You are on page 1of 11

SPAP

VS SPKN

STANDAR PEKERJAAN
LAPANGAN
Diskusi Mata Kuliah Audit Keuangan Negara
kelas MAKSI STAR BPKP BATCH IV UNAIR 2016

dan lingkup saat. pengajuan pertanyaan.Pernyataan Standar Audit (IAI) Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) Standar Pelaksanaan PSP 02 Pekerjaan harus direncanakan Pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan jika dengan harus disupervisi dengan semestinya. sehingga pernyataan ini sama dengan apa yang pengamatan. Pemahaman yang memadai atas Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern harus pengendalian intern harus diperoleh diperoleh untuk merencanakan untuk merencanakan audit2 dan audit2 dan menentukan sifat. PSP 02 di tiga poin pertama Bukti audit yang kompeten harus Bukti audit yang kompeten harus merupakan adopsi dari IAI diperoleh melalui inspeksi. akan dilakukan. direncanakan sebaik-baiknya digunakan tenaga asisten harus digunakan tenaga Keterangan dan asisten jika harus disupervisi dengan semestinya. . diperoleh melalui inspeksi. saat. yang diaudit. dan lingkup pengujian yang pengujian yang akan dilakukan. menentukan sifat. diterapkan oleh IAI pertanyaan. pengajuan pengamatan. dan konfirmasi dan konfirmasi sebagai dasar sebagai dasar memadai untuk memadai menyatakan pendapat untuk menyatakan atas pendapat atas laporan keuangan laporan keuangan yang diaudit.

Akuntan publik atau pihak lainnya yang bekerja untuk dan atas nama BPK akan sedikit mengalami benturan dimana terdapat dua pernyataan standar dari BPK dan IAI. .Perbedaan antara PSA dan PSP terletak pada ditambahkannya beberapa poin dalam SPKN sehingga terlihat bahwa BPK mengetatkan aturan bagi para pemeriksanya dalam melaksanakan tugas karena tahaptahap seperti komunikasi pemeriksa dengan klien pada awal pemeriksaan jamak dilakukan oleh auditor publik tanpa perlu dimasukkan dalam PSA.

Komunikasi pemeriksa (diuraikan dalam paragraf 06 s.Pertimbangan terhadap hasil pemeriksaan sebelumnya (diuraikan dalam paragraf 15 s.d 33) .Dokumentasi pemeriksaan (diuraikan dalam paragraf 26 s. kecurangan (fraud).d 14 b.Pengembangan temuan pemeriksaan (diuraikan dalam paragraf 23 s.d 25 e.d 22) d. serta ketidakpatutan (abuse) (diuraikan dalam paragraf 19 s.Merancang pemeriksaan untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan.d 18) c.Standar pelaksanaan tambahan berkaitan dengan: a.

berbeda walaupun dimana auditor swasta tidak menekankan pada peraturan perundangan untuk manajemen . apalagi hal ini sedang dilaksanakan terkait peraturan perundangan yang berlaku. Hal ini juga jamak dilakukan oleh auditor swasta. walaupun tidak tercantum pada pernyataan penekanannya standar.Pertimbangan Terhadap Hasil Pemeriksaan Sebelumnya Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) Keterangan PSP 02 Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil Hal ini perlu karena dalam penjelasan pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut disebutkan atas rekomendasi yang signifikan bahwa manajemen dapat dan memperoleh sanksi bila tindak lanjut atas berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang rekomendasi tidak dijalankan.

pelaporan yang auditor publik tanpa perlu dimasukkan dalam direncanakan. namun dalam konteks pemeriksaan manajemen entitas yang diperiksa dan atau pemerintah hal ini diperlukan karena terkait pihak yang meminta pemeriksaan dengan perlunya panduan tindakan auditor sehingga bila terdapat masalah dikemudian hari dapat ditelisik apakah auditor bertindak sesuai standar atau tidak. awal pemeriksaan jamak dilakukan oleh lingkup pengujian.Komunikasi pemeriksa Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) Keterangan PSP 02 Pemeriksa harus mengkomunikasikan Komunikasi pemeriksa dengan klien pada informasi yang berkaitan dengan sifat. dan tingkat keyakinan kepada PSA. apalagi dalam kasus-kasus tertentu terdapat komunikasi yang harus dilakukan secara tertulis . saat.

Merancang Pemeriksaan untuk Mendeteksi Terjadinya Penyimpangan dari Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa . serta Ketidakpatutan (abuse) Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) PSP 02 1. Pemeriksa harus merancang pemeriksaan untuk memberikan keyakinan yang memadai guna mendeteksi salah saji material yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan. Jika informasi tertentu menjadi perhatian pemeriksa. Kecurangan (fraud). diantaranya informasi tersebut memberikan bukti yang berkaitan dengan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh material tetapi tidak langsung berpengaruh terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan.

Kecurangan (fraud). kecurangan juga terdapat pada audit swasta walaupun tidak laporan dinyatakan dalam PSA. Pemeriksa harus waspada pada kemungkinan adanya situasi dan/atau peristiwa yang merupakan indikasi kecurangan dan/atau ketidakpatutan dan apabila timbul indikasi tersebut serta PSP 02 Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan berpengaruh signifikan terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. Hal yang paling mendasar dalam perbedaan PSP dan PSA ini dalam pernyataan ini adalah pada peraturan perundangan yang dijadikan salah satu dasar penentuan apakah terdapat penyimpangan dan ketidakpatutan dalam temuan pemeriksaan. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan menentukan dan/atau ketidakpatutan dampaknya terhadap telah terjadi kewajaran dan penyajian Audit tentangkeuangan. .Merancang Pemeriksaan untuk Mendeteksi Terjadinya Penyimpangan dari Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. serta Ketidakpatutan (abuse) Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) PSP 02 2.

yang diperiksa beralasan tidak tidak dapat ada dasaar .Pengembangan Temuan Pemeriksaan Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) PSP 02 Pemeriksa harus Penekanan PSP ini lebih pada merencanakan dan penekanan pada perlunya ada melaksanakan prosedur standar pemeriksaan mengembangkan Keterangan yang detail dalam untuk rangka memberikan kerangka unsur-unsur kerja yang lengkap dan dalam temuan pemeriksaan untuk pemeriksa agar terdapat payung hukum yang kuat bila ditemukan unsur-unsur temuan pemeriksaan yang dapat agar entitas dikembangkan.

dan simpulan pemeriksa. standar Dokumentasi berkaitan pemeriksaan dengan pelaksanaan. Dokumentasi . tetapi hukum yang melibatkan hasil tidak mempunyai pemeriksaan memastikan pemeriksaan hubungan tersebut bahwa tersebut dengan pemeriksaan. kerja yang lengkap dan dalam dan harus yang pemeriksa agar informasi terdapat payung hukum yang memungkinkan kuat bila terdapat kasus pemeriksa yang berpengalaman. Dokumentasi dapat yang kuat merupakan senjata dokumentasi utama yang dapat digunakan dapat menjadi pemeriksa dalam menguatkan bukti yang mendukung pertimbangan posisi dirinya dan BPK. pemeriksaan yang cukup dalam yang rangka memberikan kerangka pelaporan untuk berisi untuk detail perencanaan.Dokumentasi Pemeriksaan Pernyataan Standar Pemeriksaan (SPKN) PSP 02 Keterangan Pemeriksa harus mempersiapkan dan Penekanan PSP ini lebih pada memelihara dokumentasi pemeriksaan penekanan pada perlunya ada dalam bentuk kertas kerja pemeriksaan.

TERIMA KASIH .