You are on page 1of 52

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG

OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI METODE PQ4R
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PENGKOL 01 SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Winarti
Gugus Merauke UPTD Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah (1) Meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada
pelajaran matematika di kelas V SDN Pengkol 01 Nguter tahun pelajaran 2012/2013; (2)
Meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN Pengkol
01 tahun pelajaran 2012/2013. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah motivasi siswa berkesulitan belajar dan prestasi belajar Matematika.
Sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode
PQ4R pada pembelajaran matematika materi bilangan bulat.
Jenis metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian ini
menggambarkan serangkaian langkah yang membentuk siklus. Setiap langkah memiliki empat
tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai subjek penelitian ini adalah
9 siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN Pengkol 01.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan kelas pada siklus I belum
menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk motivasi siswa berkesulitan belajar setelah diadakan
siklus I siswa yang memiliki kategori cukup baik sebanyak 9 siswa atau 100%. Untuk analisis
prestasi belajar diperoleh nilai rata-rata yaitu 55,56 dan siswa yang memperoleh nilai sebanyak
3 siswa atau 33% dari 9 siswa. Pada siklus II (perbaikan) telah menunjukkan hasil yang
signifikan/bagus. Untuk motivasi siswa berkesulitan belajar terdapat siswa yang memiliki
kategori cukup baik sebanyak 2 siswa atau 22,22%, kategori baik sebanyak 7 siswa atau 77,78%.
Untuk analisis prestasi belajar diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 65, sedangkan siswa yang
memperoleh nilai sebanyak 9 siswa atau 100% dari 9 siswa berkesulitan belajar. Kesimpulan
yang dapat diambil adalah (1) Penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan motivasi siswa
berkesulitan belajar pada pelajaran Matematika di kelas V SDN Pengkol 01 Nguter Kabupaten
Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013; (2) Penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan prestasi
belajar Matematika bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN Pengkol 01 Nguter
Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013.
Kata Kunci : Peningkatan Hasil belajar matematika, Operasi hitungan bilangan bulat, Metode
PQ4R
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
. Dalam kegiatan pembelajaran, prestasi belajar yang dicapai siswa kadang sesuai harapan,
tetapi kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi proses dan hasil belajar setiap orang, diantaranya; faktor internal (dari dalam diri)
dan faktor eksternal (luar diri) individu belajar (Ngalim Purwanto, 2002:107).
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai anak sebagai hasil belajar berupa angka, huruf, maupun
tindakan hasil belajar yang dicapai (Buchori, 1977:85). Oleh karena itu prestasi belajar yang
diperoleh tiap siswa diharapkan memperoleh prestasi maksimal.
Pada pelajaran Matematika khususnya di kelas IV, V, dan VI terdapat 3 kajian inti Standar
Kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap siswa, yaitu: (1) Berhitung/Bilangan, (2) Geometri
dan Pengukuran, dan (3) Pengelolaan Data.

Bilangan bulat adalah bilangan yang utuh dalam arti bukan bilangan pecahan (Erwin
Roosilawati, 2002:17). Bilangan bulat dinyatakan dengan B = { ... , -3, -2, -1, 0 , 1, 2, 3 , ...}.
Operasi hitung pada bilangan bulat yang diterapkan di SD adalah penjumlahan dan pengurangan,
sedangkan perkalian dan pembagian merupakan pengayaan untuk guru.
Berdasarkan analisa hasil observasi, angket, dan wawancara khususnya siswa berkesulitan
belajar, peneliti mengidentifikasi bahwa penyebab siswa berkesulitan belajar Matematika di
kelas V SDN Pengkol 01 adalah rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran
Matematika yang dikarenakan siswa berkesulitan dalam kemampuan penjumlahan dan
pengurangan bilangan bulat yang berupa bilangan bulat negatif serta berkesulitan mengerjakan
soal berbentuk cerita
Untuk mengatasi rendahnya prestasi belajar pada operasi hitung bilangan bulat dan rendahnya
motivasi siswa berkesulitan belajar, maka diperlukan suatu layanan bimbingan belajar. Layanan
bimbingan belajar adalah kegiatan bimbingan yang bertujuan membantu individu (siswa) dalam
mencapai keberhasilan belajar secara optimal (Saring Marsudi dkk, 2003: 104).
Rumusan Masalah
Berdasaarkan latar belakang din atas rumusan masalah adalah apakah penerapan metode PQ4R
dapat meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada pelajaran matematika di kelas V
SDN Pengkol 01 tahun pelajaran 2012/2013? Apakah penerapan metode PQ4R dapat
meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN Pengkol
01 tahun pelajaran 2012/2013.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada
pelajaran matematika di kelas V SDN Pengkol 01 melalui penerapan metode PQ4R tahun
pelajaran 2012/2013. Meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa berkesulitan
belajar di kelas V SDN Pengkol 01 melalui penerapan metode PQ4R tahun pelajaran
2012/2013.
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian bagi siswa memberikan keterampilan konsep dasar operasi hitung bilangan
bulat yang tepat, meningkatnya motivasi belajar siswa berkesulitan belajar dan meningkatnya
prestasi belajar siswa pada pelajaran Matematika.
Manfaat bagi bagi guru memberikan keterampilan dalam usaha bimbingan/perbaikan cara-cara
belajar, cara mengajar, penyesuaian materi, mengurangi hambatan yang dihadapi siswa.
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
Kajian Teori
Pengertian Belajar
Menurut Abu Ahmadi & Widodo Supriyono (2004:126), Belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Tujuan Belajar
Tujuan belajar merupakan aspek yang ingin dicapai dalam belajar. Menurut Sardiman A.M.
(2006:25), ada tiga jenis tujuan belajar, yaitu: untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman
konsep dan keterampilan, dan pembentukan sikap.1) Untuk Mendapatkan Pengetahuan Siswa
setelah belajar akan berubah, sebelum belajar siswa belum memahami secara penuh tentang
operasi hitung bilangan bulat, maka setelah belajar siswa tersebut memahami secara penuh
tentang bilangan bulat. Metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar tentang operasi
hitung bilangan bulat adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan tugas. 2)
Penanaman Konsep dan Keterampilan, tujuan belajar yang pertama adalah mendapatkan

pengetahuan, selain itu dengan belajar dapat diperoleh penanaman konsep dan keterampilan.
Konsep di sini berkaitan dengan pengertian bilangan bulat dan keterampilan berkaitan dengan
dengan operasi hitung bilangan bulat. Metode yang digunakan dalam proses belajar ini adalah
metode tanya jawab, kerja kelompok, peragaan, dan tugas. 3) Pembentukan mental dan perilaku
anak didik, tidak akan terlepas dari penanaman nilai-nilai, transfer of values, oleh karena itu guru
tidak sekedar “pengajar” tetapi benar-benar sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai
itu kepada anak didiknya.
Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
Faktor Intern/dalam
Faktor fisiologis, adalah kondisi fisik yang terjadi atau dialami individu saat belajar. Kondisi
fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap siswa. Faktor fisiologis diantaranya:
kondisi fisik dan (2) kondisi panca indera.
Faktor psikologis, adalah suatu keadaan atau kondisi mengenai gejala-gejala kehidupan kejiwaan
yang berpengaruh terhadap proses belajar. Faktor psikologis antara lain: (1) bakat, (2) minat, (3)
motivasi, (4) kecerdasan, dan (5) kemampuan kognitif.
Faktor Ekstern/luar
Lingkungan alam, adalah kondisi alam yang dapat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar,
misalnya: suhu, udara, cuaca, musim yang sedang berlangsung, kejadian alam dan lainlainnya.Lingkungan sosial, berperan dalam pembentukan individu siswa baik secara langsung
maupun tidak langsung, misalnya: keluarga dan masyarakat.
Faktor Instrumental
sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar. Faktor instrumental meliputi: (1)
kurikulum/bahan pelajaran, (3) guru, dan (3) sarana dan fasilitas.
Pengertian Kesulitan Belajar
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu
kondisi dalam proses belajar yang ditandai dengan adanya hambatan perkembangan, integrasi,
kemampuan verbal/non verbal dalam menguasai secara tuntas bahan atau materi pelajaran yang
diberikan.
Tujuan Pembelajaran Matematika di SD
Mata pelajaran Matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan
konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. 2)
Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3)Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model
matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. 4)
Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas
keadaan atau masalah. 5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan,
yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap
ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah
Operasi Hitung pada Bilangan Bulat
Operasi yang akan diterapkan pada bilangan bulat adalah + dan -, sedangkan operasi x dan :
merupakan pengayaan untuk guru (Tim Dinas P dan K Kab. Karanganyar, 2007:31). Untuk
penanaman konsep diperagakan dengan menggunakan langkah maju mundur, menang dan kalah,
pinjaman/hutang dan bayar, untung dan rugi, ke kanan dan ke kiri, naik dan turun.
Adapun contoh cara penanaman konsep adalah sebagai berikut:

