You are on page 1of 25

PERSIAPAN PEMASANGAN DEFIBRILATOR

RS Ibu dan Anak
Jl. Prof.A.Madjid Ibrahim I No.3

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Banda Aceh

1/2
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Direktur

SOP

dr. RUSDI ANDID, Sp. A
PEMBINA UTAMA MUDA
NIP. 19610306 198812 1 001
Pengertian

Kejutan listrik (Electric Shock) dengan memberikan aliran listrik secara
“asinkron” sehingga terjadi depolarisasi sel miokard dan akan terjadi
repolarisasi yang seragam dan akan menjadikan jantung berkontraksi dengan
baik.

Tujuan

Membuat kontraksi jantung menjadi lebih baik

Kebijakan

Dilakukan oleh team yang telah mendapatkan pelatihan PPGD

Prosedur

Indikasi
Ventrikel fibrilasi/ventrikel takhikardi pulsless
Persiapan :
1. Defibrilator lengkap dengan pedalnya
2. EKG Monitor
3. Jelly EKG
4. Trollye emergency siap dengan obat jantung
5. alat pemberian oksigen
6. peralatan inturasi
Prosedur penggunaan defibrillator :
Defibrillator diletakkan disamping (dekat telinga kiri) korban, penolong
pertama sebagai pemegang paddle defibrillator disamping kanan korban dan
penolong kedua yang melakukan resositasi jantung disamping kiri korban.
Posisi ini dapat disesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Langkah – langkah
1. Pastikan klinis penderita dan gambaran EKG ventrikel fibrilasi/ventrikel
taknikardi tanpa nadi.
2. Siapkan peralatan, bila peralatan belum siap lakukan resositasi jantung
dan paru terlebih dahulu.
3. Menyalakan power defibriklator, usahakan layer monitor terbaca jelas.
4. Letakkan pada electrode di upper right sternal border (dibawah klavikula)
dan disamping kiri putting susu kiri. Atau “apex” paddle di letakkan
diprekoridum kiri dan “sternum” paddle diletakkan di right infrascapular.
Apabila korban menggunakan pacu jantung permanen jangan terlalu
dekat meletakkan paddle dengan generator tersebut.
5. Pastikan penolong tidak bersentuhan langsung maupun tidak langsung
dengan korban tekan tombol ANALIZE untuk menganalisa irama, pada
alat defibritator tertentu akan menganalisa secara otomatis. Setelah pads
electrode ditempatkan.
6. Tekan tomboh shock dengan sebelumnya memastikan tidak ada seorang
pun bersentuhan dengan korban dengan mengucapkan “I’am dear, your
clear, everybody clear” atau “clear”.
Setelah defibrilasi pertama tadi jangan langsung melanjutkan RJP,
analisa lagi iramanya dan pengulangan defibrilasi kedua dan ketiga
perhatikan :
-

Lakukan RJP jika alat belum siap

-

Jika pasien terpasang pace motor maka matikan terlebih dahulu.

Pengamatan post defibrilasi
1. Nilai sirkulasi pasien / cek nadi
2. Monitor EKG, pasang irline (jika belum ada)
3. Siapkan pemberian obat-obatan dan observasi efeknya.
4. Terapi oksigen sesuai dengan keadaan pasien
5. Catat kejadian yang ada selama dilakukan defibrilasi

Unit Terkait

Perobahan EKB sebelum selama dan setelah tindakan

Jumlah dan besar energi yang diberikan

Kejadian lain selama defibrilasi

Petugas UGD

Larutan Savlon (5 cc) 3. 2. air. Radiasi.Madjid Ibrahim I No. pertolongan pertama dan merujuk pasien luka bakar. 19610306 198812 1 001 Kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas/suhu dingin yang tinggi. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP. suhu dingin (frost gite).PERAWATAN LUKA BAKAR No. listrik (elektrik) zat kimia (zat asam kuat. . Oleskan salep silver sulfadizin (Burnazin. daryantule) 4. Tutup permukaan luka dengan tule (sufratule. Perawatan lanjutan bila diperlukan dengan eskarektomi dan tandur kulit. zat basa kuat). RUSDI ANDID. Dermazin) 3. Prof. 2.A. Bersihkan (irigasi) luka dengan NaCl (500 cc) yang sudah ditambahkan. Bersihkan (irigasi) luka dengan larutan NaCl (500 cc) yang sudah ditambahkan larutan Savlon (5 cc). Biarkan selama satu minggu  Perawatan Luka Bakar derajat III : 1. uap air). Revisi Halaman Jl. Direktur dr. Lakukan Debridemen tiap hari 5. Sp. Dokumen RS Ibu dan Anak No.3 1/1 Banda Aceh Tanggal terbit SOP Pengertian Ditetapkan. Dapat mengetahui prinsip-prinsip penanganan luka bakar. cahaya dan Tujuan radang. Kebijakan Serah terima dilakukan dengan persiapan yang lengkap Prosedur Indikasi luka bakar yang sering terjadi antara lain suhu panas (api. sumber listrik. bahan kimiawi. Balut luka dengan kasa steril tebal 5. Balut luka dengan kasa steril tebal 4. Langkah – langkah Penatalaksanaan :  Perawatan luka Bakar Derajat II : 1.

