You are on page 1of 31

Referat

Otitis Media Supuratif Kronik

Disusun oleh
Jovi Ignasius (11-2015-064)
Pembimbing
Dr. Benhard B.J. Pandjaitan, Sp. THT-KL

Fakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Barat No. 6, Jakarta

Kepaniteraan Klinik THT RS FMC
Periode 8 Februari 2016 – 12 Maret 2016
1

Pendahuluan
Otitis media supuratif kronik ialah infeksi kronik di telinga tengah lebih dari 2 bulan
dengan adanya perforasi membran timpani, sekret yang keluar dari telinga tengah dapat terus
menerus atau hilang timbul. Sekret bisa encer atau kental, bening atau berupa nanah. Otitis
media supuratif kronik (OMSK) didalam masyarakat Indonesia dikenal dengan istilah congek,
teleran atau telinga berair. Kebanyakan penderita OMSK menganggap penyakit ini merupakan
penyakit yang biasa yang nantinya akan sembuh sendiri. Penyakit ini pada umumnya tidak
memberikan rasa sakit kecuali apabila sudah terjadi komplikasi. Biasanya komplikasi didapatkan
pada penderita OMSK tipe maligna seperti labirinitis, meningitis, abses otak yang dapat
menyebabkan kematian. Kadangkala suatu eksaserbasi akut oleh kuman yang virulen pada
OMSK tipe benign pun dapat menyebabkan suatu komplikasi.
Bakteri aerob penyebab OMSK antara lain: Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis,
Stafilokokus

aureus,

Stafilokokus

epidermidis,

Streptokokus

b-hemolitikus,

Difteroid,

Streptokokus viridan, Proteus dan Enterobakter sp. Bakteri anaerob yang sering dijumpai antara
lain: Bakteroides fragilis, Peptokokus, Peptostreptokokus, Klosstridium sporogenes, Klostridium
perfringens dan Klostridium novyi.
Pada dasarnya keberhasilan pengobatan penyakit infeksi bakteri dengan antibiotik
merupakan hasil akhir dari 3 komponen, yaitu penderita, bakteri dan antibiotika.Hal ini
disebabkan karena penyakit infeksi bakteri adalah manifestasi klinik dari interaksi antara
penderita dan bakteri. Adapun untuk pengobatan infeksi dibutuhkan antibiotika yang tepat dan
daya tahan tubuh penderita itu sendiri. Memilih antibiotika yang tepat dapat dilakukan
berdasarkan sekurang-kurangnya mengetahui jenis bakteri penyebab penyakit dan akan lebih
baik lagi apabila disertai dengan adanya hasil uji kepekaan pemeriksaan mikrobiologi. Ketidak
patuhan penderita dalam perawatan, kuman yang resisten, bentuk anatomi telinga, adanya
komplikasi, menyebabkan kesulitan dalam hal pengobatan dan perawatan penderita OMSK.
Helmi, Mangape, Freidmann mengatakan bahwa Stafilokokus aereus telah resisten
terhadap antibiotika golongan penisilin seperti amoksisilin atau ampisilin, tetapi kombinasinya
dengan sulbaktam/asam klavulanat lebih baik daya bunuhnya terhadap kuman gram positif.

2

Isi
Anatomi telinga tengah1
Telinga tengah berbentuk kubus dengan 1
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Batas luar
Batas depan
Batas bawah
Batas belakang
Batas atas
Batas dalam

: membrane timpani
: tuba eustachius
: vena jugularis
: aditus ad antrum, kanalis facialis pars vertikalis
: tegmen timpani (meningen/otak)
: berturut turut dari atas ke bawah kanalis semisirkularis horizontal,
kanalis facialis, tingkap lonjong (oval window), tingkap bundar
(round window) dan promontorium. 1
Anatomi telinga

Anatomi telinga tengah
Fisiologi Pendengaran
Getaran suara ditangkap oleh daun telinga yang dialirkan keliang telinga dan mengenai
membran timpani, sehingga membran timpani bergetar. Getaran ini diteruskan ke tulang-tulang
pendengaran yang berhubungan satu sama lain. Selanjutnya stapes menggerakkan tingkap
lonjong (foramen ovale) yang juga menggerakkan perilimf dalam skala vestibuli. Getaran
3

perilimf dalam skala timpani akan bergerak sehingga tingkap (foramen rotundum) terdorong ke arah luar. Perforasi dapat 4 .diteruskan melalui membrane Reissener yang mendorong endolimf dan membran basal kearah bawah.5 Skala media yang menjadi cembung mendesak endolimf dan mendorong membran basal. sehingga menjadi cembung kebawah dan menggerakkan perilimf pada skala timpani. dan dengan berubahnya membran basal ujung sel rambut menjadi lurus. Rangsangan fisik tadi diubah oleh adanya perbedaan ion Kalium dan ion Natrium menjadi aliran listrik yang diteruskan ke cabang-cabang n. Pada waktu istirahat ujung sel rambut berkelok-kelok. Transmisi Suara5 Pemeriksaan fisik Pada peradangan akut. membrane timpani terlihat merah dan pembuluh darah kecil dapat terlihat berjalan di permukaannya. Otitis media supuratif Akut menyebabkan peradangan dan penonjolan membrane timpani yang disertai dengan hilangnya gambaran normal. yang kemudian meneruskan rangsangan itu ke pusat sensorik pendengaran diotak (area 39-40) melalui saraf pusat yang ada dilobus temporalis.5 Gambar 7.VII.

jika dibandingkan dengan telinga yang normal. tetapi mastoiditis sejati sekarang jarang terjadi. mintalah pasien untuk menjepit hidung dan berusaha untuk meniup dengan bibir terkatup. Jika membrane timpani terlihat normal. Kombinasi gangguan ini lazim ditemukan.terjadi di mana saja pada membrane timpani. 2 Pemeriksaan Pendengaran2 Gangguan pendengaran biasanya dibagi menjadi 2 jenis yang mempunyai etiologi dan terapi yang berbeda. yang menyebabkan membrane timpani berwarna putih tebal. Kolesteatoma bukan tumor sejati.2 5 . Kedua jenis tuli ini dapat dibedakan dengan garpu tala. meskipun untuk menentukan kelainan yang pasti perlu dilakukan pemeriksaan audiometric. Antrum dapat ditemukan dengan menekuk telinga depan dengan hati hati memasukkan jari telunjuk ke dalam cekungan berbentuk segitiga antara tonjolan mastoid dengan pangkal telinga. tetapi dapat meluas ke dalam struktur-struktur di dekatnya. Pada mastoiditis. 2 Mobilitas membrane timpani hilang kalau terjadi pembentukan jaringan parut. Jangan melakukan tes ini kalau pasien jelas menderita penyakit di dalam telinganya. Tuli konduktif disebabkan oleh gangguan hantaran getaran udara ke telinga dalam. Massa yang terdiri dari epitel squamosal dan debris ini terlihat seperti nodulus bergranulasi dan pucat warnanya di mana saja sepanjang pinggir membrane timpani. dan mengalami pemendekan. anatomi tulang pendengaran mungkin dapat dilihat dengan jelas. Tuli sensorineural disebabkan oleh penyakit yang timbul dimana saja antara organ corti dengan otak.2 Nyeri tekan mastoid umum ditemukan pada otitis media akut. telinga menjadi lebih jauh dari kepala. Membrane yang normal berwarna abu abu seperti mutiara tidak terlihat lagi. Membrane timpani yang normal akan menonjol ke luar sebagai respons terhadap peningkatan tekanan yang dihantarkan sampai ke tuba eustachius. Hasil akhir infeksi yang tidak diobati adalah pembentukan jaringan parut. Infeksi yang berulang ulang atau proses peradangan kronis dapat menimbulkan kolesteatoma. Pemendekan ini membuat maleus terlihat lebih menonjol. Nyeri tekan antrum mastoid selalu dapat ditemukan pada mastoiditis.

