You are on page 1of 31

MAKALAH

PERSPEKTIF GLOBAL DARI SUDUT ILMU-ILMU SOSIAL
DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perspektif Global
Dosen Pengampu: Hermawan Wahyu Setiadi, M.Pd

Disusun oleh Kelompok 1/ A3-13:
1. Pipit Meisaroh
2. Indriana Widya Putri
3. Sulistiyani

(13144600097)
(13144600102)
(13144600117)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
MARET 2016
KATA PENGANTAR
1

Puji syukur senantiasa kita haturkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, inayah, serta nikmat-Nya yang tak terhingga sehingga
kita dapat menyelesaikan makalah Perencanaan Pembelajaran dengan judul
“Perspektif Global dari Sudut Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Lain yang Terkait”. Tidak
lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia
membantu kami, diantaranya:
1. Allah SWT yang telah memberikan segalanya kepada penulis,
2. Bapak Hermawan Wahyu Setiadi, M.Pd selaku pengampu Mata Kuliah Perspektif
Global yang membimbing dan mengarahkan kami sehingga tugas ini dapat
diselesaikan,
3. Orang tua kami maupun orang-orang yang ikut serta membantu dan mendukung
kami dalam menyelesaikan tugas ini, baik dalam dukungan moril maupun materil
yang telah diberikan kepada kami.
Kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna dan masih banyak kekurangan. Maka dari itu, kami mengharapkan kritik
dan saran dari semua pihak atas hasil makalah ini. Dan semoga hasil makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan kita semua, Amin.

Yogyakarta, 1 Maret 2016
Penyusun

2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang....................................................................................................1
B. Rumusan Pembelajaran......................................................................................2
C. Tujuan Penulisan................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................4
A. Pengertian Perspektif Global..............................................................................4
B. Perspektif Global dalam Pendidikan..................................................................4
C. Perspektif Global dari Sudut Ilmu-Ilmu Sosial..................................................6
D. Perspektif Global dari Iptek, Transportasi, Komunikasi, dan Internasional.... 18
BAB III PENUTUP..................................................................................... 29
A. Kesimpulan.......................................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 30

BAB I
PENDAHULUAN

3

Untuk itu dalam kegiatan pembelajaran. para pendidik 4 . yang didukung oleh perkembangan IPTEK yang begitu cepat. serta cara fikir mengenai keadaan yang menyeluruh mengenai kejadian atau kegiatan yang menyangkut berbagai unsur seperti kehidupan. kita dilahirkan dan hidup di dalam masyarakat yang kaya dengan tradisi. adat istiadat serta kebudayaan yang ada diberbagai wilayah. dan adat istiadat. merupakan pandangan modern yang melihat bukan perbedaan tapi persamaan. bahasa. sikap. Hal ini yang menyebabkan adanya perspektif global dimana terdapat berbagai pandangan. terutama dalam bidang komunikasi dan informasi. Pandangan modern seperti itu menyebabkan dunia menjadi semakin sempit. nilai. Antara pulau jawa dan sumatra bukan dipisahkan oleh selat sunda tetapi dihubungkan oleh selat sunda. agama. Latar Belakang Fenomena kehidupan manusia tidak hanya dapat dipandang dari satu bidang saja. agama. adat istiadat dan budaya budaya dan sebagainya yang menjadikan kita sebagai makhluk yang unik. Wawasan nusantara misalnya. Dengan demikian ada kecenderungan bahwa dalam kehidupan kita tidak ada lagi batas-batas negara yang secara tradisional membatasi hubungan antara manusia di satu negara dengan negara lainnya. wawasan. budaya. Dalam perkembangannya kita mengalami berbagai kemajuan dalam kesadaran dan pandangan. Sebagai contoh antara orang sunda dan orang batak bukan adanya perbedaaan tetapi adanya persamaan yaitu warga negara indonesia yang ramah-tamah. Pendidikan sebagai salah satu ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik agar dapat menyikapi perubahan zaman dengan tepat. bahasa. Dunia ini kaya dengan keberbedaan dan keragaman tentang pandangan. bukan terpisahkan tapi terhubungkan.A.

Derasnya arus globalisasi sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagaimana perspektif global dalam pendidikan? 3. komunikasi. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. 4.harus mengembangkan pola pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik dapat mengantisipasi dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mengetahui dan memahami perspektif global dari sudut ilmu-ilmu sosial. Rumusan Pembelajaran Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. transportasi. dan internasional. 3. 5 . transportasi. Untuk mengetahui dan memahami perspektif global dari IPTEK. komunikasi. sedangkan ilmu lain yang terkait yaitu perspektif global dari IPTEK. Bagaimana perspektif global dari sudut ilmu-ilmu sosial? 4. komunikasi. dan internasional? C. Bagaimana perspektif global dari IPTEK. transportasi. B. dan antropologi. 2. sosiologi. Untuk mengetahui dan memahami perspektif global dalam pendidikan. dan internasional. ekonomi. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang perspektif global dari sudut ilmu-ilmu sosial dan ilmu lain yang terkait. membawa pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Untuk mengetahui dan memahami pengertian perspektif global. Salah satu bidang pendidikan yang terpengaruh arus globalisasi adalah pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu-ilmu sosial itu dilihat dari visi geografi. politik. sejarah. Apa pengertian perspektif global? 2.

atau bahkan mengimbangi dengan membuat nuklir pula. kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global. 1999:1. Oleh karena itu. Fenomena. misalnya mengutuk perbuatan tersebut. ini akan merangsang negara lain untuk bertindak. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM PENDIDIKAN Perspektif global sebagai suatu kemampuan yang harus kita miliki. mengartikan global dengan “concerning the whole earth”. Yang berkaitan dengan masalah misalnya kebakaran hutan menimbulkan asap dan ini berdampak global di mana negara lain di Asia Tenggara bahkan seluruh Asia mengalami sesak nafas. Perspektif global merupakan suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini untuk kepentingan global yang lebih luas. PENGERTIAN PERSPEKTIF GLOBAL Menurut kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Comtemporarynglish. atau seluruh alam jagat raya. internasional. terutama bagi generasi muda yang akan menjadi sumber daya manusia (SDM). sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Oleh karena itu. kejadian. Seluruh dunia mempertanyakan hal tersebut. Sesuatu hal yang dimaksud disini dapat berupa masalah. tidak akan lahir dan terjadi begitu saja tanpa upaya. diperlukan proses untuk mengembangkan dan membinanya. Yang berkaitan dengan kejadian dalam masyarakat dengan adanya “penculikan: terhadap para aktivis di Indonesia dapat mempengaruhi opini dunia terhadap bangsa kita. yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional.BAB II PEMBAHASAN A.4) B. kegiatan atau bahkan sikap. (Kuswaya. Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah. Sedangkan yang berkaitan dengan kegiatan lainnnya misalnya India dan Paskistan berlomba-lomba mengadakan percobaan nuklir. peristiwa dan masalah 6 . Sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia.

