kira 25◦ BILANGAN MACH Bilangan Mach adalah perbandingan tak berdimensi dari kecepatan fluida terhadap kecepatan (kadang-kadang disebut kepesatan) akustik Bilangan Mach= Untuk gas-gas. dan harga-harga di atas 1.0 menunjukan aliran sub-sonikpada 1. bagian-bagian dari foil udara sekarang ini mempunyai harga kira-kira 90% dari harga maksimum teoritis ini.

yang di tahan sejajar dengan gerak relative suatu fluida. Untuk harga-harga bilangan Reynolds menengah lapisan batasnya laminar di dekat permukaan batas dan turbulen di tempat yang jauh. persamaan-persamaan berikut ini bisa diterapkan A. dan akar bertambah apabila daya V pangkat tiga perduanya bertambah. tetapi ketebalannya bertambah akibat kerja terus menerus dari tegangan geser. untuk jarak x Dapat dilihat bahwa ketebalan lapisan batas akan bertambah jika akar dimensi x bertambah dan juga akar kekentalan kinematiknya δ bertambah.20 = = x √ RE √V x/ v  Tegangan geser τ 0 = 0. akan berkuarng jika akar x bertambah. geseran batas τ 0 akan bertambah jika akar ρ dan μ bertambah. Untuk bilanganbilangan Reynolds tinggi. 1.oleh geseran batas.33 (μV/x) √ R E = x x 2 0. Pada bilangan-bilangan Reynolds yang rendah. sedangkan akan berkurang jika akar kecepatannya bertambah. x x B. Demikian pula.20 5. keseluruhan lapisan batas diatur oleh gaya-gaya kental dan aliran laminar yang terjadi di situ. Lempengan Datar Untuk lempengan datar yang panjangnya L meter.33 ρ V 3 /2 √ v /x = 0. lapisan batas pada batas sebelah hulu dari sebuah benda yang terendam amat tipis.328 1. Lapisan Batas Laminar (sampai bilangan Reynolds sekitar 500.328  Koefisien seret rata-rata (CD) = = √RE √VL/ v  Ketebalan lapisan batas δ (dalam m) pada setiap jarak x diberikan oleh δ 5.000). keseluruhan lapisan batasnya turbulen. Pada umumnya. Lapisan Batas Turbulen .33 ρ V √RE Diamana V = kecepatan fluida yang mendekati batas itu (kecepatan sekitar) x = jarak dari tepi paling muka dalam m L = panjang total lempengan dalam m R E = bilangan Reynolds setempat.

20 = untuk 106 < R E <¿ 5x108 0. L K. koefisien seretnya berubah-ubah bersama ϵ kekasaran relatif dan tidak berubah bersama bilangan Reynolds. dua bersaudara bernama Wilbur dan Orville Wright menjadi orang pertama yang menerbangkan pesawat dengan mesin. Bagaimana anda menjelaskan pentingnya pemahaman koefisien drag dan lapisan batas dalam kehidupan sehari-hari? Jawab: Fenomena Boundary Layer Setelah berbagai ragam percobaan yang gagal.20 E ❑ 5. Koefisien seret rata-rata (CD) = = 0.58 ¿ 0.074 √ R0.20 E ❑ log R E ¿ 2.20 = untuk 5 x 105 < R E <¿ 106 x R0. Schonheer menyarankan rumus 1/ √ C D = 4.58 log 10 R E ¿ 1700 ¿ Koefisien seret rata-rata (CD) = RE 0.455 ¿ untuk 2 x 105 < R E <¿ 106 untuk 106 ¿ RE < ¿ 109 Untuk suatu batas kasar.167 RE ❑ x x  Tegangan geser diperkirakan dengan δV 1/ 4 ¿ v 1 /5 2 v ¿ V = 0.13 log ( C D R E ) yaitu persamaan yang dianggap lebih teliti khususnya untuk bilangan Reynolds yang lebih besar dari 2x107 x  Ketebalan lapisan batas δ diperkirakan dengan δ 5.455 ¿ 4.0587 xV ¿ 2 0.E.0233 ρ V 2 ρ¿ τ0= ¿ C. barulah pada tahun 1903. Lapisan Batas Beralih dari laminar ke turbulen pada permukaan lempengan (RE dari kira-kira 500 000 sampai 20 000 000). 2. Pada saat itu .

