You are on page 1of 40

Pendahuluan

Disampaikan dalam
matakuliah Statistik
Pelayanan Kesehatan
D3 Rekam Medis SV-UGM

Statistik
Metoda mengumpulkan, mengolah,
menganalisa dan menginterpretasikan
data

Pelayanan Kesehatan

DATA vs INFORMASI
Dalam statistik dikenal adanya istilah data dan
informasi yang dalam penggunaannya
dalam keadaan sehari-hari sering bergantian
 Data adalah kumpulan angka atau fakta
hasil pengukuran atau keterangan mengenai
suatu kejadian-kejadian
 Data belum dapat memberikan arti ataupun
manfaat dalam menunjang sistem
manajemen.

Data dapat berbentuk simbol,
angka, kata-kata untuk dapat
diolah menjadi informasi
Informasi adalah data yang sudah
diolah sehingga memberikan
makna bagi yang memerlukannya.

Informasi Kesehatan yg
dihasilkan



Jml kunjungan URI,
URJ, UGD, Unit-unit
penunjang medik --trend 5 th
Indikator RS
Pola penyakit
Penyebab kematian

Mutu pelayanan
keperawatan,
dokter & nakes

Pemakaian obat RS

Pemakaian alkes

Beban kerja nakes

Kejadian luar biasa

Kegunaan
informasi kesehatan/RM

Alat komunikasi

Dasar perencanaan pengobatan/perawatan

Bukti tertulis atas sgl tindakan

Bahan analisis, penelitian & evaluasi

Penelitian dan pendidikan

Dasar perhitungan biaya

Sumber ingatan

Perencanaan saryankes secara keseluruhan

KEGUNAAN REKAM MEDIS/
INFORMASI KESEHATAN
LANGSUNG:

SUMBER UTAMA
INFORMASI
KESEHATAN

TIDAK
LANGSUNG:

INTERN--INFORMASI
TENTANG
MANAJEMEN RS
EKSTERN---PIHAK
KE-TIGA

Pengguna Informasi
kesehatan
Pasien
 Tenaga kesehatan
 Pihak penanggung biaya
 Manajemen rumah sakit
 Pemerintah

Hirarki Informasi


Strategical Policy Planning
Operasional Management
Transaksional Intervensi

Syarat Data yang Baik




Akurat, artinya data tersebut harus lengkap dan
tepat merekam keadaan tertentu
Valid, artinya masih berlaku untuk waktu
tertentu, tidak kadaluarsa
Terus-menerus, dalam arti pengumpulannya
tidak terputus-putus
Reliable atau dapat diandalkan atau dapat
dipercaya
Komprehensif
Lengkap
Tersedia (mudah ditemukan)
Dikomunikasikan kepada:
 Orang, Waktu dan Jalur yg tepat

Pengelolaan Rumah Sakit
 Pengelolaan rumah sakit
membutuhkan informasi sebagai
dasar pengambilan kebijakan dan
keputusan strategis.
 If you cannot measure it, you
cannot manage it
 Data sebagai bahan baku
Informasi

Dalam suatu pengolahan statistik
akan berubah menjadi INFORMASI
Informasi adalah sesuatu yang
secara potensial dapat
memberikan makna dan
bermanfaat sebagai bahan
pengambilan keputusan bagi para
manajer.

PENGELOLAAN DATA MENJADI SUATU
INFORMASI MELALUI TAHAP-TAHAP SEBAGAI
BERIKUT :
PENGUMPULAN
DATA

INFORMASI
PENGOLAHAN
DATA

ANALISIS
DATA

PENYAJIAN
DATA

.
TUJUAN ANALISIS DATA

Mengartikan informasi yg diperoleh
guna menjawab persoalan yg
dipertanyakan.
Analisis data dapat dilakukan
dengan berbagai macam cara
dengan tingkat kedalaman yang
berbeda, dari yg paling sederhana
sampai analisis statistik yg rumit.

Analisis data dapat disajikan
dalam bentuk analisis deskriptif
.
atau analitik

Analisis data secara deskriptif
msh menggambarkan keadaan
apa adanya, belum memberikan
gambaran makna dari keadaan
tersebut.

Analisis deskriptif dapat bersifat
.
kuantitatif maupun kualitatif
 Deskriptif kuantitatif menggambarkan
keadaan dalam bentuk angka mutlak
 Deskriptif kualitatif menggambarkan
keadaan dalam ukuran dasar dalam
 Prosentase
 Ratio dan
 rate

METODE ANALISIS
Analisis univariate :

Tujuan :

Untuk mengetahui dan menjelaskan
karaketristik suatu variable data : misalnya :
umur sekelompok orang, pengeluaran
rumah tangga untuk kesehatan dll
Membandingkan suatu variabel data di
suatu populasi dengan variabel data yg
sama di populasi yang berbeda.
Menarik kesimpulan ttg karakteristik yang
khas suatu keadaan berdasarkan sampel yg
diambil dari suatu populasi.

b. Median :
Nilai yg membagi kelompok data menjadi dua
bagian, yaitu 50 % data berada di bawah nilai
median dan 50 % data di atas nilai median.
Cara menghitung median :
- Data diurutkan/diarray
- Cari posisi median dengan formula :
n+1
------2
Contoh : 3 , 6 , 4 , 5 , 7  3, 4, 5, 6, 7
5+1
Posisi : ------ = 3  median = 5
2
Keuntungan : Median tidak dipengaruhi adanya nilai
ekstrim.

