You are on page 1of 24

DESAIN KURIKULUM

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pengembangan Kurikulum
yang dibina oleh Heni Listiana, M. Pd.I

Oleh Kelompok: 10
Emmy Febriani
Miftahol Jannah
Risqi Mahmudatul Fitriyah

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PEMEKASAN
2016

Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Desain Kurikulum” ini
dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan,
bimbingan serta kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan
ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
menyusun makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, masih banyak
kekurangan dan banyak kelemahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca yang sifatnya membangun guna menyempurnakan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi penulis melainkan juga
para pembaca.

Pamekasan, 23 April 2016
Penulis

3 BAB II. PENUTUP 3.1 1.3 Pola-pola desain kurikulum 2. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan 1.1 Pengertian pengertian desain kurikulum 2.2 1.2 Prinsip- prinsip desain kurikulum 2. PEMBAHASAN 2.1 Kesimpulan 3.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I.2 Saran DAFTAR RUJUKAN .4 Contoh desain kurikulum BAB III.

bahan ajar atau materi atau isi dari kurikulum tersebut. Setiap komponen mempunyai isi yang sangat penting sekali bagi kelangsungan kurikulum.3 Tujuan 1. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. strategi mengajar atau metode mengajar. diantaranya adalah tujuan kurikulum. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi.BAB I PENDAHULUAN 1. 3. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. 2. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasrkan urutan tingkat kesukaran. Rumusan Masalah Apa pengertian desain kurikulum? Bagaimana prinsip-prinsip desain kurikulum? Bagaimana pola-pola desain kurikulum? Bagaimana contoh desain kurikulum? 1.2 1. Menjelaskan 2. Menjelaskan 4. media mengajar dan evaluasi pengajaran serta penyempurnaan pengajaran. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Desain Kurikulum ini mendeskripsikan secara terperinci tentang komponen yang harus ada pada setiap kurikulum serta desain kurikulum yang dapat digunankan untuk proses pembelajaran. 4. Menjelaskan 3.1 Latar Belakang Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. 1. Menjelaskan pengertian desain kurikulum prinsip-prinsip desain kurikulum pola-pola desain kurikulum contoh desain kurikulum . Wacana tersebut menyebutkan bahwa dalam kurikulum itu terdapat beberapa komponen.

2 Desain kurikulum dapat didefinisikan sebagai rencana atau susunan dari unsur-unsur kurikulum yang terdiri atas tujuan. Desain memuat berbagai pengalaman belajar yang bermakna dalam rangka merealisasikan tujuan–tujuan pendidikan. yaitu dimensi horizontal dan vertikal. 1997). 1 Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Sukmadinata. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. 63. Dimensi horizontal berkenaan dengan penyusunan dariruang lingkup isi kurikulum.1 Pengertian Desain Kurikulum Desain adalah rancangan. dan evaluasi. kemudian menuju pada yang lebih sulit. 2 Nana S. sesuai dengan hasil yang diharapkan. 2008).2 Prinsip-Prinsip Desain Kurikulum Saylor mengajukan delapan prinsip ketika akan mendesain kurikulum. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kurikulum Dan Pembelajaran (Jakarta: Kancana. pengalaman belajar. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. 2. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. hlm 113. hlm.BAB II PEMBAHASAN 2. pola atau model. Desain kurikulum harus memudahkan dan mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalaman belajar yang esensial bagi pencapaian prestasi belajar. isi. khususnya bagi kelompok siswa yang belajar dengan bimbingan guru. 1 Wina Sanjaya. . 2. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek (Bandung: Remaja Rosdakarya. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Mendesain kurikulum adalah penyusunan rancangan atau menyusun model kurikulum sesuai dengan visi dan misi sekolah.

kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. 3 Oemar Hamalik. Desain kurikulum harus realistis. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. dan mengembangkan berbagai kegiatan belajar di sekolah. dan 8. Desain harus mendorong guru mempertimbangkan berbagai pengalaman belajar anak yang diperoleh diluar mengaitkannya dengan kegiatan belajar di sekolah. 2013). layak. hlm. 6. Dalam subject centered design. 7. 5. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dan nilai-nilai demokrasi yang menjiwai kultur. Karena terpisah-pisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. kepribadian. dan tingkat kematangan siswa.3 2. 194. Desain harus memungkinkan dan menyediakan peluang bagi guru untuk menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. membimbing. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. dan dapat diterima. Kurikulum harus di desain agar dapat membantu siswa mengembangkan watak. Desain harus memungkinkan guru untuk menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan.3. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum (Bandung: Remaja Rosdakarya.3 Pola-Pola Desain Kurikulum Pola-pola desain kurikulum sebagai berikut: 1. Subject centered design Subject centered design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. paling tua dan paling banyak digunakan. Desain harus menyediakan pengalaman sekolah belajar dan yang berkesinambungan. agar kegiatan belajar siswa berkembang sejalan dengan pengalaman terdahulu dan terus berlanjut pada pengalaman berikutnya. . 4. kapasitas. pengalaman.

