You are on page 1of 37

Y

F T ra n sf o

A B B Y Y.c

bu
to
re
he
C

lic

k

he
k
lic
C
w.

om

w

w

w

w

rm

y

ABB

PD

re

to

Y

2.0

2.0

bu

y

rm

er

Y

F T ra n sf o

ABB

PD

er

Y

STATISTIKA TERAPAN
TUGAS IV

OLEH :
PUTU RUSMILA DEWI KESIMAN
1529061008

JURUSAN PENDIDIKAN IPA
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

w.

A B B Y Y.c

om

Y

F T ra n sf o

A B B Y Y.c

bu
to
re
he
C

lic

k

he
k
lic
C
w.

om

w

w

w

w

rm

y

ABB

PD

re

to

Y

2.0

2.0

bu

y

rm

er

Y

F T ra n sf o

ABB

PD

er

Y

TEKAN CTRL+CLICK UNTUK MENUJU JAWABAN SOAL

SOAL 1

SOAL 7

SOAL 2

SOAL 8

SOAL 3

SOAL 9

SOAL 4

SOAL 10

SOAL 5

SOAL 11

SOAL 6

SOAL 12

1

w.

A B B Y Y.c

om

Y

F T ra n sf o

A B B Y Y.c

bu
to
re
he
C

lic

k

he
k
lic
C
w.

om

w

w

w

w

rm

y

ABB

PD

re

to

Y

2.0

2.0

bu

y

rm

er

Y

F T ra n sf o

ABB

PD

er

Y

SOAL 1 - home
1. Buat rumusan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berdasarkan pernyataan berikut:
a. Seorang guru olah raga menyatakan bahwa rata-rata kemampuan lari mahasiswanya
adalah 30 km/jam.
Ho :

= 30 km/jam

Ha :

30 km/jam

b. Pimpinan suatu perguruan tinggi menyatakan bahwa minimal 80% lulusannya diserap
di di dunia kerja.
Ho :

80 %

Ha :

< 80%

c. Dosen menyatakan bahwa untuk lulus mata kuliah IPA mahasiswa harus mecapai skor
mata kuliah IPA minimal 70.
Ho :

70

Ha :

< 70

d. Menurut peraturan menteri kesehatan republik Indonesia, kadar Pb maksimum yang
diijinkan dalam air limbah adalah 1 ppm.
Ho :

1 ppm

Ha :

> 1 ppm

e. Tidak terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan metode A
dan siswa yang diajar dengan metode B.
Ho :

1

Ha :

1

=

2
2

f. Hasil belajar statistika terapan mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran X
lebih baik daripada hasil belajar statistika terapan mahasiswa yang diajar dengan model
pembelajaran Y.
Ho :

1

Ha :

1

2

>

2

g. Ada perbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Q yang diajar dengan model
pembelajaran A, B, dan C.
Ho :

1

Ha :

1

=

2
2

2

w.

A B B Y Y.c

om

0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y h.c bu to re he C lic k he k lic C w. Apa perbedaan antara kesalahan tipe I dan kesalahan tipe II dalam pengujian statistika? Dalam menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan . Kesalahan tipe II adalah kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). atau tidak terdapat 3 w. berarti terjadi kesalahan tipe I Keputusan menolak hipotesis nol yang salah. kemungkinan akan terdapat dua kesalahan yaitu : a. Kesalahan tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). b. Ada hubungan yang signifikan antara skor matematika dasar dan skor statistika dasar. Bila nilai data sampel (statistik) yang diperoleh dari hasil pengumpulan data sama dengan nilai parameter populasi atau masih berada pada nilai interval parameter populasi. A B B Y Y. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. berarti tidak membuat kesalahan. Tingkat kesalahan untuk ini dinyatakan dengan .Y F T ra n sf o A B B Y Y. maka hubungan antara keputusan menolak atau menerima hipotesis dapat digambarkan seperti gambar berikut : Keputusan Keadaan sebenarnya Hipotesis Benar Hipotesis Salah Terima Hipotesis Tidak membuat kesalahan Kesalahan tipe II Menolak Hipotesis Kesalahan tipe I Tidak membuat kesalahan Dari tabel tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Keputusan menerima hipotesis nol yang benar. berarti tidak membuat kesalahan Keputusan menerima hipotesis nol yang salah. berarti terjadi kesalahan tipe II Membuat keputusan menolak hipotesis nol yang benar.c om . Berdasarkan hal tersebut.0 2. maka hipotesis yang dirumuskan 100% diterima. Ho : = 0 Ha : 0 SOAL 2 home 2.

SOAL 3 home 3. Biasanya tingkat signifikansi (level kesalahan) yang diambil adalah 1% dan 5%. Dalam prakteknya tingkat signifikansi telah ditetapkan oleh peneliti terlebih dahulu sebelum hipotesis diuji. Kapan digunakan uji statistika satu pihak atau dua pihak? Uji statistika dua pihak digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ tidak sama dengan” . Uji statistika satu pihak (kiri) digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “lebih besar atau sama dengan ( )” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ lebih kecil <” . Suatu hipotesis terbukti dengan mempunyai kesalahan 1% berarti bila penelitian dilakukan pada 100 sampel yang diambil dari populasi yang sama.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kesalahan.c om . maka akan terdapat satu kesimpulan salah yang dilakukan untuk populasi. Kesalahan tipe I ini menyatakan tentang berapa persen kesalahan untuk menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (yang seharusnya diterima). Apabila nilai statistik di luar nilai parameter populasi maka akan terdapat kesalahan. Tingkat kesalahan ini selanjutnya dinamakan level of significant atau tingkat signifikansi.c bu to re he C lic k he k lic C w. 4 w. A B B Y Y. Uji statistika satu pihak (kanan) digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “lebih kecil atau sama dengan ( )” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ lebih besar >” . Kesalahan ini semakin besar bila nilai statistik jauh dari nilai parameter populasi. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Dalam pengujian hipotesis kebanyakan digunakan kesalahan Tipe I yaitu berapa persen kesalahan untuk menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (yang seharusnya diterima).Y F T ra n sf o A B B Y Y.0 2. Mengapa pada pengujian statistika sering hanya digunakan kesalahan tipe I ( )? Kesalahan tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). SOAL 4 home 4.

