You are on page 1of 25

Public Health Education

KOMUNIKASI DOKTER PASIEN

Oleh:
M. Agung Wijaksana, S. Ked
Neni Septria Ningsih, S. Ked
Azizha Ros Lutfia, S. Ked
Sabrina Sinurat, S. Ked
Nyimas Inas M, S. Ked
Kinanthi Sabilillah, S. Ked
Luthfy Uly MS, S.Ked

04054821517008
04054821517054
04054821517059
04054821517062
04054821517063
04054821517067
04054821517102

Pembimbing:
dr. Rizma Adlia Syakurah, MARS

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN
KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

HALAMAN PENGESAHAN
Judul Telaah Ilmiah:
KOMUNIKASI DOKTER PASIEN
Oleh
M. Agung Wijaksana, S. Ked
Neni Septria Ningsih, S. Ked
Azizha Ros Lutfia, S. Ked
Sabrina Sinurat, S. Ked
Nyimas Inas M, S. Ked
Kinanthi Sabilillah, S. Ked
Luthfy Uly MS, S.Ked

04054821517008
04054821517054
04054821517059
04054821517062
04054821517063
04054821517067
04054821517102

Pembimbing:
dr. Rizma Adlia Syakurah, MARS
Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraan klinik senior di Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Periode 21
Maret 2016- 30 Mei 2016
Palembang, Maret 2016
Pembimbing,

dr. Rizma Adlia Syakurah, MARS

KATA PENGANTAR

MARS atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan dalam pembuatan telaah ilmiah. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Rizma Adlia Syakurah. Maret 2016 Penulis .30 Mei 2016. Laporan kasus ini diajukan untuk memenuhi syarat guna mengikuti Kepaniteraan Klinik Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Periode 21 Maret 2016. Melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian telaah ilmiah ini.Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya penulisan makalah telaah ilmiah yang berjudul “Komunikasi Dokter-Pasien” ini dapat diselesaikan. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan. Akhir kata. Palembang. semoga makalah referat ini membawa manfaat bagi banyak pihak dan semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. terutama kepada yang terhormat dr.

..........iii DAFTAR ISI.......1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA......i LEMBAR PENGESAHAN........ii KATA PENGANTAR.....................................................................................................................3 BAB III KESIMPULAN....................................................................................22 4 ..................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................iv BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................................................................................................................................................................................21 DAFTAR PUSTAKA..............................

termasuk dalam pelayanan medis. Komunikasi dokter pasien merupakan komunikasi dua arah dengan tujuan kesembuhan. harapan pasien terhadap kemampuan dokter cenderung otoriter. Keterampilan berkomunikasi dokter pasien dalam praktik sehari-hari menjadi satu kompetensi yang wajib dimiliki dokter. Namun. komunikasi merupakan proses timbal balik yang berkesinambungan yang menyangkut dua pihak. dan puskesmas dalam rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien. poliklinik. Sedangkan komunikasi dokter pasien adalah hubungan yang berlangsung antara dokter dengan pasien selama proses pemeriksaan atau pengobatan atau perawatan yang terjadi di ruang praktik perorangan. 5 . antara lain perbedaan status sosial. Hal ini mengungkapkan bahwa dokter harus dapat melakukan komunikasi yang efektif dan efisien demi membangun hubungan yang baik antara dokter pasien. banyak hal yang sering menghambat komunikasi antara dokter dan pasien seperti penggunaan simbol medis atau ilmiah yang tidak dimengerti pasien. Pihak-pihak yang bersangkutan secara bergantian berperan menjadi pemberi infornasi dan penerima informasi. Pada hakekatnya. dilandasi kesetaraan dan empati. tetap dijalankannya komunikasi walaupun berbeda persepsi antara dokter dan pasien. Hasil penelitian Russel menunjukkan bahwa dokter dengan pasien lebih bersifat otoriter yang menciptakan hubungan antara pihak yang aktif memiliki wewenang dengan pihak yang pasif dan lemah serta menjalankan peran kebergantungan. serta adanya karakter dokter yang tidak tepat akan menghambat terjadinya komunikasi secara baik. rumah sakit. ada kesepakatan tak tertulis bahwa pasien mempercayakan dirinya kepada dokter yang mengobatinya dan dokter wajib simpan rahasia jabatan.BAB I PENDAHULUAN Komunikasi adalah suatu proses pembentukan. hubungan antara dokter dengan pasien tidak dapat terjadi tanpa melalui komunikasi. Salah satu dari lima poin yang ada dalam 5 Stars Doctor adalah komunikator. penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. penyampaian. WHO mencanangkan lima strategi untuk mencapai “Sehat untuk Semua” atau lebih dikenal dengan 5 Stars Doctor atau Doctor for the future.