Atas dasar tesebut. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat . Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. dan retorika. praktis. 3) Pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. dievaluasi. hal itu kenyataan. para pengkritik menyarankan perbaikan kearah yang lebih terintegrasi. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Materi pelajaraan disajikan secara terpisah-pisah dalam bentuk mata pelajaran. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. dan disempurnakan. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. a) The subject design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. Pendidikan hanya diperuntukan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. dan musik. Kekurangan model desain ini. logika. 2) Karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih aktif kepada siswa. Trivium meliputi gramatika. astronomi. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. adalah: 1) Karena pengetahuan bertentangan dengan diberikan secara terpisah-pisah. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Model desain ini telah ada sejak lama. matematika. geometri. dilaksanakan.Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. sedangkan Quadrivium.

bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. dan lain-lain. ekonomi. Pada saat itu mulai berkembang mata pelajaran fisika. juga berkembang mata pelajaran praktis seperti pertanian. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. terpisah-pisah pula. biologi. kimia. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. maka penyusunannya cukup mudah. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. kesejahteraan keluarga. keterampilan. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. terlepas dari kejadiankejadian yang hangat. membutuhkannya atau tidak. apakah mereka menyenangi atau tidak. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan menimbulkan kesukaran di sistematika dalam ilmu mempelajari sering dan menggunakannya. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. Tidak maka siswa jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. . dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahli-ahli sebelumnya. bahan dikuasai secara verbalistis. yang sedang berlangsung saat sekarang. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. bahasa yang masih bersifat teoritis. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Karena kelebihankelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya menguasainya pun secara terpisah-pisah. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. satu terlepas dari yang lainnya. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan.praktis. 1) Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sistematis logis. tata buku. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). 2) Bentuk ini sudah dikenal lama.

batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. Perbedaan lain adalah dalam tingkat penguasaan. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. semuanya disebut subject. sebab pada perguruan tinggi umumnya digunakan bentuk ini. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Para pengembang kurikulum dari aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. 4) Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. 5) Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. biologi. memahami konsep-konsep. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. . Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. Para peserta didik di dorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). psikologi. Isi kurikulum yang diberikan disekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. dan sebagainya. sosiologi.3) Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. keduanya masih menekankan kepada isiatau materi kurikulum. b) The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. Belum ada perbedaan antara matematika. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi.

geografi. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. Kelima. Dalam model ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang pendekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti sejarah. Keempat. Pertama. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. sistematik kurikulum dan ini efektif bukan tetapi hanya juga memiliki dapat organisasi memelihara yang integritas intelektual pengetahuan manusia. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Kedua. desain ini masih memiliki beberapa kelemahan. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. dan sebagainya. dan Berhitung menjadi Matematika. c) The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukan adanya pemisahan antara mata pelajaran. Kedua. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. . dan ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. Pertama. Ilmu Ukur. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dan Dewey. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit.kata mereka. Ketiga. Aljabar.

karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design. karena bidang yang di pelajari itu luas. dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Pertama. Learner Centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah. tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan disekolah dasar dan sekolah menengah pertama. yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya. Kedua. walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dan kurikulum. ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. . Desain ini berbeda dengan subject centered. yang diajarkan hanya permukaannya saja. tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa. tidak menggambarkan kenyataan. di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Kedua. Ketiga. Di samping kelebihan tersebut. tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan yang sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi. 2. untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Keempat. maka tidak dapat diberikan secara mendetil.Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis. Pertama kemampuan guru. pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali.

memberi tempat utama kepada peserta didik. Pertama. free design. atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi. learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar. kebutuhan dan tujuan peserta didik. Pertama. humanistic design. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centered dengan subject centered. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam. the open. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Peserta didik bukanlah tiada daya. struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Kedua.an pada masa kejayaan pendidikan Progresif. dan lain-lain. mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. b) membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen.Learner centered. yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930. sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang . The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18. learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. berperilaku. belajar dan juga berkembang sendiri. Hal ini cukup sulit. dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Dalam mengemplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) menemukan minat dan kebutuhan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah-masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design. menekankan perkembangan peserta didik.

