You are on page 1of 16

BAB XI

PENGHENTIAN PENGGUNAAN DAN PELEPASAN ASET TETAP

A. Penghentian Penggunaan Aset Tetap
Aset Tetap diperoleh dengan maksud untuk digunakan dalam mendukung kegiatan
operasional pemerintah atau untuk dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Namun demikian,
pada saatnya suatu aset tetap dapat dihentikan dari penggunaannya.Apabila suatu aset
tetap tidak dapat digunakan karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan
organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata
ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir, maka aset tetap tersebut hakekatnya
tidak lagi memiliki manfaat ekonomi masa depan, sehingga penggunaannya harus
dihentikan.
Aset tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah, dengan kata
lain dihentikan dari penggunaan aktif, maka tidak memenuhi kriteria dan tidak dapat
dikelompokkan sebagai aset tetap. Hal ini sesuai dengan PSAP 07 Paragraf 79 yang
menyatakan bahwa:
Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah tidak memenuhi
definisi aset tetap dan harus dipindahkan ke pos aset lainnya sesuai dengan
nilai tercatatnya.
Pada saat dokumen sumber untuk mengeluarkan aset tetap tersebut dari neraca telah
diperoleh, maka aset tetap yang telah direklasifikasi menjadi aset lainnya tersebut
dikeluarkan dari neraca.
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya karena tidak lagi
memiliki manfaat ekonomi di masa yang akan datang, seperti rusak berat, maka aset tetap
tersebut dikeluarkan dari neraca. Hal ini sesuai dengan PSAP 07 Paragraf 77 dan 78 yang
menyatakan bahwa:
Suatu aset tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila aset secara
permanen dihentikan penggunaannya dan tidak ada manfaat ekonomi masa
yang akan datang.
Aset tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas harus dieliminasi dari
Neraca dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya,dikeluarkan dari neraca
pada saat ada penetapan dari entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di
bidang pengelolaan BMN/BMD.
Contoh:
Sebuah mobil yang dibeli pada tanggal 1 Maret 20X6 dengan harga Rp200.000.000 rusak
berat tertimpa runtuhan bangunan karena bencana alam gempa bumi pada bulan Agustus

000. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.dikeluarkan dari neraca pada saat diterbitkan risalah lelang atau dokumen penjualan sesuai dengan ketentuan perundangundangan. Pelepasan Aset Tetap Pelepasan aset tetap dilingkungan pemerintah lazim disebut sebagai pemindahtanganan.000 120.000 200. Jurnal untuk mencatat reklasifikasi dari Aset Tetap menjadi Aset Lainnya pada tanggal 30 Agustus 20X9: Tanggal 30/08/20X9 Uraian Aset Lainnya Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Peralatan dan Mesin Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya Debet Kredit 200. pemerintah dapat melakukan pemindahtanganan BMN/BMD yang di dalamnya termasuk aset tetap dengan cara: 1.000 Jurnal untuk mengeluarkan Aset Lainnya dari neraca pada tanggal 10 Oktober 20X9: Tanggal 30/08/20X9 Uraian Beban Non Operasional Akumulasi Penyusutan Aset Aset Lainnya Aset Lainnya Debet Kredit 80.000 120.000.000. Aset tetap yang dipindahtangankan melalui mekanisme penyertaan modal negara/daerah. dikeluarkan dari neraca pada saat telah diterbitkan berita acara serah terima hibah oleh entitas sebagai tindak lanjut persetujuan hibah.000. Apabila suatu aset tetap dilepaskan karena dipindahtangankan. Pada akhir bulan Agustus 20X9 telah ada penetapan dari bahwa mobil yang rusak berat tersebut dihentikan dari penggunaan aktif untuk selanjutnya diproses penghapusannya sesuai dengan ketentuan. dihibahkan.000.000 120. Pada tanggal 10 Oktober 20X9 telah diterbitkan penetapan dari entitas yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD bahwa mobil yang rusak berat tersebut dapat dikeluarkan dari neraca.000 200.000. Aset tetap yang dihibahkan. dipertukarkan.000. Aset tetap yang dilepaskan melalui penjualan.tahun 20X9. 4.000. 3. dijual. maka aset tetap yang bersangkutan harus dikeluarkan dari neraca.Nilai buku mobil pada saat kena gempa bumi adalah sebesar Rp80. atau dijadikan penyertaan modal negara/daerah. Hal ini sesuai dengan PSAP 07 Paragraf 77 dan 78. dikeluarkan dari neraca pada saat diterbitkan penetapan penyertaan modal negara/daerah. .000.000 B. 2.