PERAWATAN LUKA BAKAR RS Ibu dan Anak Jl.Majid Ibrahim I No.16 00 2/2 Tanggal terbit 5 April 2010 Prosedur  Perawatan luka bakar Kimia : - Memakai sarung tangan pelindung.01. Dokumen No.A. trauma musculo skeletal aritmia jantung.5.3 Banda Aceh SOP No. Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal.Prof.2031. Revisi Halaman 03. gagal ginjal. liver function test dan enzim-enzim jantung EKG Unit Terkait Petugas UGD . 2. Yang harus diperhatikan pada luka bakar elektrik adalah trauma atau kelaianan penyerta akibat aliran listrik seperti paralisis pernafasan. - Melepas zat kimia yang masih melekat pada kulit dengan cara manual seperti mengusap/menghapus diikuti irigasi.  Meskipun luka kelihatan kecil harus disiram terus ± 15 menit Perawatan Luka Bakar Elektrik : 1. hepar dan jantung yaitu : ureum kreatinin. - Menyiram (grojog/guyur) zat kimia dari tubuh dengan irigasi yang banyak dengan air. - Melepas semua pakaian berserta larutan kimia yang melekat. juga pelindung mata.

3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Langkah – langkah 1. Periksa nafas (look.TEHNIK BHD (Bantuan Hidup Dasar) RS Ibu dan Anak No. Sp. Direktur SOP Pengertian dr. Korban pulih. bila tidak ada kontra indikasi. Lakukan kompresi 300 kali. Buka jalan nafas (Head tilt-chin lift/jaw thrust) 4. lakukan secondary survey (check adanya luka.Madjid Ibrahim I No. Periksa nadi carotis 13. Dilakukan oleh team yang telah mendapatkan licenci PPGD Prosedur Perlengkapan Ada empat langkah yang menentukan keberhasilan pertolongan korban : 1. Mencari titik kompresi (2-3 jari diatas px) 9. Early Defibrilator 4. Early acces 2. Kaji respon (panggil. 14. Kompresi dada dan bantuan nafas dilakukan selama 5 siklus 12. perdarahan dan patah tulang). Prof. tangan yang lain letakkan diatasnya dengan posisi jari-jari saling bertautan. Berikan 2 kali bantuan nafas (1 detik/nafas) kaji adanya pengembangan dada. Dokumen No. Untuk mendapatkan pertolongan awal dan mengurangi resiko kematian sel- Kebijakan sel otak. Setelah 5 siklus CPR. 7. RUSDI ANDID. diikuti dengan bantuan nafas 2 kali 11. Early Advanced Cardiac life support. feel) max 10 detik 6. 10.A. Periksa nadi carotis (mak 10 detik) 8. 19610306 198812 1 001 Suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong korban yang dalam keadaan Tujuan nyawa terancam. listen. Keluarkan benda asing yang ada dalam mulut (eross fingers. Berikan posisi recovery. Aktifkan sistem EMS (call for help) 3. Early CPR 3. Unit Terkait Petugas kamar operasi MEMBUKA PACK INSTRUMENT . fingers sweep) 5. goncangan lembut) 2. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP. Tempatkan 1 tangan pada titik tersebut. Revisi Halaman Jl. 100 x/menit teratur.

Direktur SOP Pengertian Tujuan dr. 19610306 198812 1 001 Tindakan membuka pack instrument dengan teknik aseptik Mempertahankan sterilitas intrument Kebijakan Meminimalisasi infeksi nosokomial Prosedur Perlengkapan 1.3 No. Dokumen No. Cek tanggal sterilisasi 3. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP. Lepas ikatan pada pack instrumen 4.RS Ibu dan Anak Jl. Meja instrumen besar yang kering dan bersih 2. Tarik lipatan bagian luar ke samping kanan dan lipatan bagian dalam ke samping kiri 6.Madjid Ibrahim I No. Cuci tangan 2. Pegang bagian ujung lipatan paling atas dengan kedua tangan kemudian tarik ke arah luar 7. Prof. Pack instrument Langkah – langkah 1. Pindahkan instrumen ke meja instrumen besar steril Unit Terkait Petugas kamar operasi MEMBUKA SEAL PACK . RUSDI ANDID. Tarik lipatan kedua ke arah perawat 8. Sp.A. Letakkan pack instrumen dengan posisi tertutup dan pembungkus bagian luar menghadap perawat 5. Revisi Halaman Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan.