Metode PQ4R
Metode PQ4R dikembangkan oleh Thomas dan Robhinson (1972) yamg merupakan
penyempurnaan dari metode SQ3R Robhinson (1961). Sesuai dengan namanya metode PQ4R ini
terdiri dari enam langkah, yaitu Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review (dalam
Nur, 1999). Pertama, pada tahap Preview siswa diharapkan untuk melakukan survey terhadap
materi pelajaran untuk mendapatkan ide tentang topik dan sub topik utama serta
pengorganisasian umum. Siswa melakukan identifikasi terhadap materi yang akan dipelajari.
Pada langkah ini, siswa membuat ramalan ilmiah tentang materi yang akan dibaca dan dipelajari,
selanjutnya berdasarkan judul (pokok bahasan) dan subjudul (subpokok bahasan). Kedua, tahap
Question siswa diminta untuk membuat dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi
itu saat mereka mempelajarinya, khususnya pada dirinya sendiri, dengan kata-kata yang sesuai,
seperti : apa, mengapa, bagaimana, siapa dan dimana. Ketiga, pada tahap Read siswa diminta
untuk membaca materi, kemudian membuat catatan-catatan kecil (note taking), tidak membuat
catatan-catatan yang panjang. Selanjutnya siswa dapat mencoba untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang dibuat sebelumnya selama membaca materi tersebut. Keempat, tahap
Reflect sesungguhnya merupakan refleksi terhadap materi pelajaran. Siswa mencoba untuk
memahami materi yang dibaca atau dipelajari dengan cara: (1) menghubungkan materi yang
dibaca dengan materi yang diketahui sebelumnya, (2) mengaitkan sub-sub topik dengan konsepkonsep utama, (3) memecahkan kontradiksi dalam materi yang disajikan, dan (4) menggunakan
materi itu untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dalam materi
pelajaran. Kelima, tahap Recite merupakan latihan untuk mengingat kembali materi pelajaran,
dengan memberi penekanan pada butir-butir penting (dapat menggunakan judul kata-kata yang
ditonjolkan serta catatan-catatan tentang konsep-konsep utama) yang dapat dilakukan dengan
mendengarkan sendiri, menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Keenam, pada tahap
Review siswa mereviu materi yang dipelajari, dan memusatkan perhatian pada pertanyaanpertanyaan dan jawaban yang diperoleh pada langkah sebelumnya dan mungkin perlu membaca
ulang materi yang dipelajari apabila siswa merasa kurang yakin dengan jawabannya.
Apabila langkah-langkah pada metode PQ4R ini dikaitkan dengan pembelajaran dengan
pendekatan matematika realistik, maka dapat disimpulkan bahwa melalui langkah preview dan
question siswa akan meninjau dan menghubungkan antara pengalaman dan pengetahuan yang
mereka telah miliki dengan topik yang mereka sedang pelajari. Pada langkah read dan reflect
siswa akan berusaha untuk mempelajari dan memahami topik yang dibahas sehingga mereka
memperoleh pengetahuan baru dan memformulasikan pengetahuan itu untuk dirinya sendiri.
Selanjutnya pada langkah recite, pengetahuan yang telah terbentuk perlu dimantapkan kembali
melalui suatu latihan sehingga pengetahuan tersebut menjadi permanen dalam ingatan siswa.
Disadari bahwa setiap siswa memiliki perbedaan dan keterbatasan, baik pengalaman,
pengetahuan awal, dan kecepatan belajar sehingga hal ini berdampak pada kecepatan
pemahaman dan penguasaan materi ajar. Sehubungan dengan itu, setiap siswa diberi kesempatan
untuk mereviu topik yang telah mereka pelajari (tahap review). Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa penggunaan metode PQ4R sangat mendukung implementasi pendekatan
matematika realistik dalam pembelajaran matematika.
Kerangka Berpikir

Skema Kerangka Berpikir
Hipotesis Tindakan
Penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada pelajaran
matematika di kelas V SDN Pengkol 01 tahun pelajaran 2012/2013. Penerapan metode PQ4R
dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN
Pengkol 01 tahun pelajaran 2012/2013.
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian

Adapun model penelitian tindakan kelas ini menggambarkan sebagai serangkaian langkah yang
membentuk siklus atau putaran tindakan. Setiap langkah memiliki empat tahap, yaitu
perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting)
(Taggart (1998) dalam Zainal Aqib, 2006:127). Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada
gambar 2.
Bagan 1. Bagan Siklus
Keterangan :
P

: Perencanaan

T

: Tindakan

R
RP

: Observasi
: Refleksi
: Revisi Perencanaan

Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data yang dikumpulkan adalah analisis
kritis, yakni mulai mengungkapkan kelemahan dan kelebihan siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil analisis dijadikan pedoman dasar menyusun perencanaan tindakan tahap berikutnya sesuai
dengan siklus yang ada.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa berkesulitan belajar di kelas V SD Negeri Pengkol 01
. Siswa tersebut berjumlah 9 siswa, yang terdiri atas 2 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan.
Instrumen Penelitian
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi: observasi, wawancara,
angket motivasi, dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data tersebut, masing-masing secara
singkat diuraikan berikut ini:
Observasi
Bentuk observasi dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, dimana peneliti (pengamat)
dalam penelitian ini, berperan langsung atau aktif dalam semua kegiatan pembelajaran di kelas.
Dengan observasi partisipan ini, pengamat lebih menghayati, merasakan, dan mengalami sendiri
semua kegiatan dalam pembelajaran.
Wawancara
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan dan pencatatan data, informasi, dan atau pendapat
yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung
dengan nara sumber. Wawancara langsung adalah wawancara yang dilakukan secara langsung
antara pewawancara (interviewer) dengan orang yang diwawancarai (interviewee) tanpa melalui
perantara. Sedangkan wawancara tidak langsung artinya pewawancara menanyakan sesuatu
melalui perantara orang lain, tidak langsung kepada sumbernya (Zainal Arifin, 1988:54).
Wawancara dalam penelitian ini dilaksanakan secara langsung artinya tanya jawab kepada siswa
berkesulitan belajar secara langsung tanpa perantara.
Angket Motivasi
Menurut Bimo Walgito (1980:16), Angket adalah suatu metode penyelidikan dengan
menggunakan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi
objek dari penyelidikan tersebut. Dengan angket ini dapat diketahui keadaan/data diri,
pengalaman, pengetahuan sikap atau pendapat responden dan lain-lain.
Tabel 3. Lembar Kisi-kisi Angket Motivasi

Adakalanya guru memberikan bimbingan dan pengarahan apabila terdapat kelompok yang merasa kurang memahami soal. peneliti juga melakukan wawancara dan pemberian angket motivasi kepada siswa berkesulitan belajar untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialaminya dan keinginan-keinginannya dalam pembelajaran serta mengetahui besarnya motivasi belajar yang dimiliki oleh setiap siswa berkesulitan belajar. Sebagai hasil evaluasi dan analisis dari data tersebut. Pelaksanaan Tindakan Sebagai kegiatan awal. Kegiatan dilanjutkan dengan menggambar garis bilangan di papan tulis. Apabila mengalami kesulitan. Setelah siswa selesai mengisi blangko angket motivasi. dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan mengenai soal latihan dan materi. yakni. peneliti mengidentifikasi bahwa penyebab rendahnya prestasi belajar di kelas V SDN Pengkol 01 disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang dikarenakan siswa berkesulitan dalam kemampuan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat berupa bilangan bulat negatif serta berkesulitan mengerjakan soal berbentuk cerita. Bertolak dari kenyataan tersebut. dan cukup aktif mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. cukup aktif menjawab pertanyaan guru. percaya diri. Selain observasi. Pengulangan penjelasan materi tersebut dimaksudkan agar siswa memahami materi secara penuh atau tuntas belajar. Kegiatan dilanjutkan dengan menanyakan tentang kesulitan-kesulitan siswa pada operasi penjumlahan bilangan bulat. dan pemusatan perhatian siswa. guru memberikan 5 soal latihan kerja kepada tiap siswa. Siswa menjawab pertanyaan. memperhatikan penjelasan guru. Dalam pengerjaannya. Pembahasan dan penarikan kesimpulan tersebut dilakukan dengan partisipasi siswa dalam kelompok untuk memperagakan di depan kelas. Rendahnya prestasi belajar tersebut menjadi petunjuk adanya kesulitan belajar atau “gagal” belajar. siswa dalam kelompok diberikan keleluasaan dalam berdiskusi menyelesaikan soal latihan. guru melakukan pengulangan penjelasan keseluruhan materi yang disertai alat peraga. Pembelajaran diakhiri dengan pengumpulan soal latihan kerja. mencatat materi dan contoh soal. Kemudian guru memberikan 4 soal latihan kepada setiap kelompok. Observasi Terdapat 4 siswa yang mempunyai perhatian yang cukup aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Siswa mengerjakan soal latihan kerja tanpa bimbingan guru. artinya siswa mengalami kesulitan belajar.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Penelitian Siklus 1 Hasil observasi terhadap siswa kelas V diperoleh data bahwa terdapat 9 siswa yang memiliki prestasi belajar rendah pada pembelajaran matematika tepatnya pada Kompetensi Dasar Operasi Hitung Bilangan Bulat. Setelah selesai mengerjakan soal latihan. Tiap kelompok mengerjakan soal latihan. Kemudian guru menjelaskan materi. agar materi ini dipelajari lagi sepulang sekolah dan rajin membaca di rumah. blangko tersebut kemudian dikumpulkan ke meja guru. Tidak lupa guru memberikan pesan kepada siswa. Kegiatan akhir. guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok. guru memberikan blangko angket motivasi kepada setiap siswa. guru mengamati aktivitas kerja tiap siswa dalam kelompok. memberikan contoh soal beserta cara pengerjaannya. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang cukup baik terhadap pelajaran . Pemberian contoh soal tersebut diberikan dengan melakukan kegiatan tanya jawab. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan keberanian. materi tentang bilangan bulat terutama penjumlahan pada operasi bilangan bulat. Untuk meningkatkan pemahaman siswa. diadakan konsultasi dengan kepala sekolah dan guru kelas V mengenai alternatif peningkatan hasil belajar Matematika dan motivasi belajar bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SD Negeri Pengkol 01 Kabupaten Sukoharjo yaitu dengan penerapan metode PQ4R. setiap kelompok terdiri atas 3 siswa. Guru melakukan tanya jawab tentang kesiapan siswa dalam menerima materi dan mengenai pelajaran yang telah lalu.