Dalam keadaan normal hantaran suara melalui udara lebih baik daripada hantaran suara melalui tulang. Jika ada tuli konduktif pada 1 telinga.Tes rinne mendeteksi tuli konduktif. Tanyakan apakah pasien mendengar lebih jelas pada satu telinga daripada telinga yang lain atau tidak. bunyi tersebut akan terdengar jelas pada telinga normal. Jika ada tuli saraf pada satu telinga. 2 Gambar : tes Rinne dan tes Weber2 6 . Alasannya adalah bahwa efek peredam yang berasal dari suara gaduh normal di latar belakang menjadi berkurang pada telinga tersebut karena adanya gangguan hantaran. maka hantaran melalui tulang akan mengatasi kesulitan ini. Getarkanlah garpu tala dan pasanglah pada puncak kepala. 2 Tes weber memastikan adanya tuli konduktif atau menunjukkan adanya tuli sensori neural. hantaran bunyi melalui udara dan tulang tidak diteruskan ke SSP. suara akan terdengar lebih keras pada telinga itu. Pada tuli saraf. Jika penyakit menghalangi hantaran gelombang suara yang normal.

pindahkan garpu ke mastoid anda sendiri.Secara mudah. ini berarti bahwa pasien menderita gangguan sensorineural. 1 7 . 2 Gambar : Hasil pemeriksaan2 Otitis Media Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah. Jika anda dapat mendengar getaran tersebut. 1 Otitis Media Supuratif Kronik Otitis media supuratif kronis (OMSK) dahulu disebut otitis media perforate (OMP) atau dalam sebutan sehari hari congek. Selain itu terdapat juga otitis media spesifik. Getarkanlah garpu tala dan pasanglah pada mastoid pasien. Kalau suara tersebut sudah tidak terdengar lagi. bening atau berupa nanah. antrum mastoid dan sel sel mastoid. Otitis media yang lain ialah otitis media adhesive.Tes schwabach memastikan adanya tuli sensori neural dengan membandingkan pendengaran pasien dengan pemeriksan yang normal. yaitu otitis media supuratif akut (otitis media akut=OMA) dan otitis media supuratif kronis (OMSK/OMP). otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif. Secret mungkin encer atau kental. Yang disebut otitis media supuratif kronis ialah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membrane timpani dan secret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. 1 Masing masing golongan mempunyai bentuk akut dan kronis. 1 Banyak ahli membuat pembagian dan klasifikasi otitis media. seperti otitis media tuberkulosa atau otitis media sifilitika. tuba Eustachius. Begitu pula otitis media serosa terbagi menjadi otitis media serosa akut (barotrauma = aerotitis) dan otitis media serosa kronis.

OMSK tipe bahaya (tipe tulang = tipe maligna) 1 Berdasarkan aktivitas secret yang keluar dikenal juga: 1. daya tahan tubuh pasien rendah (gizi kurang) atau hygiene buruk. 1 Letak perforasi Letak perforasi di membrane timpani penting untuk menentukan tipe/jenis OMSK. virulensi kuman tinggi. disebut otitis media supuratif subakut. OMSK tipe aman (tipe mukosa = tipe benign) 2. 1 Jenis OMSK OMSK dapat dibagi atas 2 jenis. atau setelah berenang dimana kuman masuk melalui liang telinga luar. yaitu 1.1 Pada jenis ini terdapat sekret pada telinga dan tuli.Perjalanan penyakit Otitis media akut dengan perforasi membrane timpani menjadi otitis media supuratif kronis apabila proses infeksinya kurang dari 2 bulan. Ukuran perforasi bervariasi dari sebesar jarum sampai perforasi subtotal pada pars tensa. Sekret bervariasi dari mukoid sampai mukopurulen. terapi yang tidak adekuat. atau jika granulasi 8 . 1 Beberapa factor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK ialah terapi yang terlambat diberikan. marginal. Pada perforasi sentral. Perluasan infeksi ke sel-sel mastoid mengakibatkan penyebaran yang luas dan penyakit mukosa yang menetap harus dicurigai bila tindakan konservatif gagal untuk mengontrol infeksi. OMSK aktif OMSK dengan secret yang keluar dari kavum timpani secara aktif. sedangkan di seluruh tepi perforasi masih ada sisa membrane timpani. Jarang ditemukan polip yang besar pada liang telinga luas. Biasanya didahului oleh perluasan infeksi saluran nafas atas melalui tuba eutachius. perforasi terdapat di pars tensa. Pada perforasi marginal sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan annulus atau sulkus timpanikum. atau atik. Perforasi membrane timpani dapat ditemukan di daerah sentral. Perforasi atik ialah perforasi yang terletak di pars flaksida.

alergi hidung. hygiene dan nutrisi yang jelek. Perforasi pada OMSK tipe bahaya letaknya marginal atau di atik. 6 Faktor predisposisi pada penyakit tubotimpani : a. Kebanyakan melaporkan prevalensi OMSK pada anak termasuk anak yang mempunyai kolesteatom. 2. Pus yang selalu aktif atau berbau busuk ( aroma kolesteatom) Foto rontgen mastoid adanya gambaran kolesteatom. apalagi insiden OMSK saja. 4. kondisi sosial. Gejala lain yang dijumpai seperti vertigo. Mandi dan berenang dikolam renang.pada mesotimpanum dengan atau tanpa migrasi sekunder dari kulit. OMSK ini dikenal juga dengan OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe tulang. dimana kadangkadang adanya sekret yang berpulsasi diatas kuadran posterosuperior. ekonomi.6 2. Umumnya OMSK tipe aman jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya. kadang kadang terdapat juga kolesteatoma pada OMSK dengan perforasi subtotal. e. mengkorek telinga dengan alat yang terkontaminasi. 6 Proses peradangan pada OMSK tipe aman terbatas pada mukosa saja.1 Pada pemeriksaan telinga dijumpai perforasi total yang kering dengan mukosa telinga tengah yang pucat. 1 Tanda-tanda klinis OMSK tipe maligna : 1. tetapi tidak mempunyai data yang tepat. 6 9 . 3. suku. OMSK tenang OMSK tenang ialah yang keadaan kavum timpaninya terlihat basah atau kering. Sebagian besar komplikasi yang berbahaya atau fatal timbul pada OMSK tipe bahaya. Infeksi saluran nafas yang berulang. d. Otitis media supuratif akut yang berulang. dan biasanya tidak mengenai tulang. rhinosinusitis kronis. Gejala yang dijumpai berupa tuli konduktif ringan. tonsilitis kronis. tinitus.6 Epidemiologi Prevalensi OMSK pada beberapa negara antara lain disebabkan. Pada OMSK tipe aman tidak teradapat kolesteatoma.atau suatu rasa penuh dalam telinga. b. Adanya Abses atau fistel retroaurikular Jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang berasal dari kavum timpani. tidak ada data yang tersedia. Perforasi terletak di sentral. Malnutrisi dan hipogammaglobulinemia. tempat tinggal yang padat. c.1 Yang dimaksud dengan OMSK tipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan kolesteatoma. Pembesaran adenoid pada anak.