Pada tahun 20X4 mobil tersebut tertimpa pohon yang mengakibatkan kerusakan cukup berat.000.000 (21.000.000 36.000 30.000 51.000 129.000 30.000.000.000 36.000.000. Contoh: 1.000) Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi penjualan mobil adalah sebagai berikut: Tanggal 1/11/20X4 Tanggal 1/11/20X4 Uraian Akumulasi Penyusutan Kas di Kas Umum Negara Surplus/Defisit Penjualan Aset (LO) Peralatan dan Mesin Uraian Diterima dari Entitas Lain Pendapatan-LRA Debet Kredit 129.000. maka akun aset tetap dikurangkan dari pembukuan sebesar nilai buku dan disisi lain diakui adanya beban hibah.000 180.000 Debet Kredit 30.000. dengan menggunakan tahun kalender sebagai tahun bukunya.000.000.000.000 27. Pemerintah melakukan penyusutan terhadap aset tetapnya menurut umur setiap unit aset tetap secara individual atas dasar metode garis lurus.000. atau diakui adanya investasi jika menjadi penyertaan modal negara/daerah. Apabila pelepasan suatu aset tetap akibat dari proses pemindahtanganan berupa hibah atau penyertaan modal negara/daerah.000.000.000.000 180. maka selisih antara harga jual atau harga pertukarannya dengan nilai buku aset tetap terkait diperlakukan sebagai surplus/defisit penjualan/pertukaran aset non lancar dan disajikan pada Laporan Operasional (LO).000 . Sebuah mobil dibeli pada tanggal 1 Maret 20X1 dengan harga Rp180.Dalam hal pelepasan aset tetap merupakan akibat dari pemindahtanganan dengan cara dijual atau dipertukarkan sehingga pada saat terjadinya transaksi belum seluruh nilai buku aset tetap yang bersangkutan habis disusutkan.000 30. Pada tanggal 1 Nopember 20X4 mobil tersebut dijual dengan harga Rp30. Penerimaan kas akibat penjualan dibukukan sebagai pendapatan dan dilaporkan pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA).000. Sebelumnya mobil ditaksir akan dapat digunakan selama 5 tahun tanpa nilai residu.000. Perhitungan penjualan mobil tersebut adalah sebagai berikut (dalam Rupiah): Harga jual mobil Nilai buku mobil Harga perolehan Akumulasi penyusutan: 20X1 = 9 bulan 20X2 = 12 bulan 20X3 = 12 bulan 20X4 = 10 bulan Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku mobil Rugi penjualan mobil 30.000.000.000 21.

000 51.000. 2.000 80. Pada tanggal 25 Juni 20X2.000 C.000.000.000 Peralatan dan Mesin 1/11/20X2 Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Aset Lainnya .000. Aset Tetap Hilang Aset tetap hilang harus dikeluarkan dari neraca setelah diterbitkannya penetapan oleh pimpinan entitas yang bersangkutan berdasarkan keterangan dari pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.dan disisi lain diakui adanya kerugian aset hilang sebesar jumlah yang sama. Selanjutnya.Aset Tetap Hilang yang Kredit 200.000. Contoh: Kementerian ABC memiliki kendaraan operasional dengan harga perolehan sebesar Rp200. Atas kejadian tersebut Kementerian ABC membuat jurnal: Tanggal 25/06/20X2 Uraian Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya .000.000.000.000 100.000.000. sesuai dengan peraturan perundang-undangan perlu dilakukan proses untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian sehingga mengakibatkan adanya tuntutan ganti rugi. kendaraan tersebut hilang. dilakukan proses pengenaan tuntutan ganti rugi kepada pegawai A pada Kementerian ABC yang menghilangkan kendaraan tersebut.000. maka jurnal untuk mengeluarkan akun mobil dari neraca adalah sebagai berikut: Tanggal 1/11/20X4 Uraian Akumulasi Penyusutan Beban Hibah Debet Kredit 129. Terhadap aset tetap yang hilang.000 .000 80.000.000. Apabila mobil sebagaimana dicontohkan di atas dihibahkan. Aset tetap hilang dikeluarkan dari neraca sebesar nilai buku.000. Nilai akumulasi penyusutan sampai dengan hilangnya kendaraan tersebut diketahui sebesar Rp120. Pada tanggal 1 November 20X2 diputuskan bahwa pegawai A harus membayar ganti rugi (TGR) sebesar Rp100.000 Peralatan dan Mesin 180.*) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masingmasing entitas.Aset Tetap Hilang yang masih dalam proses TGR Debet 120.

