You are on page 1of 8

Tutorial/PraktikumPengantarEkonomiPertanian

TEORI KESEIMBANGAN PASAR DAN TEORI COBWEB


Lab. Agricultural Economics, Faculty of Agriculture, University
of Brawijaya
Website: http://fp.ub.ac.id/ekonomipertanian
Email :ekonomipertanian@gmail.com

A.
B.
C.
D.

Uraian Materi Materi Tutorial/Praktikum Kegiatan 6


Tujuan Tutorial/Praktikum
Pelaksanaan Tutorial/Praktikum
Laporan Tutorial/Praktikum (Lembar Kerja)

A. Uraian Materi
1. Teori Keseimbangan Pasar
Adalah tingkat harga maupun jumlah barang yang diminta dalam keadaan
seimbang dimana tidak ada kekuatan/kecenderungan untuk berubah. Harga
equilibrium adalah harga yang terjadi pada saat jumlah yang diminta sama
dengan jumlah barang yang ditawarkan. Pada harga berapapun di bawah harga
equilibrium maka akan menyebabkan kelebihan permintaan, sedangkan bila
harga terjadi di atas harga equilibrium maka akan terjadi kelebihan penawaran.
Berikut ini adalah tabel yang merupakan gabungan antara skedul permintaan
dan penawaran. Pada tabel ini terjadi titik keseimbangan pada saat harga
setinggi Rp. 4 juta dan kuantitas barang sebanyak 100 unit.
Tabel 1. Gabungan antara skedul permintaan dan penawaran
Titik
Harga Jumlah
Jumlah barang
Sifat interaksi
(Juta) barang yang
yang ditawarkan
diminta (unit) (unit)
A
1
180
0
ED
B
2
160
40
ED
C
3
140
80
ED
D
4
120
120
EQ
E
5
100
160
ES
F
6
80
200
ES
G
7
60
240
ES
H
8
40
280
ES
I
9
20
320
ES
J
10
0
360
ES
ES = Excess Supply (kelebihan penawaran)
ED = Excess Demand (kelebihan permintaan)
EQ = Equilibrium (keseimbangan)
Tabel di atas menunjukkan bahwa titik equilibrium terjadi pada titik D dimana harga
(P) sebesar Rp. 4 juta dan jumlah barang (Q) sebesar 120 unit.Untuk mencari titik
equilibrium, dapat juga dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip matematika
sederhana berikut:

MODUL
MODUL

6
1

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

Fungsi permintaan : Qd = 200 20 P


Fungsi permintaan : Qs = -40 + 40 P
Titik equilibrium terjadi pada Qd = Qs
200 20 P = -40 + 40 P
200 + 40 = 40 P + 20 P
240 = 60 P
P = 240 / 60
P=4
Untuk mencari Q, dapat menggunakan salah satu fungsi (permintaan atau
penawaran)
Qd = 200 20 (4)
Qd = 200 80
Q = 120
Jadi, titik equilibrium terjadi pada tingkat harga (P) = Rp. 4 juta dan jumlahbarang (Q)
sebesar 120 unit. Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat digambarkan titik
keseimbangan dalam kurva berikut:

2 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

2. Empat Hukum Keseimbangan Pasar


Apabila terjadi perubahan pada faktor-faktor selain harga, baik pada kurva
permintaan maupun kurva penawaran maka akan menyebabkan pergeseranpergeseran pada
kurva tersebut. Akibat pergeseran-pergeseran tersebut maka mempengaruhi harga dan
kuantitas keseimbangan. Tabel berikut menunjukkan berbagai kemungkinan pergeseran
pada kurva permintaan maupun penawaran yang lebih dikenal sebagai 4 hukum
permintaan dan penawaran.
Tabel 2. Hukum permintaan dan penawaran
Kondisi Perubahan

Pergeseran Permintaan atau


Penawaran

Bila permintaan meningkat

Kurva permintaan bergeser


ke kanan
Kurva permintaan bergeser
ke kiri
Kurva penawaran bergeser
ke kanan
Kurva penawaran bergeser
ke kiri

Bila permintaan menurun


Bila penawaran meningkat
Bila penawaran menurun

Pengaruh Terhadap Harga


dan Kuantitas
Keseimbangan
Harga dan kuantitas
keseimbangan meningkat
Harga dan kuantitas
keseimbangan menurun
Harga menurun sedangkan
kuantitas meningkat
Harga meningkat sedangkan
kuantitas menurun