Kita bisa melihat fenomena ini di padang pasir.com Fenomena di Alam Tanpa adanya turbulensi di alam. Dalam suatu wawancara dengan televisi nasional Australia ABC. yang merupakan salah satu ahli paling ternama di bidang “fluid mechanic” memaparkan bahwa tanpa turbulensi. Penemuan “boundary layer” ini sangat revolusioner dan memegang peranan penting dalam berbagai fenomena alam dan kehidupan kita sehari-hari.“Boundary layer” adalah keadaan dimana aliran fluida di dekat permukaan lebih pelan daripada aliran udara yang jauh dari permukaan. Sebagai ilustrasi.google. Ilustrasi boundary layer Sumber: blogs. tetapi sebenarnya turbulensi bukanlah pesawat yang terguncang. Lawan dari turbulensi adalah “laminar”.gov Sumber: sites. Gambar 4.pengertian tentang terbang masih relatif baru. Pada saat angin berhembus kencang di padang pasir. di Melbourne terdapat . dan menerbangkan pasir-pasirnya. akan terlihat bahwa pergerakan pasir di dekat permukaan lebih pelan daripada pergerakan pasir yang lebih tinggi dari permukaan. Setahun setelah penerbangan yang sangat bersejarah tersebut. manusia mungkin tidak akan ada. Turbelensi adalah keadaan dimana aliran fluida bergerak secara acak. dunia ini akan sangat berbeda. Prof Ivan Marusic dari University of Melbourne. Dari “boundary layer” lahir yang namanya aliran turbulensi. Orang awam biasanya meng-asosiasikan turbulensi dengan guncangan pesawat ketika sedang terbang. orang tidak banyak mengerti apa yang terjadi di pemukaan sayap. dan sangat energetik. Ilustrasi padang pasir Gambar 5.nasa. seorang ilmuwan Jerman yang bernama Ludwig Prandtl menemukan suatu fenomena alam aliran fluida (udara/aero atau air/hydro) yang sangat unik bernama “boundary layer”. tidak teratur.

. maka kecepatan sungainya akan mencapai 27000 Km/jam. Sebaliknya dengan kompor gas akan bisa memanaskan air lebih cepat. Salah satu kegunaan utama aliran turbulensi adalah sebagai “heat mixer”. bahwa tekanan udara dari Las sangat tinggi. Sebagai contohnya adalah kompor minyak dan kompor gas. aliran air di permukaan kapal selam. Turbulensi merupakan pembawa dan pencampur panas yang sangat baik dan efisien. Contoh lain lagi sebagai bahan perbandingan adalah alat Las. maka akan cenderung memakan waktu sangat lama untuk mencapai air mendidih.com Fenomena Turbulensi di Alam Sumber: Aplikasi di Bidang Teknik Pada aplikasi teknik. Aliran sungai Yarra River sangat pelan dan tenang. dan bisa dipastikan kita tidak akan bisa hidup karena sangatlah sulit membendung dan mengambil manfaatnya dari sungai tersebut. Ini dikarenakan tekanan gas dari kompor mentransfer panas lebih cepat. bahkan besi sekalipun akan terpotong-potong. ini dikarenakan aliran turbulensi dari gas tersebut. turbin tenaga. turbulensi bisa dilihat di pompa air. Ketika kita memanaskan air dengan jumlah volume yang sama di kompor minyak. Kita bisa lihat dan dengar dari suaranya.sungai yang membelah kota. aliran udara di permukaan sayap pesawat. dan mesin mobil. Dengan kecepatan setinggi itu. puzzleminds. Fenomena “heat mixer” ini memiliki banyak kegunaan pada mesin jet. bernama Yarra River. Gambar 6. kincir angin atau kapal laut. Apabila tidak ada turbulensi.

