You are on page 1of 21

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pola Tidur
Istirahat dan tidur sangat penting bagi kesehatan. Jika seseorang yang
sedang sakit memerlukan lebih banyak istirahat dan tidur dibandingkan pada
umumnya. Seringkali, seseorang lemah karena menggunakan energi secara
berlebihan dalam melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari. Istirahat
dapat memulihkan kembali energi seseorang, membiarkan individu untuk
mulai berfungsi lagi secara optimal. Ketika seseorang kurang istirahat,
mereka mudah marah, tertekan, dan lelah, serta mereka kesusahan untuk
mengendalikan emosi mereka (Kozier, 2004).
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang bersifat fisiologis,
atau kebutuhan paling bawah dari piramida kebutuhan dasar. Tidur adalah
suatu kegiatan relatif tanpa sadar yang penuh, ketenangan tanpa kegiatan
yang merupakan kegiatan urutan siklus yang berulang-ulang dan masingmasing menyatakan fase kegiatan otak dan jasmaniah yang berbeda (Tarwoto
& Wartonah, 2004).
Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status
kesadaran yang terjadi selama periode tertentu. Beberapa ahli berpendapat
bahwa tidur diyakini dapat memulihkan tenaga karena tidur memberikan
waktu untuk perbaikan dan penyembuhan sistem tubuh untuk periode
keterjagaan berikutnya (Potter, 2005).
5

6

Tercukupinya kebutuhan tidur bisa membuat seseorang aktif dan fresh
dalam menjalankan aktivitasnya. Tercukupi disini lebih pada persoalan
kualitas daripada kuantitas. Artinya, orang yang tidur lima jam tapi
kualitasnya bagus, lebih baik daripada orang yang tidurnya tujuh jam tapi
kualitasnya jelek. Kebutuhan tidur sangat tergantung usia, aktivitas, dan
pekerjaan seseorang (Aman, 2005).
Peneliti menyimpulkan bahwa tidur adalah kebutuhan dasar manusia
yang bersifat biologis dan fisiologis dalam suatu keadaan berulang-ulang
yang relatif kegiatannya tanpa sadar penuh untuk memperbaiki atau
memulihkan sistem tubuh manusia untuk waktu ke depan pada periode
terjaga atau melakukan kegiatan sehari-hari.

1. Fungsi Tidur
Menurut Kozier (2004), tidur menggunakan kedua efek psikologis
pada jaringan otak dan organ-organ tubuh manusia. Tidur dalam beberapa
cara dapat menyegarkan kembali aktivitas tingkatan normal dan aktivitas
normal pada bagian jaringan otak.
Menurut Dewit (2001), istirahat dan tidur yang cukup adalah
sangat penting bagi kesehatan dan pemulihan dari kondisi sakit. Potter
(2005) berpendapat bahwa, selama tidur NREM bermanfaat dalam
memelihara fungsi jantung dan selama tidur gelombang rendah yang
dalam (NREM tahap IV) tubuh melepaskan hormon pertumbuhan manusia
untuk memperbaiki dan memperbaharui sel epitel dan khusus seperti sel

tetapi juga bersantai. Selain itu. saraf perifer. Selain itu juga bisa merangsang daya asimilasi karena tidur terlalu lama justru bisa menimbulkan hal yang tidak sehat dikarenakan tubuh menyerap atau mengasimilasi sisa metabolisme yang berakibat tubuh menjadi loyo dan tidak bersemangat saat bangun tidur. respirasi dan muskuloskeletal. Sehingga tidur berfungsi untuk mengembalikan tenaga untuk beraktifitas sehari-hari. Menurut Aman (2005). tubuh menyimpan energi selama tidur dan penurunan laju metabolik basal menyimpan persediaan energi tubuh. 2006).7 otak. menghilangkan segala tekanan-tekanan kerja atau masalah-masalah lainnya (Dian. tubuh menyimpan energi selama tidur dan penurunan laju metabolik basal menyimpan persediaan energi tubuh. Tahap-Tahap Siklus Tidur Tidur merupakan aktivitas yang melibatkan susunan saraf pusat. perubahan dalam aktifitas. Pengaturan dan kontrol tidur tergantung dari hubungan antara dua mekanisme serebral yang secara bergantian mengaktifkan dan menekan . 2. memperbaiki kondisi yang sedang sakit. Istirahat tidak hanya mercakup tidur. Selama tidur semua fungsi-fungsi tubuh terisi diperbaharui lagi. endokrin kardiovaskuler. tidur memang sangat penting bagi tubuh manusia untuk jaringan otak dan fungsi organ-organ tubuh manusia karena dapat memulihkan tenaga dan berpengaruh terhadap metabolisme tubuh.

