You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Birokrasi merupakan instrumen penting dalam masyarakat modern yang
kehadirannya tak mungkin terelakkan. Eksistensi birokrasi ini sebagai
konsekuensi

logis

dari

tugas

utama

negara

(pemerintahan)

untuk

menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat .Negara dituntut terlibat dalam
memproduksi barang dan jasa yang diperlukan oleh rakyatnya baik secara
langsung maupun tidak. Bahkan dalam keadaan tertentu negara yang memutuskan
apa yang terbaik bagi rakyatnya. Untuk itu negara membangun sistem
administrasi yang bertujuan untuk melayani kepentingan rakyatnya yang disebut
dengan istilah birokrasi.(Sulistio, 2013)
Birokrasi bagi sebagian orang dimaknai sebagai prosedur yang berbelit-belit
dan menyulitkan. Namun bagi sebagian yang lain birokrasi dipahami dari
perspektif yang positif yakni sebagai upaya untuk mengatur dan mengendalikan
perilaku masyarakat agar lebih tertib. Ketertiban yang dimaksud adalah ketertiban
dalam hal mengelola berbagai sumber daya yang mendistribusikan sumber daya
tersebut kepada setiap anggota masyarakat secara berkeadilan.
Pendapat yang berbeda di atas dapat dipahami dari perspektifnya masingmasing. Bagi yang berpandangan posisif terhadap birokrasi maka baginya
birokrasi adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi bagi mereka yang berpandangan
negatif maka birokrasi justru menjadi salah satu penghalang tercapainya tujuan
sehingga keberadaan birokrasi harus dihilangkan.
Dalam makalah ini, akan dibahas tentang makna birokrasi dari berbagai
perspektif dan seperti apakah konsep birokrasi itu sesungguhnya.
1.2 Rumusan Masalah
Sesuai latar belakang di atas, rumusan masalah pada makalah ini adalah
bagaimanakah konsep birokrasi?

1

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah sesuai rumusan masalah yaitu untuk
mengetahui lebih lanjut tentang konsep birokrasi.

2

3 . 1983 dalam Sulistio. Bureaucracy as Rational Organization Birokasi sebagai Organisasi Rasional. Keempat. Dalam pengertian ini birokrasi dimaknai sebagai suatu organisasi yang rasional dalam melaksanakan setiap aktivitasnya. 2. Ketiga. menunjuk pada metode khusus untuk pengalokasian sumberdaya dalam suatu organisasi besar. dan Nurhadiantomo. Namun pada kenyataannya aturan tersebut sering disalahgunakn demi kepentingan pejabat yang bersangkutan. Bureaucracy as Rule by Official Birokrasi sebagai Aturan yang dijalankan oleh para pejabat. Pengertian ini berpadanan dengan istilah pengambilan keputusan birokratis. Aturan-aturan itu dibuat guna mempermudah proses pelayanan publik. Birokrasi merupakan seperangkat aturan yang dijalankan oleh para pejabat dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Suyatno. Akibatnya masyarakat menjadi antipati dengan berbagai aturan yang dibuat oleh pejabat publik dan cenderung tidak ditaati. menunjuk pada “kebiroan” atau mutu yang membedakan antara biro-biro dengan jenis-jenis organisasi lain. 2013): 1. 1967 dalam Sulistio.1 Pengertian Birokrasi Birokrasi menunjuk pada empat pengertian. yakni orang-orang yang digaji yang berfungsi dalam pemerintahan (Castle. Kedua. Pengertian ini menyamakan birokrasi dengan biro. 2013). yaitu: Pertama. menunjuk pada kelompok pranata atau lembaga tertentu. Pengertian ini lebih menunjuk pada sifat-sifat statis organisasi (Downs. sebagai kelompok orang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2013). Setiap tindakan birokrasi hendaknya mengacu pada pertimbanganpertimbangan rasional. Dalam kehidupan sehari-hari istilah Birokrasi setidak-tidaknya dimaknai sebagai berikut (Albrow dalam Sulistio.

4. Birokrasi adalah unsur pelaksana dari administrasi publik agar tujuan pelayanan kepada masyarakat tercapai secara efektif.3. Bureaucracy as the Organization Birokrasi sebagai Organisasi. efisien dan rasional. Semangat debirokratisasi menjadi tidak bermakna karena tidak diimbangi dengan sikap dan perilaku para pejabat yang tidak konsisten dan konsekuen dengan pernyataannya. tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan setiap orang dapat bekerjasama secara efektif. biaya tinggi dan sulit beradaptasi dengan lingkungannya. Organisasi merupakan suatu sistem kerjasama yang melibatkan banyak orang. Dalam hal ini pemahaman terhadap makna birokrasi hampir sama dengan bureaucracy as rule by official dan bureaucracy as public administration. Seringkali niat baik birokrasi untuk memberikan layanan yang efisien justru berbalik menjadi layanan yang tidak efisien dan mengecewakan masyarakat. Organisasi sebagai sistem kerjasama berarti: (a) sistem mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan secara baik. tenaga. Birokrasi justru dianggap sebagai tempat bersarangnya berbagai penyakit organisasi modern seperti pembengkakan pegawai. Bureaucracy as Organizational Ineficiency Birokrasi sebagai Pemborosan yang dilakukan oleh organisasi. Pemborosan (ineficiency) yang dimaksudkan adalah pemborosan dalam segi waktu. Karena itu masyarakat menjadi apatis terhadap berbagai slogan efisiensi yang disampaikan oleh aparat birokrasi. Birokrasi dalam hal ini disama artikan dengan administrasi publik. Administrasi Publik adalah proses pengelolaan sumber daya publik untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. finansial maupun sumber daya lainnya. (b) sistem 4 . Bureaucracy as Public Administration Birokrasi sebagai Administrasi Publik. Organisasi yang dimaksudkan adalah organisasi memiliki struktur dan aturan-aturan yang jelas dan formal. 5. dimana setiap orang mempunyai peran dan fungsi serta tugas yang saling mendukung demi tercapainya tujuan organisasi. 6. dimana masing-masing mengandung wewenang. Bureaucracy as Administration by Officials Birokrasi sebagai Administrasi yang dilaksanakan oleh para pegawai.