sobek. Sp. Cek tanggal sterilisasi atau expire date 3. Prof. Pastikan bungkusan tidak terbuka. sobek atau berlubang dan basah 4. Direktur Pengertian dr. Tindakan membuka seal pack ini dikerjakan di dalam ruang OK sehingga mengurangi resiko kontak langsung dengan barang non steril 2. Korentang Langkah – langkah 1. berlubang dan basah Prosedur Perlengkapan 1. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 19610306 198812 1 001 Tindakan membuka seal pack steril dengan teknik aseptik Tujuan Menjaga sterilitas alat yang berada didalam seal pack saat diambil maupun sesudah dikeluarkan Kebijakan 1. Cuci tangan sesuai SOP cuci tangan 2. Seal Pack 2. Jangan buka seal pack di atas meja instrumen Unit Terkait Semua bagian keperawatan .RS Ibu dan Anak Jl. Seal Pack tidak bisa digunakan jika terbuka. Buka perekat setengah bagian 5. Dokumen No.A. Berikan kepada perawat instrument atau ambil dengan korentang 6. Revisi Halaman Banda Aceh 1/1 Tanggal terbit SOP Ditetapkan.3 No. RUSDI ANDID.Madjid Ibrahim I No.

Pastikan tromol tertutup dengan baik sebelum dan sesudah mengambil alat Unit Terkait Semua bagian keperawatan MEMAKAI BAJU PEMBEDAHAN .3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan.A. Tujuan 1.Madjid Ibrahim I No. Direktur SOP dr. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan membuka dan menutup tromol steril yang berisi alat steril dengan teknik aseptik.MEMBUKA DAN MENUTUP TROMOL RS Ibu dan Anak No. Ambil alat yang dibutuhkan 7. Tutup dan kunci tromol 8. Revisi Halaman 1/1 Jl. Buka tromol dari samping atau dari belakang 6. Letakkan tromol diatas meja dengan posisi siap dibuka 4. Buka kunci tromol 5. Dokumen No. Meja dengan permukaan kering dan bersih 2. Menjaga sterilitas alat yang berada didalam tromol saat diambil maupun sesudah dikeluarkan dari tromol 2. Mempertahankan sterilitas isi tromol setelah tromol ditutup kembali Kebijakan Tindakan membuka dan menutup tromol ini dikerjakan didalam ruang operasi dan di areal yang lapang sehingga mengurangi resiko kontak langsung dengan barang non steril Prosedur Perlengkapan 1. Tromol steril Langkah – langkah 1. Cek tanggal sterilisasi 3. RUSDI ANDID. Sp. Prof. Cuci tangan sesuai SOP cuci tangan 2.

Meja alat tenun 2. Direktur dr. Pakai baju dengan posisi jauh di belakang meja untuk mendapatkan area yang bebas dan luas serta aman 3. Dokumen No.A. Pegang bagian dalam leher dari baju dengan kedua tangan 4. Ikat tali baju bagian dalam leher dan bagian dalam pinggang oleh sirkulator 7. RUSDI ANDID. Melindungi pasien dari mikroorganisme yang kemungkinan dibawa oleh tim bedah 2. Mempertahankan sterilitas Kebijakan Meminimalisasi infeksi nosokomial Prosedur Perlengkapan 1.3 Banda Aceh Tanggal terbit SOP Ditetapkan. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tujuan Tindakan menyiapkan dan memakai baju pembedahan secara aseptik 1. Ambil dan angkat lipatan baju pembedahan 2. Unit Terkait Petugas kamar operasi (tim steril yang terlibat operasi) MEMAKAI GLOVE STERIL SECARA TERTUTUP . Pertahankan bagian depan baju tetap di depan badan 5. Sp. Paket baju pembedahan steril yang terbuka sesuai ukuran 3.RS Ibu dan Anak No. Korentang steril dalam tempatnya Langkah – langkah 1. Memakai gloves steril. Revisi Halaman 1/1 Jl.Madjid Ibrahim I No. Prof. Masukkan kedua lengan ke dalam kedua lengan baju secara simultan 6.