sungguh-sungguh bermakna. dirumuskan bersama siswa. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karenamembutuhkannya. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. sumber-sumber belajar. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi. demikian juga. kegiatan belajar dan prosedur evaluasi. Kesulitan-kesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik. maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya. Demikian juga tujuan yang akan dicapai. Jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. konsep. Fakta-fakta. Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. peserta didik melakukan proses belajar yang nyata. Pertama. kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum ini. Ketiga. Kedua. . kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut. desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. hidup dan relevandengan kehidupannya. keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. pengajaran memperhatikan perbedaan individual. maka motivasi belajar bersifat instrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Kedua. karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik. activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitantertentu yang harus diatasi.

kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik. penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa.Pertama. Kedua kritik ini tidak semuanya benar. Kedua. seperti perkembangan kemampuan kognitif dari piaget. Keempat. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber. karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. kebutuhan untuk membangun. 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human realtion. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Ketiga. Kehidupan dunia modern sangat kompleks. kebutuhan sosial. activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur disekitar kebutuhan manusia. kematangan dan faktor-faktor lingkungan. sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan. . Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens. kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik. peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk meningkatkan kehidupan mereka. Mereka berinteraksi. kepentingan dan kemampuan peserta didik. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Berbeda dengan learned centered. diintegrasikan. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalahmasalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini.3. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapi peserta didik sekarang dan yang akan datang. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari . dan The Core design. kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan. yaitu The Areas of living design. Berbeda dengan learned centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual. problem centered design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. a) Ihe Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19.

motivasi belajar datang dari dalam diri peserta didik. dan dapat menginternalisasi artinya. Ketiga. Pertama. desain ini sekaligus menarik minat peseta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah.peserta didik sebagai pembuka jalan dalam mempelajari bidang-bidang kehidupan. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. secara langsung dipraktikan dalam kehidupan. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan pengalaman sosial peserta didik. desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. tidak perlu dirangsang dari luar. sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. merangkumkan Dengan pengalaman- demikian. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik.melalui kurikulum ini para peserta didik akan memperoleh pengetahuan. Kelima. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desain-desain lainnya. Keempat. . Kedua. tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan.

maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulumyang berbeda-beda. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. didasarkan atas pandangan progresif. yang sifatnya terpisah-pisah. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. mereka memilih mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. dan diarahkan pada pengembangan kemampuan-kemampuan . baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan datang. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Kedua. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah masa kini. Keempat. desain tersebut akan mempertahankan status quo. sebagai akibat dari kesulitan pertama. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. peserta didik tidak melihat alternatif lain. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. Pertama. Kelima. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. b) The Core Design The core design kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subject design. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. Ketiga. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core berkembang tersebut. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda.Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukan kelemahan model desain ini. sama halnya dengan kritik terhadap learner centered design. teori Karena tentang core pengaruh design pendidikan yang progresif.

The fused core. (2) the correlated core. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. The activity/experience core. matang. The separate subject core.pribadi dan sosial. Model desain ini pun berkembang dari the separate sebject design. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. The areas of living core. (4) the activity/experience core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. (3) the fused core. the activity/experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Di samping memberikan pengetahuan. (5) the areas of living core. Antropologi. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang . Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centered design-nya. Ekonomi dipadukan menjadi studi kemasyarakatan. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. Seperti halnya pada learner centered. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar mata pelajaran. Geografi. nilai-nilai dan keterampilan sosial. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. The correlated core. dan (6) the social problems core. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Sejarah. Sosiologi. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. baik. bukan spesialis. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengsaan keahlian/kejujuran tertentu. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak.

baik secara kelompok maupun individual. rasialisme. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. Hal-hal diatas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra.sebelumnya. sedangkan the social problems core didasarkan atas problema-problema yang mendasar dan bersifat kontroversial. inflasi. The social problems core. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2) Apa akibatnya bila kita terus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3) Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4) Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. dan sebagainya. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. Perbedaannya terletak pada the areas living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang universal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. seperti: . kelaparan. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Sekuens kurikulum di susun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penyusunan kurikulum the social problems core.terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. perang senjata nuklir. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada.

Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia “ideal” yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura-pura. tingkat kesukaran. yaitu: 1) Dimensi individu. perasaan (intuisisme). Becker’s Humanistic Design. pengamatan (empirisme). dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. The Unencapsulation design. Terhadap model-model desain di atas dapat di tambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker’s Humanistic design. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Becker ini mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan “keterasingan” (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). tetapi kenyataannya karena berbagai hambatan. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. dan kepercayaan (otoritariasme). pencetus konsep ini. Menurut Joseph Royce. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. sedangkan dimensi teologis . Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi dari pada proses. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. tetap dan seimbang. dan 3) Dimensi teologis. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini.kematangan. The Unencapsulation design diarahkan pada kemampuan yang lebih lengkap. 2) Dimensi sosial dan historis. minat. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai.

Pemilihan batang mangga Pemilihan media tanam Tata cara mencangkok yang benar Hama dan penyebab kegagalan dalam pencangkokan 4 Nana S. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek (Bandung: Remaja Rosdakarya. Guru menjelaskan materi terkait dengan tatacara pencangkokan b. Penyusunan Desain Kurikulum Merumuskan tujuan program pendidikan Merumuskan kompetensi Merumuskan pembelajaran Menghitung dan menentukan waktu Menentukan struktur kurikulum dan sebaran mata pelajaran5 Contoh Desain Kurikulum subject centered design Siswa memahami pencangkokan tanaman mangga a. 2. Siswa secara berkelompok mempraktekkan pencangkokan tanaman mangga d. 5 Nana Syaodih dan Erliana Syaodih. Guru mendemontrasikan tatacara pencangkokan c. 4. 55. 4. hlm. Waktu pemberian materi serta mendemontrsikan: 45 menit Waktu praktek berkelompok : 40 menit Waktu untuk praktek secara mandiri di rumah : 21 hari 5. 5. siswa memahami proses pencangkokan mangga c. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi (Bandung: Refika Aditama. pencangkokan mangga siswa memahami cara perawatan tanaman mangga hasil cangkokan. 2.5 1. 2012).4 2. siswa memahami faktor yang mempengaruhi keberhasilan d.4 1.Siswa secara mandiri mempraktekkan pencangkokan mangga serta mengamati perkembangan dari cangkokan mangga dan mengumpulkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan praktikum. 3. 2. Sukmadinata.membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. 1997). hlm 113. . a. siswa mengetahui batang mangga yang siap di cangkok b. 3.

khususnya bagi kelompok siswa yang belajar dengan bimbingan guru. 2) Desain memuat berbagai pengalaman belajar yang bermakna dalam rangka merealisasikan tujuan–tujuan pendidikan. sesuai dengan hasil yang diharapkan. Prinsip-prinsip desain kurikulum: 1) Desain kurikulum harus memudahkan dan mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalaman belajar yang esensial bagi pencapaian prestasi belajar.1 Kesimpulan Desain kurikulum dapat didefinisikan sebagai rencana atau susunan dari unsur-unsur kurikulum yang terdiri atas tujuan.BAB III PENUTUP 3. 3) Desain harus memungkinkan dan menyediakan peluang bagi guru untuk . pengalaman belajar. dan evaluasi. isi.

dan dapat diterima. dan mengembangkan berbagai kegiatan belajar di sekolah. Kurikulum Dan Pembelajaran. 7) Kurikulum harus di desain agar dapat membantu siswa mengembangkan watak. Syaodih. DAFTAR RUJUKAN Hamalik. Bandung: Remaja Rosdakarya. 6) Desain harus menyediakan pengalaman belajar yang berkesinambungan. membimbing. 2008. 5) Desain harus mendorong guru mempertimbangkan berbagai pengalaman belajar anak yang diperoleh diluar sekolah dan mengaitkannya dengan kegiatan belajar di sekolah. dan tingkat kematangan siswa. Jakarta: Kancana. layak. 3. Wina. Sanjaya. kepribadian. pengalaman. dan yang buruk datangnya dari kami. dan nilai-nilai demokrasi yang menjiwai kultur.menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih.2 Saran Dari makalah kami yang singkat ini mudah-mudahan dapat bermanfaat. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Nana. 8) Desain kurikulum harus realistis. 4) Desain harus memungkinkan guru untuk menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan. Dan kami sadar bahwa makalah kami jauh dari sempurna. untuk perbaikan makalah-makalah selanjutnya. 2013. 1997. Oemar. Yang baik datangnya dari Allah. Learner centered design dan problem centered design. . kapasitas. sehingga kami mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pola-pola desain kurikulum meliputi: Subject centered design. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. agar kegiatan belajar siswa berkembang sejalan dengan pengalaman terdahulu dan terus berlanjut pada pengalaman berikutnya.

2012 .Syaodih. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: Refika Aditama. Nana dan Erliana Syaodih.