Hukum-hukum permintaan dan penawaran yang terdapat pada tabel di atas dapat
dijelaskan sebagai berikut :
a. Apabila jumlah permintaan meningkat akan menyebabkan jumlah barang menjadi
berkurang sehingga para pembeli berani membeli dengan harga yang lebih tinggi.
Harga yang lebih tinggi ini merangsang produsen untuk memproduksi komoditi
tersebut lebih banyak. Hal tersebut akan meningkatkan harga maupun jumlah
equilibrium.
b. Apabila jumlah permintaan menurun maka persediaan barang menjadi berlimpah
sehingga harga turun. Harga yang rendah menyebabkan produsen enggan memproduksi
barang tersebut sehingga jumlah produk di pasaran berkurang. Pada posisi
keseimbangan yang baru baik harga maupun jumlah barang sama-sama menurun.
c. Kenaikan jumlah penawaran menyebabkan harga turun. Penurunan harga ini
merangsang konsumen untuk membeli barang tersebut. Oleh sebab itu ekuilibrium
yang baru terjadi pada harga yang lebih rendah sedangkan jumlah barang meningkat
daripada sebelumnya. Turunnya penawaran menyebabkan harga menjadi lebih tinggi.
Dampak dari kenaikan harga tersebut menyebabkan jumlah barang yang diminta
berkurang. Sehingga equilibrium yang baru terjadi pada harga yang lebih tinggi
sedangkan jumlah barang lebih rendah.
3 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

3. Teori Cobweb
Teori CobWeb paling sesuai dalam hal barang yang tidak dapat disimpan.
Gelombang produksi sejenis CobWeb juga dipengaruhi lamanya periode produksi.
Jenis barang yang memerlukan suatu periode produksi yang pendek, dimana produsen
dengan cepat keluar dan masuk produksi biasanya mengalami gelombang produksi dan
harga yang lebih tinggi daripada jenis barang yang mempunyai periode produksi yang
panjang (Bishop dan Toussaint, 1979).
Teori Cobweb menjelaskan siklus harga dan produksi yang berubah dalam
jangka waktu tertentu. Kasus Cobweb dapat dibagi menjadi 3 (Mubyarto, 1989: 162)
yaitu :
a. Siklus yang mengarah pada fluktuasi yang jaraknya cenderung tetap.
b. Siklus yang mengarah pada titik keseimbangan.
c. Siklus yang mengarah pada flukstuasi dengan jarak yang semakin besar.
Asumsi yang digunakan dalam Teori Cobweb adalah:
a. Pasar persaingan sempurna, dimana penawaran ditentukan oleh reaksi produsen
terhadap harga. Harga dianggap tidak berubah oleh produsen dan jumlah produksi
tidak mempengaruhi pasar.
b. Periode produksi membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga tidak dapat
langsung bereaksi terhadap harga.
c. Harga ditentukan oleh jumlah barang yang datang di pasar dan harga terus berubah
menyesuaikan diri.

4 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

Keterangan :
P1 = harga pertama
P2 = harga kedua
P* = harga keseimbangan
Q1 = jumlah ouput pertama
Q2 = jumlah output kedua 30
Q* = jumlah output keseimbangan
D = kurva permintaan
S = kurva penawaran
Pada Gambar diatas untuk kasus I mula-mula harga keseimbangan pada P* dan
jumlah barang keseimbangan Q*, jika tiba-tiba jumlah penawaran turun akibat wabah
penyakit, bencana alam dan lain-lain maka harga akan meningkat menjadi P1. Pada harga
yang lebih tinggi produsen berusaha meningkat produksinya ke Q2 dan akibatnya harga
turun ke P2. Penurunan harga direspon oleh produsen dan dengan mengurangi produksi
sehingga siklus ini terus berputar. Pada kasus II haga keseimbangan mula-mula pada P*
dan jumlah keseimbangan Q*, kemudian harga meningkat ke P1 maka produksi diperbesar
tetapi tidak sebesar kasus I. Hal tersebut mengakibatkan harga turun tetapi tidak sebesar
penurunan harga pada kasus I. Kurva penawaran kasus I lebih elastis dibandingkan kurva
5 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

penawaran kasus II sehingga fluktuasi harga lebih besar pada kasus I. Pada kasus III kurva
penawaran sangat elastis maka peningkatan produksi sebagai reaksi peningkatan harga
relatif semakin membesar.
Secara lebih tegas dapat dikatakan bahwa dalam kasus I (elastisitas
permintaan=elastisitas penawaran), kasus II