Ambil gloves tangan kiri dari pembungkus dengan jari yang sudah memakai gloves. Dengan tangan kiri.4 untuk tangan kiri 7. Ambil gloves dengan korentang dan letakkan di atas meja alat tenun oleh sirkulator 3. ambil sarung tangan kanan dari pembungkus dan pegang lipatan bagian luar gloves 4. Dengan tangan masih di dalam manset baju. Buka pack gloves steril 2.Madjid Ibrahim I No.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Masukkan 4 jari kedua tangan di bawah lipatan gloves kemudian regangkan lubang gloves (hati-hati ibu jari) 5.A. Melindungi pasien dari mikroorganisme yang kemungkinan dibawa oleh tim bedah. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tujuan Tindakan memakai glove steril dengan teknik aseptik 1. Prof. Ulangi cara no. Pakaikan dengan posisi telapak gloves menghadap ke arah asisten atau operator Unit Terkait Petugas kamar operasi MEMPERSIAPKAN JARINGAN UNTUK PEMERIKSAAN . Kebijakan Dilakukan dengan teknik aseptik oleh tim bedah Prosedur Perlengkapan 1. Buka pack gloves steril 2. masukkan tangan kanan ke dalam gloves 5. Glove steril 2. Dokumen No. Tarik ujung sarung tangan sampai menutupi manset baju Asisten dan Operator (dipakaikan oleh instrumentator) : 1. Sp. Ambil gloves dengan korentang dan letakkan di atas meja alat tenun oleh sirkulator 3. Direktur SOP dr. Revisi Halaman 1/1 Jl. Set steril operasi Langkah – langkah Instrumentator : 1. Mempertahankan sterilitas 2.RS Ibu dan Anak No. Ambil gloves sebelah kanan oleh instrumentator 4. RUSDI ANDID. masukkan di bawah lipatan gloves 6.

Dokumen No. Memberikan penjelasan kepada pasien tentang rencana tindakan yang akan dilakukan dan meminta persetujuan pasien dan keluarga dengan formulir yang tersedia 2. Masukkan jaringan ke dalam tempat yang telah disediakan 5. Pemeriksaan PA berdasarkan instruksi dokter dan disetujui oleh pasien dan keluarga 2. Memakai glove 4. Mencuci tangan 3.RS Ibu dan Anak PATOLOGI ANATOMI (PA) No.A. Tempat jaringan 3.3 1/1 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. bulan. Tidak terjadi kerusakan jaringan yang akan di periksa 2. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Mempersiapkan jaringan hasil operasi untuk diperiksakan ke laboratorium PA dengan benar Tujuan 1. Revisi Halaman Jl. Menghindari terjadinya kesalahan identitas terhadap jaringan yang diperiksa Kebijakan 1. Direktur SOP dr. tahun dan nama operator 7. Mencuci Tangan 8. Jaringan yang akan di PA 2. Mencatat pada buku pemeriksaan PA Unit Terkait Petugas kamar operasi OBSERVASI PASIEN POST OPERASI . Prof. Sp. Tutup tempat jaringan dan tempelkan stiker yang bertuliskan nama pasien dan nomor MR pada tempat jaringan serta tanggal. Membuka glove 9. Persiapan pemeriksaan menjadi tanggung jawab perawat Prosedur Perlengkapan 1.Madjid Ibrahim I No. RUSDI ANDID. Cairan formalin 10 % secukupnya Langkah – langkah 1. Isikan cairan formalin 10 % ke dalam tempat sampai semua permukaan jaringan terendam 6.

Prof.RS Ibu dan Anak No. File pasien 13. Tiang infus 6. Memantau tanda–tanda vital dan keadaan umum pasien 3. Dokumen No. Humidifire O2 yang sudah terpasang canula 4. Neirbeken 7. Alat tulis . Monitor EKG dan Saturasi O2 2. Suction 3. RUSDI ANDID.Madjid Ibrahim I No.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan.A. Hanger urine bag 8. Alat resusitasi 5. Obat-obat emergency di dalam trolly emergency 9. Revisi Halaman Jl. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Melakukan tindakan observasi terhadap pasien post operasi hingga kondisi pasien memungkinkan untuk dipindahkan ke ruang rawat Tujuan 1. Menilai respon pasien terhadap efek obat anestesi Kebijakan Observasi terhadap pasien dilakukan hingga kondisi pasien benar – benar telah memenuhi syarat untuk dipindahkan ke ruang rawat dengan persetujuan Dokter anestesi dan Dokter bedah Prosedur Perlengkapan 1. Direktur SOP dr. Selimut 11. Sp. Mempertahankan jalan nafas pasien 2. Tissue toilet 10. Lembar observasi 12.