pembebasan steroid. 2005). 2005). adaptasi psikologis dan memori (Potter. otototot yang meregang. sekresi lambung meningkat dan ereksi penis pada pria. gerakkan mata cepat. kecepatan jantung dan pernafasan tidak teratur (sering lebih cepat). Pada tidur REM. otak bekerja sangat aktif dan metabolisme otak meningkat sampai 20 %. gerakan otot tidak teratur.8 pusat otak untuk tidur dan bangun. Biasanya tidur pada malam hari itu adalah tidur NREM. 2004). a. perubahan tekanan darah. keadaan istirahat. 2005). Tidur ini sangat dalam. tekanan darah dan kecepatan pernafasan turun. Tidur REM (rapid eye movement) Tidur REM merupakan tidur dalam kondisi aktif atau tidur paradoksial yang ditandai dengan mimpi yang bermacam-macam. . metabolisme turun dan gerakkan mata lambat (Potter. Tanda tidur REM adalah mimpi berkurang. Pada fase ini orang yang tidur agak susah dibangunkan atau spontan terbangun (Kozier. diperkirakan terjadi proses penyimpanan secara mental yang digunakan sebagai pelajaran. b. Tidur NREM (non rapid eye movement) Tidur NREM merupakan tidur yang nyaman dan dalam tidur gelombang pendek karena gelombang otak selama tidur NREM lebih lambat dari pada gelombang alpha dan beta pada orang yang sadar atau tidak dalam keadaan tidur. Reticular aktivating system (RAS) di batang otak atas diyakini mempunyai sel khusus dalam mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran (Potter. Saraf-saraf simpatetik bekerja selama tidur REM.

semua proses metabolisme mengacu pada tanda-tanda vital. berlangsung selama lima menit yang mana seseorang beralih dari sadar menjadi tidur. Tidur NREM mempunyai empat tahap. kecapatan jantung dan pernafasan turun secara jelas. metabolisme turun dan aktivitas otot menurun (Kozier. jarang bergerak dan sulit dibangunkan dan mengalami 4 sampai 6 kali siklus tidur dalam waktu 7 – 8 jam (Kozier. 2004). yang pertama adalah tidur tahap I yang merupakan tahap transisi. Gelombang otak ditandai dengan sleep spindles dan gelombang K komplek yang berlangsung pendek dalam waktu 10 – 15 menit. Gelombang otak menjadi lebih teratur dan terdapat penambahan gelombang delta yang lambat. Mata masih bergerak. Dan yang tahap III. pernafasan serta proses tubuh berlanjut mengalami penurunan dan sulit dibangunkan. Selanjutnya tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh menurun. kecepatan jantung dan pernafasan turun secara jelas. Pada umumnya. 2004). mata bergerak. suhu tubuh dan metabolisme menurun. .9 tidur penuh dan dapat memulihkan kembali beberapa fungsi fisiologis. pada tahap ini kecepatan jantung. yang ditandai dengan predominasi gelombang delta yang melambat. Terakhir tahap IV. merupakan tahap tidur dalam. Kecepatan jantung dan pernafasan turun. rileks. Gelombang alpha sewaktu seseorang masih sadar diganti dengan gelombang beta yang lebih lambat dan dapat dibangunkan dengan mudah. Seseorang merasa rileks.