seorang dokter harus dapat melakukan komunikasi yang efektif dan efisien kepada setiap masyarakat yang datang untuk mencari pertolongan terhadap masalah yang dialami masyarakat tersebut. sehingga tidak terlibat secara seimbang dalam berkomunikasi. BAB II 6 . Komunikasi dokter pasien berpedoman kepada Calgary Cambridge. pasien tidak memahami bagaimana cara berpartisipasi dengan dokter. yang merupakan pedoman komunikasi berbasis bukti yang dikembangkan oleh tim dari Calgary University di Canada dan Cambridge University di Inggris yang digunakan dalam proses komunikasi dokter pasien.Oleh karena itu. terutama saat berhadapan dengan pasien yang bermasalah mulai dari yang sederhana hingga yang rumit dan kompleks.Lebih seringnya lagi. Dengan demikian komunikasi dokter-pasien bukanlah hal yang mudah.

komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.1 Definisi Secara terminologis. dokter untuk kejujuran dan sensitivitas. pembentukan. dan puskesmas dalam rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien. penerimaan. dengan dan kemampuan perhatian. 1 Dapat diartikan bahwa komunikasi merupakan terjadi baik dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu sebagai suatu proses pengolahan. Membimbing pasien sampai pada pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang dihadapinya 7 .TINJAUAN PUSTAKA 2. dan penyampaian pesan. Komunikasi efektif dokter-pasien adalah pengembangan hubungan dokter-pasien secara efektif yang bertujuan utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan yang diperlukan dalam rangka membangun kerja sama antara dokter dengan pasien dan berlangsung secara efisien. empati. termasuk kemampuan finansial 3.2 Tujuan dan Manfaat Komunikasi dalam Kedokteran Dari sekian banyak tujuan komunikasi maka yang relevan dengan profesi dokter adalah: 1. rumah sakit. poliklinik. Dalam hal ini komunikasi dokter pasien merupakan elemen yang penting yang menentukan kualitas interaksi dokter pasien untuk menjaga kepercayaan mengobati pasien pasien. untuk kepentingan pasien dan atas dasar kemampuan pasien. Komunikasi dokter-pasien adalah hubungan yang berlangsung antara dokter/dokter gigi dengan pasiennya selama proses pemeriksaan/ pengobatan/ perawatan yang terjadi di ruang praktik perorangan. Membantu pengembangan rencana perawatan pasien bersama pasien. 2. Memfasilitasi terciptanya pencapaian tujuan kedua pihak (dokter dan pasien) 2. Membantu memberikan pilihan dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien 4.

Sumber (source) 2. Efek. Berdasarkan definisi Lasswell diatas dapatlah lima unsur komunikasi yang saling berhubungan : 1. 3) Meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis. Thomas M. 4) Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam menghadapi penyakitnya.5. 8 . 2000) menyatakan bahwa manusia membutuhkan komunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas diri. 2) Meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar hubungan dokter-pasien yang baik. 2. sedangkan Harlod Lasswell merumuskan komunikasi dengan pertanyaan Who Say What In Which Channel To Whom With What Effect?. Penerima (receiver) 5. Membantu mengendalikan kinerja dokter dengan acuan langkah-langkah atau halhal yang telah disetujui pasien Berdasarkan penelitian. Saluran (channel) 4.3 Unsur-Unsur Komunikasi Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompok dan saling bermasyarakat. membangun kontak sosial dengan orang lain di sekitar dan mempengaruhi orang lain untuk bisa berpikir atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Pesan (message) 3. sehingga salah satu kebutuhan dasar manusia adalah untuk hidup berkelompok dan berkomunikasi. manfaat komunikasi dokter-pasien di antaranya: 1) Meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau institusi pelayanan medis. Sheildel (dalam Mulyana.

Komunikasi dalam lingkup kesehatan begitu penting. adanya perbedaan “bahasa”. 2007:27) mengemukakan bahwa terjadinya sengketa medis lebih sering disebabkan kesenjangan persepsi antara dokter dan pasien. Efektifitas komuniksi yang baik antara keduabelah pihak akan berdampak pada kesehatan yang lebih baik. Hasil konferensi tentang komunikasi kesehatan yang berlangsung di Toronto menghasilkan ‘Toronto Consensus”. Communication problems in medical practice are important and common. Patient anxiety and dissatisfaction are related to uncertainty and lack of information. dan keluarga adalah komunikasi yang tidak dapat dihindari dalam kegiatan kesehatan atau klinikal. 2. explanation and feedback. 3. 9 . Salah satu anggota Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). dokter dengan pasien. menghasilkan 8 (delapan) point pernyataan hubungan antara praktek komunikasi dan kesehatan sebagai berikut : 1. sedangkan seorang dokter mempunyai kewajiban memberikan pengobatan sebaik mungkin. adanya ekspektasi yang berlebihan dari pasien terhadap dokter. Komunikasi kesehatan antara dokter dan pasien yang dulu menganut pola paternalistik dengan dokter pada posisi yang lebih dominan sudah saatnya diubah menjadi setara antara dokter dan pasien. kepuasan pada pasien. pasien. didengar. makna pesan. dr. Doctors often misperceive the amount and type of information that patients want to receive. serta perselisihan atau sengketa yang terjadi antara dokter dan pasien. sedangkan pada sisi lain. pasien dan keluarga merasa kurang puas dengan proses atau hasil pengobatan yang dilakukan. dan atau ketidaksiapan dokter untuk menjalin komunikasi yang empatik. dokter dan pihak rumah sakit merasa sudah melakukan pengobatan secara optimal. Khie Chen yang dikutip (Dianne Berry. Seorang pasien yang datang berobat memiliki harapan akan kesembuhan penyakitnya.4 Komunikasi Antara Dokter dan Pasien Komunikasi kesehatan melibatkan dokter. dan penurunan resiko malpraktik. Pada sisi lain.2. Pasien datang merobat menyampaikan keluhannya. kenyamanan. dan ditanggapi oleh dokter sebagai respon dari keluhan tersebut. Sengketa medis ini terjadi karena adanya perbedaan persepsi antara dokter dan pasien mengenai penyakit.

