You are on page 1of 24

Furunkel dan Karbunkel

Renjana Rizkika
Eva Herencia Purba

Furunkel
• Peradangan folikel rambut dan
jaringan subkutan sekitarnya

Penyebab dan Epidemiologi • Penyebab : Staphyllococcus aureus • Umur : dapat terjadi pada anakanak dan orang muda • Jenis kelamin : pria dan wanita memiliki frekuensi yg sama .

Staphyllococcus aureus • • • • Ordo : EUBACTERIALES Famili : MICROCOCCACEAE Genus : Staphylococcus Spesies : Staphylococcus aureus .

Identifikasi • • • • Bentuk : bulat Susunan : bergerombol seperti anggur Warna : ungu Sifat : gram positif • Metoda : pewarnaan gram .

hiperhidrosis. obesitas. dan emosional memengaruhi tingkat insiden . anemia.Faktor Resiko • Musim/iklim : lebih sering pada musim panas • Kebersihan yg kurang • Diabetes.

Gejala penyakit • Sakit dan nyeri pada daerah lesi • Mula-mula lesi berupa infiltrat kecil dan dalam waktu singkat membesar  nodula eritematosa berbentuk kerucut • Pada tempat rambut keluar muncul bintikbintik putih sebagai mata bisul • Nantinya akan melunak  abses  pecah melalui muara folikel  Rambut rontok/terlepas  jaringan nekrotik akan keluar sebagai pus dan terbentuk fistel .

atau pada daerah yg lembab seperti ketiak.Pemeriksaan Kulit • Lokalisasi : sering pada bagian tubuh yg berambut dan mudah terkena iritasi. leher dan wajah • Efloresensi : mula-mula makula eritematosa lentikular-numular  nodula lentikular-numular berbentuk kerucut . punggung. bokong. gesekan. atau tekanan .

.

mula-mula pada folikel rambut • Pada bagian bawah folikel rambut (dalam jaringan subkutan) abses dapat mula mengandung stafilokok .Gambaran Histopatologi • Abses yg dibentuk oleh limfosit dan leukosit PMN.

Pemeriksaan Pembantu/Laboratorik • Dari gambaran eflorensesi • Px bakterologi dari sekret • Erythromycin-induction test. or Dtest .

DDx • Sporotrikosis : kelainan jamur sistemik. Pada perabaan terasa kenyal dan nyeri. livid dan ditemukan jembatanjembatan kulit (skin bridge) . • Blastomikosis : benjolan multipel dengan beberapa pustula disertai melunaknya daerah sekitarnya • Skrofuluderma : biasanya berbentuk lonjong. menimbulkan benjolan benjolan berjejer sesuai dengan aliran limfe.

Penatalaksanaan • Higine kulit harus ditingkatkan • Jika masih berupa infiltrat. • Kalo MRSA berikan vancomycin (1-2 gr IV/ hari) • Muciprocin ointment 2% untuk mencegah penyebaran kesekitar • Lesi matang. topikal dapat diberikan kompres salep iktiol 5% atau salep antibiotik • Antibiotik sistemik : eritromisin 4 X250 mg atau penisilin. lakukan insisi dan aspirasi  kompres atau beri salep kloramfenikol 2% • Hilangkan faktor penyebab seperti obesitas. DM. dan hiperhidrosis .

Prognosis • Baik sepanjang faktor penyebab dihilangkan dan prognosis menjadi kurang baik jika terjadi rekurensi .

Karbunkel • Gabungan beberapa furunkel yg dibatasi oleh tuberkula fibrosa berasal dari jaringan subkutan yg padat. Perkembangan dari furunkel menjadi karbunkel bergantung dari status imunologis penderita .

Penyebab dan epidemiologi • Penyebab : Staphyllococcus aureus • Umur : anak-anak dan dewsa • Jenis kelamin : frekuensi sama pria dan wanita .

Gejala Penyakit • Nyeri pada daerah lesi dan malaise .

regional.Pemeriksaan kulit • Lokalisasi : tengkuk. punggung dan bokong • Eflorensensi : makula eritematosa kemudian menjadi nodula lebtikularnumular. bentuk teratur dan tampak fistula mengeluarkan sekret putih / kental .

.

Pemeriksaan Lab Px darah : leukositosis Px bakteriologik sekret lesi .

livid dan ditemukan jembatanjembatan kulit (skin bridge) .DDx • Sporotrikosis : kelainan jamur sistemik. menimbulkan benjolan benjolan berjejer sesuai dengan aliran limfe. Pada perabaan terasa kenyal dan nyeri. • Blastomikosis : benjolan multipel dengan beberapa pustula disertai melunaknya daerah sekitarnya • Skrofuluderma : biasanya berbentuk lonjong.

lesi matang. dipasang drainage lalu dikompres • Antibiotik sistemik : eritromisin 4X250 mg selama 7-14 hari .Penatalaksanaan • Mengatasi faktor predisposis • Menjaga kebersihan dan mencegah luka-luka kulit • Topikal : jika masih infiltar berikan salep iktiol 10% . penisilin 600. lakukan insisi dan aspirasi.000 IU selama 5-10 hari • Kalo MRSA berikan vancomycin (1-2 gr IV/ hari) • Muciprocin ointment 2% untuk mencegah penyebaran kesekitar .

Prognosis • Baik jika faktor predisposisi diatasi .