Pertanyaan adalah berapa banyak orang yang dapat kita ambil dengan bebas? Misalnya kita ambil orang pertama secara bebas. Kenapa N – 2. maka derajat kebebasanya adalah db = N – 2. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Dengan perkataan lain.Y F T ra n sf o A B B Y Y. (Gujarati. Contoh.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y SOAL 5 home 5. Istilah angka derajat kebebasan (degrees of freedom) diartikan sebagai jumlah total pengamatan dalam sampel (= N) dikurangi banyaknya kendali (linier) bebas atau pembatasan (restriksi) yang diletakan atas pengamatan tadi. angka derajat kebebasan adalah banyaknya pengamatan bebas dari total pengamatan N. ia memiliki skor 8.0 2. A B B Y Y. dan yang membuat berbeda adalah tergantung dari banyaknya parameter yang ditaksir. Oleh karena itu derajat bebas sebagaimana dikemukakan Gujarati (1978) akan selalu N – k. ia memiliki skor 14. maka dapat dipahami bahwa rumus derajat kebebasan akan berbeda untuk kasus pengamatan yang satu dengan kasus pengamatan yang lainnya. Orang kedua masih dengan bebas. Ide dasarnya adalah tiap kali kita mengestimasi parameter (karakteristik populasi). bukan N. karena ada dua variabel. Pada uji statistika satu sampel. Hal lain yang perlu dipahami dalam kajian tentang derajat bebas adalah berkaitan dengan penelitian sampel. Untuk memahami hal tersebut perhatikan penjelasan berikut: Misalnya ada sebuah populasi dengan rata-rata (mean) sebesar 10. jika kita hendak meneliti dua variabel. Selanjutnya kita diijinkan untuk mengambil sampel sebanyak 10 orang dari populasi tersebut. Oleh karena itu rumus derajat kebebasannya bisa db = N – 2 atau db = N -3 tergantung dari banyaknya paramter (variabel) yang ditaksirnya tadi. 1978). mengapa rumus derajat kebebasan df = n-1? Berdasarkan pengertian tersebut.c om . kita akan kehilangan satu derajat kebebasan. SOAL 6 home 6. Kemudian berturut-turut orang ketiga sampai orang ke sembilan diambil secara bebas dengan skor: 5 w.c bu to re he C lic k he k lic C w. Sehingga rumus umum untuk menentukan derajat kebebasan (db) adalah total pengamatan (N) dikurangi banyaknya parameter yang ditaksir atau df = N – banyaknya parameter yang ditaksir (k). Apa makna derajat kebebasan? Derajat kebebasan (DK) adalah banyaknya kebebasan untuk memberi nilai kepada variabel Kebebasan akan berkurang jika pemberian nilai kepada variabel diberi syarat Makin banyak syarat makin kecil derajat kebebasan.

Dalam perhitungan kita tadi. Orang kesepuluh tidak dapat diambil secara bebas lagi. Oleh karena itu kita hanya kehilangan satu derajat kebebasan. Diketahui populasi tinggi badan (X) 30 orang mahasiswa jurusan tertentu sebagai berikut. yaitu 10 – 1 = 9.5 14 66 24 60 5 63 15 63. Misalnya jumlah skor-skor dari sembilan orang tadi adalah 87. kita hanya mengestimasi atau menaksir satu parameter.5 12 69. A B B Y Y. misalnya tabel t.5 30 75 Tinggi (inc) 6 w.5 22 73. Bagaimana dengan orang kesepuluh? Apakah diambil secara bebas? Tentu jawabannya adalah tidak. orang kesepuluh harus ditentukan sebesar 13.5 19 58. 8.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 15. Jika sudah ada 9 angka. 6. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. sehingga derajat bebas yang kita miliki adalah N – 1.5 28 59 9 65.5 27 66 8 67 18 68.5 26 60.Y F T ra n sf o A B B Y Y.c om .5 7 72.5 21 59 2 76.5 3 70 13 64.5 17 69. Nomor Tinggi Nomor Tinggi Nomor mahasiswa (inc) mahasiswa (inc) mahasiswa 1 63 11 65. Dengan demikian dapat dikatakan kita kehilangan satu derajat kebebasan. SOAL 7 home 7.c bu to re he C lic k he k lic C w. 6. yaitu mean = 10.6 23 72. dan 5. 14.5 29 64.5 10 70 20 65.5 4 68. 11.0 2. Nah derajat bebas inilah yang kemudian digunakan untuk melihat nilai tabel tertentu. Agar estimasi yang kita dapatkan sama.5 25 70 6 58 16 67. angka ke sepuluh tidak lagi dapat ditentukan dengan bebas agar mendapat estimasi yang sama (yaitu mean = 10).

Hitunglah x! Rata-rata tinggi badan (x) pada populasi mahasiswa sebanyak 30 orang : 30 xi i 1 x x x x f 846 30 1992.5 3 59.0 9 63. A B B Y Y.5 11 64.5 14 65. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.5 15 66.0 4 59.0 7 w.0 2 58.42(inc) b.0 2.0 16 66.0 8 63. dan hitunglah rata-rata tinggi kedua sampel! Bandingkan rata-rata tinggi sampel dan ratarata tinggi populasi! Pilih nomor urut siswa sebagai sampel (data terurut) dengan software excel : =randbetween (1.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y a.6 30 66.0 17 67.c bu to re he C lic k he k lic C w.5 10 64.6 12 65.Y F T ra n sf o A B B Y Y.5 dan 70 No Urut Tinggi (x) dalam Inc.0 6 60.30).5 13 65. Pilihlah dua sampel tinggi badan mahasiswa secara acak dengan pengembalian.c om .5 7 63. 1 58. Muncul nomor urut 20 dan 24 yaitu dengan nilai : 68.0 5 60.