000.000 .masih dalam proses TGR Surplus/Defisit dari Operasional Lainnya Kegiatan Non 20.

Namun demikian. Dengan kata lain.000.000 120.000 . Reklasifikasi aset tetap ke aset lainnya dapat dilakukan sepanjang waktu. Pada akhir bulan Agustus 20X9 telah ada penetapan dari bahwa mobil yang rusak berat tersebut dihentikan dari penggunaan aktif untuk selanjutnya diproses penghapusannya sesuai dengan ketentuan. sebagaimana dijelaskan pada Bagian sebelumnya tidak memenuhi definisi aset tetap. Paragraf 79 PSAP 07 mengatur bahwa aset dengan kondisi demikian harus dipindahkan dari aset tetap ke aset lainnya.000.000 rusak berat terkena bencana alam gempa bumi pada bulan Agustus tahun 20X9. Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah tidak memenuhi definisi aset tetap dan harus dipindahkan ke pos aset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar reklasifikasi aset tetap ke aset lainnya adalah penetapan dari entitas yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.000. Pemindahan kelompok aset tetap ke aset lainnya dalam akuntansi disebut sebagai reklasifikasi aset.BAB XII REKLASIFIKASI DAN KOREKSI ASET TETAP A.000.000 200. Reklasifikasi adalah perpindahan suatu akun dari suatu pos ke pos yang lain dalam bagan akun standar.000.000 120. tidak tergantung periode laporan.Nilai buku mobil pada saat kena gempa bumi adalah sebesar Rp80. dokumen sumber untuk melakukan penghapusbukuan belum diterbitkan. Contoh: Sebuah mobil yang dibeli pada tanggal 1 Maret 20X6 dengan harga Rp200. Reklasifikasi Aset Tetap Suatu aset tetap yang dihentikan atau dihapuskan.000. aset tersebut belum dapat dikeluarkan dari neraca karena proses penghentian yang lebih dikenal sebagai pemindahtanganan dan penghapusan masih berlangsung. Pada tanggal 10 Oktober 20X9 telah diterbitkan penetapan dari entitas yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD bahwa mobil yang rusak berat tersebut dapat dikeluarkan dari neraca. Jurnal untuk mencatat reklasifikasi pada tanggal 30 Agustus 20X9 Tanggal 30/08/20X9 Uraian Aset Lainnya Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Peralatan dan Mesin Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya Debet Kredit 200.000.

Termasuk dalam lingkup koreksi adalah temuan pemeriksaan yang diharuskan untuk dikoreksi. Pada umumnya koreksi aset tetap dilakukan pada saat ditemukan kesalahan. sampai dengan kantor pusat K/L atau pemerintah daerah. koreksi dapat dibedakan menjadi koreksi untuk tahun berjalan. Koreksi aset tetap dapat dilakukan kapan saja. Dari periodenya. Dari sisi transaksi. koreksi dilakukan secara sentralistik di kantor pusat K/L atau pemerintah daerah. Koreksi Aset Tetap Paragraf 4 PSAP 10 menyatakan bahwa: Koreksi adalah tindakan pembetulan secara akuntansi agar akun/pos-pos yang tersaji dalam laporan keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya. dan koreksi periode lalu pada saat laporan keuangan periode terkait telah diterbitkan. baru kemudian didistribusikan pada entitas akuntansi di bawahnya untuk melakukan penyesuaian. Kadangkala untuk mengejar waktu penyampaian laporan keuangan. Koreksi dilakukan oleh satker bersangkutan dan dilaporkan secara berjenjang. tidak tergantung pada periode pelaporan dan waktu penyusunan laporan. koreksi periode lalu pada saat laporan keuangan periode terkait belum diterbitkan. . Koreksi aset tetap dilakukan dengan menambah atau mengurangi akun aset tetap yang bersangkutan. Koreksi meliputi koreksi sistemik dan koreksi non sistemik.B. koreksi mencakup transaksi anggaran maupun transaksi finansial.