guru menggunakan media mobil berwarna. dan mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. menjawab pertanyaan guru. kemudian guru mengabsensi siswa satu per satu. menggunakan media gambar mobil berwarna. Selain itu. terdapat 5 siswa memiliki perhatian yang kurang baik dalam mendengarkan penjelasan guru. serta mengelompokkan kata operasional dalam operasi hitung antara pengurangan dan penjumlahan. soal latihan kerja beserta jawaban dari siswa dikumpulkan. Pembahasan dan penarikan kesimpulan terhadap materi dengan partisipasi siswa dalam kelompok untuk memperagakan di depan kelas. Setelah selesai mengerjakan soal latihan. Tiap kelompok mengerjakan soal latihan. melakukan peningkatan kerja kelompok. Setelah dirasa siswa telah memahami materi secara penuh. Kemudian guru memberikan 4 soal latihan kepada setiap kelompok. guru melakukan perbaikan yaitu dengan mengoptimalkan metode kerja kelompok. guru melakukan kebersihan ruangan kelas. Observasi Untuk pemahaman siswa terhadap materi pengurangan bilangan bulat terdapat 3 siswa yang memiliki pemahaman materi yang baik sehingga siswa tersebut memperoleh hasil belajar yang . Selain itu juga. Dalam pengerjaan. Pada pertemuan ke-2 materi Matematika adalah pengurangan bilangan bulat dan soal berbentuk cerita. guru melaksanakan kegiatan akhir yaitu memberikan soal latihan kerja yang berjumlah 5 soal kepada siswa. Untuk meningkatkan pemahaman siswa. menjawab pertanyaan guru. dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan mengenai soal latihan. dan mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. mengurutkan meja dan kursi. dan mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. Setelah selesai mengerjakan. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang cukup baik terhadap pelajaran. Refleksi Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa selama kegiatan pembelajaran pada materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Pembelajaran diakhiri dengan memberikan pesan kepada siswa agar tekun belajar di rumah dan gemar membaca buku. menjawab pertanyaan guru. Adapun alternatif pemecahan masalah tersebut. Adakalanya guru memberikan bimbingan dan pengarahan apabila terdapat kelompok yang merasa kurang memahami soal. terdapat 4 siswa yang memiliki perhatian yang cukup aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. dan membimbing siswa dalam mengisi blangko angket motivasi. menyuruh siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. sehingga siswa tersebut kurang memiliki minat yang baik terhadap pelajaran. menilai kerapian seragam sekolah. Untuk pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan bilangan bulat terdapat 5 siswa yang memiliki pemahaman materi yang cukup baik sehingga siswa tersebut memperoleh hasil belajar yang cukup baik pula. Guru berkeliling untuk mengamati langkah siswa dalam menyelesaikan soal latihan kerja. Untuk data yang lebih lengkap akan dijelaskan pada pertemuan ke-2. setiap kelompok terdiri atas 3 siswa. melakukan pengelompokkan kata operasional dalam operasi hitung soal cerita. sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa tersebut hampir cukup baik. Siswa mengerjakan soal latihan kerja. Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pertemuan ke-2. berdoa bersama. sehingga siswa tersebut kurang memiliki minat yang baik terhadap pelajaran. siswa dalam kelompok diberikan keleluasaan dalam menyelesaikan soal latihan. Pelaksanaan Tindakan Sebelum pembelajaran dimulai. guru mengamati aktivitas kerja tiap siswa dalam kelompok. guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok. terdapat juga 4 siswa yang belum memahami secara penuh materi penjumlahan bilangan bulat terutama soal cerita. terdapat juga 5 siswa yang mempunyai perhatian yang kurang baik dalam mendengarkan penjelasan guru.Selain itu.

Selain itu. terdapat juga 6 siswa yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara tanda operasi pengurangan (-) dengan tanda bilangan negatif (-). memahami soal cerita sehingga mengakibatkan terdapatnya hasil belajar siswa yang kurang baik.67 Tindakan Siklus 1 No Siswa Sesudah Siklus Ketuntasan ya tdk . Dengan demikian data nilai siswa yang memperoleh nilai sebanyak 9 siswa berkesulitan belajar menunjukkan bahwa penerapan pengajaran remedial belum menunjukkan peningkatan prestasi belajar yang signifikan atau belum baik. Tabel Kondisi Awal No Siswa Sebelum Siklus Ketuntasan ya tdk 1 A 30 - V 2 B 30 - V 3 C 40 - V 4 D 40 - V 5 E 50 - V 6 F 30 - V 7 G 20 - V 8 H 50 - V 9 I 30 - V Jumlah 330 Rata-rata 36.baik. Refleksi Pembelajaran dikatakan berhasil apabila prestasi belajar siswa mencapai nilai dan siswa yang memperoleh nilai mencapai prosentase 100%.

Setelah selesai menggambar. terdapat sejumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara tanda operasi pengurangan (-) dengan tanda bilangan negatif (-). menggunakan waktu secara efektif dan efisien. siswa belum memahami konsep Matematika dengan benar.1 A 55 - V 2 B 50 V 3 C 45 V 4 D 65 5 E 65 V - 6 F 55 - V 7 G 40 - V 8 H 75 V - 9 I 50 - V Jumlah 500 Rata-rata 55. Adapun penyebabnya. guru menunjukkan berbagai soal latihan dan guru menyuruh siswa secara bergantian untuk maju dan mengerjakan soal penjumlahan bilangan bulat. serta menggunakan kapur warna. menggunakan media wajah manusia dengan pengembangan. guru mengingatkan pelajaran yang lalu mengenai penjumlahan bilangan bulat yang berupa bilangan positif maupun negatif sebagai apersepsi dan melakukan tanya jawab tentang kesiapan siswa dalam menerima materi. semua siswa menginginkan diberikan banyak soal drill. siswa merasa waktu cepat berlalu. Setelah selesai guru dan siswa melakukan pembahasan soal. Sebagai alternatif pemecahan masalah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan membagi peserta didik menjadi 3 kelompok yang . guru memberikan angket motivasi kepada setiap siswa. guru menambahkan soal latihan terutama soal cerita dan menyiapkan latihan berulang. ramai dengan teman lain bangku. siswa mengisi dengan dan mengumpulkan ke depan kelas. serta kurangnya latihan berulang. Sambil melakukan tanya jawab. Pelaksanaan Tindakan Sebagai kegiatan awal. Memasuki pemahanan materi. serta kurang memahami soal dalam bentuk cerita. guru menyuruh setiap siswa bergantian untuk maju ke depan kelas dalam rangka mengerjakan soal di papan tulis.55 V - Hasil Penelitian Siklus II Berdasarkan hasil analisis pada siklus I. Kegiatan selanjutnya adalah mengambar garis bilangan di papan tulis. kurang lengkapnya alat peraga.

