You are on page 1of 18

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS LUBUK SIKAPING

NOMOR ...../UKP/2015
TENTANG PELAYANAN ANC DI PUSKESMAS LUBUK SIKAPING
KEPALA PUSKESMAS LUBUK SIKAPING,
Menimbang

a.

bahwa pelayanan ante natal care di Puskesmas merupakan


salah satu tugas Puskesmas;
b.
bahwa pelayanan ante natal care yang berkualitas
merupakan hak pasien;
c.
bahwa sehubungan dengan butir a dan b tersebut di atas
perlu ditetapkan kebijakan pelayanan ante natal care di
Puskesmas;

Mengingat

1.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014


tentang Standar Pelayanan ante natal care di Puskesmas;
2.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat;
3.
Peraturan Daerah Kabupaten Lubuk Sikaping Nomor ......
tahun ...... tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas,
Jabatan, dan Tata Kerja Organisasi Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman;

MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG PELAYANAN
ANC DI PUSKESMAS LUBUK SIKAPING
KESATU

Kebijakan pelayanan ante natal care Puskesmas Lubuk Sikaping


sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari surat keputusan ini.

KEDUA

Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lubuk Sikaping


pada tanggal : 20 Januari 2015
KEPALA PUSKESMAS LUBUK SIKAPING,

Hj IDA TRISNA SKM

SOP ASUHAN ANTE NATAL CARE / PEMERIKSAAN PADA IBU HAMIL


1. Nama Pekerjaan
Pemeriksaan Antenatal Care pada Ibu Hamil
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan Ante Natal Care ( ANC ), sehingga dapat menyelesaikannya dengan
baik, melahirkan bayi yang sehat dan memperoleh kesehatan yang optimal pada masa nifas serta dapat menyusui
dengan baik dan benar.
3. Ruang lingkup
Pemeriksaan Ibu hamil di unit pelayanan KIA
4. Uraian Umum
4.1 ANC adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil dan selama
kehamilannya.
4.2 Mempersiapkan ibu agar memahami pentingnya pemeliharaan kesehatan selama hamil, bersalin dan nifas.
4.3 Mendeteksi dini faktor resiko dan menangani masalah tersebut secara dini.
5. Keterampilan petugas
5.1 Bidan terlatih.
5.2 Dokter
6. Alat dan Bahan
6.1 Alat
6.1.1

Leanec

6.1.2

Doppler / spekulum corong

6.1.3

Meteran kain pengukur tinggi fundus uteri

6.1.4

Meteran pengukur LILA

6.1.5

Selimut

6.1.6

Reflex Hammer

6.1.7

Jarum suntik disposibel 2,5 ml

6.1.8

Air hangat

Timbangan Berat Badan dewasa

6.1.9

6.1.10 Tensimeter Air Raksa


6.1.11 Stetoscope
6.1.12 Bed Obstetric
6.1.13 Spekulum gynec
6.1.14 Lampu halogen / senter
6.1.15 Kalender kehamilan
6.2 Bahan

7.

6.2.1

Sarung tangan

6.2.2

Kapas steril

6.2.3

Kassa steril

6.2.4

Alkohol 70 %

6.2.5

Jelly

6.2.6

Sabun antiseptik

6.2.7

Wastafel dengan air mengalir

6.2.8

Vaksin TT

Instruksi Kerja
7.1 PERSIAPAN.

7.1.1.Mempersiapkan alat dan bahan medis yang diperlukan.


7.1.2.Mempersiapkan Bumil mengosongkan kandung kemih.
7.1.3.Petugas mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan bilas dengan air
mengalir dan keringkan.
7.2 PELAKSANAAN:

7.2.1

Anamnesa:

7.2.1.1 Riwayat perkawinan.


7.2.1.2 Riwayat penyakit ibu dan keluarga.
7.2.1.3 Status wayat Haid, HPHT.

7.2.1.4 Riwayat imunisasi Ibu saat ini


7.2.1.5 Kebiasaan ibu.
7.2.1.6 Riwayat persalinan terdahulu

Dari anamnesa haid tersebut, tentukan Usia kehamilan dan buat taksiran persalinan.
7.2.2

Pemeriksaan

7.2.2.1 Pemeriksaan Umum.

Keadaan umum Bumil

Ukur TB, BB, Lila.

Tanda vital : tensi, Nadi, RR, HR

Pemeriksaan fisik menyeluruh ( dari kepala sampai ekstremitas).


Mata : conjungtiva, ikterus ; Gigi ,
Kaki : Oedema kaki , dst.

