You are on page 1of 11

PRO N mmmmmmmmmmmmmmm

Selasa, 14 Oktober 2014
laporan pendahuluan infeksi saluran kemih

INFEKSI SALURAN KEMIH

Pengertian
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan
adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih.
Istilah :
1.
Asymptomatic Significant Bacteriuria (ASB) ialah bacteriuria yang
bermakna tanpa disertai gejala.
2.

Bacterial Cystitis adalah syndrome yang terdiri dari :

a.

Sedikit waktu kencing.

b.

Sering kencing (siang maupun malam).

3.

Abacterial Cystitis (Urethra Syndrom) adalah syndrom yang terdiri dari :

a.
b.

Sedikit waktu kencing.
Sering kencing tanpa disertai bakteri di dalam kandung kemih.

Etiologi
Penyebab terbanyak ISK adalah Gram-negatif termasuk bakteri yang
biasanya menghuni usus yang kemudian naik ke sistem saluran kemih. Dari
gram negatif ternyata E. Coli menduduki tempat teratas, yang kemudian
diikuti oleh Proteus, Klebsiela, Enterobacter, dan Pseudomonas.

aktinormises. Sistitis hemoragik dapat juga disebabkan oleh Scistosoma hematobium yang termasuk golongan cacing pipih. Patogenesis Masuknya mikroorgaisme dalam saluran kemih dapat melalui : þ Penyebab endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat. pasien DM atau yang mendapat pengobatan dengan antibiotik spktrum luas. Bakteri lain yang dapat menyebabkan ISK melalui jalan hematogen ialah brusela. dan terdesak kencing yang biasanya terjadi bersamaan. Gejala yang sering ditemukan ialah disuria. þ Hematogen þ Limfogen þ Eksodan sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi. aureus dalam urin harus dicurigai adanya infeksi hematogen dari ginjal. Gejala Klinis Gejala klinis ISK tidak khas dan bahkan pada sebagian pasien tanpa gejala.Jenis Coccus Gram-positif lebih jarang sebagai penyebab ISK sedangkan Enterococcus dan Stapilococcus aureus sering ditemukan pada pasien dengan batu saluran kemih. Nyeri supra pubik dan daerah pelvis. Adenovirua tipe 11 dan 12 diduga sebagai penyebab sistitis hemoragik. Kandida merupakan jamur yang paling sering menyebabkan ISK terutama pada pasien dengan kateter. Demikian juga dengan pseudomonas aeroginosa dapat menginfeksi saluran kemih dari jalur hematogan dan pada kira-kira 25% pasien dengan tipoid dapat diisolasi salmonilla pada urin. Dua jalur utama terjadinya ISK ialah Hematogen dan Asending. Bila ditemukan S. lelaki usia lanjut dengan hipertrophi prostat atau pada pasien yang menggunakan kateter. Virus sering juga ditemukan dalam urintanpa gejala ISK akut. dan mycobacterium tuberkolosae. nokardia. tetapi dari kedua cara ini asendinglah yang paling sering terjadi. Polikisuria terjadi akibat daerah kandung kemih tidak dapat menampung urin lebih dari 500 ml karena mukosa yang meradang sehingga . polaki suria.

keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau panas di urethra sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah supra pubik. Hematuria 2. Tes kimiawi 4. Leukosuria b. prostatismus yaitu kesulitan memulai kencing dan kurang deras arus kencing.sering kencing. kolo\ik ureter dan ginjal. Biakan bakteri 3. Bakteriologis a. Nokturia adalah cenderung sering kencing pada malam hari akibat kapasitas kandungkemih menurun. rasa tidak enak. Pemeriksaan Diagnostik 1. 2. demam. Tenesmus ialah nyeri dengan keinginan mengosongkan kandung kemih meskipun telah kosong. menggigil. Tes Plat-Celup (Dip-slide) 5. Stranguria yaitu kencing yang susah dan disertai kejang otot pinggang yang sering ditemukan pada sistitis akut. Urinalisis a. . mual. muntah. malaise. Gejala klinis ISK sesuai dengan bagian kemih yang terinfeksi sebagai berikut : 1. atau nyeri pinggang. Nyeri urethra. Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala. Pemeriksaan radiologist dan pemeriksaan lainnya. Pada ISK bagian bawah. Mikroskopis b. Sering juga ditemukan enuresis nokturnal sekunder yaitu ngompol pada orang dewasa.