guru dan siswa membahas hasil kerja tiap kelompok. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi. Setiap kelompok menerima lembar soal untuk didiskusikan bersama anggota kelompok. faktor penyebab terdapatnya siswa yang memiliki kelemahan atau kekurangan tersebut di atas antara lain: siswa merasa waktu berjalan dengan cepat sehingga siswa tidak fokus dalam mengerjakan lembar tugas. Observasi Berdasarkan observasi terhadap siswa selama kegiatan pembelajaran pada materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Siswa mengerjakan soal latihan kerja. menggunakan waktu se-efektif mungkin. Kegiatan dilanjutkan dengan membagi peserta didik menjadi 3 kelompok yang tiap kelompok terdiri dari 3 siswa. guru mengamati aktifitas siswa dan memberikan bimbingan kepada kelompok dalam mendiskusikan lembar soal. Guru berkeliling untuk mengamati langkah siswa dalam menyelesaikan soal latihan kerja. Setelah selesai mengerjakan. setiap kelompok membahas hasil diskusinya di depan kelas. guru memberikan soal latihan yang berjumlah 5 soal latihan kerja kepada siswa. dan cukup aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. setiap kelompok membahas hasil diskusinya dan memperagakan pengerjaannya di depan kelas. Sebagai tindak lanjut dalam menilai hasil diskusi. Kegiatan akhir. soal latihan kerja beserta jawaban dari siswa dikumpulkan. Adapun alternatif pemecahan masalah tersebut. terdapat 6 siswa yang sudah memiliki perhatian yang baik atau aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Untuk pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan bilangan bulat terdapat siswa yang telah memahami soal cerita secara penuh sehingga hasil belajar siswa tersebut adalah baik. guru mengamati aktifitas siswa serta memberikan bimbingan kepada kelompok dalam mendiskusikan lembar soal. siswa merasa kesulitan untuk memahami pertanyaan dalam soal cerita. guru melakukan perbaikan yaitu melakukan peningkatan dalam kemampuan membaca intensif pada pembelajaran. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang cukup baik terhadap pelajaran. Sambil berkeliling. Untuk data lebih lengkap akan dijelaskan pada pertemuan ke-2. Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pertemuan ke-2. Sambil berkeliling. Setelah selesai mengerjakan. Setelah selesai. Refleksi Untuk prestasi belajar siswa terhadap materi penjumlahan bilangan bulat terdapat 9 siswa yang telah memperoleh prestasi belajar yang baik. Siswa mengisi blangko angket motivasi. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang baik terhadap pelajaran. Siswa mengerjakan soal latihan kerja. Untuk data yang lebih lengkap akan dijelaskan pada pertemuan ke-2. cukup aktif menjawab pertanyaan guru. Guru berkeliling untuk mengamati langkah siswa dalam menyelesaikan soal latihan kerja. Selain itu juga. guru memberikan soal latihan kerja kepada setiap siswa. Setelah selesai. Pembahasan dan penarikan kesimpulan terhadap materi dengan partisipasi siswa dalam kelompok untuk memperagakan di depan kelas. guru melakukan peningkatan dalam kemampuan membaca intensif untuk memahami soal cerita dan menggunakan waktu se-efektif mungkin. Pada pertemuan ke-2 materi Matematika adalah pengurangan bilangan bulat dan soal berbentuk cerita. soal latihan kerja beserta jawaban dari siswa dikumpulkan Pembelajaran diakhiri dengan memberikan pesan kepada peserta didik agar tekun belajar di rumah dan gemar membaca buku.tiap kelompok terdiri dari 3 siswa. setelah selesai blangko tersebut kemudian dikumpulkan ke meja guru Pembelajaran diakhiri dengan memberikan pesan kepada peserta didik agar tekun belajar di rumah dan gemar membaca buku . dan aktif mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. Kegiatan akhir. terdapat 3 siswa yang memiliki perhatian yang cukup baik/aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Setiap kelompok menerima lembar soal untuk didiskusikan bersama anggota kelompok. aktif dalam menjawab pertanyaan guru. Guru memberikan blangko angket motivasi kepada setiap siswa.

aktif dalam menjawab pertanyaan guru. . sehingga siswa tersebut memiliki minat yang baik terhadap pelajaran. diperoleh data sebagai berikut. memiliki kelengkapan catatan yang baik. Dengan adanya minat yang baik tersebut. Hasil angket motivasi siswa dari lembar angket. dan memiliki dorongan untuk mengerjakan tugas dengan baik. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang cukup baik terhadap pelajaran. Refleksi Terdapat 7 siswa telah mempunyai perhatian yang baik/aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Dengan demikian siswa berkesulitan belajar yang memiliki motivasi baik sebanyak 7 siswa (77. dan aktif untuk mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. menjawab pertanyaan guru.78%). memiliki keberanian yang baik/tinggi.22%). Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa berkesulitan belajar telah baik atau meningkat. menjawab pertanyaan guru. dan mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan. Data Peningkatan Motivasi pada Siklus I No Siswa Siklus I Nilai 1 A 32 Cukup Baik 2 B 37 Cukup Baik 3 C 33 Cukup Baik 4 D 36 Cukup Baik 5 E 37 Cukup Baik 6 F 39 Cukup Baik 7 G 34 Cukup Baik 8 H 39 Cukup Baik 9 I 33 Cukup Baik Keterangan: Skala Penilaian: . dan mengajukan pertanyaan kepada guru dalam setiap kegiatan.Observasi Berdasarkan observasi terhadap 2 siswa selama kegiatan pembelajaran pada materi operasi pengurangan bilangan bulat. siswa memiliki kepercayaan diri yang baik. Selain itu terdapat 7 siswa yang mempunyai perhatian cukup aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. siswa telah mempunyai perhatian yang baik/aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. Sedangkan motivasi belajar cukup baik sebanyak 2 siswa (22. sehingga siswa tersebut memiliki minat yang baik terhadap pelajaran.

51 – 60 = Sangat Baik (SB) 41 – 50 = Baik (B) 31 – 40 = Cukup Baik (CB) 21 – 30 = Kurang Baik (KB) 11 – 20 = Sangat Kurang Baik (SKB) 00 – 10 = Sangat Sangat Kurang Baik (SSKB) Tindakan Siklus II No Siswa Sesudah Siklus Ketuntasan ya tdk 1 A 75 V - 2 B 70 V - 3 C 80 V - 4 D 100 5 E 80 V - 6 F 70 V - 7 G 85 V - 8 H 100 V - 9 I 75 V - Jumlah 735 Rata-rata 81.67 V Data Peningkatan Motivasi pada Siklus II No Siswa Siklus I Nilai - .

4) Percaya diri dari siswa lebih tinggi. diantaranya: 1) Siswa lebih aktif dalam mendengarkan penjelasan guru. 2) Siswa lebih aktif menjawab pertanyaan dari guru. 6) Siswa cukup aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada guru. 5) Kelengkapan catatan siswa cukup lengkap. kategori kurang baik sebanyak 7 siswa atau . siswa yang memiliki kategori sangat kurang sebanyak 2 siswa atau 22. peningkatan motivasi belajar siswa berkesulitan belajar serta peningkatan hasil belajar bagi siswa berkesulitan belajar Matematika di kelas V SD Negeri Pengkol 01 Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. 3) Siswa lebih aktif dan bersemangat dalam mengerjakan tugas/LKS.1 A 43 Baik 2 B 47 Baik 3 C 43 Baik 4 D 46 Baik 5 E 47 Baik 6 F 43 Baik 7 G 44 Baik 8 H 42 Baik 9 I 43 Baik Keterangan: Skala Penilaian: 51 – 60 = Sangat Baik (SB) 41 – 50 = Baik (B) 31 – 40 = Cukup Baik (CB) 21 – 30 = Kurang Baik (KB) 11 – 20 = Sangat Kurang Baik (SKB) 00 – 10 = Sangat Sangat Kurang Baik (SSKB) Temuan dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil pengamatan. Peningkatan aktifitas siswa dalam pembelajaran.22%. 7) Minat siswa untuk belajar lebih tinggi. hasil wawancara. 8) Keberanian siswa dalam pembelajaran lebih meningkat Motivasi siswa berkesulitan belajar sebelum diadakan tindakan. hasil angket motivasi dan hasil belajar siswa berkesulitan belajar dapat dilihat adanya peningkatan aktifitas siswa dalam pembelajaran.

2003. 2001. agar dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah. Serta mengoptimalkan penggunaan multi metode. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. siswa yang memiliki kategori cukup baik sebanyak 9 siswa atau 100% dari 9 siswa berkesulitan belajar. dan sikap. 2007. Jakarta: Rajawali Press. Bagi Guru sebagai program pembimbing diharapkan dapat merancang program sesuai karakteristik individu siswa. Mukhtar & Rusmini. 2007. Universitas Sanita Dharma. hendaknya memberikan bantuan/perlakuan khusus bagi peserta didik kurang siap yaitu dengan pemberian bimbingan belajar sebagai contoh dengan penerapan metode PQ4R. Sardiman AM. Mulyono Abdurrahman. Aritmatika. Sesudah diadakan tindakan pada siklus I. Penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada pelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Pengkol 01 Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012/2013. Sekolah hendaknya juga mengupayakan pengadaan media pembelajaran/alat peraga pada mata pelajaran lainnya. Remaja Rosdakarya. maka ada beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut: Bagi Sekolah. Jakarta: Fila Mulia Sejahtera. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Heruman. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. dan Bulat: Dinas P dan K Kabupaten Karanganyar. Bilangan Asli. Rusda Koto Sutadi dkk. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan.77. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penulisan Karya Ilmiah. media. sehingga setiap siswa memperoleh layanan yang tepat. . Nana Sudjana. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Surakarta Tim Dinas P dan K Kabupaten Karanganyar. Marpaung Y. 2. Semarang: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Balai Penataran Guru. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. keterampilan. 1996. Pengajaran Remedial: Teori dan Penerapannya dalam Pembelajaran. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan penerapan metode PQ4R bagi siswa berkesulitan belajar matematika di kelas V SD Negeri Pengkol 01. 2002. Belajar dan Pembelajaran: IKIP Semarang.78%. Penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika bagi siswa berkesulitan belajar di kelas V SDN Pengkol 01 Nguter Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012/2013 Saran Berdasarkan hasil penelitian. Bandung: PT. Implementasi KBK dalam pembelajaran Matematika di Sekolah: Seminar Nasional Pembelajaran Matematika dan Sains dalam Era Global. dapat disimpulkan 1. DAFTAR PUSTAKA. 2004. penggunaan strategi pembelajaran yang bervariatif sehingga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa serta meningkatkan prestasi belajar siswa baik dari segi pengetahuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2007. Sarwidji Suwandi & Madyo Ekosusilo. Erwin Roosilawati. khususnya mata pelajaran Matematika terutama pada penanaman konsep pada siswa. Cacah.

maju mundur. gambar mobil berwarna. 29 Pebruari 1988 Pekerjaan : Guru Kelas Pangkat/Gol Instansi : Pengatur Muda II/b : SD Negeri Pengkol 01 (GUGUS MERAUKE) Kecamatan Nguter. Kabupaten Sukoharjo Telp : 081393201637 Bermula dari titik pangkal nol dan menghadap ke kanan: Positif maju Bilangan Nol Negatif mundur diam Guru: Belum menerapkan metode PQ3R Siswa: Prestasi belajar rendah dan motivasi rendah Kondisi Awal Siklus I Tercapainya Prestasi belajar siswa ≥ 60 yaitu 50% dan tercapainya motivasi kategori baik 50% Dalam pembelajaran. gambar mobil. guru menerapkan metode PQ3R dengan garis bilangan. tugas. maju mundur.Biodata Nama : WINARTI ”GUGUS MERAUKE” Tgl Lahir : Karang Anyar. Tindakan II (Perbaikan) Siklus II (Perbaikan) Tercapainya Prestasi belajar siswa ≥ 60 yaitu 100% dan tercapainya motivasi kategori motivasi baik 75% Dengan menerapkan metode PQ3R dapat meningkatkan motivasi siswa berkesulitan belajar pada pelajaran Matematika . kerja kelompok. kerja kelompok Tindakan I Dalam pembelajaran. kapur berwarna. guru menerapkan metode PQ3R dengan garis bilangan.