R. 3. kardiovaskular. Tidur dalam waktu delapan jam. Penelitian menunjukkan bahwa tidur nyenyak lebih penting dari (tidur) bermimpi. bukan berarti ketika sudah memasuki tahap ke-3 dan ke-4 akan terus berlangsung hingga pagi. (Riyanto. curiga dan gampang menyerah. seseorang akan berkali-kali mengalami tahap kenyenyakan. 2006)." mengidentifikasikan bahwa orang yang kehilangan tidur mengakibatkan orang tersebut kurang berintegrasi dengan baik dan kurang efekfif mereka menunjukkan tanda-tanda kebingungan. Mekanisme tidur tergantung pada hubungan antara dua mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermiten dan menekan pusat otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan . Mekanisme Tidur Tidur merupakan suatu urutan keadaan fisiologis yang dipertahankan oleh integrasi tinggi aktivitas sistem saraf pusat yang berhubungan dengan perubahan pada sistem saraf periferal. endokrin. dan berpengaruh pada selera makannya serta menyebabkan orang mengalami banyak kerugian. pernafasan dan muskular. dalam "The Effect of One Night's Sleep Loss on Moods and Memory in Normal Subjects. Mereka terlihat khawatir. 2008). tak merasa aman. Culler don H B Cohen. Jadi. N. Tubuh mencoba mengembalikan keseimbangan normalnya diantara tahap-tahap tidur tersebut (Dian.10 Kekurangan tidur REM lebih menjengkelkan dan tidak menyenangkan daripada kekurangan NREM. mudah marah.

Kebutuhan tidur pada toddler menurun menjadi 10 – 12 jam sehari. sekitar 20 – 30 % tidur REM. Waktu tidur yang paling tepat adalah pada malam hari karena siang hari secara alamiah digunakan untuk bekerja dan beraktivitas. dan yang lain menyebabkan tidur (Potter. mereka merasa cukup dengan tidur selama 5 jam saja pada tiap malamnya (Kozier. gerak tubuh sedikit 50% tidur NREM dan terbagi dalam 7 periode. Pada beberapa orang. 2004). Secara umum. pernafasan teratur. Selain itu juga bisa merangsang daya asimilasi karena tidur terlalu lama akan menimbulkan tubuh menjadi loyo dan tidak bersemangat (Aman. 2005). Sekitar 20 – 30 % tidurnya adalah tidur REM. 2008). banyak. Pola Tidur Normal Tidur dengan pola yang teratur ternyata lebih penting jika dibandingkan dengan jumlah jam tidur itu sendiri. 2005). Bayi. a. durasi atau waktu lama tidur mengikuti pola sesuai dengan tahap tumbuh kembang manusia. Pada bayi baru lahir membutuhkan tidur selama 14 – 18 jam sehari. b. Sebuah mekanisme menyebabkan terjaga. Tidur . Tidur sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh seseorang. tidur lebih lama pada malam hari dan punya pola terbangun sebentar (Asmadi. Dan pada bayi tidur selama 12 – 14 jam sehari. Toddler.11 terjaga. 4.

2005). e. Bisa jadi anak usia 4 – 5 mengalami kurang istirahat tidur dan mudah sakit jika kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi.12 siang dapat hilang pada usia 3 tahun karena sering terbangun pada malam hari yang menyebabkan mereka tidak ingin tidur pada malam hari (Asmadi. . Anak usia sekolah tidur antara 8 – 12 jam semalam tanpa tidur siang. Pada remaja laki-laki megalami Nocturnal Emission (orgasme dan mengeluarkan cairan semen pada tidur malam hari) yang biasanya kita kenal dengan istilah mimpi basah (Potter. Sekitar 20 % tidurnya adalah tidur REM (Asmadi. Anak usia sekolah. 2008). d. Preschool. Kebanyakan pada usia ini tidak menyukai waktu tidur. Adolesen. Pada usia prescool biasanya memerlukan waktu tidur 11 – 12 jam semalam. Tidur REM pada anak usia ini berkurang sekitar 20 % (Asmadi. Tidur pada usia ini 20 % adalah tidur REM. Kebanyakan remaja memerlukan waktu tidur sekitar 8 – 10 jam tiap malamnya untuk mencegah terjadinya kelemahan dan kerentaan terhadap infeksi. Anak usia 8 tahun membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam setiap malam. c. 2008). 2008).