kecuali untuk Tanah diatur lebih khusus dalam Paragraf 63 dan 64. Pendahuluan Kebijakan umum pemerintah menegaskan bahwa penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri merupakan salah satu komponen utama dalam memperjuangkan NKRI. Pengakuan Aset Tetap di Luar Negeri Pada prinsipnya pengakuan Aset Tetap diluar negeri sama dengan pengakuan aset tetap di didalam negeri seperti yang diatur dalam PSAP 07 Paragraf 15. kendaraan. Sebagian wisma atau kantor tersebut sudah dimiliki sendiri/menjadi aset negara RI. Pemerintah Indonesia saat ini telah memiliki sebanyak 191 perwakilan yang terdiri dari Kedutaan Besar. serta aset tetap lainnya. Perutusan Tetap untuk PBB di New York dan Jenewa. Seluruh kegiatan dalam hubungan antarbangsa dan antarnegara pada hakikatnya antara lain dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri melalui hubungan diplomasi yang pada intinya merupakan usaha memelihara hubungan antarnegara. Interaksi yang diciptakan Indonesia dengan negara-negara tetangga dan negara-negara sahabat harus bersifat kondusif agar tetap dapat memajukan sikap saling pengertian dan menghormati di antara masyarakat bangsa-bangsa. misalnya tanah yang digunakan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pembukaan hubungan diplomatik juga merupakan suatu upaya konkrit untuk mempererat hubungan dan kerjasama dengan negara-negara lain yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara. Paragraf 64: Tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh instansi pemerintah di luar negeri. dan sebagian lainnya masih menyewa. harus memperhatikan isi perjanjian penguasaan dan hukum serta perundang- .BAB XIII ASET TETAP DI LUAR NEGERI A. Untuk melaksanakan kegiatan di luar negeri tersebut tentunya diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. kantor perwakilan. Untuk tujuan tersebut. B. Diplomasi secara formal dilakukan baik oleh korps perwakilan diplomatik maupun oleh korps perwakilan konsuler. Paragraf 63: Pengakuan tanah di luar negeri sebagai aset tetap hanya dimungkinkan apabila perjanjian penguasaan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku di negara tempat Perwakilan Republik Indonesia berada mengindikasikan adanya penguasaan yang bersifat permanen. antara lain wisma. dan Konsulat Jenderal serta Konsul kehormatan.

Kepemilikan pemerintah atas tanah di luar negeri mungkin dibatasi oleh waktu sesuai hukum serta perundang-undangan yang berlaku di negara bersangkutan. Guangzhou 15 tahun. maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Apabila pembelian aset tetap dilakukan secara angsuran. D. Mengingat harga gedung dan bangunan di luar negeri sangat mahal. Selain itu. sedangkan anggaran negara sangat terbatas. b. karena pembelian aset tetap di luar negeri umumnya menggunakan mata uang asing. maka berlaku juga ketentuan di PSAP 02 Paragraf 63 s/d 66 yang menyatakan bahwa transaksi dalam mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi. Dalam hal demikian. . biaya yang timbul atas perolehan hak (semacam hak guna/pakai atau hak pengelolaan) tersebut diakui sebagai aset lainnya dan perlu diamortisasi selama batas waktu hak pemakaian tanah. Angsuran tersebut umumnya dalam jangka panjang. Penyajian dan Pengungkapan Aset Tetap di Luar Negeri Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan adalah: a. Hal ini diperlukan untuk menentukan apakah penguasaan atas tanah tersebut bersifat permanen atau sementara. sebagian besar dilakukan dengan angsuran. C. Penguasaan atas tanah dianggap permanen apabila hak atas tanah tersebut merupakan hak yang kuat diantara hak-hak atas tanah yang ada di negara tersebut dengan tanpa batas waktu. maka aset tetap diakui ketika aset tetap yang dibeli telah diserahkan kepada pembeli dan perjanjian utang ditandatangani oleh pihak penjual yang sekaligus bertindak selaku kreditur dan pembeli yang juga menjadi debitur. atau Lima 12 tahun. Pengukuran Aset Tetap di Luar Negeri Pengukuran Aset Tetap Luar Negeri pada prinsipnya juga mengacu pada PSAP 07 Paragraf 20 dan 24. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat. maka harus diungkapkan juga uraian mengenai nilai rincian utang pembelian aset secara angsuran tersebut. sehingga kepemilikannya bersifat tidak permanen.undangan yang berlaku di negara tempat Perwakilan Republik Indonesia berada. tidak semua gedung dan banguan dapat dibeli secara tunai. yaitu dengan nilai perolehan atau apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak dimungkinkan. Jenis dan lokasi aset tetap di luar negeri. Jika pembelian dilakukan dengan angsuran. seperti pembelian di Helsinki dalam waktu 12 tahun. c. termasuk juga nilai mata uang asing dan kurs pada saat perolehan.