Kondisi Akhir Dengan menerapkan metode PQ4R dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Matematika bagi siswa berkesulitan belajar Siklus II Siklus I RP p O T R p O T R CONTOH PTK MATEMATIKA KELAS V .

1. masalah dalam penelitian dapat dirumuskan. materi pelajaran Matematika di kelas V sekolah dasar dapat digolongkan menjadi 3 bagian. Materi bilangan. Peserta didik hanya sebagai pendengar. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut. kurang tertarik terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Banyak materi pembelajaran yang belum dapat dicapai secara tuntas. Peserta didik pasif. Peserta didik merasa berkesulitan dalam menghitung luas dan menentukan sifat-sifat bangun datar.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara garis besar. 1 Di samping itu. guru kurang bervariasi dalam menyampaikan materi pelajaran tentang bangun datar. Sering terjadi anggapan oleh guru bahwa materi yang diajarkan sangat mudah sehingga penyajian materi pelajaran bangun datar cukup hanya dengan cerita. Prestasi belajar peserta didik kelas V SD 03 Tumbang Titi dalam mengikuti pembelajaran Matematika rendah. peserta didik dituntut mampu menghitung jarak. Apakah pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW menyenangkan? . dan sifatsifat bangun datar. luas volum. peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dari guru sesuai dengan perkembangan daya nalarnya. Konsep materi pelajaran bangun datar belum dikuasai secara mendalam. Salah satu usaha untuk mengatasi berbagai kesulitan pembelajaran dengan materi pelajaran bangun datar di kelas V adalah model pembelajaran STAD dengan menggunakan alat bantu MBDW (Model Bangun Datar Warnawarni). Materi pembelajaran disampaikan secara abstrak. sebagai berikut. geomitri dan pengukuran. waktu. Banyak upaya untuk mengatasi kendala yang ada. Model-model bangun datar tersebut merupakan upaya konkritisasi dari bentuk abstrak bangun datar. Sedangkan materi pembelajaran geometri dan pengukuran. peserta didik dituntut mampu melakukan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. berat. Dengan alat bantu model bangun datar tersebut. yaitu bilangan.

Tujuan Penelitian tentang pembelajaran bangun datar dengan alat bantu model bangun datar ini bertujuan. Bagi guru a. 3. Memiliki guru yang profesional dalam mengelola pembelajaran di depan kelas. . Apakah pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW efektif? C. Mendeskripsikan efektivitas pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW. sebagai berikut. Sebagai wahana dalam peningkatan profesionalitas guru karena mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. 1. c. 2. Sebagai wahana penumbuhan rasa percaya diri bagi guru. Peserta didik meningkatkan prestasi belajarnya. 1. Bagi peserta didik a. sebagai berikut. Bagi sekolah a. b. Sebagai bahan perbaikan pembelajaran yang dikelolanya. D. Mendeskripsikan proses pembelajaran bahwa dengan metode STAD dan alat bantu MBDW menyenangkan. b. Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang menarik. Manfaat Manfaat dari hasil penelitian ini. sehingga proses dan hasil dari pembelajaran mengalami peningkatan.2. 2.

. Sekolah dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.b.

segitiga. tetapi tidak mempunyai tinggi atau tebal (Julius Hambali. 1996) Berdasarkan pengertian tersebut dapat ditegaskan bahwa bangun datar merupakan bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar. yaitu segitiga sama sisi. Jenis bangun datar dan sifat-sifatnya Bangun datar di kelas V SD terdiri atas persegi panjang. 4 Persegi panjang panjang mempunyai dua pasang sisi yang sama panjang dan 4 sudut yang sama besar. Belah ketupat memiliki empat sisi sama panjang. DAN HIPOTESIS A. segitiga sama kaki. Jajaran Genajang memiliki sisi yang berhadapan sejajar sama panjang. sudut yang berhadapan sama besar. kedua diagonalnya merupakan sumbu simetri. 2. 5. 2. trapesium. sudut yang berhadapan sama besar. 1996). dan Mohamad Rohmad. 1997) Bangun datar dapat didefinisikan sebagai bangun yang rata yang mempunyai dua demensi yaitu panjang dan lebar. jajargenjang. Kedua diagonalnya saling membagi sama panjang. Siskandar. belah ketupat. Trapesium memiliki sepasang sisi yang sejajar. dan lingkaran (Julius Hambali. dan segitiga lancip. 1. Pengertian bangun datar Bangun datar adalah bagian dari bidang datar yang dibatasi oleh garis-garis lurus atau lengkung (Imam Roji. Siskandar. Kajian Teoretis 1. yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Uraian lebih lanjut tentang sifat-sifat bangun datar disarikan. diagonalnya saling berpotongan tegak lurus.BAB II KAJIAN TEORETIS. sebagai berikut. 3. Diagonalnya sama panjang dan saling memotong sama panjang sehingga membagi dua sama panjang. layang-layang. persegi. segitiga sembarang. Segitiga memiliki berbagai jenis. dan Mohamad Rohmad. segitiga siku-siku. yaitu sudut siku-siku. 4. KERANGKA BERPIKIR. Segi tiga memiliki 3 sudut dan 3 buah sisi. . Jumlah besar sudut yang berdekatan di antara sisi sejajar pada trapesium adalah 1800.

dan kemudian tanya jawab atau diskusi untuk saling membantu. Lingkaran memiliki sebuah titik pusat. B. layang-layang. Dengan bangun datar warna-warni tersebut merupakan upaya mengarahkan peserta didik untuk berpikir konkrit. langkahlangkah pelaksanaan metode STAD adalah peserta didik di dalam kelas dibentuk tim. persegi. masingmasing 4-5 anggota kelompok. persegi panjang. Teknik dan Metode Pembelajaran Metode yang digunakan dalam pembelajaran materi pelajaran bangun datar adalah STAD (Student Teams Achivement Divisions). memiliki dua pasang sisi yang sama panjang. Tiap tim menggunakan lembar kerja.6. Belajar secara konkrit lebih menyenangkan. 3. Secara garis besar. belah ketupat. C. Layang-layang mempunyai satu sumbu simetri. dan Senduk:2003) 4. memiliki garis tengah yang panjangnya dua kali jari-jari. 7. Yasin. mengaktifkan. Alat bantu model bangun datar warna-warni merupakan bentuk bangun datar dengan memberi warnawarna yang berbeda pada bagian-bagian (unsur) bangun datar yang memiliki karakter khusus. Hipotesis Tindakan . banyak sumbu simetri lingkaran tidak terbatas. terapesium. segitiga. Kerangka Berpikir Pembelajarn bangun datar harus dengan menggunakan alat bantu model bangun datar. dan lingkaran. jajaran genjang. terdapat sepasang sudut yang berhadapan yang sama besar. STAD merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Robert Slavin dari Universitas John Hopkins. dan mudah dipahami. Secara periodik guru memantau perkembangan tim atau individu. Tim atau individu yang telah mencapai kriteria tertentu diberi penghargaan (Nurhadi. Alat Pembelajaran Alat yang digunakan adalah model bangun datar.

Pembelajaran materi pelajaran bangun datar dengan alat bantu MBDW (Model Bangun Datar Warna-warni) menyenangkan. sebagai berikut. . 2. Proses pembelajaran metode STAD dengan alat bantu model bangun datar warna-warni efektif.Hipotesis penelitian tindakan ini. 1.

BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN A. Lembar pengamatan 3. Hasil tes siklus I kompetensi dasar. Sumber Data 1. 3. Diharapkan hasil meningkat pada tes siklus ke II menjadi 80% secara klasikal. mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar 2. Subjek Penelitian Peserta didik kelas V SDN 03 Tumbang Titi berjumlah 38 orang peserta didik tahun pelajaran 2012/2013. 8 MBDW 2. D. Setting Penelitian Tempat : SDN 03 Tumbang Titi Waktu : Penelitian dimulai bulan Juli 2012 .Desember 2012 B. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Hasil tes siklus II kompetensi dasar. E. Lembar Evaluasi . C. Indikator Kinerja Pembelajaran dianggap efektif jika telah memenuhi ketuntasan individual 65% dan ketuntasan klasikal 75%. Instrumen Penelitian 1. Hasil angket pengamatan proses pembelajaran siklus I dan II.

