You are on page 1of 6

TINDAKAN YANG SEGERA DILAKUKAN

1.

Bebaskan jalan napas (Airway & Breathing)

2.

Berikan oksigen (Breathing)

3.

Pasang Infus (Circulation)

4.

Pantau EKG.
Dari keterangan data diagnostik, biasanya penyebab sesak napas dapat
didiagnosa, dan terapi secara spesifik dapat diberikan.
FLAIL CHEST
DIAGNOSIS
Pada pemeriksaan fisik pasien dengan dada tergirik pasca trauma, biasanya
tampak gerakan paradoksal iga-iga atau sternum (tertekan ke dalam pada waktu
inhalasi dan terdorong ke luar pada waktu ekshalasi).
PENGOBATAN

1.

Berikan oksigen tambahan. Gunakan sungkup muka – balon untuk membantu
ventilasi pada pasien dengan hipoventilasi berat.

2.

Intubasi endotrakea untuk membantu respirasi tidak harus dilakukan, bila hasil
pemeriksaan analisis gas darah cukup memuaskan (PO2 > 65 mmHg dan PCO2 <
44 mmHg). Berikan oksigen sesuai dengan indikasi.

3.

Berikan obat analgesia dan awasi tanda depresi napas. Obat analgesia misalkan
morfin 1 – 4 mg IV, obat ini jangan diberikan bila terdapat ancaman gagal napas.
SIKAP
Semua pasien trauma dengan dada tergirik (flail chest) memerlukan
perawatan dengan segera dan dilakukan fiksasi iga.
KELEMAHAN OTOT PERNAPASAN
DIAGNOSIS

Beberapa kemungkinan penyebab adalah Sindroma Guillain Barre. Sejumlah kecil cairan mungkin juga terdapat dalam rongga pleura (Fluidopneumothorax). merupakan indikasi untuk melakukan torakostomi dengan . pada perkusi terdengar nyaring (hipersonor atau timpani) di sisi paru yang terkena. dan Botulismus. sering datang dengan nyeri dada dan gawat napas berat. Miastenia Gravis. Terapi spesifik harus difokuskan pada penyakit neuromuskular yang menyebabkan kelemahan otot pernapasan. Intubasi tidak harus dilakukan bila hasil analisis gas darah cukup baik. PENGOBATAN Pada pneumotoraks bilateral atau tension pneumothorax (pneumotoraks tekan) unilateral. Pada foto toraks tampak jaringan paru kolaps dan didalam rongga pleura terdapat udara. Tingkat sesak napas atau gawat napas tergantung pada besarnya kolaps paru dan besarnya tekanan (terutama pada tension pneumothorax). PENGOBATAN DAN SIKAP Keluhan sesak napas pasien diperhatikan dan evaluasi keadaan inspirasi dengan memeriksa analisis gas darah dan uji fungsi paru (misalnya pemeriksaan kapasitas vital dan usaha inspirasi maksimal).Pasien dengan sesak napas atau gawat napas yang berhubungan dengan penyakit neuromuskular progresif biasanya mengalami hipoventilasi (analisis gas darah menunjukkan hipoksia dan hiperkapnea) dan kadang-kadang secara obyektif terdapat pula kelemahan kelompok otot yang lain. Pasien harus segera dirawat. Paralisis Periodik. Tension Pneumothorax menunjukkan gejala yang sama dan pada foto toraks sering tampak rongga mediastinum yang terdorong dari sisi yang terkena. PNEUMOTORAKS DIAGNOSIS Pasien dengan pneumotoraks. dan pada auskultasi didapatkan suara napas melemah atau hilang sama sekali di sisi paru yang terkena.

termasuk pasien dengan tension pneumothoraks atau pneumotoraks bilateral segala jenis. karena selalu mungkin terjadi perburukan yang mendadak. Torakostomi dilakukan dengan cara menusukkan jarum 14 – 16 F di sela iga II di garis klavikula tengah (mid-claviculair). Berikan oksigen melalui sungkup muka atau kateter hidung. tampak trakea terdorong dan jaringan paru yang kolaps. diagnosis klinis dapat dipertegas dengan membuat foto toraks. SIKAP I.segera. biasanya terjadi pada kecelakaan (trauma tumpul ataupun trauma tajam toraks). dengan suara napas yang melemah atau bahkan hilang sama sekali. Pasien dengan pneumotoraks ringan. PNEUMOTORAKS TEKAN / PNEUMOTORAKS PENTIL / TENSION PNEUMOTHORAX. Pada keadaan ini terdapat hipersonor pada hemitoraks yang terkena. ukuran kecil sampai sedang. perlu segera dirawat. Pasien dengan pneumotoraks ringan. resolusi dapat terjadi secara spontan. Bila pneumotoraks tidak luas. hipotensi serta vena leher melebar. PENGOBATAN 1. Dalam hal ini foto toraks sudah cukup untuk diagnosis. . Pasien yang mendapat pipa atau jarum torakostomi. walaupun pasien tampaknya stabil. Bila waktu memungkinkan. DIAGNOSIS Gawat napas berat yang berhubungan dengan pneumotoraks pentil. Pada pasien dengan pneumotoraks simpel yang unilateral (bukan tension pneumothorax) lebih baik sebelum dirawat dipasang dulu pipa torakostomi (WSD) di IGD. II. pipa torakostomi/WSD dipasang secara elektif. diobservasi untuk beberapa hari tanpa pipa torakostomi/WSD untuk melihat apakah keadaannya stabil atau telah mendapat perbaikan.