b. h. 2008). 2008). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencapai itu : a. Mereka biasanya tidur selama 6 – 8 jam semalam (Asmadi.13 f. Pada dewasa akhir kebutuhan akan tidurnya kurang dari 6 jam semalamnya. Dewasa muda. Dewasa muda yang sehat membutuhkan cukup tidur untuk berpartisipasi dalam kesibukan aktifitas karena jarang sekali mereka tidur siang (Asmadi. Disiplin waktu. Para ahli tidur menyakini ritme dan jadwal tidur yang tetap serta teratur akan memberikan kontribusi positif terhadap tidur yang sehat. mungkin disebabkan oleh perubahan atau sters usia menegah. Menurut Aman (2005). Kurang lebih 20 % tidur mereka adalah tidur REM. Periode tidur REM cenderung memendek sekitar 20 – 25 % dan tidur tahap IV mengalami penurunan (Asmadi. Pada masa ini mungkin akan mengalami Insomnia atau sulit tidur. sebaiknya tentukanlah kapan kita harus tidur dan kapan harus bangun. olahraga ini diyakini sebagai obat yang ampuh untuk menetralisir ketegangan fisik dan pikiran. Pada masa ini umumnya mereka sangat aktif dan membutuhkan waktu tidur antara 7 – 8 jam dalam semalam. Dewasa tengah. Waktu yang ideal adalah pagi hari atau sore hari. Lakukan olahraga secata teratur. Dewasa akhir. . untuk itu diperlukan sebuah pola tidur yang sehat. g. 2008).

Penyakit. penerangan ruangan. Suasana yang nyaman di dalam kamar akan sangat menentukan kualitas tidur maka jagalah suasana di dalam kamar agar selalu nyaman. yaitu (Kozier. Lingkungan. Sering sekali pada orang sakit pola tidurnya juga akan terganggu karena penyakitnya seperti rasa nyeri yang ditimbulkan oleh luka. Sakit yang menyebabkan nyeri dapat menimbulkan masalah tidur. Faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur. Kuantitas tidur adalah jumlah total waktu tidur seseorang. b. Seseorang yang sedang sakit membutuhkan waktu tidur lebih lama dai pada keadaan normal. 5. bisa merangsang pencernaan dan membuat kita sulit untuk memejamkan mata. . Lingkungan dapat mendukung atau menghambat tidur.14 c. 2004): a. Usahakan tidak makan sebelum tidur sebab makan pada saat larut malam atau menjelang tidur. dan kondisi kebisingan sangat berpengaruh terhadap tidur seseorang. tumor atau kanker pada stadium lanjut. d. Temperatur. ventilasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Tidur Kualitas tidur merujuk pada kemampuan seseorang untuk dapat tidur dan mendapatkan tidur REM dan NREM yang tepat. Perhatikan kondisi ruang tidur.

