You are on page 1of 3

PNEUMONIA &

BRONKOPNEUMONIA
No. Documen :
No. Revisi
:

SOP

Tgl. Terbit

:

Halaman

:

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Pengertian

Kode
Penyakit

Tujuan

Alat & Bahan

SOP

dr. Hj. Novita
NIP.19761124 200501 2 011

Suatu peradangan/ inflamasi parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis
yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli, sertamenimbulkan
konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Pneumonia
disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Pneumonia
yang dimaksud di sini tidak termasuk dengan pneumonia yang disebabkan
oleh Mycobacteriumtuberculosis.
No. ICPC II : R81 Pneumonia
No. ICD X : J18.9 Pneumonia, unspecified
Dokter dapat melakukan pengelolaan penyakit yang meliputi:
1. Anamnesa (Subjective)
2. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)
3. Penegakkan Diagnosa (Assessment)
4. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
ALAT
Tensi
Termometer
Stetoskop
Buku catatan dan alat tulis
BAHAN
1. Melakukan Anamnesa (Subjective)
a. batuk dengan dahak mukoid atau purulen kadang-kadang disertai
darah
b. sesak napas
c. demam tinggi
d. nyeri dada
Faktor Risiko
a. Umur, lebih rentan pada usia >65 tahun.
b. Infeksi saluran napas atas yang tidak ditangani.
c. Merokok.
d. Penyakit penyerta: DM, PPOK, gangguan neurologis, gangguan
kardiovaskuler.
e. Terpajan polutan/ bahan kimia berbahaya.
f. Tirah baring lama.
g. Imunodefisiensi, dapat disebabkan oleh penggunaan steroid jangka
panjang, malnutrisi, HIV.
2. Melakukan pemeriksaan fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
(Objective)
Pemeriksaan Fisik Patognomonis
a. Pasien tampak sakit berat, kadang disertai sianosis
b. Suhu tubuh meningkat dan nadi cepat.
c. Respirasi meningkat tipe cepat dan dangkal.
d. Sianosis.
e. Nafas cuping hidung.
f. Retraksi interkostalis disertai tanda pada paru, yaitu:
1. Inspeksi dapat terlihat bagian yang sakit tertinggal waktu bernapas.

yang kemudian menjadi ronki basah kasar pada stadium resolusi. 3. Pneumonia komuniti (community-acquired pneumonia) 2. Pneumonia nasokomial (hospital-acqiured pneumonia / nosocomial pneumonia) 3. b. disebabkan Mycoplasma. Berdasarkan predileksi infeksi 1.19761124 200501 2 011 2. Novita NIP. 4. pada anak 30 mg/kgBB/hari dalam 2 . Bronkopneumonia. yaitu: a. Pneumonia aspirasi 4. b. Thorax foto PA terlihat perselubungan pada daerah yang terkena. Legionella dan Chlamydia. Sesak Klasifikasi a. Demam c. 3. prognosisnya buruk. 2. 2. 3. Documen : No. Pneumonia bakterial / tipikal.000/mm3) dengan hitung jenis pergeseran ke kiri (neutrofil batang tinggi). Penegakkan Diagnosa (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penisilin sensitif Streptococcus pneumonia (PSSP).000/mm3. atau sefalosporin golongan 1 (sefadroksil 500-1000mg dalam 2 dosis. Pneumonia pada penderita Immunocompromised b. 2. Leukositosis (10. Laboratorium 1. Pengobatan suportif seperti istirahat di tempat tidur dan minum secukupnya untuk mengatasi dehidrasi. pneumonia dibedakan menjadi: 1. 4x250-500 mg/hari (anak 25-50 mg/kbBB dalam 4 dosis). Pneumonia interstisial 4. 4. Pneumonia atipikal. Pneumonia lobaris. Gram Sputum 3. yaitu: Golongan Penisilin: penisilin V. Perkusi redup. Berdasarkan bakteri penyebab 1. Terapi definitif dapat dilakukan menggunakan antibiotik sebagai berikut: 1.000-15. Batuk b.PNEUMONIA & BRONKOPNEUMONIA No. Palpasi fremitus dapat meningkat. 3. Kriteria Diagnosis pneumonia dengan Trias Pneumonia. Untuk Diagnosis defenitif dilakukan pemeriksaan penunjang. Revisi : SOP PUSKESMAS PEMURUS DALAM Tgl. Auskultasi terdengar suara napas bronkovesikuler sampai bronkial yang mungkin disertai ronki basah halus. Analisa sputum adanya jumlah leukosit bermakna. Terbit : Halaman : dr. Hj. Leukosit <3. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) a. amoksisilin 3x250-500 mg/hari (anak 20-40 mg/kgBB dalam 3 dosis). Pneumonia jamur sering merupakan infeksi sekunder. c. Berdasarkan klinis dan epideologis. Pneumonia virus. Pemeriksaan Penunjang a.

Dirujuk bila total nilai 2. Novita PUSKESMAS PEMURUS DALAM NIP. Respiratory rate>30 x/m. • Fluorokuinolon respirasi: siprofloksasin 2x500 mg/hari. Edukasi Edukasi diberikan kepada individu dan keluarga mengenai pencegahan rekurensi dan pola hidup sehat.yaitu: • Betalaktam oral dosis tinggi (untuk rawat jalan). Hj. Pemeriksaan Penunjang Lanjutan (bila diperlukan) a. Revisi : SOP Tgl. b. Kriteria Rujukan a. Pencegahan Dilakukan dengan vaksinasi. kadar Ureum. Vaksin yang dapat diberikan adalah vaksinasiinfluenza (HiB) dan vaksin pneumokokal. Documen : No. Kriteria CURB (Conciousness. termasuk tidak merokok. Sefotaksim. masing masing bila ada kelainan bernilai 1). kriteria rujukan memakai Manajemen Terpadu pada Balita Sakit (MTBS). seperti orang usia lanjut. Terbit : Halaman : dr. Apotek. Unit Terkait Laboratorium.Blood pressure:Sistolik <90 mmHg dan diastolik <60 mmHg.19761124 200501 2 011 dosis) • TMP-SMZ • Makrolid 2. Untuk anak. Kultur darah Konseling dan Edukasi a. atau penderita penyakit kronis. terutama bagi golongan risiko tinggi. Kultur sputum b. Seftriakson dosis tinggi. Radiologi .PNEUMONIA & BRONKOPNEUMONIA No. b. • Makrolid: azitromisin 1x500 mg selama 3 hari (anak 10 mg/kgBB/hari dosis tunggal). Penisilin resisten Streptococcus pneumoniae (PRSP).