Pasal 36 (3). 2. menghayati dirinya sebagai partisipan dalam sistem dunia. mengerti yang kemudian menghayati dan menyadari bahwa dunia ini merupakan satu kesatuan sistem yang secara global lengkap. Selanjutnya yang menjadi pokok dalam belajar itu adalah merasakan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Wawasan lokal sebagai suatu kemampuan. Dengan visi pendidikan tersebut. akan menjadi dasar pendorong mengembangkan wawasan regional atau perspektif regional pada diri masing-masing. sehingga akan terbina wawasan lokal atau perspektif lokal. 7 . yaitu: 1. Dalam konsep pendidikan global di atas.yang tejadi secara lokal di sekitar tempat tinggal. (Norman:2001) Bagi bangsa Indonesia kesadaran akan pentingnnya pendidikan global secara yuridis tercantum dalam UU No. dan memahami kedudukannya sebagai" komponen dunia yang memiliki hak serta kewajiban yang meliputi juga mampu mengambil manfaat atau keuntungan dan pengorbanan atau mengambil resiko dari padanya" Oleh karena itu sistem pendidikan yang tidak sejalan dengan laju Perkembangan masyarakat global perlu ditata ulang. 3. Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu menjawab tantangan zarnan proaktif yang selalu berubah (Penjelasan Umum Sisdiknas). pemuda sampai dewasa. diamati serta diperhatikan. tekanannya kepada proses belajar yang dilakukan oleh manusia secara utuh artinya oleh semua jenjang usia mulai dari masa kanak kanak. tempat keberadaan diri manusia masing-masing. Melalui pendidikan global peserta didik belajar melihat. kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: dinamika perkembangan global (butir i). pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut (misi ke-4): meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.

C. Berikut perspektif global dari sudut ilmu-ilmu sosial: 1. Pendekatan yang dapat diterapkan pada perspektif keruangan ini. Salah satu bidang pendidikan yang dirambah arus globalisasi yaitu pendidikan IPS. proses. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global (penjelasan umum UU Sisdiknas). yaitu karena ada jalan.keterampilan. alat angkutan atau transportasi. terdiri atas muka bumi yang berupa darat. Lingkup kajian perspektif keruangan ini berkembang mulai dari perspektif lokal. regional sampai ke tingkat global. Ruang yang dikonsepkan dalam geografi yaitu permukaan bumi yang tiga dimensi. perspektif regional. juga karena arus manusia dan barang. Perspektif Global dari Visi Geografi Geografi adalah ilmu keruangan yang mengkaji berbagai fenomena dalam konteks keruangannya. sampai ke perspektif global. Ruang permukaan bumi ini secara bertahap ukuran dan jaraknya mulai dari tingkat lokal. Di sini terjadi proses sosial ekonomi dalam bentuk interaksi antarpenduduk (manusia) dan saling ketergantungan (interdependensi) barang-barang kebutuhan sehari- 8 . Yang menghubungkan perkampungan dengan perkampungan lainnya. baik untuk masa lampau. dan masalah keruangan permukaan bumi. Oleh karena itu. yaitu pendekatan sejarah dan kemampuan memprediksi. regional sampai ke perspektif global. pengalaman. perspektif geografi adalah perspektif keruangan yang bertahap dari perspektif lokal. perairan serta kolom udara di atasnya. PERSPEKTIF GLOBAL DARI SUDUT ILMU-ILMU SOSIAL Globalisasi dunia merambah ke segala segi kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Perspektif geografi atau perspektif keruangan merupakan suatu kemampuan memandang secara mendalam berkenaan dengan fenomena. Proses perspektif lokal misalnya perkampungan yang satu dengan yang lain menjadi bersambung membentuk perkampungan yang lebih luas dari perkampungan-perkampungan semula. sikap. saat ini terutama untuk masa yang akan datang.

Kawasan Timur Tengah. 1966:1361) dan bumi sebagai suatu planet (James. Perspektif Global dari Visi Sejarah Emmanuel Kant pada Abad XVIII mengungkapkan bahwa sejarah dan geografi merupakan ilmu dwitunggal. Pengertian region atau wilayah atau kawasan menurut Peter Haggett (1975:6) adalah bagian dari permukaan bumi. 9 . iklim. cuaca. arus laut. Perspektif global. pengungkapan itu masih belum lengkap jika tidak dipertanyakan “di mana” tempat terjadinya. Kawasan Asia Pasifik. Perspektif geografi atau perspektif keruangan yang paling luas adalah perspektif global. dan sekaligus juga terdapat perbedaan. Dengan dipertanyakan waktu dan tempatnya maka karakter peristiwa itu menjadi jelas. Dalam bentuk bumi sebagai globe atau planet. artinya jika sejarah mempertanyakan suatu peristiwa itu “kapan” terjadi. Ukuran region luasnya bervariasi mulai dari yang sempit seperti wilayah kabupaten. Dalam bidang geografi dikenal adanya konsep dasar globalisme (Gabler. baik alamiah maupun binaan manusia yang membedakan diri dari areal yang ada di sekitarnya. R. 2. dimensi waktu dengan ruang saling melengkapi. 1979:115) yang mengungkapkan bahwa bumi sebagai suatu global atau suatu planet itu berdampak luas terhadap kondisi alamiah dan kondisi kehidupan yang mendunia.. Perspektif geografi atau perspektif keruangan itu tidak lagi melihat kawasan lokal semata. melainkan telah menjangkau kawasan yang lebih luas. juga ada lingkup globalnya. perspektif geografi ini dapat disebut perspektif regional. pasang surut.E. selain ada lingkup lokal dan regional. tidak lagi asing dalam studi geografi. perspektif geografi tidak hanya terbatas pada ruang yang disebut kampong atau perkampungan melainkan terdorong pada kawasan-kawasan yang lebih luas. Kawasan ASEAN. dan seterusnya.hari. di permukaannya terdapat sifat-sifat yang sama di seluruh dunia. dan lebih luas lagi seperti Kawasan Timur Indonesia.E. lebih luas lagi ke wilayah provinsi. Dalam hal ini.. Oleh karena itu. Angin. Dengan keadaan yang demikian. P.