dan beberapa organisme lainnya. jarang dimulai setelah dewasa. diet. sinusitis). 6 Penyebab OMSK antara lain: 1. Sistem sel-sel udara mastoid lebih kecil pada penderita otitis media. Adanya tuba patulous. dimana kelompok sosioekonomi rendah memiliki insiden yang lebih tinggi. 3. 2. Infeksi saluran nafas atas 10 . mencapai telinga tengah melalui tuba Eustachius. Genetik Faktor genetik masih diperdebatkan sampai saat ini. Secara umum dikatakan otitis media kronis merupakan kelanjutan dari otitis media akut dan / atau otitis media dengan efusi. tetapi tidak diketahui faktor apa yang menyebabkan satu telinga dan bukan yang lainnya berkembang menjadi keadaan kronis 4. Tetapi sudah hampir dipastikan hal ini berhubungan dengan kesehatan secara umum.Etiologi Terjadi OMSK hampir selalu dimulai dengan otitis media berulang pada anak. Organisme yang terutama dijumpai adalah Gram negatif. tapi belum diketahui apakah hal ini primer atau sekunder. menyebabkan refluk isi nasofaring yang merupakan faktor insiden OMSK yang tinggi di Amerika Serikat. Faktor infeksi biasanya berasal dari nasofaring (adenoiditis. tetapi mempunyai hubungan erat antara penderita dengan OMSK dan sosioekonomi. tonsilitis. rinitis. Otitis media sebelumnya. flora tipe-usus. Lingkungan Hubungan penderita OMSK dan faktor sosial ekonomi belum jelas. Infeksi Bakteri yang diisolasi dari mukopus atau mukosa telinga tengah hampir tidak bervariasi pada otitis media kronik yang aktif menunjukan bahwa metode kultur yang digunakan adalah tepat. Faktor Host yang berkaitan dengan insiden OMSK yang relatif tinggi adalah defisiensi immun sistemik. sindrom kemalasan leukosit) dapat manifest sebagai sekresi telinga kronis. terutama apakah insiden OMSK berhubungan dengan luasnya sel mastoid yang dikaitkan sebagai faktor genetik. 5. Fungsi tuba Eustachius yang abnormal merupakan faktor predisposisi yang dijumpai pada anak dengan cleft palate dan Down’s syndrom. tempat tinggal yang padat.mediated ( seperti infeksi HIV. Kelainan humoral (seperti hipogammaglobulinemia) dan cell.

6. Berlanjutnya obstruksi tuba eustachius yang mengurangi penutupan spontan pada perforasi. Infeksi yang menetap pada telinga tengah mastoid yang mengakibatkan produksi sekret telinga purulen berlanjut. Proses ini juga mencegah penutupan spontan dari perforasi. Autoimun Penderita dengan penyakit autoimun akan memiliki insiden lebih besar terhadap otitis media kronis. Pada pinggir perforasi dari epitel skuamous dapat mengalami pertumbuhan yang cepat diatas sisi medial dari membran timpani.6 Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit infeksi telinga tengah supuratif menjadi kronis majemuk.Infeksi virus dapat mempengaruhi mukosa telinga tengah menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap organisme yang secara normal berada dalam telinga tengah. 3. 8. 11 .Yang menarik adalah dijumpainya sebagian penderita yang alergi terhadap antibiotik tetes telinga atau bakteria atau toksin-toksinnya. dimana tuba eustachius sering tersumbat oleh edema tetapi apakah hal ini merupakan fenomen primer atau sekunder masih belum diketahui. sehingga memudahkan pertumbuhan bakteri.Pada telinga yang inaktif berbagai metode telah digunakan untuk mengevaluasi fungsi tuba eustachius dan umumnya menyatakan bahwa tuba tidak mungkin mengembalikan tekanan negatif menjadi normal. Beberapa perforasi yang besar mengalami penutupan spontan melalui mekanisme migrasi epitel. Alergi Penderita alergi mempunyai insiden otitis media kronis yang lebih tinggi dibanding yang bukan alergi. namun hal ini belum terbukti kemungkinannya. Gangguan fungsi tuba eustachius yang kronis atau berulang.Banyak penderita mengeluh sekret telinga sesudah terjadi infeksi saluran nafas atas. a. Gangguan fungsi tuba eustachius Pada otitis kronis aktif. 2.6 Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan perforasi membran timpani menetap pada OMSK : 1. Infeksi hidung dan tenggorok yang kronis atau berulang. antara lain : 1. 7. 4.

Sekret yang bercampur darah berhubungan dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga dan merupakan tanda adanya kolesteatom yang mendasarinya. Terdapat daerah-daerah dengan sekuester atau osteomielitis persisten di mastoid.6 2. dapat menghambat bunyi dengan efektif ke fenestra ovalis. polip. putih) atau mukoid ( seperti air dan encer) tergantung stadium peradangan.b. Sekret yang sangat bau. Bila tidak dijumpai kolesteatom. Faktor-faktor konstitusi dasar seperti alergi. Telinga berair (otorrhoe) Sekret bersifat purulen (kental. mengkilap. Gangguan pendengaran mungkin ringan sekalipun proses patologi sangat hebat. penebalan mukosa. Hal ini dapat disebabkan oleh jaringan parut. Meningkatnya jumlah sekret dapat disebabkan infeksi saluran nafas atas atau kontaminasi dari liang telinga luar setelah mandi atau berenang. 4. kelemahan umum atau perubahan mekanisme pertahanan tubuh. 5. berwarna putih. Pada OMSK tipe jinak. cairan yang keluar mukopus yang tidak berbau busuk yang sering kali sebagai reaksi iritasi mukosa telinga tengah oleh perforasi membran timpani dan infeksi. tuli konduktif kurang dari 20 db ini ditandai bahwa rantai 12 . Pada OMSK tipe ganas unsur mukoid dan sekret telinga tengah berkurang atau hilang karena rusaknya lapisan mukosa secara luas. Sekret yang mukus dihasilkan oleh aktivitas kelenjar sekretorik telinga tengah dan mastoid. Terjadinya metaplasia skumosa atau perubahan patologik menetap lainya pada telinga tengah. Biasanya dijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Perforasi membran timpani yang menetap. Dapat terlihat keping-keping kecil. Gangguan pendengaran Ini tergantung dari derajat kerusakan tulang-tulang pendengaran. 3. Suatu sekret yang encer berair tanpa nyeri mengarah kemungkinan tuberkulosis. berwarna kuning abu-abu kotor memberi kesan kolesteatoma dan produk degenerasinya. Obstruksi anatomik tuba Eustachius parsial atau total 2. 6. karena daerah yang sakit ataupun kolesteatom.6 Manifestasi Klinis 1. 6 Pada OMSK stadium inaktif tidak dijumpai adannya sekret telinga. jaringan granulasi atau timpanosklerosis. Keluarnya sekret biasanya hilang timbul. Obstruksi menetap terhadap aerasi telinga atau rongga mastoid.