Gaya hidup. f. g. Depresi dan kecemasan seringkali mengganggu tidur. Seseorang yang dipenuhi dengan masalah mungkin tidak bisa rileks untuk bisa tidur. . Perubahan ini menyebabkan berkurangnya tahap IV NREM dan tidur REM. . Stres emosi. Kecemasan akan meningkatkan kadar norepinephrin dalam darah yang akan merangsang sistem saraf simpatetik. e. Kelelahan. Semakin lelah seseorang maka akan semakin pendek tidur REMnya. Keadaan rileks sebelum istirahat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk dapat bisa tidur. Hal ini bisa menjelaskan mengapa. Diet L-troptophan seperti terkandung dalam keju dan susu akan mempermudah orang untuk tidur. Orang yang berkerja shift dan sering berubah shiftnya harus mengatur kegiatannya agar dapat tidur pada waktu yang tepat. anti depresan akan memsupresi REM. Diet.15 c. Kelelahan akan berpengaruh terhadap pola tidur seseorang. Obat-obatan yang mengandung diuretik menyebabkan Insomnia. d. Obat-obatan dan alkohol. Orang yang minum alkohol terlalu banyak seringkali mengalami gangguan tidur. Beberapa obat-obatan berpengaruh terhadap kualitas tidur.

Merokok. Gangguan Pola Tidur a. Motivasi. h. insomnia intermitten atau tidak bisa mempertahankan tidur atau sering terjaga dan insomnia terminal atau bangun secara dini dan tidak tidak dapat tidur kembali (Potter. 6. i. maka orang tersebut akan tetap terjaga meskipun dalam keadaan lelah.16 seorang yang sebelum tidur meminum susu hangat. Nicotin mempunyai efek menstimulasi tubuh dan perokok seringkali mempunyai lebih banyak kesulitan untuk bisa tidur dibandingkan dengan yang tidak perokok. Dengan menahan untuk tidak merokok setelah makan malam orang biasanya akan tidur lebih baik. karena bisa membantu seseorang untuk jatuh tidur. Insomnia. Keinginan untuk tetap terjaga seringkali berpengaruh terhadap tidur seseorang. 2005). Sebagai contoh adalah saat dimana seorang ingin tetap terjaga ketika melihat pertunjukkan musik. Untuk menyembuhkan insomnia. Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas. Banyak perokok melaporkan pola tidurnya menjadi lebih baik ketika mereka berhenti merokok. maka . Jenis insomnia ada 3 macam yaitu insomnia inisial atau tidak dapat memulai tidur.

Penyebabnya tidak diketahui tetapi tidak diperkirakan akibat kerusakan genetik sistem saraf pusat. Narkolepsi adalah serangan mengantuk yang mendadak pada siang hari. Parasomnia. Gangguan ini sering dialami anak secara bersama.17 terlebih dahulu harus dikenali penyebabnya. kerusakan sistem saraf pusat dan gangguan pada ginjal. diturunkan dalam keluarga atau genetis dan cenderung terjadi pada tahap III dan IV tidur NREM. kalau disebabkan penyakit tertentu. Apnue saat tidur. 2005). d. e. Tandatanda yang dapat diamati adalah mengorok dan rasa kantuk berlebihan. ketakutan dan enuresis (mengompol). Apnue saat tidur adalah periode henti nafas saat tidur. Parasomnia merupakan suatu rangkaian gangguan yang mempengaruhi tidur anak-anak seperti somnabulisme (tidur berjalan). Hipersomnia. Hipersomnia merupakan kebalikan dari insomnia. Narkolepsi. hati atau gangguan metabolisme. Sering disebut sebagai serangan tidur. Artinya. Hipersomnia merupakan kelebihan tidur lebih dari 9 jam di malam hari dan biasanya berkaitan dengan gangguan psikologis seperti depresi atau kegelisahan. c. maka untuk mengobatinya maka penyakitnya yang harus disembuhkan terlebih dahulu (Aman. b. .

