You are on page 1of 2

Research Plan

1. Theme
Pemetaan Prediksi Tingkat Bahaya Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).
Erosion Hazard Mapping Level Prediction Based Geographic Information System (GIS)
2. Introduction and Motivation
Bencana banjir merupakan masalah yang sering terjadi terutama pada negara-negara
dengan curah hujan tinggi.( The flood disaster is a common problem, especially in
countries with high rainfall). Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya banjir,
salah satunya disebabkan oleh tingginya erosi tanah yang terjadi di bagian hilir
DAS(There are many factors that cause flooding, one of which is caused by high soil
erosion in the downstream watershed). Untuk mengidentifikasi tingkat bahaya erosi,
model yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan model USLE (Universal Soil
Loss Equation) dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG)( To identify the
extent of erosion, a model that can be used is to use the model USLE (Universal Soil
Loss Equation) with the approach of Geographic Information Systems (GIS)). Model
USLE mempertimbangkan beberapa faktor dalam kajian erosi seperti faktor erosivitas
hujan, faktor erodibilitas tanah, faktor panjang dan kemiringan lereng, faktor penutupan
dan manajemen tanaman, dan faktor tindakan konservasi tanah (Arsyad, 2010)( Model
USLE consider several factors in the study of such factors erosivitas rain erosion, soil
erodibility, length and slope factors, factors land cover and crop management and soil
conservation measures factors (Arsyad, 2010)). Dari hasil prediksi, lahan yang
teridentifikasi sebagai lahan tingkat bahaya erosi sangat berat dapat diperbaiki kondisinya
melalui metode vegetative dan Teknik Sipil(From the results of prediction, land identified
as land erosion hazard level is very severe condition can be corrected by vegetative
methods and Civil Engineering). Sehingga apabila metode vegetatif seperti penanaman
pohon dirasa kurang efektif dalam mengatasi permasalahan yang ada maka dapat
digunakan metode Teknik Sipil(So if the vegetative methods such as tree planting is less
effective in overcoming the existing problems will be used method Civil Engineering).
Metode ini dilakukan dengan pembuatan bangunan/konstruksi seperti DAM penahan,
teras (sengkedan) dan saluran pembuangan air yang bertujuan untuk mengurangi laju
aliran permukaan, mencegah erosi, dan mengendalikan sedimen(This method is done by
making buildings / constructions such as retaining DAM, terrace (swales) and the sewer
which aims to reduce the rate of runoff, prevent erosion and sediment control).
3. Research Methods
pengumpulan acuan peta dasar, pengumpulan data, pengolahan data hujan, pemetaan
faktor-faktor penentu erosi, perhitungan laju prediksi erosi berdasarkan parameterparameter yang telah ditetapkan dalam metode USLE, pembuatan peta tingkat bahaya
erosi (TBE) dan membuat layout dari keseluruhan peta yang dibutuhkan(collecting
reference base maps, data collection, data processing rain, mapping determinants of

erosion, the calculation of the rate of erosion prediction based on the parameters that have
been set in USLE method, making maps of erosion potential (TBE) and make the layout
of the entire map is needed). Setelah melakukan pengolahan data kemudian dilakukan
survey kondisi lapangan yang bertujuan untuk penyelidikan kesesuaian kondisi
sebenarnya pada daerah lokasi penelitian apakah memiliki kondisi yang sama terhadap
hasil pemetaan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) (After performing data processing field
conditions and then conducted a survey which aims to probe the suitability of the actual
conditions in the location area of research does have the same conditions on the mapping
of Erosion Hazard Level (TBE).).
4. Tools and Materials
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, seperangkat komputer
beserta software-nya, seperti Arc View GIS, Arc GIS, dan Microsoft Office Excel
2007(The tools used in this study is a GPS, a set of computers and its software, such as
Arc View GIS, Arc GIS, and Microsoft Office Excel 2007).
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah peta batas DAS, peta tata guna lahan,
peta jenis tanah, peta kontur, peta kedalaman tanah efektif (solum), dan peta wilayah
administratif, serta data curah hujan beserta lokasi stasiun hujannya.( Materials used in
this study is the watershed boundary maps, land use maps, soil type maps, contour maps,
soil depth map effectively (solum), and maps of administrative areas, as well as rainfall
data along with the location of the rain station.)
5. References
Arsyad, S., 1989. Soil and Water Conservation. IPB Pres, Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Asdak, C., 2002. Hidrology and Watershed Management. Gadjah Mada University Press:
Yogyakarta.
Banuwa, I., 2013. Erosion. Kencana Prenada Media Group: Jakarta.
Kartasapoetra, 1985. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Rineka Cipta: Jakarta.