0 25 70.5 19 68.42 inc 69.5 28 73.25 Rata-rata tinggi badan Sampel : 70 68. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.5 29 75.c bu to re he C lic k he k lic C w.5 23 70.5 2 x 69. A B B Y Y.06 (formula excel) 8 w.25 Ha : 69. 25inc Untuk membandingkan nilai t x x dan x digunakan rumus statistik satu sampel yaitu : 0 S n Dengan nilai simpangan baku (sampel) data adalah : 1.0 24 70.0 26 72.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No Urut Tinggi (x) dalam Inc.5 22 69.0 30 76. 18 67.5 20 68.0 2.25inc x Dari hasil perhitungan diperoleh nilai : x= x 66.c om .5 Hipotesis yang diajukan untuk kasus ini adalah : Ho : = 69.Y F T ra n sf o A B B Y Y.5 21 69.5 27 72.

Y F T ra n sf o A B B Y Y. Rata-rata Sampel Peluang terjadinya 1 68.0 3/30 69.00 pengambilan sampel 9 w. 66.5 .50 11 65.42 1.25 2 67. Karena thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima.c om .5 . Jadi Ho dapat digeneralisasi untuk semua populasi c.5 4/30 66. A B B Y Y.5 .0 5/30 69.50 4 70.c bu to re he C lic k he k lic C w. 72.0 2.5 3/30 66.5 .83 0. 70.00 9 59.0 .77 Nilai ttabel untuk dk=2-1=1 untuk = 5% adalah 12.0 5/30 68.5 4/30 64.0 . 65.5 . 66.00 6 63.75 3 67.5 4/30 69.5 4/30 71. 73.00 12 70. Ulangi lagi pengambilan dua sampel tinggi badan mahasiswa secara acak sebanyak 19 kali! Hitung rata-ratanya! Hasil pengambilan sampel dan rata-rata tinggi dua sampel pada point b dan c dimasukkan ke dalam tabel berikut! No. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. 70. 63.5 2/30 61.749 3.0 . nilai thitung sebagai berikut : t t t t x x S n 69.0 .0 .00 5 58.0 6/30 70.25 10 65.5 . 76. 58.50 8 75.706.0 .25 66.0 3/30 62. 69.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Sehingga.06 2 2.5 2/30 62.00 7 60. 58.

5 .81 66. 58.36 Sehingga.5 .75 pengambilan sampel d. 75. nilai thitung data sampel adalah : t t t t x x S n 66.25 20 x 66.5 .0 .0 .50 15 65. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.50 19 58.75 17 67.5 2/30 68. A B B Y Y. 76.0 2. Rata-rata Sampel Peluang terjadinya 13 73. 66.25 18 60.38 0.093.16 Nilai ttabel untuk dk=20-1 = 19 dengan = 5% maka ttabel = 2. 10 w.0 4/30 71.36 2 0.5 .5 4/30 64.c om . Jadi Ho dapat digeneralisasi untuk semua populasi . 69. 70.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No.5 3/30 63.0 4/30 61.5 4/30 66.c bu to re he C lic k he k lic C w.39 2.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Karena thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima.75 20 73.5 .81 x Nilai Simpangan baku data sampel = 3.5 .42 3. 63.0 3/30 69. Berapa rata-rata tinggi dari 20 rata-rata tinggi dua sampel? Bandingkan dengan ratarata tinggi populasi! 1336.75 14 65.0 4/30 70.25 16 65. 65.

75 Banyak kelas dihitung dengan rumus : i 1 3.3 log n i 1 3.00 71.75 62. A B B Y Y. Lengkapi tabel berikut.00 68.75 64.299 dibulatkan i 6 11 w.25 71.00 61.25 66.Y F T ra n sf o A B B Y Y.75 63.25 69.00 62.c bu to re he C lic k he k lic C w.30 i 5.25 64.00 69.00 70.50 69.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y e.c om .50 68.50 69. Data rata-rata sampel setelah diurutkan adalah : Rata-rata Sampel (x) 61.50 66.75 70.3 log 20 i 1 3.3 x1. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.50 66.0 2.

A B B Y Y.299 10.01 – 69.00 1 Rata-rata sampel Frekuensi Frekuensi relatif : 63.0 2.c om .00 20 12 w.00 19 73.00 4 65.00 4 63.75 5.00 7 71.01 – 73.00 10 69.c bu to re he C lic k he k lic C w.Y F T ra n sf o A B B Y Y.01 – 67.01 – 65.75 61.02 2 Jadi tabel berikut dapat diisi dengan frekuensi : Rata-rata sampel Frekuensi 61.00 12 71.00 7 67.3 log n 71. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.00 3 67.00 2 69.01 – 71.00 3 65.299 2.00 5.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Ukuran kelas dihitung dengan rumus : i i i i R 1 3.00 – 63.