> (elastisitas permintaan > elastisitas

penawaran), kasus III < (elastisitas permintaan < elastisitas penawaran), atau dengan
perkataan lain dapat dikatakan bahwa siklus akan menjadi stabil bila angka elastisitas
permintaan sama dengan elastisitas penawaran, menyatu (converge) bila lebih besar dan
meledak (explode) bila lebih kecil.
Walaupun ketiga kasus Cobweb Theorem ini mungkin sukar ditemukan dalam
praktek namun perilaku dan reaksi petani pada umumnya termasuk di Indonesia memang
serupa itu. Kalau harga suatu komoditas pertanian naik maka petani menjadi terlalu optimis
maka petani serentak menanam komoditas tersebut dengan harapan harga akan terus naik.
Namun pada saat panen serentak ternyata harga jatuh, semua menderita kerugian dan tidak
akan menanam pada musim berikutnya. Dan ini mengakibatkan harganya naik tinggi sekali
musim berikutnya karena jumlah produksi sangat sedikit (Mubyarto, 1989)

B. Tujuan Tutorial/Praktikum
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk :
1. Memahami keseimbangan pasar dan teori cobweb
2. Menganalisis gabungan antara skedul permintaan dan penawaran sehingga
membentuk keseimbangan pasar.
3. Menjelaskan siklus harga dan produksi yang berubah dalam jangka waktu tertentu
dalam teori cobweb.

C. Pelaksanaan Tutorial/Praktikum
1. Praktikan telah memiliki Modul 6 tiga hari sebelum pelaksanaan tutorial/praktikum.
2. Praktikan melakukan pre-test sebelum tutorial/praktikum dimulai. Pre-test terdiri
dari maksimal 5 pertanyaan berkaitan dengan pemahaman konsep di bab yang akan
dipraktikumkan.
3. Praktikan wajib mendapatkan nilai lebih dari 70 untuk dapat mengikuti
tutorial/praktikum ini. Jika nilai pre-test di bawah nilai yang disyaratkan maka
praktikan tidak diijinkan mengikuti praktikum dan wajib mengulang pre-test. Jika
setelah dua kali tidak lulus pre-test maka praktikan mendapat tugas tambahan
ditentukan oleh asistent dengan nilai tugas maksimal 70.
4. Asisten menjelaskan kembali materi pada Modul 6 kepada praktikan.
6 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

5. Asisten menginformasikan tugas Modul 6 kepada praktikan pada akhir pelaksanaan


modul 6 untuk mencari studi kasus beradasarkan literatur (artikel ilmiah/jurnal)
secara individu mengenai keseimbangan pasar dan teori cobweb suatu komoditas,
yang telah ditentukan praktikan dengan syarat satu kelas tidak boleh sama.
6. Judul literature (artikel ilmiah/jurnal) setiap praktikan tidak boleh sama.
7. Literature (artikel ilmiah/jurnal) berbentuk hardcopy
8. Praktikan secara individu mereview dan mengidentifikasi serta menganilis studi
kasus berdasarkan hasil literature (artikel ilmiah/jurnal) yang telah diperoleh.
9. Hasil laporan/ lembar kerja individu dan literature (artikel ilmiah/jurnal)
dikumpulkan 3hari diakhir modul 6 ke asisten kelas masing-masing.

Pertanyaan dalam Pre-Test


1. Jelaskan teori keseimbangan pasar!
2. Diketahui fungsi permintaan yaitu Qd = 60-10P sedangkan penawaran suatu barang
ditunjukkan dengan fungsi penawaran sebagai berikut Qs = 60-10P, buatlah skedul
dan kurva keseimbangan pasar!
3. Apa yang dimaksud dengan teori cobweb!
4. Sebutkan dan jelaskan asumsi yang digunakan dalam teori cobweb!
5. Sebutkan dan jelaskan siklus harga dan produksi dalam teori cobweb!

DAFTAR PUSTAKA

Bishop, CE dan WD Toussaint. 1979. Pengantar Analisa Ekonomi Pertanian


(diterjemahkan oleh Drs. Wisnuadji, Harsojono, S.E, dan Drs. Suparmoko). Mutiara
Sumber Widya. JakartaLipsey,R.G. dan Courant, P.N. 1996. Economics, Harper
Collins College Publisher. New York.
Mankiw, N.G. 2000.PengantarEkonomi. Jakarta: Erlangga.
Maqsalina, marich. 2014. Teori cobweb. http://maqsalina.blogspot.co.id/2014/08/cobwebtheory.html. diakses pada tanggal 20 Maret 2016.
Mubyarto, 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian.LP3ES, Jakarta
Rahardja, Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi (Microekonomi dan macroekonomi) edisi
revisi. Jakarta: FEUI.

D.Lembar Kerja Praktikum Kegiatan 6

7 | Page

PengantarEkonomiPertanian

Brawijaya

2016

PRAKTIKUM
PRAKTIKUMVV
Tanggal
Tanggal

: :

NamaPraktikan
Nama Praktikan : :

NIM
NIM

: :

Kelas
Kelas

: :

Nilai
Nilai
NamaAsisten
NamaAsisten

: :

8 | Page
: :

TandaTangan
TandaTangan

::