dan bila ada merupakan suatu tanda yang serius.6 4. hantaran tulang dapat menggambarkan sisa fungsi kohlea. Uji fistula perlu dilakukan pada kasus OMSK dengan riwayat vertigo. Fistula merupakan temuan yang serius. Penyebaran infeksi ke dalam labirin juga akan meyebabkan keluhan vertigo. Vertigo Vertigo pada penderita OMSK merupakan gejala yang serius lainnya. Nyeri merupakan tanda berkembang komplikasi OMSK seperti Petrositis. Keluhan vertigo seringkali merupakan tanda telah terjadinya fistel labirin akibat erosi dinding labirin oleh kolesteatom. Pada OMSK tipe maligna biasanya didapat tuli konduktif berat karena putusnya rantai tulang pendengaran. tetapi sering kali juga kolesteatom bertindak sebagai penghantar suara sehingga ambang pendengaran yang didapat harus diinterpretasikan secara hati-hati. Penurunan fungsi kohlea biasanya terjadi perlahan-lahan dengan berulangnya infeksi karena penetrasi toksin melalui jendela bulat (foramen rotundum) atau fistel labirin tanpa terjadinya labirinitis supuratif. atau ancaman pembentukan abses otak. Vertigo yang timbul biasanya akibat perubahan tekanan udara yang mendadak atau pada panderita yang sensitif keluhan vertigo dapat terjadi hanya karena perforasi besar membran timpani yang akan menyebabkan labirin lebih mudah terangsang oleh perbedaan suhu. Vertigo juga bisa terjadi akibat komplikasi serebelum. karena infeksi kemudian dapat berlanjut dari telinga tengah dan mastoid ke telinga dalam sehingga timbul labirinitis dan dari sana mungkin berlanjut menjadi meningitis. terpaparnya durameter atau dinding sinus lateralis.6 13 . Otalgia ( nyeri telinga) Nyeri tidak lazim dikeluhkan penderita OMSK. dengan demikian dapat diteruskan melalui rongga telinga tengah. Uji ini memerlukan pemberian tekanan positif dan negatif pada membran timpani. Kerusakan dan fiksasi dari rantai tulang pendengaran menghasilkan penurunan pendengaran lebih dari 30 db. Nyeri dapat berarti adanya ancaman komplikasi akibat hambatan pengaliran sekret. Nyeri telinga mungkin ada tetapi mungkin oleh adanya otitis eksterna sekunder. Bila terjadinya labirinitis supuratif akan terjadi tuli saraf berat. Beratnya ketulian tergantung dari besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah. Pada OMSK keluhan nyeri dapat karena terbendungnya drainase pus. 6 3. subperiosteal abses atau trombosis sinus lateralis.tulang pendengaran masih baik.

kista epidermoid. dan teori implantasi. yang ternyata bukan. antara lain adalah teori invaginasi. teori metaplasia. kolesteatosis. Beberapa istilah lain yang diperkenalkan oleh para ahli antara lain adalah : keratoma (Schucknecht). atau menurut pemahaman penulis. Teori tersebut akan lebih mudah dipahami bila diperhatikan definisi kolesteatoma menurut Gray (1964) yang mengatakan. Untuk mengetahui jenis dan derajat gangguan pendengaran dapat dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni. squamous epiteliosis. Epitel kulit di liang telinga merupakan suatu daerah Cul-de-sac sehingga apabila terdapat serumen padat di 14 . audiometri tutur (speech audiometry) dan pemeriksaan BERA (brainsystem evoked response audiometry) bagi pasien/ anak yang tidak kooperatif dengan pemeriksaan audiometri nada murni.Diagnosis Diagnosis OMSK dibuat berdasarkan gejala klinik dan pemeriksaan THT terutama pemeriksaan otoskopi. 1 Pemeriksaan penunjang lain berupa foto rontgen mastoid serta kultur dan uji resistensi kuman dari secret telinga. epidermosis. 1 Istilah kolesteatoma mulai diperkenalkan oleh Johanes Muller pada tahun 1838 karena disangka kolesteatoma merupakan suatu tumor. 1 Sebagaimana kita ketahui bahwa seluruh epitel kulit (keratinizing stratified squamous epithelium) pada tubuh kita berada pada lokasi yang terbuka/terpapar ke dunia luar. epidermoid kolesteatoma. 1 Kolesteatoma Kolesteatoma adalah suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin). kolesteatoma adalah epitel kulit yang berada pada tempat yang salah. kolesteatoma dapat terjadi oleh karena adanya epitel kulit yang terperangkap. teori migrasi. Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk sehingga kolesteatoma bertambah besar. 1 Pathogenesis Banyak teori dikemukakan oleh para ahli tentang pathogenesis kolesteatoma. Pemeriksaan penala merupakan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran.

2. Kolesteatoma akuisital sekunder Kolesteatoma terbentuk setelah adanya perforasi membrane timpani. Kolesteatoma terbentuk sebagai akibat dari masuknya epitel kulit dari liang telinga atau dari pinggir perforasi membrane timpani ke telinga tengah (Teori migrasi) atau terjadi akibat metaplasia mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi yang berlangsung lama (Teori metaplasia) 1 Pada teori implantasi dikatakan bahwa kolesteatoma terjadi akibat implantasi epitel kulit secara iatrogenic ke dalam telinga tengah sewaktu operasi.Sebaliknya infeksi dapat memicu respons imun local yang mengakibatkan produksi berbagai mediator inflamasi dan berbagai sitokin. yang paling sering adalah Proteus dan Pseudomonas Aeruginosa. Kolesteatoma timbul akibat terjadi proses invaginasi dari membrane timpani pars flaksida karena adanya tekanan negative di telinga tengah akibat gangguan tuba (teori invaginasi) b. Kolesteatoma di cerebellopontin angle sering ditemukan secara tidak sengaja oleh ahli bedah saraf. Lokasi kolesteatom biasanya di kavum timpani. 1 Klasifikasi1 Kolesteatoma dapat dibagi atas 2 jenis: 1. tumor necrosis factor-α (TNF-α).Sitokin yang diidentifikasi terdapat pada matriks kolesteatoma adalah interleukin (IL-1). pemasangan pipa ventilasi atau setelah miringotomi. jenis ini terbagi atas 2 : a. 1 Kolesteatoma merupakan media yang baik untuk tempat pertumbuhan kuman (infeksi). Kolesteatoma kongenital yang terbentuk pada masa embrionik dan ditemukan pada telinga dengan membrane timpani utuh tanpa tanda tanda infeksi. Kolesteatoma akuisital primer Kolesteatoma yang terbentuk tanpa didahului oleh perforasi membrane timpani. dan transforming growth 15 . setelah blust injury. interleukin-6.telinga pada waktu yang lama maka dari epitel kulit yang berada medial dari serumen tersebut seakan terperangkap sehingga membentuk kolesteatoma. Kolesteatoma akuisital yang terbentuk setelah anak lahir. daerah petrosus mastoid atau di cerebellopontin angle.

dan mampu berangiogenesis. Zat-zat ini dapat menstimulasi sel sel keratinosit matriks kolesteatoma bersifat hiperploferatif. destruktif. bila terinfeksi kuman yang virulen. 1 Komplikasi Otitis Media Supuratif Otitis media supuratif.Bentuk komplikasi ini tergantung pada kelainan patologik yang menyebabkan kematian. sedangkan pada kasus yang sudah lanjut dapat terlihat abses atau fistel retroaurikuler (belakang telinga). 1 16 . Terjadinya proses nekrosis terhadap tulang diperhebat oleh karena pembentukan reaksi asam oleh pembusukan bakteri.Biasanya komplikasi didapatkan pada pasien OMSK tipe bahaya. (sering terlihat di epitimanum).Pemberian obat obatan sering menyebabkan gejala dan tanda klinis komplikasi OMSK menjadi kurang jelas. secret berbentuk nanah atau berbau khas (aroma kolesteatoma) atau terlihat bayangan kolesteatoma pada foto rontgen mastoid. namun beberapa tanda klinik dapat menjadi pedoman akan adanya OMSK tipe bahaya. mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya yang dapat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan kematian. 1 Massa kolesteatoma ini akan menekan dan mendesak organ di sekitarnya serta menimbulkan nekrosis terhadap tulang. 1 Tanda klinik OMSK tipe bahaya Mengingat OMSK tipe bahaya seringkali menimbulkan komplikasi yang berbahaya maka perlu ditegakkan diagnosis dini.Dengan tersedianya antibiotika mutahir komplikasi otogenik semakin jarang. Walaupun diagnosis pasti baru dapat ditegakkan di kamar operasi.Bentuk komplikasi ini tergantung apda kelainan patologik yang menyebabkan otore.Hal tersebut menyebabkan pentingnya mengenal pola penyakit yang berhubungan dengan komplikasi ini. Proses nekrosis tulang ini mempermudah timbulnya komplikasi seperti labirinitis. yaitu perforasi pada marginal atau pada atik. baik yang akut maupun kronis.factor (TGF). Tanda ini biasanya merupakan tanda dini dari OMSK tipe bahaya. terlihat kolesteatoma pada telinga tengah. polip atau jaringan granulasi di liang telinga luar yang berasal dari dalam telinga tengah. tetapi OMSK tipe aman pun dapat menyebabkan suatu komplikasi. meningitis dan abses otak.