Pathways Diagnosa Keperawatan .

contoh peningkatan TD dan nadi. Rasional : Membantu mengevaluasi tempat obstruksi. c. sehubungan dengan praksimitas saraf pleksus dan pembuluh darah yang menyuplai area lain. Eliminasi urine : perubahan b/d iritasi uretral 3. Anjurkan melakukan tindakan untuk kenyamanan. gelisah. dan ansietas berat. Nyeri panggul sering menyebar ke punggung. Nyeri tiba-tiba dan hebat dapat mencetuskan ketakutan. . mampu tidur/istirahat dengan tepat þ Menunjukkan perilaku mengontrol nyeri Intervensi : a. Nyeri akut b/d peningkatan frekuensi/ dorongan kontraksi uretral 2. dan meningkatkan koping. Nyeri akut b/d peningkatan frekuensi/ dorongan kontraksi uretral Tujuan : Nyeri klien berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 X 24 jam. lakukan istirahat. genitalia. b. menggelepar. gelisah. dan penyebaran. Perhatikan tanda nonverbal. contoh pijatan punggung. bimbingan imajinasi.1. Bantu dan dorong penggunaan napas berfokus. dengan kriteria hasil : þ Melaporkan nyeri hilang dengan spasme terkontrol þ Tampak relaks. merintih. lama intensitas. Rasional : Meningkatkan relaksasi. Kekurangan volume cairan : resiko tinggi terhadap b/d nousea vomitus sekunder terhadap iritasi saraf abdominal Fokus Intervensi 1. dan aktifitas terapeutik. lipat paha. Catat lokasi. menurunkan tegangan otot.

Rasional : Memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi. Dorong peningkatan masukan cairan. dengan kriteria hasil : þ Berkemih dengan jumlah normal dan pola biasanya. darah dan debris. Intervensi : a. d. b. adanya edema periorbital/tergantung. Eliminasi urine : perubahan b/d iritasi uretral Tujuan : Eliminasi urine kembali seperti biasa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 X 24 jam. þ Tak mengalami tanda obstruksi. Rasional : Kalkulus dapat menyebabkan eksitabilitas saraf. palpasi untuk distensi suprapubik. Awasi pemasukan dan pengeluaran dan karakteristik urine. Rasional : Peningkatan hidrasi membilas bakteri.Rasional : Mengarajkan kembali perhatian dan membantu dalam relaksasi otot. Biasanya frekuensi atau urgensi meningkat bila kalkulus mendekati pertemuan uretrovesikal. contoh infeksi dan perdarahan. Rasional : . Selidiki keluhan kandung kemih penuh. Tentukan pola berkemih klien dan perhatikan variasi. Perdarahan dapat mengindikasikan npeningkatan obstruksi dan iritasi ureter. c. Perhatikan penurunan keluaran urine. yang menyebabkan sensasi kebutuhan berkemih segera. 2.

Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Dr. Jakarta Doenges. Daftar Pustaka Barbara C. Ilmu Penyakit Dalam: Edisi III. Kapita Selekta Kedokteran: Edisi 3. Diposkan oleh Arindra Pramuditya. H. Penerjemah Yasum Asin. Diagnosa Kepeawatan: Edisi Kedelapan. S. Louis. RN. menyebabkan distensi jaringan (kandung kemih/ginjal) dan resiko infeksi. (!998). dll. S. N (2000). gagal ginjal. Jakarta Noer. M. USA Carpenito. V Mosby Company St. EGC. (1999).kep. FKUL. Sjarfullah Prof. Yogyakarta Mansyoer Arif. Diagnosa Keperawatan:Buku Saku: Edisi Kedelapan. M (1996). Penerjemah Yasin Asin. Ns di 09. Balai Penerbit FKUL. Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta Carpenito. Marylinn E. Konsep Medikal Bedah 2: Volume 1. (1999). Medika Aesculapius. Lynda Jual. Edisi 3.Retensi urine dapat terjadi. Diagnosa Gejala Klinis Penyakit: Yayasan Essentra Medika. Long (1996). Jakarta.16 Kirimkan Ini lewat Email . Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lynda Jual. Jakarta John Gibson. C. Alih bahasa I Made Kariasa. et al.

kep.14 terimakasih banyak infonya. S.com/obat-herbal-infeksi-ginjal/ Balas Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Mengenai Saya Foto Saya Arindra Pramuditya.BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest 1 komentar: Ace Maxs11 Juni 2015 23. sangat menarik sekali dan bermanfaat http://landongobatherbal. Ns Lihat profil lengkapku Arsip Blog ▼ 2014 (62) .

► November (2) ▼ Oktober (60) laporan pendahuluan ensefalitis laporan pendahuluan hidrocephalus laporan pendahuluan thalasemia laporan pendahuluan kanker laring laporan pendahuluan keluarga dengan usia pertengah. laporan pendahuluan bph (benigna prostat hiperplas..... asuhan keperawatan keluarga dengan remaja laporan pendahuluan sindrom nefrotik laporan pendahuluan rhinitis alergen laporan pendahuluan penjahitan luka (hecting) laporan pendahuluan intususepsi laporan pendahuluan hernia laporan pendahuluan hepatitis c laporan pendahuluan gastritis laporan pendahuluan fraktur antebrachi laporan pendahuluan aids laporan pendahuluan ards (adult respiratory distre.. laporan pendahuluan kista ovari laporan pendahuluan infeksi saluran kemih laporan pendahuluan dekompresi kordis laporan pendahuluan febris kejang demam pada anak laporan pendahuluan askep bayi dengan hirschprung laporan pendahuluan bronkhitis alergika ..

. LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEKURANGAN KEBUTUHAN...... laporan pendahuluan persalinan dengan ketuban peca.rencana asuhan keperawatan isolasi sosial laporan pendahuluan waham laporan pendahuluan resiko prilaku kekerasan laporan pendahuluan isolasi sosial lapora pendahuluan harga diri rendah laporan pendahuluan deficit perwatan diri laporan pendahuluan perubahan persepsi sensori : h... laporan pendahuluan stroek non hemoragik (snh) laporan pendahuluan stroek hemorargi pada lansia LAPORAN PENDAHULUAN CA REKTI laporan pendahuluan chf (gagal jantung) . laporan pendahuluan kehamilan kembar laporan pendahuluan tetanus laporan pendahuluan cerebral palsy Format laporan asuhan keperawatan kritis laporan pendahuluan hipertensi laporan pendahuluan meningitis Laporan pendahuluan akut miocard infark (ami) laporan pendahulan intranatal LAPORAN PENDAHULUAN POST PARTUM resum asuhan keperawatan diare pada anak laporan pendahuluan diare cair akut pada anak laporan pendahuluan asuhan keperawatan pada tifoid.

laporan pendahuluan sepsis pada bayi laporan pendahuluan asfiksia laporan pendahuluan persalinan normal ANALISIS OF JOURNAL MANAGEMENT OF HYPERBILLIRUBIN. Diberdayakan oleh Blogger.LAPORAN PENDAHULUAN HIRSCHPRUNG laporan pendahuluan fraktur laporan pendahuluan epilepsi LAPORAN PENDAHULUAN Tuberkolusis paru dengan susp. .. LAPORAN PENDAHULUAN Pre eklamsia satuan acara bermain (terapi menyusun pazel) satuan acara penyuluhan (sap) toilet training Laporan Pendahuluan Sepsis Neonatal Template Simple....