penugasan pekerjaan kepada orangorang berdasarkan kekhususan bidang kerja masing-masing. Institusi formal itu adalah birokrasi. 2. Secara Negatif: Birokrasi sebagai alat untuk memperoleh. Birokrasi menurut Evers dalam Sulistio (2013) dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori yaitu: 1. 3. impersonal dan leglistik (Thoha. sifat pengabaian (alienation) serta otomatis (automatism) dan menutup diri terhadap 5 . Keberaturan itu dapat dicapai jika dilaksanakan oleh suatu institusi formal yang dapat mengendalikan perilaku menyimpang masyarakat. 2013). 1995 dalam Sulistio. 2. Secara etimologi Birokrasi berasal dari istilah ‘buralist’ yang dikembangkan oleh Reiheer von Stein pada 1821. dan oleh Evers dinamakan Birokrasi Weber (BW). kemudian menjadi ‘bureaucracy’ yang akhirakhir ini ditandai dengan cara-cara kerja yang rasional. Dengan demikian maka Istilah Birokrasi dalam masyarakat dimaknai secara diametral (bertentangan satu sama lain yang tidak mungkin mencapai titik temu): 1. (c) sistem yang terencana dari suatu bentuk kerjasama yang memberikan peran tertentu untuk dilaksanakan kepada anggotanya. Oleh Evers (dalam Zauhar) disebut Orwelisasi. Birokrasi dipandang sebagai perluasan kekuasaan pemerintah dengan maksud mengontrol kegiatan masyarakat. Birokrasi dipandang sebagai rasionalisme prosedur pemerintahan dan aparat administrasi publik. Secara Positif: Birokrasi sebagai alat yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Bagi masyarakat modern keberaturan merupakan sebuah kemestian. 7. Bureaucracy as Modern Society Birokrasi merupakan ciri dari masyarakat modern. Makna ini adalah sejalan dengan ide Weber tentang birokrasi. tatacara yang berlebihan (ritualism) dan penyimpangan sasaran (pervesion goals). Konsep inilah yang sering disebut Parkinson Law. Birokrasi adalah sesuatu yang penuh dengan kekakuan (inflexibility) dan kemandegan struktural (structural static). Birokrasi dipandang sebagai bentuk organisasi yang membengkak dan jumlah pegawai yang besar. mempertahankan dan melaksanakan kekuasaan. Dengan adanya alat yang efisien dan efektif ini maka tujuan suatu organisasi (privat maupun publik) lebih mudah tercapai.

6 .perbedaan pendapat (constrain of dissent). Birokrasi seperti ini menurut Marx bersifat parasitik dan eksploitatif.

dan sebagainya. yaitu proses pengurusan surat atau dokumen lain yang berbelit-belit. Apakah tidak atau belum mampu menghapus stereotipe negatif terhadap birokrasi?. tidak adil. Bagaimana dengan era reformasi yang terjadi di Indonesia ?. Untuk mengetahui jawaban hal-hal tersebut di atas. Tidak salah masyarakat menggambarkan birokrasi dengan hal-hal seperti itu karena memang pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan yang dialami secara langsung oleh masyarakat seperti itu. tidak transparan. tidak ramah. memungut retribusi. akan kita bahas dengan terlebih dahulu mengetahui dan memahami tentang definisi dan pengertian serta makna tentang birokrasi. misalnya saat pembuatan KTP. mengurus sertifikat tanah. dan sebagainya.1 Definisi Birokrasi Selama ini.BAB III PEMBAHASAN 3. Terminologi birokrasi dalam literatur Ilmu Administrasi Negara atau Ilmu Politik adalah sebagai berikut : - berarti Organisasi yang rasional (rational organization) - berarti Ketidakefisienan organisasi (organizational inefficiency) - berarti Pemerintahan oleh para pejabat (rule by official) - berarti Administrasi negara (public administration) - Administrasi oleh para pejabat (administration by official) - Bentuk organisasi dengan ciri tertentu. mempersulit dan memperlama pelayanan. membuat paspor. organisasi birokrasi di kalangan masyarakat dipahami sebagai sebuah organisasi yang melayani masyarakat dengan stereotipe yang negatif antara lain. akte kelahiran. Tetapi apakah memang seperti itu gambaran birokrasi (juga di Indonesia) saat ini ?. yaitu adanya hirarki dan peraturan - Salah satu ciri dari masyarakat modern yang mutlak (an essential quality of modern society) 7 .