suatu dinding pertahanan ketiga yaitu jaringan granulasi akan terbentuk. dapat diperkirakan jalan penyebaran suatu infeksi telinga tengah ke intracranial. Bila sawar ini runtuh. Pada otitis media supuratif akut atau suatu eksaserbasi akut penyebaran biasanya melalui osteotromboflebitis (hematogen). suatu komplikasi yang relative tidak berbahaya. tromboflebitis sinus lateralis. didapatkan dinding tulang telinga tengah utuh. 1 Dari gejala dan tanda yang ditemukan. Komplikasi terjadi beberapa minggu atau lebih setelah awal penyakit b. masih ada sawar kedua. Penyebaran hematogen Penyebaran melalui osteotromboflebitis dapat diketahui dengan adanya : a. dan tulang serta lapisan mukoperiosteal meradang dan mudah berdarah. Komplikasi terjadi pada awal suatu infeksi atau eksaserbasi akut.Sedangkan pada kasus yang kronis.Cara penyebaran lainnya ialah toksin masuk melalui jalan yang sudah ada. meningitis dan abses otak. Gejala prodromal tidak jelas seperti didapatkan pada gejala meningitis local c. Bila kea rah kranial. Runtuhnya periosteum akan menyebabkan terjadinya abses subperiosteal. akan menyebabkan abses ekstradural. Gejala prodromal infeksi local biasanya mendahului gejala infeksi yang lebih luas. Pertahanan pertama ialah mukosa saluran nafas mampu melokalisasi infeksi.Bila sawar ini runtuh. duktus perilimfatik dan duktus endolimfatik. penyebaran terjadi melalui erosi tulang. Terdapat 3 macam penyebaran penyakit Otitis Media 1. sehingga disebut juga mastoiditis hemoragika 2. meatus akustikus internus. Akibat infeksi megarah ke dalam tulang temporal. yaitu dinding tulang kavum timpani dan sel mastoid. Bila sawar tulang terlampaui. Pada operasi. bila : a. dapat terjadi pada hari pertama atau kedua sampai hari ke sepuluh b. atau gejala meningitis local mendahului yang purulent 17 . misalnya paresis N facialis ringan yang hilang timbul mendahului paresis n Facialis yang total. misalnya melalui fenestra rotundum. maka akan menyebabkan paresis N Facialis atau labirinitis. Penyebaran melalui erosi tulang Penyebaran melalui erosi tulang dapat diketahui.Penyebaran penyakit Komplikasi otitis media terjadi apabila sawar (barrier) pertahanan telinga tengah yang normal dilewati sehingga memungkinkan infeksi menjalar ke struktur di sekitarnya. maka struktur lunak di sekitarnya akan terkena.

1 Beberapa penulis mengemukakan klasifikasi komplikasi otitis media yang supuratif dibagi menjadi : 1 1. a.c. 3. riwayat operasi tulang atau riwayat otitis media yang sudah sembuh. sebab jaringan patologis yang terdapat di kavum timpani pun. mungkin dapat ditemukan fraktur tenggorok.Bila dalam jangka waktu tertentu ternyata tidak ada perbaikan setelah diukur dengan elektrodiagnostik (misalnya elektromiografi). Komplikasi di telinga tengah Akibat infeksi telinga tengah hampir selalu berupa tuli konduktif. Struktur jaringan lunak yang terbuka biasanya dilapisi oleh jaringan granulasi. Biasanya derajat tuli konduktif tidak selalu berhubungan dengan penyakitnya. Pada operasi dapat ditemukan lapisan tulang yang rusak di antara focus supurasi dengan struktur sekitarnya. Penyebaran melalui jalan yang sudah ada Penyebaran cara ini dapat diketahui bila : a. serta menghilangkan tekanan di dalam kavum timpani dengan drainase. Perforasi membrane timpani persisten b. misalnya kolesteatoma dapat menghantarkan suara ke telinga dalam. barulah dipikirkan untuk melakukan dekompresi. Paresis nervus facialis Nervus facialis dapat terkena oleh penyebaran infeksi langsung ke kanalis facialis pada otitis media akut.Pada otitis media kronis kerusakan terjadi oleh erosi tulang oleh kolesteatom atau oleh jaringan granulasi. Pada membrane timpani yang masih utuh. Pada otitis media akut operasi dekompresi kanalis facialis tidak diperlukan. Pada operasi dapat ditemukan jalan penjalaran melalui sawar tulang yang bukan oleh karena erosi. akan menyebabkan tuli konduktif yang berat. disusul oleh infeksi ke dalam kanalis facialis tersebut. Pada otitis media supuratif kronis. Ada serangan labirinitis atau meningitis berulang. Komplikasi di telinga dalam 18 . Komplikasi terjadi pada awal penyakit b.Perlu diberikan antibiotika dosis tinggi dan terapi penunjang lainnya. Kerusakan tulang pendengaran c. Komplikasi intracranial mengikuti komplikasi labirinitis supuratif c. tindakan dekompresi harus sefera dilakukan tanpa harus menunggu pemeriksaan elektrodiagnositik. 1 2. tetapi rangkaian tulang pendengaran terputus.

ada kemungkinan produk infeksi itu akan menyebar ke telinga dalam melalui tingkap bulat (fenestra rotundum). maka akan terjadi kompresi dan ekspansi labirin membrane. untuk mengontrol penyakit primer. 1 Penyebaran oleh proses destruksi seperti oleh kolesteatoma atu infeksi langsung ke labirin akan menyebabkan gangguan keseimbangan dan pendengaran. sehingga terbentuk fistula. sehingga terjadi labirinitis dan akhirnya akan terjadi komplikasi tuli total atau meningitis. sehingga fungsi telinga dalam dapat pulih kembali. Tes fistula bisa negative. 19 . Fistula labirin dan labirinitis Otitis media supuratif kronis terutama yang dengan kolesteatom. mual dan muntah.Apabila terdapat peninggian tekanan di telinga tengah oleh produk infeksi. Hal ini sering dipakai sebagai indikasi untuk melakukan miringotomi segera pada otitis media akut yang tidak membaik dalam 48 jam dengan pengobatan medika mentosa saja. Balon karet dipencet dan udara di dalamnya akan menyebabkan perubahan tekanan udara di liang telinga. Misalnya vertigo. 1 a. dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian vestibuler labirin. Pada keadaan ini infeksi dapat masuk. Akan tetapi apabila kerusakan telah menyebar ke koklea akan menjadi masalah. Selama kerusakan hanya sampai bagian basalnya saja biasanya tidak menimbulkan keluhan pada pasien. Fistula di labirin dapat diketahui dengan tes fistula.Tindakan bedah yang adekuat. Bila fistula yang terjadi masih paten. Tes fistula positif akan menimbulkan nistagmus atau vertigo.Matriks kolesteatoma dan jaringan granulasi harus diangkat dari fistula sampai bersih dan daerah tersebut harus segera ditutup dengan jaringan ikat atau sekeping tulang tulang rawan. serta tuli saraf. bila fistulanya sudah tertutup oleh jaringan granulasi atau bila labirin sudah mati atau paresis kanal. Pada fistula labirin atau labirinitis. yaitu dengan memberikan tekanan udara positif atau negative ke liang telinga melalui otoskop Siegel dengan corong telinga yang kedap atau balon karet dengan bentuk elips pada ujungnya yang dimasukkan ke dalam liang telinga. Pemeriksaan radiologic tomografi atau CT Scan yang baik kadang kadang dapat memperlihatkan fistula labirin yang iasanya ditemukan di kanalis semisirkularis horizontal. operasi harus segera dilakukan untuk menghilangkan infeksi dan menutup fistula.