00 71.01 – 73.7 69.595. Apa yang dapat Anda simpulkan dari kurva distribusi rata-rata? Untuk kurva distribusi rata-rata tersebut dapat diuji normalitas datanya dengan chi kuadrat Rata- Frekuensi rata sampel (fo) fh fo-fh (fo-fh)^2 ((fo-fh)^2)/fh 61. Karena chi kuadrat hitung > chi kuadrat tabel.5 67.00 4 1 3 9 9.0 65.00 – 63. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y f.01 – 73.c bu to re he C lic k he k lic C w. maka kurva distribusi rata-rata tersebut dinyatakan tidak berdistribusi normal.00 – 63.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Dari tabel.00 2 65.00 3 63.00 3 6 -3 9 1.01 – 71.00 g.0 2.00 7 3 4 16 5.01 – 67.01 – 71. A B B Y Y.01 – 65. Buatlah kurva distribusi rata-data dari semua sampel yang mungkin! DATA RATA-RATA SAMPEL 8 7 6 5 4 7 3 2 4 3 1 0 61.00 3 3 0 0 0.00 1 1 0 0 0.c om .5 Dalam tabel perhitungan chi kuadrat diperoleh hitung2 = 18.00 2 6 -4 16 2. 13 w.0 63.01 – 69.5.00 69.01 – 67.0 Jumlah 20 20 0 50 18.01 – 65. chi kuadrat untuk dk = 6 dan taraf signifikansi 5% nilai chi kuadrat tabel2 = 12.01 – 69.00 1 67.3 71.

0 2.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y SOAL 8 home 8. A B B Y Y.c om .c bu to re he C lic k he k lic C w. 120 152 142 137 157 150 147 136 133 163 160 128 129 167 151 139 139 162 152 136 121 145 148 139 163 A. Rata-rata IQ mahasiswa jurusan Y adalah 140. Dari 25 orang mahasiswa yang diambil secara acak dari populasi jurusan Y diperoleh IQ 25 mahasiswa sebagai berikut. buat rumusan hipotesis berdasarkan data di atas! Data No IQ 1 120 2 121 3 128 4 129 5 133 6 136 7 136 8 137 9 139 10 139 11 139 12 142 13 145 14 147 15 148 16 150 17 151 18 152 19 152 14 w.Y F T ra n sf o A B B Y Y. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Asumsikan data IQ mahasiswa berupa data interval dan data berdistribusi normal.

75 15 w.c bu to re he C lic k he k lic C w. apa simpulan yang dapat ditarik? Pengujian hipotesis satu sampel dengan asumsi data berdistribusi normal adalah dengan uji-t yaitu membandingkan t hitung dengan ttabel .64 (formula di excel) Jadi hipotesis yang diajukan adalah : Ho : = 140 Ha : 140 Ho : rata-rata IQ mahasiswa jurusan Y adalah 140 Ha : rata-rata IQ mahasiswa jurusan Y tidak sama dengan 140 B.642 1.21 25 4.Y F T ra n sf o A B B Y Y.c om . Jadi Ho dapat digeneralisasi untuk semua populasi.64 140 13. Perhitungan uji-t sebagai berikut : t t t t x x S n 144. Jika thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. A B B Y Y.0 2.64 2.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Data No IQ 20 157 21 160 22 162 23 163 24 163 25 167 Rata-rata IQ sampel diatas adalah x 144.

om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Berikan kondisi kapan kita melakukan uji hipotesis menggunakan uji t atau uji z! Statistik parametris yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila datanya adalah interval atau rasio adalah t-test 1 sampel. Rumus z digunakan bila simpangan baku populasi diketahui. Pemilihan pasangan ini didasarkan atas skor IQ.064 Karena thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Nilai ttabel untuk dk=25-1 = 24 dengan = 5% maka ttabel = 2.Y F T ra n sf o A B B Y Y. seorang mahasiswa melakukan penelitian mengggunakan metode eksperimen. mahasiswa ini memilih 15 pasang siswa. A B B Y Y.c bu to re he C lic k he k lic C w.0 2. SOAL 10 home 10. Dalam rangka penyelesaian tugas akhir. Dari 100 orang siswa sebagai populasi. Terdapat dua rumus yang dapat digunakan untuk pengujian yaitu rumus t dan z. Kepada salah satu kelompok pasangan diajar dengan model pembelajaran baru dan 16 w. Jadi Ho dapat digeneralisasi untuk semua populasi .c om . Mahasiswa yang memiliki IQ yang sama atau hampir sama dijadikan satu pasang. Kerjakan soal-soal latihan dalam Buku Statistika untuk Penelitian karangan Sugiono halaman 113 nomor soal 1-8 (soal terlampir)! Link menuju jawaban soal-soal SOAL 11 home 11. dan rumus t bila simpangan baku populasi tidak diketahui. Kesimpulannya adalah : Rata-rata IQ mahasiswa jurusan Y adalah 140 SOAL 9 home 9.

yang hasilnya disajikan pada tabel berikut.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kelompok pasangan yang lain diajar dengan model pembelajaran tradisional. dapat diklasifikasikan bahwa penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan dua sampel tidak berkorelasi.c om . setiap siswa yang menjadi sampel di berikan postes.c bu to re he C lic k he k lic C w. Model pembelajaran Model pembelajaran tradisional baru 1 78 74 2 55 45 3 95 88 4 57 65 5 60 64 6 80 75 7 50 41 8 83 68 9 90 80 10 70 64 11 50 43 12 80 82 13 48 55 14 65 57 15 85 75 Pasangan a. apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru? Dari keterangan soal.0 2. Rumusan masalah dalam soal tersebut jika dituangkan dalam hipotesis penelitian adalah sebagai berikut : Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru 17 w. Asumsikan data berdistribusi normal. A B B Y Y.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Pada akhir pembelajaran. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.

338 79.071 1.071 402.404 65.0 2. Untuk data diatas.93 RATA-RATA 69.74 13 48 55 472.00 10 70 64 0.73 65.071 98. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.20 8 83 68 176. n1 = n2.404 525.67 3 95 88 638.34 14 65 57 22.80 55 45 217.60 9 90 80 410.c bu to re he C lic k he k lic C w.404 286.67 7 50 41 389.07 15 85 75 233.338 101.404 579.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Ha : Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru Ho : 1= 1 Ha : 1 1 Sebelum memilh rumus yang digunakan. maka dilihat dulu tentang jumlah sampel dan varians.404 486.138 0.93 2958.14 11 50 43 389.07 18 w.67 JUMLAH 1046.738 223. A B B Y Y.404 98.c om . sedangkan varians dapat dicari dengan : Model Model pembelajaran pembelajaran tradisional (X1) baru (X2) 1 78 2 Pasangan (Xi-mean X1)^2 (Xi-mean X2)^2 74 68.004 8.Y F T ra n sf o A B B Y Y.94 4 57 65 162.94 12 80 82 105.738 1.00 3484.00 976.00 5 60 64 94.14 6 80 75 105.