Tokoh sejarah bahkan tokoh dunia yang demikian itu menjadi sorotan perspektif global bukan hanya darisudut pandang sejarah. nilai budaya dari aspek arsitektur. yang merupakan beberapa bangunan “keajaiban dunia” tidak hanya bernilai dan bermakna sejarah. melainkan tetap menjadi pola perilaku dan teladan secara global sampai saat ini. dan peristiwa-peristiwa bersejarah yang memiliki dampak luas terhadap tatanan kehidupan global. dan Candi Borobudur di Indonesia. dapat dimunculkan dalam pendidikan sebagai acuan transformasi budaya serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda untuk memasuki kehidupan global di hadapannya. Perspektif global dari visi sejarah antara lain. terutama Perang Dunia yang tercatat sebagai peristiwa sejarah. Secara material. nilai ekonomi dalam mengembangkan lapangan kerja. melainkan juga dari sudut pandang ilmu-ilmu lainnya. bahkan keagamaan yang ada di dalamnya. melainkan lebih daripada itu wajib dijadikannya acuan pendidikan mengenai nilai-nilai kemanusian.Perspektif sejarah mengacu pada konsep waktu. Perspektif sejarah suatu peristiwa membawa citra tentang suatu pengalaman masa lampau yang dapat dikaji untuk memprediksi kejadiankejadian yang akan datang. Piramida di Mesir. budaya. Tembok Besar di Cina. melainkan memiliki nilai global yang mempersatukan umat. terutama waktu yang telah lampau. tidak hanya dilihat dari dahsyatnya penggunaan senjata dan kejamnya pembunuhan umat manusia. atau kata lain perspektif sejarah itu sama dengan perspektif waktu. dan rasul yang tidak hanya berpengaruh terhadap umatnya pada saat mereka masih hidup di kawasan lingkungannya masa itu. perang. dan lain sebagainya. pertemuan internasional. bangunan-bangunan. para nabi. Mengenal tokoh-tokoh agama. Berbagai perang di berbagai kawasan. Mesjid Taj Mahal di India. namun dilihat 10 . bangunan-bangunan semacam itu bukan hanya merupakan pengetahuan. perspektif global tentang tokoh-tokoh. Bangunan-bangunan bersejarah seperti Ka’bah dan Masjidil Haram di Mekkah.

sosial ekonomi. bernilai kemanusiaan yang meningkatkan martabat manusia di kawasan ini. Perang yang pada saat berlangsungnya sebagai ajang pertentangan berbagai pihak atau berbagai Negara. menjadi acuan kewaspadaan bagi kepentingan bersama. Perspektif Global dari Visi Ekonomi Menurut H. Dari peristiwa sejarah tersebut. Pengalaman buruk dari perang telah menjadi alat penyadar umat dunia untuk memikirkan hal-hal yang lebih bernilai dan bermakna bagi kemanusian. Sebaliknya pengalaman negatif yang membawa malapetaka terhadap penghancuran umat. Peristiwa itu juga membukakan mata Negara-negara “maju” sebagai bekas penjajah terhadap arti kemerdekaan bagi bekas Negara jajahan yang wajib diperhitungkan. 3.dari sudut pandang global. telah meningkatkan kesadaran masyarakat Asia Afrika akan haknya sebagai umat yang memiliki hak untuk berdaulat di negaranya sendiri. telah menyadarkan masyarakat “Dunia Ketiga” terhadap pentingnya persatuan untuk menghadap Negara-negara besar yang secara sosial budaya. Arndt dan Gerardo P Sicat (1991:3. ternyata setelah usai menjadi alat pemersatu berbagai bangsa dalam memikirkan umat secara global. Perspektif global sejarah yang demikianlah yang wajib diangkat dalam pendidikan.9) ilmu ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang perorang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. penghayatan. dalam Nursid 1999:2. Bagi kepentingan pendidikan. dapat diungkapkan nilai dan makna kemanusiaannya. perang yang merupakan peristiwa sejarah itu juga menjadi ajang meningkatkan kesadaran. meningkatkan kemampuan IPTEK yang mendukung kesejahteraan. Bahkan secara global. dan sosial politik lebih kuat daripada negara-negara Dunia Ketiga yang bersangkutan. dan kewaspadaan peserta didik terhadap bahaya perang “modern” di hari-hari mendatang.W. 11 . Pertemuan internasional yang bernilai dan bermakna sejarah seperti antara lain Konferansi Asia Afrika (1955) yang terkenal dengan “Semangat Bandung”.

Sumber daya yang sifatnya tidak terbarukan akan habis sekali pakai sehingga persediannya makin terbatas. Keinginan yang tidak terbatas c. tersedia sumber daya yang dapat digunakan. dan adanya penggunaan alternatif sumber daya. Sedangkan dipihak lain. melainkan telah menjadi masalah global. dan akhirnya persediaan sumber daya yang terbatas bahkan langka. kebutuhan terus meningkat karena pertumbuhan penduduk. kebutuhan yang cenderung tidak terbatas kuantitasnya. terutama berkenaan dengan keinginan yang “cenderung” tidak terbatas. Berdasarkan konsep di atas. pembahasan ilmu ekonomi menyangkut beberapa aspek yang meliputi: a. dan bahkan ada yang langka d. Persediaan sumber daya terbatas. Dari beberapa sumber daya khususnya sumber daya alam. Kesenjangan ini bukan bersifat lokal atau regional. Sedangkan penggunaan sumber daya alternatif. Penggunaan hari ini dan hari esok Dari aspek-aspek yang telah dikemukakan tadi. Sedangkan apa yang diperspektifkan. sangat berkaitan dengan IPTEK dan kecenderungan kebudayaan. hewan) dan ada yang tidak dapat terbarukan (migas. hari ini dan hari esok. jelas bahwa perspektif ekonomi terkait dengan waktu. dan keinginan yang cenderung tidak terbatas. Di sini dituntut 12 . ada yang dapat terbarukan (tumbuh-tumbuhan. Sumber daya ini langka dan mempunyai berbagai kegunaan alternatif. kemajuan dan penerapan IPTEK dalam proses produksi serta distribusi. Perspektif ke hari esok atau masa yang akan datang. persediaan sumber daya itu terbatas bahkan langka.Manusia mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Berbagai sumber daya ini tidak tersedia dengan bebas. Menentukan pilihan b. batu bara). terkait luas dengan pertumbuhan penduduk. Untuk memuaskan bermacam-macam keinginan yang tidak terbatas tersebut. Pilihan penggunaan dapat terjadi antara penggunaan sekarang (hari ini) dan penggunaan hari esok (masa depan). Kegunaan alternatif sumber daya e.