pejabat memiki posisi yang sama dengan pekerja pabrik. Meyer dalam bukunya “Bureaucracy” birokrasi adalah tipe organisasi yang dimaksudkan untuk mencapai tugas-tugas administratif dengang cara mengkoordinasi secara sistematis teratur pekerjaan dari banyak anggota organisasi. sedang Weber secara modern mengartikannya sebagai individu dari alat-alat produksi. bahwa fasilitas dan sumber-sumber yang diperlukan untuk memenuhi tugas-tugas itu diberikan oleh orang orang lain. seseorang memiliki tugas-tugas khusus untuk dilakukan. bukan dipilih. Meyer Menurut Peter M. ia berlaku hampir tanpa penjelasan bahwa suatu jabatan tercakup dalam administrasi (setiap bentuk otoritas mengekspresikan dirinya sendiri dan fungsinya sebagai administrasi). Bagi Weber membicarakan pejabat-pejabat administrasi adalah bertele-tele.Sedangkan untuk definisi birokrasi. diantaranya adalah : 1) Max Weber Weber menulis banyak sekali tentang kedudukan pejabat dalam masyarakat modern. Dengan menyatakan hal ini Weber telah hampir sampai pada definisi umumnya yang dikenakan terhadap birokrasi. Ciri pokok pejabat birokrasi adalah orang yang diangkat. bukan oleh pemegang peranan itu. Dalam hal ini. Pendeta. Meskipun demikian konsep tersebut muncul pertama kalinya. Perwira Tentara. yang baginya jauh lebih penting dari seluruh proses sosial 2) Peter M Blau Dan W. Manajer Pabrik semuanya adalah pejabat yang menghabiskan waktunya untuk menginterpretasikan dan memindahkan instruksi tertulis. Baginya kedudukan pejabat merupakan tipe penanan sosial yang makin penting. Weber memandang Birokrasi sebagai birokrasi rasional atau ideal sebagai unsur pokok dalam rasionalisasi dunia modern. Kedua. banyak sekali para ahli atau tokoh yang mendefinisikan tentang birokrasi. Ciri-ciri yang berbeda dari peranan ini ialah: pertama. Karena pejabat memiliki otoritas dan pada saat yang sama inilah sumbangannya. Blau dan W. 8 . Tetapi pejabat memiliki ciri yang membedakannya dengan pekerja: ia memiliki otoritas.

bahwa birokrasi merupakan jembatan yang dibuat untuk menghubungkan antara kepentingan masyarakat dan kepentingan negara yang dalam saat-saat tertentu berbeda. 9 . 6) Yahya Muhaimin Sedang Yahya Muhaimin mengartikan birokrasi sebagai “Keseluruhan aparat pemerintah. The bureaucracy of which Iam speaking doesn’t always conform to Weber’s notion of rational bureaucracy. dilakukan dengan tertulis. yang saling berhubungan dalam jenjang yang kompleks di bawah pembuat tugas atau peran formal (ketentuan atau peraturan dan bukan orang). Hegel melihat. dan masyarakat sipil yang mewakili kepentingan khusus dalam masyarakat. mengatakan bahwa birokrasi adalah sekumpulan tugas dan jabatan yang terorganisir secara formal. oleh orang yang dipilih karena kemampuan dan keahlian di bidangnya. dalam sistem hirarki yang jelas. sipil maupun militer yang melakukan tugas membantu pemerintah dan menerima gaji dari pemerintah karena statusnya itu”. 5) Lance Castle Lance Castle memberikan definisi birokrasi sebagai berikut : “bureaucracy I mean the salaried people who are charged with the function of government”. oleh bagian tertentu yang terpisah dengan bagian lainnya. 7) Hegel Birokrasi adalah institusi yang menduduki posisi organik yang netral di dalam struktur sosial dan berfungsi sebagai penghubung antara negara yang memanifestasikan kepentingan umum. the military bureacracy.3) Rourke Sedangkan menurut Rourke birokrasi adalah sistem administrasi dan pelaksanaan tugas keseharian yang terstruktur. are of course included. Oleh sebab itu peran birokrasi menjadi sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan perspektif antara negara (pemerintah) dan masyarakat sehingga tidak terjadi kekacauan. The army officers. 4) Almond Dan Powel Sementara itu Almond dan Powell.

Segenap kesalahan penguasa akhirnya tertumpu pada birokrasi yang sebenarnya hanya menjadi alat saja. serba menurut aturan. Dalam hal ini birokrasi menjadi kambing hitam bagi kesalahan penguasa terhadap rakyatnya. 9) Karl Marx Birokrasi adalah Organisasi yang bersifat Parasitik dan Eksploitatif. kebiasaan. yang menjalankan tugas-tugas negara dalam berbagai unit organisasi pemerintah 10 . 11) Contoh Di Dalam Pemerintahan Indonesia Untuk menggambarkan organisasi dalam pemerintahan negara Indonesia. keterlambatan dalam pengambilan keputusan. dan menolak usaha-usaha untuk bereksperimen. Sehingga birokrasi adalah ancaman bagi pemerintahan yang demokratis. Dalam pandangan Marx yang berbeda dengan Hegel. Definisi dalam kamus bahasa Indonesia ini nampaknya tidak hanya berusaha memberikan makna “birokrasi” tetapi juga istilah turunan yang mengacu pada sifat atau kebiasaan birokrasi. mengorbankan fleksibilitas terhadap peraturan. birokrasi merupakan sistem yang diciptakan oleh kalangan atas (the have) untuk memperdayai kalangan bawah (the have not) demi mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Cara pemerintahan yang sangat dikuasai oleh pegawai negeri c. Birokrasi merupakan Instrumen bagi kelas yang berkuasa untuk mengekploitasi kelas sosial yang lain (yang dikuasai). dan banyak liku-likunya. Pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai bayaran yang tidak dipilih oleh rakyat b. Birokrasi berfungsi untuk mempertahankan privilage dan status quo bagi kepentingan kelas kapitalis. Cara kerja atau susunan pekerjaan yang serba lambat.8) Harold Laski Birokrasi menggambarkan keadaan rutin dalam administrasi. 10) Kamus Umum Bahasa Indonesia Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia “biro” diartikan kantor dan istilah birokrasi mempunyai beberapa arti : a. maka birokrasi bisa didefinisikan sebagai keseluruhan organisasi pemerintah.