provided that the clinician has learned the relevant techniques. Misalnya. 1995). 2007:31) Komunikasi kesehatan yang berlangsung positif memberikan dampak penting bagi pasien. dkk. paling buruk. results in a fall in anxiety. Namun. dokter. Beneficial clinical communication is routinely possible in clinical practice and can be achieved during normal clinical encounters. dan orang lain. Komunikasi yang positif telah terbukti memiliki dampak menguntungkan. sebaliknya komunikasi yang negatif sebaliknya justru dapat menyebabkan keseluruhan dampak yang negatif dokter maupun pasiennya. Greenfield. even when they cannot be resolved. 7. pasien yang ditangani oleh dokter dengan keterampilan komunikasi yang baik telah terbukti meningkatkan Indeks Kesehatan dan Tingkat Pemulihan (Davis dan Fallowfield. 8. compliance and treatment outcomes. 5. The level of psychological distress in patients with serious illness is less when they perceive themselves to have received adequate information. gangguan fisik. dan membuat sistem dijalankan pada 10 . without unduly prolonging them. kematian. demikian hasil positif tersebut tidak selalu diperoleh. dan setuju dengan mengikuti saran yang diberikan (Lloyd dan Bor. litigasi atau. 6. dan gagal untuk mematuhi resep pengobatan. pasien memiliki rasa puas dengan perawatan dan kurang cemas. komunikasi yang buruk dapat menyebabkan gangguan psikologis. Dalam kasus ekstrim. (Dianne Berry. Singkatnya. atau gagal untuk menyembuhkan penyakit. 1994. Seorang dokter lebih cenderung untuk membuat diagnosis yang lebih akurat dan komprehensif guna mendeteksi tekanan emosional pada pasien. 1996). Explaining and understanding patient concerns. Ong. Selain itu. komunikasi yang buruk menyebabkan pasien tidak terlibat dengan layanan kesehatan selanjutnya menolak untuk mengikuti perilaku kesehatan dianjurkan dan menjalani perawatan yang diperlukan. Greater participation by the patient in the encounter improves satisfaction.4. komunikasi kesehatan mempromosikan kesehatan dan penyakit dalam masyarakat. dkk. 1985. Improved quality of clinical communication is related to positive health outcomes. seperti dicatat oleh Pettigrew dan Logan (1987).

9) bahwa : In healthcare. formal or uncertain”. dkk. (2001. (2007.efektivitas secara optimal. lebih efektif daripada praktisi kesehatan yang terus-menerus berkonsultasi secara impersonal (tidak akrab dan tidak bersahabat). Kemampuan interpersonal dokter kepada pasiennya memiliki hubungan signifikan dalam upaya kesembuhan pasien Seorang praktisi kesehatan yang berusaha untuk membentuk hubungan baik dan hubungan persahabatan dengan pasien serta meyakinkan mereka bahwa mereka akan segera menjadi lebih baik. Kemudian. kesepian atau kecemasan. Dalam konteks komunikasi. the importance of health professionals having good communication skills is being increasingly recognized. hasil penelitian mereka di sejumlah negara dan menemukan bahwa seorang praktisi (kesehatan) yang baik memiliki kemampuan menjalin suatu hubungan baik dan bersahabat seperti dijelaskan berikut ini : “Practitioners who attempted to form a warm and friendly relationship with their patients and reassured them that they would soon be better. penting bagi seorang profesional kesehatan untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik. England (1993) dan the International Medical mengidentifikasi dan menyimpulkan bahwa 11 Benefit/Risk Foundation (1993:14) . 760) yang dikutip dalam oleh Dianne Berry. Seperti dikemukakan oleh Blasi. Kemampuan komunikasi yang baik atau keterampilan sosial memberikan keuntungan lebih dalam kehidupan antarmanusia manusia. were found to be more effective than practitioners who kept their consultations impersonal. Hasil laporan The Health Services Commissioner’s Annual Report. formal atau tidak pasti. Mereka yang memiliki tingkat kemampuan dan keterampilan tinggi berguna untuk mengatasi stres atau kegelisahan lebih mudah dan untuk beradaptasi dan menyesuaikan hidup lebih baik dan menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk menderita depresi.