Labirinitis Labirinitis yang mengenai seluruh bagian labirin. Seringkali disertai dengan rasa nyeri di daerah parietal.Pada waktu melakukan operasi telinga tengah dilakukan 20 . sedangkan labirinitis yang terbatas (sirkumskripta) menyebabkan terjadinya vertigo saja atau tuli saraf saja. Yang sering ialah penyebaran langsung ke sel sel udara tersebut. seperti fibrosis dan osifikasi. dengan gejala vertigo berat dan tuli saraf berat.b. sehingga terjadi kerusakan yang irreversible. penyebaran yaitu infeksi labirinitis ke serosa ruang dan supuratif. Terdapat beberapa cara penyebaran infeksi dari telinga tengah ke os petrosum. Petrositis Kira kira sepertiga dari populasi manusia. Pada labirinitis serosa toksin menyebabkan disfungsi serosa toksin menyebabkan disfungsi labirin tanpa invasi sel radang. temporal atau oksipital. tulang temporalnya mempunyai sel sel udara sampai ke apeks os petrosum.Kadang kadang diperlukan juga drainase nanah dari labirin untuk mencegah terjadinya meningitis. Pengobatan petrositis ialah operasi serta pemberian antibiotika protocol komplikasi intracranial. terbentuklah suatu sindrom yang disebut ssindrom Gradenigo. sedangkan pada labirinitis supuratif. oleh karena terkenanya N V ditambah dengan terdapatnya otore yang persisten.Pemberian antibiotika yang adekuat terutama ditujungan kepada pengobatan otitis media kronik dengan atau tanpa kolesteatoma. Pada kedua bentuk labirinitis itu operasi harus segera dilakukan untuk menghilangkan infeksi dari telinga tengah.Labirinitis supuratif dibagi dalam bentuk labirinitis supuratif aku difus dan labirinitis supuratif kronik difus. Adanya petrositis sudah harus dicurigai apabila pada pasien otitis media terdapat keluhan diplopia. karena kelemahan N VI. Komplikasi ke ekstradural a.Labirinitis serosa dapat terbentuk labirinitis serosa difus dan labirinitis serosa sirkumskripta. sel radang menginvasi labirin. Labirinitis perilymph. disebut labirinitis umum (general). Kecurigaan terhadap petrositis terutama bila terdapat nanah yang keluar terus menerus dan rasa nyeri yang menetap pasca mastoidektomi.Terdapat terjadi 2 oleh bentuk karena labirinitis. 1 3.

terutama bila darah diambil bila demam. c. hemiplegia dan pada pemeriksaan terdapat tanda kernig positif. dan penurunan kesardaran sampai koma pada pasien OMSK. atau membuang dinding sinus yang terinfeksi atau nekrotik. b. Abses subdural Abses subdural jarang terjadi sebagai perluasan langsung dari abses ekstradural biasanya sebagai perluasan tromboflebitis melalui pembuluh vena. Sebelum itu dilakukan dulu ligase vena jugulare interna atau mencegah thrombus terlepas ke paru dan ke dalam tubuh lain. Gejala utamanya berupa nyeri telinga hebat dan nyeri kepala.Pada otitis media supuratif kronis keadaan ini berhubungan dengan jaringan granulasi dan kolesteatoma yang menyebabkan erosi tegmen timpani atau mastoid. Komplikasi ini sering ditemukan pada zaman pra-antibiotik.Kurva suhu demikian menandakan adanya sepsis.Dengan foto rontgen mastoid yang baik. tetapi kini sudah jarang terjadi. Gejalanya dapat berupa demam. Rasa nyeri biasanya tidak jelas.juga eksplorasi sel sel udara tulang petrosum serta mengeluarkan jaringan pathogen.Gejala kelainan susunan saraf pusat bisa berupa kejang. d.Pada mulanya suhu tubuh turun naik.Jika sudah terbentuk thrombus harus juga dilakukan drainase sinus dan mengeluarkan thrombus. membuang sumber infeksi di sel sel mastoid. Tromboflebitis sinus lateralis Invasi infeksi ke sinus sigmoid ketika melewati tulang mastoid akan menyebabkan terjadinya thrombosis sinus lateralis. terutama posisi Schuller. nyeri kepala. kecuali bila sudah terdapat abses perisinus. Abses ekstradural Abses ekstradural adalah terkumpulnya nanah di antara durameter dan tulang. membuang tulang yang berbatasan dengan sinus (sinus plate) yang nekrotik. Demam yang tidak dapat diterangkan penyebabnya merupakan tanda pertama dari infeksi pembuluh darah. Pengobatan haruslah dengan jalan bedah. 21 .Kultur darah biasanya positif.Pada umumnya abses ini baru diketahui pada waktu operasi mastoidektomi. dapat dilihat kerusakan di lempeng tegmen yang menandakan tertembusnya tegmen. tetapi setelah penyakit menjadi berat didapatkan kurva suhu yang naik turun dengan sangat curam disertai dengan menggigil.

Biasanya kadar gula menurun dan kadar protein meninggi di CSS. serta dapat terlokalisasi. atau meningitis.Keadaan ini dapat terjadi oleh OMA.Pada kasus yang berat biasanya kesadaran menurun (delirium sampai koma). pada pemeriksaan CSS terdapat bakteri pada bentuk yang umum (general). 1 4. yang kadang kadang muntahnya muncrat (proyektif). kenaikan suhu tubuh.Abses serebelum dapat ditandai dengan ataksia. Kalau pada abses ekstradural nanah keluar pada waktu operasi mastoidektomi. sebelum dilakukan operasi mastoidektomi. pada abses subdural nanah harus dikeluarkan secara bedah saraf (neuro-surgical). berupa nyeri kepala. serta nyeri kepala hebat.Pungsi lumbal perlu untuk membedakan abses subdural dengan meningitis. muntah serta keadaan letargik. sedangkan pada bentuk yang terlokalisasi tidak ditemukan bakteri. Pada abses subdural pada pemeriksaan CSS kadar protein biasanya normal dan tidak ditemukan normal. disdiadokokinesis. di fosa kranial media.Umumnya didahului oleh suatu abses ekstradural. maupun kronis.Gejala lain yang menunjukkan adanya toksisitas.Keadaan ini sering berhubungan tromboflebitis sinus lateralis. Meningitis Komplikasi otitis media ke susunan saraf pusat yang paling sering ialah meningitis. Gambaran klinik meningitis biasanya berupa kaku kuduk. demam. muntah. petrositis.Afasia dapat terjadi pada abses lobus temporal. atau umum (general).Pada pemeriksaan klinik terdapat kaku kuduk waktu difleksikan dan terdapat tanda kernig positif. Gejala abses serebelum biasanya lebih jelas daripada abses lobus temporal.Abses otak biasanya merupakan perluasan langsung dari infeksi telinga dan mastoid atau trombofletbitis. Abses otak Abses otak sebagai komplikasi otitis media dan mastoiditis dapat ditemukan di serebelum. mual. Komplikasi ke susunan saraf pusat a.Selain itu sebagai tanda yang nyata suatu abses otak ialah nadi yang lambat serta serangan kejang. kemudian infeksi di telinganya ditanggulangi dengan operasi mastoidektomi.Walau secara klinik kedua bentuk ini mirip. tremor intensif dan tidak tepat menunjuk suatu objek. fosa kranial posterior atau di lobus temporal. b. Pemeriksaan 22 . Pengobatan meningitis otogenik ini ialah dengan mengobati meningitisnya dulu dengan antibiotic yang sesuai.