7.2.2.2 Pemeriksaan khusus.

UMUR KEHAMILAN <20 mgg :


a).

b)

c)

Inspeksi.
1.

Tinggi fundus

2.

Hyperpigmentasi (pada areola mammae, Linea nigra).

3.

Striae.

Palpasi.
1.

Tinggi fundus uteri

2.

Keadaan perut

Auskultasi

UMUR KEHAMILAN > 20 mgg:


a).

Inspeksi.
1.

Tinggi fundus uteri

2.

Hypergigmentasi dan striae

3.

Keadaan dinding perut

b). Palpasi.
Lakukan pemeriksaan Leopold dan intruksi kerjanya sbb :
Pemeriksa berada disisi kanan bumil, menghadap bagian lateral kanan.
a. Leopold 1.
1.Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus.
Perhatikan agar jari tersebut tidak mendorong uterus kebawah (jika diperlukan, fiksasi
uterus bawah dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan dibagian lateral depan
kanan dan kiri, setinggi tepi atas simfisis)
2.Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang memfiksasi uterus bawah) kemudian atur posisi
pemeriksa sehingga menghadap kebagian kepala ibu.
3. Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada fundus uteri dan rasakan bagian bayi
yang ada pada bagian tersebut dengan jalan menekan secara lembut dan menggeser telapak
tangan kiri dan kanan secara bergantian
b. Leopold 2.
1. Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan telapak tangan kanan
pada dinding perut lateral kiri ibu sejajar dan pada ketinggian yang sama.
2.Mulai dari bagian atas, tekan secara bergantian atau bersamaan telapak tangan kiri dan kanan
kemudian geser kearah bawah dan rasakan adanya bagian yang rata dan memenjang
(punggung) atau bagaian yang kecil (ekstremitas).
c. Leopold 3.
1.Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki ibu.
2.Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan kanan
pada dinding lateral kanan bawah perut ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian
untuk menentukan bagian bawah bayi (bagian keras, bulat dan hampir homogen adalah
kepala, sedangkan tonjolan yang lunak dan kurang simetris adalah bokong).
d. Leopold 4.
1.Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada dinding lateral kiri dan kanan uterus
bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis.
2.Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan semua jari-jari tangan kanan yang
meraba dinding bawah uterus.
3.Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan kanan (konvergen/divergen)

4. Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian terbawah bayi (bila presentasi
kepala, upayakan memegang bagian kepala didekat leher dan bila presentasi bokong,
upayakan untuk memegang pinggang bayi)
5.Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggul, kemudian letakkan jari- jari tangan kanan
diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah
memasuki pintu atas panggul.
c). Auskultasi.
- Pemeriksaan bunyi dan frekuensi jantung janin.
d). Pemeriksaan Tambahan.
- Laboratorium rutin : Hb, Albumin
- USG
7.2.3

Akhir pemeriksaan :
7.2.3.1 . Buat kesimpulan hasil pemeriksaan
7.2.3.2 . Buat prognosa dan rencana penatalaksanaan.
7.2.3.3 . Catat hasil pemeriksaan pada buku KIA dan status pasien.
7.2.3.4 . Jelaskan hasil pemeriksaan kepada bumil yang meliputi : usia

kehamilan, letak janin, posisi janin, Tafsiran persalinan, Resiko


yang ditemukan atau adanya penyakit lain.
7.2.3.5 . Jelaskan untuk melakukan kunjungan ulang.
7.2.3.6 .Jelaskan rencanan asuhan ANC berkaitan dengan hasil pemeriksaan
7.2.3.7 . Jelaskan pentingnya imunisasi
7.2.3.8 . Jelaskan menjadi akseptor KB setelah melahirkan
7.2.3.9 . Beri alasan bila pasien dirujuk ke Rumah Sakit
8. Indikator Kinerja
8.1 Kehamilan terutama kesehatan ibu dan janin dapat dipantau
9. Catatan Mutu
9.1 Kartu status ibu hamil
9.2 Buku register kohort ibu hamil
9.3 Buku register ibu hamil
9.4 Buku KIA

10. KONTRA INDIKASI


Tidak ada

11. REFERENSI
Buku Kesehatan Maternal dan Neonatus, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono
Prawiroharjo, Jakarta, 2002.

Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit pengendali

SOP PENENTUAN FAKTOR RESIKO PADA IBU HAMIL


1. Nama Pekerjaan
Faktor Resti Untuk Ibu Hamil
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam menentukan factor resiko dan resiko tinggi pada ibu hamil
3. Ruang Lingkup
Semua ibu hamil yang datang berobat ke UPTD Puskesmas Lubuk Sikaping
4. Keterampilan Petugas
3.1
Dokter
3.2
Bidan
5. Alat dan bahan
5.1 Alat
5.1.1
Timbangan Berat badan
5.1.2
Pita pengukur lingkar lengan atas
5.1.3
Pengukur Tinggi Badan
5.1.4
Tensi Meter
5.1.5
Buku KIA ( Score Poedji Rochjati)
5.2 Bahan
5.2.1
Tidak ada
6. Instruksi KerjaFaktor Resiko Ibu Hamil diantaranya
6.1
6.2
6.3
6.4
6.5
6.6
6.7
6.8
6.9
6.10
6.11
6.12
6.13
6.14
6.15
6.16
6.17
6.18
6.19
6.20
6.21
6.22

Primi muda, hamil ke-1 umur kurang dari 16 tahun


Primi tua, hamil ke-1 umur lebih dari 35 tahun, atau terlalu lambat hamil ke-1 kawin lebih dari 4
tahun.
Terlalu lama hamil lagi, lebih dari 10 tahun.
Terlalu cepat hamil lagi, kurang dari 2 tahun
Terlalu banyak anak, Anak lebih dari 4
Terlalu tua, umur lebih dari 35 tahun
Tinggi badan kurang dari 145 cm
Pernah gagal kehamilan
Pernah melahirkan dengan tarikan tang / vakum
Pernah melahirkan dengan Uri dirogoh
Pernah melahirkan dengan diberi infuse/transfusi.
Pernah operasi seksio
Adanya penyakit pada ibu hamil : kurang darah, Malaria, TBC paru, Payah jantung, kencing manis
dan penyakit menular seksual.
Adanya bengkak pada muka/tungkai dan tekanan darah tinggi.
Hamil kembar 2 atau lebih.
Hamil kembar air (Hydramnion).
Bayi mati dalam kandungan.
Kehamilan lebih bulan.
Hamil letak sungsang.
Hamil letak lintang.
Hamil dengan perdarahan.
Pre eklamsi berat (kejang)

Kriteria Faktor Resiko Tinggi Ibu Hamil diantaranya


6.23 HB kurang dari 8 gr %
6.24 Tekanan darah tinggi (Sistole > 140 mmHg, diastole > 90 mmHg)
6.25 Eklampsia
6.26 Oedema yang nyata
6.27 Perdarahan pervaginam
6.28 Ketuban pecah dini
6.29 Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu
6.30 Letak sungsang pada primigravida
6.31 Infeksi berat / sepsis
6.32 Persalinan premature
6.33 Kehamilan ganda
6.34 Janin yang besar
6.35 Penyakit kronis pada ibu ; Jantung, paru, ginjal, dll
6.36 Riwayat obstetric buruk, riwayat bedah sesar dan komplikasi kehamilan .
Penatalaksanaan sesuai kelompok Resiko :
6.37.Jumlah skor 2, termasuk kelompok Bumil resiko rendah (KRR), pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan
bidan, tidak perlu dirujuk, tempat persalinan bisa di polindes, penolong bisa bidan.
6.38.Jumlah skor 6-10, termasuk kelompok Bumil resiko Tinggi (KRT), pemeriksaan kehamilan dilakukan
bidan atau dokter, rujukan ke bidan dan puskesmas, penolong persalinan bidan atau dokter.
6.39.Jumlah skor lebih dari 12, termasuk kelompok Resiko Sangat Tinggi (KRST), pemeriksaan kehamilan
harus oleh dokter, penolong harus dokter
7. Indikator Kinerja
Faktor resti dapat diidentifikasi sedini mungkin sehingga dapat mengatasi akibat dari resti itu sendiri dan
menurunkan angka kematian ibu.
8. Catatan mutu
8.1 Register Kohort Ibu Hamil
8.2 Register KIA
8.3 Status Ibu
8.4 Buku KIA
8.5 Laporan AMP
9. Referensi.
Buku Kesehatan Ibu dan Anak, Departemen Kesehatan, 2007
Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit pengendali

S.O.P PENGUKURAN TEKANAN DARAH


PENGERTIAN
Mengukur tekanan darah pasien dengan menggunakan alat tensimeter air raksa