Dari beberapa ahli yang sudah mendefinisikan birokrasi tersebut. Jadi birokrat terdiri dari unsur-unsur pimpinan yaitu para pejabat dalam organisasi pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. Secara spesifik birokrasi publik dapat dimaknai sebagai institusi atau agen pemerintahan yang dilengkapi dengan otoritas sistematik dan rasional dengan aturan-aturan yang lugas untuk memberikan pelayanan publik. Sedangkan Birokrat dalam arti pejabat pimpinan tingkat atas dan menengah dalam suatu struktur organisasi pemerintah umum. dan Kecamatan. dan tata kerja ini untuk tujuan bersama (bukan per individu atau per orang). Oleh karena itu kita harus obyektif dan terbuka. birokrasi dibutuhkan baik oleh negara maupun oleh rakyat. tetapi ada juga yang melihatnya secara netral (value free). Ada beberapa tokoh atau ahli yang memandang birokrasi secara positif.2 Makna Birokrasi Meskipun secara umum sudah ada penjelasan atau definisi tentang birokrasi. baik di tingkat pusat maupun di daerah seperti di tingkat Propinsi. bahkan pada tingkat Kelurahan dan Desa. dll. Birokrasi tercipta karena kebutuhan akan adanya penghubung antara negara dan masyarakat. bisa ditarik benang merah bahwa sebenarnya secara umum birokrasi adalah tata kerja pemerintahan agar tujuan negara bisa tercapai secara efektif dan efisien. tetapi dalam khasanah ilmu pengetahuan perbedaan pendapat dan pandangan sangat dihargai. 3.dibawah Departemen dan Lembaga-lembaga Non Departemen. Makna Positif Birokrasi yang bermakna positif diartikan sebagai birokrasi legal-rasional yang bekerja secara efisien dan efektif. Demikian juga dengan perbedaan pandangan tentang birokrasi. Birokrasi adalah alat penindas (penghisap) bagi kaum yang 11 . organisasi tambun. tidak efisien dan tidak efektif. Kabupaten. Artinya. boros. Tokoh pendukungnya adalah : Max Weber dan Hegel 2. Makna Negatif Birokrasi yang bermakna negatif diartikan sebagai birokrasi yang penuh dengan patologi (penyakit). 1. ada juga yang secara negatif. korupsi. untuk mengejawantahkan kebijakankebijakan negara.

status sosialnya.lemah (miskin) dan hanya membela kepentingan orang kaya. Teori bureaucratic oversupply model 4.2012). Dalam teori ini. terukur. adat istiadatnya. Teori power block model 3. briokrasi hanya menguntungkan kelompok orang kaya saja. Sehingga ilmu sosial adalah ilmu yang kaya akan pemikiran dan pendapat atau sudut pandang (Martini. karena ilmu sosial mempelajari tentang manusia yang antara satu dan lainnya punya banyak perbedaan (misalnya berbeda tentang latar belakangnya. Model ini menyatakan bahwa birokrasi yang ideal adalah birokrasi yang berdasarkan pada sistem peraturan yang rasional. Penciptaan birokrasi secara rasional ini adalah tuntutan demokratisasi yang mensyaratkan diimplementasikannya law enforcement dan legalisme formal dalam tugas-tugas penyelenggaraan negara. Adalah model yang dikembangkan oleh Max Weber. Tokoh pendukungnya adalah : Karl Max dan Harold Laski 3. dan efisien. Teori rational-administrative model 2. birokrasi harus dibentuk secara rasional sebagai organisasi sosial yang dapat diandalkan.3 Teori Birokrasi Dalam ilmu sosial. Teori rational-administrative model. ketika muncul definisi. yakni : 1. Oleh karena itu birokrasi harus 12 . Aliran pemikiran tentang birokrasi ini dikenal dengan istilah teori. dapat diprediksikan. dan tidak berdasarkan pada paternalisme kekuasaan dan kharisma. sudah pasti tidak mungkin hanya dilihat dari satu aliran/ perspektif/ pemikiran/ teori saja. Makna Netral (Value Free) Sedangkan birokrasi yang bermakna netral diartikan sebagai keseluruhan pejabat negara pada cabang eksekutif atau bisa juga diartikan sebagai setiap organisasi yang berskala besar. Artinya. dan sebagainya). 3. status ekonominya. Dalam ilmu politik terdapat beberapa teori (yang menonjol) dalam membentuk institusi (birokrasi) di berbagai negara. Teori new public service 1.