Gantung tiang infus dan atur tetesan infus 7. lapor ke dokter dan catat pada lembar observasi khusus 13. bila ada keraguan hubungi dokter yang bersangkutan 10. Bila Acc Dokter. Lapor ke dokter operator/anestesi bila ditemukan keadaan yang abnormal 16. Berikan anti emetik sesuai instruksi dokter bila pasien mual/muntah. Baca instruksi dokter pasca anestesi/bedah. Gantung urine bag lebih rendah dari posisi pasien dengan gantungan urine bag 8. bila pasien kedinginan berikan ekstra selimut dan catat hasil pada lembar observasi khusus 12. Laporkan hasil observasi pada dokter anestesi setelah minimal observasi satu jam 21. saturasi dan EKG 5. Observasi suhu. Observasi tensi dan nadi tiap 5 menit atau sesuai instruksi dokter dan catat hasil pada lembar observasi khusus 11. Isi daftar ceklist pre operasi dan pemeriksaan post operasi 20. Pasang monitor tensi.Langkah – langkah 1. Observasi kecepatan dan dalamnya pernafasan dengan melihat gerakan dada dan catat hasil pada lembar observasi khusus dan berikan O 2 sesuai instruksi dokter 4. Observasi tetesan infus dan jumlah cairan yang sudah masuk dan catat hasil pada lembar observasi khusus dan form balance cairan 15. kemudian catat pada lembar observasi khusus tentang obat yang diberikan 18. Pindahkan pasien dari transferbed ke bed pasien 2. pindahkan pasien ke ruangan Unit Terkait Petugas kamar operasi . Observasi kesadaran dan catat hasil pada lembar observasi khusus 9. Buang urine dan catat pada lembar observasi khusus dan form balance cairan 19. bila perdarahan bertambah banyak. Pasang side rile tempat tidur 6. Berikan analgetik sesuai instruksi dokter bila pasien mengeluh nyeri kemudian catat pada lembar observasi khusus tentang obat yang diberikan 17. perhatikan jalan nafas 3. Observasi perdarahan dari drain dan luka operasi. Atur posisi pasien. Observasi output urine dan catat hasil pada lembar observasi khusus dan form balance cairan 14.

Direktur dr. Dokumen No. Prof. 2. Lakukan pengecekan setiap hari untuk menjamin sterilitas alat Unit Terkait Semua bagian Keperawatan. Sp. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tujuan Tindakan mengecek atau memeriksa sterilitas pack alat steril Mempertahankan sterilitas alat Kebijakan Meminimalisasi infeksi nosokomial Prosedur Perlengkapan 1. Revisi Halaman RS Ibu dan Anak Jl.Madjid Ibrahim I No. sekalian bongkar besar ruangan 8. Jika nomor 1. Alat tulis Langkah – langkah 1. Cek tanggal alat disterilkan pada autoclave tape (batas lama alat steril 4 hari) 5. 3 tidak terpenuhi maka alat tidak steril 6. RUSDI ANDID. Pack alat steril 2.PENGECEKAN INSTRUMEN STERIL No.A. Mencuci tangan 2. Cek tanda steril (autoclave tape) jika ada garis berwarna hitam berarti alat sudah steril 4. Untuk alat atau instrumen yang ada di dalam bak instrument & tromol. Untuk alat atau instrumen yang ada di dalam bak instrument & tromol. . Cek kebutuhan bungkusan alat (alat terbungkus dengan kuat dan tidak ada robek) 3. dan ada bahan pengawetnya (formalin tablet) maka bisa di steril ulang setiap 4 hari dengan batas maksimal 1 minggu. Sterilkan kembali alat yang sudah tidak steril 9. dan tidak ada bahan pengawetnya (formalin tablet) maka harus di steril ulang setelah 1 x 24 jam 7.3 Banda Aceh Tanggal terbit SOP Ditetapkan.

Identifikasi keutuhan kemasan. Buku ekspedisi serah terima alat Langkah – langkah 1. nama alat. Bila belum lengkap. nama pengirim dan asal pengirim serta nama penerima dan bubuhkan tanda tangan pada masing-masing kolom yang tersedia di buku serah terima alat 4. Sp. nama alat dan ruangan pengirim pada label kemasan alat 5.Madjid Ibrahim I No. jumlah. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan menyerahkan dan menerima alat/instrumen yang tidak steril dari ruangan ke OK untuk disterilkan Tujuan 1. minta pengantar alat untuk melengkapi 6. Semua alat yang tidak steril 2. Menghindarkan kesalahan dalam menerima dan memberikan alat/instrumen oleh petugas OK dan Ruang Rawat 2.SERAH TERIMA ALAT/INSTRUMENT DARI RUANGAN KE OK RS Ibu dan Anak No. RUSDI ANDID. Direktur SOP dr.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Meminimalisasi kesalahan dalam pengepakan alat/ instrument Kebijakan Penyerahan alat harus dilakukan oleh petugas masing-masing/yang bersangkutan dengan benar dan dilakukan pencatatan Prosedur Perlengkapan 1. Bawa alat ke ruang pensterilan 7. Berikan autoclave tape pada label dan tulis tanggal di autoclave tape 8. Prof.A. Sterilkan alat dengan autoclave 9. Identifikasi pada buku serah terima alat bila alat sudah diambil Unit Terkait Petugas kamar operasi dan ruangan MENGELOLA DISPOSAL . Kirim alat yang tidak steril ke OK 3. Mencuci tangan 2. Lakukan serah terima alat dengan menuliskan tanggal diantar. Dokumen No. Telpon ruangan bila alat sudah steril 10. Revisi Halaman Jl.