sosial. hubungan negara dengan warganya. masalah dan tantangan. Perspektif Global dari Visi Politik Menurut Roger F. khususnya Negara Republik Indonesia dengan negara tetangga yang kita sebut hubungan regional. dan lain-lain. Salah satu kiat itu. politik. dan produksi di lain pihak. yang kita sebut hubungan global. bagaimana kemajuan dan penerapan IPTEK. untuk menghadapi perspektif global ekonomi berupa perekonomian pasar bebas. Penyiapan SDM generasi muda Indonesia menghadapi Abad XXI dengan arus globalnya wajib dirintis sedini mungkin. Israel. Dengan berpegang pada politik luar negeri yang bebas aktif. Dalam sorotan perspektif global. beralihnya kawasan ekonomi maju dari Atlantik ke Pasifik. dalam Nursid. terutama politik luar 13 . Tantangan global di bidang ekonomi tidak akan kunjung reda. kita Bangsa Indonesia wajib siap mental dengan akhlak yang tinggi.12) 4.18): ilmu politik mempelajari negara. 1999:2. pengembangan dan pembinaan akhlak menjadi kunci penyelamatan kehidupan dengan lingkungannya.Kegiatan tersebut lebih meningkatkan kedudukan Indonesia di bidang politik.“kiat-kiat” ekonomi untuk menciptakan keseimbangan antara konsumsi di satu pihak. Soltau dalam Introduction to Politics (Miriam Budiarjo: 1991:9. maupun lingkungan hidup. Sikap mental wiraswasta harus menjadi cirri SDM mendatang. Hubungan dengan negara lain. Dalam kondisi global yang penuh dengan kesenjangan. dengan negara-negara lain pada umumnya kita sebut hubungan antarnegara atau antarbangsa atau hubungan internasional. (Nursid. Indonesia terjun ke berbagai kegiatan penyelesaian pertikaian politik seperti di kamboja. Oleh karena itu. baik ekonomi. Palestina. dan kebangkitan ekonomi Asia Afrika. Bosnia. 1999:2. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan. Filipina. budaya. dan akhirnya dengan semua negara di dunia ini. serta hubungan negara dengan negaranegara yang lain. aspek hubungan dengan negara lain merupakan hal yang pokok.

Bantuan ekonomi menjadi terbuka. 14 . Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia. Kebangkitan negara-negara Selatan menumbuhkan perhatian Negara-negara Utara.negeri. Konsep glasnots (keterbukaan) dan perstroika (pembaruan) yang digagaskan oleh Gorbachev. Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia. Peranan dan keberhasilan politik luar negeri Indonesia telah bergema secara global. khususnya politik luar negeri. berpengaruh terhadap kondisi politik global. Indonesia harus memperhitungkan kecenderungan dan peluang yang akan terjadi akibat perubahan di negara lain itu. Hal tersebut menjadi landasan kerja sama di bidang ekonomi. khususnya politik luar negeri Indonesia. tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh perkembangan di negara lain. Pimpinan dan pengaruh Indonesia dalam gerakan Non-Blok (GNB) terhadap kebangkitan di Afrika dan Amerika Latin atau Negara-negara Selatan pada umumnya. selalu ada pengaruh terhadap kehidupan politik. lebih membuka jalan kerjasama di bidang ekonomi. terutama yang dialami oleh negara-negara Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet. termasuk Adikuasa. menjadi landasan terjadinya pendekatan antarnegara dikuasa Rusia dan Amerika Serikat. Kepercayaan negara lain termasuk negara Adikuasa di bidang politik. dan Seterusnya. Gerakan ini menjadi pokok pangkal berakhirnya perang dingin di antara negara-negara yang bersangkutan. lebih khusus lagi di negara-negara adikuasa. baik di Negara-negara Selatan maupun di Negara-negara Utara. Republik Rakyat Cina. Kenyataan itu pula membawa dampak yang luas terhadap perubahan peta politik dunia. Jepang.Negara-negara yang terakhir ini tidak lagi mengabaikan negara-negara Dunia Ketiga atau Negaranegara Selatan tersebut. khususnya di negara yang telah maju. perkembangan di Uni Soviet. Jerman. Paling tidak. Hal ini dapat kita hayati tentang dampak Konferensi Asia Afrika.

dan perangkat 15 . peralatan. teman sepermainan. H. setelah berakhirnya PD II tersebut dituntut untuk mengatur politiknya sendiri. terutama dalam lingkungan yang terbentuk oleh manusia sendiri. telah menjadi negara yang secara politik diperhitungkan oleh negara-negara lain. membawa perubahan sosial. baik itu material maupun non-material. tetangga. Sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan kelompok-kelompok umat manusia. 1982: 302.P. Negara-negara tersebut yang secara politik sepenuhnya diatur oleh penjajah.22). Hubungan sosial dan interaksi sosial yang dialami manusia dan lingkungannya makin lama makin luas dan berkembang. 5.Perubahan peta politik global telah dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia II. Penjajahan politik berakhir. Hankins (Fairchild. Pakaian. tingkat lokal dusun. dkk. mereka dijajah.. termasuk di dalamnya Indonesia melepaskan diri dari negara penjajah. Interaksi sosial yang langsung (tatap muka) dan tidak langsung melalui berbagai media yang makin intensif serta makin meluas. tingkat regional provinsi. ilmu dan pengenalan teknologi yang terbawa oleh satu pihak kemudian diterima oleh pihak lain melalui berbagai media. Negara-negara yang baru merdeka pada era pasca-Perang Dunia II secara politik telah merdeka namun. objek yang menjadi sorotan utamanya yaitu hubungan antarmanusia. Luasnya interaksi sosial mulai dari keluarga. Dalam sosiologi. secara ekonomi. dan sampai ke tingkat global antarbangsa di dunia. kecerdasan. namun penjajahan ekonomi makin gencar. Mulai saat itu banyak negara jajahan. Nursid: 1999:2. Perspektif Global dari Visi Sosiologi Menurut Frank H. Pengetahuan. berdampak luas terhadap tatanan sosial. kemajuan sosial yang berdampak luas terhadap opini. Indonesia secara politik telah berhasil. Setelah berakhir perang dingin perubahan peta politik itu makin menonjol. nalar dan wawasan manusia yang mengalaminya. dalam. atau yang disebut lingkungan sosial. studi tentang manusia dan lingkungan manusia dalam hubungannya satu sama lain.

merupakan interaksi sosial yang meluas. Masalah sosial yang mengglobal ini merupakan penghancuran umat dalam jangka yang relatif cepat meracuni generasi muda. dewasa ini telah merambah segala penjuru dunia. bisnis dan barangkali juga tujuan politik secara sengaja melakukan penetrasi sosial budaya dengan memanfaatkan media canggih yang dapat menghancurkan umat tadi. 16 . Pertandingan olahraga. 1999:2. tingkat daerah. dampak negatif itulah yang perlu di waspadai karena bisa menjadi racun bagi kehidupan sosial. keberadaan media elektronik dengan suasana terbuka pada kondisi global saat ini. melainkan telah memasuki kehidupan segala lapisan masyarakat secara lokal. melainkan juga terjadi pertemuan berbagai aspek sosial yang terbawa oleh kelompok-kelompok manusia itu. pertemuan pramuka (jambore). pembendungannya terletak pada akhlak. Horton dan Hun (1976: 22. regional. Hal demikian tidak hanya berdampak lokal. kunjungan dan pertukaran pemuda pelajar. tidak lagi dapat dibendung. mental. bahkan juga global. tidak hanya ketemu atau interaksi manusianya saja. terutama pada diri pembuat keputusan di tingkat nasional dan internasional. dan moral yang kuat pada diri masing-masing. tidak hanya terbatas digunakan serta dimanfaatkan oleh orang tertentu. jenis olahraga dan jenis kesenian yang semula termasuk tradisional. Bersalaman. tegur sapa ada ala Barat telah masuk ke dalam kehidupan orang Indonesia. Dari arus global dan interaksi sosial baik langsung maupun media tentu saja memiliki dampak negatif dan dampak positif. serta antarnegara. paling tidak diwakili oleh kelompok yang bertemu saat itu. nilai dan norma. Harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama bahwa ada kelompok manusia yang bertujuan komersial.kasar yang lain. tingkat nasional.22) sosiologi didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang kehidupan sosial umat manusia. dalam Nursid. Jenis permainan. tetapi global. tepuk punggung. Suasana dan peristiwa yang demikian itu. juga mengalami pergeseran. nasional. Tatanan non-material. tingkat regional. regional.