Pasang pipa torakostomi / WSD. karena resiko terjadinya ekspansi paru. dapat juga menyebabkan keadaan itu. Tetapi bila fusi kental (purulen) diperlukan pipa torakostomi. SIKAP Pasien segera dirawat. Resiko pemasangan pipa torakostomi tanpa pemeriksaan foto toraks haruslah dipertimbangkan terhadap beratnya gawat napas dan kepastian diagnosa klinis. serta pemeriksaan sitologik. walaupun pada pasien tanpa pneumotoraks. protein. berat jenis. HIDROTORAKS DAN HEMATOTORAKS DIAGNOSA Cairan didalam rongga pleura mengakibatkan paru kolaps. gunakan jarum besar dengan ukuran No. Dibuat foto toraks untuk menentukan diagnosis. dan amilase). Sejumlah kecil udara yang mungkin ada. PENGOBATAN I. Pasien mengeluh sesak napas atau pada pemeriksaan foto toraks tampak gawat napas. bila alat untuk memasang pipa torakostomi belum tersedia. Hidrotoraks : Bila sesak timbul mendadak dan diduga sebagai akibat hidrotoraks. 14 – 16. II. dengan mempergunakan jarum atau kateter kecil. hitung sel. Cairan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan analisis (pH. Hematotoraks : Pada hematotorak yang disebabkan oleh trauma sebaiknya dilakukan torakosentesis atau pemasangan torakostomi (atau keduanya) setelah pasien dirawat. Pada satu kali pungsi. Untuk tindakan torakostomi segera. sedangkan pada perkusi terdengar pekak pada sisi yang terkena dan pada auskultasi terdengar suara napas melemah atau hilang.2. cairan yang dikeluarkan jangan lebih dari 1 – 2 liter. Bila tindakan itu dilakukan dengan tepat. laktat dehidrogenase. bila cairan serosa. glukosa. kultur (untuk Mikrobakterium tuberkulosa dan kuman lain). segera lakukan drainase. resiko pemasangan torakostomi sangat rendah. .

nyeri dada. Mungkin ada demam subfebril. Berikan analgesik untuk menghilangkan nyeri . takipnea. Berikan Oksigen 2. sedangkan angiografi paru yang dilakukan dalam waktu 24 jam setelah emboli dapat dipakai untuk menyingkirkan atau menegakkan diagnosis. Pasien dengan endokarditis sisi kanan dan penyebab lain dari emboli paru septik. sesak napas. dan kadang-kadang dengan efusi pluera. Pemeriksaan analisis gas darah menunjukkan terdapatnya pintasan paru (A . PENGOBATAN 1. biasanya mengalami sesak napas. takikardia. sinkope dan syok. kecuali yang dengan efusi pleura kronik yang diketahui penyebabnya. Pemeriksaan CT-scan paru (tomogram komputer paru) dengan ventilasi perfusi yang normal menyingkirkan diagnosis emboli paru. Pada foto toraks tampak infiltrat paru. Pasien dengan emboli paru harus dibedakan dengan infark jantung. demam dan hemoptisis. biasanya terdapat demam tinggi dan menggigil yang ada hubungannya dengan gejala emboli paru.SIKAP Perawatan diperlukan untuk semua pasien. hipoksia dan hipokapnia. EMBOLI PARU AKUT DIAGNOSIS Pasien dengan emboli paru akut dan infark. Pada emboli paru masif. hipoksia berat. Pada pemeriksaan foto toraks sering tampak infiltrat berbercak banyak (multipel) yang sering berkavitas setelah beberapa hari sakit. lebih sering ditemukan nyeri dada anterior hebat.aDO2 = perbedaan isi oksigen dalam alveolus dan arteri) yang tinggi. tetapi pada infark jantung sering tanpa infiltrat paru. batuk. hemoptisis dan mengi (wheezing). Keduanya mempunyai gejala yang hampir sama.

PENGOBATAN Pada kasus atelektasis masif jarang terjadi gagal napas. perkusi pekak. 4. Obati syok (bila ada) Heparin harus mulai diberikan (kecuali bila ada kontra indikasi mutlak) pada emboli yang diduga kuat. SIKAP Perawatan diperlukan. Sesak napas. penyempitan sela iga. SIKAP Pasien yang diduga atau jelas emboli paru. Bila tidak ada gagal napas. kecuali bila diketahui bahwa proses penyakit adalah kronik atau nonprogresif. Pada sisi yang terkena gerakan dada berkurang. memerlukan perawatan. tidak diberikan oksigen sampai ada hasil analisis gas darah. . Jangan berikan heparin pada kasus yang diduga emboli septik. dan suara napas melemah atau hilang. Secara radiologik kelainan tampak berupa peningkatan densitas pada paru yang kolaps dengan volume berkurang dari hemitoraks yang terkena. takikardia dan sianosis mungkin ada. Tindakan ini harus sudah mulai diberikan di IGD. ATELEKTASIS MASIF DIAGNOSIS Atelektasis paru adalah kolapsnya alveolus yang tidak disebabkan oleh pneumotoraks atau hidrotoraks.3. hemidiafragma meninggi. dan mediastinum tertarik ke sisi yang terkena. Bila terdapat gagal napas maka diperlukan pemberian oksigen yang biasanya juga dengan bantuan ventilasi.