You are on page 1of 27

MIKROBIOLOGI KULIT

Anggun Della Wijanarti
1310211048

DEFINISI
Patogen adalah bakteri yang bisa jadi penyakit
Patogenitas adalah istilah relatif dan bakteri mempunyai
frekuensi untuk menimbulkan penyakiy yang sangat
berbeda.
Patogen oportunistik adalah organisme nonpatogen yang
dapat menimbulkan infeksi pada hospes dengan debilitas
atau hospes yang memiliki faktor predisposisi.
Carrier ialah hospes yang mengandung bakteri patogen,
tanpa adanya penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri itu.
Virulensi dipakai untuk melukiskan perbedaan galur
(strain) dalam suatu spesies patogen dan mencakup
semua bahan-bahan di dalam organisme itu yang dapat
menyebarkan kuman atau menimbulkan penyakit pada
hospes yang baru (Derajat patogenisitas suatu parasit
dalam menimbulkan penyakit )

pada kolonisasi hospes tidak memberi respon dan pada kolonisasi juga tidak ada kenaikan antibodi .KOLONISASI Kolonisasi adalah bakteri yang mengkontaminasi kulit dapat hidup dan bermultiplikasi dan kemudian menimbulkan penyakit infeksi. Frekuensi kontaminasi meninmbulkan kolonisasi. dan kolonisasi menimbulkan penyakit infeksi bergantung pada :  Virulensi organisme  Besarnya inokulasi  Tempat masuknya kuman  Pertahanan atau imunitas hospes NB: kolonisasi beda dengan infeksi.

Harus melawan pertahanan inang. Harus merusak pertahanan dan jaringan inang .PATOGENESIS INFEKSI     Harus menginfeksi inang ( suatu patogen primer harus memasuki jaringan inang). untuk sementara. Harus melakukan metabolisme dan memperbanyak diri dalam jaringan inang (kolonisasi).

.

kapsul. dan komponen membran luar). H. meningitidis. Vibrio spp. a) Pergerakan Bakteri:Proteus sp.Faktor virulensi patogen Faktor Virulensi yang Berperan dalam Kolonisasi: struktur permukaan bakteri (fimbria. gonorrhoea. memproduksi enzim proteolitik Neuraminidase: menyerang komponen glikoprotein dan glikolipid membran sel . Serratia spp b) b) Perlekatan Bakteri: fimbria.. flagela. N. antigen. dan Streptococcus pneumoniae. enzim.adhesin Enzim: Protease: N. influenzae.

lipase. b. 3). c. 4). Urease c.Faktor Virulensi Yang Merusak Inang 1) Asam Teikoat:Staphylococcus aureus adalah asam teikoat ribitol grup-spesifik dinding sel. Asam amino deaminase b. yang merusak jaringan inang. 5) Enzim a. Kapsul Polisakarida Pneumococcus penghasil kapsul ekstraseluler. . Protein A Protein A merupakan suatu antigen khusus kelompok-spesifik Staphylococcus aureus. 2) Asam Lipoteikoat (LTA) Streptococcus pyogenes ---perlekatan pada sel epitel.

.

.

PENULARAN .

PERTAHANAN KULIT Keadaan kering Kulit memiliki perlindungan yang kering dan secara mekanik terhadap kontaminasi organisme dengan jalan deskuamasi Yang bertanggung jawab menghilangnya bakteri dari daerah asam/alkali adalah desikasi Derajat kekeringan kulit yang relatif dapat membatasi pertumbuhan kuman nrgartif-Gram. ♪ . Ex : asam oleat Dapat membunuh bakteri Streptococcus pyogenus . Staphylococcus aureus. ♪ Mekanisme kimiawi Asam-aam lemak berantai karbon yang tidak tidak jenuh terbentuk dikulit sebagai hasil pemecahan ester-ester sebum oleh flora komensal.

Sulit diterangkan tetapi relevansinya minimal jelas tampak dalam hal kolonisasi Staphylococcus di kulit dan hidung.Fenomena interferensi bakteri Pengaruh supresif bakteri atau galur bakteri terhadap kolonisasi bekteri lainnya. ♪ . ♪ Flors normal di kulit Adanya bakteri itu mengasilkan antibiotika yang dapat menghambat mikroorganisme lainnya.

.