Tutup botol sampah tajam dan ikat kantong sampah 4. non medis. Lepas sarung tangan dan cuci tangan sesuai prosedur 7. Revisi Halaman RS Ibu dan Anak Jl. dan sampah tajam sesuai dengan tempat sampah masing-masing Kebijakan Gunakan alat pelindung diri yang lengkap saat melakukan prosedur ini Prosedur Perlengkapan 1. Direktur SOP dr. Sp. hitam non infeksi) 4. Kantong plastik berwarna (merah infeksi. Dokumen No. Perhatikan hal-hal berikut : Unit Terkait  Beri label pada tempat sampah medis/non medis  Pastikan sampah masuk sesuai dengan kategori kantong  Jaga kebersihan dan kerapian Semua bagian keperawatan . infeksi dan non infeksi) 3. Sarung tangan Langkah – langkah 1. Pisahkan sampah sesuai kategori (sampah tajam. Bawa kantong sampah ke kereta sampah 5. Masukkan kantong sampah ke ruang disposal 6. RUSDI ANDID.A. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan mengelola sampah sesuai dengan kategori sampah Tujuan Membedakan dan membuang sampah medis.Madjid Ibrahim I No. Tabung Plastik tertutup 2. Prof.No. Memakai sarung tangan 2.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Tempat sampah tertutup 3.

boot. Gogle 7. gogle. Menjaga fungsi instrument tetap baik 4. Cuci tangan Unit Terkait Semua bagian keperawatan . Bak rendaman Langkah – langkah 1. apron 3. Sikat dengan cairan pencuci pada engsel. Mencuci tangan 2. Bila ada yg keras/berkarat bersihkan dengan parafin 8. Memakai glove. Membersihkan instrument dari darah. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan mencuci instrument setelah dipakai untuk operasi/ tindakan lainnya dengan menggunakan anti septik Tujuan 1. Meminimalisasi kerusakan instrument 3.A.MENCUCI INSTRUMENT No. Dokumen No. gigi-gigi pegangan instrument 5. Boot 8. Direktur SOP dr. Air mengalir 11. Set ulang.Madjid Ibrahim I No. Sp. Keringkan 7. Anti septik (clorin. lemak dan jaringan 2. Meminimalisasi mok Kebijakan Dilakukan dengan menggunakan peralatan universal precaution yang baik Prosedur Perlengkapan 1. cairan pencuci yang lembut) 3. Bersihkan dengan air mengalir 6. Parafin 4. Instrument kotor 2. Rendam instrument ± 5-10 menit dalam larutan clorin 4.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. RUSDI ANDID. Sikat halus 10. Lap kering 9. Revisi Halaman RS Ibu dan Anak Jl. Glove 5. Apron 6. siap untuk disterilkan 9. Prof.

Linen pembungkus Langkah – langkah 1. Revisi Halaman RS Ibu dan Anak Jl. Direktur SOP dr. Ikat kuat dengan tali 11. lakukan hal yang sama di sisi yang berlawanan 7. Tulis nama petugas yang mengepack 13. Autoclave tape 6.Madjid Ibrahim I No. RUSDI ANDID.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Tali 3. Cuci tangan 2.A. Beri label nama set 12. menutupi set dan lipat keluar linen yang paling ujung pada satu sisi. Label 4. Instrument/linen set 2. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan mebungkus instrumen/linen yang akan disterilkan dengan menggunakan kain Tujuan Menjaga alat/linen yang dibungkus agar tertutup rapat dan tidak terpapar dengan udara luar sehingga setelah disterilkan akan tetap terjaga sterilitasnya Kebijakan Diwajibkan untuk menuliskan nama set linen dan siapa nama petugas yang Prosedur membungkus saat membungkus linen Perlengkapan 1. Lakukan hal yang sama pada lapisan linen 2 9. Periksa set sesuai keperluan 4. Tempelkan autoclave tape pada label 14. Cuci tangan Unit Terkait Semua bagian keperawatan . Pakai glove 3. Lipat sisa linen di bagian samping kanan dan kiri ke arah tengah dan lipat keluar di ujung linen 8. Alat tulis 5. Prof. Buka glove 15.MEMBUNGKUS PACK INSTRUMEN/LINEN No. Dokumen No. Bentangkan linen pembungkus bersusun 2 lembar 5. Letakkan set diatas pembungkus 6. Lipat lapisan linen 1. Akhiri dengan melipat linen bagian samping yang paling luar ke arah dalam 10. Sp.