Mastoiditis adalah penyakit sekunder dari otitis media yang tidak sembuh. Mastoiditis merupakan hasil dari infeksi yang lama pada telinga tengah. dengan atau tanpa operasi untuk melakukan drenasi dari lesi. 4  Etiologi Mastoiditis terjadi karena Streptococcus ß hemoliticus / pneumococcus. Seperti telah disebutkan diatas. Bakteri gram negative dan streptococcus aureus adalah beberapa bakteri yang paling sering didapatkan pada infeksi ini. Mastoiditis4 Mastoiditis adalah segala proses peradangan pada sel. maupun OMK.Lokasi abses dapat ditentukan dengan pemeriksaan angiografi. ventrikulografi atau dengan tomografi computer.Selain itu kurang dalam menjaga kebersihan pada telinga seperti masuknya air ke dalam telinga serta bakteri yang masuk dan bersarang yang dapat menyebabkan infeksi traktus respiratorius. bakteri yang didapat pada mastoiditis biasanya sama dengan bakteri yang didapat pada infeksi telinga tengah. pada waktu keadaan umum lebih baik. Mungkin juga terdapat edema papil. c. bahwa keadaan-keadaan yang menyebabkan penurunan dari system imunologi dari seseorang juga dapat menjadi faktor predisposisi 23 .sel mastoid yang terletak pada tulang temporal yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah.Mastoidektomi dilakukan untuk membuang sumber infeksi.Keadaan ini dapat menyertai OMA.Pada pemeriksaan terdapat edema papil. Hidrosefalus otitis Hidrosefalus otitis ditandai dengan peninggian tekanan CSS yang hebat tanpa adanya kelainan kimiawi dari liquor itu. diplopia.CSS memperlihatkan kadar protein yang meninggi serta kenaikan tekanan liquor. dan muntah. Pengobatan abses otak ialah dengan antibiotika parenteral dosis tinggi (protocol terapi komplikasi intracranial). Pada pemeriksaan telinga akan menunjukkan bahwa terdapat pus yang berbau busuk akibat infeksi traktus respiratorius. mual.Selain itu pengobatan dengan antibiotika harus intensif.Keadaan ini diperkirakan disebabkan oleh tertekannya sinus lateralis yang mengakibatkan kegagalan absropsi liquor serebrospinal oleh lapisan araknoid.Gejala berupa nyeri kepala yang menetap. 1 5. pandangan yang kabur.

4  Patofisiologi4 Kuman aerob Gram positif : Gram negative : proteus. TBC Peradangan pada Mastoid Mastoidit Nyeri Timbul suara denging Kemerahan pada mastoid Keluarnya pus 24 . hampir sebagian dari anak-anak yang menderita mastoiditis. Pnemonieae.DM. Bakteri yang berperan pada penderita anak-anak ini adalah S. kuman an aerob s pyogenes dan s albus Bakterioides spp Timbul Infeksi pada telinga Eksogen infeksi dari luar melalui perforosi membrane tympani Rinogen dari penyakit ronggga hidung dan sekitarnya Endogen alergi.mastoiditis. pseudomonas spp E colli. Pada beberapa penelitian terakhir. tidak memiliki penyakit infeksi telinga tengah sebelumnya.

sebelum hasil tes resistensi diterima. 25 . hidung. Terdapat sumber infeksi di faring. Gizi dan higiena yang kurang1 Prinsip terapi OMSK tipe aman ialah konservatif atau dengan medikamentosa. tetapi perforasi masih ada setelah diobservasi selama 2 bulan. yaitu : 1 1. Adanya perforasi membrane timpani yang permanen.1 Bila secret telah kering. dan sinus paranasal 3.Pada infeksi yang dicurigai karena penyebabnya telah resisten terhadap ampisilin dapat diberikan ampisilin asam klavulanat. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh satu atau beberapa keadaan. Sudah terbentuk jaringan patologik yang ireversibel dalam rongga mastoid 4. serta harus berulang ulang. nasofaring. maka diberikan obat pencuci telinga.banyak ahli berpendaoat bahwa semua obat tetes yang dijual di pasaran ini mengandung antibiotika yang bersifat ototoksik.Secret yang keluar tidak cepat kering atau selalu kambuh lagi. berupa larutan H 2O2 3% selama 3-5 hari.Operasi ini bertujuan untuk menghentikan infeksi secara permanen.Bila secret yang keluar terus menerus.Gangguan rasa nyaman Nyeri Cemas Gangguan pendengaran Hiperemi Kerusakan jaringan/dikontinuit as jaringan pus Otolitis Terapi OMSK Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama. Setelah secret berkurang maka terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortikosteroid . maka idealnya dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti.Secara oral diberikan antibiotika dari golongan ampisilin atau eritromisin (bila pasien alergi terhadap penisilin). memperbaiki membrane timpani yang perforasi. Oleh sebab itu penulis menganjurkan agar obat tetes telinga jangan diberikan secara terus menerus lebih dari 1 atau 2 minggu atau pada OMSK yang sudah tenang. sehingga telinga tengah berhubungan dengan dunia luar 2.

Cara ini sebaiknya dilakukan diklinik atau dapat juga dilakukan oleh anggota keluarga. 26 . 1981). 6 Cara pembersihan liang telinga ( toilet telinga) : i. yaitu mastoidektomi. Pembersihan liang telinga dapat dilakukan setiap hari sampai telinga kering. setelah dibersihkan dapat di beri antibiotik berbentuk serbuk. 1 1.1 Gambar: timpanoplasti3 Prinsip terapi OMSK tipe bahaya ialah pembedahan. OMSK benign aktif a. Membersihkan liang telinga dan kavum timpani (ear toilet) Tujuan toilet telinga adalah membuat lingkungan yang tidak sesuai untuk perkembangan mikroorganisme. maka terapi yang tepat ialah dengan melakukan mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti. atau terjadinya infeksi berulang.1 Bila terdapat sumber infeksi yang menyebabkan secret tetap ada. karena sekret telinga merupakan media yang baik bagi perkembangan mikroorganisme ( Fairbank. mungkin juga perlu melakukan pembedahan. maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum mastoidektomi.Bila terdapat abses subperiosteal retroaurikuler. serta memperbaiki pendengaran. Telinga dibersihkan dengan kapas lidi steril. maka sumber infeksi itu harus diobati terlebih dahulu.Terapi konservatif dengan medika mentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan.mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat. Toilet telinga secara kering ( dry mopping).Jadi bila terdapat OMSK tipe bahaya. misalnya adenoidektomi dan tonsilektomi.