10

b. Mean /average/rata-rata:
Angka rata-rata (mean) dapat memberikan gambaran yg
lebih mantap dan dapat dipercaya utk data yg
distribusinya bersifat normal.
Semua data berskala ratio atau interval dapat dibuat rataratanya
Misalnya ukuran antropo metris (berat, tinggi badan, dsb),
jarak, umur, jumlah kunjungan, lama dirawat dsb.
Cara menghitung : Jumlah seluruh nilai data dibagi dg
banyaknya data.
X
Rata-rata = -------N
Keuntungan : mudah melakukan penghitungan
Kelemahan
: nilai mean sangat dipengaruhi nilai ekstrim

2. PROSENTASE
Prosentase membantu dalam membandingkan
suatu situasi kesehatan tertentu :
- antar wilayah
- antar unit pelayanan di rumah sakit
- antar jenis kelamin
- antar kelompok umur dsb.
Menurut sifat datanya , prosentase/proporsi dapat
ditampilkan dlm beberapa bentuk antara lain :
a. Ratio
b. Rate
(1) prevalensi
(2) insidence
(3) Case Fatality

a. Ratio :
Ratio adalah satu cara untuk dapat mengetahui
dan mengunakan informasi.
Suatu ratio adalah suatu perbandingan
(quotient) antara suatu nilai pengamatan
dengan nilai yang lain.
Dg kata lain : Suatu perbandingan antara dua
bilangan yaitu pembilang (nominator) dan
penyebut (denominator) di mana pembilang
tidak menjadi bagian dari penyebut
(independent)
Sering diterjemahkan sebagai : dibanding
dengan

FORMULA UMUM
X
Ratio = ----------Y

Contoh :

ratio pasien laki-laki dengan
pasien perempuan
Ratio perawat dengan doketr.

b. Rate :
Rate adalah satu jenis ratio di mana jumlah
kasus terjadi dalam kurun waktu satu tahun
dibagi dengan jumlah penduduk yg terexpose dalam waktu tersebut.
Dg kata lain : Rate adalah suatu perbandingan
antara dua bilangan yaitu pembilang
(nominator) dan penyebut (denominator) di
mana penyebut merupakan kelompok
(populasi) yg mempunyai resiko untuk
mengalami kejadian pembilang.
FORMULA :
Jumlah kejadian
RATE = ---------------------------------------------------------------Juml.Org yg memp.resiko mengalami kej.tsb.

CONTOH :
Rate terjadinya kematian bayi pada suatu RS
dalam periode tertentu :
Jumlah bayi yang mati
RATE = -----------------------------------------Jumlah bayi yg lahir hidup
Sebagai penyebut adalah bayi yang lahir hidup,
karena bayi yg mengalami kematian berasal
dari bayi yang lahir hidup. (Bayi yg lahir
mati tidak termasuk dalam perhitungan ini.)

(1) Prevalensi:
Prevalensi dapat didefinisikan sebagai :

Jumlah kasus
Prevalensi = --------------------------------------Jumlah populasi
Jumlah kasus = populasi yg didiagnosa menderita
suatu penyakit selama 1 th termasuk kasus
yg tercatat sebelum kurun waktu tsb namun
masih sakit pada saat dilakukan pendataan.
Jumlah populasi adalah jumlah orang yg
mempunyai resiko menderita penyakit
tersebut selama kurun waktu tersebut.

(2) Incidensi
Insidensi rate atau Angka Kejadian Kasus adalah
jumlah kasus baru sesuatu penyakit selama
kurun waktu tertentu. Kasus yg timbul sebelum
pendataan tidak dimasukkan dlm perhitungan
Jumlah kasus baru tersebut kemduian dibagi
dengan jumlah populasi yg mempunyai resiko
etrkena penyakit tersebut dlm kurun waktu yg
sama.
Contoh : Prevalensi TBC paru di Kab. X adalah 5 per
1000, jumlah penduduk 200.000 orang.
Maka perkiraan jumlah kasus di kab X adalah
5/1000 X 200.000 = 1000 kasus per tahun.