Komunikasi kesehatan yang positif tidak hanya relevan dengan interaksi yang berhubungan dengan pasien dalam pengaturan kesehatan. Penentu paling penting dari kesehatan adalah keadaan sosial.“Poor or inadequate communication between patients and health professionals as the source of the majority of grievances that it dealt with. kemajuan yang signifikan dalam bidang komunikasi kesehatan telah terealisasi dan berkembang dan memperoleh pengakuan bahwa komunikasi kesehatan yang positif dapat diajarkan dan dipelajari. Dengan demikian. tetapi juga mendasar pada tingkat kesehatan yang lebih luas masyarakat. dan mengevaluasi efektivitas mereka. dan paling tidak penting adalah perilaku kesehatan individu (Perancis dan Adams. “Insufficient attention has been given to the training of communication skills of healthcare professionals. ekonomi. 2007:12) 12 . The Report went on to state that a major cause of the problems was inadequate training”. puskesmas dan klinik. dan program pendidikan berkelanjutan. Kemampuan ini akan di dapatkan melalui pelatihan. Dengan demikian. Setelah ini. Berfokus pada berkomunikasi dengan publik yang lebih luas dalam rangka untuk mempromosikan kesehatan yang lebih baik. disarankan untuk harus memfokuskan usaha lebih luas pada kampanye pendidikan kesehatan masyarakat daripada mencoba untuk mempengaruhi perilaku pada tingkat individu. Kemampuan melalui pelatihan keterampilan komunikasi profesional kesehatan. Dengan mempertimbangkan pendekatan yang berbeda dan strategi yang telah diambil. terjalin di sejumlah media komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas (Dianne Berry. General Practitioner (GP) rumah sakit. and retuning these skills in continuing education programmes” Temuan tersebut menjelaskan bahwa komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. 2002). seperti dokter umum praktik.

isi pesan yang penting sehingga membutuhkan kerjasama yang baik seperti dikemukakan oleh Ong. dan jelas jauh dari ideal. Bentuk paternalistik ditandai hubungan oleh dokter yang dominan dan pasien pasif. bentuk paternalistik (paternalistic). Karakteristik dokter (jenis kelamin dan pengalaman) 13 .5 Tujuan Komunikasi Kesehatan antara Dokter dan Pasien Komunikasi kesehatan antara dokter dan pasien merupakan jenis komunikasi yang berlangsung secara transaksional. Edelmann (2000) mengidentifikasi empat faktor utama yang mungkin mempengaruhi sifat dan efektivitas komunikasi antara dokter dan pasien. tidak sukarela. Akhirnya. concerns issues of vital importance. yaitu : 1. konsumtif (consumerist) dan mutualistik (mutualistic). Hubungan standar ditandai dengan kurangnya kontrol di kedua pihak baik dokter maupun si pasien . is often non-voluntary. (1995) bahwa The doctor–patient relationship is one of themost complex interpersonal relationships. Proses komunikasi ini dikontrol bagaimana bentuk hubungan yang berlangsung dalam proses komunikasi tersebut. dan berlansung secara langsung. face to face. 2007. Jenis komunikasi ini melibatkan dua orang yang berbeda posisi. sedangkan konsumerisme dikaitkan dengan sebaliknya. Bentuk hubungan Komunikasi antara dokter dan pasien ditekankan pada terjadinya komunikasi efektif antara dokter dan pasien yang memberikan manfaat. Komunikasi antara dokter dan pasien adalah bentuk komunikasi kesehatan yang sifatnya interperonal yang komplek. dan sering menganjurkan jenis hubunga terbaik untuk saling memahami (Dianne Berry.75). dkk. is emotionally laden and requires close cooperation.2. Dalam mengevaluasi pola kontrol komunikasi antara dokter dan pasien menurut Roter dan Hall (1992) menggambarkan empat dasar bentuk hubungan antara dokter dan pasien yaitu : bentuk standar (default). It involves the interaction between people in non-equal positions. bentuk hubungan mutualistik ditandai oleh berbagi dalam pengambilan keputusan. dengan itu fokus pada “hak dan kewajiban” dokter kepada pasien.

