You are on page 1of 4

ADC ( Analog to Digital Converter

)
09JUN
ADC adalah suatu rangkaian yang mengubah data berupa tegangan analog ke data digital. ADC ini
digunakan bila ada inputan tegangan analog. IC ADC yang ada seperti 0804, 0808, 0832 adalah IC ADC
yang sudah ada dari pabrik dan bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. dianggap dapat memenuhi
kebutuhan dari rangkaian yang akan dibuat. Hal – hal yang juga perlu diperhatikan dalam penggunaan
ADC ini adalah tegangan maksimum yang dapat dikonversikan oleh ADC dari rangkaian pengkondisi
sinyal, resolusi, pewaktu eksternal ADC, tipe keluaran, ketepatan dan waktu konversinya.
Jenis ADC yang biasa digunakan dalam perancangan adalah jenis Successive Approximation
Convertion ( SAR ) atau pendekatan bertingkat yang memiliki waktu konversi jauh lebih singkat dan tidak
tergantung pada nilai masukan analognya atau sinyal yang akan diubah dan jenis lainnya adalah digital
RAMP tapi yang jenis ini jarang digunakan.

gambar 1 diagram blok ADC jenis SAR

output digital akan tetap tersimpan sekalipun akan dimulai siklus konversi yang baru.gambar 2 diagram blok ADC 8 bit Secara singkat prinsip kerja dari ADC adalah semua bit – bit diset kemudian diuji dan bilamana perlu sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. konversi akan diselesaikan sesudah 8 clock dan keluaran DAC merupakan nilai analog yang ekivalen dengan nilai register SAR. Dengan rangkain yang paling tepat. Dengan demikian. gambar 3 IC ADC 0804 . Apabola konversi telah dilaksanakan. Sisi turun sinyal ini akan menghasilkan data digital yang ekivalen ke dalam register buffer. rangkaian kembali mengirim sinyal selesai konversi yang berlogika rendah.

sehingga resolusinya dapat dihitung dengan persamaan 2. Pada gambar 3 adalah konfigurasi pin – pin dari ADC 0804. Input write atau start convertion digunakan untuk memulai proses konversi. ADC 0804 tidak aktif dan semua output berada dalam keadaan impedansi tinggi. Input chip select (aktif low) digunakan untuk mengaktifkan ADC 0804.1 RC) ( persamaan 1 ) Chip select fungsinya untuk mengaktifkan ADC yang diaktifkan dengan logika low. Frekuensi clock dari ADC dapat diatur dengan komponen R dan C eksternal pada pin Rclk dan Cclk dengan ketentuan : Fclk = 1 / (1. sedangkan Vin (-) digroundkan. Read adalah inputan yang digunakan untuk membaca data digital hasil konversi yang aktif pada kondisi logika low. Untuk operasi normal. Hal ini bertujuan agar pada saat inputan maksimal data digital juga akan maksimal. Instruksi berfungsi untuk mendeteksi apakah konversi telah selesai atau tidak. Vref adalah tegangan referensi ADC yang digunakan untuk mengatur tegangan input pada Vi+ dan Vi-. ADC 0804 memiliki 8 output digital sehigga dapat langsung dihubungkan dengan saluran data mikrokontroler. Kalau input analog berupa tegangan tunggal. Sedangkan output interrupt atau end of convertion menyatakan akhir konversi. masing – masing pin mempunyai fungsi sebagai berikut: . Pada saat dimulai konversi. Untuk sinyal clock ini dapat juga digunakan sinyal eksternal yang dihubungkan ke pin CLK IN. DB0-DB7 mempunyai sifat latching. Dalam penggunaan IC ADC 0804 mempunyai jangkauan input analog mulai 0 Volt sampai 5 volt (skala penuh).. Besarnya tegangan referensi ini adalah setengah dari tegangan input maksimal. akan berubah ke logika 1. Frekuensi clock yang diperoleh di pin CLK OUT dapat dihitung dengan persamaan 3. tegangan ini harus dihubungkan denganVin (+). karena IC ADC 0804 ini adalah 8 bit. ADC 0804 menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan refrensi. Data outputan digital sebanyak 8 byte (DB0-DB7) biner 0000 0000 sampai dengan 1111 1111. jika sudah selesai maka pin instruksi akan mengeluarkan logika low. Di akhir konversi akan kembali ke logika 0. (n menyatakan jumlah bit output biner IC ADC) IC ADC 0804 memiliki generator clock internal yang harus diaktifkan dengan menghubungkan sebuah resistor eksternal antara pin CLK OUT dan CLK IN serta sebuah kapasitor eksternal antara CLK IN dan ground digital. sehingga kemungkinan angka decimal yang akan muncul adalah 0 sampai 255 dapat diambil pada pin D0 sampai D7. Write berfungsi untuk melakukan start konversi ADC diaktifkan pada kondisi logika low. Jika berlogika HIGH. Untuk itu harus diberi pulsa logika 0.V (+) dan V (-) adalah inputan tegangan analog differensial sehingga data tegangan yang akan diproses oleh ADC adalah selisih antara tegangan – tegangan yang dihubungkan dengan kedua pin input yaitu Vi (+) dan Vi (-) atau bila dinyatakan dengan persamaaan adalah Vin = Vin (+) – Vin (-).

Vref. clock untuk ADC dapat diturunkan pada clock CPU atau RC eksternal dapat ditambahkan untuk memberikan generator clock dari dalam CLK In menggunakan schmitt triger. Tegangan analog input deferensial. WR. g. Vref = Vin / 2. CLOCK. bila konversi data analog menjadi digital telah selesai maka pin INT akan mengeluarkan pulsa transisi high to low. RD. d. agar ADC dapat aktif . Kode 8 bit data akan ditransfer ke output lacht flip – flop. . Data output akan berada pada kondisi three state apabila CS mendapat logika high. e. Perangkat ADC dapat diopersikan dalam mode free running dengan menghubungkan pin INT ke input WR. input Vin (+) dan Vin (-) merupakan input tegangan deferensial yang akan mengambil nilai selisih dari kedua input. Dengan memanfaatkaninput Vin maka dapat dilakukan offset tegangan nol pada ADC. melakukan konversi data maka input chip select harus diberi logika low. f.a. pulsa transisi high to low pada input input write maka ADC akan melakukan konversi data. c. agar data ADC data dapat dibaca oleh sistem mikroprosessor maka pin RD harus diberi logika low. tegangan analog menjadi data digital. CS. b. INT. tegangan referensi dapat diatur sesuai dengan input tegangn pada Vin (+) dan Vin (-).