H. 6. Sedangkan oleh E.25) Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global. nasional. (dalam Nursid. 1999:2. 1982: 12) didefinisikan sebagai studi tentang manusia dengan pekerjaannya. terarah pada keberadaan dan perkembangan budaya dengan kebudayaan dalam konteks global.P dkk. internasional sampai ke tingkat global yang sedang mengarus saat ini.A Hoebel (Fairchild.harus mengembangkan kemampuan perspektif global dalam menyimak masalah-masalah global yang mengancam kehidupan umat manusia.. regional. lebih menitikberatkan kepada kebudayaan sebagai hasil pengembangan akal pikiran manusia. Perspektif Global dari Visi Antropologi Antropologi. yang selanjutnya mengembangkan metode-metode pemecahan masalah-masalah tadi. merupakan studi tentang manusia dengan kebudayaannya. Namun sorotan dan kajiannya tidak terlepas mulai dari tingkat lokal. khususnya Antropologi operasional Budaya alternatif menurut Koentjaraningrat (1990: 1112) dikatakan sebagai pengganti Ilmu Budaya. Keterangan: 17 .

jalan negara sampai jalan tol yang dilengkapi dengan jembatan layang. dan informal. Suasana kondusif terselenggaranya pendidikan sangat ditentukan oleh 18 . rumah darurat. II. menghayati. tidak mungkin dapat mengubah tatanan kehidupannya sampai mengglobal. Kendaraan mulai dari yang didorong/ditarik oleh manusia.I. berarti mengamati. ditarik oleh hewan. kendaraan bermotor. perkembangan aspek kehidupan apa pun yang mengarus mulai dari tingkat lokal sampai ke tingkat global. rumah permanen sampai gedung bertingkat pencakar langit. IV.Semua tidak lain hasil dari pengembangan akal pikiran manusia atau hasil pengembangan budaya sebagai perkembangan kebudayaan. nonformal. jalan provinsi. jalan kabupaten. Makhluk hidup. formal. jalan mulai jalan setapak. apakah itu tumbuh –tumbuhan ataukah hewan. Contoh perkembangan kemajuan di sekitar seperti bangunan dari gubuk. Lokal Nasional/ Regional Internasional/ Interegional Global Hakikatnya. Di sinilah letak keunikan umat manusia dibandingkan dengan makhluk hidup lain nonmanusia. dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsur-unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia. sampai kendaraan ruang angkasa. dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia. Hal itu tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang diperoleh (budaya) dalam arti yang seluas-luasnya. meningkatnya pendapatan masyarakat (ekonomi) terkait dengan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan dirinya menggunakan peralatan mengolah sumber daya (budaya). Secara perspektif. Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari interaksi sosial (sosiologisosial) yang dilakukan oleh anggota-anggota masyarakat bersangkutan. jalan desa. Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global. III.

manusia menjadi dutanya berinteraksi. Dalam kehidupan umat manusia yang makin terbuka. kunjungan anggota DPR ke seluruh dunia. Dalam kondisi yang demikian. persilangan kebudayaan. sedangkan aspek budaya yang dibawa dan dibawakan bercampur-baur. KOMUNIKASI. jaminan peraturan. dan Teknologi (IPTEK). bukan hanya merupakan tantangan.ketentraman. terjadi persilangan unsur-unsur kebudayaan. Perkembangan. Perspektif global dilihat dari 19 . komunikasi) tidak dapat dipisahkan dari perkembangan. kemajuan dan penerapan IPTEK. sehingga terdapat serta tumbuh ketenangan hati dan kesadaran dalam diri anggota masyarakat tadi (psikologi). TRANSPORTASI. dan pemerintahan yang stabil (politik). melainkan sudah menjadi kebutuhan. kepemimpinan. PERSPEKTIF GLOBAL DARI IPTEK. terdapat hubungan fungsional yang saling mempengaruhi. tidak dapat dicegah bahkan dilakukan secara sengaja. bahkan direncanakan secara sistematik. secara sengaja melakukan pertunjukan kesenian keliling dunia. dan bahkan oleh negara-negara di dunia ini. Proses yang demikian. disadari atau tidak. Pada aspek-aspek tertentu. karena adanya perangkat yang menjadi medianya. pertukaran pelajar-pelajar antarnegara. D. belum lagi pertemuan internasional berbagai pakar dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. serta perangkat keras yang meliputi alat transportasi dan komunikasi. Diantara perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat tersebut meliputi perangkat lunak seperti ilmu pengetahuan. kemajuan dan pemanfaatan perangkat keras (transportasi. Demikianlah proses globalisasi budaya yang secara sengaja dilakukan oleh kelompok-kelompok manusia. DAN INTERNASIONAL Makin meluas dan meningkatnya proses globalisasi dalam segala aspek kehidupan. Dalam suasana yang demikian. kenyataanyya negara-negara di dunia termasuk Indonesia. demikian juga sebaliknya.

Pengetahuan dengan ilmu hubungannya sangat erat. Oleh karena itu. sudah pasti memiliki pengetahuan. Dengan pengetahuan. Namun yang namanya pengetahuan. alat. dan internasional akan dijelaskan sebagai berikut: 1. tansportasi. Apalagi setelah pengetahuan itu tersusun menjadi ilmu atau ilmu pengetahuan. Ciri-ciri bila dibandingkan dengan pengetahuan yang acak dan terbuka terletak pada adanya sistematik. objek kajian. pengetahuan yang acak itu wajib ditingkatkan menjadi ilmu. Oleh karena itu. Hanya.senjata dan hewan tadi menjadi lebih baik lagi.visi IPTEK. Pengetahuan yang acak dan terbuka. humaniora dan ilmu. nilai fungsionalnya tidak mencapai tingkat yang optimum untuk menghadapi tantangan dan memecahkan masalah yang makin rumit. Selanjutnya ilmu itu dikelompokkan menjadi ilmu eksak atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). biasa juga disebut ilmu pengetahuan. pengetahuan acak tadi. Bagi kita manusia. sifatnya acak. Pengetahuan apalagi ilmu (ilmu pengetahuan) fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Penerapan pengetahuan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghasilkan sesuatu. manusia yang normal. sekolah ataupun tidak. dalam konsep ilmu. membuahkan kemampuan 20 . Oleh karena itu. penerapannya memanfaatkan benda. dalam kehidupan yang makin berkembang dan penuh tantangan. Perspektif Global dari Visi IPTEK Pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. senjata dan juga hewan menjadi judah dan terarah untuk mencapai hasil. pemanfaatan benda. pengetahuan itu sangat potensial. melalui proses yang panjang diorganisasikan serta disusun menjadi bidang-bidang filsafat.ruang lingkup kajian dan metode yang diterapkan serta dikembangkannya. alat. Sebutan atau panggilan yang demikian diterapkan pada panggilan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Pengetahuan tidak memiliki ciri-ciri yang demikian. komunikasi.