. nonpatogen dan dapat memperbanyak diri. yang tiba dipermukaan kulit tanpa memperbanyak diri dan cepat hilang jika diberi apusan dan desinfektan. dapat patogen/non patogen.FLORA NORMAL Price tahun 1938 membedakan dalam 2 : Flora transien adalah flora yang beraneka ragam. Flora residen adalah sejumlah kecil organisme yang memperbanyak diri dipermukaan kulit.

☺ Flora normal menstimulus produksi antibodi ☺ Memproduksi asam lemak bebas. ☺ Flora normal bersifat antagonis dengan bakteri lain yang merugikan. ☺ Flora normal mencegah timbulnya kolonisasi mikroba patogen. seperti: Vitamin K dan B12 2. ☺ Flora normal menstimulus perkembangan jaringan tertentu (sperti jaringan limpatik).Peranan Flora Normal : ☺ Flora normal mensintesis beberapa vitamin. .

.

.

.

.

Subdivisi dibagi berdasarkan kemampuan organisme memproduksi asam dari gula. . fosfatase dan aseton dari glukosa.FLORA RESIDEN Flora residen yang tersering dikulit:    Micrococcaceae Corynebacterium acnes Aerobic diphteroids Famili Micrococcaceae dibagi jadi 3 genera :  Micrococcus  Staphylococcus  Sarcina Klasifikasi sistem Baird Parker (1963) Berdasarkan kemampuan membentuk asam dan glukosa dalam kondisi anaerobik. subdivisi 7 tipe. maka micrococcaceae dibagi dalam genus : Staphyloccus yang memberi reaksi positif. subdivisi 6 tipe Micrococcus yang memberi reaksi negatif.

. tapi tidak secara anaerobik. Subdivisi II dan v adalah Staphylococcus epidermidis. Ditemukan dikulit dewasa. Staphylococcus Subdivisi I adalah Staphylococcus aureus dapat dibedakan dengan subdivisi lain dari sifat koagulase positif dan fermentasi anaerobik manitol positif. Subdivisi VI adalah galur yang dapat memprosuksi asam dari manitol secara aerobik. Subdivisi II dapat diisolasikan dan hampir setiap sampel kulit normal.

lebih sering ditemukan di kulit dibanding dermatitis.  Corynebacteria Aerobic diptheroids adalah anggota genus Corynebacteria yang non patogen berbentuk batang Gram positif. Micrococcus Tipe M1 dan M2 sering ditemukan di daerah intertriginosa Tipe M3 dominan pada kulit kepala dewasa Tipe M7 sering disebut Sarcina lutea. .

 Anaerobik diptheroid Corynebacterium acnes adalah flora residen di kulit. terutama di folikel atau tempat yang banyak mensekresi sebum. . Bertanggung jawab pada sebagian besar sebum lipolisis di kanal folikel.  Organisme negatif – Gram Escerichia coli Pseudomonas aeruginosa Organisme grup Mima – Herella.

.FLORA TRANSIEN Terdiri atas : ♥ Organisme aerobik yang membentuk spora (Bacillus spp) ♥ Streptococcus ♥ Neiseria ♥ Basil Negatif Gram yang berasal dari daerah intertriginosa dapat menjadi transien ditempat lain.

. Mula-mula Staphylococcus dan Micrococcus yang predominan.FAKTOR MODIFIKASI    Pantang mandi tidak meningkatkan jumlah organisme Musim hanya berpengaruh sedikit pada jumlah organisme. kecuali terdapat peningkatan suhu luar dan kelembapan. terus jadi Diphteroid dan negatif Gram yang lebih banyak. Penambahan hidrasi akan meningkatkan flora total.

Kalo anaerobik bakteri banyak di sebum yang disekresikan dan mungkin pada bagian dalam folikel pilosebaseus.LOKALISASI FLORA BAKTERI Mayoritas aerobik ada di permukaan terluar stratum corneum dan juga banyak ditemukan organisme pada unfudibulum folikel rambut. Kelenjar keringat baik ekrin/apokrin dan saluran keluarnya bebas bakteri .

_MIK ROBIOLOGI__KESEHATAN_2008. http://file.REFERENSI   Ilmu Penyakit Kulit dan kelamin UI Edisi keenam.upi._BIOLOGI/196805091994031KUSNADI/KULIAH._PEN D.pdf .edu/Direktori/FPMIPA/JUR.