You are on page 1of 7

PENGENALAN DAN PENYUSUNAN HIPOTESIS PENELITIAN

ANALISIS KRITIS ARTIKEL III


untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan
yang dibimbing oleh Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D.

Oleh:
Baiq Muna

130341614814

Offering B

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2016

A. Judul : Efektifitas Pembelajaran dengan Eksperimen Tak Terintegrasi


Didahului Pemberian Peta Konsep terhadap Prestasi Belajar Siswa
SMA Batik 2 Surakarta
B. Identitas Jurnal : Oetomo, Dwi. 2015. Efektifitas Pembelajaran dengan Eksperimen
Tak Terintegrasi Didahului Pemberian Peta Konsep terhadap Prestasi Belajar Siswa
SMA Batik 2 Surakarta. Jurnal Pendidikan Biologi 7 (2) : 1-4. Surakarta. (Online,
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/bio/search/titles?searchPage=2#results)
C. Tujuan Penulis
Tujuan penulis berdasarkan artikel tersebut yaitu membandingkan efektivitas pembelajaran
menggunakan metode eksperimen tak terintegrasi didahului pemberian peta konsep terhadap
prestasi belajar siswa.
D. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah penelitian berdasarkan artikel tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Apakah ada perbedaan efektivitas pembelajaran menggunakan eksperimen tak teritegrasi
didahului pemberian peta konsep dengan metode konvensional terhadap prestasi siswa?
E. Variabel Penelitian
Variabel bebas

: metode pembelajaran

Variabel terikat

: efektivitas pembelajaran

Variabel kontrol

: materi yang diajarkan dan sekolah tempat melakukan penelitian

F. Definisi Operasional
1. Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen tak terintegrasi pada penelitian
ini dilakukan agar pengajaran menjadi lebih konkrit dan jelas.
2. Terdapat dua kelas dalam penelitian tersebut yaitu kelas eksperimen (kelas yang
menggunakan metode eksperimen didahului pemberian peta konsep) dan kelas kontrol
(kelas yang menggunakan metode konvensional).
3. Pengumpulan data dalam penelitian tersebut menggunakan metode tes obyektif.
G. Latar Belakang Masalah

Latar belakang dari penelitian ini adalah karena sebagian besar ilmu biologi
merupakan suatu ilmu yang memerlukan kegiatan pengamatan di laboratorium, sehingga
kemampuan belajar siswa dan kemampuan guru dalam memilih metode pembelajaran biologi
sangat

menunjang

keberhasilan

proses

belajar

mengajar. Pengajaran

eksperimen

memungkinkan siswa untuk berproses dalam menemukan konsep sendiri sehingga materi
yang kurang dipahami dapat diidentifikasi, dianalisis, disintesis, diuji kebenarannya dan
disimpulkan menjadi satu konsep. Salah satu materi pembelajaran Biologi yang memerlukan
kegiatan di laboratorium adalah mengenai Gerak pada Tumbuhan. Pada materi Gerak pada
Tumbuhan ini terdapat konsep-konsep yang memerlukan pengamatan siswa secara langsung.
Oleh karena itu, penulis mencoba mengadakan penelitian tentang penggunaan metode
experimen yang didahului dengan pemberian peta konsep pada pembelajaran Biologi.

H. Jenis Penelitian
Jenis penelitian : penelitian eksperimen semu (quasi experiment)
I. Hipotesis Penelitian
Hipotesis Nol (Ho): tidak ada pengaruh antara pembelajaran dengan eksperimen didahului
pemberian peta konsep terhadap prestasi siswa
Hipotesis Alternatif (HA) atau Hipotesis Tindakan (HT) : ada pengaruh antara pembelajaran
dengan eksperimen didahului pemberian peta konsep terhadap prestasi siswa

J. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara memberikan perlakuan yaitu pembelajaran
dengan eksperimen tak terintegrasi didahului pemberian peta konsep pada kelas eksperimen.
Sebagai kontrol, terdapat kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan metode eksperimen
untuk melihat efektivitas pembelajaran dengan eksperimen didahului pemberian peta konsep
terhadap prestasi siswa.
K. Hasil Hipotesis
Pembelajaran dengan eksperimen tak terintegrasi didahului pemberian peta konsep lebih
efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan metode konvensional.

L. Fakta-Fakta Unik
Fakta-fakta unik yang ditemukan pada artikel tersebut yaitu
1. Aktifitas laboratorium memberikan banyak kesempatan pada siswa untuk
mengkonstruksi . imajinasi, representasi verbal, observasi (pengamatan) dan
interpretasi.
2. Nilai akhir prestasi belajar kelompok kontrol mempunyai rata-rata 5,90 dengan
simpangan baku 1,124.
3. Nilai akhir prestasi belajar kelompok eksperimen mempunyai rata-rata 6,49 dengan
simpangan baku 0,897.
4. nilai tes pokok bahasan Gerak pada Tumbuhan yang diberi pengajaran dengan metode
eksperimen tak terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep dan pengajaran
dengan metode ceramah menunjukan hasil yang berbeda dan hasil tersebut
menunjukan bahwa pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen tak
terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep lebih efektif dalam meningkatkan
prestasi belajar secara signifikan dari pada pengajaran dengan metode ceramah.
5. Dalam metode eksperimen tak terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep,
siswa dilatih dan dituntut untuk mengembangkan kemampuanya dalam usaha
mencapai hasil belajar yang lebih baik sehingga siswa dalam proses belajar mengajar
akan berpartisipasi aktif tidak hanya mengandalkan informasi dari guru.
M. Poin Penting
Poin penting dari artikel ini yaitu
1. Metode yang digunakan dalam penelitian mi adalah "Randomized Group Control Post
Test

Only",

metode

ini

menggunakan

post

test

saja

pada

dua

kelas

(kelas eksperimen dan kelas kontrol), keduanya tidak diberikan pre test, tetapi langsung
diberikan post test
2. Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara memberikan perlakuan yaitu pembelajaran
dengan eksperimen tak terintegrasi didahului pemberian peta konsep pada kelas
eksperimen.
3. Sebagai kontrol, terdapat kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan metode
eksperimen untuk melihat efektivitas pembelajaran dengan eksperimen didahului
pemberian peta konsep terhadap prestasi siswa.