Prof. diantara jari. Direktur SOP Pengertian dr.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Siram dengan air mengalir kemudian gunakan antiseptik ke seluruh bagian telapak tangan dan lengan 6. Jangan kembali kembali ke tangan atau daerah pergelangan tangan yang sudah selesai disikat CUCI TANGAN BEDAH . Revisi Halaman 1/2 RS Ibu dan Anak Jl. Mulailah menyikat telapak tangan kemudian secara berurutan sikat setiap jari. Dokumen No. Gunakan pemotong kuku bila diperlukan 5. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Tindakan mencuci tangan dengan menggunakan sikat dan antiseptik dibawah air mengalir sebelum melakukan tindakan pembedahan dengan teknik aseptik Tujuan Meminimalisasi mikroorganisme yang menempel di tangan petugas Mencegah infeksinisokomial petugas dan pasien Mengangkat kotoran. luka Prosedur bakar.Madjid Ibrahim I No. dan atau lesi kulit pada tangan atau lengan Perlengkapan Air mengalir Antiseptik Clorehexidin glikolenat 4 % Sikat cuci tangan Pemotong kuku Alkohol 70 %. Langkah – langkah 1. Gulung lengan baju sampai lebih dari 2 inch diatas siku 3. Dilanjutkan dengan menyikat lengan ka atas sampai sedikit dibawah sikuselama 30 detik.A. Gunakan sikat 4. RUSDI ANDID.CUCI TANGAN BEDAH No. Sp. minyak dari tangan tim bedah Kebijakan Prosedur ini tidak diperbolehkan bagi petugas yang terdapat luka terbuka.dan punggung tangan lanjutkan pada seluruh permukaan selama 2 menit dengan perhatian khusus pada pada kuku jari dan kutikula 8. Dibawah air mengalir bersihkan bagian bawah kukujari secara teliti ( kuku harus pendek dan terbebas dari cat warna kuku) 7. Lepaskan semua perhiasan yang dikenakan di tangan dan lengan 2.

01.16 00 2/2 Tanggal terbit 5 April 2010 9. 13. Setelah langkah ke-7. Gunakan punggung untuk membuka pintu kamar operasi Unit Terkait Tim steril bedah ANTISEPTIC DAERAH OPERASI . Buang sikat 12.Majid Ibrahim I No.2031. Dokumen No.5. Angkat tangan ke atas sehingga air mengalir dari siku 14. sikat ulang kedua telapak tangan selama 30 detik 11.Prof.A. Ulangi cara tersebut untuk tangan yang lain.3 Banda Aceh SOP No.RS Ibu dan Anak Jl. Setelah 30 detik pindahkan sikat dari dari tangan yang belum disikat ke tangan yang sudah disikat dan ulang cara seperti diatas 10. Revisi Halaman 03. Bilas tangan dan lengan dibawah air yang mengalir bersihkan satu tangan dan lengan biarkan air menetes dari siku.

Betadine Langkah – langkah 1. RUSDI ANDID. Ulangi tindakan tersebut sampai 2 kali 3. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan antiseptik yang dilakukan sebelum operasi di daerah operasi dengan menggunakan cairan betadine Tujuan Memberikan antiseptik preoperasi Memenimalisasi mikroorganisme di daerah operasi Kebijakan Dilakukan dengan arah keluar dari daerah operasi Atiseptik dilakukan kurang lebih sejah Prosedur cm dari daerah insisie Perlengkapan 1.A.No.Madjid Ibrahim I No. Dengan menggunakan cairan betadin dan kassa usap daerah insisi dengan arah putaran jarum jam kearah luar daerah operasi sejauh cm. Prof. 2. Sp. Direktur SOP dr. Lanjutkan drapping Unit Terkait Perawat asisten DRAPPING . Kassa 3. Disinfeksi klem 2. Revisi Halaman 1/1 RS Ibu dan Anak Jl.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. Dokumen No.