Teori ini pada intinya menyoroti kapasitas organisasi birokrasi yang dipandang terlalu besar (too large). kuat. 2. Oleh Marx. dan dijauhkan dari keintiman hubungan dengan para pengusaha/ pemilik kapital. Teori power block model Adalah berdasar pada pemikiran bahwa birokrasi adalah merupakan penghalang (block) rakyat dalam melaksanakan kekuasaan. Oleh karena itu para pemikir teori ini mengusulkan untuk mengadakan ”revolusi politik”. Tokoh dari model ini adalah : Ralp Miliband (1969). Contoh dari penerapan teori ini adalah pada negaranegara dengan ideologi komunis. Teori ini muncul sebagai respon dari teori birokrasi Weber maupun Karl Max. Teori bureaucratic oversupply model Adalah sebuah teori yang berbasis pada pemikiran ideologi liberalisme. Pejabat birokrasi dimotivasi oleh kepentingankepentingan mereka 13 .diciptakan sebagai sebuah organisasi yang terstruktur. dimana birokrasi harus dirubah sebagai alat rakyat kaum proletariat yang dapat dikomando oleh para politisi. dsb. dan memiliki sistem kerja yang terorganisir dengan baik. Marx memandang bahwa birokrasi merupakan sebuah wujud mekanisme pertahanan dan organ dari kaum bourgeois (borjuis) untuk mempertahankan kekuasaan dalam sistem kapital. Hal ini dapat dialkukan dengan mengurangi sesdikit mungkin kekuasaan birokrasi dan memperketat pengawasan oleh politisi sebagai wakil rakyat. 3. Pemikiran bahwa birokrasi merupakan alat pembendung kekuasaan rakyat (yang diwakili oleh politisi) memiliki keterkaitan erat dengan ideologi Marxisme. terlalu mencampuri urusan rakyat (too intervenee). Birokrat tidak segan-segan untuk menjadi agen kaum kaya untuk menekan dan mengeksploitasi kaum miskin. Trotsky (1937). misalnya ketika mereka melakukan penggusuran. dan mengkonsumsi terlalu banyak sumber daya (consumning too many scarce resources). menghambat organisasi kelompok tani/buruh. Contoh penerapan dari teori ini adalah pada negaranegara dengan tipe kepemimpinan yang dominan. birokrasi dipandang sebagai sebuah fenomena yang memiliki keterkaitan erat dengan proses dialektika kelas sosial antara si kaya dan si miskin. membuat peraturan ketenagakerjaan yang menguntungkan kaum pengusaha.

Menurut teori ini bagaimanapun juga birokrasi merupakan organisasi yang memiliki peranan dan corak kerja yang berbeda dengan sektor swasta sehingga peranannya tidak mungkin digantikan dengan organisasi swasta (private sector). mereka cenderung untuk membesarkan institusi mereka agar mempermudah pekerjaan dan tanggung jawab memperbanyak anggaran. dengan cara jumlah aparatur dikurangi dan peranan hendaknya didelegasikan kepada sektor swasta (private sector). seorang sosiolog jerman yang juga ahli hukum. Sehingga peranan birokrasi justru harus dikembalikan kepada fitrahnya yaitu sebagai pelayan publik. Karya itu sampai sekarang dikenal konsep tipe ideal birokrasi. Karenanya para pemikir teori ini menuntut agar kapasitas birokrasi diperkecil (dengan semboyan less government). dan Anthony Down (1967). dan harus tunduk kepada apapun suara rakyat.sendiri. Weber pernah menulis buku wirtschaft und gesellchaft (teori organisasi sosial dan ekonomi) yang didalamnya terdapat salah satu bab mengenai birokrasi.4 Karakteristik Ideal Birokrasi Ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan teori birokrasi adalah Max Weber. melainkan pada persoalan apakah mereka bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyat. dan memiliki kewenangan sebanyak mungkin. atau bagaimana peran politik terhadap birokrasi. Konsep tipe ideal ini kurang dikenal tentang kritiknya terhadap seberapa jauh peran birokrasi terhadap kehidupan politik. Birokrasi Weberian hanya menekankan bagaimana seharusnya mesin birokrasi itu secara profesional 14 . Oleh karenanya. sepanjang suara itu sah. 4. Contoh dari penerapan model ini adalah pada negara-negara berkembang pada umumnya. Birokrasi adalah alat rakyat belaka. dan legitimate secara normative dan konstitusional. Baik buruknya organisasi birokrasi bukan terletak pada apakah mereka memenuhi standart nilai-nilai pasar atau tidak. Tokoh dari teori ini adalah Niskanen (1971). Teori new public service Adalah merupakan bentuk antithesa (penentangan) terhadap pemikiran bahwa peranan birokrasi hendaknya diserahkan kepada mekanisme pasar. Tokoh dari teori ini adalah Denhardt & Denhardt (2000) 3.

Untuk menyeimbangkan kerja rutin tersebut.2013): 1.dan rasional dijalankan. Hierarki itu berbentuk piramid yang memiliki konsekuensi semakin tinggi suatu jenjang berarti pula semakin besar wewenang yang melekat di dalamnya dan semakin sedikit penghuninya. 2. Weber mengamati bahwa birokrasi membentuk proses administrasi yang rutin sama persis dengan mesin pada proses produksi. Dengan cara seperti ini. Adanya prinsip hierarki wewenang (the principle of hierarchi) Ciri khas birokrasi adalah adanya wewenang yang disusun secara hierarkis atau berjenjang. birokrasi memiliki karakteristik ideal sebagai berikut (dalam Sulistio. Pemisahan tugas secara tegas memungkinkan untuk memperkerjakan ahli yang terspesialisasi pada setiap posisi dan menyebabkan setiap orang bertanggungjawab terhadap kinerja yang efektif atas tugas-tugasnya. birokrasi dan institusi lainnya dapat dilihat sebagai “kehidupan kerja yang rutin” (routines of workday life). ia memperkenalkan gagasan mengenai “charisma” yang direfleksikan dalam bentuk kepemimpinan yang kharismatik. Menurutnya. Pembagian kerja seperti ini memungkinkan terjadinya spesialisasi fungsi. Hierarki wewenang ini sekaligus mengindikasikan adanya hierarki tanggung jawab. Dalam model yang diajukan Weber. Dalam hierarki itu setiap pejabat harus bertanggung jawab kepada atasannya mengenai keputusan- 15 . birokrasi membagi kegiatankegiatan pemerintahan menjadi bagian-bagian yang masing-masing terpisah dan memiliki fungsi yang khas. Karena itu tugas-tugas birokrasi hendaknya dilakukan oleh masing-masing pegawai yang benar-benar memiliki keahlian khusus (specialized expert) dan bertanggung jawab demi tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien. penugasan spesialis untuk tugas-tugas khusus bisa dilakukan dan setiap mereka bertanggung jawab atas keberesan pekerjaannya masing-masing. Pembagian Kerja/ Spesialisasi (division of labor) Dalam menjalankan berbagai tugasnya. Aktivitas yang reguler mensyaratkan tujuan organisasi didistribusikan dengan cara yang tetap dengan tugas-tugas kantor (official duties).