Diantara dua tipe ini. perubahan aerodinamik untuk mengurangi pressure drag dan nilai koefisien drag adalah di pesawat.Gambar 7. yaitu gaya gesek atau gaya hambatan (drag) atau lebih tepatnya disebut “skin friction drag”. Desain mobil balap F1 bisa dikatakan kebalikan dari pesawat. Aplikasi Teknik Turbulensi . yaitu “skin friction drag” dan “pressure drag”. sementara pesawat tempur modern seperti F-16 Falcon ujungnya lancip dan sayap biasanya lebih ditarik kebelakang untuk mengurangi pressure drag dan nilai koefisien drag.Sumber: puzzleminds. Di bidang aerodinamika dan hydrodinamika terdapat dua tipe “drag”. mobil balap F1 didesain untuk memiliki gaya tekan ke bawah yang lebih baik. terlihat jelas bahwa desain aerodinamik F1 tahun 2000-an lebih baik. . Contoh lain lagi. dan ini bisa diatasi dengan mengubah bentuk benda menjadi lebih aerodinamis (di udara) atau hydrodinamis (di air). seperti pesawat P51 mustang misalnya. Apabila kita bandingkan antara mobil F1 Ferrari tahun 1970-an dan tahun 2000-an. Di jaman tahun 1940-an. “pressure drag” lebih mudah dipahami. Apabila desain Aerodinamik pesawat adalah agar pesawat dapat memiliki daya angkat yang baik.com Fenomena Koefisien Drag Walaupun fenomena turbulensi sangat menakjubkan dan berguna bagi kehidupan manusia. “Pressure drag” terjadi karena bentuk benda. Contoh aplikasi yang lebih aerodinamis adalah pada desain mobil balap F1. turbulensi memiliki efek yang merugikan. pesawat moncongnya cenderung bulat dan sayapnya horizontal lurus.

Gambar 9. terutama pesawat terbang. Sumber: puzzleminds.com Efisiensi Bodi Kendaraan “Skin friction drag” yang diakibatkan oleh “turbulence” ini memakan energi yang sangat tinggi bagi kendaraan. Kendaraan dengan desain bodi streamline. Cd) dan mengurangi luas kontak tegak lurus arah aliran fluida / laju kendaraan. maka akan menghemat tagihan bahan bakar bensin sebesar $15 milyar per tahun. Sumber: phys. Untuk mengurangi drag force langkah yang dilakukan yaitu mendesain bodi agar “streamline” (memperkecil koefisien drag. apabila kita bisa menghemat 10% tersebut dari seluruh pesawat di dunia. Menurut Prof Ivan Marusic dari Melbourne University.Gambar 8. Perubahan Bentuk Kendaraan untuk Mengurangi Koefisien Drag. Diperkirakan 10 persen dari bahan bakar yang dipergunakan oleh pesawat terbuang sia-sia untuk melawan gaya gesek yang diakibatkan oleh turbulensi.org .

Gambar 10. tebalmaksimum lapisan batas pada kondisi laminar tersebut dapat dikerjakan menggunakan Penyelesaian Blasius.07 x 10-3 ft2/s) Jawab: Dengan mengasumsikan bahwa aliran bersifat steady dan temperatur konstan.com 11.Sumber: atzonline. ketika sebuah fluida yang mengikuti sifat fluida Newtonian dengan massa jenis konstan diletakkan parallel pada pelat datar dengan kecepatan rendah. dengan rumus: ≈5 v . Penurunan nilai koefisien drag berdasarkan desain bodi mobil.x V∞ 1 /2 ( ) .5 Assuming that the transition from a laminar to a turbulent boundary layer takes place at a Reynolds number of 10 6. what is the maximum thickness for the laminar boundary layer on a flat plate for: (a) (b) (c) Air flowing at 10 ft/s Water flowing at 10 ft/s Glycerin flowing at 10 ft/s (vglyc = 8.

dimana ℜx = V ∞x v Pada soal ini. Viskositas kinematik untuk gliserin sudah diketahui dalam soal. (a) Untuk udara. yaitu 8.08 x 10 -5ft2/s.07 x 10-3ft2/s. ketebalan maksimum dapat dicari menggunakan Penyelesaian Blasius ≈5 v . Namun. yaitu 106. x adalah jarak. sehingga viskositas kinematik untuk udara bernilai 1. sehingga nilai x dapat dicari dengan menggunakan bilangan Reynold yang telah diketahui.1 ft Sehingga bisa didapatkan bahwa panjang plat yang dialiri oleh udara adalah 16.61 x 10 2 ft s ft 2 s x= ft 10 s 161 x=16. pada soal ini nilai x belum diketahui.61 x 10 -4 ft2/s. v adalah viskositas kinematik. sedangkan viskositas kinematik untuk air bernilai 1.1 ft. ℜx = V ∞x v 10 6 10 = ft x s −4 1.dimana  adalah tebal maksimum plat datar yang akan dicari. dan V∞adalah kecepatan aliran bebas. diasumsikan sistem berada pada suhu 20oC atau setara dengan 68oF. Setelah mengetahui panjang plat.x V∞ 1 /2 ( ) .