Pedoman Peserta didik 1) memperhatikan pejelasan guru tentang cara kerja peserta didik 2) mengerjakan LKS secara berkelompok sesuai petunjuk 3) melaporkan hasil diskusi/kerja kelompok 4) mengerjakan soal evaluasi 2. Tindakan Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran. 3. Menilai hasil pembelajaran materi sifat-sifat bangun datar dengan soal tes yang telah disediakan. Pengamatan a. 4.F. Perencanaan . Refleksi a. Pedoman Guru 1) menentukan kompetensi dasar 2) merencanakan metode/pendekatan 3) menentukan kelompok diskusi 4) menyusun skenario pembelajaran 5) menyiapkan sumber materi 6) menyusun LKS 7) menyusun lembar observasi 8) menyusun perencanaan pemantauan individual maupun kelompok 9) menyusun soal evaluasi b. Siklus 2 1. Mengevaluasi tindakan siklus I b. Perencanaan a. Memperbaiki pelaksanaan untuk siklus berikutnya. Pengamatan proses pembelajaran secara kolaborator dengan lembar observasi b. Tindakan Siklus 1 1. Mendiskusikan hasil evaluasi siklus I dengan kolaborator c.

. Pengamatan proses pembelajaran secara kolaborator dengan lembar observasi b. Mengevaluasi tindakan siklus II b. Analisis Data Data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Menyimpulkan pelaksanaan tindakan dari hasil 2 siklus G.a. 3. 4. Tindakan Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran. Menilai hasil pembelajaran materi sifat-sifat bangun datar dengan soal tes yang telah disediakan. Pedoman Peserta didik 1) memperhatikan pejelasan guru tentang cara kerja peserta didik 2) mengerjakan LKS secara berkelompok sesuai petunjuk 3) melaporkan hasil diskusi/kerja kelompok 4) mengerjakan soal evaluasi 2. Pengamatan a. Mendiskusikan hasil evaluasi siklus II dengan kolaborator c. Pedoman Guru 1) pemantauan individual/kelompok 2) pendampingan pada kelompok-kelompok tertentu 3) menyusun skenario pembelajaran 4) menyusun LKS 5) Menyusun pemantauan individual dan klasikal 6) menyusun soal evaluasi b. Refleksi a.

tiga orang pengamat mengamati proses pembelajaran Matematika. Tabel 1. Data Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran siklus 1 No 1 Aspek Pengamatan Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran Pengamat 1 2 3 Jml R 16 47 15. Hasil Penelitian Penelitian ini menggunakan dua siklus. Nilai tersebut selanjutnya dirata-rata dan direkap sebagaimana pada tabel berikut. Hasil pengamatan berupa nilai. 12 Tabel 2. Rambu-rambu Pengamatan Proses Pembelajaran No 1 2 3 4 5 Aspek Pengamatan Skor 1 2 3 4 Jml Kesungguhan selama mengikuti pelajaran Keaktifan mengemukakan pendapat dalam mengikuti diskusi kelompok Keceriaan dalam mengikuti pelajaran Kerjasama dalam kelompok Kompetisi antarkelompok diskusi Berdasarkan indikator pengamatan tersebut.67 16 15 . dengan hasil tindakan berupa hasil pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar Matematika. dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar sebagai berikut: Siklus 1 Hasil pengamatan kolaborator terhadap proses pembelajaran pada siklus 1 ditunjukkan tabel 1 berikut ini.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. kompetensi dasar mengidentifikasikan sifat-sifat bangun datar.

100%: amat baik Data hasil evaluasi pembelajaran siklus 1 disajikan pada tabel berikut ini.75%: baik 4. Berikut ini disajikan besar persentase interval masing-masing kriteria.25%: kurang 2. Tabel 3. Rentang Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus I No 1 2 3 4 Rentang Nilai < 65 65 – 74 75 .58% Tingkat perbandingan perolehan hasil evaluasi masing-masing rentang.74% 26.84 ≥ 85 Jumlah 2 9 17 10 Persentase 5.Berdasarkan data tersebut dapat ditunjukkan persentase hasil pengamatan setelah direkapitulasi dari tiga pengamat.32% Jumlah 38 100% Kriteria Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Rata-rata 81. yakni seperti tabel berikut. Gambar 1 Diagram Perbandingan Hasil Evaluasi Siklus I . (Skor Hasil : Skor Maksimal) x 100% = Persentase Pengamatan. 26% .26% 23. 76% . Tabel 4. 51% . lebih jelas disajikan gambar berikut. 1% . Persentase Hasil Pengamatan Pembelajaran Siklus 1 N Aspek Persentase o Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam 78.68% 44. 1.50%: cukup 3.33% 1 mengikuti proses pembelajaran Kriteria Amat Baik Perolehah persentase dihitung berdasarkan perbandingan skor maksimal dengan skor yang diperoleh dari pengamatan. Perhitungannya sebagai berikut.

Data Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran siklus 2 No 1 Aspek Pengamatan Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran Pengamat 1 2 3 Jml R 17. Hasil pengamatan berupa nilai. Nilai tersebut selanjutnya dirata-rata dan direkap sebagaimana pada tabel berikut.6 18 18 17 53 7 .Siklus 2 Berdasarkan indikator pengamatan dari tiga orang pengamat kolaborator mengamati proses pembelajaran Matematika. Tabel 5.

75%: baik 4. 51% .32% Tingkat perbandingan perolehan hasil evaluasi masing-masing rentang.25%: kurang 2. lebih jelas ditunjukkan gambar berikut ini. 26% . Tabel 7.84 ≥ 85 Jumlah 1 6 15 16 Persentase 2. Persentase Hasil Pengamatan Pembelajaran Siklus 2 N Aspek Persentase o Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam 1 mengikuti proses 88.50%: cukup 3. 1. 76% .79% 39. Tabel 6.47% 42. Berikut ini disajikan besar persentase interval masing-masing kriteria. (Skor Hasil : Skor Maksimal) x 100% = Persentase Pengamatan. Gambar 2.11% Jumlah 38 100% Kriteria Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Rata-rata 86. Diagram Perbandingan Hasil Evaluasi Siklus II . 1% . Rentang Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus 2 No 1 2 3 4 Rentang Nilai < 65 65 – 74 75 .100%: amat baik Data hasil evaluasi pembelajaran siklus 2 disajikan Sebagai berikut. yakni seperti tabel berikut. Perhitungannya sebagai berikut.33% pembelajaran Kriteria Amat Baik Perolehah persentase dihitung berdasarkan perbandingan skor maksimal dengan skor yang diperoleh dari pengamatan.Berdasarkan data tersebut dapat ditunjukkan persentase hasil pengamatan setelah direkapitulasi dari tiga pengamat.63% 15.

Tindakan Peserta didik belajar berdasarkan lembar kerja siswa (LKS). Setiap kelompok bertanggung jawab terhadap anggota kelompoknya. untuk itu peserta didik dalam proses pembelajaran secara berkelompok. Dengan waktu yang telah . Metode pembelajaran adalah STAD. Kelompok-kelompok belajar tersebut bersaing. sudut. bahwa bangun datar terdiri atas sisi. Pembahasan Siklus 1 Perencanaan Pada siklus 1 guru memberi penegasan tentang konsep bangun datar.B. dan diagonal. baik secara individual maupun secara kelompok. Masing-masing kelompok berkerjasama dengan bersungguh-sungguh. Berdasarkan LKS tersebut Peserta didik belajar memecahkan masalah dengan alat bantu MBDW.

yakni menyepakati adanya pendampingan kelompok-kelompok diskusi yang di dalamnya terdapat peserta didik yang masih belum mampu secara aktif mengikuti proses pembelajaran. yakni 81.33%. masing-masing kelompok memiliki tanggung jawab terhadap anggotanya agar mampu memecahkan masalah dalam diskusi. yakni 8. mempunya tanggung jawab yang sama untuk melaporkan hasil kerja kelompoknya. tingkat ketuntasan minimal yang telah ditentukan 75% telah dapat dicapai. 36 anak dinyatakan telah tuntas. ada 2 anak dinyatakan belum tuntas. agar kelompok belajarnya dapat unggul dalam persaingan. Pengamatan Berdasarkan pengamatan guru secara kolaborator. Hasil evaluasi pada akhir proses pembelajaran diperoleh data bahwa dari 38 peserta didik.33. keceriaan dan kompetisi antarkelompok dengan skor 10. Guru memberi pancingan-pancingan berupa pertanyaan-pertanyaan atau penjelasan-penjelasan yang mengarah . Dengan demikian. sehingga diperoleh jumlah skor 46 dengan rata-rata skor 15. Serta adanya kontrol individu selama proses pembelajaran berjalan. Siklus 2 Perencanaan Perencanaan sesuai dengan siklus 1 dengan menambah pendampingan terhadap kelompok yang terdapat peserta didik yang kurang dapat mengikuti kerja kelompok secara baik. peserta didik melaporkan hasil kerja kelompoknya. Persentase ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran 78. Setiap anggota. dan kerja sama memperoleh skor terendah. Pada akhir pertemuan. Refleksi Refleksi dilakukan oleh guru dengan kolaborator. skor pengamatan dapat dijelaskan bahwa kesungguhan dan keaktifan masingmasing skor 9. Secara klasikal. dengan demikian kriteria proses pembelajaran amat baik. Peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari 85 ada 10 anak.58%. peserta didik secara individu mengerjakan evaluasi. tampak bahwa peserta didik yang bodoh cenderung pasif dan peserta didik yang pintar cenderung mendominasi kelompok diskusi. Secara keseluruhan.ditentukan.