4. Pembelajaran dengan eksperimen tak terintegrasi didahului pemberian peta konsep


lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan metode
konvensional.
5. Aktifitas laboratorium

memberikan

banyak

kesempatan

pada

siswa

untuk

mengkonstruksi . imajinasi, representasi verbal, observasi (pengamatan) dan


interpretasi.
6. Nilai akhir prestasi belajar kelompok kontrol mempunyai rata-rata 5,90 dengan
simpangan baku 1,124.
7. Nilai akhir prestasi belajar kelompok eksperimen mempunyai rata-rata 6,49 dengan
simpangan baku 0,897.
8. nilai tes pokok bahasan Gerak pada Tumbuhan yang diberi pengajaran dengan metode
eksperimen tak terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep dan pengajaran
dengan metode ceramah menunjukan hasil yang berbeda dan hasil tersebut menunjukan
bahwa pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen tak terintegrasi yang
didahului pemberian peta konsep lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar
secara signifikan dari pada pengajaran dengan metode ceramah.
9. Dalam metode eksperimen tak terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep,
siswa dilatih dan dituntut untuk mengembangkan kemampuanya dalam usaha mencapai
hasil belajar yang lebih baik sehingga siswa dalam proses belajar mengajar akan
berpartisipasi aktif tidak hanya mengandalkan informasi dari guru.
12. Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Batik 2 Surakarta. Sebagai obyek
penelitian diambil dari siswa kelas XI semester gasal pada tahun Ajaran 2013/2014.
Metode yang digunakan dalam penelitian mi adalah "Randomized Group Control Post
Test

Only",

metode

ini

menggunakan

post

test

saja

pada

dua

kelas

(kelas eksperimen dan kelas kontrol), keduanya tidak diberikan pre test, tetapi langsung
diberikan post test (Tim, 2011). Tidak diberikan pre test karena materi Gerak pada
Tumbuhan termasuk materi yang baru, siswa belum pemah mendapatkannya.
Pengumpulan data menggunakan metode tes obyektif. Sebelum diujikan, soal tes terlebih
dahulu diukur validitas dan reliabilitasnya. Selain itu ditentukan tingkat kesukaran dan
daya pembeda soal tes. Teknik analisis data menggunakan uji t-test yang diawali dengan
uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan homogenitas.

13. Kesimpulan Jurnal


Pengajaran dengan metode eksperimen tak terintegrasi yang didahului pemberian peta
konsep pokok bahasan Gerak pada Tumbuhan lebih efektif dalam meningkatkan prestasi
belajar dari pada pengajaran dengan metode ceramah pada siswa kelas XI semester gasal
SMA Batik 2 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014.
14. Pertanyaan yang Dimunculkan
1. Apakah metode pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa?
2. Bagaimana jika peneliti menggunakan metode eksperimen yang dipadu dengan teknik
mind map?
3. Bagaimana jika peneliti menggunakan metode TPS yang didahului dengan pemberian peta
konsep?
15. kekurangan
1. dalam penulisan penelitian ilmiah ini masih banyak kata yang salah ketik
2. penyusunan tulisan belum sistematis
3. bahasa dalam pembahasan kurang mudah dipahami
16. kelebihan
1. jurnal ini mudah diakses
2. penelitian mengenai pemberian peta konsep masih jarang dilakukan
3. peneliti menguraikan dengan jelas latar belakng masalah
15. Saran
1. Siswa hendaknya senantiasa belajar dengan menerapkan metode eksperimen tak
terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep sehingga dapat meningkatkan prestasi
belajar biologi.
2. Para guru biologi hendaknya menggunakan pengajaran dengan metode eksperimen tak
terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep jika memberikan pokok bahasan Gerak
pada Tumbuhan dan pada materi yang melaksanakan kegiatan praktikum.
3. Kepala sekolah hendaknya memberi kesempatan kepada guru biologi di sekolah yang
dipimpinnya untuk menerapkan pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen tak
terintegrasi yang didahului pemberian peta konsep yang tentunya ditunjang dengan
fasilitas laboratorium yang lengkap.
4. Kepada para peneliti bidang biologi disarankan agar melakukan penelitian yang serupa
tetapi dengan cakupan materi yang luas. Hal ini perlu dilakukan supaya dapat melihat
lebihjauh keefektifan suatu metode pengajaran dalam bidang studi biologi.

17. Refleksi
Setelah melakukan analisis kritis artikel 3 ini saya mendapatkan banyak pengetahuan
baru. Di antaranya adalah saya mengetahui bagaimana contoh penelitian eksperimen dalam
mata pelajaran biologi dengan metode yang saya minati untuk dijadikan penelitian juga yaitu
metode eksperimen yang dipadu dengan pemberian peta konsep. Hal yang bisa ambil
menjadi acuan dalam artikel tersebut adalah hasil penelitian yang bisa saya gunakan menjadi
rujukan calon penelitian saya yaitu pembelajaran dengan metode eksperimen yang dipadu
dengan pemberian peta konsep.