000 dianggarkan untuk dibayar dengan DIPA tahun anggaran 2009.000.000.000.000 Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian gedung kantor secara angsuran tersebut di atas adalah sebagai berikut: Untuk mencatat pembelian gedung kantor secara cicilan: Tanggal 2/1/20X9 Uraian Aset Tetap Kas di Kas Umum Negara Utang Pembelian Cicilan Debet Kredit 150.000. Sisanya ditetapkan dalam kontrak utang yang harus dibayar secara angsuran setiap akhir tahun sebesar €500. Uang muka sebesar €1.000 135.000.000) Utang pembelian cicilan Rp135.000 dengan tingkat bunga 5%.000 Catatan: dalam hal pencatatan sisa utang dalam mata uang asing perlu diungkapkan dalam CaLK bahwa utang pembelian tanah diatas secara legal adalah dalam mata uang euro yang dalam contoh diatas sebesar €9.000.000.000.000.000.000.000.000.000 Uang muka (15.000 Uang muka 1. nilai gedung yang diakui dan utang adalah: Harga perolehan Rp150.000 Utang pembelian cicilan €9.000.E.000 15.000. Transaksi di atas dapat diikhtisarkan sebagai berikut: Tanggal 2 Januari 20X9: Harga perolehan €10.000.000. .000.000.000.000 Misalnya kurs pada saat itu adalah €1 = Rp15. Contoh Kasus Kementerian Luar Negeri membeli gedung untuk kantor Kedutaan Besar di Jerman pada tanggal 2 Januari 20X9 senilai €10.000.

BAB XIV HUBUNGAN ANTARA BELANJA DAN PEROLEHAN ASET TETAP A. b. dan tidak disajikan di neraca sebagai aset tetap. masih ada mesin jahit yang belum disalurkan ke masyarakat. tetapi dianggarkan di APBN sebagai belanja bantuan sosial. walaupun berbentuk aset tetap. maka mesin jahit yang belum disalurkan tersebut disajikan di neraca sebagai persediaan. atau bantuan untuk masyarakat dianggarkan dalam Belanja Modal. antara lain pengeluaran untuk pembelian aset tetap dianggarkan dalam Belanja Barang. pengeluaran tersebut melebihi batasan minimal kapitalisasi aset tetap atau aset lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. diharapkan agar perolehan aset tetap yang akan digunakan dalam kegiatan pemerintahan dianggarkan dalam Belanja Modal. Tujuan penerbitan Bultek Belanja tersebut adalah untuk menyikapi adanya ketidaksesuaian dalam penganggaran dan pelaporan keuangan pemerintahan. perolehan aset tetap tersebut diniatkan bukan untuk dijual atau diserahkan ke masyarakat atau pihak lainnya. diharapkan adanya kesesuaian penyusunan anggaran. Contoh: Satker A di Kementerian Sosial pada tahun 20X0. Apabila pada akhir periode pelaporan (semesteran atau tahunan). pengeluaran untuk pemeliharaan rutin dianggarkan dalam Belanja Modal. dan c. dalam hal terjadi kontradiksi antara akun anggaran dengan akun finansial. Realisasi pemberian bantuan tersebut dicatat di LRA sebagai belanja bantuan sosial. Namun demikian. pengeluaran tersebut mengakibatkan adanya perolehan aset tetap atau aset lainnya yang menambah aset pemerintah. bukan belanja modal. Rencana pemberian bantuan tersebut. Dalam situasi yang ideal akan terdapat kesesuaian antara Belanja Modal sebagai akun anggaran dengan Aset Tetap sebagai akun finansial. dan pelaporan. maka akuntansi akan menggunakan prinsip substansi mengungguli bentuk formal (substance over form). merencanakan akan memberi bantuan mesin jahit kepada korban gempa di Padang Sumatera Barat. . Suatu belanja dapat dikategorikan sebagai Belanja Modal jika: a. Melalui penerbitan Buletin Teknis 04. Jenis Belanja Pada Tahun 2006. Berdasarkan Buletin Teknis 04 tersebut. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan menerbitkan Buletin Teknis 04 tentang Penyajian dan Pengungkapan Belanja Pemerintah. pelaksanaan anggaran.

