You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita tahu bahwa bangsa Indonesia memiliki masyarakat yang plural.
Namun apakah masyarakat sudah menanamkan Multikulturalisme dalam
keberagaman yang ada di Indonesia? Ancaman disintegrasi bangsa karena
kurangnya multikulturalisme masih berlanjut hingga saat ini.
Pada tahun 2013 telah digelar Kongres Kebudayaan Indonesia
(KKI) oleh Wiendu Nuryanti yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) di Hotel
Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Selasa (8/10) membahas masalah dan
tantangan kebudayaan di Indonesia. Salah satu dari empat masalah yang
dibahas adalah Multikulturalisme dalam Pluralisme. Permasalahanpermasalahan kebudayaan yang menyangkut disintegrasi bangsa di
Indonesia yang masih berlanjut hingga saat ini memiliki sebab dan alasan
yang sama, yaitu kurangnya multikulturalisme yang ditanamkan dalam
kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, untuk menghindari timbulnya
disintegrasi bangsa, kita patut menanamkan pendidikan multikultural yang
berdasarkan Pancasila untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis.
Seperti kita tahu bahwa Pancasila (nilai Kebhinekaan) adalah ciri khas
Bangsa Indonesia yang dapat menjaga keutuhan Bangsa ditengah
perbedaan (pluralisme) untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang
lebih demokratis.
Berdasarkan

pemaparan

diatas

tentu

menerapkan

pendidikan

multicultural yang berdasarkan Pancasila di Indonesia mempunyai peranan
yang sangat penting. Oleh sebab itu, pada makalah ini penulis mengangkat
judul “Pentingnya pendidikan multikultural yang berdasarkan
Pancasila untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis” sebagai
materi yang akan dibahas.

1

Menjelaskan peran pentingnya pendidikan multikultural berlandaskan Pancasilauntuk mewujudkan masyarakat yang demokratis D. 2 . Apakah yang dimaksud dengan pendidikan multikultural dan pendidikan multikultural berlandaskan nilai Pancasila (nilai 2. penulis menyusun rumusan masalah. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis dan pembaca mengenai pengertian pendidikan multikultural dan pendidikan multikultural berlandaskan Pancasila Bhineka Tunggal Ika (nilai 2. Menjelaskan pengertian pendidikan multikultural dan pendidikan 2. Rumusan Masalah Untuk mempermudah pembahasan. 3. Kebhinekaan) ? Bagaimanakah karakteristik masyarakat demokratis ? Bagaimanakah peran pentingnya pendidikan multikultural berlandaskan nilai pancasila dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis ? C. Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini mempunyai beberapa tujuan antara lain: 1. Menyebutkan dan menjelaskan karakteristik masyarakat 3. multikultural berlandaskan Pancasila (nilai Kebhinekaan) . Kebhinekaan) . sebagai berikut : 1. Manfaat Penulisan 1. Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan dan saran yang berguna bagi masyarakat pada umumnya dan guru pada khususnya mengenai pendidikan multikultural .B. Demokratis.

Hasil penulisan ini dapat menambah kepustakaan dan pertimbangan referensi pada Institusi tentang pendidikan multikultural berlandaskan Pancasila BAB II PEMBAHASAN 3 .3.

ras. ekonomi. ras. 2. ras.agama. agama. status sosial. etnisitas.A. pendidikan multicultural dapat dijabarkan menjadi bermacam – macam pengertian. pendidikan multikultural dapat didefinisikan sebagai pendidikan tentang keragaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografi dan kultural lingkungan masyarakat tertentu bahkan dunia secara keseluruhan ( global ). dan merefleksikan pentingnya budaya. Jadi pendidikan multikultural adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian didalam dan diluar sekolah yang mempelajari tentang berbagai macam status sosial. Pengertian Pendidikan multikultural Menurut pendapat beberapa ahli.kepribadian. seksualitas. gender. Sedangkan menurut Hilda Hernandez pendidikan multikultural sebagai prespektif yang mengakui realitas politik. Pancasila (Nilai Kebhinekaan) 4 . tempat.sosial. dan pengecualian-pengecualian dalam proses pendidikan. Multikultural adalah berbagai macam status social budaya meliputi latar belakang. masyarakat. suku dll. agama agar tercipta kepribadian yang cerdas dalam menghadapi masalah-masalah keberagaman budaya.pengendalian diri. suku. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Muhaemin el Ma’hady berpendapat. pendidikan multikultural dapat diartikan sebagai pendidikan mengenai keragaman kebudayaan. Menurut James Banks ( 1993:3 ) pendidikan multikultural sebagai pendidikan untuk people of color.dan ekonomi yang dialami oleh masing-masing individu dalam pertemuan manusia yang kompleks dan beragam secara kultur. pendidikan multikultural ingin mengeksplorasi perbedaan sebagai keniscayaan ( anugrah tuhan atau sunatullah ).akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya. bangsa dan Negara. Pendapat Andersen dan Cusher ( 1994:320 ). Artinya. Landasan Teori 1.