93 14 248.93 14 211. Separated varians : t x1 x2 s12 n1 t t t t s22 n2 69.c bu to re he C lic k he k lic C w.c om .53 0.145.9 211.0 2.Y F T ra n sf o A B B Y Y.73 65.66 5.9 s2 2 s2 2 s2 2 ( xi x) 2 (n 1) 2958. Kesimpulannya adalah : Tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru 19 w. Karena thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima.84 Nilai ttabel dk=14 dan taraf signifikansi 5% adalah = 2.09 4.35 (varians tidak sama) jadi dapat digunakan rumus separated varians dengan dk = n1-1 atau n2-1.07 248.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y s1 2 s1 2 s1 2 ( xi x) 2 (n 1) 3484.9 dan s2 = 211. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.35 yaitu s1 = 248. A B B Y Y. Jadi Ho dapat digeneralisasi untuk semua populasi .35 15 15 4.66 16.59 14.

Jika data tidak berdistribusi normal. Karena itu Ho diterima dan Ha ditolak.059.059 > 0.c om . Bila taraf kesalahan 5% maka harga 0.c bu to re he C lic k he k lic C w. A B B Y Y.050. apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru? (Lakukan uji hipotesis dengan uji tanda dan uji Wilcoxon) Uji Tanda : Model Model pembelajaran Pasangan pembelajaran tradisional baru (X2) (X1) 1 78 74 2 55 45 3 95 88 4 57 65 5 60 64 6 80 75 7 50 41 8 83 68 9 90 80 10 70 64 11 50 43 12 80 82 13 48 55 14 65 57 15 85 75 Arah 78 55 95 57 60 80 50 83 90 70 50 80 48 65 85 > > > < < > > > > > > < < > > Tanda 74 45 88 65 64 75 41 68 80 64 43 82 55 57 75 + + + + - Ho : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru Ha : Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru dari tabel tersebut terlihat tanda (+) sebanyak 4 dan (-) sebanyak 11.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. 20 w. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Untuk N=15 dan p = 4 diperoleh p tabel = 0.0 2.Y F T ra n sf o A B B Y Y.

c om .5 2.5 0 0 0 0 0 0 1 7 0 0 20 Jumlah jenjang kecil = 20. Karena jumlah jenjang yang kecil nilainya adalah 20 dan nilai t tabel adalah 25 maka Ho ditolak.5 13 100 0 0 0 9.Y F T ra n sf o A B B Y Y.0 2.5 4 11 15 13 5 7 1 7 9.c bu to re he C lic k he k lic C w.5 13 7 9.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Jadi kesimpulannya : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru Uji Wilcoxon : Model Model pembelajaran Pasangan pembelajaran tradisional baru (X2) (X1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 78 55 95 57 60 80 50 83 90 70 50 80 48 65 85 74 45 88 65 64 75 41 68 80 64 43 82 55 57 75 JUMLAH beda 4 10 7 -8 -4 5 9 15 10 6 7 -2 -7 8 10 mutlak jenjang 4 10 7 8 4 5 9 15 10 6 7 2 7 8 10 2.5 13 + - 2.5 13 7 0 0 4 11 15 13 5 7 0 0 9. A B B Y Y. Kesimpulannya adalah : Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tradisional dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran baru 21 w.5 2. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Harga t tabel untuk n=15 taraf kesalahan 5% adalah = 25.

Chi Kuadrat satu sampel. Bila dari data sampel itu akan diberlakukan untuk populasi. SOAL-SOAL LATIHAN DALAM BUKU STATISTIKA UNTUK PENELITIAN KARANGAN SUGIONO HALAMAN 113 NOMOR SOAL 1-8 home 1. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. test run dan t-test satu sampel digunakan dalam uji hipotesis? Test binomial digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel) bila dalam populasi terdiri atas dua kelompok kelas.0 2. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel t-test digunakan pada statistik parametrik bila datanya berupa interval atau ratio. Chi kuadrat ( 2) satu sampel adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih kelas dimana data berbentuk nominal dan sampelnya besar. Terdiri dari uji dua pihak dan uji satu pihak 22 w.c bu to re he C lic k he k lic C w. A B B Y Y. 10.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Distribusi dalam data berbentuk binomial (dua kelas).c om . Kerjakan soal-soal latihan dalam Buku Statistika untuk Penelitian karangan Sugiono halaman 208 nomor 1-3 (Link jawaban soal). datanya berbentuk nominal dan jumlah sampelnya kecil (<25). Run-test digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel) bila skala pengukurannya ordinal.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y SOAL 12 home 12. maka peneliti akan menguji hipotesis statistik yaitu menguji ada tidaknya perbedaan antara data yang ada dalam populasi itu dengan data yang ada pada sampel yang diambil dari populasi tersebut. Kapan teknik statistik Binomial. run test digunakan untuk mengukur urutan suatu kejadian.