seluruh biaya operasional lembaga tersebut untuk sementara dianggarkan di Belanja Lain-lain. sebagian berupa pembelian Peralatan dan Mesin (aset tetap) untuk mendukung kegiatan lembaga tersebut. Pada tahun 20X8 terbentuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah.  Pencatatan Transaksi Finansial Tanggal Uraian Debet Beban Bantuan Sosial XXX Kas di Kas Umum Negara (Untuk mencatat transaksi secara finansial)  Kredit XXX bantuan sosial Pengakuan Persediaan Apabila berdasarkan inventarisasi fisik pada pada akhir tahun masih ada mesin jahit yang belum diserahkan ke masyarakat: Tanggal Uraian Persediaan Beban Bantuan Sosial Debet Kredit XXX XXX (Untuk mencatat mesin jahit yang belum disalurkan ke masyarakat) Walaupun sesuai Buletin Teknis Nomor 4 diharapkan antara penganggaran dan pelaporan keuangan selalu terdapat kesesuain akun anggaran. Contoh dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini: 1. Dalam hal ini. sesuai dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. pada prinsipnya pencatatan akuntansi menganut prinsip substansi menggungguli bentuk (substance over form). Walaupun tidak dianggarkan .Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut pada Pemerintah Pusat adalah sebagai berikut:  Realisasi Belanja sebagai transaksi anggaran Tanggal Uraian Debet Belanja Bantuan Sosial Kredit XXX Ditagihkan ke Entitas Lain *) XXX (Untuk mencatat realisasi belanja bantuan sosial) *) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masing-masing entitas. namun dalam praktek dapat terjadi ketidak sesuaian akun anggaran dengan akun finansial . Realisasi Belanja Lain-lain tersebut.

walaupun kegiatan tersebut dianggarkan dalam belanja modal. Pengeluaran untuk kegiatan tersebut selain disajikan di LRA juga harus diungkapkan di CaLK. kegiatan tersebut agar dianggarkan dalam Belanja Pemeliharaan dan bukan Belanja Modal. Untuk tahun berikutnya. Karena kegiatan tersebut hanya untuk mempertahankan kondisi saluran. Kementerian Pekerjaan Umum menganggarkan kegiatan tersebut dalam belanja modal. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut pada Pemerintah Pusat adalah sebagai berikut:  Realisasi Belanja: Tanggal Uraian Belanja Lain-lain Debet Kredit XXX Ditagihkan ke Entitas Lain *) XXX (Untuk mencatat realisasi belanja lainlain) *) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masing-masing entitas. Kegiatan tersebut antara lain memperbaiki dinding saluran yang runtuh atau melakukan pengerukan apabila terjadi pendangkalan pada tempat tertentu. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut pada Pemerintah Pusat adalah sebagai berikut:  Realisasi Belanja Tanggal Uraian Belanja Modal Ditagihkan ke Entitas Lain *) (Untuk mencatat ralisasi belanja modal yang tidak menambah aset tetap karena subtansinya adalah pemeliharaan) Debet Kredit XXX XXX . pengeluaran tersebut tidak dikapitalisasi (menambah) nilai saluran di neraca. Salah satu kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum adalah pemeliharaan rutin saluran irigasi.  Pengakuan Peralatan dan Mesin Tanggal Uraian Peralatan dan Mesin Debet Kredit XXX Kas di Kas Umum Negara XXX (Untuk mencatat peralatan dan Mesin) 2. Aset Tetap yang dibiayai dari Belanja Lain-lain tersebut harus disajikan di Neraca.pada Belanja Modal.