Oleh karena itu dalam ucapan sehari-hari diungkapkan sebagai ilmu pengethuan dan teknolohi yang singkatan populernya IPTEK. kemampuannya hanya mengumpulkan bahan pangan baik di darat (hutan. panah 21 . Oleh karena itu. Brown & Brown (1980:2) mengungkapkan. ikhtisarnya akan disampaikan sebagai berikut: a. kiranya perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan disini adalah suatu jawaban sistematis dari kata “mengapa”(know why). danau. b. kemampuan memungut bhan pangan sudah berkembang dengan menggunakan peralatan tombak. editor. Sedangkan Marwad Daud Ibrahim (Yudi Latif. Untuk mengetahui perkembangan tersebut.yang disebut teknologi. padang rumput) maupun diperairan (sungai. bahkan bisa mengubahnya”. Masyarakat peramu pangan sederhana. pantai). rawa. Dari dua pernyataan tadi dapat disimpulkan secara sederhana teknologi itu tidak lain adalah penerapan pengetahuan dan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pengetahuan tentang cara memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Dengan demikian teknologi itu dapat dikatakan sebagai penerapan praktis pengetahuan untuk mengerjakan sesuatu yang kita inginkan. 1994:17) mengemukakan: “Sekandar upaya untuk menyamakan presepsi. Selanjutnya dapat dikemukakan antara penggetahuan dengan ilmu (ilmu pengetahuan) dan teknologi hubungannya sangat erat. Perkembangan peradaban masyarakat manusia dari waktu ke waktu ditandai oleh perkembangan IPTEK ini. Dengan teknologi orang lalu memanfaatkan gejala alam. Untuk mengetahui sejarah perekonomian masyarakat manusia yang dimulai kemampuan yang paling rendah sampai kepada kemampuan yang paling canggih saat ini. Masyarakat peramu pangan lebih maju. Sedangkan teknologi adalah jawaban praktis dari pernyataan “bagaimana” (know how). sabana. Teknologi adalah penerapan pengetahuan oleh manusia untuk mengerjakan suatu tugas yang dikehendakinya.

terjadi perubahan yang berarti dalam cocok tanam menggunakan peralatan yang lebih baik. pupuk maupun pengairan. Pertania lebih maju telah menggunakan alat pertanian yang lebih maju seperti.untuk berburu dan menangkap ikan serta menggunakan tongkat (sejenis linggis dari kayu) untuk mencari bahan pangan di darat. Pemanfaatan api ini. sesungguhnya kita telah menerapkan kajian perspektif IPTEK atau lebih luas lagi perspektif budaya. Pada tahap perajinan. Dari deretan perkembangan tadi. d. khususnya dalam membuat gerabah. Tinjauan diatas lebih melihat perkembangan pada masyarakat sederhana (masyarakat primitif). Dalam kebutuhan tahap-tahap (perekonomian) perkembangan tentu saja cara memenuhi terjadi juga kebutuhan perkembangan teknologinya. pemeliharaan tanaman. Pada masa ini telah terjadi revolusi hijau. Selanjutnya dengan menerapkan pendekatan perspektif budaya Alvin Toffler dalam bukunya yang 22 berjudul Gelombang Ketiga (1980) . mulai hanya dari memanfaatkan anggota badan (tangan. membawa perkembangan IPTEK lebih maju lagi. Memanfaatkan hewan untuk membantu mengolah tanah. c. Perburuan binatang didarat berkurang. api telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Pertanian sederhana dan penggembalaan mulai melakukan cocok tanam meskipun hanya menggunakan tongkat untuk membuat lubang ditanah sebagai tempat benih tanaman. e. barang anyaman sederhana. Hewan peliharaan mulai dikandangkan (peternakan sederhana). secara terbatas dilakukan pemupukan dan pengairan. Membuat barang gerabah (keramik kasar sederhana).kaki) menggunakan peralatan sederhana sampai peralatan yang lebih baik seperti linggis dari kayu. dan secara terbatas dilakukan pemupukan. cangkul dari batu dan seterusnya. Teknologi tau lebih terpadu IPTEK. Belum dilakukan pencangkulan. semacam cangkul. sudah mulai dilakukan penggembalaan. Masyarakat pengrajin mulai membuat peralatan.

termasuk penerapannya. Naisbitt (1982) menjulukinya sebagai abad 23 . Melalui media elektronik ini berita dan peristiwa cepat tersiar ke seluruh dunia. informasi semakin cepat merambah. Dengan dimanfaatkannya satelit komunikasi penyiaran TV semakin meluas. Gelombang kedua : Tiga ratus tahun yang lalu tepatnya pada abad XVII dengan ditemukan mesin uap mesin pemintal kapas proses produksi di sektor industri cepat meningkat. Oleh karena itu pada abad XX. J. 1980:10): Gelombang pertama : Ribuan tahun yang lalu telah terjadi perubahan besar dalam bercocok tanam sederhana menjadi pertanian yang paling maju. telah diterapkan dan dimanfaatkan. Jika abad XX ini oleh Toffler disebut gelombang ketiga yang ditandai oleh revolusi informasi. Ikhtisar secara singkat sebagai berikut (Toffler. Saat itu terjadi revolusi hijau. telah terjadi revolusi informasi. TV dan telepon maju dengan cepat.mengemukakan tiga tahap perkembangan. IPTEK pertanian yang lebih maju dari periode sebelumnya. Gelombang Ketiga : Pada abad ini (XX) kemajuan IPTEK elektronik maju dengan cepat radio. Perkembangan kemajuan dan penerapan IPTEK di bidang produksi dan industri terjadi lonjakan sehingga periode ini dikenal sebagi revolusi industri. Melalui revolusi informasi proses globalisasi berbagai aspek kehidupan makin dipacu.