karena nilai-nilai yang terkandung dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an mempunyai fungsi sebagai motivasi dan rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan. Untuk itulah. Pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbal balik antara falsafah Pancasila. namun demi kepentingan bersama.Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang majemuk. merupakan bagaian yang berbeda satu sama lain. budaya. dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasional. menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. dan berpemerintahan. baik di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia. ras. aktualisasi pemahaman nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa perlu dipahami dan dikembangkan serta diimplementasikan dalam berinteraksi sosial. dan agama. serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemajemukan dan ke-Bhinneka Tunggal Ika-annya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional ayng jelas tertulis dalam lambang garuda dan juga isi dari pancasila yang syarat akan makna kemajemukan dan ke-bhineka tunggal ikaan. berfungsi juga untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang 5 . keputusan. selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam satu wadah/wilayah yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemajemukan etnik/suku. kepelbagaian menjadi penguat sehingga terintegrasi secara nasional sejak Indonesia merdeka di bawah ideologi Pancasila. baik pada aspek politik. sosial. Selain itu. sosial budaya dan pertahanan keamanan rakyat semestanya. ekonomi. cita-cita dan tujuan nasional. Kemajemukan yang terintegrasi secara nasional menjadi kondisi potensi nasional yang harus dapat menempatkan nilai-nilai keBhinneka Tunggal Ika-an sebagai landasan dan pedoman dalam mewujudkan stabilitas nasional dan ketahanan nasional dengan segala aspek-aspek yang ada didalamnya. tindakan dan perbuatan dalam bermasyarakat.

Karena itu. 3. acuan dan tuntunan agar tercipta kepribadian yang cerdas dalam menghadapi masalah-masalah keberagaman budaya. suku. golongan. menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus sebagai karunia Sang Pencipta. implementasi atau penerapan nilainilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus tercermin pada pola pikir. Pendidikan multikultural berlandaskan nilai Kebhinekaan Berdasarkan pemaparan pendidikan multikultural dan nilai kebhinekaan. dan seluruh aspek kehidupan berbangsa dalam penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. ras. suku bangsa atau daerah. implementasinya harus tergambar dalam kehidupan politik. sosial budaya. setiap warga diarahkan agar mampu mengembangkan budaya daerah yang saling berinteraksi dan mengisi secara sinergis dengan budaya daerah lainnya 6 . Untuk mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an agar terintegrasi secara nasional dalam kemajemukan sosial budaya masyarakat. Pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus dijadikan arahan. dengan tetap menghormati kepentingan lain.lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu. Untuk itu. dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan multikultural berlandaskan nilai mengembangkan kebhinekaan kepribadian adalah didalam dan usaha sadar untuk diluar sekolah yang mempelajari tentang berbagai macam status sosial. pedoman. pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan NKRI daripada kepentingan pribadi atau kelompok. kelompok. acuan dan tuntunan bagi setiap individu dalam bertindak dan membangun serta memelihara tuntutan bangsa yang terintegrasi secara nasional demi keutuhan NKRI yang dikenal dengan masyarakat multikultural. pedoman. agama dengan menerapkan nilai kebhinekaan sebagai arahan. Pendidikan multikultural berlandaskan nilai kebhinekaan jika diterapkan dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui. selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.

perang atas nama agama.atas dasar saling menghormati dan saling menghargai khasanah masingmasing sehingga terwujud kehidupan bangsa yang rukun dan bersatu secara integral. Menurut kaum pluralis. menurut mereka. faktor kepentingan ideologis dari Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. agama. Kedua. Karena itu. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan “klaim keberanan” (truth claim) yang dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem. hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia. perpecahan bahkan konflik antarpemeluk agama. Menurut kaum pluralis. Lahirnya gagasan mengenai pluralisme (agama) sesungguhnya didasarkan pada sejumlah faktor. serta penindasan atas nama agama. Selain isu-isu demokrasi. konflik horisontal. keyakinan-keyakinah inilah yang sering memicu terjadinya kerenggangan. kebudayaan. pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme global yang digalang Amerika Serikat untuk menghalang kebangkitan Islam. konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar. Pluralisme Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran. peradaban dan lain-lain. diperlukan gagasan pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi memicu konflik. Dua di antaranya adalah: Pertama. adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan keselamatan. B. 2. Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah umat pilihan. radikal. Karakteristik 1. Masyarakat plural 7 .