yang pada dasarnya tidak menambah nilai aset tetap berupa Saluran Irigasi di Neraca. Contoh: Pemda X membangun gedung sekolah dengan nilai Rp2.  Pencatatan Pengeluaran kas selaku Transaksi Finansial Tanggal Uraian Beban Pemeliharaan Debet Kredit XXX Kas di Kas Umum Negara XXX (Untuk mencatat pengeluaran kas untuk pemeliharaan aset tetap saluran)  Pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK): Pengungkapan transaksi di atas dalam CaLK adalah sebagai berikut: ”Telah direalisasikan belanja modal sebesar RpXXX. Nilai yang dicatat adalah sebesar nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (APBD). dan tidak menggangarkan dalam belanja modal. misalnya pembangunan sekolah dibiayai oleh APBN dan APBD. karena pengeluaran belanja tersebut merupakan beban pemeliharan dalam rangka mempertahankan kondisi saluran irigasi”.*) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masingmasing entitas. Aset tetap atau gedung sekolah tersebut dicatat di neraca pemerintah daerah. dapat terjadi perolehan suatu aset tetap dibiayai oleh 2 (dua) sumber yang berbeda.000.000.500. sedangkan Pemerintah Pusat menganggarkan dalam belanja barang. dan berapa nilai yang dicatat? Pencatatan aset tetap di neraca tergantung pada maksud penggunaan pihak-pihak yang membiayai kegiatan tersebut. B.000.000 dan APBN sebesar Rp500. Apabila terjadi hal tersebut. ditambah dengan nilai APBN apabila sudah ada serah terima antara pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut pada Pemerintah Pusat adalah sebagai berikut:  Realisasi Belanja selaku transaksi anggaran: . Sumber Belanja Dalam praktik hubungan antar pemerintahan.000. maka pemerintah pusat tidak mencatat aset tetap tersebut di neraca.000. pembangunan gedung tersebut didanai dari APBD sebesar Rp1. Pemda X menganggarkan dalam belanja modal. pihak mana yang mencatat di neraca.000. Apabila pemerintah pusat berniat menyerahkan sekolah tersebut kepada pemerintah daerah.

000 (Untuk mencatat realisasi belanja barang) *) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masing-masing entitas.000 Ditagihkan ke Entitas Lain *) 500.000.000.000.000.000 (Untuk mencatat realisasi belanja modal) *) Jurnal dimaksud disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan masingmasing entitas.000 (Untuk mencatat perolehan aset tetap)  Penambahan nilai gedung dari APBN sebagai kontribusi pemerintah pusat atas pembangunan gedung sekolah.000 dana Sedangkan Jurnal pada pemerintah daerah adalah sebagai berikut:  Realisasi Belanja Tanggal Uraian Belanja Modal Debet Kredit 1.000 .000.  Pengakuan Gedung dan Bangunan yang dibiayai dari APBD Tanggal Uraian Gedung dan Bangunan Debet Kredit 1.000 Ditagihkan ke Entitas Lain *) 1.000.000.000 Kas di Kas Umum Negara (Untuk mencatat penyerahan partisipasi pembangunan sekolah) 500.Tanggal Uraian Debet Belanja Barang Kredit 500.000.000 500.500.000.500.000 Kas di Kas Umum Daerah 1.500.  Penyerahan Hibah Pusat ke Daerah berupa partisipasi pembangunan gedung sekolah Tanggal Uraian Debet Beban Hibah Kredit 500.500. setelah diadakan Berita Acara Serah Terima: Tanggal Uraian Gedung dan Bangunan Pendapatan Hibah – LO (Untuk mencatat perolehan gedung sekolah yang berasal dari Pemerintah Debet Kredit 500.000.

Pusat) .