(b) Untuk air.08 ft Sehingga bisa didapatkan bahwa panjang plat yang dialiri oleh air adalah 1. 16.≈5 ( ft 2 .61 x 10−4 ≈ 5 ( 2. Setelah mengetahui panjang plat.0805 ft.08 x 10−5 ft 2 s 2 ft s x= ft 10 s 10.08 x 10−5 1/ 2 ) .08 ft s ft 10 s 1.5921 x 10−4 ft 2 ) 1/ 2 ) 1 /2 ≈ 0.1 ft s ft 10 s 1.1. ketebalan maksimum dapat dicari menggunakan Penyelesaian Blasius v .0805 ft Tebal maksimum lapisan batas pada kondisi laminar pada saat udara mengalir dengan kecepatan 10 ft/s adalah sekitar 0.08 ft. ℜx = V ∞x v 10 106= ft x s 1.8 x=1.x V∞ 1 /2 ≈5 ( ) ≈5 ( 2 ft .

ℜx = V ∞x v 10 106= ft x s 2 ft s 8.035 ft 1/ 2 ) .807 ft s ≈5 ft 10 s ( −3 1 /2 ≈ 5 ( 0. ketebalan maksimum dapat dicari menggunakan Penyelesaian Blasius v .0054 ft.651249 ft 2 ) ≈ 4.1664 x 10−6 ft 2 ) 1 /2 ≈ 0.≈ 5 ( 1.07 x 10 .x ≈5 V∞ 1 /2 ( ) ft 2 8. (c) Untuk gliserin.0054 ft Tebal maksimum lapisan batas pada kondisi laminar pada saat air mengalir dengan kecepatan 10 ft/s adalah sekitar 0.07 x 10−3 2 ft s x= ft 10 s 8070 x=807 ft Sehingga bisa didapatkan bahwa panjang plat yang dialiri oleh gliserin adalah 807 ft. Setelah mengetahui panjang plat.

10 1 power velocity rule.rata  R = jari.jaripipa  V∞ = kecepatan fluida pada tengah pipa Dengan menyelesaikan persamaan R ( π × R × V x =2 π V ∞∫ 1− 2 0 diperoleh r R 1 /n ) (rdr ) . For Prandtl’s Jawab: Untuk mendeskripsikan lapisan batas untuk kondisi turbulen dan tunak pada bidang datar. Prandt lmembuat asumsi bahwa kecepatan rata. 11.035 ft. calculate the ratio of the 7 maximum velocity at the centre of the pipe to the average velocity in the entire pipe.Tebal maksimum lapisan batas pada kondisi laminar pada saat gliserin mengalir dengan kecepatan 10 ft/s adalah sekitar 4.rata pada sumbu x memiliki nilai yang hamper sama pada setiap titiknya dan 1 ditunjukan dengan Prandtl’s power velocity rule: 7 Vx y = V∞ δ 1 /7 () R R ( Q≅ π × R2 × V x =∫ ū ( 2 πrdr ) =2 π V ∞∫ 1− 0 0 r R 1/ n ) (rdr) dimana  Q = laju alir fluida  r = jarak antara titik x dengan dinding pipa  Vx = kecepatan fluida rata. Also calculate the ratio of the kinetic energy of the fluid to the kinetic energy it would have if it were all flowing at the average velocity.

2 V x =V ∞ 2n ( n+1)(2n+1) Pada aturan 1/7 tersebut. rasio kecepatan fluida rata. n bernilai 7. Sehingga didapatkan Vx 2 n2 = V ∞ (n+1)(2 n+1) Vx 2(7)2 = V ∞ (7+1)(2(7)+1) V x 98 = V ∞ 120 V x 49 = V ∞ 60 Sehingga.rata pada pipa dengan kecepatan 49 fluida pada pusat (tengah) pipa ialah 60 Rumus energi kinetik ialah 1 Ek = mV 2 2 Perbandingannya adalah 1 m V 2x E kx 2 = Ek ∞ 1 m V 2∞ 2 E kx V 2x = E k ∞ V 2∞ 2 E kx V = x Ek ∞ V ∞ ( ) E kx 49 = E k ∞ 60 2 ( ) E kx 2401 = E k ∞ 3600 .

