You are on page 1of 9

LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI

RESUME KEPERAWATAN Tn. Y DENGAN CHRONIC KIDNEY
DISEASE DI RUANG HEMODIALISA RSUP dr. SOERADJI
TIRTONEGORO KLATEN
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Profesi Ners
Stase Keperawatan Medikal Bedah

Disusun Oleh:
AJI HARI SETIAWAN
3214040

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN VII
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2015
Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman Yogyakarta
Telp (0274) 434200

Y DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG HEMODIALISA RSUP dr.Kep..SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Disusun oleh: Aji Hari Setiawan 3214040 Telah disetujui pada Hari : Tanggal : Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik (Ns. AMK) Mahasiswa (Aji Hari Setiawan. Arif Adi Setiawan. S. CPT) (Widodo.Kep) .LEMBAR PENGESAHAN RESUME KEPERAWATAN Tn. S.

3 ºC BB Sekarang: 50 kg BB. tidak tampak peningkatan JVP. palpasi iktus kordis teraba di IC ke 5 garis mid klavikula. Y Usia : 23 Tahun Alamat : Rabat. Data Observasi :Rambut sudah banyak yang rontok.KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PROGRAM STUDI NERS STIKES A. Data Fokus: : TTV : pre HD TD: 150/90 mmHg RR: 28 x/menit N: 70 x/menit S: 36.perut acites. tampak retraksi dada. klien tampak sesak nafasnya. pulsasi iktus kordis tidak tampak Palpasi: tidak ada jejas. Klaten Dx Medis : Gagal Ginjal Kronis (CKD) HD tanggal : Rabu. tidak teraba pembesaran massa. oedem pada ektremitas bawah. untuk bernafas terasa sedikit berat dan juga batuk tidak berdahak sudah semingguan terakhir ini. dan tampak terbatuk beberapa kali. tidak ada nyeri tekan. sclera kekuningan. . naik 3 kg Pemeriksaan thorax Inspeksi: klien tampak sesak. YANI YOGYAKARTA Nama Mahasiswa : Aji Hari Setiawan NPM : 3214040 Nama Pasien :Tn.konjungtiva tampak anemis. 24 Juni 2015 Keluhan Utama : Klien mengatakan sesak.

++ . Jantung: pekak Pemeriksaan Abdomen: Inspeksi : Simetris.Auskultasi: Ronkhi basah halus -/+ . tidak ada jejas ataupun luka Auskultasi : Terdengar suara peristaltik ± 10 x/menit Palpasi : Nyeri tekan tidak ada. suara jantung S1>S2 reguler Perkusi: Paru : Sonor. tes undulasi (+) menunjukkan adanya ascites Perkusi : Timpani Pemeriksaan Ekstremitas: Turgor Kulit : Kurang Elastis Edema .

RR: 28 x/menit .++  BB 50 kg. DO: . Edema .Klin tampak batuk beberapa kali tanpa mengeluarkan dahak . sclera kekuningan DS: Bersihan Jalan Nafas  Klien mengatakan sesak.Pemeriksaan thorax klien tampak sesak tampak retraksi dada Ronkhi basah halus -/+ ETIOLOGI Retensi cairan WOC Aliran darah ginjal turun ↓ Renin angiostensin aldosteron ↓ ↓ Retensi Na dan H2O ↑ Kelebihan volume cairan Obstruksi jalan nafas: sekresi yang tertahan WOC Infeksi saluran pernafasan ↓ Reaksi inflamasi ↓ Penumpukan secret ↓ Batuk tidak efektif ↓ Secret tertahan ↓ Bersihan jalan nafas tidak efektif Prioritas Diagnosa Keperawatan: 1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi cairan . DATA FOKUS (DO/DS) MASALAH Pre Hemodialisa DS : Kelebihan volume  Klien mengatakan badan terasa agak cairan berat DO :  TD: 150/90 mmHg  RR: 28 x/menit  N: 70 x/menit  Tes Undulasi (+)  Ascites  2. untuk Innefektif bernafas terasa sedikit berat dan juga batuk tidak berdahak sudah semingguan terakhir ini. Bersihan Jalan Nafas Inefektif berhubungan dengan Obstruksi jalan nafas: sekresi yang tertahan 2. naik 5 kg  konjungtiva tampak anemis. Analisa Data NO 1.A.

Monitor aliran oksigen 8. 5 – 37 . nadi.B. tidak ada suara nafas abnormal) Domain: physiologc health Clas: Metabolic regulation Vital sign Status (0802) Kriteria Hasil : . Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi 10. Auskultasi suara nafas. Monitor suara paru 5. Rencana Keperawatan DIAGNOSA Bersihan Jalan Nafas Inefektif berhubungan dengan Obstruksi jalan nafas: sekresi yang tertahan NOC Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 jam. Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan 3. Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi Vital sign monitoring (6680): Collection and analysis of cardiovaskular respiratory. and body temperature data to determine and prevent complications 1.Tanda Tanda vital dalam rentang normal .TD : 130 – 140 / 80 – 90 mmHg . Monitor respirasi dan status O2 5. Atur peralatan oksigenasi 7. tidak ada pursed lips) Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik. 5 º C NIC Airway Manajement (3140): facilitation of patency of air passages 1. 4. suhu.Nadi : 60 – 100 x/menit . Monitor cairan dapat berkurang: intake/output cairan . Monitor pola pernapasan abnormal Kelebihan volume Setelah di lakukan tindakan Fluid monitoring (4130): cairan berhubungan keperawatan selama 4 jam. diharapkan pola nafas efektif: NOC : Domain: Physiologc health Clas: Cardiopulmonary Respiratory status : Airway patency (0410) Kriteria Hasil : Suara nafas yang bersih. Monitor frekuensi dan irama pernapasan 4.Pernafasan : 16 – 20 x menit . Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi 2. tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu bernafas dengan mudah.S: 36. catat adanya suara tambahan 3. dan RR 2. frekuensi pernafasan dalam rentang normal. Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. irama nafas. Pertahankan jalan nafas yang paten 6. Pertahankan posisi pasien 9. collecting and analysis of patient dengan retensi diharapkan kelebihan volume cairan data to regulate fluid balance 1. Monitor TD.