Pengertian Proses Keperawatan Proses keperawatan adalah alat bagi perawat dalam melaksanakan tugas. kemudian melakukan beberapa hal dari sekadar bicara sendiri atau berjalan menuju ke suatu tempat (Riyanto. Setiap tahap saling bergantung dan berhubungan (Alimul. diawali dengan adanya tindakan keperawatan berdasarkan instruksi medis bukan karena metode ilmiah keperawatan. Beberapa ahli berpendapat gangguan ini disebabkan oleh sistem saraf tidak matang atau apne saat tidur. wewenang dan tanggung jawab kepada pasien. Gangguan tidur lainnya adalah mengigau atau sering disebut ngelindur. perencanaan tindakan. biasanya terbangun pada tengah malam. 2008). 2006). penentuan diagnosis.18 f. pelaksanaan tindakan serta mengevaluasi hasil yang telah diberikan dengan berfokus pada pasien dan berorientasi pada tujuan. sehingga memiliki kemandirian atau kewenangan sendiri. Penyebabnya tidak diketahui. . B. Gangguan ini dapat terjadi pada bayi usia 12 bulan pertama. Informasi Tindakan Keperawatan 1. Proses keperawatan merupakan cara sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama pasien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian. Sudden infant death syndrom. Proses keperawatan mengalami beberapa perubahan dalam perkembangannya.

teknik komunikasi. menghilangkan atau mengurangi masalah-masalah pasien yang membutuhkan berbagai pengetahuan dan keterampilan. Tahap diagnosis keperawatan. dalam tahap ini perawat harus mengetahui berbagai hal. keluarga atau masyarakatnya sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan ayang aktual atau potensial. Proses keperawatan terdiri dari lima tahap yang sequensial dan berhubungan seperti pengkajian. . diagnosa. Tahap perencanaan. Tahap pengkajian. Hal ini bisa disebut sebagai suatu pendekatan problem-solving yang memerlukan ilmu atau teknik dan ketrampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan klien atau keluarga. c. yaitu (Alimul. 2006): a. 2001). pelaksanaan dan evaluasi. Tahap tindakan. b. pemahaman tentang hak-hak pasien tingkat perkembangan pasien. merupakan keputusan klinis mengenai seseorang. Tahap tersebut berintegrasi terhadap funsi intelektual problemsolving dalam mendefinisikan suatu tindakan perawatan (Nursalam. perencanaan. merupakan proses penyusunan berbagai intervensi keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah. d. diantaranya bahaya fisik dan perlindungan kepada pasien. merupakan kegiatan pengumpulan atau perolehan data yang akurat dari pasien guna mengetahui permasalahan yang ada.19 Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan. Proses keperawatan terdiri dari lima tahap keperawatan. kemampuan dalam prosedur tindakan.

Tahap tindakan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing oders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan (Nursalam. merupakan tahap terakhir dengan cara menilai sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan. Tujuan Tindakan Keperawatan Tujuan dari tindakan keperawatan adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terdiri dari peningkatan kesehatan. Tahap evalusi. 2001). 2.20 e. Pengertian Informasi Tentang Tindakan Keperawatan Tindakan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mancapai tujuan yang spesifik. kemampuan dalam prosedur tindakan. pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. diantaranya bahaya fisik dan perlindungan kepada pasien. Informasi tentang tindakan keperawatan adalah memberi penjelasan tentang hal-hal yang ada pada tahapan tindakan keperawatan kepada klien. pemahaman tentang hak-hak pasien tingkat perkembangan pasien. teknik komunikasi. pencegahan penyakit. 2006). yaitu tindakan mandiri dan tindakan kolaborasi atau tindakan interdependen (Alimul H. Selama tahap pelaksanaan. perawat terus . Perawat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memahami. a. Perawat dalam tahap ini harus mengetahui berbagai hal. Tahap pelaksanaan terdapat dua tindakan. menyimpulkan dan menghubungkan tindakan keperawatan pada kriteria hasil.