pasang linen sampai di ujung daerah antiseptik 3.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan.Madjid Ibrahim I No. pasangkan doek lobang besar ke darah operasi Bedah umum 1. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan menutup pasien dengan menggunakan linen steril selain daerah yang akan di lakukan insisi yang sudah dilakukan antiseptik terlebih dahulu dengan Tujuan teknik aseptik Meminimalisasi daerah septik Meminimalisasi infeksi nosokomial Kebijakan Drapping dilakukan dengan benar.A. Prof.benar memperhatikan septik dan aseptik Prosedur Perlengkapan Linen steril Langkah – langkah Orthopedi 1. Direktur SOP dr. pasangkan doek lobang besar dengan posisi lobang berada diatas daerah insisi. Sp. tutup dengan linen yang lebih kecil di medial dari daerah insisi kemudian jepit dengan doek klem 3. Buat linen berbentuk segitiga di pangkal daerah antiseptik kemudian jepit dengan doek klem 5. bentangkan linen memanjang untuk menangkap daerah septik yang dipegang oleh perawat sirculer 6. lipat doek tersebut hingga menutupi semua daerah septic dan klem dengan doek klem 7.No. Pasangkan linen yang sama diatas linin yang pertama 4. Unit Terkait Perawat asisten dan instrumen PEMBERSIHAN KAMAR BEDAH . Dokumen No. RUSDI ANDID. Setelah dilakukan antiseptik jangan letakkan dahulu daerah operasi ke meja operasi 2. Revisi Halaman 1/1 RS Ibu dan Anak Jl. Setelah dilakukan antiseptik bentangkan doek lebar untuk menutupi daerah septik yang berada di daerah distal dan proksimal dari daerah insisi 2.

Alat pelindung diri 2. baskom Langkah – langkah Pembersihan rutin/ harian 1. Revisi Halaman 1/2 RS Ibu dan Anak Jl. Direktur SOP dr. Pembersihan ini dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan kamar bedah 2. alatuntuk lap dinding dan langit.No. timba/ ember 8. permukaan meja operasi dan matrasnya harus dbersihkan dari bekas darah jika ada 4. plastik tempat sampah harus diganti yang baru pada tiap pembedahan . Semua permukaan peralatan yang terdapat didalam kamar bedah harus dibersihkan dengan cairan clorin 3. sapu lantai 3. A PEMBINA UTAMA MUDA NIP 19610306 198812 1 001 Pengertian Tindakan membersihkan kamar bedah secara rutin dn periodik Tujuan Mempertahankan kesterilan kamar bedah Mencegah infeksi nosokomial Kebijakan Pembersihan kamar bedah dilakukan menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh rumah sakit Alat pelndung diri wajib dikenakan saat melakukan pembersihan Prosedur Lakukan universal precaution Perlengkapan 1. detrgen 6.Madjid Ibrahim I No. RUSDI ANDID. Dokumen No. Prof. air bersih 7.langit 9.A.3 Banda Aceh Tanggal terbit Ditetapkan. cairan clorin 5. Sp. sikat lantai lap basah dan kering 4.

Lantai dibersihkan dari detergen 7. lampu operasi dibersihkan setiap hari dalam keadaan dingin 10.5.Prof.A. Langit. Keringkan lantai lap dengan pel basah kering yang dicelup ke cairan clorin terlebih dahulu 8. botol suction alat-alat anestesi yang dipakai 6.langit di disinfecsi dengan caran clorin 5. alat tenun bekas operasi dikeluarkan 9. Dilakukan secara teratur setiap mingu sekali 2. Semua peralatan yang berada di dalam kamar operasi di disinfecsi dengan cairan clorin dan dikeluarkan dari kamar operasi 3. lantai di sapu kemudian dipel dengan cairan clorin. Lantai di sapu dan diguyur dengan air dan detergen kemudian disikat dengan arah ke belakang mengelilingi lantai dari sudut ke sudut dengan arah yang berurutan 6.2031. Lakukan UV ruangan Pembersihan sewaktu 1. alas kaki/ sandal dibersihkan tiap hari Pembersihan mingguan 1. Bila sudah kering 9.01.16 00 2/2 Tanggal terbit 5 April 2010 Prosedur 5.Majid Ibrahim I No. Dokumen No.RS Ibu dan Anak Jl.3 Banda Aceh SOP PEMBERSIHAN KAMAR BEDAH No. air bekas pel tidak boleh digunakan untuk yang lain dan harus di buang 8. dinding dan semua peralatan di kamar bedah Pemakaian kamar bedah untuk tindakan pembedahan selanjutnya diizinkan setelah pembersihan secara menyeluruh dan sterilisasi ruangan selesai . noda di dinding harus dibersihkan 7. Permukaan dinding di cuci dengan air mengair 4. Masukkan kembali peralatan ke dalam kamar operasi 10. Revisi Halaman 03. Pembersihan dilakukan menyeluruh meliputi lantai. semua peralatan yang digunakan dalam pembedahan harus dibersihkan seperti selang suction. Dilakukan bila kamar bedah digunakan untuk tindakan pembedahan pada kasus infeksi 2.

Unit Terkait Instalasi ranap dan rasif .