Natrium. 05 WIB Jam 07. Monitor serum Clas: fluid & electrolytes albumin dan protein total Electrolit and acid base balance 3. Memonitor RR 2. Memonitor respirasi dan status O2 4. Monitor turgor Kriteria Hasil: kulit dan adanya kehausan Terbebas dari edema 5. Siapkan alat dan cairan yang dibutuhkan untuk prosedur dialisis 6. Implementasi dan Evaluasi DIAGNOSA Bersihan Jalan Nafas Inefektif berhubungan dengan Obstruksi jalan nafas: sekresi yang tertahan HARI/TANGGAL Rabu. klium) 3. Gunakan teknik steril untuk memulai prosedur dialisis dan saat proses insersi jarum dan penyambungan kateter 7.Domain: physiologc health 2. Jangan lakukan pengukuran tekanan darah pada lokasi fistula atau punctur vena C. Tampak keringat dingin 3.00 WIB Jam 07. TTV Post-HD TD : 140/90 mmHg Paraf .n. Monitor klinis laboratorium klien seperti nilai urea. Pasien tampak lemas 2. HR (0600) 4. 24 Juni 2015 Jam 07. Monitor clotting time dan berikan heparin dengan sesuai jika ada gangguan 4. Monitor berat menunjukkan acites berkurang badan pada perut Berat badan Hemodialysis Therapy (2100): mengalami penurunan 2 kg 1. Klien mengatakan merasa sesak O: 1. Monitor tanda-tanda vital klien 2. Terjadinya kualitas urine penurunan cairan dengan 6.00 WIB Jam 07. Memposisikan pasien semi fowler untuk memaksimalkan ventilasi 3. Monitor warna. Memberikan terapi o2 EVALUASI S: 1. Jelaskan mengenai prosedur dialisis yang akan dilaksanakan 5. 05WIB IMPLEMENTASI Pre 1. creatini. Monitor RR.

10 WIB Jam 08. BB : 46 kg 6. Posisi semi fowler 6.Jam 07. Mengukur berat sedikit lemas dan badan dan tekanan lelah darah sebelum 2. 10 WIB Jam 07. Memonitor respirasi A: 2. Menanyakan 3. Memotivasi klien dan keluarga untuk membatasi intake O : cairan 1. Mempertahankan posisi klien semifowler P: Post lanjutkan inetervensi 1. 3 ºC lpm RR: 22 x/menit 6.00 WIB 5. HD dengan Klien dan bicarbonate. Memonitor aliran O2 Masalah teratasi nasal kanul 3 lpm sebagian 3. Melakukan hemodialisa selama 4 A : Masalah teratasi jam sebagian 8. 25 WIB Jam 10. 45 WIB Jam 11. 10 WIB Jam 07. Klien dan keluarga tindakan hemodialisa mengatakan paham 2. Klien mengatakan 1. Mendengarkan suara TTV dalam nafas klien batas normal 4. Ascites (+) kulit klien 5.00 WIB Jam 07. Mengkaji area 2. Mempertahankan 4. 23 Juni 2015 Jam 06. Memonitor aliran N: 68 x/menit oksigen nasal kanul 3 S: 36.00 WIB Jam 07. Pasien terlihat lemas 5. UF Goal batasan cairan Aji H. Menanyakan keluhan l/mnt klien setelah proses hemodialisa Pre : S 1. O2 nasal kanul 3 l/mnt Intra 1. 20 WIB Jam 08. Memonitor RR terapi o2 nasal kanul 3 2.S Aji H. Tampak keringat odema pada tubuh dingin klien 3. Terdengar suara posisi pasien semi Ronkhi basah -/+ fowler 5. Megobservasi dalam pembatasan keadaan umum klien cairan 3.15WIB Jam 08. Klien mengatakan keluhan yang perut sudah tidak dirasakan oleh klien terlalu kembung 4. 10 WIB Jam 07.50 WIB Jam 07. 20 WIB Jam 08. heparin Keluarga dosis standar (1500memahami tentang 1000-1000). 00 WIB Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi cairan Selasa. 15 WIB Jam 08. Mengkaji turgor 4.15 WIB Jam 07. Edema -/7.S .

Mengobservasi tanda – tanda terjadinya syok Jam 11. . Mengobservasi keadaan umum dan tanda – tanda vital klien yaitu tekanan darah 2. Mengukur tanda – tanda vital. Mengakhiri kegiatan HD 2. Memotivasi pasien untuk diit tinggi protein hewani 3.00 WIB Jam 09. 05 WIB Post : 1.Batasi cairan pasien.00 WIB Intra : 1. dan keluhan pasien setelah HD yang harus dipenuhi oleh klien P : Lanjutkan intervensi .3000. Blood pump 160 Jam 09.