Aturan main itu merumuskan lingkup tanggung jawab para pemegang jabatan di berbagai posisi dan hubungan di antara mereka. Agar dapat membebankan tanggungjawabnya kepada bawahan. namun tidak berarti bahwa kewajiban birokrasi sangat mudah dan rutin. Sekalipun begitu. Operasi kegiatan dalam birokrasi dilaksanakan berdasarkan sistem aturan yang ditaati secara konsisten.keputusan dan tindakan-tindakannya sendiri maupun yang dilakukan oleh anak buahnya. Adanya sistem aturan (system of rules) Kegiatan pemerintahan diatur oleh suatu sistem aturan main yang abstrak. 3. Aturan-aturan itu juga menjamin koordinasi berbagai tugas yang berbeda dan menjamin keseragaman pelaksanaan berbagai kegiatan itu. Organisasi birokrasi mengikuti prinsip hirarki sehingga setiap unit yang lebih rendah berada dalam pengendalian dan pengawasan organisasi yang lebih tinggi. ruang lingkup wewenang memberi perintah itu secara jelas dibatasi hanya pada masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan kegiatan resmi pemerintahan. Setiap pegawai dalam hirarki administrasi bertanggungjawab kepada atasannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin adanya unuformitas kinerja setiap tugas dan rasa tanggung jawab masingmasing anggota organisasi bagi pelaksanaan tugasnya. para pejabat birokrasi memiliki hak memberi perintah dan pengarahan pada bawahannya. Meskipun masing-masing pegawai yang berada pada jenjang mempunyai otoritas-birokratis tetapi penggunaan otoritas tersebut tetap harus relevan dengan tugas-tugas resmi organisasi. Tugas – tugas birokrasi 16 . Aturan– aturan yang eksplisit tersebut menentukan tanggung jawab setiap anggota organisasi dan hubungan diantara mereka. ia memiliki wewenang/ kekuasaan atas bawahannya sehingga ia mempunyai hak untuk mengeluarkan perintah untuk ditaati dan dilaksanakan oleh bawahan. dan para bawahan itu berkewajiban untuk mematuhinya. Sistem yang distandarkan ini dirancang untuk menjamin adanya keseragaman dalam melaksanakan setiap tugas. Keputusan dan tindakan harus dimintakan persetujuan kepada atasan. tanpa memandang jumlah personil yang melaksanakan dan koordinasi tugas – tugas yang berbeda-beda. Pada setiap tingkat hierarki.

memiliki kompleksitas yang bervariasi. Terdapat sistem promosi yang didasarkan pada senioritas atau prestasi. Impersonal detachment menyebabkan perlakuan yang sama terhadap semua orang sehingga mendorong demokrasi dalam sistem administrasi. Menurut Max Weber. Hubungan Impersonal (formalistic impersonality) Para pejabat birokrasi harus memiliki orientasi impersonal. Oleh karena itu Karakteristik birokrasi diatas dapat diimplementasikan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 17 . seperti anggota legislatif. Idealnya pegawai. birokrat itu juga memperoleh jaminan pekerjaan seumur hidup. Mereka jauh lebih tergantung pada atasan mereka dalam pemerintahan daripada kepada rakyat pemilih. Para pejabat menduduki jabatan dalam birokrasi pemerintah melalui penunjukan. 4. Kebijakan personal seperti itu mendorong tumbuhnya loyaritas terhadap organisasi dan semangat kelompok (esprit de corps) di antara anggota organisasi. Tidak dimasukannya pertimbangan personal adalah untuk keadilan dan efisiensi. dari tugas–tugas klerikal yang sifatnya rutin hingga tugas – tugas yang sulit. Sistem Karier (career system) Pekerjaan dalam birokrasi pemerintah adalah pekerjaan karier. bukan melalui pemilihan. atau keduanya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan perlakuan yang adil bagi semua orang dan persamaan pelayanan administrasi. Birokrasi adalah organisasi rasional yang dibentuk untuk memperlancar aktivitas pemerintahan. Standar operasi prosedur dijalankan tanpa adanya interferensi (dicampur) kepentingan personal. atau kedua-duanya. Mereka harus menghindarkan pertimbangan pribadi dalam hubungannya dengan bawahannya maupun dengan anggota masyarakat yang dilayaninya. Pada prinsipnya. Dalam kondisi tertentu.pegawai bekerja dengan semangat kerja yang tinggi ”sine era et studio” tanpa rasa benci atas pekerjaannya atau terlalu berambisi. Karyawan dalam organisasi birokratik berdasarkan pada kualifikasi tehnik dan dilindungi dari penolakan sepihak. 5. promosi atau kenaikan jenjang didasarkan pada senioritas atau prestasi.