7. Adapun ciri-ciri utama atau karakter dari masyarakat-masyarakat tersebut adalah sebagai berikut: Masyarakat Sederhana 1. Ekonominya sebagian besar meliputi produk untuk keperluan keluarga sendiri atau untuk pasaran kecil setempat. masyarakat madya dan masyarakat pra-modern atau masyarakat modern. Kepercayaan kuat pada kekuatan-kekuatan gaib yang mempengaruhi kehidupan manusia. Tidak ada lembaga-lembaga khusus untuk memberi pendidikan dalam bidang teknologi. Keterampilan diwariskan oleh orang tua kepada anaknya sambil berpraktek dengan sedikit teori dan pengalaman. 8 . Hubungan dalam keluarga dan dalam masyarakat setempat sangat kuat. 3. Kegiatan ekonomi dan sosial yang memerlukan kerjasama orang banyak dilakukan secara tradisional dengan gotong royong tanpa hubungan kerja antara buruh dan majikan. 5. 4. akan tetapi tidak dapat dikuasai olehnya. sedangkan uang sebagai penukar dan alat pengukur harga berperan secara terbatas. Hukum yang berlaku tidak tertulis. Organisasi sosial pada pokoknya didasarkan pada adat istiadat yang terbentuk menurut tradisi. 6. tidak kompleks dan pokokpokoknya diketahui dan dipahami oleh hampir semua warga masyarakat yang sudah dewasa. Tingkat buta huruf relatif tinggi. 8. 9. masyarakat plural dibedakan menjadi masyarakat sederhana. 2.Menurut Selo Soemardjan. dan tidak dari hasil pemikiran atau eksperimen.

Tingkat buta huruf bergerak turun. akan tetapi masih jarang sekali adlanya lembaga pendidikan ketrampilan atau kejuruan. akan tetapi hubungan dalam masyarakat setempat sudah mulai mengendor dan menunjukkan gejala-gejala hubungan atas dasar perhitungan ekonomi. Dengan timbulnya rasionalitas dalam cara berfikir maka kepercayaan pada kekuatan-kekuatan gaib baru timbul apabila orang sudah kehabisan akal untuk menanggulangi sesuatu masalah. 5. akan tetapi sikap masyarakat mulai tebuka bagi pengaruh dari luar. 3. Hukum tertulis mulai mendampingi hukum tidak tertulis. yang mana mulai menimbuklan diferensiasi dalam struktur masyarakat. Ekonomi masyarakat memberi kesempatan lebih banyak kepada produksi buat pasaran. 6. 4. Adat istiadat masih dihormati.Masyarakat Madya 1. Gotong royong tradisional tinggal untuk keperluan sosial dikalangan keluarga besar dan tetangga. Masyarakat Pra Modern/Modern 9 . 2. 7. Hubungan dalam keluarga tetap kuat. di mana uang semakin meningkat peranannya. akan tetapi gotong royong untuk keperluan umum dilakukan atas dasar upah. Di dalam masyarakat timbul lembaga-lembaga pendidikan formal sampai tingkat sekolah lanjutan pertama. 8.

1. Peran 1. Tingkat pendidikan formal adalah tinggi dan merata. 3. C. 10 . diarahkan untuk mampu menumbuh kembangkan rasa dan semangat kebangsaan yang selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi pengembangan jiwa nasionalisme dan pembentukan jati diri bangsa. Masyarakat tergolong-golong menurut bermacam-macam professi serta keashllian yang masing-masing dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga-lembaga pendidikan ketrampilan dan kejuruan. 7. 4. Kepercayaan kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi hampir seluruhnya meruplakan ekonomi lpasaran yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain. 5. 6. Hukum yang berlaku pada pokoknya hukum tertulis yang sangat kompleks. kecuali dalam penjagaan rahasia penemuan-penemuan baru. Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingankepentingan pribadi. hal ini dapat diterapkan dan ditanankan pada siswa melalui sikap kebangsaan seperti upacara bendera. Pentingnya pendidikan multikultural berlandaskan nilai Kebhinekaan dalam masyarakat plural Pentingnya pendidikan multikultural berlandaskan nilai Kebhinekaan dalam masyarakat plural dapat dari bermacam aspek. Hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain di lakukan secara tetbuka dalam suasana saling mempengaruhi. aspek politik misalnya. 2.