A B B Y Y.n2 > 20) digunakan rumus z fo x t = nilai t yang dihitung x = rata-rata xi o Nilai yang dihipotesiskan Dengan s = simpangan baku Mean : r n = jumlah anggota 2n1n 2 1 n1 n 2 0. pihak kiri dan pihak kanan. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.N2) diobservasi fh yang = = frekuensi frekuensi t diharapkan r z 2n1n 2 1 0 .c bu to re he C lic k he k lic C w.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Uji statistika dua pihak digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ tidak sama dengan” . Bagaimanakah rumusan hipotesis satu sampel pada uji dua pihak. test run dan t-test satu sampel.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2. Tulislah rumus-rumus statistik pada uji chi kuadrat.c om . Uji statistika satu pihak (kanan) digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “lebih kecil atau sama dengan ( )” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ lebih besar >” . uji digunakan fh )2 ( fo 2 tabel nilai r (N1. 23 w. Uji statistika satu pihak (kiri) digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “lebih besar atau sama dengan ( )” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “ lebih kecil <” . Rumus uji chi kuadrat Rumus uji t-test satu Rumus Uji test run sampel k fh i 1 2 Untuk sampel kecil.5 n1 n 2 2n1n 2(2n1n 2 n1 n 2) (n1 n 2) 2 ( n1 n 2 1) r r r x S n = chi kuadrat yang Untuk sampel besar (n1.0 2.5 sampel Simpangan baku : r 2n1n 2(2n1n 2 n1 n 2) (n1 n 2) 2 (n1 n 2 1) 3.

Bila thitung < ttabel maka hipotesis nol (Ho) dapat diterima. f. 5. Membuat generalisasi/kesimpulan. Telah dilakukan pengumpulan data tentang produktifitas padi di kabupaten Cianjur.c om . Uji hipotesis dengan t-test . Tentukan jumlah sampel b.c bu to re he C lic k he k lic C w.0 2. Bagaimanakah langkah-langkah penelitian yang harus dilaksanakan untuk menguji hipotesis bahwa kecepatan lari mahasiswa indonesia paling rendah 20 km/jam. Menggambar kurve (distribusi normal atau tidak) e. Tentukan teknik sampel yang digunakan c. A B B Y Y. Buat hipotesis untuk data interval Ho : = 20 km/jam Ha : 20 km/jam d. a. bandingkan nilai thitung dengan ttabel. Produktivitas padi = 8 ton/ha Ho : = 8 ton/ha Ha : 8 ton/ha No Data Produksi Padi 1 3 2 4 3 4 4 4 5 5 6 5 7 6 8 6 24 w.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 4.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Berdasarkan sampel 20 lokasi penelitian diperoleh data tentang produktivitas padi tiap hektar dalam satu ton sebagai berikut : 7 10 9 8 5 6 5 7 4 6 6 8 6 7 4 6 8 7 4 3 Buktikan hipotesis bahwa : a. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.

Kesimpulannya adalah : Produktifitas padi di kabupaten Cianjur tidak sama dengan 8 ton/ha 25 w.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No Data Produksi Padi 9 6 10 6 11 6 12 7 13 7 14 7 15 7 16 8 17 8 18 8 19 9 20 10 jumlah 126.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Jadi Ha yang dapat digeneralisasi untuk semua populasi .093 Karena thitung > ttabel maka hipotesis nol (Ho) ditolak.0 rata-rata 6.8 x S n 6.8 / 20 1 .c bu to re he C lic k he k lic C w. A B B Y Y.7 4.c om .40 Nilai ttabel untuk dk=20-1 = 19 dengan = 5% maka ttabel = 2.25 0.3 8 1.3 simpangan baku t t t x 1. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.0 2.

Dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kecenderungan masyarakat dalam memilih kendaraan mobil sedan dan minibus. Buktikan hipotesis bahwa ada perbedaan masyarakat dalam memilih jenis mobil (peluang masyarakat dalam memilih jenis mobil berbeda).0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. Jadi Ha yang dapat digeneralisasi untuk semua populasi . Jadi Ha yang dapat digeneralisasi untuk semua populasi . Produktivitas padi paling sedikit 5 ton/ha Ho : 5 ton/ha Ha : < 5 ton/ha Karena thitung > ttabel maka hipotesis nol (Ho) ditolak.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Produktivitas padi paling tinggi 10 ton/ha Ho : 10 ton/ha Ha : > 10 ton/ha Karena thitung > ttabel maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Kesimpulannya adalah : Produktifitas padi di kabupaten Cianjur lebih dari 10 ton/ha 6. ternyata 10 orang memilih sedan dan 16 orang memilih minibus. A B B Y Y.c bu to re he C lic k he k lic C w.c om .0 2. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Kesimpulannya adalah : Produktifitas padi di kabupaten Cianjur kurang dari 5 ton/ha c. Berdasarkan 26 sampel yang dipilih secara random. 26 w.

800 orang memilih pegawai negeri.28E-07 . 600 orang memilih ABRI dan 300 orang memilih petani.0 2.Y F T ra n sf o A B B Y Y. 7. karena 2. Dilakukan penelitian untuk mengetahui kecenderungan masyarakat dalam memilih jenis pekerjaan. ternyata 1200 orang memilih pedagang. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Jadi kesimpulannya : Kecenderungan masyarakat dalam memilih mobil sedan dan minibus tidak sama. A B B Y Y. x =10 dengan = 5% adalah 2.28E-07 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Buktikan hipotesis bahwa 4 jenis pekerjaan tersebut berpeluang sama untuk dipilih masyarakat.5 Kriteria Uji Kriteria uji dari uji binomial adalah H0 ditolak jika P(x) < Ho gagal ditolak atau Ha diterima jika P(x) Berdasarkan tabel diatas maka peluang terkecilnya adalah 10.5 Ha : p1 p2 0.c om .0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y KECENDERUNGAN MASYARAKAT DALAM MEMILIH MOBIL Alternatif Pilihan Frekuensi Yang Memilih Mobil jenis sedan 10 Mobil jenis minibus 16 Jumlah 26 Hipotesis nol yang diajukan adalah bahwa peluang masyarakat dalam memilih dua jenis mobil yaitu sedan dan minibus adalah sama yaitu 50% Ho : p1 = p2 = 0.c bu to re he C lic k he k lic C w. Berdasarkan sampel yang digunakan sebagai sumber data. Harga koefisien binomialnya untuk N = 26. 27 w.