Fungsi-fungsi jabatan ditentukan secara jelas 4. Aturan main akan menjamin kesinambungan dalam pelaksanaan tugastugas pemerintah. secara berjenjang menurut kedudukan masing-masing. namun ia tunduk pada sistem disiplin dan kontrol yang seragam. 9. Para pejabat diangkat berdasarkan suatu kontrak 5. Pembagian kerja akan menghasilkan efisiensi. 3.1. dan dengan demikian bisa menumbuhkan keajegan perilaku. Birokrasi seperti yang digambarkan oleh Weber itu memiliki banyak kelebihan. Mereka dipilih berdasarkan kualifikasi profesional 6. Ada struktur Karir dan promosi dimungkinkan melalui senioritas dan keahlian (merit system) maupun keunggulan (superioritas). 5. 2. Pejabat mungkin saja tidak sesuai denganposnya maupun dengan sumbersumber yang tersedia diposnya. Mereka memiliki gaji dan hak-hak pensiun. hanya menjalankan tugas-tugas impersonal jabatan mereka 2. 7. Para pejabat dapat menempati posnya dan dalam keadaan tertentu ia dapat diberhentikan 8. walaupun para pejabatnya berganti-ganti. Dan jaminan keberlangsungan jabatan 18 . Kemampuan teknis menjamin bahwa hanya orang-orang yang ahli yang akan menduduki jabatan pemerintahan. Para anggota staf secara pribadi bebas. Ada hierarki jabatan yang jelas 3. diantaranya 1. Pos jabatan adalah lapangan kerjanya sendiri atau lapangan kerja pokoknya. Impersonalitas hubungan menjamin perlakuan yang adil bagi semua anggota masyarakat dan mendorong timbulnya pemerintah yang demokratik. Hierarki wewenang memungkinkan pengendalian atas berbagai ragam jabatan dan memudahkan koordinasi yang efektif. 4.

Memahami upaya Max Weber dalam menciptakan model tipe ideal birokrasi perlu kiranya kita menghargai logika pendekatan yang dipergunakan dan pemikiran baru yang dikemukakannya yang mencerminkan keadaan semasa ia hidup (Downing.membuat para pejabat itu tidak mudah dijatuhkan oleh tekanantekanan dari luar. 2013). Tipe ideal merupakan konstruksi abstrak yang membantu kita memahami kehidupan sosial. Adapun yang mampu kita lakukan hanyalah memahami sebagian dari gejala tersebut. Model birokrasi Weber itu juga memuat asumsi bahwa birokrasi menjalankan fungsi "administratif". dan bukan pula mampu menghasilkan suatu deskripsi yang benar dari konsep birokrasi secara keseluruhan. Pejabat yang bersikap netral dalam politik diharapkan akan dengan patuh mengabdi pada rakyat. Akan tetapi suatu tipe ideal itu hanyalah sebuah konstruksi yang bisa meniawab suatu masalah tertentu pada kondisi waktu dan tempat tertentu. Menurut Weber bahwa proses semacam ini bukannya menunjukkan objektivitas dari esensi birokrasi. Pendeknya. maka birokrat diharap bisa bersikap netral dalam hal politik. 1995 dalam Sulistio. dengan karakteristik seperti itu birokrasi akan bisa berfungsi sebagai sarana yang mampu rnelaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan secara efektif dan efisien. bukan demi kepentingan sekelompok orang atau kelompok politik tertentu. Dengan pemisahan administrasi dari proses politik itu. bukan birokrat karier. Weber berpendapat adalah tidak memungkinkan bagi kita memahami setiap gejala kehidupan yang ada secara keseluruhan. Dengan cara semacam ini kita menciptakan tipe ideal tersebut. Dengan demikian tipe ideal memberikan penjelasan kepada kita bahwa kita mengabstraksikan aspek-aspek yang amat penting dan krusial yang membedakan antara kondisi organisasi tertentu dengan lainnya. Satu hal yang amat penting ialah memahami mengapa birokrasi itu bisa diterapkan dalam kondisi organisasi tertentu. yaitu menerapkan kebijakan publik yang dibuat melalui mekanisme proses "politik" yang dilakukan oleh pejabat politik. Menurut Weber tipe ideal itu bisa dipergunakan untuk membandingkan birokrasi antara organisasi yang satu 19 . dan apa yang membedakan kondisi tersebut dengan kondisi organisasi lainnya.

Ciri-ciri Birokrasi yang mengalami penyakit Organizational Slack dapat ditandai dengan kondisi berikut ini (Suryono. Istilah rasional dengan segala aspek pemahamannya merupakan kunci dari konsep tipe ideal birokrasi Weberian. Birokrasi dirancang untuk semua orang sehingga menjadi lebih sulit 4.dengan organisasi yang lain di dunia ini. - tidak lagi menjadi alat rakyat tetapi telah menjadi instrumen penguasa dan sering tampil menjadi ‘penguasa’ yang sangat otoritatif dan represif. Dalam kehidupan sehari-hari manusia birokrasi berbeda dalam kecerdasan. - menjadi pemarah ketika berhadapan dengan kontrol dan kritik. Yakni organisasi Birokrasi yang cenderung bersifat patrimonialistik yakni. Hal ini paling tidak disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini: 1. tidak efektif (over consuming and under producing). Jika suatu birokrasi tidak bisa berfungsi dalam tipe ideal organisasi tertentu. 2001): 20 . pengabdian dan sebagainya. sehingga mereka tidak dapat saling dipertukarkan untuk peran dan fungsinya dalam kinerja organisasi birokrasi. kekuatan. Birokrasi sendiri tidak peka terhadap perubahan sosial 3. Perbedaan antara kejadian senyatanya dengan tipe ideal itulah justru yang amat penting untuk dikaji dan diteliti. - tidak efisien. maka kita bisa menarik suatu penjelasan mengapa hal tersebut bisa terjadi dan apa faktorfaktor yang membedakannya. 2. tidak objektif. Menurut Weber tipe ideal birokrasi itu ingin menjelaskan bahwa suatu birokrasi atau administrasi itu mempunyai suatu bentuk yang pasti di mana semua fungsi dijalankan dalam cara-cara yang rasional. - tidak mengabdi pada kepentingan umum. Karakter Birokrasi semacam ini dapat disebut sebagai Organizational Slack. Bentuk ideal Birokrasi Max Weber dalam realitanya tidak mudah untuk diiimplementasikan. Manusia Birokrasi tidak selalu ada (exist) hanya untuk organisasi.