(3) Case Fatality Rate :
Case Fatality Rate adalah salah satu
ukuran untuk mengetahui tingkat
kegawatan (severity) penyakit , yg
biasanya dinyatakan dalam
prosentase sbg :
Juml. Penderita mati krn suatu penyakit
CFR = ---------------------------------------------------- X 100 %
Juml.kasus penyakit tsb pada saat yg sama

.
Pemaparan data hasil kegiatan suatu
organisasi atau data hasil penelitian
yg disusun secara sistematik
supaya dapat mudah dimengerti,
dianalisis dan ditarik suatu
kesimpulan.
Tiga cara penyajian data :
1.
2.
3.

Textual
Tabulasi
Diagram/Grafik

1. TEXTUAL
Penyajian data untuk menjelaskan kumpulan
data yang diperoleh, hasil-hasil maupun
kesimpulan serta interpretasi dalam bentuk
tulisan/kalimat atau narasi.
Hanya dipakai untuk data yg jumlahnya kecil
serta memerlukan kesimpulan sederhana.
2. TABULAR
Penyajian data dalam bentuk tabel ygterdiri dari
beberapa kolom dan baris yg digunakan untuk
memaparkan secara sekaligus beberapa variabel
hasil observasi, survey atau penelitian sehingga
mudah dibaca atau dimengerti.

Ketentuan membuat tabel:

Tabel harus jelas dan mudah dimengerti
Kategori kelas jangan terlalu banyak dan
jangan tumpang tindih.
Bila data bukan orisinil, sebutkan sumber pada
keterangan
Judul harus ditulis terpisah dengan spasi dari
badan tabel. Memberikan informasi
mengenai : What, Where, When dari data
yang disajikan.

JENIS TABEL :

Tabel untuk data kualitatif (Kategori)
Tabel 1 ; Distribusi pasien Menurut Pekerjaan
RS MUDAH SEMBUH Th 2002

Pekerjaan

Jumlah

Prosentase

PNS

10

10 %

Pedagang

85

85 %

TNI/POLRI

5

5%

Total

100

100 %

Tabel untuk data kuantitatif (Numerik)
Tabel 1 ; Distribusi Umur Pasien
RS Cepat Sembuh Th 2002
Umur

Jumlah

Prosentase

20 – 24

2

5%

25 – 29

10

20 %

30 – 34

20

40 %

35 – 40

10

20 %

41 – 44

2

5%

45 – 49

4

3%

50 – 54

2

7%

Total

50

100 %

Tabel Dua Variabel : Digunakan untuk mengetahui hubungan
dg lainnya

variabel satu

Tabel 3 ; Distribusi pasien Menurut Tk Pendidikan danTk Pengetahuan RS MUDAH
SEMBUH Th 2002

Pengetahuan
Pendidikan

Rendah

Tinggi

Total

Juml

%

Jum

%

SLTP

60

60

40

40

100

SLTA

50

50

50

50

100

Perg.Tinggi

20

20

80

80

100

Total

120

170

3. GRAFIK
NO

Jenis Grafik

.

Variable

Fungsi/data

1

 HISTOGRAM

Numerik

Distribusi frequensi

2

POLIGON

Numerik

Dsitribusi frequensi

3

OGIVE

Numerik

Data kumulatif

4

LINE/GARIS

Numerik

Trend/kecenderungan

5

SCATTER PLOT

Numerik

Mghub 2 variabel

6

STEM & LEAF

Numerik

Ketahui jumlahnya

7

Ishikawa

Kategorikal

Identifikasi masalah
masalah/evaluasi msl

8

Control Chart

Kategorikal

Menghub 2 variabel

Grafik (lanjutan)
.No
9

Jenis Diagram

.

 BAR DIAGRAM

Variabel

Data/Fungsi

Kategorikal

Perbandingan prequensi
distribusi data

10

PIE CHART

Kategorikal

Proporsi data

11

PARETO

Kategorikal

Menonjolkan nilai
prosentase – tinggi ->
kiri

12

PICTOGRAM
(gambar)

Kategorikal

Menyatakan frequensi
distribusi

13

CURTOGRAM
(PETA)

Kategorikal

Perbandingan frequensi
data

GRAFIK BAR (BATANG)

KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN
RS CEPAT SEMBUH TAHUN 2002

300
250
200
150
100
50
0

P.Dalam

Bedah

Anak

Obst

Syaraf

1. HISTOGRAM
DISTRIBUSI PASIEN RI RS "CS"
MENURUT BERAT BADAN
300
250
200
150
100
50
0

Berat Badan

20-24 25-29 30-34 35-39 40-44

2. POLIGON
DISTRIBUSI PASIEN RI RS "CS"
MENURUT BERAT BADAN
300
250
200
150
100
50
0

Berat Badan

20-24 25-29 30-34 35-39 40-44

Satu Skala diambil tengahnya

3. OGIVE (Grafik u/ data kumulatif)
7

Berat Badan

6
5
4
3
2
1

1

2

3

4

5

6

Bulan

7

8

9

10