815. pegawai negeri.Y F T ra n sf o A B B Y Y.c om .0 2.2068966 Pegawai Negeri 800 725 75 5625 7. dan Petani adalah adalah tidak sama. Karena 2 harga tabel maka Ho ditolak. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.25 Ha : p1 = p2 = p3 = p4 = 0. pegawai negeri.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y KECENDERUNGAN MASYARAKAT DALAM MEMILIH PEKERJAAN Alternatif Pilihan Frekuensi Yang Memilih Pedagang 1200 Pegawai Negeri 800 ABRI 600 Petani 300 Jumlah 2900 Hipotesis nol yang diajukan adalah bahwa peluang masyarakat dalam memilih 4 jenis pekerjaan yaitu pedagang.7 dan 2tabel untuk dk= 3 dan kesalahan 5% adalah 7.137931 Jumlah 2900 2900 0 427500. ABRI. Jadi kesimpulannya : peluang masyarakat dalam memilih 4 jenis pekerjaan yaitu pedagang.75862069 ABRI 600 725 -125 15625 21.55172414 Petani 300 725 -425 180625 249. ABRI.c bu to re he C lic k he k lic C w.7 ((fo- Berdasarkan tabel diatas besar 2 hitung = 589.0 589. 28 w. A B B Y Y. dan Petani adalah sama yaitu 25% Ho : p1 p2 p3 p4 0.25 Kriteria Uji Kriteria uji dari uji chi kuadrat adalah 2 Ho ditolak jika Ho diterima jika harga tabel 2 < harga tabel Alternatif Frekuensi Yang Pilihan Memilih fh f0-fh (fo-fh)^2 fh)^2)/fh Pedagang 1200 725 475 225625 311.

B =bodoh) Buktikan hipotesis bahwa urutan duduk mahasiswa pada ujian tidak direkayasa Ho : Urutan duduk mahasiswa pada ujian tidak direkayasa (random) Ha : Urutan duduk mahasiswa pada ujian direkayasa (tidak random) Tempat Tempat No duduk No Duduk 1 P 16 P 2 B 17 P 3 P 18 P 4 P 19 B 5 P 20 P 6 B 21 B 7 P 22 P 8 B 23 B 9 B 24 P 10 B 25 B 11 P 26 P 12 B 27 P 13 P 28 P 14 B 29 B 15 B 30 B 29 w. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.c om .Y F T ra n sf o A B B Y Y.0 2.c bu to re he C lic k he k lic C w. Berdasarkan pengamatan terhadap mahasiswa yang duduk pada waktu ujian ditemukan mutu sebagai berikut : P B P P P B P P B P P P B B B B B P B P B B P P P B P B P B (P=pintar. (random artinya urutan duduknya tidak direkayasa).0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 8. A B B Y Y. Dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah urutan mahasiswa yang duduk di kursi pada waktu ujian akhir semester mata kuliah statistik itu random atau tidak.

c om . Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Apakah yang dimaksud dengan pengujian hipotesis komparatif. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Pengujian hipotesis komparatif berarti pengujian parameter populasi yang berbentuk perbandingan melalui ukuran sampel yang juga berbentuk perbandingan. A B B Y Y. Rumus-rumus pengujian hipotesis komparatif : Macam data Bentuk komparasi Dua sampel Korelasi Interval/ratio Independen t test dua sampel t t test dua sampel x1 x 2 2 s1 n1 2 s2 n2 2r s1 n1 s 2 separated varians : n2 30 w.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Dari data diatas ada sebanyak 20 run.Y F T ra n sf o A B B Y Y. Untuk N1 = 16 dn N2 =14 untuk = 5% maka r kecil bernilai = 10 dan r besar = 22. Bila Ho dalam pengujian diterima. Hal ini juga dapat berarti menguji kemampuan generalisasi (signifikansi hasil penelitian) yang berupa perbandingan keadaan variabel dari dua sampel atau lebih. Tuliskan rumusrumus yang digunakan dalam pengujian hipotesis komparatif tersebut. Jumlah run sebanyak 20 terletak pada angka 10 dan 22 maka terletak pada daerah penerimaan Ho. Jadi kesimpulannya : Pada waktu ujian akhir semester mata kuliah statistik urutan duduk mahasiswa pada ujian tidak direkayasa (random) SOAL-SOAL LATIHAN DALAM BUKU STATISTIKA UNTUK PENELITIAN KARANGAN SUGIONO HALAMAN 208 NOMOR 1-3 home 1.0 2. berarti nilai perbandingan dua sampel atau lebih tersebut dapat digeneralisasikan untuk seluruh populasi dimana sampel-sampel diambil dengan taraf kesalahan tertentu.c bu to re he C lic k he k lic C w.

0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y x1 x 2 t s12 n1 s22 n2 Polled varians x1 x2 t Nominal Mc Nemar test : Sebel 1 n2 Fisher exact Sesudah um - + + A B - C D 2 (n1 n 2) s12 (n2 1)s 2 2 1 n1 n2 2 n1 ( A D 1) 2 A D Klp. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.c om . pelakuan berpeng pengaruh Jumla h tidak sampe l aruh E a b a+b K c d c+d b+d n jml a+c 31 w.Y F T ra n sf o A B B Y Y. A B B Y Y. Gelap Teran Jumla g h I A B A+B II C D C+D jumlah dengan n dk =1 p ( A B)!(C D)!( A C )!( B D)! N ! A!B!C!D! Chi kuadrat Kl Tk p.c bu to re he C lic k he k lic C w.0 2.