editor: 1994: 17. bahkan satelit komunikasi juga memacu dersnya informasi.34) berikut ini: Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa gerangan fungsi IPTEK dan implementasi logisnya bagi sosok kebudayaan suatu masyarakat. Seperti yang dinyatakan David Turney. IPTEK dibidang informasi sebagai sarana penyebarluasan berbagai penemuan dan kemajuan makin memicu proses globalisasi. Oleh karena itu disatu pihak kita bersyukur menikmati rahmat dampak positif dari IPTEK itu namun dipihak lain kita wajib waspada dari dampak negatif yang menimbulkan laknat malapetaka yang menimpa lingkungan hidup yang pada akhirnya juga mengancam kehidupan RahmatNya.kemajuan IPTEK dibidang industri petrokimia dan bioteknologi juga mendukung revolusi hijau yang lebih maju serta lebih canggih. baik dibidang pertanian maupun dibidang industri. Inilah yang akan menjadi pusat perhatian diskusi kita selanjutnya.informasi. kimiawi. 24 . Kita sebagai umat beragama wajib bersyukur. Rekayasa mekanik. dalam Nursid. biotik dan sosial makin memacu proses produksi. Revolusi hijau dipacu oleh revolusi industri dan disebarluaskan secara global oleh revolusi informasi. IPTEK telah berhasil menciptakan pesawat. setelah diamati bukan hanya telah mengglobal melainkan telah mengangkasa. lalu tindakan apa yang harus diambiluntuk mengoptimalisasikan Rahmat dan meminimalkan Laknat dari kehadiran teknologi yang bermata dua ini. Namun juga wajib waspada. Kondisi yang demikian itu berkat perkembangan kemajuan penerapan dan emanfaatan IPTEK. 1999:2. Pada abad ini segala kemajuan sebelumnya mulai dari lonjakan IPTEK dalam bidang pertania yang dikenal dengan revolusi hijau kemajuan dan penggunaan berbagai mesin dalam proses produksi yang dikenal dengan revolusi industri makin meningkat dan makin meluas. Marwah Daud Ibrahim melihar bahwa teknologi atau secara yang lebih lengkap IPTEK mengandung dilema atau bermata dua. Berikut pernyataan Marwah Daud Ibrahim (Yudi Latif.

Disinilah letak tuntutan bagi dunia pendidikan dalam arti seluas-luasnya untuk menciptakan kiat mengatasi dampak negatif IPTEK terhadap guncangan fisik dan psikologis tadi. 2. kendaraan yang menggunakan tenaga jet samai kendaraan yang memanfaatkan tenaga surya(matahari) perkembangan tadi tidak terlepas dari perkembangan daya pikir manusia yang dikonsepkan sebagai perkembangan budaya. Angkutan itu mulai dari memanfaatkan tenaga manusia yang sampai saat ini juga masih ada dan masih dilakukan memanfaatkan alat pikul serta alat usung sederhana memanfaatkan tenaga hewan. Sudah bukan masalah fisik biologis dan mental psikologis di negar-negara tertentu melainkan telah meluas ke berbagai negara dipenjuru dunia. kendaraan beroda yang sederhana kendaraan bermontor. darah tinggi. kriminalitas. mabuk dsb. Ketegangan urat syaraf. Perspektif Global dari Visi Transportasi Dari perspektif budaya dapat diamati dan menghayati perkembangan alat angkut atau transportasi dari waktu ke waktu. Alat angkut atau transportasi yang semula berfungsi mengangkut barang dan manusia secara tidak langsung juga membawaberita atau informasi.Berbagai stasiun TV telah memanfaatkan penyiaran globalnya melalui satelit komunikasi ini. Berbagai pencemaran yang telah berpengaruh terhadap kesehatan fisikbiologis dan mental psikologis juga telah mengglobal. Dengan konsep yang lebih khusus. Dampak positif dari revolusi industri abad XVIIjuga membawa 25 . dapat pula kita konsepkan sebagai perkembangan IPTEK. IPTEK dibidang komunikasi informasimenjadi salah satu sarana. sadisme. Sedangkan dampak negatif yang membawa laknat juga telah mengglobal.penyakit yang timbul dimasyarakat yang telah mengglobal. Dampak negatif perkembangan kemajuan dan penerapan IPTEK yang menghasilkan berbagai ketimpangan itu oleh Toffler (1976) disebut sebagai Guncangan Hari Esok (Future Shock) tidak hany guncangan fisik (pshysial shcok) melainkan juga goncangan kejiwaan (psychologgical schock)penyakit.

Disinilah letak kedudukan fungsi dan peranan saling ketergantungan. dapat terealisaikan.politik. bahkan juga psikologi. Melainkan tersertakan pula kebiasaan. Secara ilmiah tidak ada orang. Proses sosial budaya dan sosial politik pada masa-masa selanjutnya menjadi lebih menonjol. Makin berkembang dan majunya transportasi didarat. regional. perairan dan udara.perkembangan dan kemajuan transportasi meliputi transportasi darat. bahasa. Jalan dan alat angkut transportasi menjadi urat nadi perekonomian dalam proses distribusi hasil produksi ke pasar dan ke konsumen. akulturasi difusi dan asimilasi unsur-unsur budaya serta kebudayaan secara menyeluruh terjadi lebih nyata dan lebih melekat. nasional. daerah dan negara yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri berapapun besar kekayaannya. Sejalan dengan proses yang demikian konsep saling ketergantungan mulai dari tingkat lokal.kontak dan informasi yang antar manusia membawa dampak luas tidak hany dibidang ekonomi melainkan njuga aspek-aspek budaya. 26 . dilaut dan di udara. Semua memerlukam bantuan pihak lain atau negara lain. Dampak transportasi yang demikian itu akan memacu hubungan antar manusia disegala aspek kehidupannya. Proses sosialisasi. Perkembangan kemajuan dan pemanfaatan transportasi menjdi pendukung pengembangan saling ketergantungan tadi. pengetahuan dan IPTEK.bahkan juga tingkat global. Dalam pemanfaatan transportasi untuk perdagangan yang terbawa itu tidak hanya barang dagangan dan manusia yang memperdagangkannya. internasional . Perkembangan jalan sebagai prasarana dan alat angkut sebagai sarana selain mendekatkan jarak relatif dalam ruang permukaan bumi juga memecahkan keterpencilan tempat-tempat terpencil. Melalui kontak yang demikian transportasi tidak akan terbatas. Dengan makin berkembang dan makin majunya transportasi konsep ekomoni tentang kebutuhan dan sumber daya produksi distribusi dan konsumsi makin nyata makna dan nilainya. agama.