Dalam komunikasi kesehatan. sedangkan pasien mengatakan bahwa “mendengarkan” adalah aspek yang paling penting. 2007: 12). Faktor-faktor ini sering menyebabkan mereka merasa sangat rentan. adalah : The doctors stated that ‘diagnostic ability’ was the most important quality of a good doctor. Pasien sering menemukan diri mereka di lingkungan yang asing. dan mempengaruhi interaksi di antara mereka. tingkat kenalan dan sifat masalah yang diajukan). keyakinan dan harapan 4. Menariknya. Perbedaan antara kedua belah pihak dalam hal kelas sosial dan pendidikan sikap. This latter aspect was rated as being least important by the doctors. dokter dan pasien memiliki perspektif sangat berbeda pada faktorfaktor yang mereka pandang sebagai hal paling mendasar dalam komunikasi dokterpasien. whereas the patients said that ‘listening’ was the most important aspect. usia. (2007.2. Karakteristik pasien (jenis kelamin.13-15) dipaparkan dalam suatu hasil penelitian sederhana dengan meminta para dokter dan pasien untuk mengungkapkan pandangan mereka tentang dokter yang baik. privasi dan kemandirian. pendidikan dan keinginan akan informasi) 3. dan sering merasa tidak pasti tentang masalah kesehatan dan pengobatan. dengan kehilangan ruang pribadi. pasien sering kali terjadi justru pasien yang mengalami derajat kecemasan ketika mengunjungi dokter. yang menemukan bahwa atas tiga kategori pandangan yang paling mempengaruhi 14 . dan cenderung mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya (Dianne Berry. Para dokter menyatakan bahwa “kemampuan diagnostik” adalah kualitas yang paling penting dari seorang dokter yang baik. Temuan sejalan oleh Delamothe (1998). Masuk ke rumah sakit dapat menjadi pengalaman yang sangat mengganggu. Faktor-faktor situasional (beban pasien. kelas sosial. terpisah dari keluarga dan teman-teman. Sebagai mana dikutip oleh Dianne Berry.

Kualitas afektif dari hubungan dokter dan pasien merupakan penentu utama dari kepuasan pasien dan kepatuhan terhadap pengobatan. Sejalan dengan hal ini. Sebaliknya. In contrast. kepatuhan terhadap pengobatan dan hasil kesehatan yang terukur. Hal ini menuntut kemampuan seorang dokter untuk memiliki kemempuan berkomunikasi dengan baik terhadap pasiennya untuk mencapai sejumlah tujuan yang berbeda. yaitu : (1) menciptakan hubungan interpersonal yang baik (creating a good interpersonal relationship). (2) pertukaran informasi (exchange of information). 15 . aspek yang paling dinilai tinggi oleh dokter jumlah tahun praktek dan apakah dokter telah menempuh pendidikan kedokteran di tempat terkenal. menjelaskan prosedur medis atau teknis dengan cara yang mudah-dipahami dan mendengarkan dan meluangkan waktu untuk mengajukan pertanyaan.pilihan pasien untuk kategori dokter yang baik. keakraban. dkk (1995) yang dikutip oleh Dianne Berry. (2007: 28 ) mengemukakan bahwa ada 3 (tiga) tujuan yang berbeda komunikasi antara dokter dan pasien. dan (3) pengambilan keputusan medis (medical decision making). the aspects most highly rated by doctors were ‘number of years of practice’ and ‘whether the doctor had attended a well known medical school’. menurut Ong. Secara khusus. Menciptakan hubungan interpersonal yang baik (creating a good interpersonal relationship) merupakan prasyarat untuk perawan medis. (2007. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan dokter dan pasien yang sukses dan komunikatif serta berdampak positif bagi pasien seperti. ‘explaining medical or technical procedures in an easy-tounderstand way’ and ‘listening and taking the time to ask questions’.26) berikut ini : Three categories for what most influences a patient’s choice of good doctor were ‘how well the doctor communicates with patients and shows a caring attitude’. Berdasarkan penjelasan kutipan di atas menyebutkan bahwa dokter yang baik adalah dokter berkomunikasi dengan pasien dan menunjukkan sikap peduli. kepuasan pengetahuan dan pemahaman. sebagai mana kutipan oleh Dianne Berry.