TUJUAN
Mendapatkan data obyektif
KEBIJAKAN
1. Pasien baru
2. Perkembangan kondisi pasien
PETUGAS
Perawat
PERALATAN
1. Tensimeter
2. Termometer
3. Stetoskop
4. Alat tulis
PROSEDUR
PELAKSANAAN
A. Tahap PraInteraksi
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada
keluarga/pasien
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Mengatur posisi pasien: supinasi
2. Menempatkan diri di sebelah kanan pasien, bila mungkin
3. Mengukur tekanan darah dengan benar
4. Menghitung pernafasan dan nadi dengan benar
5. Mengukur suhu badan dengan benar
6. Melakukan penilaian kesadaran dengan benar
7. Memantau terjadinya perdarahan dengan benar: daerah operasi, konjunktiva,
Capilery Refill, Hb (bila perlu)
8. Mencatat hasil pemeriksaan
D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit pengendali

SOP PENERIMAAN PASIEN BARU


Pengertian

Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Unit terkait

Menerima pasien yang baru masuk Puskesmas untuk dirawat


sesuai yang berlaku.
Pasien segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan
kebutuhan
Sebagai acuan untuk penerimaan pasien baru.
Ada petugas yang terampil
Persiapan :
-

Pasien dan keluarganya diterima dengan ramah.

Bila pasien dapat berdiri, atau berat badan sebelum


penderita dibaringkan.

Selanjutnya lakukan pengkajian data melalui anamnese


dan pemeriksaan fisik.

Laporan pasien pada penanggung jawab ruangan.

Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang tata tertib


yang berlaku di Rumah Sakit serta orientasi keadaan
ruangan/fasilitas yang ada.

Mencatat data dari hasil pengkajian pada catatan medik


dan catatan perawatan pasien.

Memberitahukan prosedur perawatan/tindakan yang


segera dilakukan.

Poliklinik, Ruang Perawatan

Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit pengendali

SOP MENIMBANG BERAT BADAN


A. TUJUAN
Mengetahui berat badan

B. SARAN
Petugas
C. SARANA
1. ) Timbangan
2.) Buku catatan
D. PROSEDUR
1. Memastikan timbangan badan berfungsi dnga baik dengan cara mengatur
penunjuk angka tepat diangka nol
2. Meminta pasien melepas sepatu/ sandal dan meletakkan barang bawaan yang
berat.
3. Meminta pasien naik keatas timbangan,dengan posisi berhadapan dengan
pemeriksan
4. Memperhatikan jarum penunjuk berhenti,dari arah depan tegak lurus dengan
angka
5. Mengformsikan hasil pengukur pda pasien
6. Mencatat pada kartu status atau buku
7. Menanyakan kepada pasien apakan\h ada yang ditanyakan tentang hasil
pengukuran barat badannya.

Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit pengendali

SOP PEMBERIAN TABLET ZAT BESI PADA IBU HAMIL


. Nama Pekerjaan
Pemberian Tablet Zat Besi Pada Ibu Hamil
2. Tujuan

Sebagai acuan dalam melakukan pemberian tablet zat besi pada ibu hamil dan anemia pada kehamilan untuk
mengatasi anemia sebelum persalinan berlangsung.
3. Ruang lingkup
Semua Ibu hamil yang berkunjung ke unit pelayanan Kesehatan Ibu dan Rumah Bersalin UPTD Puskesmas Kendal
Kerep meliputi pasien baru, ibu hamil 28 minggu dan pasien pasien yang anemis.
4. Ketrampilan petugas
4.1 Bidan terlatih.
4.2 Dokter
5. Uraian Umum
Tidak ada
6. Alat dan Bahan
6.1 Alat
6.1.1

Alat tulis

6.1.2

Form Pemeriksaan Laboratorium

6.2 Bahan
Tablet Zat besi
7. Instruksi Kerja
7.1 Periksa konjungtiva pasien, untuk menentukan pasien anemis atau tidak.
7.2 Catat hasil pemeriksaan dalam kartu status dan KMS ibu hamil.
7.3 Isi form pemeriksaan laboratorium.
7.4 Jelaskan pada pasien tujuan dari pemeriksaan.
7.5 Jelaskan pada pasien, untuk membayar biaya pemeriksaan laboratorium di kasir sebelum kelaboratorium dan
setelah selesai pemeriksaan membawa hasil pemeriksan kembali ke unit pelayanan kesehatan ibu.
7.6 Rujuk ke unit pelayanan gizi, jika hasil pemeriksaan Hb < 11 gr %
7.7 Beri tablet zat besi pada semua ibu hamil, sedikitnya 1 tablet / hari, selama 30 hari berturut-turut untuk pasien
hamil pada trimester I, sedangkan untuk ibu hamil dengan anemia diberikan tablet zat besi dan vitamin C tiga
kali satu tablet perhari ( 3 X 1 ) , hal ini sangat tergantung dengan persediaan obat yang ada
7.8 Jika tablet zat besi persediaan habis, maka akan diberikan resep luar