komunikasi dalam berbagai bentuk cara 27 . Pertemuan berbagai pakar ekonomi. Manusia sebagai makhluk hidup yang berbudaya yang mengembangkan IPTEK memiliki kemampuan dan kiat dalam berkomunikasi yang beragam yang juga berkembang dan dikembangkan. juga terjadi dibidang politik dan yang paling bermakna adalah bidang IPTEK. mulai dari yang paling sederhana dengan kedipan mata.Ketergantungan tidak hany terjadi dibidang ekonomi. 3. Apalagi bagi mereka yang bergerak dibidang bisnis. Dari penjelasan diatas. lebih jelas sifat IPTEK yang bermata dua atau dilematis. angkat dan lambaian tangan. telah menjadi urat nadi perekonomian. Dilemanya terletak pada penyalahgunaan transportasi bagi kepentingan negatif oleh pihak dan kalangan tertentu. politik dan IPTEK antarnegara menunjukkan kenyataan yang demikian. dokumen terlarang dsb. cara komunikasi ini juga bertahap. Komunikasi yang dilakukan oleh manusia sangat beraneka ragam. Ketergantungan pada transportasi makin lama makin besar. Akibatnya patologi sosial yang berupa sadisme. obat terlarang. beragam dan berkembang. mabuk dsb akan bertambah terus. Perspektif Global dari Visi Komunikasi Berlainan dengan IPTEK. Makin maju dan canggihnya transportasi ada yang harus diwaspadai ada beberapa yang memanfaatkan dengan tujuan yang negatif seperti penyelundupan orang jahat. kemajuan dan pemanfaatan transportasi. komunikasi itu tidak hanya menjadi milik outentik umat manusia. sebagai dampak perkembangan.hal-hal itulah yang secara positif lebih meningkatkan kesejahteraan manusia didunia ini. Mulai dari masyarakat sederhana sampai ke modern.teroris. transportasi berupa prasarana dan sarananya. kriminalitas.jika proses globalisasi yang terlarang itu tidak teratasi. suara dll semua itu untuk kepentingan hubungan sosial yang motifnya juga beragamdari perspektif budaya. Tumbuhan dan hewan pun memiliki cara berkomunikasi sendiri. IPTEK inilah yang menjadi salah satu sarana komunikasi yang makin berkembang.

28 . Hal-hal yang berkenaan dengan kebudayaan. Apa pun masalah global yang terjadi di dunia. berkenaan dengan kebudayaan. kesehatan. 4. terutama berkenaan dengan jualitas SDM. sumber daya. Suatu hal yang menjadi kepentingan global umat manusia. namun berdampak global terhadap perdaimaian dunia serta penderitaan umat manusia. lingkungan hidup dan perdamaian. pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dari perspektif global keberhasilan saling ketergantungan dalam segala aspek krhidupan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan serta peranan transportasi dan media komunikasi. Masalah perdamaian sebagai agenda yang tidak terselesaikan. menyangkut pertikaian global tentang senjata nuklir. tidak terlepas dari manusianya. pangan. dan pertikaian antaretnis dalam satu negara. yang dampak negatifnya mengkhawatirkan tatanan kehidupan global. klaim atas sesuatu kawasan atau pulau. percobaan nuklir. terkait dengan SDM di mana pun adanya. tidak terlepas dari masalah kependudukan. Masalah-masalah tersebut sebenarnya saling terkait satu sama lain sebagai contoh dari masalah kependudukan (United National Fund for Population) dan masih banyak berbagai aspek lainnya. pendidikan dan ilmu pengetahuan ini. Masalah lingkungan hidup ini ditangani oleh program PBB untuk Lingkungan Hidup (United Nations Evitonment Programme). dan tatanan alamiah pada umumnya. PBB sangat berkepentinganm dengan kualitas SDM ini. Meliputi masalah-masalah kependudukan.dan sarananya juga merupakan perkrmbangan budaya terutama setelah menggunakan bahasa serta lambang-lambang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu lembaga ini mewadahi lembaga-lembaga khusus yang menngani suatu aspek tertentu. Masalah lingkungan hidup. pertikaian antarnegara tentang perbatasan. Perspektif Global dari Visi Internasional Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) merupakan lembaga dunia yang memperhatikan segala aspek kehidupan antar negara-negara anggotanya. industri.

ditangani oleh Organisasi PBB Urusan kebudayaan. dampaknya tidak hanya menimpa negara yang menerima relokasi. Karena jika degradasi lingkungan ini terjadi. dan Ilmu Pengetahuan. Negara-negara maju sudah berpengalaman. yang mengglobal dalam perspektif ekonomi dan ekologi. melainkan akan meluas ke dunia internasional. Oleh karena itu. dalamn perspektif waktu ke depan sudah pasti akan menghadapi hari-hari kelabu. pendidikan. karena mengalami dampak industrialisasi terhadap lingkungan di negara setempat bagaimana permasalahannya. agar ketimpangan antara ekonomi dengan ekologi ini tidak terjadi. 29 . bahkan juga mencapai batas global. yaitu berkenaan dengan relokasi industri dari negara-negara maju ke negara-negara sedang berkembang. termasuk di dalamnya ke Indonesia. Menerima relokasi industri dengan kehausan pembangunan tanpa kesiapan kemampuan SDM pengelola keseimbangannya. Kecenderungan yang akan makin meluas pada tatanan internasional. Sedangkan negara-negara sedang berkembang ini belum memiliki kesiapan bagaimana upaya menyeimbangkan industrialisasi dengan lingkungan serta sumber dayanya. dunia internasional dituntut untuk memberikan bimbingan.

Salah satu bidang pendidikan yang dirambah arus globalisasi yaitu pendidikan IPS. yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. tidak akan lahir dan terjadi begitu saja tanpa upaya. Perspektif global sebagai suatu kemampuan yang harus kita miliki. Bagi bangsa Indonesia kesadaran akan pentingnnya pendidikan global secara yuridis tercantum dalam UU No. Oleh karena itu. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). terutama bagi generasi muda yang akan menjadi sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu. Kesimpulan Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah.BAB III PENUTUP A. sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Globalisasi dunia merambah ke segala segi kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Konsep-konsep yang menjadi konsep kunci dalam 30 . kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global. Perspektif global merupakan suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini untuk kepentingan global yang lebih luas. diperlukan proses untuk mengembangkan dan membinanya.

N. serta perangkat keras yang meliputi alat transportasi dan komunikasi.2001. DAFTAR PUSTAKA Nursid. sejarah. kemajuan dan pemanfaatan perangkat keras (transportasi. Kuswaya Wihardit. kemajuan dan penerapan IPTEK. Perspektif Global. karena adanya perangkat yang menjadi medianya. S. politik. antropologi. dan Teknologi (IPTEK). Bandung: Remaja Rosdakarya. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Makin meluas dan meningkatnya proses globalisasi dalam segala aspek kehidupan.pembelajaran pendidikan IPS yaitu geografi. demikian juga sebaliknya. komunikasi) tidak dapat dipisahkan dari perkembangan. 31 . Perkembangan. Sornantri. sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.1999. Perangkat tersebut meliputi perangkat lunak seperti ilmu pengetahuan. ekonomi.