Y F T ra n sf o A B B Y Y.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2 2 Ordinal 1 n ad bc n 2 (a b)(a c)(b d )(c d ) Sign test (uji tanda) Data yang dianalisis dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda (+. -) Pengujian dilakukan dengan rumus chi kuadrat ( n1 n 2) 1 n1 n 2 2 2 Wilcoxon match pairs test z T T T K sampel Korelasi One way anova Independen One way anova Two way anova Two way anova Chi kuadrat Chi kuadrat For k sample For k sample Cochran Q Friedman Median extension 32 w.0 2.c bu to re he C lic k he k lic C w. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. A B B Y Y.c om .

Dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan penjualan suatu barang.c om .0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Kruskal-walls one way anova Two way Anova 2. sebelum dan sesudah adanya pemasangan iklan. A B B Y Y. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Data penjualan sebelum pemasangan iklan (x1) dan sesudah pemasangan iklan (x2) adalah sebagai berikut: X1 X2 129 200 130 140 140 300 110 500 112 170 150 600 90 700 70 500 85 400 110 420 114 230 70 460 150 400 140 300 110 600 Buktikan hipotesis bahwa : terdapat peningkatan penjualan setelah ada pemasangan iklan (dengan t-test berkorelasi) Hipotesis yang diajukan : Ho : Tidak Terdapat peningkatan penjualan antara sebelum dan setelah ada pemasangan iklan Ha : Terdapat peningkatan penjualan antara sebelum dan setelah ada pemasangan iklan 33 w.0 2.c bu to re he C lic k he k lic C w.Y F T ra n sf o A B B Y Y.

4 169.333 0 0 9766 2739400 -20220 Jumlah Rata-rata 114.67 3 140 300 26 -95 676 90000 -2461.c om .33 4 110 500 -4 105 16 250000 -421.8 Simpangan Baku Varians 34 w.0 2.667 10 110 420 -4 25 16 176400 -101.6 28783.c bu to re he C lic k he k lic C w.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Penjualan Nomor Sebelum Sesudah Tabel penolong X1-Mean X1 X2-mean X2 X1 X2 X Y X^2 Y^2 X*Y 1 129 200 15 -195 225 40000 -2920 2 130 140 16 -255 256 19600 -4074.3333 6 150 600 36 205 1296 360000 7392 7 90 700 -24 305 576 490000 -7328 8 70 500 -44 105 1936 250000 -4634.333 5 112 170 -2 -225 4 28900 449.333 11 114 230 0 -165 0 52900 0 12 70 460 -44 65 1936 211600 -2874.33 15 110 600 -4 205 16 360000 -821.67 9 85 400 -29 5 841 160000 -154.67 13 150 400 36 5 1296 160000 192 14 140 300 26 -95 676 90000 -2461.0 394.7 697. A B B Y Y.Y F T ra n sf o A B B Y Y.7 26. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.

6 15 t t s2 n2 114. Jadi.11 280.24.0 2. Setelah sponsor diberikan dalam pertandingan olahraga ternyata dari 220 orang tersebut terdapat 135 orang membeli dan 85 orang tidak membeli. 35 w.c bu to re he C lic k he k lic C w. Suatu perusahaan ingin mengetahui pengaruh sponsor dalam suatu pertandingan olahraga terhadap nilai penjualan barangnya. dan yang berubah tidak membeli 90.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Nilai korelasi product moment : xy rxy x2 y 2 20220 9766.048.c om . 3.7 15 280.12 163563 rxy rxy x1 x 2 t 2 s1 n1 2 s2 n2 2r 697. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2. Dalam penelitian ini digunakan sampel yang diambil secara random yang jumlahnya anggotanya 220.2739400 20220 0.7 2037.7 46.8 2.( 0.82.7 t t s1 n1 26.5 1918.7 6.12) 15 15 169. Sebelum sponsor diberikan.8 280.23 45 Nilai ttabel untuk dk=30-2 = 28 dengan taraf kesalahan 5% adalah = 2. Selanjutnya dari 85 orang yang tidak membeli itu terdiri atas yang membeli ada 15 orang.0 394.Y F T ra n sf o A B B Y Y.92 0. Sehingga kesimpulannya adalah Terdapat peningkatan penjualan antara sebelum dan setelah ada pemasangan iklan. dan yang tetap tidak membeli ada 70 orang.6. A B B Y Y. Dari 135 orang tersebut terdiri atas pembeli tetap 45. terdapat 60 orang yang membeli barang tersebut dan 160 orang tidak membeli. thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.4 28783.43.

0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Buktikan hipotesis bahwa tidak terdapat/terdapat perbedaan penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor.c om .0 2. Untuk pengujian. dimana setelah ada sponsor pembelinya makin meningkat. Ha : terdapat perbedaan penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor. 36 w. tabel diatas diubah menjadi : Keputusan Membeli Tidak Membeli Membeli 45 15 Tidak Membeli 90 70 Jumlah 135 85 Dapat dibaca : dari membeli menjadi tidak membeli sebanyak 15 orang.15 Nilai chi kuadrat tabel untuk dk=1 dan taraf kesalahan 5%= 3. Kesimpulannya adalah : Terdapat perbedaan yang signifikan penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor. om w w w w rm y ABB PD re to Y 2.c bu to re he C lic k he k lic C w.841 2 hitung > 2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Perubahan penjualan sebelum dan setelah ada sponsor Sebelum ada Setelah ada sponsor sponsor Keputusan f f total tetap Membeli 60 135 = Tidak Membeli 160 85 = 220 220 Berubah 45 90 70 15 115 105 Ho : tidak terdapat perbedaan penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor.Y F T ra n sf o A B B Y Y. dari tidak membeli menjadi membeli sebanyak 90 orang. A B B Y Y. Jadi : 2 2 ( A D 1) 2 A D ( 90 15 1) 2 90 15 dengan dk =1 52.