7.9 Beri penyuluhan gizi pada semua ibu hamil disetiap kunjungan ANC, tentang perlunya minum tablet zat besi
dan vitamin C, serta menghindari minum teh / kopi / susu dalam 1 jam sebelum / sesudah makan, karena dapat
mengganggu penyerapan zat besi.
8. Indikator Kinerja
Bumil tidak anemia pada saat kehamilan
9. Catatan Mutu
9.1 Kartu status ibu hamil
9.2 Buku register kohort ibu hamil
9.3 Buku register ibu hamil
9.4 Buku KIA.
10. Kontra Indikasi.
11. Referensi.
Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit Pengendali

SOP PEMBERIAN IMUNISASI TETANUS TOXOID


1. NAMA PEKERJAAN
Pemberian imunisasi tetanus toxoid
2. TUJUAN
Sebagai acuan untuk melaksanakan suntikan TT untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tetanus.
4. RUANG LINGKUP
Petunjuk kerja ini mencakup unit pelayanan diruang tindakan, unit pelayanan KIA yang diberikan
pada ibu hamil dan calon pengantin.
5.URAIAN UMUM
5.1 Imunisasi tetanus toxoid terbukti sebagai upaya pencegahan penyakit tetanus
5.2 Diberikan pada usia kehamilan trimester pertama,dengan interval waktu 4

minggu
5.3 Disuntikan pada lengan atas secara intra musculer (IM) sebanyak 0,5 ml,Intra
muskuler atau subcutan.
5.4 Sebelumnya lengan dibersihkan dengan kapas yang telah dibasahi air hangat
5.5 Konta indikasi : gejala-gejala berat karena dosis pertama TT
5.6 Referensi : pedoman teknis Imunisasi tingkat puskesmas.
6. ALAT DAN BAHAN
6.1 ALAT
Tidak ada
6.2 BAHAN
6.2.1 Kapas
6.2.2 Serum Tetanus Toxoid
6.2.3 Jarum suntik disposibel 2,5 ml
7. INSTRUSI KERJA
7.1

Lakukan identifikasi dan anamnesa dengan menanyakan pada pasien :


7.1.1 Nama,Umur, dan Alamat
7.1.2 Apakah ada alergi terhadap obat-obatan

7.2

Pastikan kondisi pasien dalam keadaan sehat

7.3

Isi Form persetujuan tindakan medik dan pasien tanda tangan untuk
persetujuan

7.4 Tulis tarif tindakan dan persilkan pasien menuju ke ruangan pelayanan
7.5

Siapkan bahan dan alat suntik

7.6 Ambil vaksin dengan jarum dan spuit disposibel 2,5ml


7.7

Persilkan pasien duduk

7.8

Oleskan kapas steril pada lengan kiri bagian atas

7.9

Suntikan pada lengan kiri bagian atas secara intra musculer

7.10 Olesi bekas suntikan dengan kapas steril

7.11 Buang jarum bekas suntikan ke dalam kotak


7.12 Persilakan pasien menunggu 15 menit di luar,dan jika tidak terjadi efek
samping pasien boleh pulang
7.13 Catat pada buku status dan buku KIA
8. INDIKATOR KINERJA
Tidak terjadi tetanus toxoid pada saat melahirkan
9. CATATA MUTU
9.1 Kartu status ibu
9.2 Buku register kohort ibu hamil
9.3 Buku register ibu hamil
9.4 Buku catatan resiko tinggi
9.5 Formulir persetujuan tindakan medik
Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas

Unit Pengendali

RENCANA KEGIATAN PUSKESMAS LUBUK SIKAPING

N Kegiatan
o Pokok

Rincian
Kegiatan

Sasaran

Cara
Jadual
Penanggu Ketera
melaksanaka pelaksana ng
ngan
n Kegiatan an
jawab

1 Workshop
mutu
Puskesmas
dan KP

Workshop

Seluruh
karyawan
puskesmas

Pertemuan

2 Monitoring
Menyusun
dan penilaian indicator
kinerja UKM
Mengumpulkan
data indicator

Menganalisis
Evaluasi
pencapaian
indicator kinerja

Pelaporan

15
Februari
2015

Kepala
Puskesma
s