Unit-unit Publik yang semakin gemuk namun tidak difalitisasi dengan 3P yang cukup dan handal (personalia. 21 . berikut ini adalah kritik terhadap konsepsi birokrasi Weber : 1. Pendekatan atau orientasi pelayanan yang kaku 2. Masyarakat pengguna pelayanan banyak mengeluhkan akan lambannya penanganan pemerintah atas masalah yang dihadapi dan bahkan mereka telah memberikan semacam public alarm agar pemerintah responsif terhadap semakin menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat segera mengambil inisiatif yang cepat dan tepat untuk menanggulanginya Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya organizational slack ini menurut Irfan Islamy (1998) dalam Sulistio (2013) adalah: 1.1. peralatan dan pengangaran). Penguasaan atas adminitrative engineering yang tidak memadai 4. 2. Birokrasi yang rasional cenderung berimplikasi pada pemisahan orang-orang dari sarana-sarana produksi dan dapat menumbuhkan formalisme dalam organisasi. Akibatnya aparat Birokrasi publik menjadi lamban dan lebih sering terjebak pada kegiatan-kegitan rutin. Menurunnya kualitas pelayanan yang diberikan. Visi Pelayanan yang sempit 3. Pegangan kode etika profesional dan orientasi imajinatif pada tujuan publik. ciri-ciri kelekatan moral publik (public morallity attached) b. tidak responsif atas aspirasi dan kepentingan publik serta lemah beradaptasi dengan lingkungannya. nilai-nilai/ norma konstitusi (normative attachement) c. Menurut Shoutherland 1978 (dalam Sulistio. Merupakan sinerji antara manajemen tujuan (MBO) dan manajemen informasi (MIS) )yang berbasis kepentingan publik Disamping berbagai kelebihan yang ada tersebut. 2013) ciri-ciri Birokrasi Publik dapat dikenali dari segi: a. mitos.

padahal aturan itu tidak lain sekedar penuntun yang tidak sempurna. keandalan dan kedisiplinan dalam birokrasi rasional dapat menghancurkan dirinya sendiri. 6. Tidak ada prinsip/ azas yang berlaku abadi. 4. 5. situasi yang berbeda memerlukan struktur birokrasi yang berbeda pula. Struktur jabatan/ karier yang hierarkis bisa mendorong timbulnya solidaritas kelompok yang mengakibatkan perlawanan terhadap perubahan yang diperlukan. 3.2. Sifat kecermatan. Aturan-aturan yang ketat itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan mungkin bisa menjadi tujuan itu sendiri. Norma impersonalitas pegawai atau pejabat dalam menjalankan tugas pelayanannya bisa menyebabkan timbulnya konflik dengan para pengguna layanan (masyarakat). 22 .

korupsi. tidak efisien dan tidak efektif. Secara spesifik birokrasi publik (pemerintahan) dapat dimaknai sebagai institusi atau agen pemerintahan yang dilengkapi dengan otoritas sistematik dan rasional dengan aturan-aturan yang lugas. Sedangkan secara umum birokrasi adalah tata kerja pemerintahan agar tujuan negara bisa tercapai secara efektif dan efisien. berarti Ketidakefisienan organisasi. Oleh karena itu kita harus obyektif dan terbuka. dan tata kerja ini untuk tujuan bersama (bukan per individu atau per orang). berarti Administrasi negara.BAB IV PENUTUP 4. salah satu ciri dari masyarakat yang modern.. organisasi tambun. Birokrasi mempunyai beberapa makna yaitu : 1) bermakna positif diartikan sebagai birokrasi legal-rasional yang bekerja secara efisien dan efektif. yaitu adanya hirarki dan peraturan. berarti Pemerintahan oleh para pejabat. boros. tokoh pendukungnya: Max Weber dan Hegel. 2) bermakna negatif diartikan sebagai birokrasi yang penuh dengan patologi (penyakit). tokoh pendukungnya: Karl Max dan Harold Laski.1 Kesimpulan Birokrasi dalam literatur Ilmu Administrasi Negara atau Ilmu Politik adalah : berarti Organisasi yang rasional. dan 3) bermakna netral diartikan sebagai keseluruhan pejabat negara pada cabang eksekutif atau bisa juga diartikan sebagai setiap organisasi yang berskala besa 23 . administrasi oleh para pejabat. bentuk organisasi dengan ciri tertentu.

Birokrasi Dan Politik. 2012. Lampung 24 . Rina.ac. Semarang. Universitas Lampung.DAFTAR PUSTAKA Martini. UPT UNDIP Press Sulistio. Konsep Birokrasi.id/ekobudisulistio/files/2013/09/01-Konsep-Birokrasi. E-book diakses melalui (staff.unila.pdf) pada tanggal 12 Maret 2016. Eko Budi. 2013.