2001): a) Review antisipasi tindakan keperawatan.21 melakukan pengumpulan data dan memilih tindakan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan klien. c) Mengetahui komplikasi yang akan timbul. d) Mempersiapkan peralatan (resources) yang diperlukan. e) Mempersiapkan lingkungan yang kondusif. Keberhasilan sangat ditentukan oleh perasaan klien yang aman dan nyaman yang mencakup komponen fisik dan psikologis. Tindakan promosi dan memulihkan kesehatan klien. . Hal yang berhubungan dengan tujuan harus dipertimbangkan yang meliputi waktu. tenaga atau personel dan alat. b) Menganalisa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. b. keperawatan disusun untuk mempertahankan. Tahapan Tindakan Keperawatan 1) Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi kegiatan-kegiatan (Nursalam. Perawat harus mengidentifikasi tingkat pengetahuan den tipe keterampilan yang diperlukan untuk tindakan keperawatan. Perawat harus menyadari kemungkinan timbulnya komplikasi sehubungan tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan yang memungkinkan perawat untuk melakukan pencegahan dan mengurangi resiko yang timbul. 2001). Semua tindakan keperawatan dicatat ke dalam format yang telah ditetapkan oleh institusi (Nursalam.

problem-oriented records dan computer-assissted records. Pelaksanaan tindakan keperawatan harus memperhatikan unsur-unsur seperti hak dan kewajiban klien. Ada tiga tipe sistem pencatatan yang digunakan pada dokumentasi. b) Interindependen. terapeutik. kode etik keperawatan dan hukum keperawatan. menjelaskan suatu kegiatan yang memerlukan suatu kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya. yaitu tindakan diagnostik. Dependen.22 f) Mengidentifikasi aspek-aspek hukum dan etik. 3) Tahap Dokumentasi Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan. edukatif dan tindakan merujuk. Tindakan tersebut menandakan suatu cara dimana tindakan medis dilaksanakan. Tipe ini dapat dikategorikan menjadi empat. . 2) Tahap Perencanaan atau Intervensi a) Independen. merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat tanpa bantuan dari tenaga kesehatan lainnya. yaitu sources-oriented records. hak dan kewajiban dokter atau perawat. tindakan dependen berhubungan dengan pelaksanaan rencana tindakan medis.

Hal ini tetap merupakan masalah besar dan menimbulkan ketakutan serta kecemasan bagi pasien (Supartini. Hospitalisasi juga dapat diartikan adanya beberapa perubahan psikis yang dapat menjadi sebab pasien dirawat di rumah sakit (Stevens. Hospitalisasi Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pasien saat sakit dan dirawat di rumah sakit.23 C. stres. Hospitalisasi merupakan suatu proses karena alasan berencana atau darurat yang mengharuskan pasien untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan perawatan. 2004). Hospitalisasi mempengaruhi reaksi pasien berupa sakit. cemas. 2000). Keadaan ini terjadi karena pasien berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru sehingga kondisi tersebut merupakan faktor stresor bagi pasien (Wong. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hospitalisasi adalah suatu proses karena alasan berencana maupun darurat yang mengharuskan pasien dirawat tinggal di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang dapat menyebabkan beberapa perubahan psikis pasien. 1999). . 1999). dan ketakutan. Dampak dari stres. cemas dan ketakutan selama pasien berada dalam perawatan di rumah sakit dapat mengakibatkan pola tidur yang buruk (Stevens.

Gaya hidup. Kerangka Teori (Sumber : Kozier. 2004) . Merokok. Skema 2. Motivasi. Obat dan alkohol. Stres emosi.1. Kerangka Teori Informasi tentang tindakan keperawatan Umur Pola tidur Hospitalisasi Faktor yang mempengaruhi tidur: Penyakit. Diet. Lingkungan.24 D. Kelelahan.

Hipotesis Penelitian Ada hubungan antara informasi tentang tindakan keperawatan dengan pola tidur pasien. Kerangka Konsep Variabel Independen Variabel Dependen Informasi Tentang Tindakan Keperawatan Pola Tidur Skema 2. Kerangka Konsep F.25 E. Variabel Penelitian Variabel independen dalam penelitian ini adalah informasi tentang tindakan keperawatan sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah pola tidur.2. . G.