B. koagulase positif. dan susunan saraf. Pseudomonas. E. Pada orang dewasa yang koperatif cara ini dilakukan tanpa anastesi tetapi pada anakanak diperlukan anastesi. Kloramfenikol Obat ini bersifat bakterisid terhadap : Stafilokokus. Pemberian antibiotika Antibiotika topikal yang dapat dipakai pada otitis media kronik adalah : i. Resisten pada semua anaerob dan iii. 5% 27 . iii. dengan bantuan mikroskopis operasi adalah metode yang paling populer saat ini. kemudian dengan kapas lidi steril dan diberi serbuk antibiotik. koagulase positif. Toksik terhadap ginjal dan telinga. Koli Klebeilla. Proteus sp. Polimiksin B atau polimiksin E Obat ini bersifat bakterisid terhadap kuman gram negatif. Telinga disemprot dengan cairan untuk membuang debris dan nanah. fragilis Toksik terhadap ginjal ii. 60% Proteus mirabilis. misalnya : Stafilokokus aureus. tetapi dapat mengakibatkan penyebaran infeksi ke bagian lain dan kemastoid ( Beasles. Toilet telinga dengan pengisapan ( suction toilet) Pembersihan dengan suction pada nanah. Proteus. Neomisin Obat bakterisid pada kuma gram positif dan negatif. Pseudomonas. Enterobakter. tetapi resisten terhadap gram positif. Meskipun cara ini sangat efektif untuk membersihkan telinga tengah. 99% Stafilokokus. 6 b. Akibatnya terjadi drainase yang baik dan resorbsi mukosa. 95% Stafilokokus group A. misalnya asam boric dengan Iodine. 96% Proteus sp. Koli.ii. 100% E. Pemberian serbuk antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan reaksi sensitifitas pada kulit. Toilet telinga secara basah ( syringing). 93% Pseudomonas. Dalam hal ini dapat diganti dengan serbuk antiseptik. Kemudian dilakukan pengangkatan mukosa yang berproliferasi dan polipoid sehingga sumber infeksi dapat dihilangkan. 90% Klebsiella. 92% Enterobakter. 1979). 6 Pencucian telinga dengan H2O2 3% akan mencapai sasarannya bila dilakukan dengan “ displacement methode” seperti yang dianjurkan oleh Mawson dan Ludmann.

1 Modifikasi operasi ini ialah dengan memasang tandur (graft) pada rongga operasi serta membuat meatoplasti yang lebar. Pendengaran berkurang sekali. Pasien harus datang dengan teratur untuk control supaya tidak terjadi infeksi kembali. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi (Operasi Bondy) 28 . sehingga dapat menghambat pendidikan atau karier pasien. Dinding batas antara liang telinga luar dan telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan. tetapi terdapat cacat anatomi. maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum kemudian dilakukan mastoidektomi.53%6 2. sehingga rongga operasi kering permanen.Dengan tindakan operasi ini dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik. sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi 1 ruangan.1 Pada operasi ini rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua jaringan patologik. baik tipe benigna atau maligna.Dari penelitian terhadap 50 penderita OMSK yang diberi obat tetes telinga dengan ofloksasin dimana didapat 88.96% sembuh.6 Ada beberapa jenis pembedahan atau tehnik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronis. antara lain : a.Tujuannya ialah supaya infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi.1 Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan berenang seumur hidupnya.Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Tujuan operasi ini ialah untuk membuang semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intracranial.69% dan tidak ada perbaikan 4. yaitu meatus liang telinga luar menjadi lebar. 1 c.Pengobatan konservatif dengan medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan.Bila terdapat abses subperiosteal. Mastoidektomi sederhana (simple mastoidectomy) Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang dengan pengobatan konservatif tidak sembuh. OMSK Maligna Pengobatan yang tepat untuk OMSK maligna adalah operasi. 1 b. Mastoidektomi radikal Operasi ini dilakukan pada OMSK bahaya dengan infeksi atau kolesteatoma yang sudah meluas. membaik 8.

Membersihkan kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani. 1 d. 1 Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan oleh perforasi membrane timpani. untuk membersihkan jaringan patologis. dikerjakan melalui 2 jalan (combined approach) yaitu melalui liang telinga dan 29 . III. 1 f. Tujuan operasi ialah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe aman dengan perforasi yang menetap. dikenal juga dengan nama timpanoplasti tipe I. Miringoplasti Operasi ini merupakan jenis timpanoplasti yang paling ringan.Berdasarkan bentuk rekonstruksi tulang pendengaran yang dilakukan maka dikenal istilah timpanoplasti tipe II. Timpanoplasti Operasi ini dikerjakan pada OMSK tipe aman dengan kerusakan yang lebih berat atau OMSK tipe aman yang tidak bisa ditenangkan dengan pengobatan medika mentosa. Seluruh rongga mastoid dibersihkan dan dinding posterior liang telinga direndahkan. Tujuan operasi untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mastoidektomi radikal ( tanpa meruntuhkan dinding posterior liang telinga). Pada operasi ini selain rekonstruksi membrane timpani sering kali harus dilakukan juga rekonstruksi tulang pendengaran. 1 Tujuan operasi ialah untuk membuang semua jaringan patologik dari rongga mastoid dan mempertahankan pendengaran yang masih ada. Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined Approach Tympanoplasty) Operasi ini merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe aman dengan jaringan granulasi yang luas. dan V. Sebelum rekonstruksi dikerjakan lebih dahulu dilakukan eksplorasi kavum timpani dengan atau tanpa mastoidektomi. IV.Operasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolesteatoma di daerah atikapi belum merusak kavum timpani.Tidak jarang pula operasi ini terpaksa dilakukan 2 tahap dengan jarak waktu 6-12 bulan. rekonstruksi hanya dilakukan pada membrane timpani. 1 e.Tujuan operasi ini ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran.

Iskandar N. Daftar Pustaka 1. 2.OMSK mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya yang dapat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan kematian.1995 . 70-5. 627. muntah. Bashiruddin J.Pengobatan meningitis otogenik ini ialah dengan mengobati meningitisnya dulu dengan antibiotik yang sesuai.Komplikasi intrakranial dari OMSK yang paling sering ditemukan adalah meningitis. Burnside. 7th edition.rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior. perubahan dari status mental ataupun kesadaran menurun. baik terus menerus atau hilang timbul.Sedangkan pada otogenik dijumpai adanya otorrhoe. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala & leher. gangguan pendengaran. 2014 . 138-41 30 . sakit kepala. Soepardi EA. Jakarta: Badan Penerbit FK UI. Jakarta:EGC. Restuti RD.h. Adams diagnosis fisik. 17th edition. kaku kuduk. McGlynn. otalgi.h. oleh karena sering terjadi kambuhnya kolesteatoma kembali. dan vertigo.Gejala klinis dari meningitis dijumpai adanya demam. 1 Penutup Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah radang kronis telinga tengah dengan perforasi membrane timpani sertariwayat keluarnya sekret dari telinga (otorea) lebih dari dua bulan. kemudian infeksi di telinganya ditanggulangi dengan operasi matoidektomi. Teknik operasi ini pada OMSK tipe bahaya belum disepakati oleh para ahli.

Pada Tanggal 27 juli 2015. Timpanoplasti.3. Diunduh dari :http://medicastore. Pendengaran dan Keseimbangan dalam: Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.h. 2009. 179 – 185.com/images/timpanoplasti1. Bagian Penerbit Library USU. 6. Edisi 22. William. 31 . 2003. Edisi ke-17. Harrison’s principles of internal medicine. et al. Braunwald E. 5.jpg.2008. Pola kuman aerob penyebab OMSK dan kepekaan terhadap beberapa antibiotika di bagian THT. 4. Amerika Serikat: McGraw-Hill. Nursiah S. Ganong. Jakarta: EGC.