11.28 δ 1/ 7 Vm y 1 /7 = V∞ δ ∞ Vx Vx θ=∫ 1− dy dengan batas 0 sampai V∞ 0 V∞ () ( 1/7 ( ) ( ( ) ) dy y y ¿∫ ( ) −( ) dy δ δ 1 1 ¿ ( ) ∫ y −( ) ∫ y δ δ 1 7 1 7 ¿( ) δ −( ) δ δ 8 δ 9 θ=∫ 0 y δ δ − 1− 1 /7 y δ 2/ 7 0 1/ 7 δ 1 /7 2/ 7 δ 0 1/ 7 2 /7 0 8 /7 2/ 7 9/ 7 ) . which may be integrated from =0 at x=0 to ¿( x ) at any x. Equation 11. 11. 11. deduce the ratio of the momentum thickness to the boundary-layer thickness.0225[v/(V∞ )]1/4.5.817 times the maximum velocity.8. Prandtl rounded this to 0.34 the velocity in the Reynolds number and the velocity in the expression for the friction factor are average pipe velocities.27 and the answer from part 1 to obtain 7/72d /dx=0.4 to 1 τ0 1 2 v 4 V =0. 11. ( ) Jawaban: 1. 11.  In Eq. Here the integration is from 0 to rather than from 0 to infinity. 28.225 p 2 V ∞δ  Combine this result with Eq.11. Making this substitution and recalling from Chap. The procedure is as follows:  From the 1/7 power distribution rule (Eq. obtaining Eq. 6 that τ 1 f = 0 V 2 x. 14 Show that if we make the assumptions shown in Sec 11. using Eq. From Prandtl’s 1/7 power rule it can be shown that for circular pipes (Prob.av p 2 Convert Eq.35.33 Equation 11. we find Prandtl’s equation for the drag on a flat plate with a turbulent boundary layer.10) this average velocity is 0. 11. 11. 33).

.7 7 7 ¿ δ − δ= δ 8 9 72 Maka didapat hasil : τ Eq.. 11. sehingga menghasilkan ❑ 7 dδ v =0.0225 7 V∞ ( ) δ 1/ 4 dδ = 4 /5 v V∞ 1/5 ( ) v V∞ 1 /5 ( ) 0 dx .231 0 5 δ [ ] [ v V∞ 1 x 4 ( )] 5 4 4 v δ =0.(b) dx 72 τ 0 dθ .231 x 5 V∞ 0 δ=0.37 x 1 4 ( ) dx 4 4 v δ = 0.225 72 dx V∞δ ( ) δ ( ) x ∫δ 1/ 4 0 dδ=∫ 0... dθ dx Hasil dari bagian 2: τ0 v 14 =0..225 p V∞δ dθ 7 = δ .37 x 1 /4 72 v 0.289 x V∞ 5 δ=0.26 0= ρ ..(a) = ρ dx ( ) Substitusikan persamaan (a) ke hasil dari bagian 2 menghasilkan dθ v =0.225 dx V∞δ ( ) 1 4 Substitusikan persamaan (b) ke persamaan (c).231 x 5 V∞ ( ) √( 1 4 1 4 4 ( )) v δ= 0...

(ONLINE). Advanced Vehicle Technology (2th Ed.A. • Heinz Heisler.L. h. R. John Wiley & Sons. (2000).A (2005). diakses 10 April 2016 ) • Smits. T. Turbulensi : Tantangan & Pentingnya bagi Indonesia.).J.W. • Macmilan. A Physical Introduction to fluid Mechanics. (1998). United States. McDonald. Scientists and Engineers. Oxford • Milne-Thomson. Introduction to Fluid Mechanics. 601 & 604. 2002).Persamaan sesuai dengan Eq 11. • Nugroho Bagus.35 Daftar Pustaka • Fox.com/turbulensi/. (London : Butterworth-Heinemann. Davidson.M (1966). ( http://puzzleminds. 2012. United States.A.P. Theoretical Aerodynamics. Turbulence an Introduction for . Wiley & Sons. Great Britain.