perilaku mendorong dan empatik. Secara khusus. Dalam rangka untuk memenuhi kedua kebutuhan ini. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Donovan dan Blake (1992) misalnya. telah terjadi pergeseran yang menonjol dari apa yang telah disebut sebagai “paternalistic” model kedokteran. dan efek gejala/penyakit dan efek samping obatobatan. Berarti dokter menggunakan keterampilan mendengarkan aktif. kedua pihak perlu bergantian antara pemberian informasi dan bertukar informasi. Secara khusus hubungan interpersonal dokter dan pasien yang baik dan meningkat ketika konteks komunikasi interpersonal berlangsung dengan keramahan dokter. dll (1975) adalah pertukaran informasi. Hal ini bisa saja terjadi terjadi kerena tidak berlangsung pertukaran informasi yang cukup.perhatian. Model “patient centred” menekankan pentingnya memahami pengalaman pasien dari penyakit mereka. Sejumlah studi menemukan bahwa dokter umum meremehkan informasi tentang penyakit dan perawatan yang pasien inginkan. perilaku sopan. gejala. serta informasi tentang pilihan pengobatan yang tersedia. hal positif. Selama 20 tahun terakhir ini. percakapan sosial. Kunci sukses hubungan dokter 16 . dimana dokter membuat semua keputusan ke model yang berpusat pada pasien. kurangnya ketegangan dan ekspresi non-verbal menjadi elemen paling penting dalam membangun dan memelihara hubungan kerja yang baik. dokter perlu untuk mendapatkan informasi dari pasien untuk menyakini diagnosis yang tepat dan rencana perawatan. pasien perlu mengetahui dan memahami dan merasa dikenal dan dipahami. mereka ingin informasi tentang etiologi. Dari sudut pandang kedokteran. dan membangun kemitraan. 2007. di mana pengambilan keputusan dibagi antara dokter dan pasien. Dari perspektif lain. menunjukkan bahwa pasien berpenyakit “arthritis rheumatoid”. Tujuan kedua dari komunikasi dokter dan pasien adalah pertukaran informasi (exchange of information) yang digariskan oleh Ong. serta faktor-faktor sosial dan psikologis yang relevan. (Dianne Berry. dan ekspresi empati selama konsultasi. metode diagnosis. mendambakan informasi lebih banyak tentang penyakit dan perawatnnya dibanding dengan yang diberikan.5) Pengambilan keputusan medis (medical decision making). Tujuan ketiga komunikasi diidentifikasi adalah pengambilan keputusan medis (medical decision making).

Pedoman komunikasi Calgary Cambridge atau Calgary Cambridge Guide merupakan suatu pedoman komunikasi berbasis bukti yang dikembangkan oleh Tim dari Calgary University di Canada dan Cambridge University di Inggris. pengambilan keputusan bersama karena melibatkan pertukaran dua arah informasi. Dokter perlu membangun suasana di mana pasien merasa bahwa pandangan mereka dihargai dan dibutuhkan. dimana kedua dokter dan pasien mendiskusikan preferensi pengobatan dan menyetujui pilihan mana yang tepat. 2. Keengganan tersebut cenderung lebih umum pada pasien yang lebih tua dan mereka yang sakit. Suatu proses kesehatan antara dokter dan pasien bersifat dua-arah terjadi bilamana orang yang terlibat didalamnya berusaha menciptakan dan menyampaikan informasi kepada penerima. keadaan sosial. Dokter mungkin akan diberitahu tentang penyebab penyakit. tetapi hanya pasien tahu tentang penyakitnya. Komunikasi dokter dan pasien sebagai bentuk perilaku yang terjadi dalam berkomunikasi yaitu bagaimana pelaku (dokter dan pasien) mengelolah dan mentransformasikan dan pertukaran suatu pesan. sikap terhadap resiko. yang paling banyak digunakan adalah pedoman komunikasi yang dibuat oleh tim dari Universitas Cambridge dan Universitas Calgary atau yang biasa disebut pedoman komunikasi Calgary Cambridge.6 Pedoman Calgary Cambridge Ada beberapa pedoman yang bisa digunakan dalam komunikasi dokter-pasien. Pedoman 17 . Dalam hal ini sumber dan penerima (dokter dan pasien) harus memformulasikan. Namun. menyampaikan serta menanggapi pesan tersebut secara jelas. nilai-nilai dan preferensi. Sejalan dengan hal tersebut. Dalam kasus seperti ini. benar dan saling mengerti di antara mereka. pilihan pengobatan dan strategi pencegahan. dokter mungkin perlu menggunakan pendekatan lebih direktif.dan pasien dan pengambilan keputusan adalah mengakui bahwa pasien ahli juga. lengkap. kebiasaan. telah dicatat bahwa tidak semua pasien mau berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang kesehatan mereka. Dalam proses pertukaran pesan komunikasi antara dokter dan pasien merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses komunikasi itu sendiri.

the present in own words (clarifying reason for presenting now) Uses open and closed questioning technique. affect). Facilitates patient's responses verbally and non–verbally e. without interrupting or 6. Encourages patient to tell the story of the problem(s) from when first started to 9. interpretation Picks up verbal and non–verbal cues (body language. Greets patient and obtains patient’s name 2. paraphrasing. INITIATING THE SESSION Establishing initial rapport 1. repetition. allowing patient to complete statements without interruption and leaving space for patient to think before answering or go on after pausing 11. role and nature of interview. penjelasan dan perencanaan. answered today?”) Listens attentively to the patient’s opening statement. checks out and acknowledges as appropriate Clarifies patient’s statements that are unclear or need amplification (e. “What problems brought you to the hospital?” or “What would you like to discuss today?” or “What questions did you hope to get 5.g. serta menutup wawancara. attends to patient’s physical comfort Identifying the reason(s) for the consultation 4.g. Identifies the patient’s problems or the issues that the patient wishes to address with appropriate opening question (e. Demonstrates respect and interest. Negotiates agenda taking both patient’s and physician’s needs into account GATHERING INFORMATION Exploration of patient’s problems 8. memberi informasi. obtains consent if necessary 3.“Could you 18 .komunikasi Calgary Cambridge menggambarkan dan mendefinisikan 71 keterampilan klinik dasar yang perlu digunakan dalam proses komunikasi dokter-pasien.g. Tujuan Calgary Cambridge Guide adalah untuk mengidentifikasi komponen keterampilan yang diperlukan dokter agar mampu melakukan konsultasi dengan baik. speech. anything else……?”) 7. “so that’s headaches and tiredness.g. 12. directing patient’s response Confirms list and screens for further problems (e. closed Listens attentively. 13. silence. Komponen yang terdapatdi dalam Calgary Cambridge Guide diterapkan pada semua wawancara kedokteran: memulai wawancara. Introduces self. membangun relasi. appropriately moving from open to 10. use of encouragement. facial expression.