Pengamatan Berdasarkan hasil pengamatan guru secara kolaborator. individual secara . efektivitas tindakan pembelajaran pada siklus 2 tinggi. pada akhir pertemuan dilaksanakan evaluasi. Dengan adanya penghargaan terhadap kelompok yang paling berhasil.67. Kesungguhan memperoleh skor 11. suasana proses pembelajaran siklus 2 ada peningkatan.pada materi pelajaran. Evaluasi tersebut untuk mengetahui efektivitas pembelajaran peserta didik. Pendampingan terhadap peserta didik yang kurang dapat bekerja secara kelompok dan kontrol berkelangsungan sangat diperlukan. Secara klasikal. Pertanyan-pertanyaan tersebut sekaligus sebagai kontrol individual maupun melompok. Peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari 85 ada 16 anak. Materi siklus pertama yang belum dikuasai oleh peserta didik secara mendalam dibahas ulang. tujuan tercapai. yakni 86. Hasil evaluasi pada akhir proses pembelajaran diperoleh data bahwa dari 38 peserta didik. 37 anak dinyatakan telah tuntas.33%. tingkat ketuntasan minimal yang telah ditentukan 80% telah dapat dicapai. Persentase ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran 88. Refleksi Refleksi guru dan pengamat kolaborater sepakat bahwa hasil belajar cukup signifikan. ada 1 anak dinyatakan belum tuntas. keceriaan dan kompetisi antarkelompok belajar skor 12. dengan demikian kriteria proses pembelajaran mengalami peningkatan dengan kriteria amat baik. Proses pembelajaran berjalan lebih aktif daripada pembelajaran siklus 1.32%. keaktifan dan kerjasama skor 9. Sedangkan utuk pertemuan 2. Jumlah skor keseluruhan 53 dengan rata-rata skor 17. baru kemudian disajikan materi selanjutnya. ternyata dapat berdampak pada peningkatan usaha untuk dapat menjadi kelompok yang terbaik. Dari dua siklus tersebut ada tiga kali pertemuan. Tindakan Pelaksanaan siklus 2 merupakan kelanjutan dari siklus 1.

.

sering terjadi monopoli dari salah satu peserta didik pada kelompok belajar. Dengan metode STAD dan alat bantu belajar MBDW efektivitas pembelajaran tinggi. 22 2. Mengingat pembuatan alat bantu MBDW membutuhkan biaya. secara klasikal telah dinyatakan tuntas dengan indikator kerja 80%. Saran Metode STAD dengan alat bantu MBDW efektif membantu peserta didik dalam memecahkan masalah pembelajaran Matematika. secara individual tingga 1 orang anak yang belum tuntas. Kesimpulan Berdasarkan perolehan hasil pengamatan dan hasil evaluasi siklus 1 dan siklus 2 dapat dikemukakan bahwa. Untuk menghindari hal tersebut disarankan 1. Pembelajaran dengan alat bantu serupa hendaknya perlu dikembangkan pada mata pelajaran yang lain. Masing-masing kelompok hendaknya tidak hanya 1 alat bantu MBDW. D.33% kriteria amat baik. 1. . Akan tetapi. indikator kerja yang diharapkan dapat dipenuhi. Proses pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW ternyata menyenangkan. 3.33% dan 88. 2. Keaktifan peserta didik ditunjukkan dengan skor nilai pengamatan 78. rata-rata perolehan nilai dari siklus 1 dan siklus 2 berturut-turut mengalami peningkatan yaitu ari 81. 32%.BAB V PENUTUP C. hendaknya ada anggaran dana dari sekolah.58% meningkat menjadi 86.

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Yasin B.DAFTAR PUSTAKA Imam Roji. Malang: Universitas Negeri Malang Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. dan Mohamad Rohmad.. Semarang: Proyek SD Jateng Julius Hambali. Jakarta: Universitas Terbuka Nurhadi. dan Senduk GS. 1996. 1997. Materi Pokok Matematika Modul 1 – 9. Jakarta: Depdiknas . Iskandar. Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Tingkat SD dan MI. 2003. Materi Penataran Guru Pemandu Matematika.

Agama : ISLAM 8. Nama : YUDIANDA 2. BIODATA 1. No. Masa kerja guru **) : 3 TAHUN 10. Kode pos 15.. Kecamatan 12. Kelurahan/ Desa 11. . 6 MARET 1975 6. . Prestasi dan Keberhasilan yang pernah dicapai ****) 17. Alamat rumah 9. Kode pos : SDN 03 TUMBANG TITI : UTI USMAN NO.A. Judul naskah lomba : 11. Pendidikan terakhir : S1 12. Jenis kelamin : LAKI-LAKI 7... Pangkat/gol. Telepon : UTI USMAN : TUMBANG TITI : TUMBANG TITI : KETAPANG : KALIMANTAN BARAT :78874 : : 08157967057 16. NIP/NIGB/NIY *) 3. 19. . Kabupaten 13. Sekolah 1. Propinsi 7. Status perkawinan Kawin/belum kawin ***) 14. Jabatan : GURU 4. Jalan 3. . Kabupaten 6.. Hp 16. 18.31 :TUMBANG TITI : TUMBANG TITI :KETAPANG : KALIMANTAN BARAT : 78874 : 8. Mata Pelajaran yang diajarkan : MATEMATIKA 9. Fakultas/jurusan : FKIP/PBSI 13. Kecamatan 5. Tempat dan tanggal lahir : SAMBAS.. Jalan 10.. Telepon 15. Nama sekolah 2. Kelurahan/ Desa 4. Propinsi 14. Ruang : 5.

Pd NIP195504081981031008 Peserta Lomba. .. YAKOB RIYANTO.. Pulosaren. YUDIANDA .Ma. A.20. Lomba Keberhasilan Guru yang pernah diikuti B. 17. 27 Agustus 2008 Mengetahui: Kepala Sekolah.

Langkah Pembelajaran A. Kompentensi Dasar 6. Menyebutkan sifat bangun datar sederhana.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Penilaian : Jenis tagihan : Tugas individu dan kelompok Bentuk instrument : Format pengamatan. Membedakan sifat-sifat antarbangun datar. 2. Kegiatan awal : Penjelasan tentang konsep bangun datar B. Kegiatan akhir : Siswa mempresentasikan hasil diskusi dan membuat kesimpulan V. Memahami Sifat-sifat bangun dan hubungan antarbangun. II. Sumber Belajar Buku-buku paket dan lingkungan sekitar MBDW (Model Bangun Datar Warna-warni) VI. Kegiatan inti : Peserta didik berdiskusi tentang sifat-sifat bangun datar dengan alat bantu MBDW pada tim belajarnya C. naskah soal . an ngajaran 1. Materi Ajar : Sifat-sifat bangun datar sederhana : Metode Students Teams Achivement Devisions (STAD) IV. Memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sifat bangun datar. 3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas/ Semester Alokasi mpetensi : : : Matematika V / Genap 2 X Pertemuan ( 4 x 35 Menit) : 6.

roni NIP 131796443 Indah Fifiani NIP ………………….Tabel 8. . Rekap Hasil Pengamatan Siklus I No 1 2 3 4 5 Aspek Pengamatan Kesungguhan selama mengikuti pelajaran Keaktifan mengemukakan pendapat dalam mengikuti diskusi kelompok Keceriaan dalam mengikuti pelajaran Kerjasama dalam kelompok Kompetisi antarkelompok diskusi Jumlah I 3 Pengamat II 3 III 3 3 3 3 9 3 3 4 16 3 3 4 16 3 3 3 15 9 9 11 47 Jml 9 Pengamat I Pengamat II PengamAt III Suharto NIP 131167053 Sa.

Rekap Hasil Pengamatan Siklus II No 1 2 3 4 5 Aspek Pengamatan Kesungguhan selama mengikuti pelajaran Keaktifan mengemukakan pendapat dalam mengikuti diskusi kelompok Keceriaan dalam mengikuti pelajaran Kerjasama dalam kelompok Kompetisi antarkelompok diskusi Jumlah I 4 Pengamat II 4 III 3 3 3 3 9 4 3 4 18 4 3 4 18 4 3 4 17 12 9 12 53 Jml 11 Pengamat I Pengamat II Pengamat III Suharto NIP 131167053 Sa.Tabel 9.roni NIP 131796443 Indah Fifiani NIP …………………. .

43 82.76 91.86 100 80 Penilai 2 Penilai 1 Suharto NIP 131167053 Tugimin.71 82.43 80 71. Nilai Evaluasi Pembelajaran Siklus I No Induk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 2190 2201 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2247 2249 2251 2252 2255 2256 2258 2259 2345 2124 2157 2174 2178 2263 2264 2267 2268 2271 2273 2274 2275 2279 2280 2282 2287 2292 2293 2295 2296 2175 Nama Mustamil Sri Wahyu Ningsih Ahmad Sudin Abu Hanifah Ahmad Sahida Ambar Wati Anisatul Khusniyah Butuk Turah Fatkhul Khorib Fatkhul Anas Fina Yuliana Giyanti Isman Isman Istimuhimatun Lina Astina Didik Kurniawan Fatkhul Rohman Ismawati Wahyuni Andri Ismoyo Mufidin Miftakhul Imam Mubasirun Maulana Wahyu Slamet Muarifah Nailil Amiroh Nafisatul Karimah Nurul Muarif Wahyu Ningsih Slamet Susiyanti Tego Eman Sumarah Yudani Yasto Yuli Ambarwati Zedatul Mukhanifah Widodo Nilai Ket 57.43 68.14 80.Tabel 10.28 65.00 71.14 82.43 100 82.43 82.86 100 100 65. S.00 80.86 82.86 100 71.86 94.00 80.Pd NIP 131991060 .57 82.43 68.71 100 100 82.72 82.86 65.43 80 57.17 82.00 80.43 91.86 71.