Di samping itu.lain . Sosialisasi aktualisasi nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an melalui pendidikan multikultural di masyarakat plural harus dilaksanakan oleh seluruh komponen nasional termasuk guru untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang demokratis dan berkeadilan serta mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan individu. aspiratif dan terpercaya. dan strata sosial dalam mewujudkan sistem integrasi nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh warga serta daya saing bangsa. tidak terjadi kesewenangan kekuasaan tetapi sebaliknya yang terjadi adalah hubungan yang harmonis. Untuk itu aktualisasi pendidikan multikultural yang berlandaskan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ikaan harus mampu menumbuhkembangkan kehidupan bermasyarakat yang saling berinteraksi secara sinergis antara satu daerah dengan daerah lain yang berbeda budaya. Penerapan pendidikan multikulturalyang berlandaskan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang terintegrasi dalam kehidupan keseharian akan menciptakan tatanan masyarakat yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.memperingati hari besar nasional. menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). mencerminkan tanggungjawab terhadap pola sikap dan tindakan yang saling menghormati dan saling menghargai antar daerah. saling menghargai tugas dan wewenang masing-masing. Hal tersebut tampak dalam wujudnya pemerintahan yang kuat. dan lain . bahasa. serta memantapkan keyakinan warga terhadap nilainilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. Seluruh komponen harus mampu memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber daya dan kearifan lokal guna meningkatkan kesejahteraan secara adil dan mesra merata sebagai wujud rasa nasionalisme bangsa dengan menjaga kelestarian sumber daya dan potensi yang dimiliki demi generasi penerus bangsa. etnik/suku. yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat sehingga kepercayaan warga terhadap pelaksana pemerintahan terjamin. agama. 11 .

harus mampu mewujudkan kebudayaan nasional yang merupakan perpaduan harmonis alamiah dari kebudayaan daerah yang dapat dikembangkan sebagai jati diri bangsa. menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus sebagai karunia Sang Pencipta. yang kemudian akan menjadi modal utama dalam menggerakkan partisipasi setiap warga menanggapi setiap bentuk tantangan. serta golongan berdasarkan status sosialnya. agama atau kepercayaan.suku. Selain itu. Untuk itu. asal-usul daerah. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membeda-bedakan suku. secara timbal balik demi kelestarian keanekaragaman budaya yang menjadi kekayaan milik bersama dalam kesatuan dan persatuan negara bangsa. mampu mewujudkan sistem hukum nasional yang dapat mengakomodasi dan mengakar pada nilai-nilai dan norma-norma hukum yang berlaku dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan diabadikan untuk kepentingan nasional. Kemudian mampu juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang diabadikan bagi peningkatan hakekat dan martabat bangsa. seberapapun kecilnya dan darimanapun datangnya 12 . bahkan strata sosial. Di sisi lain Penerapan pendidikan multicultural yang berlandaskan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan pertahanan keamanan juga akan menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air untuk lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara. setiap warga diarahkan agar mampu mengembangkan budaya daerah yang saling berinteraksi dan mengisi secara sinergis dengan budaya daerah lainnya atas dasar saling menghormati dan saling menghargai khasanah masing-masing sehingga terwujud kehidupan bangsa yang rukun dan bersatu secara integral. agama. Penerapan pendidikan multicultural yang berlandaskan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui. bahasa.

acuan dan tuntunan 2. Untuk itu setiap warga harus mampu menumbuh kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang selanjutnya akan menumbuh kembangkan jiwa dan semangat bela negara. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. social budaya. Peran pendidikan multikultural berlandaskan nilai Kebhinekaan dalam masyarakat plural ditinjau dari aspekpolitik. Pendidikan multikultural adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian yang mempelajari tentang berbagai macam status sosial. dan modern 3. dan pada akhirnya dapat membangun sistem pertahanan negara yang bertumpu pada keterpaduan upaya seluruh rakyat serta pengerahan segenap potensi nasional secara semesta dengan semangat pantang menyerah. ras. kehidupan keseharian. pertahanan dan keamanan 13 . Masyarakat plural terdiri dari masyarakat sederhana. Pendidikan multicultural berlandaskan nilai Kebhinekaan dengan menerapkan nilai kebhinekaan sebagai arahan. agama. suku. pedoman.atau setiap gejala yang membahayakan keselamatan bangsa dan kedaulatan negara. madya.

html (diakses 2 November 2014 pukul 11.com/2012/06/karakteristik-masyarakat-pluralkajian.00 WIB) http://librianacandraa.com/2013/03/masyarakat-multikulturalindonesia.html (Diakses 2 November 2014 pukul 11.DAFTAR PUSTAKA http://priyobaliyono.30 WIB) 14 .blogspot.blogspot.