volume.e. invites patient to correct interpretation or provide further information. beliefs re cause) • patient’s concerns (i. problem) • effects: how each problem affects the patient’s life 18. Uses concise. 19 . goals. does in a manner that does not interfere with dialogue or rapport 25.e. overtly acknowledges patient's views and feelings Provides support: expresses concern. Demonstrates appropriate confidence Developing rapport 26. Accepts legitimacy of patient’s views and feelings. facial expression • posture. writes notes or uses computer. what help the patient had expected for each 16.g. worries) regarding each problem • patient’s expectations (i. feelings or predicament. If reads.. easily understood questions and comments. Encourages patient to express feelings PROVIDING STRUCTURE Making organisation overt 19. Attends to timing and keeping interview on task BUILDING RELATIONSHIP Using appropriate non-verbal behaviour 23. moving on to the next section Progresses from one section to another using signposting. 15. position & movement • vocal cues e. Actively determines and appropriately explores: • patient’s ideas (i. avoids or adequately explains jargon Establishes dates and sequence of events Additional skills for understanding the patient’s perspective 17. transitional statements. acknowledges coping efforts and appropriate self care. Structures interview in logical sequence 22. is not judgmental 27. Uses empathy to communicate understanding and appreciation of the patient’s 28. includes rationale for next section Attending to flow 21.explain what you mean by light headed") 14. understanding. Summarises at the end of a specific line of inquiry to confirm understanding before 20. offers partnership Deals sensitively with embarrassing and disturbing topics and physical pain. tone 24. Periodically summarises to verify own understanding of what the patient has said. rate. 29.e. willingness to help. Demonstrates appropriate non–verbal behaviour • eye contact.

suggestions and 20 . 34. written 42. checks for 32. 1st.. understanding. information or reassurance prematurely Aiding accurate recall and understanding 37. develops a logical sequence 38.g. 45. Shares own thinking as appropriate: ideas.including when associated with physical examination Involving the patient 30. information overload. seek clarification or express doubts. shall we move on to. Uses explicit categorisation or signposting (e. reactions and feelings re information given... Relates explanations to patient’s illness framework: to previously elicited ideas.g. Elicits patient's beliefs. avoids or explains jargon Uses visual methods of conveying information: diagrams.”) Uses repetition and summarising to reinforce information Uses concise. “There are three important things 39. Shares thinking with patient to encourage patient’s involvement (e. 44... giving information. patient’s need to contribute information or ask questions. by asking patient to restate in own words. uses patient’s response as a guide to how to proceed Assesses patient’s starting point: asks for patient’s prior knowledge early on when 35.” “Now. thought processes.g. discovers extent of patient’s wish for information Asks patients what other information would be helpful e. models. that I would like to discuss. easily understood language. 36. Involves patient by making suggestions rather than directives 49. distress 46. 41. information and instructions Checks patient’s understanding of information given (or plans made): e. Chunks and checks: gives information in manageable chunks.”) Explains rationale for questions or parts of physical examination that could appear to be non-sequiturs During physical examination. Encourages patient to contribute their thoughts: ideas. prognosis Gives explanation at appropriate times: avoids giving advice. clarifies as necessary Achieving a shared understanding: incorporating the patient’s perspective 43. explains process. responds appropriately Picks up verbal and non-verbal cues e. acknowledges and addresses where necessary Planning: shared decision making 47. dilemmas 48. 40. terms used.g. asks permission EXPLANATION AND PLANNING Providing the correct amount and type of information 33. aetiology. “What I’m 31.g. Organises explanation: divides into discrete sections. thinking now is. concerns and expectations Provides opportunities and encourages patient to contribute: to ask questions.