86 100 91.43 100 66.71 73.86 100 100 73.43 82.86 100 100 77.43 83. Nilai Evaluasi Pembelajaran Siklus 2 No Induk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 2190 2201 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2247 2249 2251 2252 2255 2256 2258 2259 2345 2124 2157 2174 2178 2263 2264 2267 2268 2271 2273 2274 2275 2279 2280 2282 2287 2292 2293 2295 2296 2175 Nama Mustamil Sri Wahyu Ningsih Ahmad Sudin Abu Hanifah Ahmad Sahida Ambar Wati Anisatul Khusniyah Butuk Turah Fatkhul Khorib Fatkhul Anas Fina Yuliana Giyanti Isman Isman Istimuhimatun Lina Astina Didik Kurniawan Fatkhul Rohman Ismawati Wahyuni Andri Ismoyo Mufidin Miftakhul Imam Mubasirun Maulana Wahyu Slamet Muarifah Nailil Amiroh Nafisatul Karimah Nurul Muarif Wahyu Ningsih Slamet Susiyanti Tego Eman Sumarah Yudani Yasto Yuli Ambarwati Zedatul Mukhanifah Widodo Nilai Ket 60.43 100 100 82.43 82.71 82.71 83.14 91.43 68.86 100 100 82. S.71 83.71 Penilai 2 Penilai 1 Suharto NIP 131167053 Tugimin.86 100 100 82.43 82.14 100 82.43 82.71 83.43 100 83.Pd NIP 131991060 .Tabel 11.43 83.71 73.

.............................................................................. 2 D......................................... Latar Belakang ...... 3 BAB II KAJIAN TEORETIS............................................ 8 C.............................. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS A................... ii KATA PENGANTAR ................. Rumusan Masalah ............................................................ Manfaat ............................................................. 8 D.... Subjek penelitian .................. 4 B.......................................... Kajian Teoretis .................... Tujuan .................................................................................... Tindakan 9 G.............. Hasil Penelitian .................................... Setting Penelitian .............................. 8 B...................................................... Analisis Data .................................................................................. i HALAMAN PENGESAHAN .......... Sumber Data .................................................. iv ABSTRAK ....................................................................... Hipoteses Tindakan .................. 11 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA A................................................ Instrumen Penelitian ................. 6 C... 17 BAB V PENUTUP ..................................................................................................................................................................................................................................... Pembahasan .................................................................................................................... 1 B.................................... 2 C......................................................... 7 BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN A......................................................................................................... Kerangka Berpikir ........................................ iii DAFTAR ISI .............................. v BAB I PENDAHULUAN A.................................................. 8 E......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................... Indikator Kinerja ............................................................................................................................ 8 iv F.................................................... 12 B...........................................

..A.................................................................................................. Simpulan ............................................. 22 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .......................................... 22 B......................... Saran .......

yang telah memberikan karunia-Nya sehingga laporan penelitian tindakan kelas ini dapat diselesaikan. . Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca dalam upaya peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah. Penulis menyadari bahwa laporan penelitian tindakan kelas ini sulit diselesaikan apabila tanpa dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada: 1. Teman-teman guru SDN 03 Tumbang Titi yang membantu dan memberi motivasi pelaksanaan penelitian.KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah S. Kepala UPT Dinas Pendiikan Kecamatan Tumbang Titi yang telah memberi berbagai kemudahan berbagai hal sehingga terselenggaranya penelitian ini 2. dan memfasilitasi sehingga penelitian ini selesai.T. memotivasi. 3.W. Penelitian ini merupakan salah satu upaya perbaikan proses pembelajaran di kelas. Kepala SDN 03 Tumbang Titi yang telah membantu. Penelitian ini saya lakukan di kelas VI SDN 03 Tumbang Titi Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang tahun pelajaran 20011/2012.

September2012 Penulis iii .TUMBANG TITI.

a. Sisi yang berhadapan sejajar. belahketupat b. a. Berikut ini adalah sifat-sifat bangun datar persegi panjang. b. c. Lingkaran mempunyai titik-titik … a. b. jajargenjang d. trapesium b. sisi-sisinya sama panjang . layang-layang 7. segitiga c. jajargenjang d. lingkaran 3. 10. a. segitiga lancip b. Berikut ini adalah bangun datar trapesium kecuali …. c.Lingkarilah huruf a. yaitu …. Bangun datar terbentuk dari dua segitiga sama kaki yang kongruen kemudian diimpitkan alasnya. c. tidak tentu sisi. Sudut yang berhadapan sama besar merupakan salah satu ciri bangun datar berikut kecuali …. merupakan ciri bangun datar berikut kecuali …. a. segitiga siku-siku d. layang-layang d. keempat sudutnya siku-siku keempat sisinya sama panjang sisi yang berhadapan sejajar sisi yang berhadapan sama besar 2. segitiga sama sisi 9. 2 c. belahketupat c. a. persegipanjang Gambar bangun datar di samping adalah …. kecuali …. persegi panjang Bangun datar tersebut adalah …. c. 4. d. Bangun tersebut memiliki sifat-sifat berikut kecuali …. b. mempunyai dua pasang sisi yang berdekatan sama panjang sudut yang berhadapan sama besar diagonalnya saling berpotongan tegak lurus sisi yang berhadapan sejajar 5. b. Berikut ini merupakan sifat bangun datar jajargenjang. atau d di depan jawaban yang kau anggap benar! 1. 6. d. jajargenjang 8. yaitu …. 1 b. segitiga sembarang c. a. a. 3 d.

b. memiliki dua sudut siku-siku c. sisi yang berhadapan sama panjang . diagonalnya berpotongan tegak lurus d.

Permasalahannya terpecahkan dengan teori pembelajaran motede STAD dan konsep bangun datar. Suasana kelas hidup. peserta didik kelas V SDN 03 Tumbang Titi masih rendah. Guru dapat memfokuskan diri dalam membantu peserta didik yang belum mampu. Peserta didik merasa kurang menarik terhadap materi yang disajikan guru. Ketuntasan belajar dapat dicapai 100%. Pengelolaan kelas mudah. Kompetisi antarkelompok belajar terjadi sangat tinggi. Dengan demikian pembelajaran dengan metode STAD dan peraga MBDW materi pelajaran bangun datar efektif dan menyenangkan. Masalahnya adalah (1) apakah pembelajaran dengan metode STAD dengan alat bantu MBDW menyenangkan? (2) Bagaimanakah efektivitas pembelajaran dengan metode STAD dengan alat bantu MBDW pada materi bangun datar? Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan metode STAD dengan alat bantu MBDW menyenangkan. Metode penelitian dengan deskreptif kualitatif. v LAPORAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 03 Tumbang Titi TAHUN 2012 (Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam rangka tugas mata kuliah PTK UT) .ABSTRAK EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 03 TUMBANG TITI TAHUN 2012 YUDIANDA NIM 821437999 Penelitian ini dilandasi kenyataan bahwa kemampuan pemahaman konsep bangun datar. dan mendeskripsikan efektivitas metode STAD dengan alat bantu MBDW dalam pembelajaran bangun datar. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan tes. Hasil yang diperoleh dari pembelajaran dengan metode STAD dengan alat bantu MBDW menyenangkan.

Oleh Nama NIM Sekolah : YUDIANDA : 821437999 : SDN 03 TUMBANG TITI CABANG DINAS PENDIDIKAN KECAMATANTUMBANG TITI KABUPATEN KETAPANG 2012 .

i HALAMAN PENGESAHAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 03 TUMBANG TITI . NIP195504081981031008 ii .Pd.KALBAR TAHUN 2012 Oleh Nama NIM Sekolah : YUDIANDA : 821437999 : SDN 03 TUMBANG TITI Penelitian ini telah disetujui dan disahkan oleh Kepala SD 1 Pulosaren Disahkan di : SDN 03 Tumbang Titi Tanggal : 27 Desember 2012 Kepala SDN 03 Tumbang Titi Yakob Riyanto. KETAPANG.Ma. A.

KETAPANG. 6 Maret 1975 Pekerjaan : Guru SDN 03 Tumbang Titi Judul Penelitian : EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 03 TUMBANG TITI. 27 Desember 2012 Yang menyatakan. KALBAR TAHUN 2012 Menyatakan bahwa karya ilmiah ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri. YUDIANDA NIM 821437999 . karya ilmiah ini tidak berisi materi yang dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau telah digunakan oleh orang lain untuk penyelesaian studi atau diikut sertakan dalam lomba karya ilmiah. Apabila ternyata terbukti pernyataan ini tidak benar maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini. Sepanjang pengetahuan saya. Pulosaren. saya: Nama :YUDIANDA NIM :821437999 Tempat/Tanggal Lahir :Sambas.