seriousness. eg. 70. explaining possible unexpected outcomes. Offers choices: encourages patient to make choices and decisions to the level that they wish Checks with patient if accepts plans. investigation. how it 66. walking aides. Elicits patient’s beliefs. Discusses options eg. fluids. non-drug treatments (physiotherapy. reactions. Offers opinion of what is going on and names if possible 61. Contracts with patient re next steps for patient and physician 54. purpose Encourages questions about and discussion of potential anxieties or negative outcomes IF discussing opinion and significance of problem 60. works benefits and advantages possible side effects Obtains patient’s view of need for action. what to do if plan is not 52. when and how to seek help Ensuring appropriate point of closure 55. barriers. Provides clear information on procedures. perceived benefits. advocates alternative viewpoint as necessary Elicits patient’s reactions and concerns about plans and treatments including 69. short and long term consequences 63. Explains causation. Reveals rationale for opinion 62. concerns re opinion IF negotiating mutual plan of action 64. acceptability Takes patient’s lifestyle. Summarises session briefly and clarifies plan of care 56. patient will be informed of results Relates procedures to treatment plan: value. Asks about patient support systems. Negotiates a mutually acceptable plan 51. beliefs. motivation Accepts patient’s views. 67. Provides information on action or treatment offered name steps involved. if concerns have been addressed CLOSING THE SESSION Forward planning 53. 68. preventive measures) 65. questions or other items to discuss OPTIONS IN EXPLANATION AND PLANNING (includes content) IF discussing investigations and procedures 57. working. no action. discusses other support available 21 . cultural background and abilities into consideration Encourages patient to be involved in implementing plans. what patient might experience. 59.preferences 50. counselling. expected outcome. medication or surgery. Final check that patient agrees and is comfortable with plan and asks if any corrections. Safety nets. how 58. to take responsibility and be self-reliant 71.

Memulai wawancara (initiating the session) Mengumpulkan informasi (gathering information) Penjelasan dan Perencanaan (explanation and planning) Menutup wawancara (closing the session) 22 .Gambar 1. d.8 Dari diagram di atas bisa dilihat bahwa tahap–tahap komunikasi dokter-pasien meliputi: a. c.Kerangka Konsep Calgary Cambridge Guide6. b.7.

Kedokteran merupakan salah satu bentuk profesi 23 . dimana komunikasi merupakan suatu proses pembentukan.BAB III KESIMPULAN Komunikasi adalah sebuah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan masusia. penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. penyampaian.

Journal of Medical Ethics.yang sangat terpaku pada komunikasi tersebut. (2004). 218–20 24 . Bentuk komunikasi yang sering digunakan pada bidang kedokteran. DAFTAR PUSTAKA 1. Are patient information leaflets contributing to informed consent for cataract surgery?. and Tsaloumas. Komponen yang terdapat di dalam Calgary Cambridge Guide diterapkan pada semua wawancara kedokteran: memulai wawancara. Brown.. Manfaat komunikasi dokter-pasien. penjelasan dan perencanaan. membangun relasi. Komunikasi dokter-pasien adalah pengembangan hubungan dokter-pasien secara efektif yang berlangsung secara efisien. Ramchandani. M. meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis. 30.. Tujuan Calgary Cambridge Guide adalah untuk mengidentifikasi komponen keterampilan yang diperlukan dokter agar mampu melakukan konsultasi terhadap pasien dengan baik. Komunikasi dokter pasien berpedoman pada Calgary Cambridge Guide yang merupakan suatu pedoman komunikasi berbasis bukti yang dikembangkan oleh Calgary University di Canada dan Cambridge University di Inggris. Komunikasi antara dokter-pasien dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan (dokter). memberi informasi. yaitu komunikasi dokter-pasien. Gillow. dan meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien dalam menghadapi penyakitnya. pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan (pasien) dan tidak ada hambatan untuk hal itu. serta menutup wawancara. dengan tujuan utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan yang diperlukan dalam rangka membangun kerja sama antara dokter dengan pasien. M. J. meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar dalam menjalin hubungan dokter-pasien yang baik. yaitu meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter dan institusi medis. H.

Theory and Practice. Psychosocial Aspects of the Health Care Process. (1996). London: Prentice Hall 5. 10. The Field Of Health Communication Today: An Up-To-Date Report.C. Nourthhouse dan Guy.M. O. Memetakan Komunikasi Kesehatan. The Challenge of Effectively Communicating Risk-Benefit Information. Communication Skills for Medicine. Drug Safety 6. Skilled Interpersonal Communication: Research.R. R. NY 4. and Dickson. 25 .M. D. 9. 2011. 2009. 11. New Jersey. McGraw-Hill Education. 2000. Health Communication: Theory and Practice.. New York.. (1996). Bandung : Remaja Rosadakarya 3. Agus. (2000). Ganjar. J.2. A. T. Dedy Mulyana. Ilmu Komunikasi. Journal of Health Communication. (1995). BP2Ki. Hove: Brunner Routledge. E. Edelmann. Ong. Hoos. Health Communication (A Handbook For Health Profesional. Edwards. Rogers.M. 8. Dianne Berry 2007. Lloyd. R. and Bor. (1997). B. M. de Haes. Pengantar.J. Practical Hall. Doctor–Patient Communication: A Review Of The Literature.B. F. Leary.Bandung 7. Edinburgh: Churchill Livingstone. and Lammes. and Hugman. I. Hargie. (2004). L. Social Science and Medicine.